Anda di halaman 1dari 30

PENGARUH PERATURAN TENTANG EKSTENSIFIKASI WAJIB PAJAK TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

KARTIKA SARI (Institut Bisnis dan Info !ati"a Indon#sia $ Ja"a ta% AMELIA SANDRA (Institut Bisnis dan Info !ati"a Indon#sia$ Ja"a ta% BUDI HERMAWAN (Institut Bisnis dan Info !ati"a Indon#sia$ Ja"a ta% Abstract The role of tax in state income is keep on increasing along with the needs to fund the development of the country which continue to grow every year. In this case the support needed to increase public awareness as taxpayers is to have a Taxpayer Identification Number if the taxpayer has income above the PTKP. After that the taxpayer is expected to fulfill their tax obligation honestly and responsible. Taxpayer extensification is !ust a way among others to increase the taxpayer awareness. According to "#$%&'P!.(')%%* about the Implementation of Taxpayer #xtensification and Tax Intensification taxpayer extensification is an activity that related to the increasing of registered taxpayer and the expansion of the tax ob!ect in the administration of +irectorate ,eneral of Taxes. Taxpayer extensification have three basic laws that are P#-$*./'P0.')%%& P#-$ *&'P0.')%%. and P#-$**&'P0.')%%..1ith taxpayer extensification program the tax officer will have the authority to give Taxpayer Identification Number for the people who should already have the Taxpayer Identification Number but they haven2t so the taxpayer can fulfill their tax obligation. Keyword3 Tax Payer #xtensification Tax Payer

PENDAHULUAN Oleh karena perkembangan penerimaan migas kurang menentu, sejak tahun 1986/1987 penerimaan perpajakan terus diupayakan untuk lebih berperan karena penerimaan tersebut akan lebih menjamin kestabilan bagi tersedianya sumber penerimaan negara. Bahkan ketika krisis ekonomi mulai melanda Indonesia, penerimaan perpajakan sampai batas batas tertentu masih dapat memberikan peranan dan sumbangan sangat berarti dalam mengatasi krisis ekonomi. !"umber# "tatistik 6$ %ahun Indonesia &erdeka# '$8 ( Berdasarkan kontrak kinerja yang ditandatangani )irjen *ajak dengan &enteri +euangan "ri &ulyani Indra,ati, 7 -pril '$$9, ditargetkan penerimaan pajak '$$9 sebesar .p /87,8 triliun. %arget penambahan ,ajib pajak orang pribadi yang harus dikejar )itjen *ajak tahun '$$9 adalah '$0 dari jumlah ,ajib pajak !pemilik 1*2*( tahun '$$8, yaitu sebesar 1.761./33 orang !sumber# artikel +oran +ompas tanggal 1/ -pril '$$9(. &aka untuk men4apai jumlah tersebut )irektorat 5enderal *ajak harus melakukan berbagai 4ara untuk meningkatkan penerimaan pajak dan jumlah ,ajib pajak, diantaranya seperti re6ormasi peraturan perpajakan re6ormasi administrasi perpajakan, intensi6ikasi perpajakan, dan ekstensi6ikasi ,ajib pajak. .e6ormasi peraturan perpajakan dapat dilihat se4ara nyata melalui dikeluarkannya 7ndang 7ndang 1omor '8 %ahun '$$7 tentang *erubahan +etiga atas 7ndang 7ndang 1omor 6 %ahun 1983 %entang +etentuan 7mum dan %ata 8ara *erpajakan. "erta dikeluarkannya 7ndang 7ndang 1omor 36 %ahun '$$8 %entang *erubahan +eempat atas 7ndang 7ndang 1omor 7 %ahun 1983 %entang *ajak *enghasilan. "emenjak tahun '$$', )irektorat 5enderal *ajak !)5*( telah melun4urkan program perubahan 4change program5 atau re6ormasi administrasi perpajakan yang se4ara singkat biasa disebut &odernisasi. -dapun ji,a dari program modernisasi ini adalah pelaksanaan good governance, yaitu penerapan sistem administrasi perpajakan yang transparan dan akuntabel, dengan meman6aatkan sistem in6ormasi teknologi yang handal dan terkini. "trategi yang ditempuh adalah pemberian pelayanan prima sekaligus penga,asan intensi6 kepada para ,ajib

'

pajak. 5ika program modernisasi ini ditelaah se4ara mendalam, termasuk perubahan perubahan yang telah, sedang, dan akan dilakukan, maka dapat dilihat bah,a konsep modernisasi ini merupakan suatu terobosan yang akan memba,a perubahan yang 4ukup mendasar dan re9olusioner. !sumber# ,,,. re6orm. depkeu. go .id /1e,sletter /)ata /-rtikel/djp.do4( &enurut "urat :daran )irektur 5enderal *ajak 1omor ": $6/*j.9/'$$1 %entang *elaksanaan :kstensi6ikasi 2ajib *ajak dan Intensi6ikasi *ajak, yang dimaksud dengan intensi6ikasi pajak adalah kegiatan optimalisasi penggalian penerimaan pajak terhadap objek serta subjek pajak yang telah ter4atat atau terda6tar dalam administrasi )5*, dan dari hasil pelaksanaan ekstensi6ikasi ,ajib pajak. Intensi6ikasi pajak dilaksanakan dengan berorientasi pada peningkatan kepatuhan dan kesadaran ,ajib pajak, suatu misal dengan 4ara pengadaan penyuluhan langsung pada masyarakat. "edangkan ekstensi6ikasi ,ajib pajak adalah kegiatan yang berkaitan dengan penambahan jumlah ,ajib pajak terda6tar dan perluasan objek pajak dalam administrasi )irektorat 5enderal *ajak. )asar hukum dari pelaksanaan ekstensi6ikasi ,ajib pajak adalah *:. 17//*5./'$$6 tentang %ata 8ara *emutakhiran )ata Objek *ajak dan :kstensi6ikasi 2ajib *ajak Orang *ribadi ;ang &elakukan +egiatan 7saha dan/atau memiliki %empat 7saha di *usat *erdagangan dan/atau *ertokoan, *:. 16/*5./'$$7 tentang *emberian 1*2* Orang *ribadi yang Berstatus "ebagai *engurus, +omisaris, *emegang "aham/*emilik dan pega,ai &elalui *emberi +erja, dan *:. 116/*5./'$$7 tentang :kstensi6ikasi 2ajib *ajak Orang *ribadi melalui *endataan Objek *ajak Bumi dan Bangunan *ara pekerja pada khususnya mempunyai potensi untuk meningkatkan penerimaan pajak, karena itu para pekerja tersebut haruslah mempunyai 1*2*. "elama ini sistem self assessment memba,a konsekuensi sendiri, yaitu aparat pajak tidak dapat menyentuh !mengenakan pajak, menagih pajak, memeriksa pajak( masyarakat yang tidak memiliki 1*2*. 1*2* merupakan suatu sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri, atau identitas ,ajib pajak. "elain itu, 1*2* juga dipergunakan untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam penga,asan administrasi 3

perpajakan. +arena itu 1*2* merupakan pintu gerbang antara aparat pajak dengan ,ajib pajak. *ada dasarnya para pekerja telah membayar pajak berupa *ajak *enghasilan *asal '1 yang biasanya telah dipotong oleh perusahaan dari gaji mereka. *ara pekerja tersebut mungkin memikirkan untuk apa mereka mempunyai 1*2* sementara mereka telah membayar pajak. -lasan kenapa para pekerja ini harus mempunyai 1*2* adalah agar kantor pajak dapat memantau jika para pekerja ini mempunyai usaha lain di luar pekerjaan mereka dan tidak membayar pajak dari usaha tersebut. "eperti telah disebutkan di atas bah,a 1*2* merupakan pintu gerbang antara aparat pajak dengan ,ajib pajak. )engan adanya 1*2* maka )irjen *ajak dapat mengetahui penghasilan dari pekerjaan atau usaha ,ajib pajak dan asset asset yang dimiliki oleh ,ajib pajak. )engan pelaksanaan ekstensi6ikasi ,ajib pajak ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah ,ajib pajak yang mempunyai 1*2* yang se4ara tidak langsung juga dapat meningkatkan penerimaan pajak. *eningkatan dari penerimaan pajak tersebut tentu dapat meningkatkan penerimaan negara yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan bangsa ini. P# u!usan Masa&a' Berdasarkan pada latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah yang diajukan adalah sebagai berikut# -pakah ekstensi6ikasi ,ajib pajak melalui *:. 17//*5./'$$6, *:. 16/*5./'$$7, dan *:. 116/*5./'$$7 berpengaruh positi6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi di +** *ratama ,ilayah 5akarta 7tara< KAJIAN TEORI Wa(i) Pa(a" &enurut 77 .I 1o. '8 %ahun '$$7 %entang *erubahan +etiga -tas 7ndang 7ndang 1omor 6 %ahun 1983 %entang +etentaun 7mum dan %ata 8ara *erpajakan,2ajib *ajak adalah orang pribadi atau badan, meliputi pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak, yang mempunyai hak dan ke,ajiban

perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan perpajakan. "e4ara sederhana dapat dikatakan bah,a ,ajib pajak adalah subjek pajak yang telah memenuhi persyaratan subyekti6 dan obyekti6. No!o Po"o" Wa(i) Pa(a" (NPWP% *engertian 1omor *okok 2ajib *ajak !1*2*( adalah nomor yang diberikan oleh )irektur 5endral *ajak kepada ,ajib pajak sebagai sarana administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas ,ajib pajak dalam melaksanakan hak dan ke,ajibannya. Oleh karena itu, kepada setiap ,ajib pajak hanya diberikan satu 1*2* dan 1*2* tersebut ber6ungsi# 1( "ebagai tanda pengenal diri atau identitas ,ajib pajak. '( 7ntuk menjaga ketertiban dalam pembayaran dan dalam penga,asan administrasi pajak. E"st#nsifi"asi Pa(a" *engertian :kstensi6ikasi *ajak menurut "urat :daran )irektur 5enderal *ajak 1omor ": $6/*j.9/'$$1 %entang *elaksanaan :kstensi6ikasi *ajak dan Intensi6ikasi *ajak adalahkegiatan yang berkaitan dengan penambahan jumlah 2ajib *ajak terda6tar dan perluasan objek pajak dalam administrasi )irektorat 5enderal *ajak !)5*(. Dasa Hu"u! E"st#nsifi"asi Pa(a" %erdapat tiga !3( dasar hukum yang menjadi dasar pelaksanaan ekstensi6ikasi ,ajib pajak, yaitu# 1. *eraturan )irjen *ajak 1omor *:. 17//*5./'$$6 tanggal 19 )esember '$$6 tentang %ata 8ara *emutakhiran )ata Objek *ajak dan :kstensi6ikasi 2ajib *ajak Orang *ribadi ;ang &elakukan +egiatan 7saha dan/atau memiliki %empat 7saha di *usat *erdagangan dan/atau *ertokoan> '. *eraturan )irjen pajak 1omor *:. 16/*5./'$$7 tanggal '/ 5anuari '$$7 tentang *emberian 1*2* Orang *ribadi yang Berstatus "ebagai

*engurus, +omisaris, *emegang "aham/*emilik dan pega,ai &elalui *emberi +erja. 3. *eraturan )irjen *ajak 1omor *:. 116/*5./'$$7 tanggal '9 -gustus '$$7 tentang :kstensi6ikasi 2ajib *ajak Orang *ribadi melalui *endataan Objek *ajak Bumi dan Bangunan. Hi*ot#sis P#n#&itian ?ipotesis penelitian yang dapat diajukan dalam penelitan ini adalah sebagai berikut# 1. ?a1 # *:. 17//*j/'$$6 berpengaruh positi6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi '. ?a' # *:. 16/*j/'$$7 berpengaruh positi6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi 3. ?a3 # *:. 116/*j/'$$7 berpengaruh positi6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi METODOLOGI PENELITIAN O)+#" P#n#&itian Obyek penelitian penulis adalah tujuh +** *ratama yang ada di ,ilayah 5akarta 7tara, yang terdiri dari +** *ratama 5akarta *enjaringan, +** *ratama 5akarta %anjung *riok, +** *ratama 5akarta +elapa @ading, +** *ratama 5akarta *ademangan, +** *ratama 5akarta +oja, +** *ratama 5akarta *luit, dan +** *ratama 5akarta "unter . *enulis mendapatkan data data yang diperlukan dari +antor 2ilayah )5* 5akarta 7tara yang beralamat di &enara 5amsostek %o,er B At. / 6, 5l. 5endral @atot "ubroto +a9. 38 5akarta 1'71$ . M#tod# P#n#&itian )alam penelitian ini penulis menggunakan desain penelitian deskripti6 dan asosiati6. )esain penelitian asosiati6 merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua 9ariabel atau lebih. )alam hal ini desain asosiati6 digunakan oleh penulis untuk mengetahui mengenai pengaruh

ekstensi6ikasi ,ajib pajak terhadap peningkatan penerimaan pajak penghasilan orang pribadi. "edangkan desain penelitian deskripti6 adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai 9ariabel mandiri, baik satu 9ariabel atau lebih !independen( tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan 9ariabel yang lain. ,a ia)#& P#n#&itian Berdasarkan penelitian yang akan dilakukan, maka penulis menguraikan 9ariabel penelitian sebagai berikut# 1. Bariabel )ependen# *eningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi. '. Bariabel Independen# .ealisasi *:. 17//*5./'$$6, *:. 16/*5/'$$7, dan *:. 116/*5/'$$7 . T#"ni" P#n-a!)i&an Sa!*#& %eknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling atau !udgement sampling. )engan teknik ini, sampel diambil berdasarkan pada kriteria kriteria yang telah dirumuskan terlebih dahulu oleh peneliti. )alam penelitian ini penulis mengambil sampel jumlah ,ajib pajak orang pribadi yang terda6tar di +** *ratama di ,ilayah 5akarta 7tara tahun '$$7 '$$8. T#"ni" Ana&isis Data %eknik analisis data yang dipergunakan di dalam penelitian ini menggunakan 7ji -sumsi +lasik dan 7ji .egresi @anda yang dijabarkan sebagai berikut# ./ U(i Asu!si K&asi" a/ U(i Asu!si Mu&ti"o&in#a itas 7ji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar 9ariabel bebas !independen(. *rasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya multikolinieritas. &ultikolinieritas dapat dilihat dari nilai %oleran4e dan

Barian4e In6lation Ca4tor !BIC(. +edua ukuran ini menunjukkan setiap 9ariabel independen manakah yang dijelaskan oleh 9ariabel independen lainnya. %oleran4e mengukur 9ariabilitas 9ariabel independen yang terpilih yang tidak dijelaskan oleh 9ariabel independen lainnya. 5adi nilai toleran4e yang rendah sama dengan BIC tinggi !karena BIC D 1/%oleran4e(. 1ilai 4uto66 yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinieritas adalah nilai %oleran4e E $,1$ atau sama dengan BIC F 1$. )/ U(i Asu!si H#t# os"#dastisitas0 U(i Ko #&asi S*#a !an Ran" 7ji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan 9arian4e dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. 5ika 9arian residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut ?omoskedastisitas dan jika berbeda disebut ?eteroskedastisitas. &odel regresi yang baik adalah yang ?omoskedastisitas atau tidak terjadi ?eteroskedastisitas. -da beberapa 4ara untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas, salah satunya adalah dengan 7ji "pearman .ank . +orelasi "pearman .ank digunakan men4ari hubungan atau untuk menguji signi6ikansi hipotesis asosiati6 bila masing masing 9ariabel yang dihubungkan berbentuk ordinal, dan sumber data antar 9ariabel tidak harus sama. .umus dari 7ji +orelasi "pearman .ank adalah sebagai berikut#

= 1

n( n ' 1)

6 bi

'

G D koe6isien korelasi "pearman .ank +riteria pengujian adalah sebagai berikut# ?o# tidak ada gejala heteroskedastisitas ?a# ada gejala heteroskedastisitas

d/ U(i Asu!si No !a&itas0 U(i Ko&!o-o o1$S!i no1 Satu Sa!*#& 7ji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, 9ariabel residual memiliki distribusi normal. "eperi diketahui bah,a uji t dan C mengasumsikan bah,a nilai residual mengikuti distribusi normal. &etode pengujian yang digunakan adalah 7ji One "ample +olmogoro9 "mirno9 dengan menggunakan tara6 signi6ikansi $,$/. )ata dinyatakan normal jika signi6ikansi lebih besar dari /0 atau $,$/. #/ U(i Asu!si Auto"o #&asi0 U(i Statisti" Du )in$Watson 7ji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t 1 !sebelumnya(. 5ika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. -utokorelasi mun4ul karena obser9asi yang berurutan sepanjang ,aktu berkaitan satu sama lainnya. &asalah ini timbul karena residual !kesalahan pengganggu( tidak bebas dari satu obser9asi ke obser9asi lainnya.. &etode pengujian yang digunakan adalah 7ji )urbin 2atson dan hipotesis yang akan diuji adalah# ?$ # %idak ada autokorelasi ! H D $( ?a # -da autokorelasi !H I $( *engambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi dapat dilihat pada tabel berikut ini# ?ipotesis nol %dk ada autokorelasi positi6 %dk ada autokorelasi positi6 %dk ada korelasi negati6 %dk ada korelasi negati6 %dk ada autokorelasi positi6 +eputusan %olak 1o de4ision %olak 1o de4ision %dk ditolak 5ika $ E d E dA dA J d J d7 = dA E d E = = d7 J d J = dA d7 E d E = d7

atau negati6 !"umber# -plikasi -nalisis &ulti9ariate )engan *rogram "*"", halaman# 96( .umus uji )urbin 2atson adalah sebagai berikut#

d=

( e e ) e
n n 1 ' n

'

+eterangan# d D nilai )urbin 2atson e D residual 2/ Ana&isis R#- #si Lin#a Ganda -nalisis regresi linear ganda adalah hubungan se4ara linear antara dua 9ariabel atau lebih 9ariabel independen !K1,K',...Kn( dengan 9ariabel dependen !;(. -nalisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara 9ariabel independen dengan 9ariabel dependen apakah masing masing 9ariabel independen berhubungan positi6 atau negati6 dan untuk memprediksi nilai dari 9ariabel dependen apabila nilai 9ariabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. *ersamaan regresi linear ganda sebagai berikut#
L = + 6 + 6 + ... + 6 + e 7 $ 1 1 ' ' n n

)alam penelitian ini model regresinya adalah# 2* D M$ N M1*:. 17/ N M'*:. 16 N M3*:. 116 N e +eterangan #
L 7

D Bariabel dependen !jumlah peningkatan ,ajib pajak( D +onstanta D Bariabel independen !*:. 16/*5/'$$7( D #rror term pada tahun t

M$ *:. 16 e

*:. 17/ D Bariabel independen !*:. 17//*5/'$$6( *:. 116 D Bariabel independen !*:. 116/*5/'$$7( 7ji yang dapat dilakukan berdasarkan hasil dari analisis regresi linear ganda adalah sebagai berikut#

a/ Ko#fisi#n D#t# !inasi

1$

+oe6isien determinasi !.'( pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan 9ariasi 9ariabel dependen. 1ilai koe6isien determinasi adalah antara nol dan satu. 1ilai .' yang ke4il berarti kemampuan 9ariabel 9ariabel independen dalam menjelaskan 9ariabel 9ariabel dependen amat terbatas. 1ilai yang mendekati satu berarti 9ariabel 9ariabel independen memberikan hamper semua in6ormasi yang dibutuhkan untuk memprediksi 9ariasi 9ariabel dependen. )/ U(i Si-nifi"ansi Si!u&tan ( U(i Statisti" F% 7ji statistik C pada dasarnya menunjukkan apakah semua 9ariabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh se4ara bersama sama terhadap 9ariabel dependen. C hitung dapat di4ari dengan rumus sebagai berikut# C hitung D
-' / k (1 - ' ) / ( n k 1)

+eterangan# .' D +oe6isien determinasi n D jumlah data atau kasus k D jumlah 9ariabel independen .umusan hipotesis# ?o# M1 D M' D OD Mk D $ %idak ada pengaruh se4ara signi6ikan antara *:. 17/, *:. 16 dan *:. 116 se4ara bersama sama terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak ?a# M1 I M' I O I Mk I $ ada pengaruh se4ara signi6ikan antara *:. 17/, *:. 16 dan *:. 116 se4ara bersama sama terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak

3/ U(i Si-nifi"an Pa a!#t# Indi1idua& (U(i Statisti" t%

11

7ji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu 9ariabel penjelas/independen se4ara indi9idual dalam menerangkan 9ariasi 9ariabel dependen. .umus t hitung pada analisis regresi adalah# % hitung D +eterangan# bi D +oe6isien regresi 9ariabel i "bi D "tandar error 9ariabel i -tau dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut# % hitung D +eterangan# r D +oe6isien korelasi parsial k D jumlah 9ariabel independen n D jumlah data atau kasus .umusan hipotesis# 1. *engujian koe6isien regresi 9ariabel *:. 17//*j/'$$6 ?o1# M1 J $ *:. 17//*j/'$$6 tidak berpengaruh positi6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi ?a1# M1 F $ *:. 17//*j/'$$6 berpengaruh positi6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi '. *engujian koe6isien regresi 9ariabel *:. 16/*j/'$$7 ?o'# M' J $ *:. 16/*j/'$$7 tidak berpengaruh positi6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi ?a'# M' F $ *:. 16/*j/'$$7 berpengaruh positi6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi
r n k 1 1 r '

bi "bi

1'

3. *engujian koe6isien regresi 9ariabel *:. 116/*j/'$$7 ?o3# M3 J $ *:. 116/*j/'$$7 tidak berpengaruh positi6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi ?a3# M3 F $ *:. 116/*j/'$$7 berpengaruh positi6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak

ANALISIS DAN PEMBAHASAN )alam melakukan analisis dan pembahasan, penulis menggunakan uji asumsi klasik dan uji regresi ganda. Berikut adalah data yang digunakan untuk memproses data yang diperoleh dari +antor 2ilayah )5* 5akarta 7tara# Ta)#& . Ta)#& Data Ju!&a' Wa(i) Pa(a" O an- P i)adi +an- T# dafta P# iod# 2445$2446 dan P#nin-"atan Wa(i) Pa(a" O an- P i)adi
+** *ratama

2* O* '$$7 2* O* '$$8 11,9$= 6,973 '3,173 1=,'19 19,9/' 11,89$ 16,/19 1$=,63$ '/,3=$ 9,33' 3=,8=9 18,33/ =3,69/ 13,/'1 31,3=1 176,=13

*eningkatan 2* O* 13,=36 ',3/9 11,676 =,116 '3,7=3 1,631 1=,8'' 71,783

*enjaringan %anjung *riok +elapa @ading *ademangan +oja *luit "unter


%O%-A

!"umber# )ata dari +antor 2ilayah )5* 5akarta 7tara(

Ta)#& 2 Ta)#& Data P#nin-"atan Ju!&a' Wa(i) Pa(a" O an- P i)adi s# ta R#a&isasi PER$.578P(82449: PER$.98P(82445 dan PER$..98P(82445 Ta'un 2446 13

+** *ratama *enjaringan %anjung *riok +elapa @ading *ademangan +oja *luit "unter TOTAL

*eningkatan 2* O* *:. 17//*j/'$$6 *:. 16/*j/'$$7 *:. 116/*j/'$$7 13,=36 ',3/9 11,676 =,116 '3,7=3 1,631 1=,8'' 5.:56; 13// $ 1=77 1' ==8 $ 993 <:267 '87$ 797 '$7' =9/ '8' /'9 '=8' =:725 9/8 16 '39 9$ 98 ='1 '83 2:.47

!"umber# )ata dari +antor 2ilayah )5* 5akarta 7tara( U(i Asu!si K&asi" ./ U(i No !a&itas Berikut adalah hasil pengujian normalitas dengan menggunakan 7ji +olmogoro9 "mirno9# Ta)#& ; Ta)#& U(i No !a&itas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N Normal Parametersa Most Extreme Di eren!es Mean Std. Deviation "#solute Positive Ne%ative 7 .0000000 .07674102 .27$ .201 &.27$ .7)7 .6.0

'olmo%orov&Smirnov ( "s*m+. Si%. ,2&taileda. /est distri#ution is Normal.

)ari hasil di atas dapat diketahui bah,a nilai signi6ikan sebesar $,6/$. +arena nilai signi6ikan lebih besar dari $,$/ maka dapat disimpulkan bah,a data pada 9ariabel berdistribusi normal. 2/ U(i Mu&ti"o&in#a itas

1=

Berikut

ini

adalah

hasil

pengujian

multikolinearitas

dengan

menggunakan program "*"" 16# Ta)#& < Ta)#& U(i Mu&ti"o&in#a itas
Coefficientsa Unstandardized 0oe i!ients Model 1 ,0onstantPER17.tr PER16tr PER116tr 1 4.).1 .).$ &.)02 &.11$ Std. Error .)76 .0)5 .141 .05. 1.171 &.265 &.1.2 Standardized 0oe i!ients 1eta t 11..72 5.215 &2.14. &1.2.2 Si%. .001 .00) .121 .255 .612 .626 .667 1.6). 1..5$ 1..00 0ollinearit* Statisti!s /oleran!e 234

a. De+endent 2aria#le6 7Ptr

?asil perhitungan nilai Tolerance menunjukkan tidak ada 9ariabel independen yang memiliki nilai Tolerance kurang dari $,1$ yang berarti tidak ada korelasi antar 9ariabel independen yang nilainya lebih dari 9/0. ?asil perhitungan nilai 8ariance Inflation 9actor !BIC( juga menunjukkan bah,a tidak ada 9ariabel independen yang memiliki nilai BIC lebih dari 1$. 5adi dapat disimpulkan bah,a tidak ada multikolinearitas antar 9ariabel independen dalam model regresi.

;/ U(i H#t# os"#dastisitas Berikut adalah hasil pengolahan uji heteroskedastisitas dengan menggunakan 7ji "pearman .ank# Ta)#& 7 Ta)#& U(i H#t# os"#dastisitas

1/

Correlations Unstandardized PER17.tr PER16tr PER116tr S+earman8s PER17.tr r9o PER16tr 0orrelation 0oe i!ient Si%. ,2&tailedN 0orrelation 0oe i!ient Si%. ,2&tailedN PER116tr 0orrelation 0oe i!ient Si%. ,2&tailedN Unstandardized 0orrelation 0oe i!ient Residual Si%. ,2&tailedN 1.000 . 7 ...5 .152 7 .414 .).. 7 .050 .$4$ 7 ...5 .152 7 1.000 . 7 ..71 .1$0 7 .)5) .)$) 7 .414 .).. 7 ..71 .1$0 7 1.000 . 7 .).7 .4)2 7 Residual .050 .$4$ 7 .)5) .)$) 7 .).7 .4)2 7 1.000 . 7

)ilihat dari hasil output di atas bah,a nilai sig 9ariabel 7nstandardiPed .esidual dengan 9ariabel *:.17/, *:.16, dan *:.116 lebih besar dari $,$/. +arena nilai sig lebih besar dari $,$/ maka ?o diterima, artinya tidak ada gejala heteroskedastisitas antar 9ariabel. )engan ini dapat disimpulkan bah,a tidak ditemukannya masalah heteroskedastisitas pada model regresi.

</ U(i Auto"o #&asi Berikut adalah hasil pengujian autokorelasi dengan menggunakan 7ji )urbin 2atson# Ta)#& 9 Ta)#& U(i Auto"o #&asi Du )in Watson

16

Model Summaryb "d;usted R Model 1 R .5$.


a

Std. Error o t9e Estimate Dur#in&7atson 1.6.5 .10$.)

R S:uare .570

S:uare .541

a. Predi!tors6 ,0onstant-< PER116tr< PER16tr< PER17.tr #. De+endent 2aria#le6 7Ptr

*ada tabel )urbin 2atson tidak terdapat nilai d7 dan dA pada nD7 dan kD3, oleh karena itu penulis menggunakan nD8 dan kD3. )ari hasil output di atas didapat nilai )2 yang dihasilkan dari model regresi adalah 1,6/9. "edangkan dari tabel )urbin 2atson dengan signi6ikansi $,$/ dan jumlah data !n( D 8, serta k D 3 diperoleh nilai dA sebesar $,368 dan d7 sebesar ','87. +arena nilai )2 !1,873( lebih besar dari dA !$,368( dan kurang dari d7 !','87(, maka dapat disimpulkan bah,a tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti karena )2 berada di daerah no decision.

U(i R#- #si Lin#a Ganda ./ Ko#fisi#n D#t# !inasi Berikut adalah hasil pengujian koe6isien determinasi yang diperoleh dengan menggunakan 7ji .egresi Ainear @anda#

Ta)#& 5 Ta)#& U(i Ko#fisi#n D#t# !inasi


Model Summaryb "d;usted R Model 1 R .5$.
a

Std. Error o t9e Estimate Dur#in&7atson 1.6.5 .10$.)

R S:uare .570

S:uare .541

a. Predi!tors6 ,0onstant-< PER116tr< PER16tr< PER17.tr

17

Model Summaryb "d;usted R Model R


a

Std. Error o t9e Estimate Dur#in&7atson 1.6.5 .10$.)

R S:uare

S:uare .541

1 .5$. .570 #. De+endent 2aria#le6 7Ptr

)ari tampilan output "*"" model summary besarnya adjusted . ' adalah $,9=1 hal ini berarti 9=,10 9ariasi peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi dapat dijelaskan oleh 9ariasi dari ke tiga 9ariabel independen *:. 16/*j/'$$7, *:. 17//*j/'$$6 dan *:. 116/*j/'$$7. "edangkan sisanya !1$$0 9=,10 D /,90( dijelaskan oleh sebab sebab yang lain di luar model.

2/ U(i Si-nifi"ansi Si!u&tan (U(i Statisti" F% )ari hasil output analisis regresi dapat diketahui nilai C seperti pada tabel berikut ini# Ta)#& 6 Ta)#& U(i Statisti" F
ANOVAb Model 1 Re%ression Residual /otal Sum o S:uares 1.1.$ .0). 1.154 d ) ) 6 Mean S:uare .)$6 .012 4 )2.77$ Si%. .005a

a. Predi!tors6 ,0onstant-< PER116tr< PER16tr< PER17.tr #. De+endent 2aria#le6 7Ptr

)ari uji C test didapat nilai C hitung sebesar 3',778 dengan probabilitas $,$$9. +arena probabilitas lebih ke4il dari $,$/ maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi peningkatan jumlah ,ajb pajak orang pribadi atau dapat dikatakan bah,a *:. 17//*j/'$$6, *:. 16/*j/'$$7 dan *:. 116/*j/'$$7 se4ara bersama sama berpengaruh terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi pada +** *ratama di ,ilayah 5akarta 7tara ;/ U(i Si-nifi"ansi Pa a!#t# Indi1idua& (U(i Statisti" t%

18

)ari hasil output analisis regresi dapat diketahui nilai t seperti pada tabel berikut ini# Ta)#& = Ta)#& U(i Statisti" t
Coefficientsa Unstandardized 0oe i!ients Model 1 ,0onstantPER17.tr PER16tr PER116tr 1 4.).1 .).$ &.)02 &.11$ Std. Error .)76 .0)5 .141 .05. 1.171 &.265 &.1.2 Standardized 0oe i!ients 1eta t 11..72 5.215 &2.14. &1.2.2 Si%. .001 .00) .121 .255 .612 .626 .667 1.6). 1..5$ 1..00 0ollinearit* Statisti!s /oleran!e 234

a. De+endent 2aria#le6 7Ptr

+arena penulis menggunakan hipotesis satu arah !one tailed( maka sig t dibagi ', sehingga didapat sig t untuk *:. 17/ sebesar $,$$1/ , *:. 16 sebesar $,$6$/, dan *:. 116 sebesar $,1=9/. Berdasarkan tabel di atas, 9ariabel *:. 16/*j/'$$7 dan *:. 116/*j/'$$7 tidak signi6ikan, hal ini dapat dilihat dari probabilitas signi6ikansi untuk *:.16 sebesar $,$6$/ dan *:.116 sebesar $,1=9/ yang lebih besar dari $,$/. "edangkan *:. 17//*j/'$$6 mempunyai signi6ikansi sebesar $,$$1/ yang lebih ke4il dari $,$/. "ehingga dapat disimpulkan bah,a 9ariabel peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pajak dipengaruhi oleh 9ariabel *:. 17//*j/'$$6. Ta)#& .4 K#si!*u&an da i U(i t ,a ia)#& *:. 17//*j/'$$6 *:. 16/*j/'$$6 *:. 116/*j/'$$7 Si"ig t E $,$/ !$,$$1/ E $,$/( "ig t F $,$/ !$,$6$/ F $,$/( "ig t F $,$/ !$,1=9/ F $,$/( K#si!*u&an %olak ?o %idak %olak ?o %idak %olak ?o

*ersamaan regresinya adalah sebagai berikut#


L = + 6 + 6 + 6 +e 7 $ 1 1 ' ' 3 3

19

L 7

D =,3/1 N $,3/8 *:.17/ $,3$' *:.16 $,118 *:.116 +onstanta sebesar =,3/1 menyatakan bah,a jika *:.17/ !K 1(, *:.16 !K'( dan *:.116 !K3( nilainya adalah $, maka peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi !;( mengalami penambahan sebesar =,3/1 ,ajib pajak.

*ersamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut#

+oe6isien regresi 9ariabel *:.17/ !K'( sebesar $,3/8 menyatakan bah,a jika 9ariabel independen lain nilainya tetap dan *:.17/ mengalami kenaikan 1$$$ ,ajib pajak, maka peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi akan mengalami kenaikan sebesar 3/8 orang ,ajib pajak.

U(i R#- #si Lin#a S#d# 'ana Berdasarkan pengujian regresi linear ganda didapatkan hasil bah,a hanya 9ariabel *:. 17//*j/'$$6 yang berpengaruh terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak. 7ntuk itu penulis melakukan pengujian analisis linear sederhana dengan peningkatan jumlah ,ajib pajak sebagai 9ariabel dependen dan *:. 17//*j/'$$6 sebagai 9ariabel independen. )ari hasil pengujian regresi linear sederhana ini dapat dilihat berapa besar pengaruh *:. 17//*j/'$$6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak.

./ U(i No !a&itas Berikut adalah hasil pengujian normalitas dengan menggunakan 7ji +olmogoro9 "mirno9# Ta)#& .. Ta)#& U(i No !a&itas R#- #si Lin#a S#d# 'ana

'$

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N Normal Parametersa Most Extreme Di eren!es Mean Std. Deviation "#solute Positive Ne%ative 7 .0000000 .1.04.001 .227 .227 &.147 ..55 .$6.

'olmo%orov&Smirnov ( "s*m+. Si%. ,2&taileda. /est distri#ution is Normal.

)ari hasil di atas dapat diketahui bah,a nilai signi6ikan sebesar $,86/. +arena nilai signi6ikan lebih besar dari $,$/ maka dapat disimpulkan bah,a data pada 9ariabel berdistribusi normal. 2/ U(i H#t# os"#dastisitas Berikut adalah hasil pengolahan uji heteroskedastisitas dengan menggunakan 7ji "pearman .ank#

Ta)#& .2 Ta)#& U(i H#t# os"#dastisitas R#- #si Lin#a S#d# 'ana

'1

Correlations Unstandardized PER17.tr S+earman8s r9o PER17.tr 0orrelation 0oe i!ient Si%. ,2&tailedN Unstandardized Residual 0orrelation 0oe i!ient Si%. ,2&tailedN 1.000 . 7 &.)60 .427 7 Residual &.)60 .427 7 1.000 . 7

)ilihat dari hasil output di atas bah,a nilai sig 9ariabel 7nstandardiPed .esidual dengan 9ariabel *:.17/ lebih besar dari $,$/. +arena nilai sig lebih besar dari $,$/ maka ?o diterima, artinya tidak ada gejala heteroskedastisitas antar 9ariabel. )engan ini dapat disimpulkan bah,a tidak ditemukannya masalah heteroskedastisitas pada model regresi.

;/ U(i Auto"o #&asi Berikut adalah hasil pengujian autokorelasi dengan menggunakan 7ji )urbin 2atson# Ta)#& .; Ta)#& U(i Auto"o #&asi R#- #si Lin#a S#d# 'ana
Model Summaryb "d;usted R Model 1 R .541
a

Std. Error o t9e Estimate Dur#in&7atson 2.616 .164$1

R S:uare .$$6

S:uare .$6)

a. Predi!tors6 ,0onstant-< PER17.tr #. De+endent 2aria#le6 7Ptr

*ada tabel )urbin 2atson tidak terdapat nilai d7 dan dA pada nD7 dan kD3, oleh karena itu penulis menggunakan nD8 dan kD3. )ari hasil output di atas didapat nilai )2 yang dihasilkan dari model regresi adalah 1,6/9. "edangkan dari tabel )urbin 2atson dengan signi6ikansi $,$/ dan jumlah data !n( D 8, serta k D 3 diperoleh nilai dA sebesar $,368, d7 sebesar ','87, = dA sebesar 3,63', dan = d7 sebesar 1,713 . +arena nilai )2 !',616( lebih besar ''

dari = d7 !1,713( dan kurang dari = dA !3,63'(, maka dapat disimpulkan bah,a tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti karena )2 berada di daerah no decision. </ U(i Ko#fisi#n R#- #si S#d# 'ana (U(i t% )ari hasil output analisis regresi dapat diketahui nilai t seperti pada tabel berikut ini# Ta)#& .< Ta)#& U(i Statisti" t R#- #si Lin#a S#d# 'ana
Coefficientsa Standardized Unstandardized 0oe i!ients Model 1 ,0onstantPER17.tr a. De+endent 2aria#le6 7Ptr 1 ).)1) .2$$ Std. Error .106 .046 .541 0oe i!ients 1eta t )1.24$ 6.240 Si%. .000 .002

+arena penulis menggunakan hipotesis satu arah !one tailed( maka sig t dibagi ', sehingga didapat sig t untuk *:. 17/ sebesar $,$$1. *:. 17//*j/'$$6 mempunyai signi6ikansi sebesar $,$$1 yang lebih ke4il dari $,$/. "ehingga dapat disimpulkan bah,a 9ariabel peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pajak dipengaruhi oleh 9ariabel *:. 17//*j/'$$6. *ersamaan regresinya adalah sebagai berikut#
L = + 6 +e 7 $ 1 1

L 7

D 3,313 N $,'88 *:.17/

*ersamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut# +onstanta sebesar 3,313 menyatakan bah,a jika *:.17/ !K 1( nilainya adalah $, maka peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi !;( mengalami penambahan sebesar 3,313 ,ajib pajak. +oe6isien regresi 9ariabel *:.17/ !K1( sebesar $,'88 menyatakan bah,a jika 9ariabel *:.17/ mengalami kenaikan 1$$$ ,ajib pajak, maka peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi akan mengalami peningkatan sebesar '88 orang ,ajib pajak.

'3

Berikut adalah hasil pengujian koe6isien determinasi yang diperoleh dengan menggunakan 7ji .egresi Ainear "ederhana# Ta)#& .7 Ta)#& U(i Ko#fisi#n D#t# !inasi R#- #si Lin#a S#d# 'ana
Model Summaryb "d;usted R Model 1 R .541
a

Std. Error o t9e Estimate Dur#in&7atson 2.616 .164$1

R S:uare .$$6

S:uare .$6)

a. Predi!tors6 ,0onstant-< PER17.tr #. De+endent 2aria#le6 7Ptr

)ari tampilan output "*"" model summary besarnya adjusted . ' adalah $,863 hal ini berarti 86,30 9ariabel peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi dapat dijelaskan oleh 9ariabel independen *:. 17//*j/'$$6. "edangkan sisanya !1$$0 86,30 D 13,70( dijelaskan oleh sebab sebab yang lain di luar model regresi. Hasi& P#n#&itian Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bah,a ada pengaruh antara *:. 17//*j/'$$6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi di +** *ratama di ,ilayah 5akarta 7tara pada tahun '$$8. *engaruh dari masing masing 9ariabel diuraikan sebagai berikut# 1. *:. 17//*5./'$$6 )ari hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh nilai koe6isien *:. 17//*j/'$$6 sebesar $,'88, yang artinya terdapat pengaruh positi6 antara 9ariabel *:. 17/ terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi. ?al ini didukung dengan tingkat signi6ikansi sebesar $,$$1 yang lebih ke4il dari $,$/. "ehingga dapat disimpulkan bah,a 1*2* yang diterbitkan melalui *:. 17//*j/'$$6 berpengaruh positi6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi pada +** *ratama di ,ilayah 5akarta 7tara.

'=

)i antara ke tiga 9ariabel independen, hanya 9ariabel *:. 17//*j/'$$6 yang memberikan pengaruh positi6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi. ?al ini dikarenakan orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha dan atau memiliki tempat usaha di pusat perdagangan dan pertokoan merupakan sumber potensi yang besar sebagai ,ajib pajak. "atu tempat usaha bisa dimiliki oleh satu atau lebih ,ajib pajak baik dalam tahun yang sama maupun tahun berikutnya. &isalnya, sebuah ruko di daerah +elapa @ading saat ini dihuni oleh seorang pengusaha yang membuka usaha restoran. 1amun karena sepi pembeli maka pengusaha tersebut menutup usahanya. Bulan berikutnya atau tahun berikutnya di ruko yang sama pengusaha lain membuka usaha penjualan alat tulis. 5ika petugas ekstensi6ikasi rajin melakukan penyisiran maka akan didapat dua orang ,ajib pajak orang pribadi. 7paya yang dilakukan untuk menjaring ,ajib pajak orang pribadi melalui *:. 17//*j/'$$6 adalah melalui sosialisasi dan penyisiran. 8ara ini dinilai lebih e6ekti6 karena petugas ekstensi6ikasi melihat se4ara langsung keadaan di lapangan. )apat dilihat pada tabel ' di halaman 1$, +** *ratama 5akarta %anjung *riok dan +** *ratama 5akarta pluit memiliki nilai nol yang berarti tidak memberikan pengaruh atau kontribusi terhadap peningkatan ,ajib pajak orang pribadi. ?al ini dapat menunjukkan dua hal yaitu, pertama, tidak adanya potensi ,ajib pajak orang pribadi yang dapat dijaring melalui *:. 17//*j/'$$6. Ini merupakan hal yang bagus karena berarti para ,ajib pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha dan atau mempunyai tempat usaha yang telah diperiksa oleh petugas ekstensi6ikasi telah mempunyai 1*2* dan hal ini juga dapat menunjukkan bah,a para ,ajib pajak tersebut telah memiliki kesadaran untuk mempunyai 1*2*. +emungkinan yang kedua adalah ,ajib pajak dapat menghindar dari petugas ekstensi6ikasi dengan 4ara memberikan data yang tidak benar kepada

'/

petugas ekstensi6ikasi atau melakukan penyuapan. ?al ini dikarenakan masih banyak masyarakat kita yang masih kurang memiliki kesadaran untuk memiliki 1*2* dan merasa enggan membayar pajak karena pajak tidak memberikan imbalan langsung. '. *:. 16/*5./'$$7 )ari hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh nilai koe6isien *:. 16/*j/'$$7 sebesar $,3$'. *:. 16/*j/'$$7 memiliki pengaruh negati6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi. 1amun pengaruh negati6 tersebut tidak signi6ikan dengan tingkat signi6ikansi sebesar $,$6$/ yang lebih besar dari $,$/. "ehingga dapat disimpulkan bah,a 1*2* yang diterbitkan melalui *:. 16/*j/'$$7 5akarta 7tara. 7paya yang dilakukan dalam pelaksanaan *:. 16/*j/'$$7 adalah dengan sosialisasi dan pengumpulan data melalui 6ormulir 17'1 "*% %ahunan *ajak *enghasilan *asal '1. 8ara ini kurang e6ekti6 karena tergantung pada kejujuran pemberi kerja dalam mengisi 6ormulir 17'1. 7ntuk pengumpulan data pega,ai dapat dilihat pada Cormulir 17'1 - Aampiran I )a6tar *ega,ai %etap dan *enerima *ensiun atau %unjangan ?ari %ua / %abungan ?ari %ua !%?%( / 5aminan ?ari %ua !5?%(. &elalui lampiran ini dapat dilihat pega,ai yang mempunyai penghasilan di atas *%+* yang sudah mempunyai 1*2* maupun yang belum mempunyai 1*2*. "edangkan untuk pengumpulan data pengurus, komisaris dan pemegang saham dapat dilihat di Cormulir 17'1 8 Aampiran III )a6tar *enghasilan yang )ibayarkan +epada *engurus, )e,an +omisaris, )e,an *enga,as dan %enaga -hli. )apat dilihat pada tabel ' di halaman 1$, di antara ketiga *:. tersebut, *:. 16/*j/'$$7 memiliki nilai paling besar di antara *:. lainnya. )i sisi lain, banyaknya ,ajib pajak orang pribadi yang terjaring melalui *:. 16/*j/'$$7 menunjukkan masih kurangnya kesadaran ,ajib pajak yang berstatus sebagai pengurus, komisaris, pemegang saham/pemilik dan pega,ai tidak berpengaruh positi6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi pada +** *ratama di ,ilayah

'6

untuk mempunyai 1*2*. ?al ini dikarenakan para pega,ai yang menerima imbalan dari pemberi kerja merasa tidak perlu mempunyai 1*2* karena imbalan atau gaji yang mereka terima tersebut sudah dipotong pajak penghasilan pasal '1 oleh pemberi kerja. 3. *:. 116/*5./'$$7 )ari hasil perhitungan yang dilakukan diperoleh nilai koe6isien *:. 116/*j/'$$7 sebesar $,118. ;ang artinya terdapat pengaruh negati6 antara *:. 116/*j/'$$7 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi. 1amun, pengaruh negati6 tersebut tidak signi6ikan dengan tingkat signi6ikansi sebesar $,1=9/ yang lebih besar dari $,$/. "ehingga dapat disimpulkan bah,a 1*2* yang diterbitkan melalui *:. 116/*j/'$$7 tidak berpengaruh positi6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi pada +** *ratama di ,ilayah 5akarta 7tara. *ada data realisasi ekstensi6ikasi ,ajib pajak *:. 116/*j/'$$7 memberikan jumlah yang paling ke4il. ?al ini dikarenakan sebagian besar ,ajib pajak yang mempunyai tanah dan bangunan dengan nilai di atas .p 6$.$$$.$$$ sudah mempunyai 1*2*. 7paya yang dilakukan dalam pelaksanaan *:. 116/*j/'$$7 adalah dengan melakukan identi6ikasi data *BB tersebut melalui master 6ile +** untuk mengetahui apakah pemilik obyek *BB tersebut sudah ber 1*2* atau belum. +epada yang belum ber 1*2* dikirimi surat himbauan untuk menda6tarkan diri atau meminta 1*2*. -pabila surat himbauan tidak direspon, kembali dari pos atau menyatakan tidak ,ajib ber1*2* maka akan dilakukan pemeriksaan sederhana lapangan. =. )i akhir tahun hendaknya kepala bagian ekstensi6ikasi membuat e9aluasi dengan membandingkan realisasi ekstensi6ikasi ,ajib pajak dengan biaya yang dikeluarkan. Biaya yang dimaksud di sini adalah biaya biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan operasional ekstensi6ikasi ,ajib pajak. "esuai dengan asas ekonomis, yaitu biaya pemungutan dan biaya pemenuhan

'7

ke,ajiban pajak bagi ,ajib pajak diharapkan seminimum mungkin, hendaknya biaya yang dikeluarkan tidak lebih besar dari hasil atau penerimaan yang diharapkan. 1amun karena penulis tidak memperoleh data biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan operasional ekstensi6ikasi ,ajib pajak, maka penulis tidak dapat memberikan kesimpulan terhadap masalah tersebut. PENUTUP K#si!*u&an Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut# 1. :kstensi6ikasi ,ajib pajak melalui *:. 17//*5./'$$6 berpengaruh positi6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi pada +** *ratama di ,ilayah 5akarta 7tara. '. :kstensi6ikasi ,ajib pajak melalui *:. 16/*5./'$$7 tidak berpengaruh positi6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi pada +** *ratama di ,ilayah 5akarta 7tara. 3. :kstensi6ikasi ,ajib pajak melalui *:. 116/*5./'$$7 tidak berpengaruh positi6 terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak orang pribadi pada +** *ratama di ,ilayah 5akarta 7tara tahun '$$8.

Sa an "aran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut# 1. &empertahankan dan meningkatkan kinerja para petugas ekstensi6ikasi pajak se4ara konsisten agar ekstensi6ikasi pajak dapat memberikan kontribusi yang lebih terhadap peningkatan jumlah ,ajib pajak. '. &embandingkan antara hasil yang didapat melalui program ekstensi6ikasi ,ajib pajak dengan biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan operasional

'8

ekstensi6ikasi ,ajib pajak. +arena seharusnya biaya yang dikeluarkan tidak lebih besar dari hasil yang didapat. 3. *enyediaan mobil pajak dan pojok pajak harus tetap dijalankan sebab 6ungsinya sangat berguna untuk mengantisipasi pertanyaan pertanyaan seputar tata 4ara pelaksanaan ke,ajiban perpajakan dan permintaan pelayanan dari ,ajib pajak yang jumlahnya akan semakin meningkat sebagai konsekuensi dari ekstensi6ikasi pajak yang telah dilakukan. =. *eneliti melakukan penelitian pada +** *ratama di ,ilayah 5akarta 7tara. )isarankan untuk penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian pada objek penelitian yang lebih luas lagi, misalnya +** *ratama di seluruh daerah )+I 5akarta. /. *eneliti menggunakan data periode tahun dengan '$$8. 7ntuk penelitian selanjutnya disarankan mengambil periode yang terbaru agar penelitian yang dilakukan lebih up to date.

DAFTAR PUSTAKA -nang "angkut dan -dinur *rasetyo !'$$6(, #kstensifikasi 1a!ib Pa!ak, &ajalah Berita *ajak :disi 1 )esember '$$6. -nonim !'$$8(, "ekilas :odernisasi Administrasi Perpa!akan, sumber# ,,,.re6orm.depkeu.go.id/1e,sletter/)ata/-rtikel/djp.do4 !diakses 13 Oktober '$$8( )irektorat 5enderal *ajak, 7ndang 7ndang .epublik Indonesia 1omor '8 %ahun '$$7 tentang *erubahan +etiga atas 7ndang 7ndang 1omor 6 %ahun 1983 tentang +etentuan 7mum dan %ata 8ara *erpajakan.

'9

)irektorat 5enderal *ajak, "urat :daran )irektur 5enderal *ajak 1omor ": $6/*j.9/'$$1 tentang *elaksanaan :kstensi6ikasi 2ajib *ajak dan Intensi6ikasi *ajak )irektorat 5enderal *ajak, *eraturan )irektur 5enderal *ajak 1omor *:. 17//*j./'$$6 tentang %ata 8ara *emutakhiran )ata Objek *ajak dan :kstensi6ikasi 2ajib *ajak Orang *ribadi yang &elakukan +egiatan 7saha dan/atau &emiliki %empat 7saha di *usat *erdagangan dan/atau *ertokoan. )irektorat 5enderal *ajak, *eraturan )irektur 5enderal *ajak 1omor *:. 16/*j./'$$7 tentang *emberian 1omor *okok 2ajib *ajak Orang *ribadi yang Berstatus "ebagai *engurus, +omisaris, *emegang "aham/*emilik dan *ega,ai &elalui *emberi +erja/Bendahara,an *emerintah. )irektorat 5enderal *ajak, *eraturan )irektur 5enderal *ajak 1omor *:. 116/*j./'$$7 tentang :kstensi6ikasi 2ajib *ajak Orang *ribadi &elalui *endataan Objek *ajak Bumi dan Bangunan. ),i *riyatno !'$$9(, :andiri ;ela!ar "P"", ;ogyakarta# &edia+om. Imam @hoPali !'$$7(, Aplikasi Analisis :ultivariate dengan Program "P"", 8etakan =, "emarang# Badan *enerbit 7ni9ersitas )iponegoro. .iPa Cathoni !'$$9(, -a<ia NP1P buat Ke!ar Target, +oran +ompas, %anggal 1/ -pril '$$9 "ugiyono !1999(, :etode Penelitian ;isnis, Bandung# 8B -l6abeta 2aluyo !'$$6(, Perpa!akan Indonesia, :disi +e 6, Buku 1, 5akarta# "alemba :mpat. ;ustinus *rasto,o!'$$9(, :anfaat dan -isiko :emiliki NP1P, )epok# .aih -sa "ukses.

3$