Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK KIMIA IV ALIRAN FLUIDA

Disusun Oleh : Zeffa Aprilasani NIM : 200 !"00"#

Fa$ul%as Te$ni$ Ki&ia Uni'ersi%as Muha&&a(i)ah *a$ar%a 20++

ALIRAN FLUIDA

MAK,UD DAN TU*UAN 1. orifice.


2.

Menentukan hubungan pressure drop dengan kecepatan aliran menggunakan suatu Mengamati efek perubahan diameter orifice terhadap diameter pipa dengan melihat penurunan tinggi tekan tekanan pada tiap orifice yang digunakan. TEORI PER-O.AAN Fluida adalah zat yang tidak dapat menahan perubahan bentuk secara permanen. Adanya usaha mengubah bentuk suatu massa fluida, maka di dalam fluida itu akan terbentuk lapisan-lapisan yang satu meluncur di atas lainnya sehingga mencapai bentuk baru. Selama perubahan bentuk terdapat tegangan geser yang besarnya tergantung iscositas dan la!u luncur fluida. "ika keseimbangan tercapai semua tegangan geser akan hilang. Fluida dapat mengalir di dalam pipa atau saluran menurut dua cara berlainan. #ada la!u aliran rendah, penurunan tekanan di dalam fluida bertambah secara langsung berdasarkan kecepatan fluida tersebut, sedangan pada la!u aliran tinggi maka pertambahan itu !auh lebih cepat, yaitu kira-kira menurut kuadrat kecepatan. #erbedaan kedua !enis aliran ini pertama kali dipela!ari oleh $sborne %eynolds &1''(). %eynolds mempela!ari kondisi dimana satu !enis aliran berubah men!adi aliran !enis lain, dan menemukan bah*a kecepatan kritis, dimana aliran laminer berubah men!adi aliran turbulen, bergantung pada empat buah besaran, yaitu + diameter tabung, iskositas, densiti dan kecepatan linier rata-rata zat cair. #ada pengamatan selan!utnya ditun!ukkan bah*a transisi dari aliran laminer men!adi aliran turbulen dapat berlangsung pada kisaran angka %eynolds yang cukup luas. Aliran laminer selalu ditemukan pada angka reynolds di ba*ah 2100, tetapi bisa terdapat pada angka Reynolds sampai beberapa ribu, yaitu dalam kondisi khusus dimana lubang masuk tabung sangat baik kebundarannya, dan zat cair di dalam tangki sangat tenang. #ada kondisi aliran biasa, antara 21,, dan -,,,, terdapat suatu daerah transisi, dimana !enis aliran itu mungkin laminer dan mungkin pula turbulen, tergantung pada kondisi di lubang masuk tabung dan !araknya dari lubang masuk tersebut.
2

Pra$%i$u& Te$ni$ Ki&ia IV / Aliran Flui(a

Fluida biasa ditransportasikan di dalam pipa atau tabung yang penampangnya bundar dan terdapat di pasaran dalam berbagai ukuran, tebal dinding dan bahan konstruksi yang penggunaannya cepat dengan kebutuhan prosesnya. .ntuk menyambung potongan-potongan pipa atau tabung bergantung antara lain pada sifat -sifat bahan yang digunakan, tetapi ditentukan !uga oleh tebalnya pipa. /agian-bagian tabung yang berdinding tebal biasanya dipersambungkan dengan penyambung ulir, flens atau las. 0abung-tabung berdinding tipis disambung dengan solder atau dengan sambungan !olak. #ipa yang terbuat dari bahan rapuh, seperti gelas atau besi cor dipersambungkan dengan sambungan flens. /ila menggunakan pipa sambung berulir bagian luar u!ung pipa dibuat berulir dengan alat pembuat ulir. .ntuk men!amin rapatnya sambungan itu pada u!ung berulir pipa itu dibalutkan terlebih dahulu oleh pita politetraflouro etilen. 1a!u alir fluida merupakan fungsi dari *aktu, disamping merupakan fungsi diameter lubang dan pan!ang fluida, persamaan-persamaan dasar fluida dan lain sebagainya. ,IFAT0,IFAT FLUIDA Fluida itu dapat didefinisikan sebagai suatu benda yang tidak menahan distorsi &perubahan bentuk) secara permanen. Secara umum aliran fluida dapat dibedakan men!adi +
1. 2.

Fluida 2ncompressible &Fluida yang tidak dipengaruhi tekanan). Fluida 3ompressible & Fluida yang dipengaruhi tekanan ). Fluida yang peka terhadap perubahan ariable &tekanan, suhu) /ila kita mencoba

mengubah bentuk massa suatu fluida, maka di dalam fluida itu akan terbentuk lapisanlapisan dimana lapisan yang satu meluncur di atas yang lain, hingga mencapai suatu bentuk baru. Selama perubahan bentuk itu terdapat tegangan geser &shear stress), yang besarnya tergantung pada iskositas fluida dan la!u luncur. 0etapi bila fluida itu sudah akan mendapatkan bentuk akhirnya, semua tegangan geser itu akan hilang. Fluida yang dalam keseimbangan itu bebas segala tegangan geser. #ada suatu suhu dan tekanan tertentu setiap fluida mempunyai densitas tertentu, yang dalam praktek keteknikan biasa diukur dalam kilogram per-meter kubik. 4alupun densitas fluida bergantung pada suhu dan tekanan, perubahan karena ariabel itu mungkin besar dan mungkin kecil.

Pra$%i$u& Te$ni$ Ki&ia IV / Aliran Flui(a

Fluida biasanya diangkut di dalam pipa dan tabung dengan penampang lingkaran bundar dan tersedia dalam berbagai macam ukuran, ketebalan dinding dan bahannya. 0idak ada perbedaan antara pipa dengan tabung. #ada umumnya, pipa mempunyai pan!ang yang sedang dari 2, ft - -, ft. 0abung pada umumnya berdinding tipis dan sering di!umpai sebagai lilitan &coils) dengan pan!ang beberapa ratus feet. #ipa logam dapat dibuat ulir, sementara tabung biasanya tidak. 5inding pipa biasanya besar, tabung mempunyai dinding yang sangat halus. #ipa disambung dengan ulir, flange atau sambungan las. 0abung disambung dengan sambungan tekan, fitting, flare fitting atau soldered fitting. #ipa dan tabung dapat dibuat dari berbagai macam bahan yang meliputi logam dan logam paduan, plastik, karet, kayu, keramik, beton, asbes. #engukuran aliran fluida perlu dilakukan agar dapat melakukan pengendalian atas proses-proses industri. /erbagai !enis meteran digunakan untuk industri termasuk diantaranya + 1. olume. 2.
(. -. 6. 7. 8.

Meteran yang didasarkan atas penimbangan langsung atau pengukuran Meteran dengan tinggi tekan ariabel . Meteran penampang aliran. Meteran Arus. Meteran an!akan positip. Meteran magnetik. Meteran .ltrasonik. Meteran yang menyangkut penimbangan langsung dan penggunaan olume sederhana

sekali tidak akan dibahas. Meteran arus seperti anemometer mangkuk atau anemometer sudu, menggunakan elemen yang berputar pada kecepatan yang ditentukan oleh kecepatan aliran fluida dimana meteran itu ditempatkan. Meteran an!akan-positif meliputi berbagai !enis pompa pengukur, yang prinsipnya sama dengan pompa putar dan pompa bolak-balik. Meteran aliran magnetik bergantung pada timbulnya potensial listrik karena gerakan fluida yang bersifat menghantar melalui medan magnet yang seragam yang dibangkitkan dari luar. Menurut Faraday tentang induksi elektromagnetik, tegangan listrik & oltase) yang dibangkitkan berbanding lurus dengan kecepatan aliran fluida. Meteran aliran magnetik yang terdapat dalam perdagangan dapat dipergunakan untuk mengukur kecepatan pada hampir semua !enis fluida, kecuali hidrokarbon karena kondukti itas &kehantaran) listriknya terlalu
-

Pra$%i$u& Te$ni$ Ki&ia IV / Aliran Flui(a

kecil. $leh karena itu tegangan hasil induksi itu hanya bergantung pada kecepatan sa!a, perubahan iskosiatas atau density tidak mempunyai pengaruh terhadap bacaan meteran itu. Meteran ultrasonik menggunakan pergeseran frekuensi 5oppler daripada sinyal-sinyal &isyarat) listrik yang dipantulkan dari diskontinuitas seperti gelembung atau partikel zat padat di dalam arus zat cair. Alat ini tidak mempunyai bagian yang bergerak, tidak menyebabkan bertambahnya penurunan tekanan dan tidak pula mengganggu pola aliran fluida. 9ang paling banyak digunakan untuk mengukur aliran fluida adalah beberapa !enis meteran tinggi tekan ariabel dan meteran enturi, meteran orifice, tabung pitot, dalam kelompok meteran penampang aliran tercakup rotameter dengan berbagai rancangan. #ada prakteknya yaitu dilakukan untuk mengukur la!u alir fluida dengan menggunakan orifice. METERAN ORIFI-E Meteran $rifice mempunyai kelemahan tertentu dalam praktek pabrik pada umumnya. Alat ini cukup mahal, mengambil tempat cukup besar, dan diameter leher terhadap diameter pipa tidak dapat diubah-ubah. .ntuk meteran tertentu dengan sistem manometer tertentu pula, la!u aliran maksimum yang dapat diukur terbatas sehingga apabila la!u aliran berubah, diameter leher mungkin men!adi terlalu besar untuk memberikan bacaan yang teliti, atau terlalu kecil untuk dapat menampung la!u aliran maksimum yang baru. Meteran $rifice dapat mengatasi keberatan-keberatan terhadap enturi, tetapi konsumsi dayanya lebih tinggi. #rinsip meteran orifice identik dengan prinsip enturi, #enurunan penampang arus aliran melalui orifice itu menyebabkan tinggi tekan kecepatan meningkat tetapi tinggi tekan menurun, dan penurunan tekanan antara kedua titik sadap diukur dengan manometer. #ersamaan /ernoulli memberikan dasar untuk mengkorelasikan peningkatan tinggi tekan kecepatan dengan penurunan tinggi tekan tekanan. Ada satu kesulitan pokok yang terdapat pada meteran orifice yang tidak terdapat pada enturi. $leh karena orifice itu ta!am, arus fluida itu memisah disebelah hilir, disitu terbentuk ena kontrakta. "et itu tidak dipengaruhi oleh dinding padat, seperti halnya pada enturi, dan luas penampang !et itu ber ariasi antara besarnya lubang orifice dan ena kontrakta. 1uas penampang pada setiap titik tertentu, umpamanya pada posisi sadap hilir tidak mudah ditentukan, sedangkan kecepatan !et pada lokasi sadap hilir tidak dapat dihubungkan dengan mudah dengan diameter orifice. :oefisien orifice lebih empirik sifatnya daripada enturi, dan pengolahan kuantitatif untuk meteran orifice harus dimodifikasikan berhubungan dengan itu.
6

Pra$%i$u& Te$ni$ Ki&ia IV / Aliran Flui(a

#ersamaan untuk aliran orifice adalah sebagai berikut + .o ; 5imana + .o #a-#b 3o


Co 1 <
-

2 gc ( Pa + Pb )

; kecepatan fluida melalui orifice. ; rasio diameter orifice terhadap diameter pipa. ; tekanan pada titik A dan titik /. ; koefisien orifice.

#ada persamaan di atas 3o adalah koefisien orifice, tanpa termasuk kecepatan datang. :oefisien ini memberikan koreksi atas kontraksi !et fluida antara orifice dan ena kontrakta , "uga terhadap gesekan dan terhadap #a dan #b. =ilai 3o selalu ditentukan d6ari percobaan. =ilainya cukup ber ariasi sesuai dengan b dan /ilangan %eynolds pada orifice, persamaan /ilangan %eynolds sebagai berikut + =%e ; 5imana +
Do U 4m = > ? Do>

=re ; /ilangan %eynold ; @iskositas 5o ; 5iameter $rifice m ; 1a!u alir massa . ; :ecepatan fluida melalui orifice ; 5ensitas

PERALATAN DAN 1AM.AR PER-O.AAN 1. 2. (. -. 6. 7. 8. '.


7

$rifice Aelas .kur Stop 4atch Meteran #ompa #ipa :elingan Manometer
4 2 3 +

Pra$%i$u& Te$ni$ Ki&ia IV / Aliran Flui(a

#erbedaan $rificemeter dengan @enturimeter +

Aambar+ $rifice Meter

Aambar+ @enturi Meter #erbedaannya+ Orifi5e+ plat tipis yang diflens antara dua buah flens pipa. /entuknya sederhana, sehingga harganya murah dan mudah untuk dipasang. :ekurangan orifice adalah kerugian headnya tinggi dan kapasitas pengukuran rendah. Ven%uri + dibuat langsung dengan pengecoran dan dihaluskan untuk memperoleh ketentuan sesuai standar. Barganya mahal karena berat dan kapasitas pengukurannya !uga tinggi, serta kerugian headnya rendah.

Pra$%i$u& Te$ni$ Ki&ia IV / Aliran Flui(a

PRO,EDUR
1.

Susun rangkaian alat untuk mengukur kecepatan aliran fluida dengan diameter orifice tertentu. 3elupkan pompa ke dalam air dan aliran listrik disambungkan. 3atat perbedaan tekanan sebelum dan sesudah orifice dan *aktu yang diperlukan oleh fluida untuk mencapai olum penampungan tertentu & olum konstan). #ercobaan dilakukan kembali dengan ukuran diameter orifice yang berbeda. #ercobaan diulangi untuk ariable *aktu konstan dengan mencari olume penampungan yang diperoleh pada *aktu konstan.

2. (.

-. 6.

DATA PEN1AMATAN
Debit Fluida No . Waktu (detik) 1 2 2 3 3 $ Volume (m3) 0.0000!3 0.0000#1 0.0000%!

Q (m3 detik) 0.000031" 0.000023# 0.000021"

Orificemeter Val ve Waktu (detik) 2 21 3 $ 2 22 3 $ Volume (m3) 0.0000!# 0.00011% 0.000123 0.0000!# 0.00011% 0.000123 Q (m3/deti k) 0.033" 0.03&3 0.030% 0.033" 0.03&3 0.030% Hc 0."! 0."!" 0."! 0."3 0."3" 0."3 Hc 0.#$% 3 0.#"1 # 0.#$% 3 0.#2% 0 0.#31 $ 0.#2% 0

'

Pra$%i$u& Te$ni$ Ki&ia IV / Aliran Flui(a

Venturimeter Val Waktu ve (detik) 3 1& $ " 3 20 $ "

Volume (m3) 0.00011# 0.00011 0.00011" 0.00011# 0.00011 0.00011"

Q (m /detik)
3

Hc 0.!1" 0.! 0.!2" 0.!1" 0.! 0.!23

0.00003& 0.00002% 0.000023 0.00003& 0.00002% 0.000023

Hc 0.#%$ 2 0.##$ ! 0.#&0 ! 0.#%$ 2 0.##$ ! 0.#%& 3

Pra$%i$u& Te$ni$ Ki&ia IV / Aliran Flui(a

'aralel Val(e 11 Waktu (detik) 2 3 1# 2 3 Volume (m3) 0.0000% 0.00010# 0.0000% 0.00010# Hp 0.#3" 0.#"" 0.#2 0.#$ Hp 0.%"#3 21 0.%!%& 0# 0.%$%" 2% 0.%!02 33 Kp 0.0000$$ 0.0000$3 0.0000$$ 0.0000$3

'aralel Val(e 11 Waktu (detik) 3 $ 3 $ Volume (m3) 0.00010" 0.00013" 0.00010" 0.00013" Hp 0.#3" 0.#$ (rusak) (rusak) Hp 0.%"#3 21 0.%!02 33 ) ) Kp 0.0000$$ 0.0000$3 ) )

1"

'aralel Val(e 10 ! 3 $
1,

Waktu (detik) 3 $

Volume (m3) 0.0000&3 0.000122 0.0000&3 0.000122

Hp 0.!$" 0.!!" 0.!% 0.!%

Hp 0.%031 1& 0.%1"$ #" 0.%2$! 21 0.%2$!

Kp 0.0000$# 0.0000$! 0.0000$" 0.0000$"

Pra$%i$u& Te$ni$ Ki&ia IV / Aliran Flui(a

21

*eri Val(e 1" Waktu (detik) 1 3 1 3 Volume (m3) 0.0000" 0.0001 0.0000" 0.0001 H (rusak) (rusak) 0.!" 0.!1" H ) ) 0.%0!2 2! 0.#%$2 1& Ks ) ) 0.0000$! 0.0000$%

1!

*eri Val(e 11 Waktu (detik) 3 " 12 3 " Volume (m3) 0.0000&" 0.00013% 0.0000&" 0.00013% H 0.#" 0.# 0."# 0.!"" H 0.%!!0 2" 0.%3!! ! 0.#"$& %3 0.%0&3 21 Ks 0.0000$3 0.0000$" 0.0000"0 0.0000$!

*eri Val(e # Waktu (detik) 2 3 % 2 3 Volume (m3) 0.0000%" 0.0000&" 0.0000%" 0.0000&" H 0.#$ 0.#2" 0.#$ 0.#2" H 0.%!02 33 0.%"1$ !& 0.%!02 33 0.%"1$ !& Ks 0.0000$3 0.0000$$ 0.0000$3 0.0000$$

*eri Val(e 3 Waktu (detik) 1 2 $ 1 2 Volume (m3) 0.0000"1 0.0000#1 0.0000"1 0.0000#1 H 0.#" 0.#$ 0.#$ 0.#3 H 0.%!!0 2" 0.%!02 33 0.%!02 33 0.%"$$ Ks 0.0000$3 0.0000$3 0.0000$3 0.0000$$

11

Pra$%i$u& Te$ni$ Ki&ia IV / Aliran Flui(a

+ee Val(e Waktu (detik) 3 1! $ " 3 1# $ " Volume (m3) 0.00011% 0.00012$ 0.0001#2 0.00011% 0.00012$ 0.0001#2 Ht 0.!1 0.! 0.!0" 0."3" 0."&" 0.!0" Ht 0.#%10 2" 0.##$" &# 0.###% 1# 0.#31$ 3# 0.##13 !2 0.###% 1# Kt 0.0000$% 0.0000$% 0.0000$% 0.0000"1 0.0000$& 0.0000$%

,lboVal(e Waktu (detik) $ 1% " ! $ 1# " ! Volume (m3) 0.000111 0.0001"$ 0.0001&3 0.000111 0.0001"$ 0.0001&3 He 0."& 0."&" 0.!2 0."&" 0."&" 0.!2 He 0.#!%1 1" 0.##13 !2 0.#%#$ 01 0.##13 !2 0.##13 !2 0.#%#$ 01 Ke 0.0000$& 0.0000$& 0.0000$% 0.0000$& 0.0000$& 0.0000$%

12

Pra$%i$u& Te$ni$ Ki&ia IV / Aliran Flui(a

!er"itun#an $o

A 6 75 $8

; 1,C8C( D 1, -- m( ; ,,7,C8 ; C,'1 ; diperoleh dari grafik hubungan E5Bc @s F, yaitu ,.,,,,6

Co= ,.,62C-

Kara$%eris%i$ pipa pa(a 95 : 0;3+4

Fo ; ,.,,,,(8 Fo ; Fp

1(

Pra$%i$u& Te$ni$ Ki&ia IV / Aliran Flui(a

Kara$%eris%i$ El<8= 0.0000 3# 0.#!%1 Kara$%eris%i$ Tee 0.0000 3# 0.#%10 . 0.0000$# . 0.0000$%

PEM.A9A,AN /ahan-bahan yang digunakan dalam pabrik kimia sedapat mungkin dalam keadaan berupa fluida. Bal ini memungkinkan agar transportasinya mudah dan murah. $leh sebab itu praktikum aliran fluida penting untuk dipela!ari. 5alam praktikum ini dipela!ari mengenai alat ukur fluida, yaitu berupa orifice. .ntuk keperluan tersebut digunakan ariabel- ariabel + diameter orifice, olume, dan *aktu. 5engan ariabel- ariabel tersebut dipela!ari pengaruh diameter orifice terhadap kecepatan aliran fluida dan terhadap diameter pipa berdasarkan perbedaan tekanan yang ter!adi sebelum dan seudah aliran melalui orifice. 5alam praktikum ini kecermatan melihat perbedaan tekanan pada manometer sangat penting. Selain itu ketepatan dalam menampung aliran fluida dengan olume yang tepat serta mengatur *aktu dengan cermat !uga menentukan besar kecilnya faktor kesalahan.

KE,IMPULAN 1. Faktor-faktor kesalahan yang ter!adi dalam praktek terdiiri dari + #engamatan, yaitu adalah kurang teliti dalam membaca manometer #eralatan, di antaranya adalah alat-alat yang sudah tua dan mempunyai ketelitian yang sangat kurang &manometer). #enger!aan, misalnya pemasangan orifice kurang sempurna sehingga ter!adi kebocoran pada fllange. :emudian penadahan olume dan pencatatan *aktu kurang teliti.
1-

Pra$%i$u& Te$ni$ Ki&ia IV / Aliran Flui(a

2. (. -. 6.

1ain-lain, seperti tegangan & oltase) listrik yang tidak konstan,

sehingga mengakibatkan la!u aliran fluida tidak konstan pula. Semakin besar diameter orifice maka olume yang tertampung dalam *aktu Semakin besar diameter orifice maka *aktu yang dibutuhkan untuk #resure drop yang ter!adi dipengaruhi oleh diameter orifice, dimana semakin :ecepatan aliran fluida !uga dipengaruhi oleh diameter orifice, dimana konstan akan semakin banyak. menampung aliran fluida pada olume konstan semakin cepat. besar diameter orifice pressure dropnya akan semakin kecil. semakin besar diameter orifice maka kecepatan alirannya semakin pelan.

DAFTAR PU,TAKA Anonimus. 2,,(. Petunjuk Praktikum Operasi Teknik Kimia , 1ab. $perasi 0eknik :imia F0-.M". Fakultas 0eknik, "urusan. :imia .ni ersitas Muhammadiyah "akarta. 3abe 4.1, Mc. and Smith, ".3. 1C67. Unit Operation of Chemical Engineering, Mc.Ara* Bill 1td. =e* 9ork Satibi, 1ukman 5r. 2r. 2,,(. iktat Kuliah Operasi Teknik Kimia, Fakultas 0eknik, "urusan. :imia .ni ersitas Muhammadiyah "akarta.

16

Pra$%i$u& Te$ni$ Ki&ia IV / Aliran Flui(a

*A>A.AN TU1A, 1. Analisa kesalahan #engamatan, yaitu adalah kurang teliti dalam membaca manometer #eralatan, di antaranya adalah alat-alat yang sudah tua dan mempunyai ketelitian yang sangat kurang &manometer). #enger!aan, misalnya pemasangan orifice kurang sempurna sehingga ter!adi kebocoran pada fllange. :emudian penadahan olume dan pencatatan *aktu kurang teliti. 1ain-lain, seperti tegangan & oltase) listrik yang tidak konstan, sehingga mengakibatkan la!u aliran fluida tidak konstan pula. 2. Arafik pada orificemeter dan enturimeter +

17

Pra$%i$u& Te$ni$ Ki&ia IV / Aliran Flui(a

(.

3ari gambar globe al e dan gate al e

Alobe @al e

18

Pra$%i$u& Te$ni$ Ki&ia IV / Aliran Flui(a