Anda di halaman 1dari 7

Kelompok 2 Yuvi Yuanditra (04) Susyatin Ummul Amanah (05) Dia Qori Yaswinda (22) Anis Barokah (31)

Dita Ayu Faradila (40)

PENANGANAN SAMPAH DI DEPAN RUSUNAWA PUTRA 1. Apa yang dimaksud dengan sampah dan apa saja jenis-jenis sampah yang ada di depan rusunawa putra? Dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Menurut Slamet (2002), sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan. Sedangkan menurut Tim Penulis Penebar Swadaya dalam (Salipadang, 2011:6) menyatakan bahwa sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Menurut Tandjung dalam (Alex, 2012:3) sampah merupakan sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula. Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa sampah adalah material sisa baik organik maupun anorganik yang dibuang karena dianggap tidak berharga sehingga tidak digunakan lagi. Sampah yang ada di depan rusunawa putra berupa sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik menurut Slamet (2002) yaitu sampah yang mudah membusuk atau sampah yang dapat terurai oleh aktivitas organisme pembusuk. Organisme pembusuk itu misalnya Azotobacter, Cacing, Rhozobium dan sebagainya. Sampah organik yang ditemukan di depan rusunawa putra berupa tempurung kelapa, serasah daun, sayur busuk dan sebagainya

Sampah anorganik menurut Slamet (2002) yaitu sampah yang tidak mudah membusuk atau sampah yang tidak dapat terurai. Kalaupun dapat terurai, butuh waktu yang sangat lama. Sampah anorganik yang ditemukan di depan rusunawa putra berupa plastik, kaleng, kain, kertas dan sebagainya.

2. Siapa saja yang bertanggung jawab atas sampah di lingkungan sekitar rusunawa dan pengelolaannya? Sampah merupakan masalah lingkungan bersama sehingga pihak-pihak yang bertanggung jawab adalah semua warga yang ada di sekitar wilayah tersebut. Berikut ini yang bertanggung jawab terhadap masalah sampah di depan rusunawa putra: - Mahasiswa Mahasiswa Universitas Jember secara keseluruhan berperan dalam pencemaran yang terjadi di kawasan kampus. Oleh karena itu dalam pengelolaannya, mahasiswa juga harus ikut berpartisipasi. Misalnya saja dengan membuang sampah sesuai dengan tempat yang telah disediakan. Seperti yang sudah diketahui, bahwasanya kampus Unej sendiri sudah menyediakan tempat yang seharusnya digunakan sebagai tempat pembuangan sampah baik sampah organik maupun anorganik. Selain itu, mahasiswa dapat juga melakukan daur ulang sampah yang nantinya dapat diwujudkan dalam program kreatifitas mahasiswa (PKM). Sehingga selain dapat membantu mengatasi permasalahan sampah di lingkungan sekitar Unej hal tersebut dapat pula menjadi penunjang prestasi mahasiswa itu sendiri. - Seluruh warga Universitas Jember Tidak hanya mahasiswa yang bertanggung jawab atas meningkatnya sampah di kawasan rusunawa Unej. Seluruh jajaran yang ada di Unej juga bertanggung jawab mengatasi permasalahan tentang sampah ini. Mereka yang ada di jajaran petinggi Universitas Jember misalnya, dapat berperan serta dengan memberi kebijakan dan sanksi tegas tentang pembuangan sampah yang tidak sesuai tempatnya atau memberi tempat untuk pengolahan sampah agar dapat dikelola

oleh mahasiswa. Sehingga pengelolaan sampah dapat diatasi dengan baik memanfaatkan kerja sama antara jajaran Unej dengan mahasiswa. - Warga masyarakat sekitar kampus Sekitar kampus Unej memiliki perkampungan yang cukup padat penduduk. Hal tersebut secara tidak langsung juga memberi andil atas menumpuknya sampah yang ada di sekitar rusunawa Unej. Padatnya perumahan yang ada di perkampungan tersebut menyebabkan tempat pembuangan smpah semakin berkurang. Lahan kosong di depan rusunawa yang memiliki jarak cukup dekat dengan perkampungan. Alasan itulah yang akhirnya dijadikan oleh warga sekitar untuk membuang sampah di lokasi tersebut. Oleh karena itu, warga sekitar seharusnya juga diberikan pelatihan bagaimana pengelolaan sampah seharusnya dilakukan. Karena secara tidak langsung hal tersebut akan sangat mengurangi penumpukan sampah di sekitar rusunawa tersebut.

3. Siapa yang terkena dampak atas menumpuknya sampah di sekitar rusunawa Universitas Jember? Dampak adanya penimbunan sampah yang ada di sekitar rusanawa, paling besar dirasakan oleh warga Universitas Jember yang berada di sekitar tempat tersebut. Baik itu mahasiswa yang tinggal di rusunawa, maupun warga perkampungan sekitar. Bau yang ditimbulkan dari timbunan sampah tersebut tentu sangat mengganggu warga sekitar. Tidak hanya bau, sampah-sampah yang ditimbun ini juga akan menjadi sumber berbagai macam penyakit seperti diare dan sebagainya. Selain itu, daerah sekitar tempat penimbunan sampah tersebut juga tidak akan enak dipandang. Penimbunan sampah ini secara tidak langsung akan merusak lingkungan ekosistem di sekitar tempat tersebut. Selain ditimbun penanganan yang selama ini dilakukan oleh warga sekitar adalah membakar sampah, sampah yang dibakar ini dapat menyebabkan permasalahan lingkungan lain seperti pencemaran udara dan pemanasan global yang sangat berbahaya bagi keberlangsungan kehidupan di bumi.

4. Dimanakah letak ditemukannya tumpukan sampah yang menyebabkan masalah lingkungan? Tumpukan sampah banyak ditemukan pada daerah kampus yang tidak memiliki sarana tempat pembuangan sampah yang memadai sehingga warga kampus membuangnya pada sembarang tempat yang lama-kelamaan akan menumpuk dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar kampus. Tumpukan sampah juga ditemukan pada tempat penampungan sampah yang ada di daerah kampus UNEJ sebelum diolah oleh petugas kebersihan. Tumpukan sampah yang banyak dan menyebabkan masalah lingkungan yang kami bahas adalah di depan rusunawa putra.

5. Kapan sampah dapat menjadi masalah bagi lingkungan sekitar? Permasalahan sampah banyak memberikan pengaruh terhadap kehidupan manusia dan lingkungan,terutama pada kesehatan,lingkungan, dan sosial ekonomi (Suprihatin,dkk.1996). Sampah dapat menjadi masalah lingkungan apabila berada pada tempat yang tidak semestinya dan dalam jumlah yang terlalu banyak. Misalnya sampah daun kering yang terdapat di selokan di depan rusunawa putra yang akan menyebabkan terhambatnya laju air ketika hujan deras sehingga air yang jatuh menggenang dan tidak bisa mengalir. Tumpukan sampah yang ada di depan rusunawa putra juga menyumbangkan banyak permasalah lingkungan. Selain ditumpuk, sampah juga dibakar sehingga dapat menyebabkan

permasalahan lingkungan lain seperti pencemaran udara.

6. Mengapa diperlukan pengolaan sampah di Lingkungan depan Rusunawa Putra Universitas Jember? Pengolaan sampah perlu dilakukan karena apabila sampah tersebut tidak segera diolah dan ditangani dengan benar maka akan menyebabkan penumpukan sampah. Penumpukan sampah dapat merugikan manusia dan memperburuk kondisi lingkungan diantaranya yaitu:

Penumpukan sampah merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme penyebab penyakit seperti diare, kolera, tifus dan juga sebagai media yang cocok bagi nyamuk penyebab demam berdarah (haemorhagic fever) serta berbagai serangga vector penyakit lain. Penumpukan sampah yang terkena air hujan dapat menghasilkan asam organik dan gas cair organik misalnya metana yang berbau kurang sedap dan dapat meledak. Selain itu sampah yang terkena air hujan dapat terbawa ke selokan dan dapat menyumbat aliran air sehingga menyebabkan banjir. Sampah yang termakan oleh tumbuhan ternak seperti domba dapat meningkatkan resiko terjangkit penyakit yang disebabkan oleh cacing pita dan apabila termakan dapat menjadi parasit yang hidup di dalam organ pencernaan manusia. Sampah yang dibakar (tidak ditumpuk) akan menyebabkan permasalah lingkungan lain seperti pencemaran udara yang dapat menyebabkan pemanasan global (Suprihatin, 1996).

7. Bagaimana pengolahan sampah yang sudah dilakukan di depan rusunawa putra? Sistem pengolahan sampah yang sudah dilakukan di sekitar rusunawa adalah dengan membakar sampah yang dapat menyebabkan permasalahan lain bagi lingkungan seperti pencemaran udara yang dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global, asap yang dihasilkan dapat mengganggu sistem pernapasan warga sekitar, terganggunya ekosistem karena secara langsung maupun tidak langsung sampah yang dibakar di atas rumput akan menyebabkan vegetasi rumput maupun hewan kecil yang ada di tempat tersebut mati terbakar, berkurangnya vegetasi rumput-rumputan akan mengganggu hewan-hewan herbivora yang kebutuhan makannya bergantung pada rumput-rumputan, terganggunya hewanhewan herbivora ini akan berkesinambungan karena baik rumput-rumputan maupun herbivora merupakan bagian dari rantai makanan.

8. Bagaimana cara pengolahan sampah yang benar dan tidak menyebabkan masalah lingkungan yang lain? Prinsip dari pengolahan sampah yaitu reduce, reuse dan recycle. Selain itu dilakukan penanganan sampah dengan konsep zero waste, yaitu: - Sistem pengolahan sampah secara terpadu - Teknologi pengomposan - Daur ulang sampah plastik dan kertas - Teknologi pembakaran sampah dan insenator - Teknologi pengolahan sampah organik menjadi pakan ternak - Teknologi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah - Peran serta masyarakat dalam penanganan sampah - Peluang dan tantangan usaha daur ulang Pengolahan sampah yang cocok untuk wilayah di depan rusunawa putra dan praktis penanganannya adalah dengan cara: - Pengomposan(Composting) yaitu sampah yang diolah menjadi pupuk. Pada umumnya cara pengomposan tidak menimbulkan bahaya bagi kesehatan, selama proses pengomposan tidak ada lalat yang hinggap pada bahan yang dijadikan kompos. - Penimbunan sampah dengan tanah (Sanitary Landfill) yaitu pembuangan sampah yang dilakaukan dengan cara menimbun sampah dengan tanah. Penimbunan dilakukan lapis demi lapis, sehingga sampah tidak berada di alam terbuka, jadi tidak sampai menimbulkan bau serta tidak menjadi tempat bersarang hewan. Cara-cara tesebut digunakan karena dapat menciptakan lingkungan hidup yang sehat sehingga dapat ditingkatkan derajat kesehatan lingkungan (Azwar, 1995).

Referensi

Alex S. 2012. Sukses Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Organik. Yogyakarta: Pustaka Baru Press. Azwar, A. 1995. Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Jakarta : PT.Mutiara Sumber Widya. Salipadang, Joseph Crhistian. 2011. Analisis Sistem Pengangkutan Sampah Kota Makassar Dengan Metode Penyelesaian Vehicle Routing Problem (VRP) (Studi Kasus: Kecamatan Mamajang). Makassar: Skripsi pada Universitas Hasanuddin. Slamet, J. S. 2002. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada Universty Press. Suprihatin, A, et al. 1996. Sampah dan Pengelolaannya. Malang: PPPGT/VEDC Malang