Anda di halaman 1dari 9

KEAMANAN SISTEM KOMPUTER MAKALAH TENTANG VIRUS KOMPUTER

MAKALAH TENTANG VIRUS KOMPUTER

KATA PENGANTAR Semakin berkembangnya teknologi komputer dan pemanfaatan teknologi komputer di berbagai bidang kehidupan membuat semakin meningkat pula permasalahan yang dihadapi para pengguna komputer dewasa ini. Permasalahan dapat berupa kendala dalam menguasai tekonologi baru dan permasalahan yang disebabkan oleh gangguan virus pada komputer. Seiring dengan berkembangnya komputer, virus yang merupakan suatu faktor pengganggu terbesar dalam dunia IT juga mengalami perkembangan yang cukup tinggi untuk mengimbangi perkembangan komputer di dunia. Tetapi banyak orang yang tidak memahami virus komputer dengan benar, mereka kebanyakan takut ketika mendengar ada sebuah virus yang menginfeksi komputer mereka. Karena alasan di atas, penulis membahas virus komputer dalam karya ilmiah ini. Diharapkan makalah ini dapat menjadi referensi bagi para pengguna perangkat komputer. Sehingga pembaca dapat memahami, mengantisipasi, dan mengatasi sendiri berbagai permasalahan yang mungkin muncul. Sebelumnya, penulis mengucapkan rasa puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan akal pikiran dan kesempatan untuk menyelesaikan karya ilmiah ini. Palembang,27 Maret 2013 Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah BAB II PEMBAHASAN 2.1 Software 2.2 Virus komputer 2.3 Jenis-jenis virus komputer 2.4 Antisipasi virus computer tanpa anti virus 2.5Cara penyebaran virus komputer 2.6 Cara menanggulangi penyebaran virus komputer BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan 3.2 Saran DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Teknologi komputer mengalami perkembangan yang sangat pesat pada era globalisasi ini. Hampir semua bidang mengalami proses komputerisasi. Tetapi, bukan berarti hal tersebut tidak mengalami gangguan. Gangguan justru datang mengancam. Gangguan dapat berasal dari manusia lainnya maupun virus. Untuk mengantisipasinya, pengguna komputer dapat belajar untuk meningkatkan kemampuannya dalam memahami dan menangani masalah yang berkaitan dengan teknologi komputer yang digunakannya. Namun, kendala yang menghambat proses belajar para pengguna tersebut bukan hanya keterbatasan waktu. Tetapi ada juga keterbatasan sumber belajar berupa literatur atau buku yang lengkap, praktis, dan mudah dipahami. Oleh karena itu, penulis mengangkat judul Virus Komputer untuk disajikan dalam karya ilmiah. Penulis berharap karya ilmiah ini dapat menjadi referensi bagi para pembaca. 1.2 Rumusan Masalah Apa itu software? Apa itu virus komputer? Apa saja jenis virus komputer?

Bagaimana cara penyebaran virus komputer? Bagaimana cara mengantisipasi virus computer tanpa anti virus? Bagaimana cara menanggulangi penyebaran virus komputer?

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Software Software di Indonesia lebih dikenal dengan nama perangkat lunak yang dibuat untuk menyelesaikan tugas tertentu dengan mengikuti instruksi-instruksi yang terdapat pada program. Program tersebut harus ada pada alat penyimpanan sekunder yaitu harddisk. Perangkat lunak dibuat oleh perusahaan pembuat perangkat keras atau perusahaan lain yang mengkhususkan diri dalam membuat perangkat lunak. (Setiawan, 2004) Ada beberapa contoh macam perangkat lunak diantaranya 1) perangkat lunak aplikasi; 2) sistem operasi; 3) perkakas pengembangan perangkat lunak; 4) pengendali perangkat keras; 5) perangkat lunak menetap; 6) perangkat lunak bebas; 7) perangkat lunak gratis; 8) perangkat lunak uji coba; 9) perangkat lunak perusak. 2.2 Virus Komputer Virus adalah program yang dapat menginfeksi program lainnya dengan melakukan modifikasi. Memodifikasi termasuk membuat duplikat dari program virus yang dapat memasuki program lainnya. Stallings (2005) mengemukakan virus secara biologis merupakan bagian kecil dari kode genetis DNA atau RNA. Virus dapat mengambil alih mesin dari sel hidup dan mengembangbiakkan ribuan replikasi dari virus asal. Sama halnya dengan rekan kerja virus biologis, virus komputer membawa kode instruksi kepada penerima untuk membuat kode yang terbaik dari dirinya sendiri. Saat masuk dalam kontrol induk, virus tertentu membuat duplikasi yang tepat sama dengan dirinya sendiri dan mengambil kontrol sementara dari disket sistem operasi komputer. Ketika komputer yang terinfeksi mempunyai hubungan dengan bagian software yang tidak terinfeksi, duplikat segar dalam virus akan melewatkan program baru. Oleh karena itu, tanpa disadari infeksi dapat disebarkan dari komputer dengan memindahkan disket atau mengirimkan program ke lainnya melalui sebuah jaringan. Dalam lingkungan jaringan, kemampuan untuk mengakses aplikasi dan layanan sistem dalam komputer lainnya disediakan dengan budaya yang sempurna untuk menyebarkan virus. Atau virus komputer yaitu suatu program perangkat lunak yang menyebar dari satu komputer ke komputer lain melalui internet, flahdisk, dll dan mengganggu pengoperasian komputer. Virus komputer dapat rusak atau menghapus data di sebuah komputer, menggunakan program email untuk menyebarkan virus ke komputer lain, atau bahkan menghapus apa pun yang ada di dalamhard disk.Virus adalah suatu aplikasi yang dapat mereplikasi diri dalam suatu jaringan komputer,bersifat merusak dan memiliki kemampuan untuk menginfeksi file lain menjadi memilikisifat-sifat yang sama seperti dirinya. Virus akan mengubah ukuran program yangterinfeksi tanpa mengubah tanggal modifikasi suatu aplikasi.Virus komputer mudah menyebar melalui lampiran pesan email atau pada pesaninstan. Oleh karena itu, Anda jangan pernah membuka lampiran email kecuali jika

Anda mengetahui siapa yang mengirim pesan atau kecuali jika Anda mengharapkan lampiranemail. Virus komputer dapat disamarkan sebagai lampiran gambar yang lucu, kartu ucapan, atau berkas audio dan video. Virus komputer juga menyebar menggunakan unduhan diInternet. Virus komputer dapat disembunyikan di dalam perangkat lunak bajakan atau diberkas lainnya

2.3 Jenis-jenis Virus Komputer Klasifikasi jenis virus adalah sebagai berikut 1) Parasitic virus, 2) Memory-Resident virus, 3) Boot Sector virus, 4) Stealth virus, dan 5) Polymorphic virus.Parasitic virus merupakan virus tradisional yang bentuknya paling sering ditemukan. Jenis ini menyangkutkan dirinya ke file .exe. Virus melakukan replikasi ketika program yang terinfeksi dieksekusi dengan mencari file-file .exe lain untuk diinfeksi. MemoryResident virus adalah virus yang memuatkan diri ke memori utama sebagai bagian program yang menetap. Virus menginfeksi setiap program yang dieksekusi. Boot Sector virus adalah virus yang menginfeksi master boot record atau boot record dan menyebar saat sistem di boot dari disk yang berisi virus. Stealth virus adalah virus yang bentuknya telah dirancang agar dapat menyembunyikan diri dari deteksi perangkat lunak antivirus. Polymorphic virus adalah virus yang bermutasi setiap kali melakukan infeksi. Deteksi dengan penandaan virus tersebut tidak dimungkinkan. (Hariyanto, 2000) Menurut Setiawan (2004), jenis virus dapat dibedakan berdasarkan cara penyebarannya yaitu virus boot sector atau partisi, virus file dan virus hybrid. Virus dapat pula dibedakan berdasarkan tingkat keganasannya yaitu virus jinak, virus ganas dan virus mematikan. Menurut tujuannya, virus juga dapat dibedakan menjadi virus untuk tujuan proteksi, tujuan sabotase dan tujuan komersial. Cempluk (2008) mengemukakan, dalam dunia komputer dikenal sepuluh virus lokal yang termasuk membahayakan, yaitu : 1) Gen.VirVBS.vbs; 2) ForrisWaitme; 3) Kalong.vbs; 4) Pray; 5) Discusx.vbs; 6) SangPerawan; 7) TQ.vbs; 8) SlowButSure; 9) Tati; 10) starGate. 2.4 Cara Penyebaran Virus Komputer Menurut Muammar (2004), virus harus memiliki media untuk dapat menyebar. Media-media tersebut antara lain : 1. Disket, media storage R/W Media penyimpanan eksternal dapat menjadi sasaran empuk untuk dijadikan media penyebaran, baik sebagai tempat menetap maupun sebagai media penyebarannya. Media yang bisa melakukan operasi R/W (Read dan Write) sangat memungkinkan untuk ditumpangi virus dan dijadikan sebagai media penyebaran. 2. Jaringan ( LAN, WAN,dsb) Hubungan antara beberapa komputer secara langsung sangat memungkinkan suatu virus ikut berpindah saat terjadi pertukaran/pengeksekusian file yang mengandung virus. 3. WWW (internet) Suatu situs secara sengaja ditanamkan suatu virus yang akan menginfeksi komputerkomputer yang mengaksesnya. 4. Software yang freeware, shareware atau bajakan Banyak sekali virus yang sengaja ditanamkan dalam suatu program yang disebarluaskan baik secara gratis atau trial version.

5. Attachment pada email, transfering file Akhir-akhir ini, hampir semua jenis penyebaran virus menggunakan email attachment. File-file sengaja dibuat mencolok atau menarik perhatian, bahkan sering kali memiliki ekstensi ganda pada penamaan filenya.

2.5 Antisipasi virus komputer tanpa antivirus

Dewasa ini pemakaian komputer senantiasa terancam oleh kemungkinan terinfeksi oleh virus komputer, jika anda bertanya bagaimana supaya komputer saya aman dari kemungkinan infeksi virus komputer, tentu saja berbagai saran dapat diberikan seperti :

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Menginstalasi program antivirus yang terbaik. Senantiasa melakukan update antivirus anda. Menginstalasi service pack yang terbaru. Senantiasa melakukan patch terhadap sistem operasi anda dengan patch terbaru Tidak menjalankan program-program executable yang tidak jelas sumbernya. Tidak membuka email yang tidak relevan (baik dari subject maupun isinya) ataupun sumbernya yang tidak kita kenal. 7. Tidak mengunjungi situs-situs yang tidak relevan (situs dewasa, crack, hacking) 8. Melakukan sharing read only folder anda. 9. Menghindari pemakaian flashdisk/floppy 10. Tidak login dengan account Administrator

Ya, memang langkah tersebut dapat menghindari kemungkinan infeksi sistem anda oleh virus komputer, tetapi apakah langkah tersebut diatas dapat anda ikuti 100% ? Mungkin saja bisa, tetapi berapa besar kenyamanan pemakaian sistem yang harus anda korbankan, padahal salah satu alasan anda menggunakan sistem operasi Windows adalah karena user friendly. Pada umumnya virus/worms/trojan adalah program executable PE, sehingga salah satu pendekatan yang mungkin dilakukan adalah tidak sembarang menjalankan program PE yang tidak diketahui sumbernya. Tetapi beberapa virus/spyware/trojan komputer dirancang untuk secara otomatis dijalankan begitu media yang sudah terinfeksi (situs/email/disket/flasdisk) dibuka, misalnya memanfaatkan kelemahan sistem operasi. Program-program jahat dewasa ini telah dilengkapi dengan berbagai teknik sosial engineering maupun trik-trik jahat yang dapat saja memperdaya anda, misalnya program virus yang meniru icon Folder, MS Word, Excel, ACDSee ataupun meniru nama-nama file dokumen, serta double extension seperti Surat.doc.exe, sehingga jika kita tidak berhati-hati akan melakukan klik terhadap program executable virus yang dianggap sebagai folder atau dokumen kita.

Sebagaimana kita ketahui, pada sistem operasi Windows, program executable umumnya tersimpan pada folder C:\Windows ataupun C:\WinNT, dan C:\Program files, dan segala executable diluar dari tiga folder tersebut adalah hal yang khusus, misalnya attachment pada email yang kita terima, file executable pada flashdisk maupun floppy disk yang menyamar dengan icon folder maupun dokumen.

Membatasi file executable


Kunci menghindari diri dari infeksi virus/worms komputer adalah tidak memberikan kesempatan kepada executable dari virus/worms tersebut dijalankan disistem anda, tetapi seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa suatu virus/worms biasanya disebarkan melalui teknik sosial engineering, maupun memanfaatkan kelemahan dari sistem. Program-program antivirus dipasaran biasanya bekerja dengan pendekatan melakukan blok terhadap program-program executable virus berdasarkan suatu pola virus yang disimpan dalam database antivirus (virus definition file), pendekatan ini biasanya kurang efektif, karena program virus/worms terus dikembangkan, dan biasanya program antivirus senantiasa ketinggalan satu langkah, misalnya anda bayangkan anda adalah korban pertama dari suatu program virus/worms baru, walaupun anda selalu rajin mengupdate antivirus anda, percuma saja, karena pola untuk virus tersebut belum dikenali. Dewasa ini virus/worms lokal telah mengalami perkembangan yang pesat, dan biasanya belum tersedia removalnya dengan cepat, lagi pula virus/worms lokal tersebut biasanya menggunakan pendekatan yang cukup kasar, artinya begitu sistem anda terinfeksi akan melakukan blokir terhadap semua fungsi utility pada sistem anda yang kemungkinan dapat digunakan untuk menghentikan virus/worms tersebut (misalnya task manager, registry editor, command prompt, mengarahkan shell execute, mematikan sistem restore, mematikan process antivirus yang dikenal, mamatikan process beberapa program utility seperti hijack this, process explorer). 2.6 Cara Menanggulangi Penyebaran Virus Komputer Menurut Muammar (2004), ada dua langkah dalam menanggulangi penyebaran virus komputer, yaitu : Langkah-langkah untuk pencegahan Anda dapat melakukan beberapa langkah-langkah pencegahan sebagai berikut: o Gunakan antivirus yang Anda percayai dengan update terbaru. Apa pun mereknya asal selalu diupdate dan auto-protect dinyalakan, maka komputer Anda terlindungi. Misalnya boot sector detection. Antivirus ini merupakan perlindungan yang baik bagi komputer Anda dan berfungsi untuk mengaktifkan pendeteksi virus boot sector sehingga akan menjamin boot sector (pada hard disk drive) terbebas dari virus. Fasilitas ini merupakan solusi antivirus baru yang jarang ditemui pada antivirus lain. Antivirus ini bekerja dengan cara memproteksi partisi dan boot sector hard disk drive dari proses penulisan. Dengan demikian komputer akan terbebas dari virusvirus yang mungkin aktif saat boot. Komputer akan berhenti (halt) dan menampilkan pesan peringatan jika ditemukan adanya virus atau terjadi upaya penulisan ke partisi atau boot sector hard disk drive. Jika pesan ini tampil, tetap bisa memaksa komputer beroperasi dengan melewatkan pesan tersebut, atau bisa melakukan boot ulang komputer dengan menggunakan disket boot yang bersih dan

antivirus yang ada. Mengingat adanya proteksi terhadap proses penulisan ke partisi dan boot sector hard disk drive, dalam beberapa kondisi fasilitas ini harus dimatikan. Misalnya pada saat melakukan instalasi sistem operasi (contohnya Windows9x) yang dalam proses instalasinya melakukan perubahan pada boot sector hard disk driver. o Periksa semua media penyimpanan eksternal yang akan digunakan. Jikaautoprotect antivirus Anda bekerja maka prosedur ini dapat dilewatkan. o Jika Anda terhubung langsung ke Internet, cobalah untuk mengkombinasikan antivirus dengan firewall, anti-spamming, dan sebagainya. o Waspada terhadap file-file yang mencurigakan seperti file dengan 2 buah ekstensi dan file executable yang terlihat mencurigakan. o Untuk software berupa freeware dan shareware, ada baiknya Anda mengambilnya dari situs resminya. o Usahakan untuk tidak membeli barang bajakan, gunakan software open source. 2. Langkah-langkah apabila telah terinfeksi o Deteksi dan prediksi keberadaan sumber virus. Jika Anda terhubung ke jaringan, ada baiknya isolasi komputer terlebih dulu baik dengan melepas kabel atau mematikan sambungan internet dari control panel. o Identifikasi dan klasifikasikan jenis virus yang menyerang komputer, dengan cara:

Gejala yang timbul, misalnya file yang corrupt atau hilang. Scan dengan antivirus Anda. Jika Anda terkena saat auto-protectberjalan berarti virus definition di dalam komputer Anda tidak memiliki data virus ini. Cobalah update secara manual atau mengunduhvirus definition-nya untuk kemudian Anda install. Jika virus tersebut membatasi usaha Anda untuk meng-update, upayakan untuk menggunakan media lain (komputer) dengan antivirus yang memilikiupdate terbaru. Bersihkan virus tersebut. Setelah Anda berhasil mendeteksi dan mengenalinya, usahakan untuk segera mencari cara-cara pemusnahannya di situs-situs yang memberikan informasi perkembangan virus tersebut. Hal ini perlu dilakukan apabila antivirus dengan update terbaru Anda tidak berhasil memusnahkannya.

Cara mengantisipasi virus computer agar komputer anda terhindar dari virus-virus berbahaya tersebut berikut cara-caranya:

1. Pastikan bahwa komputer anda memiliki sebuah program antivirus yang selalu terupdate agar minimal komputer anda dapat mendeteksi virus, atau bahkan jika memungkinkan sampai menghapus virus yang anda tanpa membahayakan file tempat virus tersebut hinggap.

2. Berhati-hatilah saat mencolokkan sebuah perangkat digital seperti flashdisk ke komputer anda. Dalam hal ini, yang dimaksudkan dengan berhati-hati adalah selalu melakukan scan terhadap perangkat digital tersebut sebelum membukanya serta tidak berlama-lama mencolokkan perangkat digital tersebut ke komputer anda. Jika memungkinkan, sebaiknya anda mengcopy terlebih dahulu file yang anda butuhkan dari perangkat digital tersebut ke dalam hardisk komputer anda lalu mencabutnya sesegera mungkin untuk menghindarkan

penyebaran virus. Namun, pastikan juga bahwa file yang anda copy tersebut bersih dan terbebas dari virus. 3. Pelajarilah pola-pola cara kerja virus-virus yang ada agar anda tahu bahwa sebuah file merupakan virus atau bahkan dihinggapi virus. Sebagai contoh, biasanya virus berjenis Trojan mengubah folder atau file-file apapun menjadi sebuah file dengan ekstensi .exe. Jika anda melihat bahwa file yang dimaksud seharusnya bukan berekstensi .exe, maka anda harus curiga bahwa file tersebut adalah virus computer. Langkah terakhir ini merupakan langkah terburuk. Jika semua hal di atas tidak berhasil, format ulang komputer Anda.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: Virus komputer adalah contoh dari software komputer. Namun ia tidak seperti software lainnya. Ia mempunyai fungsi yang berbeda yaitu untuk mengganggu bahkan merusak sistem komputer. Ketakutan yang berlebihan dengan virus komputer disebabkan oleh kebutaan akan informasi virus komputer itu sendiri. Ketakutan itu dapat dihilangkan dengan mengenal virus komputer lebih dalam. Dengan semakin mengenal virus, maka dengan sendirinya pengetahuan kita untuk mempertahankan komputer dari serangan virus semakin baik. Selain itu, kita juga mendapat konsep untuk menangani virus komputer. Mencegah komputer sebelum tertular virus jauh lebih baik daripada sesudah terkena virus. Jika sudah terinfeksi, kita harus memperbaikinya dan itu akan lebih menyulitkan. 3.2 Saran Makalah ini memuat banyak informasi mengenai virus. Karena itu, disarankan agar makalah ini dibaca oleh orang-orang yang ingin belajar melindungi komputernya dari serangan virus dan untuk orang-orang yang tertarik pada perkembangan teknologi. Jika tidak mengerti, pembaca dapat menanyakannya pada orang yang lebih memahaminya. Disarankan juga pembaca menanamkan dalam dirinya masingmasing untuk tidak takut pada ancaman virus. Pembaca cukup bersikap waspada dan percayalah bahwa Anda pasti dapat menangani masalah yang timbulkan virus setelah Anda membaca makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA www.google.com