Anda di halaman 1dari 35

Penentuan Subyek dan Sumber Data

Istilah sampel berkonotasi : jumlahdiganti menjadi : subyek, informan,partisipan/sasaran penelitian Focus pd kedalaman & proses Cenderung dng jumlah kasus sedikit Kasus tunggal dpt dipakai mis meneliti kemampuan korban perkos keluar dr trauma perkosaan Pengambilan sampelterkesan kurang berstruktur & tdk mengikuti pedoman bakudsr filosofis beda, tdk menekankan upaya generalisasi (jml) melalui perolehan sampel acakberupaya memahami sdt pandang & konteks subyek scr mendalam

Miles & Hubermanpen kuali dpt dianalogikan dng proses penyelid (invesigasi)spt detektif, hrs mendpt gbran & sense ttg fenomena yg di selidiki Pengambilan sampel dpt ditetapkan lebih tegas stlh pen dimulai & kurang bermanfaat bila ditentukan tll cepat dr awal Pengambilan sampel teoritis (theoritical sampling) dikendal o/ konsep2 (pemahaman teoritis) yg muncul & berkemb sejln dng pengambilan data

Peneliti yg mengambil sampel teoritis sll menambah unit baru dlm sampelmencapai ttk jenuh (saturation point) Saat terpenuhinya gbran relatif dr gjl yg ditelitiketerpenuhan teoritis (theoretic closure) Peneliti seyogyanya memiliki bayangan ttg tahapan pen yg akan dilaksjml sby kecil mensyaratkan persiapan matangshg perolehan data maksimal

U/ memperoleh data plg akurat sesuai msl & tuj penhrs menentukan waktu & setting (kondisi) yg tepat u/ mewwcr/mengamati responden

Prosedur penent sby &/sbr data dlm pen kual umumnya menampilkan karakteristik : 1. Diarahkan tdk pd jml sampel besarpd kasus tipikal (ses kekhus msl pen) 2. Tdk ditent scr kaku sejak awaldpt berubah (jml/karakteristik sampel) ses pemahaman konseptual yg berkembang dlm pen

3. Tdk diarahkan pd keterwakilan (jml/peristiwa acak)pd kecocokan konteks -Dlm pen kualbs digun gbran umum (kuanti) ttg oby studi -Bbrp pertimbangan dlm pen sampel : 1. Bila pop relatif homogenjml sampel kecil dianggap memadai 2. Bila pop heterogenjml sampel lbh bsr + mempertimb keterwakilan klp Jadi Jumlah sampel banyak tdk selalu menjamin lbh tinggi akurasi,validitas,& keberhasilan pen kual (Sarantakos, 1993)

Desain & metode cender terbuka, relatif luwesdpt diub & disesuaikan dng konteks & setting dpt sungguh2 terfokus pd msl Dlm pen kualpengambilan data & anal berdekatan (seringkali slg bertumpuk/overlapping)

Beberapa Prosedur Penentuan Sumber Data


Mnrt Patton (1990): 1. Pengambilan sampel ekstrem/menyimpang - Berfokus pd kasus yg kaya inform krn beda/menampilkan karakteristik khusustidak biasaekstrem - Mis : * sangat berhasil dlm aktivitas yg ditekuni atau justru sll gagal * Pen ttg moral kerja institusidpt dilakukan dng membandingkan inst yg menampilkan motivasi kerja tinggi (ekstrim tinggi) & inst yg menamp motiv kj rdh (ekstrem rendah)

- Logika yg dipakaipeljr dpt dipetik justru dng menel kond khusus & tdk biasau/ memahami fenomena ttt/meningkatkan kinerja program Mis : peremp korban kekerasan yg mlk pembunuhan (dianggap klp ekst/menyimp) 2. Pengamb berfokus pd intensitas -U/ memperoleh data yg kaya ttg fenom ttt -Sampel bkn kasus ekstrem diperkirakan mewakili (penghayatan thd) fenom scr intens

3. Pengamb sampel dng variasi maksimum - Dilk bl sby/target pen menampilkan banyak variasi & pen bertuj menangkap serta menjelaskan tema sentral sbg akibat keluasan cakupan (variasi) partisipan - Keterwakilan semua variasi pentingmemanfaat perbedau/ menampil kekayaan data -Variasi hrs dpt dimaks dlm jml sampel relatif terbatas (tdk tll besar/kecil)

4. Pengambilan sampel homogen - Sejml kecil kasusdpt mendeskrip sub klp ttt scr mendlm - Mis: Ketrn tionghoa yg tinggal di Pecinan 5. Pengambilan sampe kasus tipikal - Kasus dianggap mewakili klp normal dr fenom yg diteliti - Tdk dimaksudkan u/ generalisasi (dlm pengertian statistik)krn sampel tdk bersifat definitif (pasti) ttp ilustratif - Mis : mempelajari perkembangan masy dunia III

6. Pengambilan sampel purposif terstratifikasi -Kasus yg menjelas kond rata-rata (serupa kasus tipikal),ttp jg kasus yg menjel kond di atas rata/di bwh rata dr suatu fenom (variasi maks) -Upaya menangkap variasi besar dr respond

7. Pengambilan sampel kritikal -Dilk krn keterbat ttt (dana & wkt)tdk dpt mlk pen pd bbg klp bedahrs memil st klp kritikal yg menjamin diperoleh data penting sesuai topik -Biasanya pen intervensi/aksi -Memberi gbrankeberhslan/kegagagalan intervensi/progr ttt pd klp ttt (klp kritikal) dpt pula berarti keberhslan/kegag pd klp lain -Logikanyabl st hal dpt terjd dlm st klphal tsb tentu dpt pula terjd pd klp lain -Mis : Uji coba pemberlakuan/penerapan st kebijakan/perat tttpd klp berpend rdh/tinggi

8. Pengambilan sampel bola salju/berantai (snowball/chain sampling) -Pengamb sampel scr berantaimeminta inform pd orang yg tlh diwwc/dihub sbl,demikian seterusnya 9. Pengambilan sampel dng kriteria tertentu -Logikapen akan mereviu & mempeljri semua kasus yg memenuhi kriteria penting ttt yg tlh ditetapkan sbl -Mis : pen ttg jaminan kualitasefektivitas penanganan kesehatan mental pd pasien rawat jln (4-26 mgg) Dalam pengamb sampelpen kual menggunakan pendekatan purposifmengikuti kriteria ttttdk scr acak

TIPE PENELITIAN DAN METODE PENGUMPULAN DATA

Sesuai sifat p kual yg terbuka & luwestipe & met pengump data sangat beragamdises dng msl,tujuan penel & sif oby penel. Tipemengacu pada pendekatan Metmengacu pd cara kongret pengumpulan data

Tipe dlm Artian Metodologi Tipe diartikan sbg metode Mis: -Pen menggun pendekatan met kontak langsung,yakni wwcr & diskusi klp -Pen menggun met pengumpulan data diskusi klp terfokus

Studi Kasus Kasusfenom khusus yg hadir dlm st konteks yg terbatasi (bounded context) Bs individu,peran,klp kecil,organ,komun,bangsa atau keputusan,kebij,proses,peristiwa, khusus ttt Mnrt Punch (1998) : tipe unit yg dpt diteliti : karakteristik/atribut indv, aksi dan interaksi,peningg/artefak perilaku, setting,perist/insiden ttt Pendekatan studi kasusmembuat peneliti dpt memperoleh/pemahaman utuh & terintegrasi ttg interelasi berbagai fakta & dimensi dr kasus tsb

Beberapa tipe studi kasus : 1. Studi kasus instrinsik dilakukan krn ketertarikan pd kasus khususu/ memah scr utuh tanpa hrs menghslkan konsep teoritanpa upaya generalisasi 2. Studi kasus instrumental dilakukan pd kasus unik ttt u/ memahami isu dng> baiku/mengemb/memperhalus teori 3. Studi kasus Kolektif/majemuk/komparatif -Studi kasus instrumen yg diperluasbbrp kasusu/ mempelajari fenom/populasi/kondisi umum > mendlm -Pengumpulan data dr bbg sbr dng bbg metobsv,wwcr,studi dokum/karya/produk ttt

-Contoh : -Studi Kasus pd st klg yg angg mengal ketergant NAPZA -Studi Kasus masyarakat pemulung asal.di. -Studi Kasus desa pemenang lomba lingk hidup -Studi Kasus mengenai karakteristik pribadi mantan presiden ETNOGRAFI Adalah ilmu ttg etnis/kelompok/bangsa/bdydeskripsi ttg klp man,berkemb dr penelitian antropologis - Yg dipent peran sentral bdy dlm memah cara hdp klpbdy:keseluruhan pl sos yg dipelajari angg klp Didsri asumsibdy dipljr & dibagi bersama-sama angg masyperlu dideskripsikan & dimengerti Fokus pd perspektif masy yg ditelitiemics (persepsi informan,masy) & etics (persepsi peneliti) slg berkait Interpretasi peneliti yg dilaporkan
-

1.

2.

Dapat dibedakan : Deskriptif (konvensional,interpretatif)disebut pen etnografi Kritikal (mempertanyakan,emansipatif)disebut pen etnografi kritisyg diteliti prakt sos dlm kaitannya dng sistem & bdy makro

1.

2.

Metode pengump data : Kegiatan lapanganbbg metgab obsv, partisipasi & wwcr (peneliti tinggal di lap) Pen etno-historis studi dokumentasi (surat,kisah thd, cat harian, dsb)

Memerlukan wkt lamainterpret bdy hadir dlm tingkatan/lap berbedatelaah mendlm & kd repetitifu/ memastikan respons yg tampil merefleks bdy msy yg diteliti

Penelitian Partisipatoris -Dilatar blkgi ketidk puasan thd pend pen konven & bent pembang/pengemb masy yg top-downksdr pent pelibat aktif masy agar program tepat sasaran & kebutuhan, metode mdh,berorientasi praktis,memberdaya, & berkelanjutan (Djohari,1996) - Penelitian partisipasi murniPRA (Participatory Rural Appraisal)berkemb u/ mengkaji masy pedesberkemb menjd komun/masy -Metode yg digundisk klp terfokus,penyusun matriks kebut,penulusuran sejarah masy,penyusun kalender musim,jadwal harian,peta daerah,kajian lembaga masy,kajian mt pencarian, dsb

METODE UNOBSTRUSIVE/TIDAK REAKTIF


- Non-reaktif tdk mengund reaksi khusus dr pihak yg diteldata ada/hadir tanpa sengaja dimunculkan & peneliti tdk mengad hub langs dng man/masy yg memberi data Peneliti tdk bertanya/melakukan sesuatu u/ mendpt respons dr indiv/klpmenyandark diri pd unobtrusive : jejak fisik & arsip/dokumen Jejak fisik dpt dibedakan : 1. Erosiada tanda penghilangan menunjukkan gbr perilaku ttt mis : -buku kumal/hal sobek -sepatu solnya sdh aus

2. Akresiakumulasi bukti fisik mengindikasikan pl ttt,mis:tanda bekas lipstik di bibir gelas + bau parfum ttt Arsip dpt dibedakan : 1. Arsip resmidisusun lembaga publik 2. Arsip pribadi Neuman (1997) memasukkan obsvasi dlm metode non reaktif & analisis isi termsk metode non reaktif Analisis isi tekn u/ mengump & menganalisis isi tekskata,arti/makna gbr,simbol,ide,tema Tekssgl bentuk tulisan, visual,percakap sbg media komunbuku,koran,mjl,iklan,pidato,dok,kantor,lirik musik,foto,pakaian

METODE PENGUMPULAN DATA


1.

2.
3. 4.

5.
6.

7. 8.

Observasi,penelitian pd caatan harian Wawancara Penelitian partisipatoris/aksi Diskusi kelompok terfokus Metode terkait dng gbr,cerita,foto Metode dng pemetaan & rankingpeta mobillitas,kalender musim,anggaran wkt Metode dng drama & berceritabermain peran Oral history & metode kisah khdp

OBSERVASI

Met plg dsr & plg tuasemua pen psi (kuant & kual) mengand aspek observasi Kegiat memperhat scr akurat,mencat fenom,mempertimbangkan hub ant aspek dlm fenom Dlm lab & lap/alamiah Mnrt Pattonobsv = metode pengump data esensialperlu pelatihan (keterampilan) Tuju obsvasimendeskrip setting yg dipljri aktiv yg berlangs,org terlibat, makna kejadian dilihat dr persepsi mrk yg terlibat

Deskripsi harus akurat, faktual,telititanpa catatan tdk relevan

Mnrt Patton data hsl observasi pent krn : 1. Mendpt pemah > baik ttg konteks yg diteliti 2. Memungkinkan peneliti bersikap terbuka,berorientasi pd penemuan dp pembuktian & memperthn pilihan/ mendekati msl scr induktif Dlm situasi lapanganpengaruh bbg konseptualisasi (yg ada sbl) ber< 3. Memungk peneliti melihat hal yg o/ partisipan/sby < disdri 4. Memungk peneliti memperoleh data ttg hal yg tdk dpt diungk sby scr terbuka dlm wwcr 5. Memungk peneliti bergrk > jauh dr persepsi selektif yg ditampil sby/pihak lain 6. Memungk peneliti merefleksi & bersikap introspektif thd pen yg dilakukanimpresi & peras pengamat menjd bagian dr datadpt dimanfaatkan u/ memah fenom yg diteliti.

URAIAN HARUS DWSKRIPTIF BUKAN INTERPRETATIF Lapor hsl observdeskripttdk interpretatif Tdk memberi kesimpulan/interpretasidata kongkret ttg fenom Deskr hrs memadai dlm detailmemungk pembaca memvisualisasikan setting yg diamatideskr interpretatif dng penyimpulkan hrs dihindarkan Interpret dng label/penjel sifat tdk dianjurkanmis: ruangan sangat indah ataumrk sangat membenci satu dng yg lain

Yg perlu dilakukanmenjabarkan situasi yg diamati tanpa sgr mengamb kesimpulan,contoh : ..terdengar suara musik dr alat perekam & tembok yg berwarna biru lembut digantungi bbrp lukisan pemandangan. atau ke-2 lelaki tsb slg memukul, yg satu terjatuh & lelaki yg lain kmd menginjaknya sampai yg terjatuh tsb berterisk-teriak.. Dng uraian deskriptif sekaligus informatif tsbpengamat meminimalkan biasnyadpt mengembangkan analisis > akurat wkt menginterpret slrh data

VARIASI DLM PENDEKATAN OBSERVASI


Patton : bbg alternatif dlm pend obsv yg perlu dipertimbangkan : 1. Keput sejauh mn peneliti terlib dlm aktiv yg ditelititgt bny hal al :sifat fenom,konteks politik,pertanyaan pen Dlm kasus tttketerlibatan & partisip aktif pengamat justru dpt memunc msl & mengganggu langkah pengump data 2. Obsv tdk terbuka (terselubung)> memungk peneliti menangkap kejadian yg ssghindv yg tdk menyadari diamati berpl biasa/wajar (tdk dibuat-buat) 3. U/ studi praktiswkt tll lama tdk diperluapalagi fenom spesifik yg berlangs pd saat tttyg > penting keberhslan mlk obsev fenom yg jarang terjd

4. As obsev difokus pd fenom utuhdiperlu perhat meluas pd semua aspek dan observ > sempitfokus aspek/elemen ttt Banister dkk menamb bbrp variasi pendekatan : 5. Struktur obsvdpt bervar dr sng terstruktur & detail sampai tdk terstruktur 6. Fokus observdpt bervar dr sempit (aspek tttmis: bentuk komunik non verbal ttt* atau diarah scr luas pd bbg asp relevan 7. Metode & sarana/instrumenmulai tulis tangan,penggun komp(note-book),lembar pengecek,stopwatch,perekam suara/bgr 8. Pemberian umpan balikperlu/tdkjk perlu sejauh mn inf disamp & mengapa?

MENGAMATI YG TDK TERJADI

1. 2.

Peneliti seyogyanya jg mengamati hal yg tdk terjd. Dua situasi dlm memperhatiksan hal yg tdk terjadi : Bila satu hal sehrs/dihrp terjdternyata tdk terjdmencat fakta tdk terjdnya hal tsb Bila dianggap hal yg tdk terjd (aktiv/aspek ttt)tdk umum mis:konflik dlm organ)dicatat (organ beda dng yg lain) Contoh lain : prog nas yg dikelola org dr klp ttt (mayor) sajaminor tdk terwakili

Catatan tsb relevan & membantu proses analisis

CATATAN LAPANGAN

Kerja pemgam plg pentingmenyus catt lapdeskripsi ttg hal yg diamatiapapun yg dianggap penting Mutlak dibuat scr lengkaptgl,wkt Agar lengkap & informatifperlu disiplin mencat scr kontinu & menulis langs saat observ Bl tdk mungk mencat langshrs sesegera mgk mencatagar tdk lupajng sampai kehilangan nuansa yg diamati Hrs deskriptiftgl & wkt (hr,jam) + inform dsrdi mana,siapa yg hadir, bgmn setting fisik lingk,interaksi sos & aktiv berlangsung Cat lapsbr penting dlm analisis & penyusunan laporan

1.
2. 3. 4. 5.

6.

7.

Banister (1994) mengusul bbrp hal ttg cat lap : Deskripsi konteks Deskripsi karakteristik org yg diamati Deskripsi yg mlk obsv Deskripsi pl org yg diamati Interpr sement thd kejdan yg diamati (terpisah dr cat deskr) Pertimb alternatif interpr lain Eksplorasi perasaan & penghayatan peneliti thd kejdan

Contoh Catatan Observasi

Bl relevan & memungkdiisi kutipan langs apa yg dikatakan sby slm proses obsv/wwcrmembantu mengungk perpektif ttg realita yg dial oby (persp emik) Cat lap jg berisiperas penel, reaksi thd pengalaman yg dilalui & refleksi ttg makna personal & arti kejdan dr sisi peneliti (Patton, 1990)

Kabur dan overgeneralisatif Klien menjd sangat marah & bersikap agresif pd sang pengelola

Konkrit dan mendetail : Ketika Andi seorang anggota staf senior memberitahu klien bahwa ia tdk diperbolehkan melakukan apa yg ingin dilakukannya, klien tsb mulai berteriak, mengatakan bhw ia tdk mau Andi mengaturatur apa yg akan dilakukannya, mengeluarkan kata makian :brengsek kamu, pergilahlah ke neraka.Ia mengarahkan tinjunya ke muka Andi, lalu keluar dengan membanting pintu, meninggalkan Andi yg tdk dpt berbuat apa-apa, menatap dng mulut terbuka, tampak kaget dan bingung.