Anda di halaman 1dari 8

Penggolongan alat musik tradisional

Alat musik daerah yang terdapat di Indonesia bermacam-macam bentuk, bahan, dan fungsinya. Charles Victor Mahillon, curt Sachs, dan C.M Van Hornbostel menggolongkan alat musik berdasarkan sumber bunyinya, antara lain : 1. a. Berdasarkan Sumber Bunyi. Membranofon

Membranofon adalah golongan alat musik yang sumber bunyinya berupa membran atau selaput kulit yang dipasang pada sebuah kotak atau tabung. Bunyi pada alat ini ditimbulkan oleh getaran kulit yang dipukul. Contoh alat musiknya adalah genderang, tambur, kendang, rebana, dan tifa. b. Aerofon

Alat musik ini, sumber bunyinya berupa udara. Udara yang menyebabkan getaran diatur oleh lubang-lubang atau lidah yang ada pada alat musik tersebut. Ada dua cara memainkan alat musik ini, yaitu ditiup dan dipompa. Contohnya seruling bambu. c. Ideofon

Golongan ini bunyinya berasal dari getaran alat musik itu sendiri. Contohnya adalah gong, angklung, gambang. d. Kordofon (Chordophone)

Kordofon memiliki sumber bunyi berupa corda/tali/senar/dawai yang bergetar. Ada tiga cara memainkan alat musik kordofon yaitu digesek, dipetik, ataupun dipukul. Contohnya rebab (digesek), kecapi dan siter (dipetik). 2. Berdasarkan Cara Memainkan

a.

Instrumen petik

Instrumen ini merupakan segala alat musik dawai/senar yang cara memainkanya harus dipetik dengan jari. Contohnya kecapi dan siter. b. Instrument gesek

Instrument ini dimainkan dengan tongkat gesek. Pada tongkat gesek direntangkan dawai atau senar, yang nantinya digesekkan pada dawai alat musik, sehingga bergetar dan berbunyi. Contohnya rebab, biola. c. Instrument pukul atau perkusi

Instrument perkusi adalah instrument yang cara memainkanya dengan dipukul. Contohnya kendang, saron, kolintang dan tifa. d. Instrument tiup

Instrument tiup adalah alat musik yang cara memainkannya dengan ditiup. Alat ini biasanya mempunyai lubang-lubang kecil untuk ditiup dengan jari-jari. Contohnya suling bambu.

3. Berdasarkan Bahan Pembuatanya. a. Kayu dan bambu

Bahan kayu dan bambu paling mudah diperoleh dilingkungan kita. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Bahan kayu mempunyai kelebihan, dapat dibentuk besar atau kecil sesuai dengan nada yang akan dihasilkan. Namun, untuk bisa bersuara, kayu harus dipukul dan juga harus dibantu dengan rongga atau ruang dibawahnya. Contoh alat musik dari kayu adalah kolintang dan gambang. Sedangkan, bambu memiliki kelebihan dalam hal bentuk. Bambu telah menyerupai tabung, sehingga mempunyai rongga sendiri untuk bersuara. Contohnya adalah angklung dan calung.

b.

Logam

Secara umum bahan logam sering digunakan untuk membuat alat musik adalah perunggu. Perunggu merupakan bahan campuran antara logam tembaga dengan timah putih. Logam ini menghasilkan warna yang mengkilap dan suara yang bening. Pada gamelan perbandingan campuran yang digunakan adalah 3 : 10. Ini membuat gamelan sering disebut gasa. Ga dari tiga dan sa dari dasa (sepuluh). Selain itu da beberapa logam lain yang digunakan sebagai bahan pembuat alat musik. Yaitu, besi dan kuningan. Contoh alat musik dari besi adalah triangle. c. Bahan-bahan lain

Bahan lain yang digunakan ada bermacam-macam. Misalnya kulit hewan, contohnya kendang dan cangkang kerang, contohnya fu. 4. Berdasarkan Fungsinya. a. Alat musik ritmis

Alat musik ritmis adalah alat musik yang tidak mempunyai nada. Biasanya berfungsi sebagai pembentuk ritme. Contohnya kendang. b. Alat musik melodis

Alat musik melodis adalah alat musik yang memiliki nada, sehingga berfungsi untuk memainkan nada-nada atau melodi. Contohnya kolintang, rebab, saron, demung dan gender. c. Alat musik harmonis

Alat musik harmonis adalah alat musik yang dimainkan untuk memperindah permainan musik atau digunakan sebagai pengiring lagu atau musik. Dalam musik tradisional, contoh alat musik harmonis adalah gambus, bonang, dan siter.

Unsur-unsur yang ada dalam musik adalah sebagai berikut : 1. Melodi, yaitu rangkaian sejumlah nada atau bunyi berdasarkan perbedaan tinggi rendah atau naik turunnya. 2. Irama atau Rytme, yaitu gerak teratur karena munculnya aksen secara tetap 3. Birama, yaitu bagian pendek-pendek dari suatu lagu yang telah mempunyai irama lengkap. . Tanda birama berbentuk angka pecahan ( 2/4, , 4/4, 6/8), pembilang menunjukkan banyaknya ketukan dalam satu birama, sedangkan penyebut menunjukkan not yang nilainya satu ketukan. Contoh : Tanda birama 4/4, artinya : Dalam satu birama ada 4 ketukan, dan setiap ketukan nilainya . 4. Harmoni, yaitu keselarasan paduan bunyi 5, Tangga nada, yaitu deretan nada yang disusun secara berjenjang. Tangga nada dibagi menjadi dua macam, sebagai berikut : a. Tangga nada Diatonis, yaitu tangga nada yang menggunakan tujuh buah nadadengan dua macam jarak yaitu dan 1. b.Tangga nada pentatonis, yaitu tangga nada yang menggunakan lima buah nada dengan jarak menurut aturan- aturan tertentu. Berdasarkan nadanya, tangga nada pentatonis dibagi menjadi dua yaitu pelog dan slendro. 6. Tempo. Yaitu cepat lambatnya suatu lagu dinyanyikan. Ada tiga jenis tanda tempo, sebagai berikut : a. Tempo lambat : Largo (lambat), adagio ( lambat penuh perasaan), grave (khidmat ) b. Tempo sedang : Andante (sedang, secepat orang berjalan), Moderato(sedang), c. Tempo cepat : Allegro (cepat), Mars (secepat orang berbaris) 7. Dinamik, yaitu keras lembut lagu dan perubahannya.

Tanda dinamik dibagi menjadi tiga macam : a. Lembut : Piano (p = lembut), Pianissimo (pp = sangat lembut). b.Sedang : Mezzo piano (mp = sangat lembut), Mezzo forte (mf = setengah keras). c. Kuat : Forte (f = kuat), Fortissimo (ff = sangat kuat) 8. Timbre atau warna suara Warna suara ditentukan oleh sumber bunyi. Suara yang dihasilkan dari alat musik tiup akan berbeda dengan suara yang dihasilkan dari alat musik gesek.

ELEMEN (UNSUR-UNSUR) MUSIK


inilah 7 elemen (unsur-unsur) yang harus terdapat pada musik. 1.Tangga nada Yaitu: Urutan nada yang disusun secara berjenjang,dibagi menjadi 2 : - Tangga nada mayor : Tangga nada yang berjarak 1 1 1 1 1 -Tangga nada minor Minor Diatonis 1. Tangga nada minor asli : Tangga nada yang belummengalamiperubahan 2. Tangga nada minor harmonis : Setiapurutan nada ke-7 dinaikkan nada/laras 3. Tangga nada minor melodis : Setiapurutan nada ke-6 dan ke-7 dinaikkan nada/laras Tangga nada Pentatonis : Susunan nada yang terdiridari 5 nada 2.Irama / ritme : Gerak nada yang teratur mengalir karena munculnya aksen-aksen secara tetap. 3.Birama Adalah Suatu tanda untuk menunjukkan jumlah ketukan dalam 1 birama.Antara birama satu dengan yang birama lainnya dipisahkan oleh garis vertikal yang disebut garis birama. Ada 2 jenisbirama utama yaitu birama perduaan dan pertigaan yang dapat diperinci menjadi : a) Biramaperduaanbersahaja : Birama 2/4 1dan 2/8 b) Biramaperduaanbertingkat : Birama 4/4,8/4,4/8,8/8 c) Biramapertigaanbersahaja : Birama dan 3/8 d) Biramapertigaanbertingkat : Birama 6/4,6/8,9/4,9/8 4.Melodi Adalah rangkaian sejumlah nada yang ditanggapi berdasarkan perbedaan tinggi rendah atau naik turunnya.

5.Ekspresi Merupakan sifat/jiwa sebuah lagu, diantaranya : Marcia : iramaberbaris Maestozo : mulia /agung Dolorosa :sedih Briliante : gemilang Assai : denganramai Amabile : mesra Con Brio : denganhidup Conspirito: dengan semangat Dolce : merdu Religioso : hidmat/hormat

6.TandaDinamika : Perubahan keras-lembutnya bunyi dalam sebuah lagu. Dibagi atas : a Kelompok dinamika lembut p =piano : lembut pp=pianissimo : sangat lembut ppp=pianissimo assai : amat sangat lembut mp=mezzo piano : agak lembut pf=piano forte : dimulai dengan lembut kemudian mengeras b Kelompok Dinamika Keras : f=Forte : keras ff=Fortissimo : sangat keras fff=Fortissimo assai : amat sangat keras mf=Mezzo forte : agak keras pf=Forte piano : dimulai dengan keras kemudian melembut c v v v v Tanda perubahan dinamika Crescendo (cresc) : makinkeras Decrescendo (decresc) : makinlembut Mezza di voce : mengeraskemudianmelembut Diminuendo (dim) :makinlembut 7.Tempo Adalah cepat/lambatnya suatu lagu dinyanyikan. Istilah tempo biasanya ditulis dalam bahasa Italia.Istilah tempo utama ada5 : largo/lento : Tempo lambatsekali Adagio : Tempo lambat Andante/ModLerato : Tempo sedang Allegro : Tempo cepat Vivace/Presto : Tempo cepatsekali Selain istilah tempo utama, kadang seorang pencipta lagu melakukan pengubahan atau penambahan dengan istilah lain dengan akhiran tertentu. Caranya: Menambah istilah lain, contoh: - con maestoso: dengan agung - con amore : dengan penuh cinta Menambah akhiran etto yang berarti agak dan issimo yang berarti sangat. Contoh: allegro=cepat, allegretto=agak cepat, allegrissimo= sangat cepat.

v v v v v