Anda di halaman 1dari 22

BAB I PENDAHULUAN

  • A. LATAR BELAKANG

Dalam kehidupan manusia air merupakan kebutuhan pokok. Baik itu minum, mandi, mencuci dan lain sebagainya. Namun seiring penggunaan air yang semakin banyak maka akan semakin banyak pula air kotor yang dihasilkan. Untuk mengatasi limbah air kotor yang dihasilkan, manusia membutuhkan suatu sistem pengolahan limbah air kotor. Sewage system

merupakan salah satu sistem yang digunakan manusia modern saat ini. Dalam hal ini kami akan membahas sewage system pada bangunan. Sewage system adalah sistem yang digunakan manusia dalam pengolahan dan pembuangan limbah cair pada bangunan gedung. Dalam hal ini limbah cair yang dimaksudkan dibagi dalam 4 golongan, yaitu :

  • a. Limbah air bekas dari kamar mandi dan cuci

  • b. Limbah air bekas berlemak dari dapur.

  • c. Limbah kotoran dari closet/WC

  • d. Limbah khusus yang mengandung komponen atau bahan kimia berbahaya. Melihat Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang begitu cepat terutama di wilayah perkotaan memberikan dampak yang sangat serius terhadap penurunan daya dukung lingkungan. Dampak tersebut harus disikapi dengan tepat, khususnya dalam sistem pembuangan air limbah, oleh karena kenaikan jumlah penduduk akan meningkatkan konsumsi pemakaian air minum/ bersih yang berdampak pada peningkatan jumlah air limbah. Pembuangan air limbah dengan tanpa melalui proses pengolahan akan mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan, khususnya terjadinya pencemaran pada sumber-sumber air baku untuk air minum, baik air permukaan maupun air tanah. limbah merupakan benda padat(b3,cair,gas,padat) yang tidak diperlukan dan dibuang limbah pada umumnya mengandung unsur bahan pencemar dengan konsentrasi yang bervariasi bila dikembalikan ke alam dalam jumlah besar limbah ini akan terakumulasi dialam sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem alam.

Dengan tidak sempurnanya sistem pembuangan air kotor dan air bekas dapat menimbulkan akibat-akibat yang sangat merugikan bagi pemakai , misalnya bau busuk, kebocoran-kebocoran, kemacetan-kemacetan dan sebagainya sehingga suasana yang diinginkan penghuni dan pemakai bangunan akan rusak

Dalam pembahasan kali ini adalah tentang sewage sistem perkantoran, limbah yang dihasilkan perkantoran. Limbah yang dihasilkan oleh kegiatan perkantoran ini jika dibuang ke lingkungan akan menurunkan kualitas lingkungan. Meskipun aktivitas yang ada jauh lebih sedikit dibandingkan dengan hotel dan pemukiman tetapi jika dibiarkan terus menerus limbah perkantoran akan terakumulasi yang menyebabkan ekosistem lingkungan menjadi tidak seimbang, Upaya mengelola limbah tidak mudah dan memerlukan pengetahuan tentang limbah (b3,cair,gas,padat) unsur-unsur yang terkandung di dalam limbah serta cara penanganan limbah agar tidak mencemari lingkungan. Selain itu perlu ketrampilan mengolah limbah menjadi lebih ekonomis dan mengurangi jumlah limbah yang terbuang di alam. Sumber limbah cair perkantoran tersebut antara lain:

Limbah dari kamar mandi dan toilet

Limbah dari kegiatan di dapur

Selain penginapan, hotel juga menyediakan pemenuhan berbagai kebutuhan hidup sehari-hari seperti makanan, pencucian/laundry, dan lain-lain bagi para pengunjungnya, sehingga dalam aktifitasnya hotel juga menghasilkan berbagai limbah cair dan sampah layaknya suatu komplek pemukiman penduduk.

Limbah cair perhotelan adalah limbah dalam bentuk cair yang dihasilkan oleh kegiatan hotel yang dibuang ke lingkungan dan diduga dapat menurunkan kualitas lingkungan. Karena aktivitas yang ada di hotel relatif sama seperti layaknya pemukiman, maka sumber limbah yang ada juga relatif sama seperti pada pemukiman dan fasilitas tambahan lainnya yang ada di hotel. Sumber limbah cair perhotelan tersebut antara lain:

Limbah dari kamar mandi dan toilet

Limbah dari kegiatan di dapur/restaurant

Limbah dari kegiatan pencucian/laundry

BAB II KAJIAN TEORI

  • A. PENGERTIAN Sewage system adalah sistem pengelolaan dan pendistribusian air kotor atau limbah pada suatu tempat tinggal atau bangunan agar tidak mencemari dan membahayakan lingkungan disekitar bangunan. Sedangkan pengertian dari Air Kotor atau Limbah (Waste Water) adalah air yang telah selesai digunakan oleh berbagai kegiatan manusia.

Adapun istilah-istilah yang sering dijumpai seperti :

  • 1. Sewer adalah pipa atau jaringan pemipaan yang pada umumnya tertutup dan normalnya

tidak membawa aliran air buangan secara penuh.

  • 2. Sewage adalah cairan buangan yang dibawa melalui sewer.

  • 3. Sewerage system adalah suatu sistem pengelolaan air limbah mulai dari pengumpulan

(sewer), pengelolaan (treatment) sampai dengan pembuangan akhir (disposal).

  • 4. Combined sewer (sistem kombinasi)sistem yang direncanakan untuk membawa don

industrial waste dan strom sewage (air hujan).

  • 5. Ventstack adalah alat untuk menstabilkan atau menyamakan tekanan udara di dalam pipa

dan di luar pipa agar tidak terjadi emboli / penyumbatan oleh gelembung udara.

  • 6. Trapseal / housetrap adalah suatu sarana pembuangan limbah, untuk mencegah

merembesnya gas atau bau dari pipa / saluran masuk kedalam ruangan dengan menggunakan

“tabir air”.

  • 7. DO (dissolved Oxygen) adalah oksigen yang tyerlarut dalam air yang digunakan untuk metabolism binatang dan tumbuh-tumbuhan di dalam air.

BOD (Bio Chemical Demand) adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri untuk menguraikan zat organic pada kondisi aerobic.

  • B. KARAKTERISTIK LIMBAH PERHOTELAN

Karakteristik limbah cair dari perhotelan relatif sama seperti limbah cair domestik dari pemukiman, karena aktivitas-aktivitas yang ada di hotel relatif sama seperti aktivitas yang ada di lingkungan pemukiman. Sementara jumlah limbah yang dihasilkan dari perhotelan tergantung dari jumlah kamar yang ada dan tingkat huniannya. Disamping itu juga dipengaruhi oleh fasilitas tambahan yang ada di hotel tersebut.

Limbah perhotelan pada umumnya mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:

  • 1. Senyawa fisik:

Berwarna

Mengandung padatan

  • 2. Senyawa kimia organik:

Mengandung karbohidrat

Mengandung minyak dan lemah

Mengandung protein

Mengandung unsur surfactan anatar lain detergent dan sabun

  • 3. Senyawa kimia anorganik:

Mengandung alkalinity

Mangandung khloride

Mengandung nitrogen

Mengandung phospor

Mengandung sulfur

  • 4. Unsur biologi:

Mengandung protista dan virus

Rata-rata karakteristik limbah perhotelan adalah sebagai berikut:

Konsentrasi BOD di dalam air limbah 200-300 mg/lt

Konsentrasi SS di dalam air limbah 200-350 mg/lt

C. KLASIFIKASI SISTEM BUANGAN AIR

  • 1. Menurut jenis buangan Sistem buangan air tinja Sistem pembuangan air bekas pakai/air sabun

Sistem pembuangan air hujan Sistem pembuangan air khusus

Sistem pembuangan dari air berlemak dari dapur 2. Menurut cara pembuangan air kotor

Sistem pembuangan campuran

Sistem pembuangan terpisah

Sistem pembuangan air secara tak langsung

  • 3. Menurut cara pengalirannya

Sistem gravitasi

Sistem bertekanan

  • 4. Menurut letaknya Sitempembuangan dalam bangnan

Sistem pembuangan luar bangunan D. SPESIFIKASI AIR KOTOR

  • 1. Limbah air bekas dari kamar mandi dan cuci Adalah air yang digunakan untuk mencuci, mandi, dan bermacam-macam penggunaan lain. Air kotor ini biasanya berbentuk air sabun.

saluran kota Peresapan atau
saluran kota
Peresapan atau
CB
CB
tempat KM atau cuci
tempat
KM atau
cuci
1. Menurut jenis buangan Sistem buangan air tinja Sistem pembuangan air bekas pakai/air sabun  

Gambar 2. Ssistem pembuangan air bekas kamar mandi dan cuci

Air ini bercampur dengan lemak. Air yang mengandung kadar lemak tinggi harus di saring melalui grease trap dahulu sebelum dialirkan ke septictank, kemudian baru dibuang bersama-sama dengan air kotor lainnya. Biasanya tempat yang menggunakan grease trap seperti restoran, hotel dll.

Grease trap BK Peresapan atau saluran kota Dapur
Grease trap
BK
Peresapan atau
saluran kota
Dapur

Gambar 3. Bagan sistem pembuangan air bekas berlemak

  • 3. Limbah kotoran dari Closet/WC Limbah kotoran ini berbentuk padat dan tidak bisa dialirkan secara langsung bersama-sama dengan air limbah lainnya, apalagi air yang mengandung sabun, tetapi dialirkan ke septictank untuk diolah terlebih dahulu secara mekanis baru kemudian dapat dialirkan bersama-sama dengan air limbah lainnya ke peresapan.

BK Peresapan septic tank Closet Samb. Pipa harus benar-benar rapat dan baik Gambar 4. Bagan sistem
BK
Peresapan
septic tank
Closet
Samb. Pipa harus benar-benar rapat
dan baik
Gambar 4. Bagan sistem pembuangan limbah kotoran

Sistem pembuangan air kotor dan limbah diatas, ada yang dapat digabung pembuangannya dan ada yang harus diproses sendiri. Untuk air limbah yang berbentuk cair (air sabun) dapat langsung dibuang ke peresapan atau saluran kota melalui bak kontrol (BK) atau catch basin (CB) terlebih dahulu. Air yang bercampur dengan kotoran padat (air kotoran dari closet) harus melalui septic tank terlebih dahulu sebelum dibuang ke peresapan. Sebagai pengganti septic tank untuk bangunan berkapasitas besar adalah Sewage Treatment Plant (STP). Cara kerja STP adalah limbah yang terkumpul diolah secara mekanis, diaduk kemudian diberi udara agar bakteri ikut mengolah limbah tersebut, dan diberi zat pembersih kemudian air kotor yang telah bersih dipompa keluar menuju peresapan atau saluran kota. Untuk air limbah khusus harus ditampung dalam treatment tersendiri sebelum dibuang bersama air kotor lainnya.

E. SISTEM INSTALASI PADA SEWAGE SYSTEM

  • 1. One Pipe System Semua sistem pembuangan dialirkan dalam satu pipa Pada ujung pipa bagian atas selalu terbuka dan disebut vent stack

Manfaat vent stack adalah untuk menghindari terjadinya cyclone effect karena sifat pia merupakan bejana berhubungan

Sistem pembuangan air kotor dan limbah diatas, ada yang dapat digabung pembuangannya dan ada yang harus

Gambar 5. Sistem jaringan air kotor one pipe system pada multi stories bilding

keterangan:

EQ : bak ekualisasi WTR : waste water treatment

  • 2. Two Pipe System Pada two pipe system,air tinja dan air kotor/air sabun dipisahkan pembuangan dengan dua jenis pipa. Soil pipe mengalirkan air tinja,waste pipe mengalirkan air kotor selain tinja

2. Two Pipe System  Pada two pipe system,air tinja dan air kotor/air sabun dipisahkan pembuangan

Gambar 6. Sistem jaringan air kotor two pipe system pada multi stories bilding

keterangan:

SPT : septicktank WWTP: waste water treatment plant F. SISTEM PENGOLAHAN LIMBAH

Biasanya digunakan pada bangunan tinggi sebagai pengganti saptitank, bernama SPT (Sewage Treatment Plant) Terdiri dari dua proses yaitu:

  • Mekanik (penyaringan, pemisahan, dan pengendapan).

  • Biologi/kimia (aktifitas bakteri aerob), netralisasi cairan dengan asam, atau memasukkan bahan kimia untuk oksidasi.

Gambar 7. Skema pengolahan limbah G. ANGKA-ANGKA KUNCI UNTUK PERANCANGAN SANITARY SYSTEM 1. TABEL A, Daya

Gambar 7. Skema pengolahan limbah

G. ANGKA-ANGKA KUNCI UNTUK PERANCANGAN SANITARY SYSTEM

  • 1. TABEL A, Daya Buang Rata-Rata (Average Discharge) Perlengkapan Saniter

Jenis

Daya Buang Rata-Rata

Closet

120

liter/menit

Bak Mandi

 
  • 90 liter/menit

Wastafel

 
  • 60 liter/menit

Urinoir

120

liter/menit

Bidet

 
  • 90 liter/menit

Bak Cuci Dapur

 
  • 90 liter/menit

Shower

 
  • 60 liter/menit

Bak Cuci Pakaian

 
  • 60 liter/menit

2.

TABEL B, Pipa Pembuang Tegak (Stand Pipe/Stacks)

 

Diameter Pipa

 

Daya Buang

 

Φ1 ¼” / ϕ 3,715 cm

 

60 liter/menit

 

1 ½” – 3,81 cm

 

240

liter/menit

2” – 5,08 cm

 

720

liter/menit

2 ½” – 6,35 cm

 

1.260

liter/menit

3” – 7,62 cm

 

1.800

liter/menit

4” – 10,16 cm

 

15.000

liter/menit

5” – 12,7 cm

 

33.000

liter/menit

6” – 15,24 cm

 

57.000

liter/menit

8” – 20,32 cm

 

108.000

liter/menit

10” – 25,4 cm

 

168.000

liter/menit

12” – 30,48 cm

 

252.000

liter/menit

3.

TABEL G, Septick Tank

Jumlah Orang yang Dilayani

Volume (m3)

 

Ukuran (m)

 

60

 
  • 4 1,2 x 2,5 x 1,5

120

 
  • 8 1,5 x 3,5 x 1,9

180

 
  • 12 1,8 x 4 x 1,9

240

 
  • 16 1,8 x 5,4 x 2

300

 
  • 20 2,2 x 5,4 x 2

360

 
  • 24 2,4 x 6 x 1,5

420

 
  • 28 2,5 x 6 x 2,1

480

 
  • 32 2,5 x 7 x 2,1

Rata-Rata: 0,10 m3/orang

BAB III DESKRIPSI KASUS

Dalam laporan yang akan dibahas kali ini adalah Hotel Edelweiss dengan 9 lantai ,gedung dengan luas total bangunan ± 4400 m 2 . Pada hotel tersebut terdapat 9 lantai, lantai 1 untuk area basement dengan 2 KM/WC, lantai dasar untuk fasilitas umum, lantai 2 untuk penginapan/kamar dengan berbagai kelas yang berbeda, lantai 4-6 karena denah nya typical maka fungsi nya sama yaitu untuk penginapan atau kamar, lantai 7 penginapan, lantai 8 untuk penginapan, hall dan ballroom. Sistem penyaluran pipa dengan sistem desentral(tersebar). Sistem sewage yang diterapkan pada Hotel Edelweiss 9 lantai menggunkan sistem sewage one pipe tanpa pembagian zona. Karena bangunan ini hanya terdiri dari 9 lantai.

BAB IV PERHITUNGAN ANALISIS SEWAGE SYSTEM HOTEL EDELWEISS 7 Lantai

Dalam Analisis sistem sewage pada Hotel Edelweiss digunakan perhitungan analisia Sewage System Dua Pipa dengan pembagian zona perlantai yang ditinjau seperti berikut ini:

Perhitungan Dibuat per unit vertikal 1) Lantai 7 Perhitungan tipe 1

Fasilitas lantai 7 dalam 1 shaft

  • 2 closet

  • 2 kamar mandi / wastafel

Perhitungan tipe 2

Fasilitas lantai 7 dalam 1 shaft

  • 1 closet

  • 1 kamar mandi / wastafel

  • a) Pipa Kotoran/Closet

    • a. Jumlah closet 1 x 2 = 14 buah

      • Tabel “A”

= Daya buang closet : 120 L / mnt,

  • 2 x 120 = 240 liter / menit,

Tabel “B” : Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit untuk 1 shaft.

  • b. Jumlah closet 1 x 1 = 1 buah

    • = Daya buang closet : 120 L / mnt,

Tabel “A”

  • = 120 liter / menit,

1 x 120

Tabel “B” : Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit untuk 1 shaft.

Lantai 7 >> (7 x a)+(1xb)= (7x240)+(1x120)= 1.680+120 = 1.800 liter/menit

>> dipakai 8 ø 3” = 14.400 liter / menit

  • b) Pipa Air Kotor a. jumlah pipa air kotor tipe 1

Bak mandi

: (1 x 2) =

2 buah

= 2

Tabel “A”

x 90 L / mnt = 180 L / mnt,

Wastafel

: (1 x 2) = 2 buah

 

Tabel “A”

= 2 x 60 L / mnt

(+)

 

Total

= 120 L / mnt, = 300 L /mnt.

Tabel “B”

: Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit.

  • b. jumlah pipa air kotor tipe 2

Bak mandi

: (1 x 1) =

1 buah

= 1

 

Tabel “A”

x 90 L / mnt = 90 L / mnt,

Wastafel

: (1 x 1) = 1 buah

 

Tabel “A”

= 1 x 60 L / mnt

(+)

 

Total

= 60 L / mnt, = 150 L /mnt.

Tabel “B”

: Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit.

Lantai 7 >> (7 x a)+(1xb)= (7x300)+(1x150)= 2.100+150 = 2.250 liter/menit >> dipakai 8 ø 3” = 14.400 liter / menit 2) Lantai 6 Perhitungan tipe 1

Fasilitas lantai 6 dalam 1 shaft

  • 2 closet

  • 2 kamar mandi / wastafel

Perhitungan tipe 2

Fasilitas lantai 6 dalam 1 shaft

  • 1 closet

  • 1 kamar mandi / wastafel

  • a) Pipa Kotoran/Closet

    • a. Jumlah closet 1 x 2 = 2 buah

  • = Daya buang closet : 120 L / mnt,

Tabel “A”

  • = 240 liter / menit,

2 x 120

 
  • Pipa lt. 7

=240 liter / menit

+

= 480 liter / menit

Tabel “B” : Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit untuk 1 shaft.

  • b. Jumlah closet 1 x 1 = 1 buah

  • = Daya buang closet : 120 L / mnt,

Tabel “A”

  • = 120 liter / menit,

1 x 120

 
  • Pipa lt. 7

= 120 liter / menit

+

= 240 liter / menit

Tabel “B” : Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit untuk 1 shaft.

Lantai 6 >> (7 x a)+(1xb)= (7x480)+(1x240)= 3.360+240 = 3.600 liter/menit

>> dipakai 8 ø 3” = 14.400 liter / menit

  • b) Pipa Air Kotor

    • a. jumlah pipa air kotor tipe 1

Bak mandi

: (1 x 2) =

2 buah

Tabel “A”

= 2

 
 

x 90 L / mnt = 180 L / mnt,

Wastafel

: (1 x 2) = 2 buah

 

Tabel “A”

= 2 x 60 L / mnt

= 120 L / mnt,

Lantai 7

:

= 300 L / mnt

+

 

Total

= 600 L / mnt

 

Tabel “B”

: Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit.

  • b. jumlah pipa air kotor tipe 2

Bak mandi

: (1 x 1) =

1 buah

= 1

 
 

Tabel “A”

x 90 L / mnt = 90 L / mnt,

Wastafel

: (1 x 1) = 1 buah

 
 

Tabel “A”

= 1 x 60 L / mnt

= 60 L / mnt,

Lantai 7

:

= 150 L / mnt

+

 

Total

= 300 L / mnt

 

Tabel “B”

: Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit.

Lantai 6 >> (7 x a)+(1xb)= (7x600)+(1x300)= 4.200+300 = 4.500 liter/menit

>> dipakai 8 ø 3” = 14.400 liter / menit

3) Lantai 5 Perhitungan tipe 1

Fasilitas lantai 5 dalam 1 shaft

  • 2 closet

  • 2 kamar mandi / wastafel

Perhitungan tipe 2

Fasilitas lantai 5 dalam 1 shaft

  • 1 closet

  • 1 kamar mandi / wastafel

  • a) Pipa Kotoran/Closet

    • a. Jumlah closet 1 x 2 = 2 buah

  • = Daya buang closet : 120 L / mnt,

Tabel “A”

  • = 240 liter / menit,

2 x 120

 
  • Pipa lt. 6

= 480 liter / menit

+

= 720 liter / menit

Tabel “B” : Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit untuk 1 shaft.

  • b. Jumlah closet 1 x 2 = 2 buah

    • = Daya buang closet : 120 L / mnt,

Tabel “A”

  • = 240 liter / menit,

2 x 120

Tabel “B” : Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit untuk 1 shaft.

  • c. Jumlah closet 1 x 1 = 1 buah

  • = Daya buang closet : 120 L / mnt,

Tabel “A”

  • = 120 liter / menit,

1 x 120

 
  • Pipa lt. 6

= 240 liter / menit

+

= 360 liter / menit

Tabel “B” : Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit untuk 1 shaft. Lantai 5 >> (7 x a)+(2xb)+(1xc)= (7x720)+(2x240)+(1x360)= 5.040+480+360 = 5.580 liter/menit

>> dipakai 10 ø 3” = 18.000 liter / menit

  • b) Pipa Air Kotor

    • a. jumlah pipa air kotor tipe 1

Bak mandi

: (1 x 2) =

2 buah

Tabel “A”

= 2

 
 

x 90 L / mnt = 180 L / mnt,

Wastafel

: (1 x 2) = 2 buah

 

Tabel “A”

= 2 x 60 L / mnt

= 120 L / mnt,

Lantai 6

:

= 600 L / mnt

+

 

Total

= 900 L / mnt

 

Tabel “B”

: Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit.

  • b. jumlah pipa air kotor tipe 1

Bak mandi

: (1 x 2) =

2 buah

Tabel “A”

= 2

 
 

x 90 L / mnt = 180 L / mnt,

Wastafel

: (1 x 2) = 2 buah

 

Tabel “A”

= 2 x 60 L / mnt

= 120 L / mnt

+

Total

= 300 L / mnt

 

Tabel “B”

: Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit.

c. jumlah pipa air kotor tipe 2

Bak mandi

: (1 x 1) =

1 buah

= 1

 
 

Tabel “A”

x 90 L / mnt = 90 L / mnt,

Wastafel

: (1 x 1) = 1 buah

 
 

Tabel “A”

= 1 x 60 L / mnt

= 60 L / mnt,

Lantai 6

:

= 300 L / mnt

+

 

Total

= 450 L / mnt

 

Tabel “B”

: Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit.

Lantai 5 >> (7 x a)+(2xb)+(1xc)= (7x900)+(2x300)+(1x450)= 6.300+600+450 = 7.350 liter/menit

>> dipakai 10 ø 3” = 18.000 liter / menit

4) Lantai 4 Perhitungan tipe 1

Fasilitas lantai 4 dalam 1 shaft

  • 2 closet

  • 2 kamar mandi / wastafel

Perhitungan tipe 2

Fasilitas lantai 4 dalam 1 shaft

  • 1 closet

  • 1 kamar mandi / wastafel

  • a) Pipa Kotoran/Closet a. Jumlah closet 1 x 2 = 2 buah

  • = Daya buang closet : 120 L / mnt,

Tabel “A”

  • = 240 liter / menit,

2 x 120

 
  • Pipa lt. 5

= 720 liter / menit

+

= 960 liter / menit

Tabel “B” : Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit untuk 1 shaft.

b. .

Jumlah closet 1 x 2 = 2 buah

  • = Daya buang closet : 120 L / mnt,

Tabel “A”

  • = 240 liter / menit,

2 x 120

  • = 240 liter / menit + = 480 liter / menit

Pipa lt. 5

Tabel “B” : Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit untuk 1 shaft.

  • c. Jumlah closet 1 x 1 = 1 buah

  • = Daya buang closet : 120 L / mnt,

Tabel “A”

  • = 120 liter / menit,

1 x 120

 
  • Pipa lt. 5

= 360 liter / menit

+

= 480 liter / menit

Tabel “B” : Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit untuk 1 shaft.

Lantai 4 >> (7 x a)+(2xb)+(1xc)= (7x960)+(2x480)+(1x480)= 6.720+960+480 = 9.120 liter/menit

>> dipakai 10 ø 3” = 18.000 liter / menit

  • b) Pipa Air Kotor

    • a. jumlah pipa air kotor tipe 1

Bak mandi

: (1 x 2) =

2 buah

Tabel “A”

= 2

 
 

x 90 L / mnt = 180 L / mnt,

Wastafel

: (1 x 2) = 2 buah

 

Tabel “A”

= 2 x 60 L / mnt

= 120 L / mnt,

Lantai 5

:

= 900 L / mnt

+

 

Total

= 1.200 L / mnt

 

Tabel “B”

: Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit.

  • b. jumlah pipa air kotor tipe 1

Bak mandi

: (1 x 2) =

2 buah

Tabel “A”

= 2

 
 

x 90 L / mnt = 180 L / mnt,

Wastafel

: (1 x 2) = 2 buah

 

Tabel “A”

= 2 x 60 L / mnt

= 120 L / mnt,

Lantai 5

:

= 300 L / mnt

+

 

Total

= 600 L / mnt

 

Tabel “B”

: Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit.

  • c. jumlah pipa air kotor tipe 2

Bak mandi

: (1 x 1) =

1 buah

= 1

 
 

Tabel “A”

x 90 L / mnt = 90 L / mnt,

Wastafel

: (1 x 1) = 1 buah

 
 

Tabel “A”

= 1 x 60 L / mnt

= 60 L / mnt,

Lantai 5

:

= 450 L / mnt

+

 

Total

= 600 L / mnt

 

Tabel “B”

: Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit.

Lantai 4 >> (7 x a)+(2xb)+(1xc)= (7x1200)+(2x600)+(1x600)= 8.400+1200+600 = 10.200 liter/menit

>> dipakai 10 ø 3” = 18.000 liter / menit

5) Lantai 3 Perhitungan tipe 1

Fasilitas lantai 3 dalam 1 shaft

  • 2 closet

  • 2 kamar mandi / wastafel

Perhitungan tipe 2

Fasilitas lantai 3 dalam 1 shaft

  • 1 closet

  • 1 kamar mandi / wastafel

  • a) Pipa Kotoran/Closet a. Jumlah closet 1 x 2 = 2 buah

  • = Daya buang closet : 120 L / mnt,

Tabel “A”

  • = 240 liter / menit,

2 x 120

 
  • = 960 liter / menit

Pipa lt. 4

+

= 1200 liter / menit

Tabel “B” : Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit untuk 1 shaft. b. Jumlah closet 1 x 2 = 2 buah

  • = Daya buang closet : 120 L / mnt,

Tabel “A”

  • = 240 liter / menit,

2 x 120

 
  • Pipa lt. 4

= 480 liter / menit

+

= 720 liter / menit

Tabel “B” : Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit untuk 1 shaft.

c.

Jumlah closet 1 x 1 = 1 buah

  • = Daya buang closet : 120 L / mnt,

Tabel “A”

  • = 120 liter / menit,

1 x 120

 
  • = 480 liter / menit

Pipa lt. 4

+

= 600 liter / menit Tabel “B” : Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit untuk 1 shaft.

Lantai 3 >> (7 x a)+(2xb)+(1xc)= (7x1200)+(2x720)+(1x600) =8.400+1.440+600 = 10.440 liter/menit

>> dipakai 10 ø 3” = 18.000 liter / me nit

  • b) Pipa Air Kotor

    • a. jumlah pipa air kotor tipe 1

Bak mandi

: (1 x 2) =

2 buah

Tabel “A”

= 2

 
 

x 90 L / mnt = 180 L / mnt,

Wastafel

: (1 x 2) = 2 buah

 

Tabel “A”

= 2 x 60 L / mnt

= 120 L / mnt,

Lantai 4

:

= 1.200 L / mnt

+

 

Total

= 1.500 L / mnt

 

Tabel “B”

: Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit.

  • b. jumlah pipa air kotor tipe 1

Bak mandi

: (1 x 2) =

2 buah

Tabel “A”

= 2

 
 

x 90 L / mnt = 180 L / mnt,

Wastafel

: (1 x 2) = 2 buah

 

Tabel “A”

= 2 x 60 L / mnt

= 120 L / mnt,

Lantai 4

:

= 600 L / mnt

+

 

Total

= 900 L / mnt

 

Tabel “B”

: Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit.

  • c. jumlah pipa air kotor tipe 2

Bak mandi

: (1 x 1) =

1 buah

= 1

 
 

Tabel “A”

x 90 L / mnt = 90 L / mnt,

Wastafel

: (1 x 1) = 1 buah

 
 

Tabel “A”

= 1 x 60 L / mnt

= 60 L / mnt,

Lantai 4

:

= 600 L / mnt

+

 

Total

= 750 L / mnt

 

Tabel “B”

: Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit.

Lantai 3 >> (7 x a)+(2xb)+(1xc)= (7x1500)+(2x900)+(1x750)= 10.500+1.800+750 = 13.050

liter/menit

>> dipakai 10 ø 3” = 18.000 liter / menit

6) Lantai 2 Perhitungan tipe 1

Fasilitas lantai 2 dalam 1 shaft

  • 2 closet

  • 2 kamar mandi / wastafel

Perhitungan tipe 3

Fasilitas lantai 2 dalam 1 shaft

  • 4 closet

  • 4 kamar mandi

  • a) Pipa Kotoran/Closet

Jumlah closet 1

x 2 = 2 buah

  • = Daya buang closet : 120 L / mnt,

Tabel “A”

  • = 240 liter / menit,

2 x 120

  • = 1.200 liter / menit + = 1.440 liter / menit

Pipa Lt. 3

Tabel “B” : Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit untuk 1 shaft.

Jumlah closet 1 x 4 = 4 buah

  • = Daya buang closet : 120 L / mnt,

Tabel “A”

  • = 480 liter / menit,

4 x 120

  • = 1.200 liter / menit +

Pipa Lt. 3

  • = 1.680 liter / menit

Tabel “B” : Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit untuk 1 shaft.

Total

: (10.440-1.200-1.200) +(3 x 1.440) + 1.680 = 14.040 liter / menit

Tabel “B” : Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 10 ø 3” = 18.000 liter / menit.

  • b) Pipa Air Kotor a. jumlah pipa air kotor

Bak mandi

: ( 1 x 2 )

= 2 buah

 

Tabel “A”

= 2 x 90 L / menit

( 1

=

180 L / menit,

Wastafel

:

x 2 ) = 2 buah

 
 

Tabel “A”

= 2 x 60 L / menit

=

120 L / menit,

Pipa Lt. 3

Total

= 1.500 L / menit + = 1.800 L /menit

Tabel “B”

: Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 4” = 15.000 liter / menit.

b. jumlah pipa air kotor

Bak mandi

: ( 1 x 4 ) = 4 buah

 

Table “A”

= 4 x 90 L

/ menit

=

360 L / menit

Pipa Lt. 3

= 1.500 L / menit

+

 

Total

= 1.860 L / menit

Tabel “B” : Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 4” = 15.000 liter / menit.

c. jumlah pipa air kotor Wastafel

= 1 buah

 

Tabel “A”

= 1 x 60 L / menit

=

60 L / menit

Cuci

= 1 buah

Tabel “A”

= 1 x 90 L / menit

=

90 L / menit

Pipa Lt. 3

= 1.500 L / menit +

 

Total

= 1.650 L / menit

Tabel “B” : Diambil pipa kotoran tegak / vertical : 1 ø 3” = 1.800 liter / menit.

Total : 13.050-(3x1500)+1.800+1.860+1.650 = 13.860 L / menit

Dipakai :

pipa kotoran tegak / vertical : 2 ø 4” = 30.000 liter / menit.

pipa kotoran tegak / vertical : 8 ø 3” = 14.400 liter / menit.

44.400 liter / menit

Perhitungan pipa horizontal pada basement

Dari pembagian shat dan pipa vertikal yang telah di analisis diatas didapatkan 10 titik pipa vertikal yang turun ke lantai dasar. Sehingga akan ada 10 persimpangan pipa yang mempertemukan setiap du pipa yang sejajar pada shaft dan kemudian di hubungkan ke SPT dengan 1 pipa dari 10 pipa

sambungan tersebut.

Dipakai pipa kotoran horizontal : 11 ø 4” = 165.000 liter / menit.

7) Pipa Drainase tegak ( Air Hujan )

  • a) Luas bidang atap

= 49 x 10.25 x 1,3 = 652,925 m2

  • b) Curah hujan terbesar di Indonesia

= 8,3 ltr / mnt / m2

  • c) Curah hujan total

= 652,925 x 8,3 ltr / mnt = 5.419,278 ltr / mnt

REKAPITULASI PERHITUNGAN PEMBUANGAN LIMBAH PADAT DAN CAIR PADA HOTEL EDELWEISS

  • Rekapitulasi perhitungan

Keterangan

Volume

Pipa closet

  • 14.040 liter/menit

Pipa air kotor

  • 13.680 liter/menit

Pipa air hujan

5.419,278 liter/menit

REKAPITULASI TOTAL PIPA

Diameter Pipa

Jumlah

3”

16

buah

4

13

buah

Total Keseluruhan Volume Pembuangan Closet = 14.040 liter/menit = 14,04 m3. Maka dari Tabel G dapat ditentukan Septick Tank ukuran 1,8 m x 5,4 m x 2 m dengan volume 16 m3.