Anda di halaman 1dari 25

PT.

KAMAN SEJAHTERA
Jalan Serang Raya No. 01, Banten Jawa Barat

Disusun Oleh : KARTIKA XI AKUNTANSI 1

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang MahaKuasa, atas limpahan karunia, rahmat, taufik dan hidayah-Nya dalam mengabdi dan menyumbangkan pikiran untuk nusa, bangsa, dan negara, khususnya melalui bidang pendidikan. Sesuai dengan judulnya fixed assets (Aktiva Tetap), maka makalah ini sangat sesuai untuk dipakai selain siswa SMK Kelompok Bisnis dan Manajemen ( semester l dan ll ), juga oleh orang yang ingin memahami penyusutan aktiva tetap atau siapa saja yang dalam pekerjaannya dan jabatannya secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan proses/hasil pekerjaan akuntansi. Dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yanglangsung maupun tidak langsung memungkinkan terbuatnya makalah ini. Seperti kata pepatah Tidak Ada Gading Yang Tidak Retak, maka buku inipun saya yakini masih banyak kekurangan meskipun saya telah berusaha menyusunnya sebaik mungkin, untuk itu saya mohon maaf dan saran serta kritik untuk perbaikan makalah ini dalam penerbitan berikutnya sangat saya harapkan, untuk itu sebelum dan sesudahnya disampaikan terima kasih. Akhirnya Dagang. semoga makalah ini bermanfaat bagi siapa saja yang

membacanya, khusus bagi yang ingin memahami AKTIVA TETAP untuk Perusahan

Jakarta, Oktober 2013 Penulis Kartika

KATA PENGANTAR AKTIVA TETAP : a) PENGERTIAN b) CIRI-CIRI PENYUSUTAN : a) PENGERTIAN b) MACAM-MACAM c) FAKTOR PENYUSUTAN METODE GARIS LURUS : a) PENGERTIAN b) RUMUS c) CONTOH SOAL METODE JUMLAH ANGKA TAHUN : a) PENGERTIAN b) RUMUS c) CONTOH SOAL METODE SALDO MENURUN GANDA : a) PENGERTIAN b) RUMUS c) CONTOH SOAL

4 4

4 4 4

5 5 5

7 7 7

9 9 9

METODE UNIT PRODUKSI : a) PENGERTIAN b) RUMUS c) CONTOH SOAL METODE JAM KERJA : a) PENGERTIAN b) RUMUS c) CONTOH SOAL PENGHENTIAN AKTIVA TETAP : a) PENGERTIAN b) MACAM- MACAM PENGHENTIAN DIBUANG : a) PENGERTIAN b) CONTOH SOAL PENGHENTIAN DIJUAL : a) PENGERTIAN b) CONTOH SOAL PENGHENTIAN TUKAR TAMBAH SEJENIS : a) PENGERTIAN b) CONTOH SOAL PENGHENTIAN TUKAR TAMBAH TIDAK SEJENIS : a) PENGERTIAN b) CONTOH SOAL DAFTAR PUSTAKA 20 20 22 18 18 17 17 16 16 15 15 13 13 13 11 11 11

Aktiva tetap adalah aktiva berujud yang digunakan dlaam operasi perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan. Aktiva semacam ini biasanya diharapkan dapat memberi manfaat pada perusahaan selama bertahun-tahun. Manfaat yang diberikan aktiva tetap umumnya semakin lama semakim menurun, kecuali manfaat yang diberikan oleh tanah. Aktiva tetap memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a) dibeli atau dimiliki oleh perusahaan dengan tujuan untuk membantu operasional perusahaan dan bukan untuk tujuan dijualkembali. b) harta tetap ini dapt dipakai atau dimanfaatkan secara berulang-ulang. c) umur manfaat dari harta ini lebih dari satu tahun. Penyusutan adalah proses pengalokasian harga perolehan aktiva tetap

menjadi biaya selama masa manfaanya dengan cara yang rasional dan sistematis. Penyusutan dapat dicatat dan dilaporkan dengna menggunakan metode-metode berikut : 1. garis lurus 2. jumlah angka tahun 3. saldo menurun ganda 4. unit produksi 5. jam kerja Penyusutan akan mempengaruhi neraca melalui akumulasi penyusutan, dan laporan laba-rugi melalui biaya penyusutan. Penyusutan periodic didasarkan pada tiga factor berikut : 1. harga perolehan, 2. nilai residu 3. umur manfaat Nilai residu atau biasa disebut dengan nilai sisa adalah taksiran nilai tunai aktiva pada akhir umur manfaat oleh perusahaan. aktiva tersebut. Umur ekonomis atau biasa disebut juga umur manfaat adalah jangka waktu pemakaian aktiva yang diharapkan

Berikut adalaah contoh soal melalui metode-metode penyusutan:

1. Metode Garis Lurus


Metode garis lurus adalah metode penyusutan yang menganggap bahwa harta tetap dimanfaatkan dengan cara yang sama dari tahun ketahun, sehingga besarnya penyusutan harta tetap tiap periode akuntansi adalah sama. Penyusutan dengan cara ini dapat dilakukan dengan memakai rumus sebagai berikut:

P=
KET : P HP NS UE : Penyusutan per periode : Harga Perolehan dari harta tetap : Nilai Residu : Umur ekonomis / umur manfaat.

Example: PT . Kaman is a public transport corporation buses . Vehicle purchases made by the company during the year 2012 are : On January 1, PT . Kaman Sejahtera purchase price of a vehicle with 2 pieces @ Rp. 45.000.000,-. Dated January 5, 2012 issued under the name of cost with the price of Rp .5.400.000,- and making body of the car with the price of Rp. 6.200.000,-. The purchases made in cash . This vehicle has estimated economic life of 4 years and a residual value of @ Rp. 5.000.000,-. Then on 6 June 2012, PT . Kaman Sejahtera buy 1 piece of the vehicle at a price of Rp. 50.000.000,-. On 8 June 2012 incurred under the name costs and making body of the car @ Rp .4.600.000,- . This vehicle has a 6 -year economic life the residual value of Rp .10.000.00,-. Determine depreciation the machine for the first year until the end of the age of the machine ekonomisand depreciation tables using the straight-line method . Completion : A. ) Depreciation on the machine : The purchase price ( 2x Rp .45.000.000,- ) = Rp . 90.000.000,Cost under the name of Rp . 5.400.000,Karoseri cost Rp . 6.200.000,The amount of additional costs = Rp . 11.600.000,Acquisition price of = Rp. 101 600,000,-

Per - year depreciation

=
= Rp.

22,900,000,-

B. ) Table Depreciation : DATE 31/12/12 31/12/13 31/12/14 31/12/15 KETERANGAN Depreciation Depreciation Depreciation Depreciation SCORE in 2012 in 2013 in 2014 in 2015 DEPRECIATION EXPENSE Rp. 22.900.000,Rp. 22.900.000,Rp. 22.900.000,Rp. 22.900.000,Rp.91.600.000 ACCUMULATED DEPRECIATION Rp. 22.900.000,Rp. 45,800,000,Rp. 68,700,000,Rp. 91,600,000,BOOK VALUE Rp. 78,700,000,Rp. 55,800,000,Rp. 32,900,000,Rp. 10,000,000 ,-

A.) Depreciation on purchases in June as follows: Purchase Price = Rp. 50,000,000,Cost under the name of Rp. 4,600,000 Karoseri cost Rp. 4,600,000 Number of Additional Cost = Rp. 9,200,000,Acquisition price of the machine = Rp 59,200,000,Depreciation year 1=

= =

Rp. 5,740,000, Rp. 9,840,000,Rp. 4,100,000,-

Depreciation of 2 s / d 6 = Depreciation year 7 =

B.) Table Depreciation :


DATE 31/12/2012 31/12/2013 31/12/2014 31/12/2015 31/12/2016 31/12/2017 KETERANGAN Depreciation Depreciation Depreciation Depreciation Depreciation Depreciation SCORE 1 year 2 year 3 year 4 year 5 year 6 year DEPRECIATIO N EXPENSE Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 5,740,000,9,840,000,9,840,000,9,840,000,9,840,000,4,100,000,ACCUMULATED DEPRECIATION Rp. 5,740.000,Rp. 15,580,000,Rp. 25,420,000,Rp. 35,260,000,Rp. 45,100,000,Rp. 49,200,000,BOOK VALUE Rp.53,460,000,Rp.43,620,000,Rp.33,780,000,Rp.23,940,000,Rp. 14,100,000,Rp.10,000,000,-

Rp.49,200,000

2. Metode Jumlah Angka Tahun Metode Jumlah Angka Tahun adalah metode yang dapat dicari dengan cara menjumlahkan semua angka dari umur ekonomis dari harta tetap yang bersangkutan.jumlah angka tahun adalah jumlah dari digit umur ekonomis suatu harta tetap.
Example : a) On January 1, 1997 , PD. Kaman buy a car with Rp. 365 000 000,- in cash. Dated January 3, 1997 issued by the costs of purchasing the car is Rp .30.000.000,-. In the appraisal has economic life age of the car is 6 years with a residual value of Rp .17.000.000,-. b) On October 28, 1997, PD. Kaman buy a car with a price of Rp . 298 000 000,- in cash. Dated October 29, 1997 issued under the name of cost of Rp .9,000,000 , and transportation - purchase of Rp . 3.000.000,-. On this car has estimated economic life of 7 years with a residual value of Rp .22,000,000,-. Make the car depreciation method along with the total number of years of depreciation table . Completion : a) * Depreciation of the car is : The purchase price of Costs incurred Acquisition price of Digit year number is : 6 +5 +4 +3 +2 +1 = 21 Amount to be depreciated historical cost = Acquisition price of - residual value = Rp. 395 000 000 - Rp. 17.000.000 Depreciation in 1997 = Depreciation in 1998 = Depreciation in 1999 = Depreciation in 2000= Depreciation in 2001 = Depreciation in 2002= x Rp. 378.000.000 x Rp. 378.000.000 x Rp. 378.000.000 x Rp. 378.000.000 x Rp. 378.000.000 x Rp. 378.000.000 = Rp. 378,000,000,= Rp. 108,000,000,= Rp. = Rp. = Rp. = Rp. = Rp. 90.000.000,72.000.000,54.000.000,54.000.000,18.000.000,Rp . 30 ..000.000 , Rp . 30.000.000 , Rp . 395 000 000 , The amount of additional costs Rp . 365 000 000 , -

Table depreciation of the car is : DATE 31/12/97 31/12/98 31/12/99 31/12/00 31/12/01 31/12/02 ACQUISITION PRICE Rp.395.000.000,Rp.395.000.000,Rp.395.000.000,Rp.395.000.000,Rp.395.000.000,Rp.395.000.000,SCORE

DEPRECIATIO N EXPENSE
Rp. 108.000.000,Rp. 90.000.000,Rp. 72.000.000,Rp. 54.000.000,Rp. 36.000.000,Rp. 18.000.000,Rp.378.000.000,

ACCUMULATED DEPRECIATION
Rp. 108.000.000,Rp. 198.000.000,Rp. 270.000.000,Rp. 324.000.000,Rp. 360.000.000,Rp. 378.000.000,-

BOOK VALUE
Rp.287.000.000, Rp.197.000.000,Rp.125.000.000,Rp.71.000.000,Rp.35.000.000,Rp.17.000.000,-

b ) * contraction in October are as follows : purchase price of Rp . 310,000,000,cost under the name of Rp . 9,750,000,purchase freight costs Rp . 8,250,000,additional amount of Rp . 18,000,000,acquisition price of Rp . 328,000,000,*digit year number is 7 +6 +5 +4 +3 +2 +1 = 28 *amount to be depreciated historical cost = acquisition price of - residual value
Depreciation in 1997 = Depreciation in 1998 = Depreciation in 1999 = Depreciation in 2000= Depreciation in 2001 = Depreciation in 2002= Depreciation in 2003= Depreciation in 2004= x x Rp. 308.000.000 = Rp. 12.833..333,= Rp. = Rp. = Rp. = Rp. = Rp. = Rp. = Rp. 66.000.000,55.000.000,44.000.000,33.000.000,22.000.000,11.000.000,64.166.667,BOOK VALUE Rp.315.166.667,Rp.249.166.667,Rp.194.166.667,Rp.150.166.667,Rp.117.166.667,Rp. 95.166.667,Rp. 84.116.667,Rp. 20.000.000,-

= Rp. 328.000.000 Rp. 20.000.000 = Rp. 308.000.000,-

x Rp. 308.000.000 x Rp. 308.000.000 x Rp. 308.000.000 x Rp. 308.000.000 x Rp. 308.000.000 x Rp. 308.000.000 x x Rp. 308.000.000 DEPRECIATION EXPENSE Rp. 12.833.333,Rp. 66.000.000,Rp. 55.000.000,Rp. 44.000.000,Rp. 33.000.000,Rp. 22.000.000,Rp. 11.000.000,Rp. 64.166.667,Rp.308.000.000,-

Depreciation table :
ACQUISITION PRICE Rp. 328.000.000,Rp. 328.000.000,Rp. 328.000.000,Rp. 328.000.000,Rp. 328.000.000,Rp. 328.000.000,Rp. 328.000.000,Rp. 328.000.000,SCORE ACCUMULATED DEPRECIATION Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 12.833.333,78.833.333,133.833.333,177.833.333,210.833.333,232.833.333,243.833.333,308.000.000,-

DATE 31/12/1997 31/12/1998 31/12/1999 31/12/2000 31/12/2001 31/12/2002 31/12/2003 28/09/2004

3. Metode Saldo Menurun Ganda Metode Saldo Menurun Ganda adalah metode yang selalu didasari pada nilai buku harta tetapyang bersangkutan. Nilai buku dari harta tetap semakin lama akan semakin kecil. Oleh karena itu, biaya penyusutan dengan metode ini makin lama juga akan menjadi semakin kecil. Tarif penyusutan yang sering digunakan adalah tariff metode garis lurus yang dikalikan dua, sehingga metode ini sering disebut metode saldo menurun ganda. Penyusutan dengan metode ini dapat dirumuskan sebagai berikut : Penyusutan Pertahun = 2 x Persen Garis Lurus x Nilai Buku
Example : a) On January 1, 2000, PD. Kaman to buy a machine with a purchase price of Rp. 89,000,000,-. These purchases result in mounting costs of Rp. 6.500.000,- and the trial costs of Rp. 1.500.000,-. In the appraisal has economic life of the machine for 8 years with residual value of Rp. 8.000.000,-. b) Then, on 2 November 2000, PD. Kaman to buy back a machine with price Rp. 73,000,000,-. The costs to be incurred in the purchase takes for Rp. 8,000,000,-. The machine has an estimated economic life of 5 years with a residual value of Rp. 6,500,000,-. Make the depreciation of fixed assets and depreciation tables using the double declining balance method. Completion : a) * Persentasi straight line * Depreciation machine are: Purchase price of Installation costs Trial costs Additional amount of Acquisition price of Depreciation in l (2000) Depreciation in ll (2001) Depreciation in lll (2002) Depreciation in lV (2003) = 25 % x Rp. 97,000,000 = 25 % X Rp. 72,750,000 = 25 % x Rp. 54,562,500 = 25 % x Rp. 40,921,875 = = = = Rp . 6,500,000 Rp . 1,500,000 Rp . 8,000,000,Rp . 97,000,000,Rp. 24.250.000,Rp. 18,187,500,Rp .13,640,625,Rp .10,230,469,Rp. 89,000,000,= x 100 % = 1,25 % 25 %

* Percentase of depreciation

= 2 x 1,25 % =

Depreciation in V (2004) Depreciation in Vl (2005)

= 25 % x Rp. 30,691,406 = 25 % x Rp. 23,018,554

= = = =

Rp . 7,672,852,Rp. 5,754,639,Rp. 4,315,979,Rp . 3,236,984,

Depreciation in VII (2006) = 25 % x Rp. 17,263,915 Depreciation in Vlll (2007) = 25 % x Rp. 12,947,936 Table of depreciation : DATE 31/12/2000 31/12/2001 31/12/2002 31/12/2003 31/12/2004 31/12/2005 31/12/2006 31/12/2007 ACQUISITION PRICE Rp. 97.000.000 Rp. 97.000.000 Rp. 97.000.000 Rp. 97.000.000 Rp. 97.000.000 Rp. 97.000.000 Rp. 97.000.000 Rp. 97.000.000 SCORE

DEPRECIATION EXPENSE
Rp. 24.250.000,Rp. 18.187.500,Rp. 13.640.625,Rp. 10.230.469,Rp. 7.672.852,Rp. 5.754.639,Rp 4.315.979,Rp. 3.236.984,Rp. 87.289.048,-

ACCUMULATED DEPRECIATION
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 24.250.000,42.437.500,56.078.125,66.308.594,73.981.446,79.736.085,84.052.064,87.289.048,-

BOOK VALUE
Rp. 72.750.000,Rp. 54.562.500,Rp. 40.921.875,Rp. 30.691.406,Rp. 23.018.554,Rp. 17.263.915,Rp. 12.947.936,Rp. 9.710.952,-

b ) * Depreciation in November are as follows : purchase price of costs incurred Rp . 8,000,000 additional amount of acquisition price of Depreciation in l (2000) Depreciation in ll (2001) Depreciation in lll (2002) Depreciation in lV (2003) Depreciation in V (2004) Depreciation in Vl (2005) Depreciation table : DATE 31/12/2000 31/12/2001 31/12/2002 31/12/2003 31/12/2004 02/11/2005 ACQUISITION PRICE Rp. 81.000.000,Rp. 81.000.000,Rp. 81.000.000,Rp. 81.000.000,Rp. 81.000.000,Rp. 81.000.000,SCORE = x 40 % x Rp. 81,000,000 = = = = = =

Rp . 73,000,000,Rp . 8.000.000,Rp. 81.000.000,Rp. 5,400,000,Rp. 30,240,000,Rp .18,114,000,Rp .10,886,400,Rp. 6,531,840,Rp. 3.265.920,-

= 40 % x Rp. 75,600,000 = 40 % x Rp. 45,360,000 = 40 % x Rp. 27,216,000 = 40 % x Rp . 16,329,600 = x 40 % x Rp. 81.000.000

DEPRECIATION EXPENSE
Rp. 5.400.000,Rp. 30.240.000,Rp. 18.114.000,Rp. 10.886.400,Rp. 6.531.840,Rp. 3.265.920,Rp. 74.468.160,-

ACCUMULATED DEPRECIATION
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 5.400.000,35.640.000,53.784.000,64.670.400,71.202.240,74.468.160,-

BOOK VALUE
Rp. 75.600.000,Rp. 45.360.000,Rp. 27.216.000,Rp. 16.329.600,Rp. 9.797.760,Rp. 6.531.840,-

4 ) Method Unit Produksi


Metode unit produksi adalah metode perhitungan penyusutan harta tetap yang didasarkan pada perkiraan kemampuan produksi barang yang akan dihasilkan selama umur manfaat dari harta tetap yang bersangkutan. Metode ini paling banyak diaplikasi pada perhitungan penyusutan harta tetap mesin. Cara perhitungan penyusutan dengan cara ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

Penyusutan Per-tahun =

x ( Harga Perolehan Residu )

Penyusutan Per-unit =

x ( Produksi Tahun Ke-n )

Example: On January 1 , 1999, PT. Kaman to buy a machine with price Rp. 56,700,000,- and 10% VAT. Incurred in the purchase and installation costs trials Rp.4,000,000, purchase of transport costs Rp. 4,250,000 and insurance fee of Rp. 4.000.000,-. This machine has the estimated economic life of 4 years with a residual value of Rp. 6.750.000,-. During the useful life of this machine will be able to work for 43,200 hours of work and be able to produce 38,000 units of goods , machinery production forecasts for the next 4 years are as follows : YEARS 1999 2000 2001 2002 SCORE PRODUCTION UNIT 8.600 7.300 9.200 12.900 38.000 HOURS OF WORK 3.500 2.350 3.200 3.450 15.000 Hours

Make the depreciation of fixed assets and depreciation tables using the productive output method.

Completion: a) Depreciation machine are: The purchase price of VAT10% (10% x Rp. 5,.700,000) to Rp. 5,670,000 Rp. 4,000,000 Rp. 4,250,000 Rp. 5,000,000 Total additional cost of Acquisition price of Rp. 18,920,000,Rp. 75,620,000,The cost of installing and testing Purchasefreight costs Insurance costs Rp. 56,700,000,-

Penyusutan Per-tahun =

x ( Harga Perolehan Residu )

Depreciation in 1999 = Depreciation in 2000= Depreciation in 2001 = Depreciation in 2002=

x ( Rp. 75,620,000 Rp. 6,750,000) = Rp. 17,217,500,x Rp. 68,870,000 x Rp. 68,870,000 x Rp. 68,870,000 = Rp. 16,673,789,= Rp. 17,761,211,= Rp. 17,217,500,-

b) DATE 31/12/1999 31/12/2000 31/12/2001 31/12/2002

Depreciation Table : ACQUISITION PRICE Rp. 75,620,000,Rp. 75,620,000,Rp. 75,620,000,Rp. 75,620,000,SCORE

DEPRECIATION ACCUMULATED EXPENSE DEPRECIATION


Rp. Rp. Rp. Rp. 17,217,500,16,673,789,17,761,211,17,217,500,Rp. 17,217,500,Rp. 33,891,289,Rp. 51,652,500,Rp. 68,870,000 ,-

BOOK VALUE
Rp. 58,402,500,Rp. 41,728,711,Rp. 23,967,500,Rp. 6,750,000,-

Rp.68,870,000,-

5) Metode Jam Kerja


Metode jam kerja adalah metode perhitungan penyusutan harta tetap yang didasari pada perkiraan kemampuan harta tetap yang bersangkutan pekerja selama umur manfaatnya. Metode ini paling banyak diaplikasipada perhitungan penyusutan harta tetap mesin. Cara perhitungan penysuutan dengan cara ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

Penyusutan Per-tahun =

x ( Harga Perolehan Residu )

Penyusutan Per-unit =

x ( Jam Kerja Tahun Ke-n )

Example: On January 1 , 1999, PT. Kaman to buy a machine with price Rp. 56,700,000,- and 10% VAT. Incurred in the purchase and installation costs trials Rp.4,000,000, purchase of transport costs Rp. 4,250,000 and insurance fee of Rp. 4,000,000,-. This machine has the estimated economic life of 4 years with a residual value of Rp. 6,750,000,-. During the useful life of this machine will be able to work for 43,200 hours of work and be able to produce 38,000 units of goods , machinery production forecasts for the next 4 years are as follows : YEARS 1999 2000 2001 2002 SCORE PRODUCTION UNIT 8.600 7.300 9.200 12.900 38.000 HOURS OF WORK 3.500 2.350 3.200 3.450 15.000 Hours

Make the depreciation of fixed assets and depreciation tables using the service hour method.

Completion: a) Depreciation machine are: The purchase price of VAT10% (10% x Rp. 5,.700,000) to Rp. 5,670,000 Rp. 4,000,000 Rp. 4,250,000 Rp. 5,000,000 Total additional cost of Acquisition price of Rp. 18,920,000,Rp. 75,620,000,The cost of installing and testing Purchasefreight costs Insurance costs Rp. 56,700,000,-

Penyusutan Per-unit =

x ( Jam Kerja Tahun Ke-n )

Depreciation in 1999 Depreciation in 2000 Depreciation in 2001 Depreciation in 2002 b) Depreciation Table :

= = = =

x 3.500 x 2.350 x 3.200 x 3.450

= = = =

Rp. 19,283,600,Rp. 12,947,560,Rp. 17,630,720,Rp. 19,008,120,-

DATE
31/12/1999 31/12/2000 31/12/2001 31/12/2002

ACQUISITION DEPRECIATION PRICE EXPENSE


Rp. 75,620,000,Rp. 75,620,000,Rp. 75,620,000,Rp. 75,620,000,Rp. Rp. Rp. Rp. 19,283,600,12,947,560,17,630,720,19,008,120,-

ACCUMULATED DEPRECIATION
Rp. Rp. Rp. Rp. 19,283,600,32,231,160,49,861,880,68,870,000,-

BOOK VALUE
Rp.56,336,400 Rp.43,388,840 Rp.25,758,120 Rp. 6,750,000

SCORE

Rp.68,870,000,-

Penghentian Aktiva Tetap

Penghentian aktiva tetap adalah jika aktiva tetap yang sudah kurang bermanfaat lagi karena habis umur ekonomisnya atau tidak layak lagi untuk dipakai terus karena sudah ketinggalan jaman dengan munculnya mesin-mesin baru yang dapat memproduksi barang yang mutunya lebih baik, lebih menghematkan biaya dan kapasitasnya lebih tinggi, maka aktiva lama tersebut harus dihentikan pemakaiannya. Apabila suatu aktiva tetap akan dihentikan, maka pertama-tama harus ditentukan dahulu nilai buku aktiva tetap tersebut. Nilai buku adalah selisih antara harga perolehan aktiva tetap dengan akumulasi penyusutan pada tanggal yang bersangkutan. Apabila penghentian terjadi pada suatu tanggal tertentu pada suatu tahun, maka penyusutannya harus dihitung sampai dengan saat penghentian terjadi. Selanjutnya nilai buku aktiva tetap harus dihapus dari pembukuan dengan mendebet rekening akumulasi penyusutan dan mengkredit aktiva tetap yang bersangkutan sebesar harga perolehannya. Jika suatu aktiva tetap sudah tidak dipakai lagi, untuk menghentikan pemakaian aktiva tersebut dapat dilakukan dengan cara : a) Dibuang atau disingkirkan, b) Dijual, c) Ditukar dengan aktiva yang baru yang sejenis dan d) Ditukar dengan aktiva yang baru yang tidak sejenis.

1. Penghentian Dibuang atau Disingkirkan


Dengan dibuangnya aktiva tetap berarti aktiva tersebut harus dikeluarkan dari pembukuan, dengan jurnal : a. jika sudah habis umur ekonomisnya : Akumulasi Penyusutan X Mesin X Rp. XXX Rp. XXX b. jika belum habis umur ekonomisnya : Akumulasi Penyusutan X Rugi Karena Pembuangan Mesin X Example : In January 2012 an accident which caused the carinto the abyss, so PT. Kaman Sejahtera had removal of fixed assets. The carwas purchased on January 1, 2010 with acostof Rp. 101,600,000 and accumulated depreciation using the straight-line method of Rp. 45, 800,000with a4-year economic life and residual value of Rp. 10,000,000. asked: termination of fixed assets journals make the car. Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX

Completion : i) Acquisition price of Rp. 101,600,000 Accumulated depreciation Rp. 45,800,000 Lossdue todisposal Rp. 55,800,000 Thejournal: Accumulated depreciation Rp. 45,800,000 Lossdue todisposal Rp. 55,800,000 Car Rp. 101,600,000

ii)

2. Penghentian Dijual
Apabila suatu aktiva tetap dijual, maka nilai buku aktiva tersebut harus dibandingkan dengan hasil penjualannya. Perusahaan mendapat laba, jika hasil penjualan lebih besar dari nilai buku aktiva yang dijual. Sebaliknya, perusahaan menderita rugi, apabila hasil penjualannya lebih kecil daripada nilaibukunya. Timbulnya laba atau rugi dalam penjualan suatu aktiva tetap sangat umum terjadi. Apabila hasil penjualan sama dengan nilai buku, yang berarti perusahaan tidak mendapat laba atau rugi, maka hal itu hanya terjadi secara kebetulan. Berikut adalah jurnalnya : a) apabila timbul laba Kas Rp. XXX Akumulasi Penyusutan Rp. XXX Laba Penjualan Rp. XXX Mesin Rp. XXX b) apabila timbul rugi Kas Rp. XXX Akumulasi Penyusutan Rp. XXX Rugi Penjualan Rp. XXX Mesin Rp. XXX Example : On January 1,2008 PT. Kaman Sejahtera sell one of the engines of Rp. 25,000,000. The machine was bought on 6th June 2006 with an acquisition cost of Rp. 59,200,00 and accumulated depreciation using the straight-line method of Rp. 21,320,000. make journal termination of fixed assets such machines. Completion : i) The sale price Acquisition price Rp. 59,200,000 Accumulated depreciation Rp. 21,320,000 Book value of the machine Loss due to the removal Termination of fixed assets journal are : Cash Rp. 25,000,000 Accumulated depreciation Rp. 21,320,000 Loss due to the removal Rp. 12,880,000 Machine Rp. 25,000,000

Rp. 37,880,000 Rp. 12,880,000

ii)

Rp. 59,200,000

3. Penghentian Tukar Tambah Sejenis


Apabila aktiva tetap ditukar dengan aktiva tetap yang sejenis, maka laba atas pertukaran tidak diakui, sedangkan jika rugi atas pertukaran tersebut harus diakui( perinsip konservatisme ). Berikut adalah jurnalnya : a) Apabila timbul rugi Mesin (baru) Rp. XXX Akumulasi Penyusutan Rp. XXX Rugi pertukaran mesin Rp. XXX Mesin (lama) Rp. XXX Kas Rp. XXX b) Apabila timbul laba Mesin (baru) Rp. XXX Akumulasi Penyusutan Rp. XXX Mesin (lama) Rp. XXX Kas Rp. XXX Catatan : Laba tidak diakui, maka nilai aktiva baru dicatat sebesar nilai pengorbanannya ( harga beli laba yang tidak diakui ). Example : A machine purchased in January 1987 for Rp. 42,000,000 as at 31 December 1994 have been depreciated Rp. 32,000,000. on the 8th of January 1995 exchanged with similar new machine with the price of Rp. 60,000,000. Asked: Make the journal termination of fixed assets, if: a) increase the cash of Rp. 55,000,000 b) increase the cash of Rp. 47,000,000 Completion : i) The price of a new machine price of the old machine accumulated depreciation book value of the old machine difference between the book value

Rp. 42,000,000 Rp. 32,000,000

Rp. 60,000,000

Rp. 10,000,000 Rp. 50,000,000

ii) a.

b.

add cash of Rp. 55,000,000 difference between the book value add cash exchange loss add cash of Rp. 47,000,000 difference between the book value add cash exchange earnings

Rp. 50,000,000 Rp. 55,000,000 ( 5,000,000) Rp. 50,000,000 Rp. 47,000,000 Rp. 3,000,000

iii) That the journal should be made in the termination of the fixed assets are: a. price of the new machine Rp. 60,000,000 accumulated depreciation Rp. 32,000,000 exchange loss Rp. 5,000,000 price of the old machine Rp. 42,000,000 cash Rp. 55,000,000 b. price of the new machine Rp. 57,000,000 accumulated depreciation Rp. 32,000,000 price of the old machine cash

Rp. 42,000,000 Rp. 47,000,000

4. Penghentian Tukar Tambah Tidak Sejenis


Apabila aktiva tetap ditukar dengan aktiva tetap lain yang tidak sejenis, maka laba atau rugi atas pertukaran diakui. Pertukaran antara aktiva tidak sejenis bisa melibatkan berbgaai macam aktiva. Sebagai contoh, misalnya peralatan angkutan ditukar dengan tanah, atau mobil ditukar dengan mesin pabrik. Dalam hal terjadi pertukaran aktiva tidak sejenis, maka aktiva baru yang diperoleh mempunyai fungsi yang berbeda dengan aktiva yang diserahkan. Oleh karena itu, laba atau rugi harus diakui jika pertukaran terjadi antara aktiva yang tidak sejenis. Berikut adalah jurnalnya : a) Apabila timbul laba : Mesin (baru) Akumulasi Penyusutan Laba Pertukaran Mesin (lama) Kas b) Apabilatimbulrugi : Mesin (baru) Akumulasi Penyusutan Rugi Pertukaran Mesin (lama) Kas Example : Atruck with an acquisition cost of Rp. Rp100,000,000 has been depreciated. 70,000,000 on June 5, 1995 exchange for a bus at a price ofRp. 150,000,000. asked: make the journal termination of fixed assets, if: a) increase the cash of Rp. 130,000,000 b) increase the cash of Rp. 115,000,000 Completion: i) The price of bus Truck prices Accumulated depreciation Rp. 100,000,000 Rp. 70,000,000 Rp. 150,000,000 Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX Rp. XXX

Book value oftruck Difference between the book value

Rp. 30,000,000 Rp. 120,000,000

ii) a.

add cash of Rp. 130,000,000 difference between the book value add cash exchange loss Rp. 120,000,000 Rp. 130,000,000 ( 10,000,000)

b.

add cash of Rp. 115,000,000 difference between the book value add cash exchange earnings Rp. 120,000,000 Rp. 115,000,000 Rp. 5,000,000

iii) that the journal should be madein the termination of the fixed assets are: a. price of bus accumulated depreciation exchange loss truck prices cash b. price of bus accumulated depreciation exchange earnings truck prices cash Rp. 150,000,000 Rp. 70,000,000 Rp. 5,000,000 Rp. 100,000,000 Rp. 115,000,000 Rp. 150,000,000 Rp. 70,000,000 Rp. 10,000,000 Rp. 100,000,000 Rp. 130,000,000

Jusup, Al. Haryono, M.B.A., Akuntan, Drs. 2005. Dasar-dasar akuntansi jilid 2, edisi 6. Yogyakarta. Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN. Suyoto, Moelyati, Sumardi Drs, Dra. 1999. Akuntansi Keuangan jilid 1, Bandung Titian Ilmu. www. Google translate.com,

Dari semua hasil makalah saya ini mungkin belum mencapai titik kesempurnaan, mnaka dari itu saya mengucapkan mohonmaaf atas segala kekurangan dari makalah ini. Dan saya mengucapkan terima kasih atas guru pembimbing saya Ibu Lestari Manurung S,Pd dan teman-teman yang sudah mau membantu sedikit pekerjaan makalah saya ini. Saya berharap agar makalah ini bisa bermanfaat dan dapat dimengerti. Saya menerima akan kritik dan sarannya terhadap teman-teman atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Jakarta, November 2013 Penulis

Kartika

Nama : KARTIKA Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 05 Juni 1997 Alamat Rumah : Jl. Muara Baru Gg. Marlina Rt. 011/Rw. 017 No. 1 Penjaringan, Jakarta Utara Anak ke: 5 (lima) dari 5 Bersaudara Lulusan : SDN PENJARINGAN 02 PETANG, SMP NEGERI 21 JAKARTA

Bersekolah Kelas Alamat Sekolah E-mail Twitter

: : : : :

SMK NEGERI 23 JAKARTA XI AKUNTANSI 1 Jl. Pademangan Timur III Gg. 19 Pademangan, Jakarta Utara Kartika222@ymail.com @kartika_asmi