Anda di halaman 1dari 21

Pengembangan dan Penilaian Kurikulum

Siklus Pengembangan Kurikulum (Curriculum Engineering Cycle)


Perancangan Kurikulum

Penilaian Kurikulum

Pengembangan Kurikulum

3
Pelaksanaan Kurikulum 2

1. Perencanaan Kurikulum

Perencanaan Kurikulum
Analisis kebutuhan masyarakat Analisis kebutuhan pengembangan ilmu, pengetahuan, nilai-nilai Analisis kebutuhan peserta didik

2. Pengembangan Kurikulum

Pertanyaan mendasar dalam pengembangan kurikulum:


Pertanyaan pertama, "What educational purposes should the school seek to attain?" Pertanyaan kedua, "How can learning experiences be selected which are likely to be useful in attaining these experiences?" Pertanyaan ketiga, "How can learning experiences be organized for effective instruction?" Pertanyaan terakhir, "How can the effectiveness of learning experiences be evaluated?"
6

Pengorganisasian materi dalam mata pelajaran memperhatikan dan mempertimbangkan:


Perkembangan psikologis dan fisik anak, Kebermanfaatan atau kegunaan bagi anak, Beban belajar anak, dan Disiplin keilmuan.

Pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan kurikulum:


para pengambil keputusan yang terkait dengan penetapan kurikulum para ahli kurikulum,

para ahli disiplin keilmuan,


para ahli psikologi, dan

guru-guru.
8

3. Pelaksanaan Kurikulum

Pelaksanaan Kurikulum Pembagian tugas di antara pendidik dan tenaga kependidikan Membuat silabus pembelajaran dan rencana pengajaran Melaksanakan pembelajaran Melaksanakan penilaian proses

10

Kesesuaian: Kurikulum dan Pembelajaran

Kurikulum

Pembelajaran

11

4. Penilaian Kurikulum

12

Penilaian kurikulum sebagai suatu proses:


penilaian terhadap unsur tertentu perangkat kurikulum, penilaian terhadap keseluruhan perangkat kurikulum, penilaian kurikulum dilakukan terhadap unsur tertentu pelaksanaan kurikulum,

penilaian kurikulum dilakukan terhadap keseluruhan pelaksanaan kurikulum.


13

Fungsi penilaian kurikulum:


to diagnose,

to revise,
to compare, to anticipate educational needs, and to determine if objective have been achieved.
14

Beberapa pendekatan penilaian Tyler:


Mulai dengan penentuan tujuan penilaian. Tujuan ini harus menyatakan dengan jelas materi yang akan dinilai dalam kurikulum. Memilih, mengubah, atau menyusun alat penilaian dan menguji obyektivitas, realibilitas, dan validitas alat tersebut. Gunakan alat penilaian untuk memperoleh data. Bandingkan data yang diperoleh dengan hasil penilaian sebelumnya yang memperoleh data. Analisa data untuk menentukan kekuatan dan kelemahan dari kurikulum dan jelaskan alasan dari kekuatan dan kelemahan tersebut. Gunakan data untuk membuat perubahan yang dianggap perlu dalam kurikulum.
15

Bloom, Hastings, dan Madaus dalam penilaian kurikulum mengembangkan:

model penilaian kurikulum secara sumatif dan formatif.


16

Stufflebeam memperkenalkan model penilaian kurikulum: CIPP


Context Tujuan Input Process Product

Metode

Hubungan dengan pembuatan keputusan


17

Stake mengembangkan model penilaian kurikulum: CCM


Dasar pemikiran penilaian kurikulum

(1)

Tujuan

Pengamatan

Patokan

Pertimbangan

Matriks Deskripsi (2)

Matriks Pertimbangan (3)


18

Kesesuaian dan Kecocokan

Data pendahuluan yang diharapkan

sesuai

Hasil pengamatan pendahuluan

Data proses belajar mengajar yang diharapkan

sesuai

Hasil pengamatan proses belajar mengajar

Data hasil belajar yang diharapkan

sesuai

Hasil pengamatan hasil belajar

19

Model Provus: discrepancy evaluation model


Tahap 1: Menentukan kriteria yang diinginkan. Kemudian penilai mengidentifikasi ketidaksesuaian antara kriteria dan perencanaan program kurikulum. Dara dilaporkan kepada pembuat keputusan yang harus memutuskan apakah pembuat keputusan yang harus memutuskan apakah ketidaksesuaian dapat diabaikan atau perencanaan program harus dirubah. Tahap 2: Membandingkan antara kenyataan atau pelaksanaan program kurikulum dan kriteria. Tugas penilai adalah melaporkan ketidaksesuaian kedua hal tersebut. Perubahanm pelaksanaan kurikulum pada tahap ini dimungkinkan sebelum penilaian dilanjutkan. Perubahan harus melibatkan para ahli untuk membantu guru dalam 20 mempelajari metode-metode pengajaran baru.

Tahap 3: meneliti proses belajar mengajar dan hasilnya secara khusus digunakan untuk menentukan hubungan penyebab dan pengaruh. Provus menamakan tahap 3 ini sebagai microlevel evaluation. Jika ternyata proses belajar mengajar tidak menghasilkan hasil belajar yang diinginkan, proses belajar mengajar hendaknya diperbaiki. Pada tahap ini, penilai juga diharapkan mendeteksi berbagai masalah yang berkaitan dengan proses belajar mengajar. Tahap 4: Meneliti pengaruh dari kurikulum secara keseluruhan dalam hubungannya dengan perubahan tingkah laku anak didik. Provus menamakan tahap ini dengan macrolevel evaluation. Dalam tahap ini akan diketahui apakah pelaksanaan kurikulum telah mencapai tujuannya ataukah tidak mencapai. Data yang diperoleh dari tahap 2 dan 3 akan sangat membantu dalam pelaksanaan penilaian pada tahap ini. Tahap 5: Merencanakan kurikulum baru berdasarkan data dari pelaksanaan kurikulum yang telah dinilai.
21