Anda di halaman 1dari 37

Transfusi Darah

Sugeng Budi Darmawan

PELAKSANAAN TRANSFUSI

Penyiapan contoh darah


Untuk uji golongan darah dan uji silang. Darah vena 5-10cc tanpa antikoagulans (bersamaan pada waktu memasang IV line). Sisi yang tidak sedang diinfus. Isap pelan dengan jarum #22 /#21 Segera pindahkan ke botol bersih dan kering.

Penyiapan contoh darah (lanjutan)

Tutuplah botol karena dianggap bahan infeksius. Segera tempeli dengan label identitas SEBELUM MENGERJAKAN HAL LAIN.

Penyiapan contoh darah (lanjutan)


Label identitas pasien: Nama, Jenis kelamin, Alamat, Nomor Register, Ruangan dan Tanggal pengambilan sampel. Pasien Anak, pasien tidak sadar harus ditanyakan kepada orang yang TAHU BETUL. Jika tak mungkin, beri kode yang sama dengan identitas pada surat permintaan.

Penyiapan contoh darah (lanjutan)

Jika terpaksa mengambil sampel dari pipa-infus, buang 5ml pertama sebab tercampur cairan. Sampel dari luka operasi kurang baik karena tercampur sel darah hemolisis dan jaringan rusak.

Informed Consent

Perlu. Karena terapi invasif berisiko tinggi (morbiditas dan mortalitas, jangka pendek dan jangka panjang). Manfaat dan risiko harus dijelaskan. Setelah mengerti, pihak yang diberi penjelasan menandatangani informed consent dengan saksi.

Transfusi elektif
Persiapan pasien: Infus NaCl 0,9% (selain itu hemolisis, penggumpalan, rouleaux). IV cath #18-19G. (<#23G hemolisis). Jangan mengguncang kantong darah, perhatikan plasma: bila coklat,hitam,keruh jangan diberikan. Periksa sendiri identitas darah donor dan formulir penyerahan sama dengan identitas pasien dalam Dokumen Medik. Tak perlu dihangatkan kecuali transfusi masif cepat ( 1 liter dalam 2 jam).

Transfusi elektif (lanjutan)


Sebelum memulai transfusi, ukur dan catat: T,N,RR, t dan produksi urine. Teteskan pelan: 100 ml pertama jangan lebih cepat daripada 10 menit. Awasi 15 menit di samping pasien: KU, keluhan, T,N,RR,t dan tanyakan apakah gatal, sesak, demam dan nyeri pinggang. Ulang setiap jam sampai 1-2jam setelah transfusi. Bilas transfusi set dengan NaCl sebelum transfusi berikut atau kembali ke cairan.

Transfusi elektif (lanjutan)


Perhatian: Reaksi alergi dapat terjadi dalam beberapa menit dan reaksi anafilaksis dapat disusul cardiac arrest. Reaksi bakteremia/septik selalu disertai penurunan tensi/syok mendadak.

Transfusi elektif (lanjutan)

Jika terjadi gejala atau keluhan:

SEGERA HENTIKAN transfusi. Lepas transfusi set dan ganti dengan yang baru. Berikan NaCl 0,9%. Ukur T,N dan t. Tsist <90mmHg perlu Ephedrin iv atau Dopamin drip. Jika lebih rendah lagi perlu Adrenalin 0,10,3mg iv dilanjutkan Dopamin drip. Urine berkurang atau berhenti atau merah gelap menandakan reaksi hemolitik.

Transfusi elektif (lanjutan)

Jangan berikan antihistamin, antipiretik atau diuretika secara rutin sebelum transfusi. Diuretika hanya untuk anemia kronis yang memerlukan transfusi sampai 20ml/kgBB dalam 24 jam. Batas aman transfusi: 1 unit dalam 3jam atau 1000ml dalam 24 jam.

Transfusi elektif (lanjutan)

Satu unit jangan lebih dari 5 jam agar tidak tumbuh kuman selama darah berada dalam suhu ruang. Darah yang belum segera ditransfusikan harus tetap tersimpan dalam pendingin. Jangan menyimpan sisa darah > 6jam.

Transfusi sangat darurat


Tulis dalam formulir permintaan: SEGERA atau DARURAT. Bank Darah memberikan darah berdasar uji silang fase cepat dan menulis pada label bahwa reaksi kompatibilitas belum dikerjakan dan akan disusulkan dan jika ada inkompatibilitas akan segera diberitahukan.

Transfusi sangat darurat (lanjutan)

PRC Golongan O tanpa uji silang (Donor Universil).

Dapat diberikan kepada golongan A. B. AB dengan aman. Tidak akan terjadi inkompatibilitas ABO. Pasien bukan golongan O yang sudah mendapat transfusi O sebanyak >4unit, jika perlu transfusi lagi dalam jangka 2 minggu harus TETAP diberi golongan O kecuali dibuktikan bahwa titer antiA dan antiB <1/200. Semua unit O di Indonesia dapat digunakan.

Transfusi sangat darurat (lanjutan)

PRC Golongan Darah SAMA dengan resipien.

Hanya baik jika dapat dipastikan bahwa golongan darah donor dan resipien sama. Salah penggolongan darah akan berisiko inkompatibilitas ABO yang berbahaya.

Transfusi masif (lanjutan)

Adalah pemberian darah > volume darah pasien (pasien dewasa BB 50kg = 50x70ml = 3500 ml) dalam waktu 24 jam. Hal-hal yang dapat terjadi:

Thrombositopenia. Peracunan sitrat. Hiperkalemia. Penurunan faktor koagulasi labil.

Transfusi masif (lanjutan)


Thrombositopenia: Setelah transfusi darah simpan lama >80ml/kgBB. PRP atau TC bila jumlah thrombosit <50 ribu/mm. Beri 1 unit Darah Segar (<6jam) setiap 4 unit Darah Simpan.

Transfusi masif (lanjutan)


Peracunan sitrat: Tubuh sebetulnya punya kemampuan besar untuk memetabolisme sitrat. Dapat terjadi pada kasus syok, penyakit hati lanjut atau usia tua. Berikan Ca Gluconas 10% 1g iv pelan-pelan setiap pemberian 4 unit darah.

Transfusi masif (lanjutan)


Hiperkalemia: Kalium Darah Simpan 21hari dapat naik sampai 32mEq/L. Dapat menyebabkan cardiac arrest. Untuk mencegah, berikan Ca Gluconas 5mg/kgBB iv pelan-pelan.

Transfusi masif (lanjutan)


Penurunan faktor koagulasi labil: Faktor V dan VIII. Bila PPT >18detik dan atau APTT >55-60detik, berikan Fresh Frozen Plasma (FFP). 2 unit FFP untuk tiap 10 unit WB/PRC atau 6 unit Thrombosit Concentrate (TC) untuk tiap 20 unit WB/PRC.

Cara menghemat transfusi darah


1.

2.
3.

4.
5.

Transfusi autologus. Hemodilusi. Maximum blood ordering schedule (MBOS). Group-Screen-Hold (GSH). Auto-transfusion.

1. Transfusi autologus

Menggunakan darah pasien sendiri yang diambil pada masa prabedah, disimpan untuk digunakan. Risiko transmisi penyakit dan reaksi transfusi dihindari. Syarat: status gizi gaik, Hb>10g%, tidak mempunyai jantung koroner. 1 minggu sebelum pembedahan, 2unit darah @250ml diambil.

1. Transfusi autologus (lanjutan)

Pasien diberi makanan bergizi. Fe dan Vitamin yang cukup. Bila butuh lebih banyak, pengambilan 2 unit pada 2 minggu sebelum pembedahan, disusul 4 unit lagi pada 1 minggu sebelum pembedahan, sementara yang 2unit terdahulu ditransfusikan. Setelah dilakukan anesthesi, pengambilan 500-1000ml darah masih dapat dilakukan. Volume diganti cairan.

2. Hemodilusi

Adalah cara mengatasi perdarahan akut dengan RL atau NS, 2-4x volume darah hilang. Atau koloid HES, Dextran, Gelatin sejumlah darah hilang. Tubuh tahan kehilangan 30% EBV (30%x70%x60=1260ml) asal segera mendapat ganti volume. Hb dinaikkan dengan Fe, vitamin dan nutrisi yang baik.

2. Hemodilusi (lanjutan)

Diperlukan transfusi darah jika Hb<8g% atau Albumin<2,5g% dan jantung diragukan kemampuan kompensasinya. Tidak dilakukan pada trauma kepala (bahaya edema otak) dan trauma thoraks (bahaya edema paru).

2. Hemodilusi (lanjutan)
Klasifikasi Stene Gieseck 1991 dan ACS 1993
Klas
1

EBV hilang
10ml/kg

Tensi
Normal Hipotensi postural

Nadi
100

Tanda lain
Agak gelisah RR 14-20

>10-20ml/kg

Sist tetap Diast naik Tek nadi turun Hipotensi postural


Sist turun

>100

Agak gelisah RR 20-30

>20-30ml/kg

>120

Cap refill lambat Oliguria Gelisah bingung RR 30-40 Kulit dingin Anuria Bingung

> 30ml/kg

Sist sangat turun

>140

3. MBOS (Maximum Blood Ordering Schedule)


UNTUK RSUD Dr.SOETOMO SURABAYA
Berdasar pada kesepakatan dokter spesialis pembedahan. Jumlah dalam unit @250ml BEDAH UMUM Struma Reseksi usus/gaster/colon Empedu/eksplorasi ductus Mastektomi/radikal Spleenektomi Reseksi rahang Miles/reseksi abd-perineal Diseksi radikal leher THT Caldwell-Luc Laringektomi ORTOPEDI Total knee/replacement Disartikulasi bahu/panggul Total hip Replacement Open reduction Scoliosis fusion OBSTETRI GINEKOLOGI Histerektomi Sectio caesar ulang Wertheim GSH 2 2 GSH 2 2+GSH 2 2 3-4 GSH 2 GSH 1 GSH 2

2+GSH 2

3. Group-Screen-Hold (GSH)
24jam prabedah contoh darah dikirim ke Bank Darah, untuk: Penentuan golongan darah (Group). Uji silang beberapa unit darah donor (Screen). Simpan darah donor yang sudah siap di Bank Darah (Hold). Jika diperlukan, darah diambil. Bila lewat 24jam dari jadwal operasi darah tidak diambil, akan diberikan untuk pasien lain.

4. Autotransfusion (Retransfusi Darah yang Keluar)

Mendaur ulang darah yang keluar dari luka operasi yang tidak tercemar kuman, ditampung atau dihisap hati-hati, disaring, ditransfusikan kembali. Kerugian: terikut gumpalan darah, jaringan rusak dan darah hemolisis memicu gangguan pembekuan darah. Hemonetics/Cell Saver: mencuci dulu darah, hanya mengambil eritrosit yang utuh. Alat mahal dan tenaga khusus.

RISIKO TRANSFUSI DARAH

Penyulit yang dapat timbul :


1.

2.
3. 4.

Reaksi transfusi cepat. Reaksi transfusi lambat. Circulatory overload. Penularan penyakit.

1. Reaksi transfusi cepat.

Timbul selama transfusi sampai 48jam sesudahnya, berupa:


1.1. 1.2. 1.3. 1.4.

Reaksi Demam. Alergi. Hemolitik. Bakteremia/Septik.

2. Reaksi transfusi lambat.

Dapat terjadi 3-21 hari sesudahnya. Karena antibodi yang terbentuk akibat rangsangan berulang oleh antigen Rhesus, pernah kontak saat kehamilan atau transfusi. Demam, nyeri badan, ikterus dan anemia. Bilirubin dan urobilinogen ++. Sembuh dengan sendirinya.

3. Circulatory overload.

Karena terlalu banyak dan cepat, terlebih jika sebelumnya terjadi gangguan miokard. Sesak,batuk. CVP dan edem paru. Pada anemia gravis, kemampuan jantung mengatasi overload, maka gunakan PRC; bila dengan WB endapkan dulu, plasma jangan ikut dimasukkan. Beri Lasix 1mg/kgBB iv sebelum/selama transfusi.

3. Circulatory overload (lanjutan)

hent

4. Penularan penyakit.