Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN CARA PENGOLAHAN SAMPAH PADAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP Sebagai Syarat Tugas Mata Kuliah

Studium General

Oleh : Muhammad Arief Bachri NIM : 117090008

PROGRAM STUDI TEKNIK FISIKA FAKULTAS SAINS INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM 2013 / 2014

BAB I
I.1. Latar Belakang

PENDAHULUAN

Faktor penyebab rusaknya lingkungan hidup yang hingga saat ini masih tetap menjadi masalah besar bagi bangsa Indonesia adalah pembuangan sampah. Sampah-sampah tersebut diangkut oleh truk-truk khusus dan dibuang atau ditumpuk begitu saja disuatu tempat yang sudah disediakan tanpa ditindak lebih lanjut lagi. Hal tersebut tentunya akan sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitar dimana lingkungan menjadi kotor dan sampah yang membusuk akan menjadi bibit penyakin dikemudian hari. Dalam beberapa laporan, terungkap jumlah sampah padat di kota-kota dunia akan terus naik sebesar 70% tahun ini hingga tahun 2025, dari 1,3 miliar ton pertahun menjadi 2,2 miliar ton per tahun. Mayoritas kenaikan terjadi di kota-kota di negara berkembang. Di Indonesia, data Bank Dunia menyebutkan, produksi sampah padat secara nasional mencapai 151.921 ton per harinya. Sampah selalu menjadi masalah bagi pemerintah, bahkan diperkirakan sampah setiap harinya di Indonesia ini mencapai 200 ribu ton. Sayangnya tingginya volume sampah itu belum tertangani secara baik oleh pemerintah karena berbagai keterbatasan. Walaupun terbukti sampah itu dapat merugikan bila tidak dikelola dengan baik, tetapi ada sisi manfaatnya. Hal ini karena selain dapat mendatangkan bencana bagi masyarakat, sampah juga dapat diubah menjadi barang yang bermanfaat. Kemanfaatan sampah ini tidak terlepas dari penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menanganinya dan juga kesadaran dari masyarakatnya sendiri untuk mengelolanya. I.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari makalah ini adalah : 1. Pengertian pencemaran sampah yang termasuk pencemaran? 2. Apa saja sumber-sumber dan jenis-jenis sampah? 3. Apa saja jenis-jenis sampah? 4. Bagaimana cara pengolahan sampah yang padat? 5. Apa pengaruh pada pengolahan sampah terhadap lingkungan hidup? I.3. Tujuan

Tujuan umum dari makalah ini adalah mampu menjelaskan cara pengolahan sampah yang baik dan tepat serta memberikan solusi bagi penanganan masalah sampah. Sedangkan, tujuan khusus dari makalah ini adalah : 1. Menjelaskan definisi sampah, sumber dan pembagian jenis sampahnya.

2. Menjelaskan cara pengolahan sampah (pengumpulan, pengangkutan dan pemusnahan). 3. Menjelaskan dampak sampah bagi lingkungan hidup.

BAB II
II.1. Definisi Sampah

PEMBAHASAN

Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan, yang salah satu contohnya adalah sampah. Menurut definisi WHO, sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya (Chandra, 2012). Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah padat adalah benda atau barang yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Sampah padat merupakan salah satu bentuk limbah yang terdapat di lingkungan (Hasyim, 2010). Ilmu lingkungan biasanya membahas tentang pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia, yang dapat dicegah dan dikendalikan. Karena kegiatan manusia, pencemaran lingkungan pasti terjadi. Pencemaran lingkungan tersebut tidak dapat dihindari, namun yang dapat kita lakukan adalah mengurangi pencemaran, mengendalikan pencemaran dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya agar tidak mencemari lingkungan. Prinsip sampah menurut Notoatmodjo (2011) adalah : 1. Adanya sesuatu benda atau benda padat 2. Adanya hubungan langsung/tidak langsung dengan kegiatan manusia. 3. Benda atau bahan tersebut tidak digunakan kembali. II.2. Sumber-Sumber Sampah

Menurut Hasyim (2010), Adapun beberapa sumber sampah antara lain : Sampah yang berasal dari daerah pemukiman (domestic wastes). Sampah yang berasal dari perdagangan (commercial wastes). Sampah yang berasal dari jalan raya (street sweeping). Sampah yang berasal dari industri (industrial wastes). Sampah yang berasal dari daerah pertanian dan perkebunan (agricultural wastes). Sampah yang berasal dari daerah pertambangan. Sampah yang berasal dari gedung-gedung atau perkantoran (institutional wastes). Sampah yang berasal dari daerah penghancuran gedng-gedung dan pembangunan/pemugaran. Sampah yang berasal dari tempat-tempat umum, pendidikan.

Sampah yang berasal dari daerah kehutanan. Sampah yang berasal dari pusat-pusat pengolahan air buangan. Sampah yang berasal dari daerah peternakan dan perikanan. II.3. Jenis-Jenis Sampah

Sampah padat dibagi menjadi beberapa kategori, diantaranya adalah : 1. Berdasarkan zat kimia yang terkandung didalamnya. Organik dapat diurai (degradable) Merupakan sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, daun, sayur dan buah. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos. Anorganik tidak terurai (undegradable) Merupakan sampah yang tidak mudah membusuk seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol, kaleng, kayu, logam, pecah belah, abu, dll. 2. Berdasarkan dapat atau tidaknya dibakar. Mudah terbakar : misalnya kertas plastik, daun kering dan kayu. Tidak mudah terbakar : misalnya kaleng, besi, gelas, dll. 3. Berdasarkan dapat atau tidaknya membusuk. Mudahnya membusuk : misalnya sisa makanan, potongan daging, dsb. Sulit membusuk : misalnya plastik, karet, kaleng, dsb. 4. Berdasarkan ciri atau karakteristik sampah (Chandra, 2012). Garbage, Rubbish, Ashes, Street sweeping, Dead animal, Household refuse, Abondoned vehicle, Demolision waste, Sampah industri, Santage solid dan Sampah khusus. II.4. Bagaimana Cara Pengolahan Sampah Padat

Pengolahan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, sampai dengan pemusnahan atau pengolahan sampah sedemikian rupa sehingga sampah tidak mengganggu kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup.

Pemilihan Sampah Pemilihan sampah dilakukan melalui kegiatan pengelompokan sampah sesuai dengan jenis sampahnya. Hal ini telah dilakukan dibeberapa kawasan umum yang telah menyediakan sarana pemilihan dan pewadahan sampah seperti dikawasan permukiman, kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas umum, fasilitas sosial dan fasilitas lainnya. Perlu adanya dukungan dari pemerintah kabupaten/kota. Sarana pemilahan dan pewadahan sampah harus diberi label atau tanda, dibedakan bahan, bentuk atau warna wadah, dan menggunakan wadah yang tertutup. Pengumpulan Sampah Pada tahap pengumpulan sampah, sampah tidak boleh dicampur kembali setelah dilakukan pemilihan dan pewadahan. Jenis sarana yang digunakan untuk melakukan pengumpulan sampah dapat berupa motor sampah, gerobak sampah atau sepeda sampah. Tiap kawasan umum harus menyediakan Tempat Pengumpulan Sampah (TPS) dan alat pengumpul untuk sampah terpilah. Kriteria TPS adalah : Luas TPS sampai dengan 200 m2 Tersedia sarana untuk mengelompokkan sampah menjadi paling sedikit 5 (lima) jenis sampah Jenis pembangunan penampungan sampah bersifat sementara Luas lokasi dan kapasitas sesuai kebutuhan Lokasinya mudah diakses Tidak mencemari lingkungan Penempatan tidak mengganggu estetika dan lalu lintas Memiliki jadwal pengumpulan dan pengangkutan Pengangkutan Sampah Pengangkutan sampah dari TPS tidak boleh tercampur/dicampur kembali setelah dilakukan pemilahan dan pewadahan. Sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun serta limbah bahan berbahaya dan beracun, pengangkutannya harus mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketentuan pengangkutan sampah adalah sebagai berikut : Memaksimalkan kapasitas kendaraan angkut yang digunakan Menggunakan rute pengangkutan sependek mungkin dengan hambatan sekecil mungkin Frekuensi pengangkutan dari TPS dilakukan sesuai dengan jumlah sampah yang ada Ritasi dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektifitas pengangkutan Sarana pengangkutan sampah dapat berupa dump truck/tipper truck, armroll truck, compactor truck, street weeper vehicle dan trailer. Pengangkutan sampah

dari TPS dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota dengan menyediakan alat angkut sampah, termasuk untuk sampah yang terpilah yang tidak mencemari lingkungan. Pengolahan Sampah Kegiatan pada tahap ini yaitu dilakukan pemadatan, pengomposan, daur ulang materi dan mengubah sampah menjadi sumber energi dengan mempertimbangkan karakteristik sampah, teknologi pengolahan yang ramah lingkungan, keselamatan kerja dan kondisi sosial masyarakat. Pada pengolahan sampah ini, biasanya dilakukan oleh seluruh pelaku, termasuk pengelola kawasan umum dan pemerintah kabupaten/kota dengan menyediakan TPS/TPA sebagai sarana fasilitas pengolahan sampah. II.5. Pengaruh Pengolahan Sampah pada Lingkungan Hidup

Sampah-sampah yang tidak dikelola dengan baik akan berpengaruh besar terhadap lingkungan hidup yang berada disekitarnya, dimana sampah akan menimbulkan beberapa dampak negatif dan bencana seperti : Dampak Terhadap Kesehatan Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit. Rusaknya Lingkungan Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak. Terjadinya Banjir Banjir merupakan peristiwa terbenamnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat. Banjir dapat terjadi karena peluapan air yang berlebihan di suatu tempat akibat akibat hujan besar dan peluapan air sungai. Sampah yang dibuang ke dalam got/saluran air yang menyebabakan manpat adalah faktor utama yang belum disentuh, berton-ton sampah masuk aliran sungai dan memampatkan aliran dan menyebabkan polusi sampah di muara pantai,sungai dan danau. Banjir dan sampah, keduanya dipandang oleh sebagian golongan sangat berhubungan dengan sebab-akibat. Dimana sampah mengakibatkan banjir dan banjir mengakibatkan sampah. bukan semata masalah perilaku, namun lebih dalam dari itu adalah masalah kesejahteraan.

Sampah sungai berasal dari sampah rumah tangga dari warga yang bertempat tinggal dipinggiran sungai, mereka tidak mempunyai tempat pembuangan sampah resmi yang dikoordinir lingkungannya. Ini berkaitan juga dengan kebiasaan warga/penduduk yang tidak mempunyai kesadaran artinya polusi, tenggang rasa serta kebiasaan mau enaknya sendiri. Ini berkaitan budaya masyarakat yang kurang pembinaan tentang artinya kebersihan lingkungan dan cara mengatasi. Dampak Terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi Dampak dyang apat ditimbulkan sampah terhadap keadaan sosial ekonomi adalah : 1. Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat: bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran dimana-mana. 2. Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan. 3. Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting di sini adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak masuk kerja, rendahnya produktivitas). 4. Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain. 5. Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya di jalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki.

BAB III
III.1. Kesimpulan

PENUTUP

Sampah adalah suatu masalah yang masih belum bisa teratasi terutama di Indonesia, sampah memiliki berbagai dampak yang sangat berpengaruh dalam berbagai aspek khususnya lingkungan dan makhluk hidup disekitarnya. Namun jika sampah dapat dimanfaatkan dengan baik, maka akan mengurangi efek sampah bagi lingkungan dan makhluk hidup. Dalam beberapa referensi didapat bahwa sampah dibedakan menjadi beberapa jenis yang masing-masing memiliki karakteristik dan klasifikasi yang berbeda. Tentunya sampah dibutuhkan pengelolaan sampah yang baik dan tepat agar dapat meminimalisir masalah sampah. Adapun beberapa tahap dalam pengolahan sampah dimulai dari pengumpulan, penganguktan dan pemusnahan. III.2. Saran Adapun saran yang dapat diberikan : Untuk mengurangi/meminimalisir produksi sampah maka dapat dilakukan 3R (reuse, reduce dan recycle) Kelolaan sampah dengan tepat dan baik sehingga dapat mengurangi dampak dari sampah itu sendiri baik dari proses pemilihan (pengumpulan), pengangkutan, pemanfaatan dan pemusnahan Sampah dapat kita atasi apabila kita sebagai individu dapat memiliki kesadaran dan motivasi untuk lebih memperhatikan/peduli pada lingkungan, mulailah dari diri sendiri

DAFTAR PUSTAKA
http://www.slideshare.net/FKMAP13/pengolahan-sampah28409334?from_search=2 Agung Suprihatin, S. Pd; Ir. Dwi Prihanto; Dr. Michel Gelbert. 1996. Pengelolaan Sampah. Malang : PPPGT / VEDC Malang. http://www.slideshare.net/metrosanita/pu-pengelolaan-sampah-rt-3-penanganansampah?from_search=20