Anda di halaman 1dari 4

DITA KIRANA 1112113000046

Ekonomi Internasional Ekonomi internasional merupakan aplikasi teori ekonomi dalam hubungan perdagangan barang dan jasa maupun pasar kredit antar negara. Ekonomi Internasional memfokuskan diri teradap ketergantungan ekonomi antara negara. Karakteristik ekonomi internasional antara lain adalah mobilitas faktor pekerja, modal, managerial skill dan teknologi. Akan tetapi, mobilitas faktor bukan satusatunya fitur yang membedakan ekonomi 'internasional'. Karakteristik yang mencolok dari pertukaran internasional dalam kehidupan sehari-hari adalah hal ini melibatkan transaksi valuta asing. Untuk memudahkan proses perdagangan yang mereka lakukan dalam perdagangan internasional tentu saja membutuhkan kesepakatan antar negara-negara untuk mencapai kesepakatan penggunaan sistem nilai tukar mata uang. Untuk itu dibutuhkanlah konversi nilai mata uang yang kita kenal dengan kurs. Kurs mata uang ini selalu berubah setiap harti bahkan setiap jam. Hal ini jelas tidak terjadi dalam perekonomian domestik. Sebagai bagian dari ilmu ekonomi maka permasalahan pokok yang dihadapi dalam Ekonomi Internasional sama dengan ilmu ekonomi, yaitu kelangkaan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas karena keterbatasan alat pemenuh kebutuhan (sumberdaya). Permasalahan tersebut dapat bersifat internasional karena adanya permintaan dan penawaran yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Masalah alokasi alat pemenuh kebutuhan dianalisa dalam hubungan antara pelaku ekonomi satu Negara dengan Negara lain. Hubungan ekonomi internasional ini dapat berupa perdagangan, investasi, pinjaman, bantuan serta kerja sama internasional. Paul R. Krugman menjelaskan bahwa Ekonomi internasional menggunakan metode-metode analisis dasar yang sama seperti yang digunakan oleh cabangcabang ilmu ekonomi lain, karena motif dan perilaku individu-individu dan perusahaan-perusahaan dalam perdagangan internasional persis sama dengan

yang dijumpai dalam transaksi-transaksi domestic. Karena itu, materi ekonomi internasional berisikan persoalan-persoalan yang muncul karena masalah-masalah khusus yang terjadi dalam interaksi antar bangsa yang berdaulat. Ekonomi internasional mencakup baik aspek mikro maupun makro. Aspek mikro misalnya menyangkut masalah jual beli secara internasional yang saling disebut dengan ekspor-impor. Kegiatan perdagangan internasional ini tergantung pada keadaan pasar hasil produksi maupun pasar faktor produksi yang merupakan salah satu topik dalam analisis ekonomi mikro. Sedangkan topik makro membahas tentang bagaimana masing-masing pasar saling berhubungan satu dengan lain yang dapat mempengaruhi pendapatan ataupun kesempatan.

Perdagangan Internasional Proses tukar-menukar barang atau jasa yang terjadi antara satu negara dengan negara yang lain disebut perdagangan internasional. Perdagangan antar negara ini melibatkan eksportir dan importir. Ekonom klasik, Adam Smith, mengemukakan teori yang disebut Theory of Absolute Advantage (teori keunggulan mutlak). Menurut teori ini suatu negara disebut memiliki keunggulan mutlak dibandingkan negara lain apabila negara tersebut dapat memproduksi barang atau jasa yang tidak dapat diproduksi negara lain. Awal mula munculnya gagasan perdagangan pada tahun bebas berawal dari

dihapuskannya

undang-undang jagung,

1846-1870

di Inggris.

Selanjutnya pada tahun 1919-1939, prinsip perdagangan bebas mendominasi perekonomian dunia. Teori kaum Merkantilisme. Menurut perdagangan merkantilisme bahwa sumber kemakmuran terletak pada banyaknya persediaan logam mulia (emas dan perak) serta dicapainya ekspor surplus atas nilai impor. Tindakan untuk merealisir hal tersebut adalah : 1. Mendorong meningkatkan ekspor, misalnya dengan pemberian subsidi kepada industri dalam negeri, pemberian premi ekspor, melarang tenaga ahli pindah ke luar negeri.

2. Membatasi impor, misalnya dengan tarif bea masuk, pelarangan impor, kuota impor. 3. Memperluas daerah koloni atau jajahan guna mendapatkan logam mulia atau untuk mendapatkan bahan mentah yang murah. 4. Memperoleh monopoli dalam perdagangan.

Teori keunggulan/keuntungan mutlak (absolute advantage) Teori ini dikemukakan oleh Adam Smith dalam bukunya The Wealth of Nation tahun 1776, yang mengatakan bahwa sumber-sumber kemakmuran itu tidaklah terletak pada banyaknya logam mulia yang dimiliki akan tetapi terletak pada banyaknya barang-barang yang dimiliki melalui kegiatan produksi dan

mengembangkan hasil produksi tersebut melalui kegiatan perdagangan. Disamping itu Adam Smith juga mengemukakan ide tentang pentingnya pembagian kerja internasional (spesialisasi) dalam perdagangan, artinya suatu Negara lebih baik memfokuskan diri pada kegiatan produksi barang-barang tertentu yang memiliki efisiensi lebih tinggi dibandibandingkan denagn Negara lain. Dengan adanya spesialisasi suatu Negara akan memperoleh keuntungan, yaitu jumlah produksi lebih banyak, kualitasnya labih baik dan harga lebih murah.

Teori keunggulan / keuntungan komparatif. Teori ini dikemukakan oleh David Ricardo dalam bukunya yang berjudul Principles of Political Economy and Taxation tahun 1817. Menurut Ricardo perdagangan dibedakan menjadi : 1. Perdagangan dalam negeri. 2. Perdagangan luar negeri. Untuk perdagangan dalam negeri Ricardo berlaku teori keunggulan mutlaknya Adam Smith, sedangkan untuk perdagangan luar negeri menggunakan teori keunggulan biaya komparatif.

Keunggulan komparatif adalah keunggulan yang diperoleh suatu Negara (dari menjalankan spesialisasi) karena dapat menghasilkan produk dengan biaya relative yang lebih rendah daripada Negara lain. Menurut teori ini perdagangan masih tetap bisa dilakukan meskipun suatu Negara tidak memiliki keunggulan mutlak sekalipun terhadap Negara lain. Menurut teori ini setiap Negara akan cenderung untuk melakukan spesialisasi dan mengekspor barang-barang produksinya yang memiliki keunggulan komparatif. Teori Ricardo ini berdasarkan pada beberapa asumsi, yaitu : 1. Perdagangan internasional hanya terjadi antara dua Negara. 2. Barang-barang yang diperdagangkan hanya dua jenis. 3. Perdagangan dilakukan secara bebas. 4. Tenaga kerja bebas bergerak dalam negeri. 5. Biaya produksi dianggap tetap. 6. biaya transportasi tidak ada. 7. Tidak ada perubahan teknologi.

Sumber : Ingham, Barbara, International Economics : A European Focus (Harlow : Prentice Hall, 2004) Chapter I. http://economicsjurnal.blogspot.com/2010/06/ekonomi-internasional.html (diakses pada hari Senin, 16 September 2013. Pukul 22.44 WIB). http://bayu96ekonomos.wordpress.com/modul-sim/materi-kuliah-ebi/ pada hari Senin, 16 September 2013. Pukul 23.10 WIB). (diakses