Anda di halaman 1dari 16

HAMPARAN RUMPUT

MAKALAH

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Terstruktur pada Mata Kuliah
Pemodelan Matematika

Oleh:
Kelompok VII
MUTHMA INNAH

: 2411.014

MIKE YULIASTUTI

: 2411.027

Dosen Pembimbing:
Tisti Ilda Prihandini, M.Si

PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN TARBYAH


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SJECH M. DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI
2013M/1434H

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Lapangan rumput merupakan lapangan yang terbuat dengan beralaskan
rumput namun tentu saja yang ditumbuhkan pada tanah yang keras agar memiliki
pantulan. Karakteristik lapangan ini adalah yang tercepat dalam hal laju bola di
lapangan. Bola cenderung untuk meluncur dan hanya sedikit memiliki efek
pantulan karena friksi minimum yang dihasilkan dari lapangan rumput. Karena
biaya perawatannya yang mahal terutama untuk perawatan rumput dan tanahnya,
saat ini lapangan rumput sudah jarang dijumpai.1
Lapangan rumput pertandingan tenis selalu rentan terhadap gangguan
karena hujan. Penutup air hujan pada lapagan tersebut terbukti tidak sering tersedia
di lapangan, sehingga permainan hanya dapat dilanjutkan ketika

lapisan atas

rumput telah cukup kering atau tepatnya ketika air hujan telah masuk ke lapisan
tanah atau saat ia menguap kembali ke atmosfer setelah hujan telah berhenti.
Sejumlah perangkat mekanik dapat dilakukan untuk mempercepat proses
pengeringan, tetapi untuk menghindari kerusakan rumput tetap saja cara terbaik
yang digunakan yaitu dengan membiarkan rumput mengering secara alami. Nah,
model matematika dapat dibentuk untuk menggambarkan proses pengeringan
tersebut. Hal itulah yang mendasari penulis menyusun makalah Hamparan
Rumput melalui model matematika.
1.2 Tujuan
Tujuan disusunnya makalah ini, yaitu:
1.2.1 Untuk mengetahui bagaimana proses pengeringan pada hamparan rumput
atau tepatnya lapangan rumput pertandingan tenis ketika terjadi hujan saat
pertandingan dilaksanakan.

http://shabrinasafiraf.wordpress.com/2012/02/24/tenis-lapangan/ (Diakses pada Jumat,


25-10-2013)

1.2.2 Untuk mengetahui kapan permainan dapat dimulai kembali dengan kondisi
lapangan sudah cukup kering.
1.3 Rumusan Masalah
1.3.1 Bagaimana proses pengeringan lapangan rumput?
1.3.2 Kapan permainan dapat dimulai kembali dengan kondisi lapangan yang sudah
cukup kering?
1.4 Manfaat
Manfaat dari pemodelan pengeringan hamparan rumput atau lapangan
rumput tenis ini yaitu dalam bidang olahraga bermanfaat untuk mengetahui kapan
pertandingan tenis dapat dilanjutkan kembali jika terjadi hujan. Sehingga
pertandingan dapat berjalan lancar.

Selain itu di bidang matematika juga

bermanfaat dalam perkembangan ilmu matematika dalam pembahasan tentang


persamaan diferensial khususnya persamaan diferensial linear sederhana, serta
dalam pokok bahasan eksponensial dan logaritma.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Ilmu Matematika


Ilmu Matematika yang terkait dalam masalah hamparan rumput ini yaitu
tentang persamaan diferensial linear sederhana, eksponensial dan logaritma.
Suatu persamaan yang mengandung turunan atau diferensial dinamakan
persamaaan persamaan diferensial.
Beberapa contoh persamaan diferensial adalah

(a)

+ sin

+ y = cos x

(b)

= 32

(c)

=0

Penyelesaian

persamaan

diferensial

dapat

dilakukan

dengan

mengembangkan metode pemisahan peubah untuk mencari suatu solusi. Namun,


tidak semua persamaan diferensial dapat dipisahkan. Contohnya seperti:

Dimana

dan

hanyalah fungsi

saja. Sebuah persamaan

diferensial dalam bentuk ini dikatakan sebagai persamaan diferensial orde-satu.2


Suatu persamaan yang mengandung satu atau beberapa turunan dari suatu
fungsi yang

tidak diketahui disebut persamaan diferensial. Khususnya suatu

persamaan berbentuk:

dimana

menyatakan turunan

diferensial biasa tingkat

terhadap

yang ke

, disebut persamaan

.3

2.2 Materi Aplikasi


Menurut jenis material yang dipakai untuk membuat lapangan,
secara garis besar lapangan tenis dibagi menjadi 3, yaitu:
a. Clay Court (Lapangan Tanah Liat)
Lapangan jenis ini terbuat dari serpihan-serpihan tanah liat atau
pasiran dari batu bata yang dihancurkan. Lapangan model ini umumnya
memiliki karakteristik lambat. Laju bola yang bergulir di lapangan
memiliki putaran yang lambat sehingga memungkinkan bagi pemain
untuk dapat memainkan bola lebih lama dengan rally-rally yang
panjang.
1. Lapangan Tanah Liat Merah
Lapangan tanah liat merah dan tanah liat hijau adalah dua jenis
lapangan yang bisa membuat permainan menjadi lebih lambat.
Lapangan tanah liat merah terbuat dari tanah liat atau batu bata yang

Edwin J Purcell dan Dale Varberg, Kalkulus dan Geometri Analitis Jilid 1 Edisi
Kedelapan, (Jakarta: Erlangga, 2004), hal. 355
3
Edwin J Purcell dan Dale Varberg, Kalkulus dan Geometri Analitis Jilid 2 Edisi
Keempat, (Bandung: Erlangga, 1984), hal. 400
2

dilumatkan. Turnamen bergengsi yang menggunakana lapangan tipe


ini adalah Grandslam Prancis Terbuka.
2. Lapangan Tanah Liat Hijau
Lapangan tanah liat hijau sering digunakan di Amerika Serikat.
Lapangan ini dibuat dari Har-Tru, campuran dari batu, karet, dan
plastik yang dihancurkan. Lapangan tanah liat dikategorikan lapangan
untuk permainan lambat karena bola melambung lebih lambat setelah
memantul di lapangan ini. Biasanya, pemain berpengalaman di
lapangan jenis ini menggunakan strategi cenderung bertahan di tanah
padat pada belakang garis permainan.
b. Grass Court (Lapangan Rumput)
Seperti namanya, lapangan ini terbuat dengan beralaskan rumput
namun tentu saja yang ditumbuhkan pada tanah yang keras agar
memiliki pantulan. Karakteristik lapangan ini adalah yang tercepat
dalam hal laju bola di lapangan.
Bola cenderung untuk meluncur dan hanya sedikit memiliki efek
pantulan karena friksi minimum yang dihasilkan dari lapangan rumput.
Karena biaya perawatannya yang mahal terutama untuk perawatan
rumput dan tanahnya, saat ini lapangan rumput sudah jarang dijumpai.
c.

Hard Court (Lapangan Beton / Aspal)


Lapangan ini adalah jenis lapangan tenis yang paling populer di
mana-mana. Material yang digunakan adalah permukaan keras yang
biasanya dibuat dari aspal atau semen keras yang dilapisi karet.
Karakteristik lapangan ini termasuk cepat-sedang, tergantung dari bahan
yang dibuat untuk lapangannya. Untuk lapangan yang terbuat dari
semen Lapangan Hard Court memiliki karakteristik cepat, tapi untuk
yang berbahan pasir atau kerikil yang di aspal umumnya sedang.
Metode pembangunan lapangan memiliki berbagai teknik
dengan bahan yang berbeda-beda, misalnya rubber cusion yang
dilengkapi

dengan

teknologi

dari

USA dapat

memperbaiki

lapisan beton/aspal pada lapangan tennis yang rusak/retak tanpa harus


membongkar Hardcourt menjadi Softcourt.4
Jadi, yang akan dibahas dalam makalah ini adalah tentang
lapangan tenis dengan jenis grass court atau jens lapangan rumput,
tepatnya pada pengeringan lapangan rumput tersebut ketika sebelumnya
terjadi hujan.

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Identifikasi Masalah
Diberikan curah hujan lokal dan bagaimana kemungkinan untuk
memprediksi waktu pengeringan lapangan sehingga dapat digunakan untuk
bermain kembali. Misalnya, anggaplah bahwa rumput kering, kemudian tiba-tiba
mulai hujan dan hujan berlanjut dengan laju konstan setengah jam. Perkirakan juga
bahwa banyaknya hujan di hamparan rumput saat ini adalah 1,8 cm.
(Ini adalah kedalaman bukan volume sampai dikalikan dengan daerah tangkapan
air).
4

http://spesialis-lapangan.blogspot.com/ (Diakses Jumat, 25-10-2013)

3.2 Faktor-faktor dan Variabel yang Digunakan

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Deskripsi
Kecepatan curah hujan
Waktu
Luas hamparan rumput
Ketebalan hamparan rumput
Banyaknya hujan sekarang di
hamparan rumput
Kecepatan penguapan
Lamanya resapan
Konstanta yang sebanding
Waktu pengeringan / ketika

Tipe
Variabel
Variabel
Parameter
Parameter
Variabel
Variabel
Variabel
Parameter

Simbol

Satuan
-1

r (t)
T
A
D
Q (t)

ms
s
m2
M
M

e (t)
s (t)
a, b
C

m s-1
m s-1
s-1
S

hujan berhenti

3.3 Formulasi/ Simplest Model


Terdapat prinsip aliran, yaitu:
Laju kenaikan air di rumput = Laju aliran masuk Laju aliran keluar
Terlihat bahwa banyaknya hujan sekarang di hamparan rumput

yang

diukur dalam meter akan menjadi volume aktual air ketika dikalikan dengan luas
hamparan rumput

. Selain itu kecepatan penguapan

dan lamanya resapan

diukur dalam meter per detik dan bila dikalikan dengan luas hamparan rumput
maka menjadi tarif aliran volume yang diukur dalam meter kubik per detik.

Karena rumput kering untuk memulainya kita memiliki kondisi awal


sehingga dengan memperhatikan prinsip alir tersebut didapatkan:
.........................(1)

Untuk laju aliran keluar, kita harus memutuskan bahwa rumput sudah
kering sehingga air akan mengalir ke lapisan tanah dan melalui penguapan kembali
ke atmosfer. Sedangkan saat ini masih hujan sehingga tidak mungkin akan ada
penguapan, sehingga laju lamanya resapan harus dimodelkan. Kita ambil lamanya
resapan sebanding dengan banyaknya hujan sekarang di hamparan rumput dapat
dimodelkan:
......................(2)
Setelah hujan berhenti air terus menyerap melalui lapisan tanah dan
sekarang dapat juga menguap. Laju penguapan akan tergantung pada suhu udara
lokal dan kelembaban. Selain itu air yang menguap akan datang dari permukaan
atas rumput yang basah.
Untuk membuat model sederhana, tingkat penguapan akan diambil sebanding
dengan banyaknya hujan sekarang di hamparan rumput, yaitu:

Sekarang persamaan differensial dapat dibentuk untuk

dan dinyatakan

dalam 2 tahap sesuai dengan kondisi masih hujan atau tidak:

...................(3)

Dengan kata lain, banyaknya air hujan yang ada di hamparan rumput saat
ini sebanding dengan selisih kecepatan curah hujan dengan konstanta yang
sebanding dan banyaknya air hujan yang ada di hamparan rumput saat ini, dengan
waktu yang dibutuhkan adalah lebih dari nol dan kurang dari waktu pengeringan
ketika hujan berhenti. Dan persamaan selanjutnya ialah banyaknya air hujan yang
ada di hamparan rumput saat ini sebanding dengan selisih konstanta yang
sebanding dan banyaknya air hujan yang ada di hamparan rumput saat ini dengan
selisih konstanta yang sebanding berikutnya dan banyaknya air hujan yang ada di

hamparan rumput saat ini, dengan waktu yang dibutuhkan adalah lebih dari waktu
pengeringan ketika hujan berhenti.
Model ini bisa dibuat lebih realistis tetapi juga lebih rumit dengan
mempertimbangkan lambang alternatif untuk lamanya resapan dan tingkat
penguapan. Untuk melihat apakah solusi persamaan (3) memberikan hasil yang
memenuhi untuk air yang ada dirumput, kita memperoleh
mengintegrasikan persamaan, pertama menyediakan data untuk
diketahui dalam melewati bahwa ketebalan rumput
masalah. Tingkat curah hujan

dengan
dan . Perlu

tidak masuk ke dalam

dinyatakan sebelumnya akan konstan selama

setengah jam, yaitu:

Untuk melanjutkan mengembangkan model kita harus meletakkannya ke


dalam nilai-nilai yang cocok untuk sifat yang sebanding dengan konstanta

dan .

Tapi nilai yang cocok belum diketahui dan yang sering terjadi pada pemodelan
yaitu kita harus memilih dari sejumlah tindakan alternatif. Salah satunya adalah
dengan melihat lebih dalam prinsip-prinsip teoritis yang terlibat dan berharap untuk
menemukan nilai yang sesuai untuk konstanta
Pilihan lainnya adalah dengan melanjutkan

dan
dan

dari pertimbangan ilmiah.


sebagai parameter dengan

nilai-nilai yang tidak ditentukan. Lalu untuk mendapatkan solusi matematika dan

kemudian untuk membandingkan prediksi model dengan data real sehingga nilai
dan

yang paling cocok yitu dengan memasukan nilai-nilai tertentu dari


dan

3.4 Penyelesaian Masalah


Dari persamaan (3) jika kita mengambil luas hamparan rumput yaitu
dan persamaan differensial yang harus dipecahkan adalah:

Keduanya itu adalah persamaan linear sederhana orde pertama dan


solusinya dapat diperoleh tanpa kesulitan. Mengintegrasikan persamaan (4)
diperoleh:
......................................(6)

Ini berlaku sampai dengan

, pada saat

Sekarang menyelesaikan persamaan (5) dengan cara yang sama diperoleh:


,

Dimana

adalah penggabungan konstan yang dihitung dari kondisi

Kemudian disubstitusikan, sehingga diperoleh

, maka:

..........................(7)
Jadi, diperoleh bahwa banyaknya air hujan yang ada di hamparan rumput saat ini
yaitu sebanding dengan
lebih dari

, dengan waktu yang dibutuhkan

3.5 Evaluasi
3.5.1 Interprestasi Solusi
Persamaan (7) memprediksi bagaimana kuantitas air di hamparan
rumput berkurang setelah akhir dari curahan hujan dan masalahnya adalah
untuk menemukan ketika permainan dapat dilanjutkan kembali yang berarti
ketika rumput kembali kering; maka

. Namun pernyataan dalam

persamaan (7) adalah fungsi eksponensial negatif dan

tidak akan pernah

benar-benar menjadi nol menurut model ini. Kita dapat membuat asumsi
bahwa ketika kuantitas air telah menurun menjadi

dari nilai puncaknya

maka rumput cukup kering. Berapa lama kita harus menunggu hingga
diperoleh

dalam persamaan (7) tersebut? Dengan kata lain


.

Dengan

menggunakan

logaritma, kita menemukan bahwa:


, dengan nilai

prinsip

Jadi setelah akhir dari curah hujan, kita akan menunggu


atau sekitar 16 menit. Pilihan kita pada

adalah sewenang-wenang.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk turun ke


Dengan

lagi

dari maksimum?

pada persamaan (7) kita menemukan bahwa


, maka diperlukan

lagi atau sekitar

menit.5

3.5.2 Efektifitas Model


Model

pengeringan

hamparan

rumput

ini

dapat

diukur

efektifitasnya, yaitu termasuk dalam hal realistik deskriptif dan berguna.


Dikatakan termasuk efektifitas dalam hal realistik deskriptif

karena

pemodelan tentang pengeringan hamparan rumput ini merupakan masalah


nyata, sehingga ia menjelaskan dengan nyata proses terjadinya pengeringan,
dan tentunya pemodelan ini dapat dibawa ke dunia nyata. Selain itu ia juga
dikategorikan efektifitas model dalam hal berguna karena dengan adanya
pemodelan matematika pada pengeringan hamparan rumput ini maka akan
berguna untuk dipakai dalam bidang olahraga khususnya ketika pertandingan
tenis tentang kapan lapangan rumput akan kering sehingga dapat diprediksi
kapan permainan tersebut dapat dilanjutkan kembali. Jadi, proses pemodelan
ini tidak hanya sebatas teori saja, namun sangat berguna dalam dunia nyata
khususnya dalam permainan tenis di lapangan rumput.

3.5.3 Jenis Model Matematika


Berdasarkan kegunaannya, pemodelan ini tergolong jenis deskriptif.
Karena model ini menjelaskan atau memprediksi bagaimana sesuatu hal
dapat berjalan sebagaimana mestinya, yaitu dalam hal ini tentang

5
Dilwyn Edwards dan Mike Hamson, Guide to Mathematical Modelling, (London:
THE MACMILLAN PRESS LTD, 1989), hal. 233-237

menjelaskan bagaimana

agar permainan dapat kembali berjalan lancar

sebagaimana mestinya melalui proses pengeringan lapangan rumput tersebut.


Berdasarkan informasi datanya, pemodelan pengeringan lapangan
rumput ini tergolong

jenis deterministik, karena untuk suatu kondisi

indikatornya tetap atau tidak berubah-ubah. Sedangkan berdasarkan


kuantitatifnya, maka pemodelan ini termasuk jenis kontinu. Karena
perhitungannya tidak pasti atau dengan kata lain dalam bentuk berkoma.
Selain itu, berdasarkan penyelesaiannya pemodelan ini tergolong jenis
analitik. Karena model diselesaikan secara ilmiah atau dengan menggunakan
proses matematika, yaitu seperti dengan menggunakan persamaan diferensial
linear orde satu.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Melalui pemodelan matematika pada proses pengeringan hamparan rumput
atau lapangan rumput permainan tenis maka kita dapat menemukan bahwa
banyaknya air hujan yang ada di hamparan rumput saat ini sebanding dengan
selisih kecepatan curah hujan dengan konstanta yang sebanding dan banyaknya air
hujan yang ada di hamparan rumput saat ini, dengan waktu yang dibutuhkan adalah
lebih dari nol dan kurang dari waktu pengeringan ketika hujan berhenti. Dan
persamaan selanjutnya ialah banyaknya air hujan yang ada di hamparan rumput
saat ini sebanding dengan selisih konstanta yang sebanding dan banyaknya air
hujan yang ada di hamparan rumput saat ini dengan selisih konstanta yang
sebanding berikutnya dan banyaknya air hujan yang ada di hamparan rumput saat
ini, dengan waktu yang dibutuhkan adalah lebih dari waktu pengeringan ketika
hujan berhenti. Sehingga diperoleh permainan dapat dilanjutkan setelah akhir dari
curah hujan, yaitu kita akan menunggu

lagi atau sekitar 16 menit untuk

bermain, dengan asumsi ketika kuantitas air telah menurun menjadi

dari nilai

puncaknya maka rumput cukup kering. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk
turun dari 5% maksimum, maka diperlukan

lagi atau sekitar

menit lagi.

4.2 Saran
Alhamdulillah masalah tersebut dapat terpecahkan. Dan kami berharap
dengan adanya makalah ini maka dalam permainan tenis di lapangan rumput harus
diadakan pemantauan lebih lanjut tentang besarnya kecepatan curah hujan, waktu
turunnya curah hujan, luas daerah hamparan rumput, ketebalan hamparan rumput,
banyaknya air hujan yang turun di hamparan rumput, laju penguapan, lamanya

resapan, serta waktu hujan berhenti. Dan tentu itu memerlukan ketelitian dan alat
yang canggih dalam memperhatikannya. Semoga dapat bermanfaat untuk ke
depannya.

DAFTAR PUSTAKA

Purcell, Edwin J dan Dale Varberg, 1984, Kalkulus dan Geometri Analitis Jilid 2 Edisi
Keempat, Bandung: Erlangga
Purcell, Edwin J dan Dale Varberg, 2004, Kalkulus dan Geometri Analitis Jilid 1 Edisi
Kedelapan, Jakarta: Erlangga
Edwards, Dilwyn dan Mike Hamson, 1989, Guide to Mathematical Modelling, London:
THE MACMILLAN PRESS LTD
http://shabrinasafiraf.wordpress.com/2012/02/24/tenis-lapangan/ (Diakses pada Jumat,
25-10-2013)
http://spesialis-lapangan.blogspot.com/ (Diakses pada Jumat, 25-10-2013)