Anda di halaman 1dari 41

Penyakit dr System Kardiovaskuler

By: Alisa, SSiT

Landasan Teoritis

Keperluan janin yg sedang tumbuh akan oksigen dan zat2 makanan ber + dlm berlangsungnya kehamilan, yg harus dipenuhi melalui darah ibu. U/ itu bnyknya darah yg beredar ber + sehingga hrs bekerja lebih berat, krn itu dlm kehamilan selalu terjadi perubaan2 dlm sistem kardiovaskuler yg biasanya masih dlm batas fisiologi. (Ilmu Kebidanan, 1992)

PENYAKIT JANTUNG
Pd kehamilan dg jantung normal, wanita dpt menyesuaikan kerjanya trhdp perubhan2 secara fisiologis, perubahan tsb disebabkan oleh: Hipervolemia: dimulai sejak kehamilan 8 mg dan puncaknya pd 28-32mg lalu menetap Jantung dan diafragma terdorong keatas o/ krna pembesaran rahim

Pengaruh kehamilan terhdp penyakit jantung.

Saat2 yg berbhya bagi penderita adlh:


Pd kehamilan 32-36 mg dimna volume darah mencapai puncaknya Pd kala II, dmana wanita mengerahkan tenaga utk mengedan dan memerlukan kerja jantung yg berat Pd pasca persalinan, dmna darah dr ruang intervilus plasenta yg sudah lahir, sekarang masuk ke dlm sirkulasi darah ibu pd masa nifas, krna ada kemungkinan infeksi

Pengaruh penyakit jantung terhdp kehamilan Dapat terjadi abortus Prematuritas : lahir tdk ckp bulan Dismaturitas : lahir ckp bln namun dg BBLR Lahir dg Apgar lahir rendah/ lahir mati Kematian janin dlm rahim ( KJDR)

Klasifikasi penyakit jantung dalam kehamilan:


Kelas I : Tanpa pembatasan kegiatan fisik Tanpa gejala pada kegiatan biasa Kelas II : Sedikit dibatasi kegiatan fisiknya Waktu istirahat tdk ada keluhan Kegiatan fisik biasanya menimbulkan gejala insufisiensi jantung Gejalanya : lelah, palpitasi, sesak nafas dan nyeri dada (angina pectoris)

Kelas III : Kegiatan fisik sangat dibatasi. Waktu istirahat tidak ada keluhan. Sedikit kegiatan fisik menimbulkan insufisiensi jantung. Kelas IV : Waktu istirahat dpt timbul keluhan insufiensi jantung, apalagi kerja fisik ringan.

keluhan

Gejala :

Mudah lelah Dispnea Palpitasi cordis Nadi tdk teratur Edema sianosis

DIAGNOSIS 1. Anamnesis 2. Pemeriksaan auskultasi/ palpasi 3. Pemeriksaan EKG

Penanganan
Dalam kehamilan
Melakukan pengawasan antenatal dg teratur Kerjasama gd ahli penyakit dlm Pencegahan trhp kenaikan BB dan retensi air yg berlebihan Mengobati penyakit hipertensi dan hipotensi bila ada Hrs cukup istirahat, ckp tidur, diet rendah garam, dan pembatasan jumlah cairan Sebaiknya penderita dirawat 1-2 mg sebelum TP

Penatalaksanaan dilakukan berdasarkan klasifikasinya yaitu: a. Kelas I : tidak memerlukan pengobatan tambahan. b. Kelas II, umumnya tdk perlu pengobatan tambahan, hanya harus menghindari aktivitas yg berlebihan terutama pd kehamilan 28-36 mg, pasien dirawat bila terdpt pemburukan. c. Kelas III, dirawat di rumah sakit selama hamil, terutama pd usia kehamilan 28 minggu, dpt diberikan diuretic. d. Kelas IV, harus dirawat di rumah sakit.

Dalam persalinan Penderita kls I dan II biasanya dpt meneruskan kehamilan dan bersalin per vaginam, namun dg pengawasan yg baik serta bekerjasama dengan ahli penyakit dalam.

Penanganannya: Membuat daftar his Daftar N, P, TD yg diawasi dan dicatat setiap 15 menit dlm kala I dan setiap 10 menit dlm kala II. Memberikan sedilanid dosis awal 0,8 mg dan ditambahkan sampai dosis 1,2-1,6mg IV secara perlahanlahan, jika perlu dpt diulang 1-2X dlm 2 jam Dikamar bersalin hrs tersedia tabung berisi oksigen, morfin dan

Kala II: Tdk ada tnda payah jantung persalinan dpt ditunggu, diawasi dan ditolong secara spontan Dlm 20-30 menit bayi blm lahir, kala II segera diperpendek dg ekstraksi vakum/forseps Apabila dijumpai CPD mka dilakukan SC Untuk menghilangkan rasa sakit boleh diberikan obat analgesik spt petidin dll. Jgn diberikan barbiturat ( luminal) /morfin bila ditaksir bayi akan lahir dlm

Dalam Pasca persalinan dan nifas


Setelah bayi lahir, penderita dpt tiba2

jatuh kolaps, yg disebabkan darah tiba2 membanjiri tubuh ibu sehinggga kerja jantung menjadi sangat bertambah. Hal ini harus diawasi dan dipahami oleh penolong.Selain itu, pendarahan mrpkan komplikasi yg cukup berbahaya
Karena itu penderita harus tetap diawasi

dan dirawat minimal 2 mg setelah bersalin

Penanganan secara umum


Penderita kls III dan IV tdk boleh hamil krna kehamilan sangat membahayakan jiwanya. Bila hamil, sedini mungkin abortus buatan medikalis hendaknya dipertimbangkan utk dikerjakan. Pd kasus tertentu sangat dianjurkan utk tdk hamil lg dgn melakukan tubektomi, setelah penderita afebris, tdk anemis, dan sedikit keluhan Bila tdk mau sterilisasi, dianjurkan memakai kontrasepsi.Kontrasepsi yg

Masa Laktasi
Laktasi diperbolehkan pd wanita dg penyakit jantung kls I dan II, yg sanggup melakukan kerja fisik Laktasi dilarang pd wanita dg penyakit jantung kls III dan IV

HIPERTENSI Hipertensi atau Darah Tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal/kronis (dalam waktu yg lama). Satu-satunya cara u/ mengetahui hipertensi adalah dgn mengukur TD kita secara teratur.

Meningkatnya tekanan darah di dlm arteri bisa terjadi melalui beberapa cara: Jantung memompa lebih kuat sehingga

mengalirkan lebih byk cairan pd setiap detiknya Arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku, sehingga mereka tdk dpt mengembang pd saat jantung memompa darah melalui arteri tsb. Krn itu darah pd setiap denyut jantung dipaksa u/ melalui pembuluh yg sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan Bertambahnya cairan dlm sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya TD.

Diagnosis
Secara umum : hipertensi = jika melebihi (normalnya 120/80 mmHg). TD sistolik/diastoliknya 140/90 mmHg

Menurut WHO, di dlm guidelines terakhir tahun 1999, Batas TD yg masih dianggap normal adalah kurang dari 130/85 mmHg, sedangkan bila lebih dari 140/90 mmHG dinyatakan sebagai hipertensi; dan di antara nilai tsb disebut sebagai normaltinggi. (batasan tsb diperuntukkan bagi individu dewasa diatas 18 Thn).

Sistolik adalah tekanan darah pd saat jantung memompa darah ke dalam pembuluh nadi (saat jantung mengkerut).
Diastolik adalah tekanan darah pada saat jantung mengembang dan menyedot darah kembali (pembuluh nadi )

Gejala pusing, muka merah, sakit kepala, keluar darah dari hidung secara tiba-tiba, tengkuk terasa pegal,.

Dampak yg dpt ditimbulkan oleh hipertensi adalah kerusakan ginjal, pendarahan pd selaput bening (retina mata), pecahnya pembuluh darah di otak, serta kelumpuhan.

Penyebab digolongkan menjadi 2 yaitu : 1. Hipertensi esensial atau primer Penyebab pasti dr hipertensi esensial sampai saat ini masih blm dpt diketahui. Namun, berbagai faktor diduga turut berperan sebagai penyebab hipertensi primer, spt: bertambahnya umur, stres psikologis, dan hereditas (keturunan). Kurang lebih 90% penderita hipertensi tergolong Hipertensi primer sedangkan 10% nya tergolong hipertensi sekunder.

2. Hipertensi sekunder/li
Hipertensi sekunder adalah hipertensi yg penyebabnya dpt diketahui, antara lain: kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan kelenjar tiroid (hipertiroid), penyakit kelenjar adrenal (hiperaldosteronisme), dan lain lain.

Karena golongan terbesar dari penderita hipertensi adalah hipertensia esensial, maka penyelidikan dan

Pencegahan
1. pengaturan pola makan yg baik 2. aktivitas fisik yg cukup. 3. Hindari kebiasaan lainnya seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol diduga berpengaruh dalam meningkatkan resiko Hipertensi walaupun mekanisme timbulnya belum diketahui pasti.

Pengobatan Olah raga lebih byk dihubungkan dg pengobatan hipertensi, krn olah raga isotonik (spt bersepeda, jogging, aerobic) yg teratur dpt memperlancar peredaran darah sehingga dpt menurunkan tekanan darah. Olah raga juga dpt digunakan u/ mengurangi/ mencegah obesitas dan mengurangi asupan garam ke dalam tubuh (tubuh yg berkeringat akan mengeluarkan garam lewat kulit). Pengobatan hipertensi secara garis besar dibagi 2 jenis yaitu: 1. Pengobatan non obat (non farmakologis) 2. Pengobatan dengan obat-obatan (farmakologis)

Pengobatan non farmakologis diantaranya adalah : 1. Diet rendah garam/kolesterol/lemak jenuh 2. Mengurangi asupan garam 3. Ciptakan keadaan rileks Berbagai cara relaksasi seperti meditasi, yoga / hipnosis dpat mengontrol sistem saraf yg akhirnya dpt menurunkan tekanan darah. 4. Melakukan olah raga seperti senam aerobik/jalan cepat selama 30-45 menit sebanyak 3-4 kali seminggu. 5. Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol

Pengobatan dengan obat-obatan (farmakologis)


1. Diuretik Obat-obatan jenis diuretik bekerja dgn cara mengeluarkan cairan tubuh (lewat kencing) sehingga volume cairan ditubuh berkurang yg mengakibatkan daya pompa jantung menjadi lebih ringan. Contoh obatannya : Hidroklorotiazid.

2. Penghambat Simpatetik Golongan obat ini bekerja dgn menghambat aktivitas saraf simpatis (saraf yg bekerja pd saat kita beraktivitas ). Contoh obatnya : Metildopa, Klonidin dan Reserpin.

3. Betabloker
Mekanisme kerja anti-hipertensi obat ini adalah melalui penurunan daya pompa jantung. Jenis betabloker tdk dianjurkan pd penderita yg telah diketahui mengidap gangguan pernapasan seperti asma bronkial. Contoh obatnya: Metoprolol, Propranolol dan Atenolol. Pd penderita diabetes DM hrs hati2 krn dpt menutupi gejala hipoglikemia (kondisi dimana kadar gula dlm darah turun menjadi sangat rendah yg bisa berakibat bahaya bagi

4. Vasodilator
Obat golongan ini bekerja langsung pd pembuluh darah dgn relaksasi otot polos (otot pembuluh darah). Yang termasuk dlm golongan ini adalah : Prasosin, Hidralasin. Efek samping yg kemungkinan akan terjadi dari pemberian obat ini adalah : sakit kepala dan pusing.

5. Penghambat enzim konversi Angiotensin


Cara kerja obat golongan ini adalah menghambat pembentukan zat Angiotensin II (zat yg dpt menyebabkan peningkatan tekanan darah). Contoh obat yg termasuk golongan ini adalah Kaptopril. Efek samping yg mungkin timbul adalah : batuk kering, pusing, sakit kepala dan lemas.

6. Antagonis kalsium Gol obat ini menurunkan daya pompa jantung dgn cara menghambat kontraksi jantung (kontraktilitas). Yg termasuk golongan obat ini adalah : Nifedipin, Diltiasem dan Verapamil. Efek samping yg mungkin timbul adalah : sembelit, pusing, sakit kepala dan muntah.

7. Penghambat Reseptor Angiotensin II Cara kerja obat ini : menghalangi penempelan zat Angiotensin II pd reseptornya yg mengakibatkan ringannya daya pompa jantung. Obat-obatan yg termasuk dlm golongan ini :Valsartan (Diovan). Efek samping yg mungkin timbul adalah : sakit kepala, pusing, lemas dan mual. Dgn pengobatan dan kontrol yg teratur, serta menghindari faktor resiko terjadinya hipertensi, maka angka kematian akibat penyakit ini bisa ditekan.

Hipertensi dlm kehamilan berarti bhwa wanita telah menderita hipertensi sebelum hamil, disebut jg sbg pre-eklamsi tdk murni.

Kehamilan dg hipertensi esensial akan berlangsung normal sampai aterm. Pd kehamilan setelah 30 mg, 30%dr wanita hamil akan menunjukkan kenaikan TD tanpa gejala
Kira2 20% dr wanita hamil akan menunjukkan kenaikan TD yg mencolok, bisa disertai proteinuria dan oedema dg keluhan: sakit kepala, nyeri epigastrium, oyong, mual,

Hipertensi esensial dijumpai pd 13 % dr seluruh kehamilan. Hipetensi ini lebih sering dijumpai pd multipara berusia lanjut dan kira2 20% dr kasus toksemia gravidarum

Penanganan Dalam kehamilan


Dianjurkan mentaaati pemeriksaan

antenatal yg teratur, jika perlu, dikonsultasikan kepada ahli. Dianjurkan cukup istirahat, menjauhi emosi, dn jgn bekerja terlalu berat Penambahan BB yg agresis harus dicegah. Dianjurkan utk diet tinggi protein, rendah hidrat arang,rendah lemak, dan rendah garam.

Pemberian obat-obatan:
- anti-hipertensif : serpasil, katapres,minipres, dsb -Obat penenang : fenobarbital, valium, frisiumativan,dsb

Pengakhiran kehamilan baik yg muda maupun yg sdh ckp bln hrs dipikirkn bila ada tanda2 hipertensi ganas (TD 200/120 atau pre-eklamsi berat), apalagi janin telah meninggal dlm kandungan. Pengakhiran kehamilan ini sebaiknya dirundingkan dg ahli penyakit dlm; apakah ada ancaman

Dalam persalinan
Kala I akan berlangsung tanpa gangguan Kala II memerlukan pengawasan yg cermat dan teliti. Bila ada tanda2 penyakit bertambah berat dan pembukaan hampir atau sudah lengkap, ibu dilarang mengedan, kala II diperpendek dg melakukan ekstraksi vakum atau forseps. Pd primitua dg anak hidup dilakukan dg SC

Akibat Ibu : perdarahan otak, payah jantung, uremia, kematian. Janin : karna adanya insufisiensi plasenta, solusio plasenta maka dpt terjadi prematuritas dan dismaturitas