Anda di halaman 1dari 23

Menurut Lew, gigi dinyatakan erupsi jika tonjol gigi / tepi insisal dari gigi muncul menembus gingival

& tidak melebihi 3 mm di atas gingival level yang dihitung dari tepi insisal gigi. Proses Erupsi gigi Proses pergerakan gigi yang dimulai dari tempat pembentukkan gigi di dalam tulang alveolar kemudian gigi menembus gingiva sampai akhirnya mencapai dataran oklusal. Pada manusia terdapat 20 gigi desidui dan 32 gigi permanen. Setiap gigi berbeda-beda secara anatomi, tetapi dasar proses pertumbuhannya sama pada semua gigi
Gerakan dalam proses erupsi gigi : ke arah vertikal tetapi selama proses erupsi gigi berlangsung, gigi juga mengalami pergerakan miring, rotasi dan pergerakan ke arah mesial

Diluar kondisi normal proses erupsi dapat mengalami gangguan yang menyebabkan gigi muncul lebih cepat, lebih lambat dari rata-rata waktu erupsi gigi atau tidak muncul sama sekali.
Gangguan-gangguan selama proses erupsi gigi ini dapat menyebabkan kelainan-kelainan dirongga mulut seperti perikoronitis, periodontitis, odontoma, maloklusi dan gangguan estetis.

Perkembangan gigi dibagi dalam 3 tahap, yaitu : 1) Tahap pra-erupsi 1) Tahap pra-fungsional (tahap erupsi), dan 2) Tahap fungsional

Keterangan : 1. Inisiasi (bud stage) 2. Proliferasi (cap stage) 3. Histodeferensiasi (bell stage) 4. Aposisi dan kalsifikasi

Adalah waktu munculnya tonjol gigi / tepi insisal dari gigi menembus gingiva
Gigi yang bererupsi pertama kalinya : gigi susu atau gigi desidui Beberapa lama gigi desidui akan berada dalam rongga mulut untuk melaksanakan aktivitas fungsionalnya, sampai akhirnya gigi permanen erupsi untuk menggantikan gigi desidui tersebut

Gigi susu berjumlah 20 di rongga mulut : - 10 pada maksila -10 pada mandibula Gigi susu terdiri dari insisivus pertama, insisivus kedua, kaninus, molar pertama dan molar kedua di mana terdapat sepasang pada rahang untuk tiap jenisnya. Erupsi gigi desidui dimulai saat bayi berusia 6 bulan yang ditandai dengan munculnya gigi insisivus rahang bawah & berakhir dengan erupsi gigi molar dua pada usia 2 tahun. Gigi permanen berjumlah 32 di rongga mulut : - 4 insisivus - 2 kaninus - 4 premolar, dan - 6 molar pada masing-masing rahang.

Waktu erupsi gigi permanen : Gigi molar pertama permanen rahang bawah pada usia 6 tahun. Pada masa ini gigi insisivus pertama rahang bawah juga sudah bererupsi di rongga mulut Gigi insisivus pertama rahang atas dan gigi insisivus kedua rahang bawah mulai erupsi pada usia 7-8 tahun, serta gigi insisivus kedua rahang atas erupsi pada usia 8-9 tahun Pada usia 10-12 tahun, periode gigi bercampur akan mendekati penyempurnaan ke periode gigi permanen

Gigi kaninus rahang bawah erupsi lebih dahulu daripada gigi premolar pertama dan gigi premolar kedua rahang bawah. Pada rahang atas, gigi premolar pertama bererupsi lebih dahulu dari gigi kaninus dan gigi premolar kedua bererupsi hampir bersamaan dengan gigi kaninus Erupsi gigi molar kedua berdekatan dengan erupsi gigi premolar kedua, tetapi ada kemungkinan gigi molar kedua bererupsi lebih dahulu daripada gigi premolar kedua Erupsi gigi yang paling akhir atas dan rahang bawah molar ketiga rahang

Gangguan erupsi gigi :


1) Erupsi pre matur 2) Erupsi terlambat 3) Kegagalan erupsi

Faktor-faktor sistemik yang memperlambat proses erupsi gigi : 1) 2) 3) 4) Gangguan endokrin Fibrosis kistik Hipovitaminosis D Faktor keturunan

Faktor-faktor lokal yang memperlambat proses erupsi gigi :


Akar gigi yang bengkok

Ankilosis gigi
Kehilangan prematur gigi susu Trauma pada gigi susu