Anda di halaman 1dari 3

II. TINJAUAN PUSTAKA A.

JAMU Obat alami adalah sediaan obat, baik berupa obat tradisional, fitofarmaka, dan farmasetik, dapat berupa simplisia bahan se!ar atau "an! dikerin!kan#, ekstrak, kelompok sen"a$a atau sen"a$a murni "an! berasal dari alam, dan khusus dalam makalah ini "an! dimaksud den!an obat alami adalah obat asal tanaman. Obat alami dapat pula didefinisikan seba!ai obat% obatan "an! berasal dari alam, tanpa reka"asa atau buatan, bisa berupa obat "an! biasa di!unakan se&ara tradisional, namun &ara pembuatann"a dipermodern 'elmi, ())*#. Jamu adalah obat tradisional "an! berasal dari bahan tumbuh %tumbuhan, he$an dan mineral dan atau sediaan !alenikn"a atau &ampuran bahan + bahan tersebut "an! belum dibekukan dan diper!unakan dalam upa"a pen!obatan berdasarkan pen!alaman. ,entuk sediaan ber$u-ud seba!ai serbuk seduhan, ra-an!an untuk seduhan dan seba!ain"a. Istilah pen!!unaann"a masih memakai pen!ertian tradisional seperti !alian sin!set, sekalor, pe!al linu, tolak an!in dan seba!ain"a. Sedan!kan fitofarmaka adalah sediaan obat "an! telah dibuktikan keamanann"a dan khasiatn"a, bahan bakun"a terdiri dari simplisia atau sediaan !alenik "an! telah memenuhi pers"aratan "an! berlaku. Istilah &ara pen!!unaann"a men!!unakan pen!ertian farmakolo!ik seperti diuretik, anal!esik, antipiretik dan seba!ain"a Sumarn", ())(#. Obat tradisional menurut UU No. (./011( tentan! kesehatan adalah bahan atau ramuan bahan "an! berupa bahan tumbuhan, bahan he$an, bahan mineral, sediaan sarian !alenik# atau &ampuran dari bahan tersebut "an! se&ara turun temurun telah di !unakan untuk pen!obatan berdasarkan pen!alaman Anonim, ())1#. ,entuk sediaan Obat Tradisional "an! dii2inkan beredar di Indonesia menurut Kepmenkes No.330/Menkes/SK/4II/0115 antara lain6 ra-an!an, serbuk, pil, dodol, pastiles, kapsul, tablet, &airan obat dalam, parem, pilis, tapel, ko"ok, salep atau krim Anonim, 0115#.

,. SIMP7ISIA Simplisia didefinisikan seba!ai bahan alamiah "an! di!unakan seba!ai obat baik dalam bentuk bahan asli atau seba!ai bahan baku obat "an! dikerin!kan. Simplisia dapat di!olon!kan dalam ti!a kate!ori, simplisia nabati, he$ani dan pelikan mineral#. Simplisia nabati adalah simplisia "an! berupa tanaman utuh, ba!ian tanaman atau eksudat tanaman. 8an! dimaksud eksudat tanaman adalah isi sel "an! se&ara spontan keluar dari tanaman atau "an! den!an &ara tertentu dipisahkan dari tanamann"a. Simplisia he$ani adalah simplisia "an! berupa he$an utuh, ba!ian he$an atau 2at%2at ber!una "an! dihasilkan oleh he$an dan belum berupa 2at kimia murni. Simplisia pelikan atau mineral ialah simplisia "an! berupa bahan pelikan atau mineral "an! belum diolah den!an &ara sederhana dan belum berupa 2at kimia murni 9epkes, 01*:#. Kualitas simplisia dipen!aruhi oleh faktor bahan baku dan proses pembuatann"a. 0. ,ahan ,aku Simplisia ,erdasarkan bahan bakun"a, simplisia bisa diperoleh dari tanaman liar atau dari tanaman "an! dibudida"akan. Jika simplisia berasal dari tanaman "an! dibudida"akan maka kesera!aman umur, masa panen, dan !alur asal usul dan !aris keturunan# tanaman dapat dipantau. Sementara -ika diambil dari tanaman liar maka ban"ak kendala dan ;ariabilitasn"a "an! tidak bisa dikendalikan seperti asal tanaman, umur, dan tempat tumbuh. (. Proses Pembuatan Simplisia 9asar pembuatan simplisia meliputi beberapa tahapan. Adapun tahapan tersebut dimulai dari 6 a. Pen!umpulan bahan baku, b. Sortasi basah, pen&u&ian &. Pen!ubahan bentuk d. Pen!erin!an e. Sortasi kerin! f. Pen!epakan dan Pen"impanan <una$an dan Sri, ())5#.

=. STAN9A>ISASI ,A'AN O,AT A7AM Standarisasi obat tradisional perlu dilakukan dari hulu sampai hilir "an! dapat dilakukan melalui penerapan teknolo!i "an! ter;alidasi pada proses men"eluruh "an! meliputi 6 pen"ediaan bibit un!!ul pre%farm#, budida"a tanaman obat on%farm#, pemanenan dan pas&a panen off%farm#, ekstraksi, formulasi, u-i preklinik dan u-i klinik Mahmud, ())5#. Salah satu &ara untuk men!endalikan mutu simplisia adalah den!an melakukan standarisasi simplisia dan ekstrak sediaan !alenik#, karena khasiat suatu tanaman ter!antun! pada kandun!an kimian"a, dimana kandun!an kimia ini dipen!aruhi oleh ban"ak faktor antara lain tempat tumbuh, iklim, &urah hu-an, panen. Standarisasi diperlukan a!ar dapat diperoleh bahan baku "an! sera!am "an! akhirn"a dapat men-amin efek farmakolo!i tanaman tersebut. Masalah "an! dihadapi adalah ba!aimana dapat menentukan kesera!aman mutu simplisia dan ekstrak suatu tanaman "an! tumbuh dari beberapa daerah "an! mempun"ai ketin!!ian, keadaan tanah dan &ua&a "an! berbeda ?ah"uono, ()):#. Pen!emban!an teknolo!i formulasi dan manufaktur sediaan obat alami pada dasarn"a berorientasi untuk men!hasilkan produk "an! berkhasiat dan berkualitas tin!!i. Untuk tu-uan itu, strate!i "an! diterapkan harus komprehensif den!an men&akup pemahaman tentan! karakteristikmetabolik sekunder dalam tumbuhan, sifat fisika dan kimia sen"a$a aktif maupun 2at ikutann"a, $aktu panen dan penan!anan pas&a panen, teknolo!i ekstraksi, serta teknolo!i formulasi dan manufa&ture sediaan obat alami "an! tepat, a!ar produk akhir "an! dihasilkan dapat memenuhi standart "an! telah ditetapkan Sri"ono, ()))#.