Anda di halaman 1dari 8

KEPERAWATAN JIWA I

Diagnosa : Ketidakberdayaan

Kelompok X
Emylia Melki Tuah Tut Fatmawati Reguler XIV-A

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA JURUSAN KEPERAWATAN TAHUN 2013

Tugas dari Ns. Maria Magdalena P.,S.Kep Kasus Tn/Ny 35 th wiraswasta sukses, 6 bulan yang lalu kerugian besar dan bangkrut. sejak saat itu dia sering mengurung diri, nafsu makan tidak ada, sulit tidur, suka mengeluh nyeri dai dada dan mengeluh sesak nafas. dari hasil pemeriksaan dokter Tn/Ny tersebut mengalami goncangan emosi. Identifikasi masalah untuk menetapkan data subjektif dan objektif dan boleh anda tambahkan sesuai dengan problem keperawatan yang dibahas masing-masing. tetapkan dari problem tersebut : a) Nursing Outcome Classification (NOC) b) Nursing Intervention Classification (NIC)

Diagnosa Definisi

: Ketidakberdayaan : persepsi bahwa tindakan sesorang secara signifikan tidak akan mempengaruhi hasil, persepsi kurang kendali terhadap situasi saat ini atau situasi yang akan segera terjadi

Batasan Karakteristik Rendah Ekspresi ketidakpastian tentang fluktuasi tingkat energi pasif Sedang Marah Ketergantungan pada orang lain yang dapat mengakibatkan iritabilitas tidak melakukan praktik perawatan diri ketika ditantang tidak memantau kemajuan ekspresi ketidakpuasan terhadap ketidakmampuan melakukan akivitas sebelumnya ekspresi ketidakpuasan terhadap ketidakmamapaun melakukan tugas sebelumnya ekspresi keraguan tentang performa peran ekspresi frustasi terhadap ketidakmampuan melakukan aktivitas sebelumnya ekspresi frustasi terhadap ketidakmampuan melakukan tugas sebelumnya takut dijauhkan dari pemberi asuhan rasa bersalah ketidakmampuan mencari informasi tentang asuhan tidak berpartisipasi dalam asuhan saat diberi kesempatan tidak berpartisipasi dalam pembuatan keputusan ketika diberi kesempatan pasif enggan mengungkapkan perasaan yang sebenarnya kebencian Berat apatis depresi terhadap perburukan fisik menyatakan tidak memiliki kendali (misal terhadap perawatan diri, situasi, hasil) (NANDA 2009-2011; halaman 222)

Identifikasi Data Data Subjektif : pasien mengeluh nyeri di dada dan sesak nafas Data Objektif : pasien tampak mengurung diri, nafsu makan tidak ada, sulit tidur. dari hasil pemeriksaan dokter Tn/Ny mengalami goncangan emosi.

Data Tambahan berdasarkan diskusi kelompok : Pasien tidak memiliki kendali terhadap perawatan diri, situasi, dan hasil.

Dari data tersebut disimpulkan bahwa pasien tersebut mengalami ketidakberdayaan pada tahap berat menurut NANDA (2009-2011; halaman 222).

Skala pengukuran Likert 5-poin Nursing Outcome Classification (NOC) Kualitas hidup, Kesejahteraan, dan Harga Diri : 1. 2. 3. 4. 5. Sangat menurun Banyak menurun Cukup menurun Sedikit menurun Tidak menurun

Pembuatan Keputusan : 1. Tidak pernah dilakukan 2. Jarang dilakukan 3. Kadang-kadang dilakukan 4. Sering melakukan 5. Dilakukan secara konsisten Berdasarkan klasifikasi tersebut, Tn/Ny tersebut berada pada skala : Kualitas Hidup, Kesejahteraan, Harga Diri Pembuatan Keputusan : 1 (sangat menurun) : 1 (tidak pernah dilakukan)

Nursing Intervention Classification (NIC) (Iowa Intervention Project, 2000) Batasan Karakteristik Mengungkapkan tidak memiliki kendali dalam melakukan perawatan diri Mengungkapkan tidak memiliki kendali atau pengaruh atas situasi Mengungkapkan tidak memiliki kendali atau pengaruh atas hasil kebencian, marah, rasa bersalah menarik diri depresi kehilangan berduka menolak atau ragu-ragu utnuk berpartisipasi dalam pembuatan keputusan mengenai layanan kesehatan verbalisasi yang minimal kecemasan pergantian antara rasa pengasingan diri dengan permusuhan

Hasil Yang Diharapkan Kualitas Hidup Indikator Kepuasan akan status kesehatan Kepuasan akan situasi sosial Kepuasaan akan konsep diri

Kesejahteraan Indikator kepuasan terhadap kemampuan untuk mengatasi situasi

Harga Diri Indikator tingkat percaya diri perasaan akan diri berharga deskripsi diri

Pembuatan Keputusan Indikator pengidentifikasi alternatif penimbang alternatif memilih alternatif

Intervensi keperawatan Peningkatan sosialisasi Tindakan dorongan pasien mengembangkan hubungan beri umpan balik positif saat pasien mampu menjalin hubungan dengan orang lain

Latihan Asertif Tindakan bedakan antara perilaku asertif, agresif, dan pasif-agresif beritau pasien cara yang berbeda untuk bertindak asertif

Restruturisasi Kognitif Tindakan mengidentifikasi gaya pemikiran disfungsional bantu pasien untuk mengganti kesalahan interpretasi dengan interpretasi yang lebih berdasarkan pada realita situasi, kejadiaan, dan interaksi yang penuh stress.

Peningkatan Harga Diri Tindakan anjurkan pasien untuk mengidentifikasi kekuatan berikan penguatan terhadap kekuatan yang diidentifikasi pasien bantu pasien untuk mengidentifikasi respon positif dari orang lain

Penetapan tujuan Bersama Tindakan bantu pasien dalam menetapkan tujuan yang realistis dan dapat dicapai dorong pasien utnuk menetapkan tujuan dengan jelas, hindari penggunaan alternative bantu pasien dalam mengembangkan rencana untuk mencapai tujuan

Dukungan Pembuatan-Keputusan Tindakan Bantu pasien mengidentifikasi keuntungan dan kerugian dari tiap-tiap alternatif Berikan informasi yang dibutuhkan pasien

Kontrak Pasien Tindakan anjurkan pasien untuk mengidentifikasi tujuan sendiri, bukan tujuan yang diharapkan oleh pemberi asuhan bantu pasien menentukan batasan waktu yang realistic dorong pasien mengidentifikasi pemberian penguatan/penghargaan yang sesuai dan berarti

Penyuluhan : Individual Tindakan informasikan pentingnya kepatuhan aturan dalam medikasi yang dianjurkan informasikan tujuan dan keuntungan aktivitas atau latihan informasikan pentingnya diet yang seimbang

Peningkatan Kewaspadaan Diri Tindakan bantu pasien mengidentifikasi nila-nilai yang berpengaruh terhdap konsep diri bantu pasien mengidentifikasi perasaan bersalah bantu pasien mengidentifikasi atribut positif pada diri