Anda di halaman 1dari 14

Pendidikan Kewarganegaraan

Jakarta,25 November 2013

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................ DAFTAR ISI ............................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................... 1.1 Latar Belakang ................................................................................................... 1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................. 1.3 Tujuan ................................................................................................................ BAB II ISI................................................................................................................. 2.1 Hakekat Civil Society......................................................................................... 2.2 Perkembangan Civil Society ............................................................................. 2.3 Karakteristik Civil Society .................................................................................. BAB III PENUTUP ................................................................................................... 3.1 Kesimpulan ....................................................................................................... 3.2 Saran................................................................................................................. Daftar Pustaka ........................................................................................................

Pendidikan Kewarganegaraan

Jakarta,25 November 2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Wacana masyarakat madani merupakan wacana yang telah mengalami proses yang panjang. Ia muncul bersamaan dengan proses modernisasi, terutama pada saat terjadi transformasi dari masyarakat feodal menuju masyarakat Barat modern, yang saat itu lebih dikenal dengan istilah civil society. Wacana masyarakat madani yang sudah menjadi arus utama dewasa ini, baik di lingkungan masyarakat, pemerintah, dan akademisi, telah mendorong berbagai kalangan untuk memikirkan bagaimana perkembangan sektor-sektor kehidupan di Indonesia yang sedang dilanda reformasi itu dapat diarahkan kepada konsep masyarakat madani sebagai acuan baru. Dalam makalah ini akan dikemukakan pengertian civil society baik secara global maupun menurut berbagai pakar di berbagai negara yang menganalisa dan mengkaji fenomena civil society. Karakteristik yang menjadi prasyarat penegakan civil society, sejarah dan perkembangan civil society , serta strategistrategi dalam membangun civil society di Indonesia.

Pendidikan Kewarganegaraan

Jakarta,25 November 2013

1.2 Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan hakekat civil society? 2. Bagaimana perkembangan civil society? 3. Apa karakteristik dari civil society?

1.3 Tujuan 1. Menjelaskan tentang hakekat civil society 2. Menjelaskan perkembangan civil society 3. Mengetahui karakteristik dari civil society

Pendidikan Kewarganegaraan

Jakarta,25 November 2013

BAB II HAKEKAT CIVIL SOCIETY,PERKEMEBANGAN CIVIL SOCIETY DAN KARAKTERISTIK CIVIL SOCIETY

HAKEKAT CIVIL SOCIETY Istilah madani secara umum dapat diartikan sebagai adab atau beradab Masyarakat madani dapat didefinisikan sebagai suatu masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani,dan memaknai kehidupannya, untuk dapat tata masyarakat yang beradab dalam membangun, menjalani, dan memaknai kehidupannya, untuk dapat mencapai masyarakat seperti itu, persyaratan yang harus dipenuhi antara lain adalah keterlibatan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan bersama, kontrol masyarakat dalam jalannya

proses pemerintahan, serta keterlibatan dan kemerdekaan masyarakat dalam memilih pimpinannya. Masyarakatmadani adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilainilai kemanusiaan, yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi. Menurut Zbigniew Rau, masyarakat madani merupakan suatu masyarakat yang berkembang dari sejarah, yang mengandalkan ruang dimana individu dan perkumpulan tempat mereka bergabung, bersaing satu sama lain guna mencapai nilai-nilai yang mereka yakini.

Pendidikan Kewarganegaraan

Jakarta,25 November 2013

Han Sung-joo mendefinisikan masyarakat madani merupakan sebuah kerangka hukum yang melindungi dan menjamin hak-hak dasar individu, perkumpulan sukarela yang terbebas dari negara, suatu ruang publik yang mampu mengartikulasikan isu-isu politik,

gerakan warga negara yang mampu mengendalikan diri dan independen, yang secara bersama-sama mengakui norma-norma dan budaya yang menjadi identitas dan solidaritas yang terbentuk serta pada akhirnya akan terdapat kelompok inti dalam civil society ini.

Kim Sunhyuk mendefinisikan bahwa yang dimaksud dengan masyarakat madani adalah suatu satuan yang terdiri dari kelompokkelompok yang secara mandiri menghimpun dirinya dan gerakangerakan dalam masyarakat yang secara relatif otonom dari negara, yang merupakn satuan-satuan dari (re) produksi dan masyarakat politik yang mampu melekukan kegiatan politik dalam suatu ruang publik, guna menyatakan kepedulian mereka dan memejukan kepentingan-kepentingan mereka menurut prinsip-prinsip pluralisme dan pengelolaan yang mandiri. Dari ketiga definisi diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud masyarakat madani adalah sebuah kelompok atau tatanan masyarakat yang berdiri secara mandiri dihadapan penguasa dan negara, memiliki ruang publik dalam mengemukakan pendapat, adanya lembaga-lembaga yang mandiri yang dapat menyalurkan aspirasi dan kepentingan publik. Lebih jelas Anwar Ibrahim menyebutkan bahwa masyarakatmadani adalah sistem sosial yang

suburberdasarkan prinsip moral yang menjamin kesimbangan antara kebebasan perorangan dan kestabilan masyarakat.

Pendidikan Kewarganegaraan

Jakarta,25 November 2013

PERKEMBANGAN CIVIL SOCIETY Seperti sebelumnya yang pada telah pengertian ditulis civil

sebuah komunitas yang mendominasi komunitas yang lain. Terma yang

dikedepankan oleh Cicero ini lebih menekankan konsep negara kota (City State), yaitu untuk menggambarkan

society atau masyarakat madani, bahwa wacana civil society merupakan konsep yang berasal dari pergolakan politik dan sejarah masyarakat Eropa Barat yang mengalami proses transformasi dari pola kehidupan feodal menuju

kerajaan, kota, dan bentuk korporasi lainnya, sebagai kesatuan yang

terorganisasi. Konsep ini dikembangkan pula oleh Thomas Hobbes (1588-1679 M) dan Jhone Locke (1632-1704

kehidupan masyarakat industri kapitalis. Konsep ini pertama kali lahir sejak zaman Yunani kuno.Jika dicari akar sejarahnya perkembangan dapat di dari awal, civil dari maka society masa

M).Selanjutnya di Prancis muncul John Jack Rousseau, yang tekenal dengan bukunya The Social buku Contract J.J.

wacana runtut

(1762).Dalam

tersebut

Rousseau berbicara tentang pemikiran otoritas rakyat, dan perjanjian politik yang harus dilaksanakan antara

Aristoteles.Pada masa ini (Aristoteles, 384-322 SM) Civil Society dipahami sebagai sistem kenegaraan dengan

manusia dan kekuasaan. Pada tahun 1767, wacana civil society ini di kembangkan oleh Adam Ferguson dengan mengambil konteks

menggunakan istilah koinoniah politike, yakni sebuah komunitas politik tempat warga dapat terlibat langsung dalam berbagai percaturan ekonom-politik dan pengambian keputusan. Istilah ini juga dipergunakan untuk menggambarkan suatu masyarakat politik dan etis

sosio-kultural dan politik Scotlandia. Ferguson menekankan civil society

pada sebuah visi etis dalam kehidupan bermasyarakat. digunakan Pemahaman ini

dimana warga negara di dalamnya berkedudukan sama di depan hukum. Konsepsi Aristoteles ini diikuti oleh Marcus Tullius Cicero (106-43 SM) dengan istilah Societies Civilies, yaitu

untuk

mengantisipasi

peruahan sosial yang diakibatkan oleh revolusi kapitlisme industri serta dan munculnya mencoloknya

perbedaan antar publik dan individu. Karena dengan konsep ini sikap

Pendidikan Kewarganegaraan

Jakarta,25 November 2013

solidaritas,

saling menyayangi serta

menganggap

civil

society

sebagai

sikap saling mepercayai akan muncul antar warga negara secara alamiah. Kemudian muncul memiliki dengan wacana pada sivil tahun society yang 1792, yang

bagian terpisah dari negara). Periode berikutnya, wacana civil society dikembangkan oleh Alexis de Tocqueville berdasarkan (1805-1859 pengalaman M) yang

aksentuasi

berbeda ini

demokrasi

sebelunya.Konsep

Amerika, dengan mengembangkan teori civil society sebagai kekuatan.Bagi intitas de

dimunculkan oleh Thomas Paine yang menggunakan istilah sivil society

penyembangan

sebagai kelompok masyarakat yang memilikiposisi secara diametral dengan negara, bahkan dianggapnya sebagai antitesis dari negara.Dengan demikian, maka civil society menurut Paine ini adalah ruang dimana warga dapat mengembangkan memberi peluang kepribadian bagi dan

Tocqueville, kekuatan politik dan civil societylah yang menjadikan demokrasi di Amerika mempunyai daya tahan. Dengan terwujudnya pluralitas,

kemandirian dan kapasitas politik di dalam civil society, maka warga negara akan mampu mengimbangi dan

pemuasan bebas dan

mengontrol kekuatan negara. Strategi perkembangan MM Rahardjo): (Dawam

kepentingannya tanpa paksaan.

secara

Perkembangan

civil

society

selanjutnya dikembangkan oleh G.W.F Hegel (1770-1831 M), Karl Mark (18181883 M) dan Antonio Gramsci (18911837 M).Wacana civil society yang dikembangkan oleh ketiga tokoh ini menekankan pada civil society sebagai elemen idologi ini kelas lebih dominan. merupakan

1. Mengutamakan integrasi nasional dan politik. MM tidak akan

berkembang selama masyarakat belum memiliki kesadaran

berbangsa dan bernegara yang tinggi 2. Mengutamakan reformasi sistem politik demokrasi,tidak perlu

Pemahaman

sebuah reaksi dari model pemahaman yang dilakukan oleh paine (yang

menunggu

selesainya

pembangunan ekonomi.

Pendidikan Kewarganegaraan

Jakarta,25 November 2013

3. Pembangunan basis yang

MM kuat

sebagai ke arah

pada pendidikan dan penyadaran politik terutama pada kelas

demokratisasi,dengan

orientasi

menengah.

Pendidikan Kewarganegaraan

Jakarta,25 November 2013

KARAKTERISTIK CIVIL SOCIETY Wilayah publik yang bebas (free public sphere) Wilayah publik yang bebas yaitu adanya ruang publik yang bebas sebagai sarana dalam mengemukakan pendapat.Ruang public dapat diartikan sebagai wilayah bebas di mana semua warga Negara memiliki akses penuh dalam kegiatan yang bersifat publik. Demokrasi Demokrasi adalah suatu tatanan sosial politik yang bersumber dan dilakukan oleh, dari, dan untuk warga negara.Masyarakat dapat berlaku santun dalam pola hubungan interaksi dengan masyarakat sekitarnya dengan tidak memperhatikan suku, ras dan agama. Toleransi Toleransi adalah sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan pendapat. Jika toleransi menghsilkan adanya tata cara pergaulan yang menyenangkan antara berbagai kelompok yang berbeda-beda, maka hasil itu harus dipahami sebagai hikmah atau manfaat dari pelaksanaan ajaran yang benar. Kemajemukan (pluralisme)

Pendidikan Kewarganegaraan

Jakarta,25 November 2013

Sebagai prasyarat penegakan masyarakat madani, maka pluralisme harus dipahami secara mengakar dengan menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang menghargai dan menerima kemajemukan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Kemajemukan erat kaitannya dengan sikap penuh pengertian (toleran) kepada orang lain, yang diperlukan dalam masyarakat yang majemuk.

Keadilan sosial (social justice) Keadilan sosial adalah keseimbangan dan pembagian yang proporsional terhadap hak dan kewajiban setiap warga negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Masyarakat memiliki hak yang sama dalam memperoleh kebijakan-kebijakan yang ditetapkannya oleh pemerintah.

Pendidikan Kewarganegaraan

Jakarta,25 November 2013

Curriculum Vitae

Nama Ttl Alamat Kebangsaan Jenis Kelamin Hobby Cita-cita

: Risma Najmah ( bella ) : Jakarta, 11 Juli 1995 : Jl. Budimulia RT 011 RW 07 No. 08 , Jakarta Utara : Indonesia : Perempuan : Menyanyi dan Belanja : Keliling dunia dan menjadi guru yang baik dan sukses

2001-2006 SDN 04 PT , Jakarta Utara 2007-2010 SMP Manbaul Ulum ,Jakarta Barat 2011-2013 SMK Raudhatul Jannatunnaim , Jakarta Utara Osis SMP Karang Taruna Forpel (forum peduli lingkungan )

Pendidikan Kewarganegaraan

Jakarta,25 November 2013

Pendidikan Kewarganegaraan Masyarkat Madani

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA JAKARTA 2013

Pendidikan Kewarganegaraan

Jakarta,25 November 2013

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan 1. Masyarakat madani adalah sebuah kelompok atau tatanan masyarakat yang berdiri secara mandiri dihadapan penguasa dan negara, memiliki ruang publik dalam mengemukakan pendapat, adanya lembaga-lembaga yang mandiri yang dapat menyalurkan aspirasi dan kepentingan publik. 2. Perwujudan masyarakat madani ditandai dengan beberapa karakteristik diantaranya wilayah publik yang bebas, demokrasi, toleransi, kemajemukan, dan keadilan sosial. 3. Masyarakat madani berkembang melalui proses yang panjang yang dapat dikelompokkan menjadi lima fase. 4. Strategi membangun masyarakat madani di indonesia dapat dilakukan dengan integrasi nasional dan politik, reformasi sistem politik demokrasi, membangun masyarakat madani sebagai basis yang kuat ke arah demokratisasi.

3.2 Saran Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan.Oleh karena itu penulis senantiasa dengan lapang dada menerima bimbingan dan arahan serta saran dan kritik yang sifatnya membangun demi perbaikan karya-karya berikutnya.

Pendidikan Kewarganegaraan

Jakarta,25 November 2013

DAFTAR PUSTAKA
Basyir, Kunawi (dkk.). 2011. Civic Education. Surabaya:IAIN Sunan Ampel press Lisyarti, Retno (dkk.). 2008 Pendidikan Kewarganegaraan, Erlangga : PT. Gelora Aksara Pratama Rosyada, Dede (dkk.). 2003. Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat madani. Jakarta: Prenada Media. Ubaedillah (dkk.). 2010. Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat madani. Jakarta: Prenada Media http://fixguy.wordpress.com http://www.kosmaext2010.com