Anda di halaman 1dari 14

TUMOR GANAS NASOFARING

Rizka Farahin Assania 080100183

Beberapa jenis tumor dapat berkembang di

nasofaring. Beberapa Tumor ini jinak (nonkanker), tetapi yang lain ganas (kanker). Tumor jinak nasofaring angiofibromas dan hemangioma, dan tumor jinak dari kelenjar ludah minor dalam nasofaring. Tumor ganas (kanker) juga dapat terjadi pada nasofaring, seperti limfoma, adenokarsinoma, kista adenoid dan karsinoma nasofaring.

Anatomi Nasofaring
Nasofaring merupakan suatu rongga yang

berbentuk mirip kubus, terletak dibelakang rongga hidung, diatas tepi bebas palatum molle dengan diameter anterior-posterior 2-4 cm, lebar 4 cm yang berhubungan dengan rongga hidung dan telinga tengah melalui koana dan tuba eustachius. Atap nasofaring dibentuk oleh dasar tengkokrak, tempat keluar dan masuknya saraf otak dan pembuluh darah.

Batas-batas Nasofaring
Superior : basis kranii, diliputi oleh mukosa dan fascia Inferior : bidang horizontal yang ditarik dari palatum

durum ke posterior, bersifat subjektif karena tergantung dari palatum durum. Anterior : choane, oleh os vomer dibagi atas choane kanan dan kiri. Posterior : - vertebra cervicalis I dan II Fascia space = rongga yang berisi jaringan longgar Mukosa lanjutan dari mukosa atas Lateral : - mukosa lanjutan dari mukosa atas dan belakang Muara tuba eustachii Fossa rosenmulleri

Tumor Ganas Nasofaring


Limfoma

Limfoma kadang-kadang dapat dimulai pada nasofaring, yang merupakan kanker dari sistem kekebalan sel yang disebut limfosit, yang ditemukan di seluruh tubuh, termasuk di nasofaring. Limpoma dibagi menjadi Hodgkin Limfoma dan Non-Hodgkin Limfoma

Adenokarsinoma

Adenokarsinoma dan adenoid kistik karsinoma adalah kanker yang dapat berkembang di bawah umur kelenjar ludah di nasofaring, tetapi kanker ini lebih umum ditemukan di hidung (rongga hidung) atau mulut (rongga mulut).

Karsinoma Nasofaring
Karsinoma nasofaring (KNF) adalah tumor ganas

yang berasal dari sel epitel nasofaring. Tumor ini bermula dari dinding lateral nasofaring (fossa Rosenmuller) dan dapat menyebar kedalam atau keluar nasofaring menuju dinding lateral, posterosuperior, dasar tengkorak, palatum, kavum nasi, dan orofaring serta metastasis ke kelenjar limfe leher

Etiologi dan Faktor Resiko


multifaktor seperti virus Epstein-Barr, genetik, dan

lingkungan Virus Epstein-Barr Zat Nitrosamin Keadaan sosial ekonomi yang rendah Sering kontak dengan zat yang dianggap bersifat Karsinogen Ras dan keturunan Jenis Kelamin. Laki-laki beresiko dua kali lebih sering terkena KNF daripada wanita

Manifestasi Klinis
Gejala Hidung/Nasofaring Mimisan Sumbatan hidung Gejala telinga Kataralis/sumbatan tuba eutachius Radang telinga tengah sampai pecahnya

gendang telinga Gejala Neurologi Diplopia, kelumpuhan lidah, bahu, leher dan gangguan pendengaran serta gangguan penciuman. Gejala leher, benjolan leher 3-5 sentimeter

Diagnosa
CT Scan

Pemeriksaan Serologi Ig A anti EA dan Ig A anti

VCA Biopsi

Penatalaksanaan
Radioterapi

Kemoterapi
Pembedahan

Pencegahan
Pemberian vaksinasi dengan vaksin spesifik

membran glikoprotein virus Epstein Barr Penyuluhan mengenai lingkungan hidup yang tidak sehat Melakukan tes serologik IgA anti VCA dan IgA anti EA