Anda di halaman 1dari 5

1

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Gangguan mood termasuk gangguan jiwa yang sering kita temui di kehidupan sehari-hari. Sekitar 3%-5% dari populasi pada suatu masa kehidupannya pernah mengalami gangguan mood dan hal tersebut dapat ditemukan oleh hampir semua spesialis kedokteran. Dua bentuk gangguan mood yang dikenal yaitu: depresi dan mania. Dari kedua gangguan tersebut, yang paling sering ditemukan adalah depresi. Depresi dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan derajat keparahannya, yaitu ringan, sedang, dan berat. Gejala utama depresi baik pada derajat ringan, sedang, dan berat adalah ditandai dengan a!ek atau perilaku yang depresi!, kehilangan minat dan kegembiraan, dan berkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah "rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja# serta menurunnya akti!itas.$ %ahun $&&', ()* memperkirakan tidak kurang dari +5& juta penderita gangguan jiwa ditemukan di dunia. ,ahkan berdasarkan data studi World Bank di beberapa negara menunjukkan -, % dari kesehatan global masyarakat "Global Burden Disease# disebabkan oleh masalah gangguan kesehatan jiwa yang menunjukkan dampak lebih besar dari %,. "/,$%#, kanker "5,-%#, penyakit jantung "+,+%#, dan malaria "$,'%#.3 0enurut sebuah penelitian di 1epang, lebih dari 3&.&&& orang setahun mengakhiri hidupnya sendiri akibat depresi. 2ada tahun $&&', terdapat 3$. 5 kasus bunuh diri atau $5 per && ribu orang penduduk. 3ni setara dengan seratus orang sehari atau satu kasus setiap 5 menit. Dibandingkan dengan 4S, penduduk 1epang hanya separuhnya. ,erdasarkan Sur5ei 6esehatan 0ental 7umah %angga "S607%# pada tahun $&& yang dilakukan pada penduduk di 2sikiatri 3ndonesia ditemukan -5 dari 6otamadya oleh jaringan 8pidemiologi &&& penduduk menunjukkan adanya

gejala gangguan kesehatan jiwa. )al ini berarti, dalam setiap rumah tangga dengan perkiraan penduduk 3ndonesia -5 juta jiwa paling tidak terdapat satu

orang yang mengalami gejala gangguan kesehatan jiwa, dan membutuhkan pelayanan kesehatan jiwa. 9ang lebih memprihatinkan lagi, gangguan kesehatan jiwa terbesar dialami oleh usia produkti! yaitu 5-5& tahun.3 ,anyak !aktor yang bisa menyebabkan timbulnya depresi, baik itu lingkungan, perilaku, adanya kehilangan yang sangat berarti, maupun gangguan yang diinduksi :at-:at tertentu. 2asien-pasien dengan depresi biasanya juga mengalami berkurangnya konsentrasi dan perhatian, gangguan tidur, na!su makan yang berkurang, pesimistis, perasaan bersalah, keper;ayaan diri yang berkurang, bahkan bisa sampai timbulnya gagasan atau perbuatan membahayakan diri. $ Salah satu kelompok yang tidak luput dari depresi adalah para narapidana di lembaga pemasyarakatan. %idak jarang ditemukan lembaga-lembaga pemasyarakatan di 3ndonesia yang jauh dari kata layak sebagai tempat hunian. Dari data statistik Direktorat 1endral 2emasyarakatan 3ndonesia pada tahun $&&-, persentase rata-rata pertahun penghuni <apas di 3ndonesia adalah =.$ - jiwa, yang seharusnya kapasitas hanya memadai untuk /'.55& jiwa. + )al ini menunjukkan kelebihan kapasitas yang tidak seharusnya dan hal ini dapat berakibat buruk bagi para narapidana. Dalam sebuah kunjungan studi yang diadakan 6omnas )40 indonesia dan diikuti delegasi 6omnas )40 dari ' negara se-4sia 2asi!ik di 3ndonesia didapatkan hasil bahwa lembaga pemasyarakatan 3ndonesia memiliki beberapa masalah, antara lain yaitu kelebihan kapasitas, gi:i yang buruk bagi tahanan, masalah sanitasi, kurangnya akses kesehatan, dll. %elah diakui bahwa hal-hal tersebut dapat mengakibatkan timbulnya tindakan penyiksaan atau perlakuan buruk bagi narapidana.5 %indakan penyiksaan atau pun perlakuan buruk merupakan salah satu stresor penyebab depresi bagi para narapidana. >amun, hingga saat ini belum banyak penelitian yang dilakukan untuk mengetahui berapa banyak tahanan di lembaga pemasyarakatan yang mengalami depresi termasuk belum adanya literatur yang menghubungkan angka kejadian depresi dengan !aktor-!aktor seperti umur, status pernikahan, tingkat pendidikan, !rekuensi dipenjara, !rekuensi kunjungan keluarga, dan keteraturan beribadah. Dan pada penelitian ini juga akan melihat hubungan lama masa tahanan dan

sudah berapa lama masa tahanan yang telah dijalani dengan angka kejadian depresi pada narapidana. 1.2. Rumusan Masalah ,erdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, mun;ul pertanyaan penelitian sebagai berikut: . $. 3. +. ,erapa pre5alensi depresi narapidana di 7umah %ahanan >egara 6elas 3 2alembang? ,agaimana distribusi derajat depresi pada narapidana di 7umah %ahanan >egara 6elas 3 2alembang? ,agaimana distribusi depresi dan derajat depresi berdasarkan umur pada narapidana di 7umah %ahanan >egara 6elas 3 2alembang? ,agaimana distribusi depresi dan derajat depresi berdasarkan status pernikahan pada narapidana di 7umah %ahanan >egara 6elas 3 2alembang? 5. '. /. ,agaimana distribusi depresi berdasarkan tingkat pendidikan pada narapidana di 7umah %ahanan >egara 6elas 3 2alembang? ,agaimana distribusi depresi berdasarkan !rekuensi dipenjara pada narapidana di 7umah %ahanan >egara 6elas 3 2alembang? ,agaimana distribusi depresi berdasarkan !rekuensi kunjungan keluarga perbulan pada narapidana di 7umah %ahanan >egara 6elas 3 2alembang? -. ,agaimana distribusi depresi berdasarkan keteraturan beribadah pada narapidana di 7umah %ahanan >egara 6elas 3 2alembang? 1.3. Tujuan enel!t!an .3. . %ujuan @mum 0engetahui distribusi depresi dan derajat depresi berdasarkan umur, satus pernikahan, tingkat pendidikan, !rekuensi dipenjara, !rekuensi kunjungan keluarga perbulan, dan keteraturan beribadah pada narapidana di 7umah %ahanan >egara 6elas 3 2alembang.

.3.$. %ujuan 6husus . $. 3. +. 5. '. 0engetahui distribusi derajat depresi pada narapidana di 7umah %ahanan >egara 6elas 3 2alembang. 0engetahui distribusi depresi berdasarkan umur pada narapidana di 7umah %ahanan >egara 6elas 3 2alembang. 0engetahui distribusi depresi berdasarkan status pernikahan pada narapidana di 7umah %ahanan >egara 6elas 3 2alembang. 0engetahui distribusi depresi berdasarkan tingkat pendidikan narapidana di 7umah %ahanan >egara 6elas 3 2alembang. 0engetahui distribusi depresi berdasarkan !rekuensi dipenjara pada narapidana di 7umah %ahanan >egara 6elas 3 2alembang. 0engetahui distribusi depresi berdasarkan !rekuensi kunjungan keluarga perbulan narapidana di 7umah %ahanan >egara 6elas 3 2alembang. /. ,agaimana distribusi depresi berdasarkan keteraturan beribadah narapidana di 7umah %ahanan >egara 6elas 3 2alembang. 1." Man#aat Penel!t!an
.+. . 0an!aat 3lmiah

pada

Data hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengetahui distribusi depresi dan !aktor resiko depresi pada narapidana di rumah 7umah %ahanan >egara 6elas 3 2alembang tahun $& &.
.+.$. 0an!aat 2raktis

. $. 3.

0emberikan in!ormasi mengenai pre5alensi di 7umah %ahanan >egara 6elas 3 2alembang tahun $& &. 0emberikan in!ormasi mengenai !aktor-!aktor resiko terjadinya depresi di 7umah %ahanan >egara 6elas 3 2alembang. ,agi praktisi hukum dan aparatur <embaga 2emasyarakatan, dapat memeberikan gambaran terhadap peran pembentukan dan pembinaan yang sesuai terhadap pempentukan mental yang positi! dan memasyarakat.

+.

Data hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber data bagi penelitipeneliti selanjutnya.