Anda di halaman 1dari 4

Analisa Data Data Subjektif : Klien mengatakan mual dan muntah

Etiologi Distensi abdomen

Masalah Keperawatan Perubaha Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

Data Objektif : Klien muntah sehari 5 Kali, muntah 20cc Acites pada abdomen Terpasang NGT BAB Hitam seperti petis Distensi Abdomen (Bising Usus 5x/menit) BB : 47 Kg TB : 1,7 m IMT = 2 BB/(TB) =47/2.56 = 18.3 ( berat badan kurang <18,5 ) Penurunan suplai O2 sekunder Intoleransi aktifitas akibat prognosis penyakit Klien mengatakan sirosis hepatitis lelah sepanjang waktu

Data Subjektif :

Data Objektif : Tensi 100/70 mmHg, Nadi: 96x/m, RR: 24 x/m, Suhu: 37,5 C Terpasang NGT, Infus RL 20tpm pada tangan kanan. Kelebihan volume cairan

Data Subjektif : Klien Penurunan albumin mengatakan perut membesar Data Objektif : Asites di abdomen,

Piting edema pada ekstermitas bawah +2 Spider naevi pada dinding abdomen

Diagnosa Keperawatan dan Intervensi : 1. Perubahan Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan distensi abdomen Tujuan : pengembalian status nutrisi adekuat Kriteria Hasil : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan a) IMT dalam batas normal b) Tidak ada muntah Intervensi Keperawatan : Kaji factor yang menyebabkan anorexia, mual/ muntah dan catat adanya muntah darah. Kaji dan dokumentasikan derajat kesulitan menelan Bantu makan sesuai kebutuhan kalori harian Monitor hasil laboratorium khususnya albumin, Hb, glukosa Jelaskan pada klien dan keluarga jenis nutrisi yang sesuai dan pentingnya nutrisi bagi tubuh klien. f) Kolaborasi : Pasang NGT sesuai program medis Berikan makanan per sonde sesuai program Berikan terapi medikamentosa sesuai program - Berikan nutrisi parenteral atau albumin per Iv sesuai program 2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan Penurunan suplai O2 sekunder akibat prognosis penyakit sirosis hepatitis Tujuan : Peningkatan toleransi aktivitas pasien Kriteria Hasil : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan a) Terjadi penurunan tanda-tanda hipoksia terhadap aktifitas (nadi, tekanan darah, pernapasan dalam batas normal) Intervensi keperawatan : a) Kaji respon individu terhadap aktivitas : 1) Ukur nadi, tekanan darah, pernapasan saat istirahat 2) Ukur tanda vital segera dan 3 menit setelah istirahat. 3) Hentikan aktivitas klien bila : Keluhan nyeri dada, dispnoe, vertigo, kekacauan mental Frekwensi nadi menurun a) b) c) d) e)

Tekanan sistolik menurun Tekanan diastolik meningkat 15 mmHg Frekwensi pernapasan menurun 4) Kurangi intensitas, frekwensi, lamanya aktivitas bila Frekwensi nadi lebih dari 3 menit untuk kembali frekwensi awal (atau 6 denyut lebih cepat dari frekwensi awal). Frekwensi pernapasan meningkat berlebihan setelah aktivitas. Terdapat tanda-tanda hipoksia. b) Meningkatkan aktivitas secara bertahap 1) Untuk klien yang pernah tirah baring lama, mulai melakukan rentang gerak sedikitnya 2 kali sehari. 2) Rencanakan waktu istirahat sesuai dengan jadwal sehari-hari klien. 3) Berikan kepercayaan kepada klien bahwa mereka dapat meningkatkan status mobilitasnya. 4) Beri penghargaan pada kemajuan yang dicapai. 5) Beri kesempatan klien membuat jadwal aktivitas dan sasaran pencapaian. 6) Tingkatkan toleransi dengan membiarkan klien melakukan aktivitas yang lebih lambat, lebih banyak istirahat, atau dengan banyak bantuan. 7) Secara bertahap tingkatkan aktivitas diluar tempat tidur 15 menit setiap hari, tiga kali sehari. 8) Izinkan klien untuk mengatur frekwensi ambulasi. 9) Anjurkan klien untuk memakai alas kaki yang nyaman. c) Ajarkan klien metoda penghematan energi untuk aktivitas 1) Luangkan waktu untuk istirahat. 2) Lebih baik duduk daripada berdiri saat melakukan aktivitas, kecuali hal ini memungkinkan. 3) Saat melakukan suatu aktivitas, istirahat setiap 3 menit selama 5 menit untuk membiarkan jantung pulih. 4) Hentikan aktivitas jika keletihan atau terlihat tanda-tanda hipoksia. d) Instruksikan klien untuk konsulasi kepada dokter atau ahli terapi fisik untuk program latihan jangka panjang. 3. Kelebihan Volume Cairan berhubungan dengan penurunan albumin sekunder akibat kerusakan sel hati untuk memproduksi hormone ADH Tujuan : Menunjukan balance cairan optimal Kriteria Hasil : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan : a) Tidak adanya acites b) Piting edema hilang Intervensi Keperawatan : a) Ukur masukan dan haluaran, catat keseimbangan positif (pemasukan melebihi pengeluaran). Timbang berat badan tiap hari, dan catat peningkatan lebih dari 0,5 kg/hari b) Awasi tekanan darah dan CVP. Catat JVD/Distensi vena Auskultasi paru, catat penurunan/tak adanya bunyi nafas dan terjadinya bunyi tambahan (contoh krekels) c) Awasi disritmia jantung. Auskultasi bunyi jantung, catat terjadinya irama gallop S3/S4

d) e) f) g) h)

Kaji derajat perifer/edema dependen Ukur lingkar abdomen Dorong untuk istirahat baring bila ada asites Awasi albumin serum dan elektrolit (khususnya natrium dan kalium) Batasi natrium dan cairan sesuai indikasi Berikan albumin bebas garam/plasma ekspander sesuai indikasi

Sumber : Craword JM. 2007. Buku ajar patologi. Edisi 7. Jakarta: EGC Doenges, Marilynn, Mary Frances Moorhouse, Geisser. 2001. Keperawatan medikal bedah 2 Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran (EGC). Nurdjanah S. 2009. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Edisi 5. Jakarta: Interna Publishing