Anda di halaman 1dari 4

DESTILASI

Muhammad Hilyan Ramadhiansyahr 133020179 Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pasundan ABSTRAK
Destilasi adalah proses pemisahan yang didasari atas perbedaan-perbedaan titik didih atau titik cair dari masing-masing zat penyusun dari campuran homogen. Destilasi yang dilakukan pada praktikum ialah destilasi biasa yang menggunakan sampel larutan nutrisari. Proses hingga terbentuknya destilat berawal saat sampel dimasukan kedalam labu destilasi yang telah diletakan batu didih di dalamnya dan ditutup menggunakan gabus dan terdapat termometer pada gabus tersebut lalu dipanaskan menggunakan pembakar bunsen lalu cairan yang dipanaskan mulai menguap melalui kondensor yang telah dialiri air yang berfungsi sebagai pendingin uap sehingga uap destilasi tersebut mendingin dan berubah menjadi cair lalu keluar melalui adafter dan terbentuklah destilat.Tujuan dari percobaan destilasi adalah untuk memisahkan suatu campuran sehingga dapat mengetahui zat murni campuran tersebut, agar praktikan dapat mengetahui bagaimana cara melakukan proses destilasi, dan agar dapat memisahkan zat cair dari campurannya ataupun untuk memisahkan suatu larutan dari larutan lain. Prinsip percobaan destilasi adalah berdasarkan tekanan uap dari atas cairan pada kesetimbangan (kecepatan penguapan= kecepatan pengembunan), bersifat khas dan naik dengan kenaikan suhu.

Key words : Destilasi PENDAHULUAN Destilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Dimana zat yang mempunyai titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu,kemudian uap tadi akan mengalami proses pendinginan pada kondensor. Berdasarkan jenis campuran yang akan dipisahkan, distilasi terbagi lagi, di antaranya yaitu distilasi sederhana, distilasi terfraksi, distilasi uap dan distilasi vakum. Tujuan dari percobaan destilasi adalah untuk memisahkan suatu campuran sehingga dapat mengetahui zat murni campuran tersebut, agar praktikan dapat mengetahui bagaimana cara melakukan proses destilasi, dan agar dapat memisahkan zat cair dari campurannya ataupun untuk memisahkan suatu larutan dari larutan lain Prinsip percobaan destilasi adalah berdasarkan tekanan uap dari atas cairan pada kesetimbangan (kecepatan penguapan = kecepatan pengembunan), bersifat khas dan naik dengan kenaikan suhu. METODOLOGI Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam percobaan destilasi ini adalah thermometer, klem, adafter, statif, labu destilasi, kondensor, selang masuk, selang keluar pipa konektor, gelas kimia, bunsen dan batu didih Bahan yang digunakan saat percobaan destilasi adalah larutan jeruk nutrisari dan H2O Metode Percobaan
Klem Air pendingin keluar

Kondensor Statif
Labu destilasi

Pemanasan

Labu Penampung

Gambar 1. Metode Percobaan Destilasi

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Hasil Pengamatan Destilasi No 1 2 3 4 5 6 7 8 Pengamatan Nama Sampel Warna Sampel Volume Asal Suhu Mendidih Suhu Tetesan Pertama Suhu Konstan Volume Destilat Warna Destilat Hasil Larutan jeruk nutrisari Kuning 25 mL 97,5 C 98 C 98,5 C 26 mL Bening

(Muhammad Hilyan R, 133020179, meja 13, kelompok G, tahun 2013). Berdasarkan percobaan pada larutan jeruk nutrisari 25 ml mendidih pada suhu 97,5 0C, pada suhu 980C mulai mengalami tetesan pertama dan suhu konstan pada percobaan adalah 98,50C. Volume destilat yang dihasilkan yaitu sebanyak 236 ml dengan larutan berwarna bening tidak berwarna. Pada percobaan ini seharusnya volume destilat yang dihasilkan harus sama dengan volume awal bahkan harus lebih banyak dari volume awal, dan pada saat percobaan posisi kondensor tidak miring sehingga uap air lambat menetes dan mengakibatkan suhu pada saat tetesan pertama menjadi tinggi. Faktor kesalahan yang terjadi saat destilasi yaitu pengukuran volume destilat dengan gelas ukur dan dengan gelas kimia, selain itu penutupan labu destilasi yang kurang rapat membuat uap banyak yang keluar. Destilasi adalah proses pemisahan yang didasari atas perbedaan-perbedaan titik didih atau titik cair dari masing-masing zat penyusun dari campuran homogen (Anonim, 2012). Destilasi yang dilakukan pada praktikum ialah destilasi biasa yang menggunakan sampel larutan nutrisari. Proses hingga terbentuknya destilat berawal saat sampel dimasukan kedalam labu destilasi yang telah diletakan batu didih di dalamnya dan ditutup menggunakan gabus dan terdapat termometer pada gabus tersebut lalu dipanaskan menggunakan pembakar bunsen lalu cairan yang dipanaskan mulai menguap melalui kondensor yang telah dialiri air yang berfungsi sebagai pendingin uap sehingga uap destilasi tersebut mendingin dan berubah menjadi cair lalu keluar melalui adafter dan terbentuklah destilat. (Anonim, 2012) Prinsip destilasi adalah penguapan cairan dan pengembunan kembali uap tersebut pada suhu titik

didih. Titik didih suatu cairan adalah suhu dimana tekanan uapnya sama dengan tekanan atmosfer. Cairan yang diembunkan kembali disebut destilat. Tujuan destilasi adalah pemurnian zat cair pada titik didihnya, dan memisahkan cairan tersebut dari zat padat yang terlarut atau dari zat cair lainnya yang mempunyai perbedaan titik didih cairan murni. Pada destilasi biasa, tekanan uap di atas cairan adalah tekanan atmosfer (titik didih normal). Untuk senyawa murni, suhu yang tercatat pada termometer yang ditempatkan pada tempat terjadinya proses destilasi adalah sama dengan titik didih destilat. (Anonim, 2011) Perubahan yang terjadi pada destilasi yang dilakukan pada praktikum dari fase cair berubah menjadi buah dan berubah kembali menjadi air yang disebut destilat. Tahapan pada saat destilasi berlangsung zat yang akan lebih dulu menguap adalah zat murninya atau pada saat dilakukan adalah air karena air memiliki titik didih yang lebih rendah dari pada larutan yang digunakan sebagai sampel. Setelah dilakukan destilasi pasti akan menghasilkan produk yang disebut destilat, destilat ialah hasil dari pemisahan dari destilasi yang dilakukan. (Anonim, 2011) Bagian-bagian destilat secara umum meliputi labu destilasi alas bulat, berfungsi sebagai tempat larutan yang akan didestilasi, kondensor digunakan sebagai pendingin uap yang dihasilkan dari hasil pemanasan sehingga menjadi cair kembali, selang keluar berfungsi sebagai tempat aliran air yang keluar, selang masuk sebagai tempat aliran air yang akan masuk pada permukaan luar kondensor, pipa konektor berfungsi sebagai penghubung antara kondensor dengan wadah penampung (gelas kimia), sementara gelas kimia berfungsi sebagai wadah penampung hasil destilasi (destilat), serta termometer untuk mengukur suhu penguapan. Batu didih yang dimasukan ke dalam labu alas bulat berfungsi untuk mengurangi letupan pada cairan yang dapat mengganggu proses destilasi (Anonim, 2012). Macam-macam destilasi yaitu : 1. Distilasi Sederhana Pada distilasi sederhana, dasar pemisahannya adalah perbedaan titik didih yang jauh atau dengan salah satu komponen bersifat volatil. Jika campuran dipanaskan maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu. Selain perbedaan titik didih, juga perbedaan kevolatilan, yaitu kecenderungan sebuah substansi untuk menjadi gas. Distilasi ini dilakukan padatekanan atmosfer. Aplikasi distilasi sederhana digunakan untuk memisahkan campuran air dan alkohol. 2. Destilasi Bertingkat Distilasi bertingkat merupakan teknik atau proses pemisahan campuran berupa cairan yang bertujuan

untuk memproses lebih dari 1 jenis komponen. Untuk tujuan ini, cairan yang menguap dilewatkan melalui kolom kolom perangkap uap. Komponen yang lebih mudah menguap (bertitik didih rendah) cenderung mengembun (terperangkap) di kolom lebih atas dan komponen yang sukar menguap (bertitik didih tinggi) cenderung mengendap dikolom lebih bawah. 3. Distlasi fraksional Destilasi fraksional merupakan teknik pemisahan campuran berupa cairan heterogen yang bertujuan untuk memisahkan fraksi fraksi (komponen) yang terdapat di dalam cairan tersebut. Pemisahan ini dilakukan dengan memanaskan cairan tersebut di dalam tabung bertingkat sehingga fraksi fraksi yang terdapat pada cairan tersebut akan memisah dengan sendirinya, sesuai dengan titik didihnya. 4. Distilasi vakum Destilasi vakum merupakan distilasi tanpa pemanasan dan berlangsung pada tekanan rendah. Tekanan diturunkan sampai terjadi pendidihan. Zat dengan titik didih paling rendah akan menguap lebih dahulu untuk selajutnya diembunkan. Teknik ini diterapkan untuk pemisahan cairan yang mudah mengurai atau meledak jika dipanaskan. 5. Destilasi azeotrop Destilasi azeotrop yaitu destilasi dengan menguapkan zat cair tanpa perubahan komposisi.Jadi ada perbedaan komposisi antara fase cair dan fase uap, dan hal ini merupakan syarat utama supaya pemisahan dengan distilasi dapat dilakukan. Kalau komposisi fase uap sama dengan komposisi fase cair, maka pemisahan dengan jalan distilasi tidak dapat dilakukan.Destilasi sering digunakan dalam proses isolasi komponen, pemekatan larutan, dan juga pemurnian komponen cair. Dalam bidang pangan destilasi di aplikasikan untuk menghitung kadar air dan pemurnian air, memisahkan sari-sari makanan, pengolahan air tawar dari air laut, dan pemisahan campuran alkohol. (Anonim, 2011). KESIMPULAN Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan kita dapat mengetahui proses destilasi yang berlangsung berdasarkan prinsip hukum Roult yang menyatakan kecepatan penguapan sama dengan kecepatan pengembunan yang semuanya didasarkan pada titik didih. Setelah dilakukan percobaan destilasi pada sampel larutan nutrisari yang berwarna orange menjadi warna bening tidak berwarna. Volume awal sampel 25 ml setelah dilakukan destilasi destilat yang dihasilkan sebanyak 26 ml, suhu pada saat terjadi letupan pertama pada suhu 97,5 C dan saat terjadi tetesan pertama yaitu pada suhu 98 C yang memiliki suhu konstan 98,5C.

DAFTAR PUSTAKA Anonim .2012. http://scribd.com. Accessed : 26 November 2013 Anonim. 2011.http://resin.blogspot.com/ Accessed : 26 November 2013 Brady, James E. 1987. Kimia Universitas Asas dan Struktur.Jakarta:Bina Aksara Rupa.