Anda di halaman 1dari 21

Halaman 1 dari 21 halaman

PUSAT KEDOKTERAN DAN KESEHATAN POLRI RUMAH SAKIT KEPOLISIAN PUSAT R.S. SUKANTO INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK Nomor Lampiran Perihal : R / / VI / 2008 / Rumkit Polpus :: Pemeriksaan Luar a/n Andreas akarta! 2" uni 2008 PROJUSTITIA

VISUM ET REPERTUM
#a$a $an% &ertanda tan%an di &a'ah ini ! Vidh$a #oeset$o! dokter muda! pada Instalasi (orensik Rumah #akit )epolisian Pusat Raden #aid #ukanto! meneran%kan &ah'a atas permintaan tertulis dari Resort *etropolitan akarta Pusat! #ektor *etropolitan +am&ir! den%an suratn$a nomor 11, / V-R / VI / 2008 / #-).R/ / +0R! tertan%%al dua puluh enam uni dua ri&u delapan men%enai permintaan 1isum terse&ut diatas! maka den%an ini meneran%kan &ah'a pada tan%%al dua puluh enam uni dua ri&u delapan pada pukul delapan le'at ti%a puluh menit 2aktu Indonesia &a%ian 0arat! &ertempat di ruan% pemeriksaan Instalasi +a'at 3arurat Rumah #akit )epolisian Pusat R4#4#ukanto telah melakukan pemeriksaan seseoran% $an% menurut keteran%an surat terse&ut adalah : ------------------------------------------------------------Nama 5mur enis kelamin A%ama Peker6aan )e&an%saan Alamat : : : : : : : AN3R-A# -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Laki-laki4 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Indonesia -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

------------------------------------------------------------HA#IL P-*-RI)#AAN---------------------------------------------------

Halaman 2 dari 21 halaman

I4P-*-RI)#AAN L5AR : 14 La&el : terikat pada 6ari pertama kaki kiri! ter&uat dari karton manila &er'arna dasar merah muda! disertai lak dan 7ap 6a&atan! &ertuliskan sesuai den%an #urat Permintaan Visum ----------------------------24 .utup / &un%kus ma$at : ada! $aitu se&uah kantun% ma$at &er&ahan plastik te&al &er'arna dasar oran$e den%an se&uah resletin% &er'arna a&u-a&u di &a%ian depan4 Pada kantun% &ertuliskan 8 )antor Pela$anan Pemakaman Propinsi 3)I akarta 8 4-------------------------------------------------------------94 Perhiasan *a$at : Ada! pada len%an &a'ah kiri terdapat se&uah %elan% &er&ahan karet &er'arna hitam4--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

/ :4 Pakaian ma$at ;

:4 Pakaian *a$at : .erdapat )aos len%an pendek &er&ahan katun &er'arna dasar putih &ertuliskan 8 0ALI 8 $an% &er'arna &iru! den%an %am&ar &un%a &er'arna merah dan di kelilin%i lin%karan hitam di &a%ian depan4 La&el &a6u &ertuliskan 8 #enda%o 8 &er'arna merah dan &erlatar putih den%an %am&ar se%iti%a4 <elana dalam &er&ahan katun &er'arna un%u &erla&el 8 Vol%a 8 &er'arna putih! dasar la&el &er'arna hitam4--------------------------------------------------------------------------------------------,4 0enda disampin% ma$at : Pada perut ditemukan kain &er&ahan katun &er'arna putih $an% melin%kar den%an simpul hidup4----------------------------------------------------------------------------------------"4 .erdapat kaku ma$at pada &ahu kanan dan kiri! kaki kanan dan kiri mudah di la'an4-------------------.erdapat le&am ma$at pada leher! &ahu! pun%%un%! pantat! tumit kiri! dan telapak kaki kiri hilan% den%an penekanan4-------------------------------------------------------------------------------------------------------=4 *a$at seoran% laki-laki! &an%sa Indonesia! ras mon%oloid! umur kuran% le&ih antara dua puluh sampai dua puluh lima tahun ! kulit putih! pan6an% tu&uh seratus enam puluh enam sentimeter------84 Identitias )husus :---------------------------------------------------------------------------------------------------------- Pada 7upin% telin%a kiri terdapat dua &uah lu&an% tindikan4------------------------------------------ Pada dada atas tepat pada %aris perten%ahan depan ! se&elas sentimeter dari putin% susu! terdapat &e&erapa tahi lalat &er&entuk &ulat! den%an diameter ter&esar nol koma empat sentimeter dan diameter terke7il nol koma satu sentimeter $an%

Halaman 9 dari 21 halaman

meliputi daerah seluas se&elas kali tu6uh sentimeter4------------------------------------------------------------------------ Pada perut sisi kiri ti%a &elas sentimeter dari %aris perten%ahaan depan dua &elas sentimeter dari ta6u usus depan kiri terdapat &ekas luka lama &er'arna 7oklat kehitaman &er&entuk tidak &eraturan &er&atas tidak te%as &erukuran tu6uh &elas kali lima sentimeter4- Pada perut sisi kanan sepuluh sentimeter dari %aris perten%ahan depan sem&ilan sentimeter dari ta6u usus depan kanan terdapat &ekas luka lama &er&entuk tidak &eraturan &er&atas tidak te%as &er'arna 7oklat den%an ukuran dua kali satu sentimeter4----------------- Pada per%elan%an kaki kanan depan terdapat %am&ar tato &er&entuk lam&in% pria dan 'anita &er'arna hitam den%an ukuran dua kali ti%a sentimeter4------------------------------------- Pada len%an &a'ah kiri &a%ian luar tu6uh sentimeter dari per%elan%an tan%an terdapat &e&erapa luka &er&entuk titik den%an diameter ter&esar nol koma dua sentimeter dan diameter terke7il nol koma nol lima sentimeter pada daerah seluas empat kali satu senti meter4--------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Pada pun%%un% kaki kanan diantara sela 6ari nomer satu sampai lima ! empat &elas sentimeter dari per%elan%an kaki terdapat &e&rapa &ekas luka lama &er&entuk &ulat &er'arna 7oklat &er&atas te%as den%an diameter ter&esar satu seten%ah kali satu sentimeter! dan $an% terke7il seten%ah kali nol koma tu6uh sentimeter $an% meliputi daerah seluas tu6uh kali dua sentimeter4------------------------------------------------------------------>4 Ram&ut kepala &er'arna hitam lurus! tum&uh le&at! pan6an% sem&ilan sentimeter4 Alis mata 'arna hitam! lurus! tum&uh le&at ! pan6an% satu seten%ah sentimeter4 0ulu mata hitam! lentik! tum&uh le&at! pan6an% satu sentimeter4 )umis hitam lurus ! tum&uh 6aran%! pan6an% nol koma dua sentimeter4 en%%ot hitam lurus! tum&uh 6aran%! pan6an% satu seten%ah sentimeter4--------------------104 *ata kanan dan kiri ter&uka nol koma empat sentimeter! selaput &enin% mata kanan dan kiri &enin% 4 telen% mata kanan dan kiri diameter satu sentimeter4 2arna tirai mata kanan dan kiri 7oklat4 #elaput &ola mata kanan dan kiri putih4 #elaput kelopak mata kanan dan kiri pu7at4-----------114 Hidun% &entuk normal! sedan%4 )edua telin%a &entuk normal! simetris4 *ulut ter&uka satu seten%ah sentimeter4 Lidah ter%i%it satu seten%ah sentimeter4--------------------------------------------------

/ 124 +i%i %eli%i ;

Halaman : dari 21 halaman

124

+i%i %eli%i : - pada rahan% atas kanan ! %i%i nomer delapan tidak ada! 6umlah %i%i tu6uh &uah4--------------- pada rahan% atas kiri! %i%i nomer enam dan delapan tidak ada! 6umlah %i%i enam &uah------ pada rahan% &a'ah kanan! %i%i nomer delapan tidak ada! 6umlah %i%i tu6uh &uah4------------- pada rahan% &a'ah kiri! %i%i nomer delapan tidak ada! 6umlah %i%i tu6uh &uah4----------------194 3ari lu&an% mulut tidak keluar 7airan! dari lu&an% hidun% tidak keluar 7airan! dari lu&an% telin%a kanan dan kiri tidak keluar 7airan! dari lu&an% kemaluan keluar 7airan putih keruh! dari lu&an% pelepasan tidak keluar 7airan4-----------------------------------------------------------------------------------------1:4 Lukaluka :------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- pada pipi kiri empat sentimeter dari pun7ak hidun% terdapat &e&erapa luka le7et &aru &er'arna merah &er&entuk tidak &eraturan &er&atas te%as den%an diameter ter&esar seten%ah kali nol koma ti%a sentimeter! dan terke7il nol koma dua kali nol koma satu sentimeter! $an% meliputi daerah seluas ti%a kali seten%ah sentimeter4--------------------------- Pada leher terdapat luka le7et &er'arna merah keun%uan $an% melin%kari leher den%an le&ar ti%a sentimeter tera&a seperti kertas perkamen den%an &atas satu sentimeter di&a'ah 6akun4 Pada sisi kiri enam sentimeter dari %aris perten%ahan depan! sem&ilan sentimeter dari lian% telin%a le&ar 6e6as ti%a seten%ah sentimeter4 Pada sisi kanan! enam sentimeter dari %aris perten%ahan depan! delapan sentimeter dari lian% telin%a le&ar 6e6as dua sentimeter4 e6as men%hilan% lima sentimeter dari lian% telin%a! ti%a sentimeter dari &atas ram&ut luar &elakan%4 #udut 6e6as kanan enam puluh dera6at! sudut 6e6as kiri empat puluh dera6at4-----------------------------------------------------------------------------------------------------

KESIMPULAN :-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Pada pemeriksaan ma$at laki-laki! &erusia kuran% le&ih dua puluh sampai dua puluh lima tahun ditemukan &e&erapa luka le7et pada pipi kiri4 Luka le7et pada leher4 #e&a& mati oran% terse&ut tidak dapat ditentukan karena tidak dilakukan pemeriksaan &edah 6ena?ah4------------------------------------------------------------------------3emikian 1isum et repertum ini di&uat den%an sesun%%uhn$a atas sumpah/6an6i $an% telah sa$a u7apkan pada 'aktu meman%ku 6a&atan serta sesuai den%an 5ndan%-5ndan% No48 tahun 1>81 tentan% Hukum A7ara

Halaman , dari 21 halaman

Pidana4---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

akarta! 2" uni 2008 Dokter muda

Vidh$a #oeset$o! #4)ed

PEMBAHASAN
Pada tanggal 26 Juni 2008, pukul 08.30 WIB, telah diterima korban seorang lakilaki ang dikirim bersama !urat Permintaan "isum dari #esort $etropolitan Jakarta Pusat, sektor $etropolitan %ambir dengan nomor surat &&'(")#("I(2008(!)*+#,(%B# tertanggal 26 Juni 2008 . -dan a !P" berarti s arat untuk pembuatan "isum et #epertum .")#/ telah terpenuhi dan me0a1ibkan dokter untuk memberikan bantuan kepada pihak pen idik sesuai dengan pasal &23 a at & *45-P ang berbun i 6!etiap orang ang diminta pendapatn a sebagai ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainn a 0a1ib memberikan keterangan ahli demi keadilan.6 Istilah "isum et #epertum sendiri tidak pernah ter7antum dalam *45-P, namun dasar hukum pengadaann a sesuai dengan pasal &33 *45-P a at & ang berbun i 6 8alam hal pen idik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka, kera7unan ataupun mati ang diduga karena peristi0a ang merupakan tindak pidana, ia ber0enang menga1ukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainn a.6 dan a at 2 ang berbun i 6Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam a at .&/ dilakukan se7ara tertulis, ang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan ma at dan atau pemeriksaan bedah ma at.6 Pern ataan ini sesuai dengan de9inisi "isum et #epertum, aitu surat keterangan ahli ang dibuat oleh dokter atas permintaan tertulis pen idik ang ber0enang, mengenai hasil pemeriksaan medis

Halaman " dari 21 halaman

terhadap manusia baik hidup ataupun mati, bagian tubuh manusia, atau ang diduga bagian tubuh manusia, ang dibuat berdasarkan keilmuann a, di ba0ah sumpah, demi kepentingan peradilan. Pada pemeriksaan ma at seorang laki-laki berusia kurang lebih dua puluh tahun sampai dua puluh lima tahun ini puluh sampai dua puluh lima tahun ditemukan beberapa luka le7et pada pipi kiri. :uka le7et pada leher. ;iri-7iri dari luka le7et pada leher tersebut sesuai dengan 7iri luka le7et pada gantung diri. <amun pada ma at ini, sebab pasti kematian tidak dapat ditentukan karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam.

TINJAUAN PUSTAKA Definisi


-s9iksia adalah suatu keadaan ang ditandai dengan ter1adin a gangguan

pertukaran udara pernapasan, mengakibatkan oksigen darah berkurang .hipoksia/ disertai dengan peningkatan karbondioksida .hiperkapnea/.8engan demikian organ tubuh mengalami kekurangan oksigen .hipoksia hipokasik/ dan ter1adi kematian. -s9iksia karena sumbatan 1alan napas, adalah satu dari beberapa pen ebab kegagalan oksigenasi 1aringan ang biasan a karena kekerasan. -s9iksia berasal dari bahasa unani ang artin a 6tidak berden ut6, pengertian ini sering salah digunakan sehingga sering menimbulkan kebingungan untuk membedakan dengan status anoksia lain pada de9isiensi 5b, ra7un sianida, sirkulasi darah terganggu dimana ambilan oksigen oleh 1aringan terganggu.& ang

Asfiksia Mekanik
&. Pen ebab alamiah, misaln a pen akit 9ibrosis paru. ang men umbat saluran pernapasan

seperti laringtis di9teri atau menimbulkan gangguan pergerakan paru seperti

Halaman = dari 21 halaman

2. +rauma mekanik ang men ebabkan as9iksia mekanik, misaln a trauma ang mengakibatkan emboli udara =ena, emboli lemak, pneumotoraks bilateral> sumbatan atau halangan pada saluran napas dan sebagain a. 3. *era7unan bahan barbiturat, narkotika. ang menimbulkan depresi pusat pernapasan misaln a

POLA CEDERA ASFIKSIA


1. Serangan an!"ng 8i7urigai ketika sedikit atau tidak ada temuan ang abnormal pada pemeriksaan kematian as9iksia mendadak.*ematian biasan a disebabkan oleh hambatan 1antung karena tekanan mendadak dileher.$ekanisme ang ter1adi mirip dengan s n7ope sinus karotikus. *erah ang ketat akan men ebabkan bradikardi berat dan hilang kesadaran.+anda ptekie hemorragis dan tanda lain terkadang tidak ditemukan pada kematian as9iksia karena proses gangguan sirkulasi sangat 7epat sehingga tidak memberi 0aktu as9iksia pada umumn a. #. P!ekie $e%&rragis !ering terdapat di kelopak mata, dibelakang telinga dan kon1ungti=a.+idak selalu karena hipoksia atau meningkatn a tekanan intrakapiler. Betul bah0a ptekie lebih sering ter1adi pada kulit ang di1erat karena tekanan =ena ang meningkat, tapi ken ataaann a ptekie dapat ditemukan pada tempat ang tidak berkaitan dengan pen1eratan. !ebagai 7ontoh sekelompok ptekie dapat ter1adi pada kaki orang gantung diri ang ter1adi mungkin karena gerakan tubuh ang ter1adi sebelum kematian, tungkai ang menabrak benda keras. ang ang 7ukup ter1adin a tahapan

Halaman 8 dari 21 halaman

5ipoksia dan hiperkapnea ter1adi se7ara bersamaan pada as9iksia, kemudian diikuti peningkatan tekanan darah, 7urah 1antung dan katekolamin .norepine9rin/ dimana norepine9rin akan meningkatkan permeabilitas endotel pembuluh darah. 8istribusi ptekie pada orang de0asa biasan a pada kulit retroaurikuler, kon1ungti=a, th mus, subpleura dan atrio=entrikular.sedangkan kematian in9ant mendadak menimbulkan ptekie di pleura =is7eralis dan parietal, th mus, perikardium.

8istribusi intrathota? biasan a karena as9iksia sentral ang disebabkan karena kegagalan pusat pernapasan. Ptekie hemorragis dikon1ungti=a biasan a tidak ada pada in9ant, kalo ada harus di7urigai kemungkinan as9iksia mekanik harus diperhatikan. Ptekie dan perdarahan luas 1uga bisa ter1adi pada kasus dimana as9iksia bukan pen ebab utama, distribusi disepan1ang aorta thorakalis dan kon1ungti=a bisa karena kegagalan 1antung akut pada pen akit pambuluh darah koroner. $asalah lain adalah adan a arte9ak hemorragis postmortem akibat sobekan pembuluh darah ke7il. Pada orang ang mengalami as9iksia akan timbul ge1ala ang dapat dibedakan dalam @ 9ase, aituA fase dispnea. Penurunan kadar oksigen sel darah merah dan penimbunan ;,2 dalam plasma akan merangsang pusat pernapasan di medula oblongata, sehingga amplitudo dan 9rekuensi pernapasan akan meningkat, nadi 7epat, tekanan darah meninggi dan mulai tampak tanda-tanda sianosis terutama pada muka dan tangan. Fase konvulsi. -kibat kadar ;,2 ang naik maka akan timbul rangsangan terhadap susunan sara9 pusat sehingga ter1adi kon=ulsi, ang mula-mla ke1ang ang dapat dihasilkan dikulit kepala akibat pembukaan kulit kepala untuk melihat tengkorak

Halaman > dari 21 halaman

klonik tetapi kemudian men1adi ke1ang tonik dan akhirn a timbul spasme opistotonik. Pupil dilatasi, den ut 1antung menurun, tekanan darah 1uga turun. Fase apnea. 8epresi pusat pernapasan men1adi lebih hebat, pernapasan melemah dan dapat berhenti .*esadaran menurun dan akibat relaksasi s9ingter dapat ter1adi pengeluaran 7airan sperma, urin dan tin1a. Fase akhir. +er1adi paralisis pusat pernapasan ang lengkap.

'. Sian&sis (an k&nges!if -s9iksia tidak selalu menimbulkan sianosis sehingga 9aktor sianosis tidak dapat digunakan sepenuhn a untuk menentukan kematian as9iksia.!ianosis tidak kelihatan 1ika kadar 5b B ' gC.+erdapatn a dilatasi =ena besar dan sisi kanan 1antung merupakan indikasi kematian as9iksia tapi tidak semua kematian as9iksia disertai hal ini. -dan a 7airan darah di1antung pada post mortem menun1ukan meningkatn a akti9itas antitrombin dan 9ibrinolitik.

). Pene%"an a*an na+as Inhalasi berbagai material sering ter1adi, lebih sering menimbulkan perdebatan karena sulitn a membuktikan sebab kematiann a. Inhalasi isi perut merupakan 9ase terminal as9iksia ketika pernapasan tidak teratur dna megap-megap, hilang kesadaran.Isi perut terkadang ditemukan pada pemeriksaan makro dan mikroskopik paru anak paru. & ang mati mendadak tanpa suatu ke1elasan. #egurgitasi antemortem dikenali ketika ditemukan asam digesti dan nekrosis 1aringan

CEDERA LARIN,
In=estigasi organ laring merupakan hal ang penting untuk mengetahui pen ebab kematian akibat violent asphyxial. 5al ini biasan a disebabkan karena rusakn a batang tenggorok akibat trauma, Mugging .pen7ekikan menggunakan lengan ba0ah/, pen1eratan dan bahkan ke7elakaan saat melakukan hubungan seksual ang disertai hasrat menggebu-gebu. +rauma laring ini 1arang sekali ditemukan pada kasus gantung diri.& *erusakan laring pada violent asphyxial deaths 1arang sekali ditemukan pada anak-anak. *arena pada anak-anak tulang h oidn a masih lunak ang disebabkan

Halaman 10 dari 21 halaman

adan a tulang ra0an antara corpus hyoid dan cornu majus. Pada anak-anak cartilago thyroid dan cornu superior dan inferiornya 1uga tidak patah karena osi9ikasi atau kalsi9ikasi belum ter1adi. *alsi9ikasi pada cartilago thyroid terbentuk lebih a0al pada pria dibandingkan dengan 0anita dan ter1adi pada dekade ke 3. Pada kasus violent asphyxial, tulang cornu superior lebih sering patah 0alaupun han a dengan tenaga ang sedikit sa1a. *onsekuensin a, pada saat otopsi penting sekali untuk menghindari patahn a tulang cornu superior ini pada saat mengeluarkan organ-organ thorak. +rakhea dan paru-paru dibebaskan dengan 7ara menginsisi posterior pleura parietal sepan1ang garis =ertebra kemudian organ-organ thorak diangkat dengan memegang bagian tengah trakea atau dengan 7ara menarik se7ara perlahan-lahan pada daerah sekitar lidah.

Draktur cartilago thyroid 1arang disebabkan oleh pukulan dari depan leher. +enaga ang dibutuhkan untuk mematahkan ala th roid sekitar &8 *g .@0 :b/. Draktur 1uga dapat ter1adi pada Mugging dimana leher dikonstriksikan dengan menggunakan lengan ba0ah. Pada kondisi tertentu kita bisa menemukan 9raktur 7artilago 7ri7oid 0alaupun hal ini 1arang ditemukan. Draktur cartilago cricoid biasan a disebabkan oleh penekanan langsung ang mengenai cartilago cricoid, misaln a pada kasus pen7ekikan dimana pada pen7ekikan ini menggunakan bagian pinggir dari tangan atau berasal dari penekanan oleh ibu 1ari dan kedua tangan men7engkeram leher dari arah depan. $emar pada laring sering dalam bentuk ang luas. 5al ini mudah terlihat 1ika organ E organ tersebut masih in situ dan mengindikasikan perlun a tindakan penanganan se7ara hati-hati dan 1uga pemeriksaan radiologi untuk mengetahui letak trauma laring se7ara tepat. Pemeriksaan laring ang han a menggunakan 7ara palpasi tidak dapat dibenarkan dan 7ara diseksi 1uga tidak sepenuhn a memuaskan karena dapat men ebabkan 9raktur arte9ak> lebih 1auh, 1ika pergerakan laring dan h oid anak-anak ang tidak se0a1arn a dapat di7urigai adan a 9raktur 1ika tanda-tanda ang lain tidak ada. Draktur ang tidak disertai adan a rembesan darah di daerah ang mengalami 9raktur maka harus di7urigai ter1adin a kerusakan laring pada saat postmortem pada 0aktu memeriksa laring. Juga hal ang

Halaman 11 dari 21 halaman

perlu mendapatkan perhatian adalah hemoragik pada mukosa laring tidak selalu mengindikasikan adan a 9raktur. -&ig! telah membuktikan bah0a 9raktur laring tidak han a ter1adi pada pen7ekikan atau karena trauma lainn a tetapi 1uga bisa disebabkan karena kera7unan obat sedati=a, setelah intubasi, tenggelam, as9iksi traumatik ang disebabkan penekanan dada dan 1uga dapat disebabkan oleh pen akit 1antung iskemi. Pa+ar& (an Siege* 1uga menekankan bah0a hemoragik mukosa cricoarytenoid posterior tidak selalu disebabkan oleh karena trauma tapi 1uga karena disebabkan oleh kematian karena sebab ang ma7am-ma7am termasuk karena pen akit, obat-obatan dan ph si7al agent.

Mucosa cricoarytenoid ini terletak pada posterior laring di atas mukosa 9aring, posisi inilah ang men ebabkan laring membentur tulang belakang ser=ikal saat adan a penekan dari luar ang kemudian ter1adin a ruptur =ena ang berasal dari pleksus laringo9aringeal. Draktur tulang h oid lebih 1arang ter1adi bila dibandingkan dengan 9aktur tulang cornu thyroid. -da dua mekanisme ang men ebabkan 9raktur tulang h oid. Draktur tulang cornu majus bisa disebabkan oleh penekanan ang kuat dari samping leher. !ebagai 7ontoh adalah pada kasus pen7ekikan dimana tangan terletak pada sisi samping leher diba0ah sudut rahang. *emungkinan ang lain timbul akibat adan a tekanan laring ke arah ba0ah. +raksi pada ligamen stylohyoid atau thyrohyoid men7egah pergerakan tulang h oid ke ba0ah dan akhirn a men ebabkab patahn a bagian depan. !ebagai tambahan, kemungkinan ter1adin a 9raktur arte9ak ang men ebabkan darah postmortem keluar ke dalam 1aringan leher sehingga menimbulkan kesan memar ang tidak tepat. $aka akan lebih baik 1ika mengeringkan darah di leher terlebih dahulu sebelum didiseksi. 8iseksi ini akan lebih baik 1ika dilakukan se7ara in situ daripada setelah mengangkatn a dari tubuh. 5al ini dapat dilakukan dengan mengangkat 1antung dan otak terlebih dahulu sebelum menginsisi bagian leher. ;ara ang terbaik menginsisi leher adalah dengan 7ara menginsisi se7ara trans=ersal mele0ati 7la7i7ula dan

Halaman 12 dari 21 halaman

kemudian diteruskan in7isi se7ara =ertikal di tepi posterior dari sternocleidomastoideus diikuti dengan insisi s7alp untuk mengangkat otak. *ulit ang sudah dilepaskan akan memperlihatkan 1aringan ba0ah kulit 0a1ah, dagu dan mukosa bibir ba0ah. $emar dan laserasi pada bibir dapat mudah dilihat dengan 7ara ini. :uka tipe ini sering ter1adi pada kasus violent asphyxia. 5al ini dikarenakan karena pukulan pada muka ang men ebabkan robekn a bibir akibat berbenturan dengan gigi. Penting sekali untuk menga0asi arteri karotis se7ara hati E hati pada saat melakukan diseksi leher. Pada kasus gantung diri arteri teregang dan robek melintang di ba0ah arteri karotis. #obekn a arteri bisa ter1adi pada kasus pen1eratan. Jika korban masih hidup, robekan arteri dapat men ebabkan komplikasi neurologi baik karena trombosis ang berbarengan dengan embolisasi atau karena trauma diseksi ang men ebabkan oklusi. +ekanan pada sinus karotis men ebabkan hilangn a kesadaran dan kematian dan hal ini akan terlihat sedikit memar pada daerah tersebut pada saat dilakukan otopsi.

Pena%+i*an +ar".+ar"
,edema paru adalah hal ang tersering ter1adi pada kasus as9iksi. 5al ini disebabkan dari e9ek hipoksia pada pusat =asomotor dengan berbagai ma7am dera1atn a, bila udem paru berat maka akan tampak buih ber0arna merah muda keluar dari hidung dan mulut dan bila udem paru ringan maka pemeriksaan han a dapat dilihat dengan pemeriksaan histologi paru. Pada kasus traumatik asph ?ia dimana dada tertekan, bronkus dan trakea terdapat darah, hal ini biasan a ter1adi pada koban ke7elakaan lalu lintas. *ondisi ini sering ter1adi pada tulang dada ang lentur aitu pada anak-anak dimana dadan a tertekan tanpa menimbulkan patah tulang iga kemudian kembali ke bentuk semula. Pada keadaan ini, hemoragi ter1adi akibat dari benturan dan laserasi internal paru-paru dan sering men1adi hemoragi ang luas tanpa men ebabkan robekan pleura. Fang perlu diperhatikan pada korban ke7elakaan adalah perdarahan as9iksi, dimana darah terhisap dari luka ang ada di hidung, bibir dan rahang. korban bisa diselamatkan 1ika hal ini diketahui dengan 7epat. 8engan 7ara aliran udara dilan7arkan dengan penghisapan. ang

TANDA DAN LUKA LAIN PADA KEMATIAN ASPHI/IA

Halaman 19 dari 21 halaman

+anda pada kepala dan leher sering ditemukan pada asph ?ia karena ke7elakaan, bunuh diri, pembunuhan. Paling sering kematian disebabkan oleh pen1eratan. *erusakan beberapa 1aringan di luar dan organ dalam sangat erat kaitann a dengan posisi dan tekanan konstriksi daripada tipe pen1eratann a. !ebagai 7ontoh, tanda pengikatan ang luas seperti sto7king, men ebabkan kerusakan ang ringan pada struktur leher, dibandingkan dengan tali ang kurang lebar .& Pen1eratan ang sering tidak disenga1a sering ter1adi pada ba i dan balita, biasan a disebabkan oleh kerah ba1u ang terlalu ketat. Biasan a pakaian ang tersangkut pada mesin sering men ebabkan asph ?ia pada orang de0asa. %reen menemukan pada kasus pen1eratan sering menimbulkan 1e1as pada leher dan bila 1e1as pada leher tidak ada, maka biasan a ter1adi karena pembekapan dengan tangan. !ering 1uga ditemukan kerusakan arteri karotis,berupa perdarahan di ba0ah tunika intima, sobekan pada tunika intima di bagian atas arteri karotis komunis, pe7ahn a plak atheroma pada karotis.

$ungkin kasus ang paling penting pada pen1eratan, hampir selalu didukung oleh tanda dan posisi dari pola pen1eratan. +idak han a untuk mengetahui kemungkinan apakah ke1adian itu merupakan suatu ke7elakaan, pembunuhan maupun bunuh diri, tetapi 1uga 1enis dari 1e1as pada pen1eratan. !ebagai tambahan, posisi dari tanda pen1eratan dapat memastikan 0aktu ke1adian antara 0aktu konstriksi sampai ter1adin a kematian. Periode 0aktu ke1adian tergantung dari besar konstriksi dan posisi dari 1eratan. #entoul dan !mith melakukan per7obaan untuk menentukan e9ek dari posisi 1erat terhadap ke7epatan kematian. Jika simpul diletakkan diantara rahang dan tulang h oid dan kekuatan sedang, perna9asan dipengaruhi tapi masih bisa bernapas. Waktu ang diperlukan untuk melepaskan 1erat aitu lebih dari 2 menit. Jika simpul terletak di atas lar n?, diperlukan 0aktu &-' menit untuk melepaskann a. Jika terletak lebih ba0ah, di atas kartilago krikoid, simpul harus dilepaskan sesegera mungkin dalam beberapa detik agar bisa diselamatkan. )9ek penekanan pada struktur leher, aitu ter1adi oklusi sirkulasi sereberal, tekanan =agal dan ner=us phreni7us dan ter1adi obstruksi saluran perna9asan. Fang terakhir ditemukan pada penggantungan bunuh diri, ketika tali terikat diantara lar n? dan tulang h oid atau diantara tulang h oid dan diba0ah 1akun. 5al ini men ebabkan

Halaman 1: dari 21 halaman

lidah keluar ke atas dan ke depan. 8an dalam prosesn a lidah ter1epit diantara gigi, tanda gigi sering ditemukan pada lidah. Pada beberapa kasus, ini dapat memberi indikasi ang berman9aat pada ke7urigaan gantungan pada saat hidup dan memberi penilaian termasuk kemungkinan ke7urigaan penggantungan tubuh post mortem. Penampilan oral ang di7urigakan pada kematian kekerasan akibat asph ?ia aitu penemuan gigi ang ber0arna merah muda. +anda tali pada leher memerlukan pengamatan ang teliti. #ekaman 9otogra9i mendetail, termasuk skala ukuran, pemakaian tali tunggal atau ganda penting dilakukan. . Per7obaan bunuh diri seringkali gagal pada pertama kali karena talin a putus,1ika per7obaan kedua sukses maka akan meninggalkan beberapa tanda di leher.5al ini mungkin 1uga ter1adi pada per7obaan bunuh diri dengan 7ara lain, seperti pada memba7ok diri.

+anda simpul, penebalan irregular, ukuran tali dan lain-lain dapat dikenali dengan mudah, lebarn a dapat diukur. +anda sekitar leher biasan a tunggal pada bunuh diri, ke7uali tali ganda digunakan pada beberapa kasus atau tali tergelin7ir ke atas setelah aplikasi pertama. Bentuk :ekukan seperti perkamen kuning dan lekukan terdalam di titik berat tubuh ang ditopang tali. +erdapat lipatan kulit disisi superior lekukan tersebut. Pembunuhan di7urigai 1ika terdapat tanda se7ara horiGontal mele0ati leher dan lebih dari satu. Pada keadaan itu, tanda 1ari pen erang sering ada di sisi atau punggung leher. -brasi kuku 1ari korban ditemukan di depan telinga, menun1ukkan perla0anan untuk men ingkirkan tali. +anda ang tidak disenga1a pada leher mungkin dihasilkan oleh pakaian ang ketat pada anak-anak dan pada obesitas dan oedema.+anda ang sama 1uga dapat karena kain ang digunakan untuk menutup mulut pada ma at.+anda itu biasan a ringan dan tidak menimbulkan kerusakan struktur leher.8isisi lain tanda tali sulit dikenali pada ma at ang busuk atau tenggelam dalam 0aktu lama.Pemeriksaan makro dan mikroskopik terhadap kulit dan struktur leher akan membantu pada kasus itu. Pada kasus pen1eratan, tali ang digunakan kadang-kadang telah dipotong atau dipindahkan.Ini tidak ada pembuktian ang 1elas. !e7ara ideal, talin a tergelin7ir diatas

Halaman 1, dari 21 halaman

kepala si korban..Posisi dan tipe simpul memberikan bukti

ang berharga apakah

seseorang itu mungkin telah diikat.Ini 1uga penting bah0a tali seharusn a tidak teregang ketika mereka memegang talin a atau dipindahkan dari ma at. Bahan-bahan dari pakaian dapat digunakan untuk menekan leher. !erabutserabut sintetik pada stoking, dasi atau bagian dari bahan n lon mungkin dapat mengindikasikan bahan-bahan atau pen7ederaan. !alah satu kasusn a, seorang suami mengaku bah0a dia telah men7oba men7ekik leher istrin a dengan bahan n lon.kain/. 8era1at dari de9ormitas serabutserabut sangat dian1urkan karena seberapa 1auh paksaan ang digunakan pelaku untuk men7ekik. ang digunakan sebagai tali se0aktu leher di tekan sebagai bukti ang bagus untuk menentukan apakah kematian disebabkan ke7elakaan

:uka tambahan di leher sering terlihat pada kasus pen1eratan pada leher di mana pen7ekikan dengan tangan. Biasan a menun1ukkan rupa aberasi dari kuku 1ari ang menekan pada kulit leher dan memar disebabkan 1ari atau buku 1ari.!e7ara umum, memar lebih mudah terlihat pada kulit ang tipis pada bagian depan leher. Bentuk lengkungan dari aberasi 1ika disebabkan dari kuku 1ari meskipun susah dikatakan dimana 1ari ang men ebabkan luka tersebut.-berasi dan memar sering berbarengan dan dapat menun1ukkan dimana sebuah tangan digunakan pada leher.4kuran, bentuk dan distribusi dari luka harus di7atat se7ara hati-hati dengan pengukuran dan 9oto dengan pemakaian lampu ultra=iolet. +anda sebuah 1ari mungkin dapat ditemukan pada per7obaan resustisasi, biasan a berbentuk sirkuler ang berkelompok melingkari hidung dan mulut dan seharusn a tidak membingungkan dengan tanda ang disebabkan penekanan pada leher. *emungkinan pembunuhan seharusn a dipikirkan 1ika menemukan tanda memar, tanda tali dan aberasi. Bagaimanapun, tanda kuku 1ari dapat ditemukan pada pen7ekikan dengan bunuh diri 1ika kuku korban ter1epit di antara hidung dan kulit leher. -berasi mungkin dapat membingungkan 1ika tali sudah dilepaskan dari leher. !ekelompok homoseksual aberasi bukan menun1ukkan hasil akti=itas heteroseksual dan ang berulang-ulang. Biasan a mereka sedikit hubungan dengan

Halaman 1" dari 21 halaman

pen ebab kematian dan tanda kemiripan mungkin ditemukan di mana sa1a di kaki di antara lutut dan pangkal paha, alat kelamin dan dinding abdomen ketika pemeriksaan ang detail dilakukan.

Asfiksia Tra"%a!ik (an Penekanan


Ini merupakan hasil dari penekanan ang terus-menerus pada dada dan abdomen oleh ke1atuhan sesuatu, kendaraan ang berat, tekanan kerumunan orang dan sebagain a. Bentuk Post mortem sering dramatis aitu kongesti ang intense pada 1aringan diatas area penekanan dan petekie perdarahan ang ban ak di kulit dan ang kon1u7ti=a 1uga oedem dan dipenuhi dengan darah. $eskipun tanda-tanda dapat hilang.&

dramatis ang terlihat pada as9iksia traumatik, ini merupakan tanda diperhatikan ang

BUNUH DIRI DEN,AN ASFIKSIA


Dakta-9akta ang berhubungan dengan bunuh diri A a. $aso7hist7 atau -s9iksia !eksual 5arus hati-hati dibedakan dari pembunuhan dengan bunuh diri. *ematian ini ter1adi se7ara alami sebagai bunuh diri atau pada akhirn a dapat tidak senga1a ter1adi. b. %antung diri $eskipun kadang tidak benar-benar mengalami as9iksia , dan merupakan modus bunuh diri ang biasa ter1adi. Fang hasiln a 9atal bagi korban dan tidak dapat terelakkan oleh korban .*night &323/. 7. Bunuh diri dengan kantong plastik *e1adian ini meningkat, karena alat ang digunakan sangat mudah didapat dan bersi9at uni=ersal d. Bunuh diri dengan 1eratan tali pengikat *adang sukar dibedakan denagn pembunuhan lilitan oleh tali pen1erat dan pengikatan simpul ang multiple masih konsisten dikatakan sebagai bunuh diri , 0alaupun sangat sulit untuk mengerti hal tersebut

Halaman 1= dari 21 halaman

8alam beberapa kasus kematian mu7ul karena e99k ;ardia7 -rrest ang lebih baik dari Dlorid -ks9i?ial sebagai modus kematian. *adang Ekadang sebuah ka u atau ob1ek lain dimasukkan di ba0ah tali pen1eratdan disimpulkan hingga kuat terikat pada ka0at mela0an leher, disebut H !panish Windless6.2

%-<+4<% . 5-<%I<% / Penggantungan atau hanging merupakan suatu keadaan dimana ter1adi konstriksi dari leher oleh alat pen1erat ang ditimbulkan oleh berat badan seluruh atau sebagian. %antung diri merupakan 7ara kematian ang paling sering di1umpai, aitu sekitar 30C dari seluruh kasus. 3

Walaupun demikian pemeriksaan men7egah kemungkinan lain. -

ang teliti tetap harus dilakukan untuk

keadaan +*P, dimana korban ditemukan biasan a tenang, dalam ruang atau tempat ang tersembun i atau tempat ang sudah tidak dipergunakan.

Posisi korban ang tergantung lebih mendekati lantai, berbeda dengan pembunuhan dimana 1arak antara kaki dan lantai 7ukup lebar. Pakaian korban rapih, sering didapatkan surat peninggalan dimana isin a merupakan alasan mengapa dia melakukan tindakan nekat tersebut. !impul alat pen1erat biasan a simpul hidup, letak alat pen1erat terhadap leher serong, ini dapat diketahui dengan pengukuran letak alat pen1erat terhadap dagu, telinga kanan dan kiri, serta batas rambut bagian belakang.

:etak simpul dapat diA belakang atas kiri, belakang atas kanan, depan atas kiri, depan atas kanan atau tepat di garis pertengahan bagian depan. Pada pelaksanaan hukuman gantung, letak simpul tepat pada bagian belakang tengah> keadaan ini di sebut typical hanging.

Halaman 18 dari 21 halaman

!elain tanda-tanda as9iksia maka kelainan ang khas adalah adan a 1e1as 1erat ang sebenarn a luka le7et tekan akibat alat pen1erat, ang ber0arna merah 7oklat dengan perabaan seperti perkamen, dan sering di1umpai adan a =esikel pada tepi 1e1as 1erat tersebut, 1e1as 1erat membentuk 7etakan sesuai dengan bentuk permukaan dari alat pen1erat.

*eluarn a air mani dan tin1a bukan merupakan tanda khas dari penggantungan dan kedua keadaan tersebut tidak selalu ada men ertai penggantungan.

-77idental 5anging
Penggantungan ang tidak disenga1a ini dapat dibagi dalam dua kelompok A ang ter1adi se0aktu bermain atau beker1a dan se0aktu melapiaskan na9su seksual ang men impang.

5omi7idal 5anging
Pembunuhan dengan metoda menggantung korbann a relati9 1arang di1umpai 7ara ini barudapat dilakukan dilakukan bila korbann a anak-anak atau orang de0asa ang kondisin a lemah, baik lemah karena menderita pen akit, diba0ah pengaruh obat bius , alkohol atau sedang tidur. Pembunuhan dengan 7ara penggantungan sulit untuk dilakukan oleh seorang pelaku.@ *asus gantung hampir sama dengan pen1eratan. Perbedaan terdapat pada asal tenaga ang dibutuhkan untuk memperke7il lingkaran 1erat. Pada pen1eratan, tenaga tersebut datang dari luar, sedangkan pada kasus gantung, tenaga tersebut berasal dari berat badan korban sendiri, meskipun tidak seluruh berat badan digunakan. $ekanisme kematian pada kasus gantungA &. *erusakan pada batang otak dan medula spinalis, ter1adi akibat dislokasi atau 9raktur =ertebra ruas leher misal . 1udi7ial hanging /. 2. -s9iksia, akibat terhambatn a aliran udara perna9asan. 3. Iskemia otak, akibat terhambatn a aliran arteri-arteri leher. @. #e9leks =agal.

Halaman 1> dari 21 halaman

*asus gantung biasan a merupakan kasus bunuh diri . gantung diri / meskipun kasus pembunuhan kadang-kadang dilaporkan, aitu untuk menun1ukkan kesan seolaholah si korban bunuh diri dengan maksud untuk menghilangkan 1e1ak pembunuhan. Je1as 1erat relati9 terletak lebih tinggi pada leher dan tidak mendatar, melainkan lebih meninggi di bagian simpul. *ulit men-7ekung ke dalam sesuai dengan bahan pen1eratn a, ber0arna 7oklat, perabaan kaku dan akibat bergesekan dengan kulit leher, maka pada tepi 1e1as dapat ditemukan luka le7et. @ Pola 1e1as dapat dilihat dengan menempelkan transparant s7ot7h tape pada daerah 1e1as di leher, kemudian ditempelkan pada ka7a ob1ek dan lihat di mikroskop atau dengan sinar ultra =iolet. Bila di 1erat kasar seperti tali, maka bila tali bergesekan pada saat korban mela0an akan men ebabkan luka le7et disekitar 1e1as 1erat, ang tampak 1elas berupa kulit ang men-7ekung ber0arna 7oklat dengan perabaan kaku seperti kertas perkamen . luka le7et tekan /.'

Pada

otot-otot leher sebelah dalam tampak ban ak resapan darah. ;ara

kematian dapat berupaA &. Bunuh diri . !el9 !trangulation /. 5al ini 1arang dan men ulitkan diagnosis. Pengikatan dilakukan sendiri oleh korban dengan simpul hidup atau bahan han a di lilitkan sa1a, dengan 1umlah lilitan lebih dari satu. 2. Pembunuhan. Pengikatan biasan a dengan simpul mati dan sering di temukan bekas luka pada leher. 3. *e7elakaan. 8apat ter1adi pada orang ang sedang beker1a dengan selendang di leher dan tertarik masuk ke mesin.'

Halaman 20 dari 21 halaman

+abel &. Pemeriksaan +*P untuk memperkirakan 7ara kematian '

8-D+-# P4!+-*&. Basbeth D, Dorensik Patologi, -s9iksia. -=aiable in httpA((000.9ree 0ebs.7om(link(9orensikIku . 2. Basbeth D, Dorensik Patologi, Bunuh diri. -=aiable in httpA((000.9ree 0ebs.7om(link(9orensikIku . 3. Idries -bdul $unJim drA Pedoman Ilmu *edokteran Dorensik )disi Pertama A Bab 6, -s9iksia, Bina #upa -ksara, &332. 5al &20-&26 @. Idries -bdul $unJim drA Pedoman Ilmu *edokteran Dorensik )disi Pertama A Bab 3, Penggantungan , Bina #upa -ksara, &332. 5al &20-&26

Halaman 21 dari 21 halaman

'. Budi anto -ri9,dkk A Ilmu *edokteran Dorensik, )disi pertama, 7etakan kedua, *ematian akibat -s9iksia mekanik, Bagian kedokteran Dorensik Dakultas *edokteran 4ni=ersitas Indonesia, &332. 5al ''-6@