Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH SISTEM INTEGUMEN NUTRISI UNTUK PENYAKIT KULIT

Dosen pembimbing : Muhammad Rajin, S.Kep.,Ns M.Kes

Disusun Oleh: NAMA KELOMPOK 8 1. Anjani Tri lestari 2. Devi Virianawati 3. Fahmiatul fununi 4. Rahman Lesipela (7311007) (7311049) (7311017) (73110)

PRODI S1 KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ULUM JOMBANG, 2013

HALAMAN PENGESAHAN MAKALAH SISTEM INTEGUMEN Nutrisi Untuk Penyakit Kulit Di Fakultas Ilmu Kesehatan Prodi S1 Keperawatan Universitas Pesantren Tinngi Darul Ulum Tahun Pelajaran 2013/2014 Disusun Oleh : NAMA KELOMPOK 8 1. Anjani Tri lestari 2. Devi Virianawati 3. Fahmiatul fununi 4. Rahman Lesipela (7311007) (7311049) (7311017) (73110)

MENYETUJUI / MENGESAHKAN Dosen Pengajar dan Dosen Pembimbing

Muhammad Rajin, S.Kep.,Ns M.Kes

KATA PENGANTAR

Tiada kata yang lebih mulia selain ungkapan puji syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT. Karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah SISTEM INTEGUMEN tentang Nutrisi untuk penyakit kulit ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan guna memenuhi tugas yang diberikan oleh Herin mawarti, S.Kep.,Ns, M, Biomed selaku dosen pembimbing. Tidak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada referensi, buku dan media massa yang berhubungan dengan system reproduksi yang telah membantu dalam penyusun makalah ini hingga selesai dan juga kami ucapkan banyak terima kasih atas pemberian tugas ini, karena kami dapat lebih memahami. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi kami sendiri dan para pembaca pada umumnya. Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun dan para pembaca sehingga dapat membantu kearah perubahan yang lebih baik di kemudian hari.

Jombang, September 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................................. KATA PENGANTAR ........................................................................................................... DAFTAR ISI.......................................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................... 1.1.Latar belakang .................................................................................................................. 1.2.Rumusan masalah ............................................................................................................ 1.3.Tujuan .............................................................................................................................. BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................................... 2.1.Definisi ............................................................................................................................. 2.2.Fungsi Nutrisi................................................................................................................... 2.3.Macam-macam nutrisi ..................................................................................................... 2.4.Fungsi nutrisi bagi tubuh ................................................................................................. 2.5.Jenis-jenis nutrisi ............................................................................................................. 2.6.Nutrisi yang di anjurka untuk penderita penyakit kulit ................................................... 2.7.Makanan yang perlu dihindari pada penderita penyakit kulit .......................................... BAB III PENUTUP ............................................................................................................... 3.1.Kesimpulan ...................................................................................................................... 3.2.Saran ............................................................................................................................... DAFTAR & DATA PUSTAKA ............................................................................................

BAB I PENDAHULUAN 1.1 . Latar Belakang Makanan menyediakan makanan dan juga mempunyai arti simbolik. Pemberian atau pengambilan makanan meruakan bagian dari upacara, pertemuan sosial, tradisi liburan, acara keagamaan, perayaan ulang tahun, dan berkabung atas kamtian. Kesulitan mengambil keputusan untuk menghentikan pemberian makanan pada penyakit terminal, walaupun makanan dalam bntuk nutrisi intravena, merupakan pengakuan dalam terhadap kekuatan simbolik makanan dan pemberian makan. Produk makanan dan herbal pada awalnya merupakan bagian penting dari obat-obatan rakyat Amerika dan rakyat Amerika asli.biji padi, teh, botanikal, herbal, dan rempahrempah merupakan bumbu-bumbu yang membentuk dasar obat-obatan rakyat. Yang menarik, banyak obat-obatan rakyat tersebut kini memperoleh perhatian kembali diantara berbagai pengobatan alternatif modern (Carper, 1993; Fuhrman, 1995). Kurkulum keperawatan menempatkan penekanan terbesar pada akibat nutrisi dalam peningkatan kesehatan, dan sikap mengenai rumah sakit berubah. Rumah sakit yang telah dianggap sebagai fasilitas penempatan untuk penyakit terminal sekarang diakui sama pentingnya dalam meningkatkan restorasi kesehatan. Kurikulum keperawatan menempatkan penekanan terbesar pada akibat nutrisi dalam peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit dan restorasi kesehatan. Peserta didik keperawatan diajarkan nutrisi normal dan nutrisi terapeutik, nutrisi pada penyakit dan peranan anggota baru tim perawatan kesehatan, penata diet klinik. Selama akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an, kurikulum keperawatan mengintegrasikan isi nutrisi menjadi kurikulum daripada memiliki kursus yang terpisah. Nutrisi sekarang diakui sebagai perawatan penting pada penyakit apapun yang menempatkan klien pada resiko malnutrisi. Pada beberapa penakit, seperti diabetes mellitus yang tidak tergantung insulin atau hipertensi ringan, tetapi diet menjadi perawatan besar untuk kontrol penyakit. Kondisi lain, seperti penyakit radang usus besar, membutuhkan nutrisi pendukung yang khusus seperti pamberian makan malalui selang enternal atau nutrisi parenteral. Standar Untuk Komisi Gabungan Akreditasi Organisasi Perawatan Kesehatan (1996) membutuhkan para praktisi perawatan

kesehatan

berkolaborasi

dengan

klien

dan

saling

mengembangkan,

mengimplementasikan, dan mengevaluasi rencana perawatan nutrisi.. 1.2 .Rumusan Masalah Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, agar dalam penulisan ini kami dapat memperoleh hasil yang di inginkan, maka kami mengemukakan beberapa rumusan masalah. Rumusan masalah tersebut antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. Apa definisi nutrisi ? Apa fungsi nutrisi bagi tubuh? Apa saja jenis-jenis nutrisi? Nutrisi apa saja yang di anjurka untuk penderita penyakit kulit? Apa saja makanan yang perlu dihindari pada penderita penyakit kulit?

1.3 Tujuan 1. Tujuan umum Supaya mahasiswa atau para pembaca mampu mengerti dan memahami tentang nutrisi pada penderita penyakit kulit serta menerapkan dari

penatalaksanaan pada saat di Rumah Sakit. 2. Tujuan khusus a. Mahasisa mampu memahami tentang nutrisi b. Mahasiswa mampu memberikan nutrisi yang cocok untuk penderita penyakit kulit. c. Mahasiswa mampu mengetahui nutrisi yang perlu dihindari untuk penyakit kulit.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Definisi nutrisi Pengertian akan nutrisi tidak hanya sebatas dari para ahli gizi atau peneliti kesehatan saja. Namun pengertian ini juga meluas khususnya bagi dunia kesehatan. Nutrisi bagi kesehatan adalah semacam asupan penting yang terdapat pada makanan yang sering dikonsumsi oleh kita. Berisi zat-zat penting seperti vitamin, mineral, karbohidrat, dan lainnya. Pengetahuan akan pengertian nutrisi memang perlu kita ketahui sebagai pengatur pola makanan. Beberapa ahli memberikan penjelasan mengenai pengertian nutrisi adalah ikatan kimia yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan fungsinya yang berupa energi. Selain itu energi juga dapat membangun dan memelihara jaringan dalam tubuh serta mengatur proses kehidupan.

2.2 Fungsi nutrisi bagi tubuh Berdasarkan pengertian Nutrisi itu sendiri , zat ini memang menjadi asupan utama bagi tubuh seseorang dalam melakukan berbagai kegiatan sebagai pembentuk energi penting. Fungsi nutrisi itu sendiri juga beragam seperti sebagai proses pengambilan zat-zat makanan yang penting, sebagai subtansi organik yang dibutuhkan organisme untuk bergerak normal. Namun nutrisi sangat berbeda dari makanan yang kita makan tiap harinya, nutiri adalah apa yang terkandung dalam makanan tersebut. Nutrisi juga berperan aktif sebagai asupan makanan yang sehat bagi tubuh, tubuh setidaknya mengkonsumsi beberapa jenis makanan setiap harinya. Tidak lantas kita menyepelekan nutrisi, sebab tidak semua makanan memiliki nutrisi. Nutrisi digunakan untuk makanan sebagai pembentuk energi, dimana setiap jaringan dalam tubuh bekerja dengan baik. Nutrisi juga dapat dikatakan sebagai suatu proses organism yang menggunakan objek utamanya yaitu makanan yang sering dikonsumsi dalam kondisi yang normal, dengan menggunakan proses degesti, absorsi serta metabolisme yang pada nantinya akan membuang beberapa zat yang memang tidak digunakan oleh tubuh.

2.3 Jenis-jenis nutrisi Setelah mengetahui pengertian nutrisi, ada beberapa jenis nutrisi yang memang perlu untuk diserap oleh kita tiap harinya. Anata lain: a. Karbohidrat, jenis nutrisi ini adalah komposisi yang terdiri dari elemen karbon, hydrogen serta oksigen. Jenis zat ini terdapat pada beras, jagung, gandum, ubiubian. b. Lemak, sebagai jenis nutrisi yang juga diperlukan oleh tubuh kita, lemak berperan sebagai sumber energi yang didapatkan. c. Protein, merupakan konstituen penting untuk semua sel-sel dalam tubuh. d. Vitamin, juga menjadi sarana nutrisi yang tak kalah penting untuk mengatur metabolisme dalam tubuh. e. Mineral serta air juga merupakan jenis nutrisi yang sangat penting bagi tubuh. 2.4 Nutrisi yang dianjurkan untuk penderita penyakit kulit a. Teh hijau Teh hijau kaya akan antioksidan polifenol yang dapat memberikan perlindungan dari sinar ultraviolet matahari yang bisa merusak kulit. Baik anda menerapkannya langsung ke kulit atau menikmatinya sebagai minuman, antioksidan pada teh hijau dapat mencegah kerusakan DNA dan membantu memperbaikinya jika memang sudah terjadi kerusakan. Minum teh hijau juga memastikan tubuh anda tetap terhidrasi, di mana hal ini juga faktor penting untuk menjaga kesehatan kulit. b. Yogurt Yogurt rendah lemak merupakan makanan sumber vitamin A, nutrisi yang penting untuk menjaga kesehatan kulit. Vitamin A membantu tubuh menghasilkan kolagen, protein penting yang ikut bertanggung jawab atas elastisisitas kulit. Vitamin ini juga membantu melindungi kolagen terhadap kerusakan. c. Ikan Ikan merupakan sumber protein rendah lemak. Ikan seperti tuna, todak, atau salmon adalah sumber asam lemak omega-3 alami. Nutrisi ini sangat penting dan berperan dalam meredakan peradaganan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 dalam makanan dapat membantu melawan efek merusak dari radiasi ultraviolet terhadap kulit. Ikan salmon dikenal mengandung senyawa antioksidan yang disebut astaxanthin. Antioksidan ini dapat mencegah kulit kendur dan keriput.

d. Kacang Brazil Kacang mungkin tinggi lemak, namun lemak baik, yakni lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal. Lemak-lemak tersebut dapat meningkatkan kesehatan sistem peredaran darah. Kacang Brazil merupakan sumber selenium, mineral penting bagi fungsi sistem kekebalan tubuh. Kacang ini juga kaya antioksidan yang baik untuk kesehatan kulit seperti vitamin E. Kacang Brazil telah terbukti meningkatkan sirkulasi kulit dan membuatnya lebih bercahaya. e. Coklat hitam Coklat hitam atau dark chocolate penuh dengan antioksidan flavonoid. Menurut sebuah penelitian yang dikutip dalam European Journal of Nutrition dan Journal of Cosmetic Dermatology, coklat hitam tidak hanya melindungi jantung dan pembuluh darah, namun juga melindungi kulit dari kerusakan akibat matahari. f. Buah Berry Keluarga buah berry seperti stroberi, blackberry, cranberry, dan raspberry adalah buah yang kaya akan antioksidan. Buah ini sangat bermanfaat untuk melawan kanker dan mencegah penyakit lainnya. Makanan super ini membantu pertahanan antioksidan alami kulit dan melawan radikal bebas berbahaya akibat serangan radiasi ultraviolet pada kulit. g. Biji-bijian Tidak seperti tepung halus atau nasi putih, biji-bijian seperti gandum, haver(oat), dan beras merah menawarkan lebih banyak manfaat kesehatan daripada sekedar karbohidrat sederhana. Biji-bijian tidak hanya kaya serat yang baik bagi pencernaan, namun juga merupakan sumber vitamin B yang baik bagi kulit seperti folat, niasin, dan zat gizi mikro seperti seng dan magnesium. Seng sangat penting bagi pertahanan kulit terhadap kerusakan. h. Kunyit Kunyit tidak hanya dikenal sebagai rempah-rempah pelengkap bumbu masakan. Kunyit merupakan sumber utama kurkumin, senyawa aktif polifenol yang dapat melawan perkembangan kanker kulit. Kurkumin pada kunyit juga dapat mengurangi peradangan dan bekerja sebagai antioksidan yang dapat memperbaiki kerusakan kulit. i. Buah-buahan kaya vitamin C Vitamin C merupakan antioksidan penting untuk menjaga jaringan ikat. Kekurangan vitamin C diketahui bisa menyebabkan penyakit kulit yang bernama

kudis. Vitamin C juga sangat efektif dalam mengurangi keriput di kulit. Selain itu, Vitamin C berperan penting dalam melawan radikal bebas, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan memperbaiki kulit yang rusak. Konsumsilah buah kiwi atau buah-buahan yang mengandung vitamin C lainnya seperti buah jeruk, pepaya, jambu biji, dan lain sebagainya, untuk menjaga kulit anda tetap sehat. j. Buah Zaitun dan Minyak Zaitun Buah zaitun bisa dimakan langsung atau bisa diperas menjadi minyak zaitun, keduanya sama-sama bermanfaat. Minyak zaitun dapat digunakan sebagai bumbu salad dan juga hal-hal yang terkait dengan kulit. Minyak zaitun sering dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk kulit yang sangat kering. Minyak ini selembut sutra dan biasanya tidak menyebabkan reaksi alergi. Minyak zaitun juga dapat melindungi kulit terhadap kerusakan akibat sinar matahari dan kanker. Vitamin E yang terkandung di dalamnya bisa dimanfaatkan untuk pelembab kulit dan perawatan kulit wajah. Minyak zaitun juga dapat digunakan sebagai obat alami untuk gangguan kulit seperti ruam, eksim, keriput, garis-garis halus, bintik hitam, kulit terbakar, dan juga untuk mencegah kanker kulit. 2.5 Nutrisi yang perlu di hindari untuk penderita penyakit kulit Pemilihan makanan memang menjadi hal yang mutlak jika tidak ingin alergi muncul kembali. Nah, seperti yang dikutip dari laman Timesofindia, berikut adalah apa saja yang harus sedikit dihindari. a. Telur: konsumsi telur bagi mereka yang mengidap alergi tententu bisa merangsang jenis masalah kulit seperti kemerahan dan ruam pada kulit. b. Kacang : menurut seorang ahli gizi, Mansi Belani, kacang menyebabkan reaksi alergi seperti gangguan pada masalah perut, dan ruam pada kulit. c. Ikan dan daging: Ikan dan daging dikatakan menimbulkan reaksi alergi pada beberapa individu. Reaksi-reaksi ini terutama menyebabkan urtikaria (infeksi kulit dan rasa gatal), gangguan gastrointestinal dan bahkan asma. d. Susu sapi: Protein kasein dan beta-lactoglubin dikenal sebagai alergen utama. Shetty mengatakan, ketika dikonsumsi susu sapi merangsang reaksi alergi lain termasuk sakit perut, gerakan longgar, rasa mual, dan lainnya.

e.

Kacang kedelai: Kehadiran phytoestrogen dan tingginya kandungan serat dalam kacang kedelai dikatakan menyebabkan masalah pencernaan seperti stomatitis, diare kembung, dan sakit perut.

f.

Tepung terigu: gluten gandum dikatakan alergen. Ini telah dikaitkan dengan mempercepat gejala penyakit celiac pada beberapa orang. Penyakit celiac adalah suatu kondisi yang merusak lapisan usus kecil dan mencegah dari menyerap nutrisi penting. Gluten juga ditemukan dalam barley, gandum dan gandum hitam.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan 3.2 Saran ,