Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Sejarah Distilasi pertama kali ditemukan oleh kimiawan Yunani sekitar abad pertama masehi yang akhirnya perkembangannya dipicu terutama oleh tingginya permintaan akan spritus. Hypathia dari Alexandria dipercaya telah menemukan rangkaian alat untuk distilasi dan Zosimus dari Alexandria-lah yang telah berhasil menggambarkan secara akurat tentang proses distilasi pada sekitar abad ke-4 Bentuk modern distilasi pertama kali ditemukan oleh ahli-ahli kimia slam pada masa kekhali!ahan Abbasiah" terutama oleh Al-#a$i pada pemisahan alkohol men%adi senyawa yang relati! murni melalui alat alembik" bahkan desain ini men%adi semacam inspirasi yang memungkinkan rancangan distilasi skala mikro" &he Hickman 'tillhead dapat terwu%ud. &ulisan oleh (abir bnu Hayyan )*+,--,./ yang lebih dikenal dengan bnu (abir menyebutkan tentang uap anggur yang dapat terbakar" ia %uga telah menemukan banyak peralatan dan proses kimia yang bahkan masih banyak dipakai sampai saat kini. 0emudian teknik penyulingan diuraikan dengan %elas oleh Al-0indi )-1,--*2/.

1.2

Definisi Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap )3olatilitas/ bahan atau dide!inisikan %uga teknik pemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih. Dalam penyulingan" campuran $at dididihkan sehingga menguap" dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. 4etode ini merupakan termasuk unit operasi kimia %enis perpindahan massa. 5enerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan" masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. 4odel ideal distilasi didasarkan pada Hukum #aoult dan Hukum Dalton.

BAB II ISI 2.1 Metode Destilasi Destilasi adalah suatu teknik yang digunakan untuk memisahkan dan memurnikan cairan. Destilasi terdiri dari pmanasan cairan sampai pada titik didihnya" penghantaran uap pada alat pendingin dimana ter%adi kondensasi dan mengambil $at yang telah terkondensasi. Destilasi merupakan suatu perubahan cairan men%adi uap dan uap tersebut didinginkan kembali men%adi cairan. 6nit operasi destilasi merupakan metode yang digunakan untuk memisahkan komponen-komponennya yang terdapat dalam salah satu larutan atau campuran dan bergantung pada distribusi komponenkomponen tersebu antara !asa uap dan !asa air. 'yarat utama dalam operasi pemisahan komponen-komponen dengan cara destilasi adalai komposisi uap harus berbeda dengan komposisi cairan dengan ter%adi keseimbangan larutan-larutan" dengan komponen-komponennya cukup dapat menguap. Bila $at non 3olatil dilarutkan ke dalam suatu $at cair tersebut akan turun. Hukum raoult menyataka bahwa tekanan masing-masing komponen berbanding langsung dengan !raksi molnya. Apabila yang didinginkan adalah bagian campuran yang tidak teruapkan dan bukan destilatnya" maka proses tersebut biasanya dinamakan pengentalan dengan e3aporasi. Dalam hal ini sering kali bukan pemisahan yang sempurna yang dikehendaki" melainkan peningkatan konsentrasi bahan-bahan yang terlarut dengan cara menguapkan sebagian dari pelarut. 'ering kali destilasi digunakan semta-mata sebagai tahap awal dari suatu proses rekti!ikaasi. Dalam hal ini campuran dipisahkan men%adi dua" yaitu bagian yang mudah menguap dan bagian yang sukar menguap. 0emudian masing-masing bagian diolah lebih lan%ut dengan cara rekti!ikasi. 6ap yang dikeluarkan dari campuran disebut sebagai uap bebas" kondensat yang %atuh sebagai destilat dari bagian cairan yang tidak menguap sebagai residu. Biasanya destilat digunakan untuk menarik senyawa organic yang titik didihnya dibawah +.1 17" pendestilasian senyawa-senyawa yang titik didihnya tinggi dikuatirkan akan rusak oleh pemanasan sehingga tidak cocok

untuk ditarik dengan teknik destilasi. Secara umum proses yang terjadi pada destilasi sederhana atau biasa yaitu : ,. +. 5enguapan komponen yang mudah menguap dari campuran dalam alat penguap 5engeluaran uap yang terbentuk melalui sebuah pipa uap yang lebar dan kosong tanpa perpindahan panas dan pemindahan massa yang disenga%a atau dipaksakan yang dapat menyebabkan kondensat mengalir kembali ke lat penguap. 2. (ika perlu" tetes-tetes cairan yang sukar menguap yang ikut terbawa dalam uap dipisahkan dengan bantuan siklon dan disalurkan kembali kedalam alat penguap. 4. .. 8. *. -. 0ondensasi uap dalam sebuah kondensor 5endingin lan%ut dari destilat panas dalam sebuah alat pendingin 5enampungan destilat dalam sebuah be%ana 5engeluaran residu dari alat penguap 5endinginan lan%ut dari residu yang dikeluarkan 5enampungan residu dalam sebuah be%ana. Destilasi merupakan cara yang penting untuk melakukan pemisahan campuran atau senyawa dalam skala besar. Dari pencampuran air dan penerimaan uap dalam sebuah pemisahan campuran" molekul dalam gerakan tetap dan cenderung lepas dari permukaan !ase uap. Dalam temperatur yang tepat" pelarian !enomena akan dilan%utkan ke kotak campuran yang dibatasi dengan uap basah. Destilasi ini dikatakan normal karena tekanan campuran yang telah dipisahkan" tekanannya sama dengan tekanan udara luar yang besarnya adalah satu atm. Destilasi normal digunakan untuk memisahkan campuran 3olatil dari bahan yang tidak 3olatil. tu dibuat dari cairan yang mendidih dan uap yang disimpan di dalam sebuah penerima hasil destilasi yang telah siap dilan%utkan dalam kotak pemisah. 5engaruh dari penambahan kolom !raksinasi akan mempersingkat beberapa peker%aan pemisah dari distilasi biasa hanya men%adi satu peker%aan. 5roses distilasi berlangsung dimana uap cairan akan men%adi cairan di dalam kondensor pendingin. 7airan yang men%adi uap merupakan senyawa murni yang terpisah dari

campurannya dan dari $at pengkotamin atau penyetor. (ika semua cairan sudah terpisah maka terdapat residu yang bersi!at padatan. Hasil distilasi disebut distilat. Distilasi tergantung pada temperatur $atnya" beberapa molekul $at cair memiliki energi yang cukup untuk diubah dan membuat suatu tekanan uap. 0ecendrungan untuk penguapan men%adi lebih besar karena energi kinetik yang ditambah dari kenaikan temperatur. 0etika suatu cairan dipanaskan sampai tekanan uapnya sama dengan atmos!er lingkungan cairan yang mendidih" maka hal ini disebut titik didih. Besarnya perbedaan titik didih beberapa senyawa berbanding lurus dengan tingkat kemudahan pemisahannya. 'emakin besar perbedaan titik didih akan semakin mudah pula pemisahan senyawa tersebut. Dan sebaliknya" apabila perbedaan titik didih kecil maka akan semakin sulit pula pemisahan senyawa tersebut. 5roses destilasi bisa diker%akan dalam satu langkah menggunakan sebuah kolom !ractionating antara botol destilasi dan alat kondensor. 'alah satu tipe dari kolom adalah pipa 3ertilkal pan%ang yang sederhana dengan gelas embun atau material lembam lainnya. 'ebuah tipe !ractionating setelah mendestilasi sebuah cairan bisa dilan%utkan. 0ondensasi dan penguapan diulangi beberapa kali sebelum air bereaksi di kkondensor atau alat pendingin" akibatnya komponen terpisah dalam %umlah yang besar dari larutannya. 5roses ini disebut destilasi !raksinasi. 6ntuk menggambarkan perbedaan ciri khas di antara sebuah $at dan sebuah larutan dilakukan dengan mengu%i dua cairan homogen sehingga berubah si!atnya men%adi gas oleh pemanasan dan kemudian didinginkan. 5roses inilah yang disebut destilasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu proses distilasi 9 ,. &ermometer" &ermometer tidak boleh dimasukan sampai mendekati:mengenai larutan" tetapi hanya diatas permukaan. +. Disetiap ter%adinya kenaikan suhu uap lakukan penggantian wadah penampung distilat.

2.2

Jenis Destilasi

2.2.1 Pem a!ian Destilasi ,. Distilasi berdasarkan prosesnya terbagi men%adi dua" yaitu 9 a. Distilasi kontinyu b. Distilasi batch +. Berdasarkan basis tekanan operasinya terbagi men%adi tiga" yaitu 9 a. Distilasi atmos!eris b. Distilasi 3akum c. Distilasi tekanan 2. Berdasarkan komponen penyusunnya terbagi men%adi dua" yaitu 9 a. Destilasi system biner b. Destilasi system multi komponen 4. Berdasarkan system operasinya terbagi men%adi dua" yaitu 9 a. 'ingle-stage Distillation b. 4ulti stage Distillation

2.2.2 Ma"am Destillasi 'elain pembagian destilasi" dalam re!erensi lain menyebutkan macam ; macam destilasi" yaitu 9 4acam-macam destilasi9 ,. Destilasi sederhana. Biasanya destilasi sederhana digunakan untuk memisahkan $at cair yang titik didih nya rendah" atau memisahkan $at cair dengan $at padat atau miniyak. 5roses ini dilakukan dengan mengalirkan uap $at cair tersebut melalui kondensor lalu hasilnya ditampung dalam suatu wadah" namun hasilnya tidak benar-benar murni atau bias dikatakan tidak murni karena hanya bersi!at memisahkan $at cair yang titik didih rendah atau $at cair dengan $at padat atau minyak. Destilasi sederhana adalah salah satu cara pemurnian $at cair yang tercemar oleh $at padat:$at cair lain dengan perbedaan titik didih cukup besar" sehingga $at pencemar:pengotor akan tertinggal sebagai residu. Destilasi ini

digunakan untuk memisahkan campuran cair-cair" misalnya air-alkohol" airaseton" dll. Alat yang digunakan dalam proses destilasi ini antara lain" labu destilasi" penangas" termometer" pendingin:kondensor leibig" konektor:klem" stati!" adaptor" penampung" pembakar" kaki tiga dan kasa. +. Destilasi bertingkat )!raksionasi/ Destilasi bertingkat adalah proses pemisahan destilasi ke dalam bagianbagian dengan titik didih makin lama makin tinggi yang selan%utnya pemisahan bagian-bagian ini dimaksudkan untuk destilasi ulang. Destilasi bertingkat merupakan proses pemurnian $at:senyawa cair dimana $at pencampurnya berupa senyawa cair yang titik didihnya rendah dan tidak berbeda %auh dengan titik didih senyawa yang akan dimurnikan. Dengan perkataan lain" destilasi ini bertu%uan untuk memisahkan senyawa-senyawa dari suatu campuran yang komponenkomponennya memiliki perbedaan titik didih relati! kecil. Destilasi ini digunakan untuk memisahkan campuran aseton-metanol" karbon tetra klorida-toluen" dll. 5ada proses destilasi bertingkat digunakan kolom !raksinasi yang dipasang pada labu destilasi. &u%uan dari penggunaan kolom ini adalah untuk memisahkan uap campuran senyawa cair yang titik didihnya hampir sama:tidak begitu berbeda. 'ebab dengan adanya penghalang dalam kolom !raksinasi menyebabkan uap yang titik didihnya sama akan sama-sama menguap atau senyawa yang titik didihnya rendah akan naik terus hingga akhirnya mengembun dan turun sebagai destilat" sedangkan senyawa yang titik didihnya lebih tinggi" %ika belum mencapai harga titik didihnya maka senyawa tersebut akan menetes kembali ke dalam labu destilasi" yang akhirnya %ika pemanasan dilan%utkan terus akan mencapai harga titik didihnya. 'enyawa tersebut akan menguap" mengembun dan turun:menetes sebagai destilat. 5roses ini digunan untuk komponen yang memiliki titik didih yang berdekatan.5ada dasarnya sama dengan destilasi sederhana" hanya sa%a memiliki kondensor yang lebih banya sehingga mampu memisahkan dua komponen yang memliki perbedaan titik didih yang bertekanan. 5ada proses ini akan didapatkan substan kimia yang lebih murni" kerena melewati kondensor yang banyak. 2. Destilasi a$eotrop

Digunakan dalam memisahkan campuran a$eotrop )campuran campuran dua atau lebih komponen yang sulit di pisahkan/" biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain yang dapat memecah ikatan a$eotrop tsb" atau dengan menggunakan tekanan tinggi. Distilasi A$eotrop digunakan dalam memisahkan campuran a$eotrop )campuran campuran dua atau lebih komponen yang sulit di pisahkan/" biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain yang dapat memecah ikatan a$eotrop tsb" atau dengan menggunakan tekanan tinggi. A$eotrop merupakan campuran + atau lebih komponen pada komposisi tertentu dimana komposisi tersebut tidak bisa berubah hanya melalui distilasi biasa. 0etika campuran a$eotrop dididihkan" !asa uap yang dihasilkan memiliki komposisi yang sama dengan !asa cairnya. 7ampuran a$eotrop ini sering disebut %uga constant boiling mixture karena komposisinya yang senantiasa tetap %ika campuran tersebut dididihkan. 6ntuk lebih %elasnya" perhatikan ilustrasi berikut 9 &itik A pada pada kur3a merupakan boiling point campuran pada kondisi sebelum mencapai a$eotrop. 7ampuran kemudian dididihkan dan uapnya dipisahkan dari sistem kesetimbangan uap cair )titik B/. 6ap ini kemudian didinginkan dan terkondensasi )titik 7/. 0ondensat kemudian dididihkan" didinginkan" dan seterusnya hingga mencapai titik a$eotrop. 5ada titik a$eotrop" proses tidak dapat diteruskan karena komposisi campuran akan selalu tetap. 5ada gambar di atas" titik a$eotrop digambarkan sebagai pertemuan antara kur3a saturated 3apor dan saturated li<uid. )ditandai dengan garis 3ertikal putus-putus =tanol dan air membentuk a$eotrop pada komposisi >..8?-massa etanol pada keadaan standar. 4. Destilasi 3akum)destilasi tekanan rendah/. Destilasi ini digunakan untu $at yang tak tahan suhu tinggi atau bias rusak pada pemansan yang tinggi. 'ehingga dengan menurunan tekanan maka titik didih %uga akan menurun" maka destilasi yang tadinya harus dilakukan pada suhu tinggi tetap dapat dilakukan pada suhu rendah dengan menurunkan tekanan. .. #e!luks: destrusi. #e!luks:destruksi ini bisa dimasukkan dalam macam ;macam destilasi walau pada prinsipnya agak berkelainan. #e!luks dilakukan untuk mempercepat

reaksi dengan %alan pemanasan tetapi tidak akan mengurangi %umlah $at yang ada. Dimana pada umumnya reaksi- reaksi senyawa organik adalah @lambatA maka campuran reaksi perlu dipanaskan tetapi biasanya pemanasan akan menyebabkan penguapan baik pereaksi maupun hasil reaksi. 0arena itu agar campuran tersebut reaksinya dapat cepat" dengan %alan pemanasan tetap %umlahnya tetap reaksinya dilakukan secara re!luks. Bungsi re!luks" adalah memperbesar C:D di enriching section" sehingga mengurangi %umlah e<uibrium stage yang diperlukan untuk product <uality yang ditentukan" atau" dengan %umlah stage yang sama" akan menghasilkan product <uality yang lebih baik dengan menggandakan kontak kembali antara cairan dan uap agar panas yang digunakan e!isien. #e!luks:destruksi ini bisa dimasukkan dalam macam-macam destilasi walau pada prinsipnya agak berkelainan. #e!luks dilakukan untuk mempercepat reaksi dengan %alan pemanasan tetapi tidak akan mengurangi %umlah $at yang ada. Dimana pada umumnya reaksi- reaksi senyawa organik adalah lambat maka campuran reaksi perlu dipanaskan tetapi biasanya pemanasan akan menyebabkan penguapan baik pereaksi maupun hasil reaksi. 0arena itu agar campuran tersebut reaksinya dapat cepat" dengan %alan pemanasan tetap %umlahnya tetap reaksinya dilakukan secara re!luks. 8. Destilasi uap. 6ntuk memurnikan $at:senyawa cair yang tidak larut dalam air" dan titik didihnya cukup tinggi" sedangkan sebelum $at cair tersebut mencapai titik didihnya" $at cair sudah terurai" teroksidasi atau mengalami reaksi pengubahan )rearranagement/" maka $at cair tersebut tidak dapat dimurnikan secara destilasi sederhana atau destilasi bertingkat" melainkan harus didestilasi dengan destilasi uap. Destilasi uap adalah istilah yang secara umum digunakan untuk destilasi campuran air dengan senyawa yang tidak larut dalam air" dengan cara mengalirkan uap air ke dalam campuran sehingga bagian yang dapat menguap berubah men%adi uap pada temperatur yang lebih rendah dari pada dengan pemanasan langsung. 6ntuk destilasi uap" labu yang berisi senyawa yang akan dimurnikan dihubungkan dengan labu pembangkit uap )lihat gambar alat destilasi uap/.

6ap air yang dialirkan ke dalam labu yang berisi senyawa yang akan dimurnikan" dimaksudkan untuk menurunkan titik didih senyawa tersebut" karena titik didih suatu campuran lebih rendah dari pada titik didih komponenkomponennya. Eambar set alat destilasi uap9 2.# DestiLasi Ua$ DES%ILASI UAP 6ntuk memurnikan $at:senyawa cair yang tidak larut dalam air" dan titik didihnya cukup tinggi" sedangkan sebelum $at cair tersebut mencapai titik didihnya" $at cair sudah terurai" teroksidasi atau mengalami reaksi pengubahan )rearranagement/" maka $at cair tersebut tidak dapat dimurnikan secara destilasi sederhana atau destilasi bertingkat" melainkan harus didestilasi dengan destilasi uap. Destilasi uap adalah istilah yang secara umum digunakan untuk destilasi campuran air dengan senyawa yang tidak larut dalam air" dengan cara mengalirkan uap air ke dalam campuran sehingga bagian yang dapat menguap berubah men%adi uap pada temperatur yang lebih rendah dari pada dengan pemanasan langsung. 6ntuk destilasi uap" labu yang berisi senyawa yang akan dimurnikan dihubungkan dengan labu pembangkit uap )lihat gambar alat destilasi uap/.

6ap air yang dialirkan ke dalam labu yang berisi senyawa yang akan dimurnikan" dimaksudkan untuk menurunkan titik didih senyawa tersebut" karena titik didih suatu campuran lebih rendah dari pada titik didih komponen-komponennya.

Destilasi uap umumnya digunakan untuk memurnikan senyawa organic yang terdestilasi uap )3olatile/" tidak tercamourkan dengan air" mempunyai tekanan uap yang tinggi pada ,11 dera%at 7 dan mengandung pengotor yang tidak atsiri )non3olatile/." Destilasi uap dapat dipertimbangkan untuk menyari serbuk simplisia yang mengandung komponen yang mempunyai titik didih tinggi pada tekanan udara

normal. 5ada pemanasan biasa kemungkinan akan ter%adi kerusakan $at akti!nya. 6ntuk mencegah hal tersebut maka pemurnian dilakukan dengan destilasi uap. Dengan adanya uap air yang masuk" maka tekanan kesetimbangan uap$at kandungan kan diturunkan men%adi sama dengan tekanan bagian didalam suatu system" sehingga produk akan terdestilasi dan terbawa oleh uap air yang mengalir. Destilasi uap %uga suatu proses pemindahan massa kesuatu media massa yang bergerak . 6ap %enuh akan membasahi permukaan bahan" melunakkan %aringan dan menembus kedalam melalui dinding sel" dan $at akti! akan pindah ke rongga uap air yang akti! dan selan%utnya akan pindah ke rongga uap yang bergerak melalui antar !asa. 5roses ini disebut hidrodi!usi. Distilasi uap digunakan untuk memisahkan campuran senyawa-senyawa yang memiliki titik didih mencapai +11 F7 atau lebih. Distilasi uap dapat menguapkan senyawa-senyawa ini dengan suhu mendekati ,11 F7 dalam tekanan atmos!er dengan menggunakan uap atau air mendidih. 5rinsip dasar Destilasi uap adalah mendistilasi campuran senyawa di bawah titik didih dari masing-masing senyawa campurannya. 'elain itu distilasi uap dapat digunakan untuk campuran yang tidak larut dalam air di semua temperatur" tapi dapat didistilasi dengan air. Aplikasi dari distilasi uap adalah untuk mengekstrak beberapa produk alam seperti minyak eucalyptus dari eucalyptus" minyak sitrus dari lemon atau %eruk" dan untuk ekstraksi minyak par!um dari tumbuhan. Destilasi uap ber!ungsi untuk memurnikan $at:senyawa cair yang tidak larut dalam air" dan titik didihnya cukup tinggi" sedangkan sebelum $at cair tersebut mencapai titik didihnya" $at cair sudah terurai" teroksidasi atau mengalami reaksi pengubahan )rearranagement/" maka $at cair tersebut tidak dapat dimurnikan secara destilasi sederhana atau destilasi bertingkat" melainkan harus didestilasi dengan destilasi uap. Destilasi uap adalah istilah yang secara umum digunakan untuk destilasi mendestilasi campuran air dengan senyawa yang tidak larut dalam air" dengan cara mengalirkan uap air ke dalam campuran sehingga bagian yang dapat menguap berubah men%adi uap pada temperatur yang lebih rendah dari pada dengan pemanasan langsung. 6ntuk destilasi uap" labu yang berisi senyawa yang akan dimurnikan dihubungkan dengan labu pembangkit uap )lihat gambar alat destilasi uap/. 6ap air yang dialirkan ke dalam labu yang berisi senyawa yang akan dimurnikan" dimaksudkan untuk menurunkan titik didih senyawa tersebut" karena titik didih suatu campuran lebih rendah dari pada titik didih komponen-komponennya.

&ara mela'('an destilasi (a$)


'usunlah alat-alat yang akan digunakan untuk destilasi uap. Eunakan labu dasar rata , liter sebagai pembangkit uap dan labu dasar bulat +.1 mC sebagai labu destilasi serta pendingin air )pendingin Ceibig/ yang pan%angnya 81-*1 cm. 7heck dengan teliti" semua alat harus tertutup dan berhubungan dengan erat. 4asukan $at sampel ke dalam labu +.1 mC. 5anaskan labu pembangkit uap secara perlahan-lahan sampai mendidih kemudian gunakan api yang besar sehingga uapnya masuk ke dalam labu yang mengandung $at sampel. Hentikan destilasi %ika semua $at sampel telah terpisah dan tertampung dalam labu erlenmeyer sebagai penampung destilat. 4asukan destilat ke dalam corong pisah" selan%utnya pisahkan $at sampel dari cairan pengotornya.

Distilasi 6ap merupakan salah satu %enis destilasi yang lebih kompleks daripada ditilasi sederhana dan distilasi !raksionasi. 'emoga berman!aat. Destilasi uap %uga merupakan suatu proses perpindahan massa ke suatu media yang bergerak. o 7ara pemurnian dengan destilasi uap ,. 7airan penyari dimasukkan kedalam be%ana melalui corong. +. 'erbuk cengkeh dimasukkan dalam kantong kain dimasukkan kedalam ekstraktor. 5ada be%ana ini dibagian dalam dimasukkan be%ana yang berlubang-lubang dan dibuat dari ba%a bahan karat. 2. Be%ana dipanaskan. 5emanas dapat dilakukan dengan pemanasan api besar langsung pada labu. 4. 0eran atas dibuka" dan keran yang lainnya tertutup. .. 6ap cairan akan mengalir melalui pipa" kemudian diembunkan oleh pendingin. 7airan akan mengalir ke ekstraktor dan akam merendam cengkeh tersebut. 8. 'etelah cairan itu setinggi gelas penduga" keran )bawah/ dibuka" sehingga hasil penyarian mengalir kebe%ana. Bila hasil penyarian telah mengalir" semua keran ditutup kembali. *. 7airan cengkeh akan menguap sedangkan $at akti!nya tertinggal dalam be%ana. -. 5eker%aan ini diulang sampai cengkeh tersari dengan sempurna.

BAB III PENU%UP A. 0esimpulan Berbagai campuran dapat dimurnikan dengan destilasi sederhana. Distilasi sederhana merupakan salah satu metode yang digunakan untuk pemurnian dan pemisahan suatu larutan yang berdasarkan pada perbedaan titik didih yang relati3e %auh. Aplikasinya seperti pada sintesis kloro!orm dan ekstraksi padat ; cair yang pemurniannya menggunakan destilator. 'elain itu salah satu penerapan terpenting dari metode distilasi adalah pemisahan minyak mentah men%adi bagian-bagian untuk penggunaan khusus seperti untuk transportasi" pembangkit listrik" pemanas" dll. Destilator terdiri dari thermometer" labu didih" steel head" pemanas" kondensor" dan labu penampung destilat yang memiliki !ungsi tertentu. 5emisahan senyawa dengan destilasi bergantung pada perbedaan tekanan uap senyawa dalam campuran. &ekanan uap campuran diukur sebagai kecenderungan molekul dalam permukaan cairan untuk berubah men%adi uap. (ika suhu dinaikkan" tekanan uap cairan akan naik sampai tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmos!er. 5ada keadaan itu cairan akan mendidih. 'uhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap atmos!er disebut titik didih. 7airan yang mempunyai tekanan uap yang lebih tinggi pada suhu kamar akan mempnyai titik didih lebih rendah daripada cairan yang tekanan uapnya rendah pada suhu kamar. (ika campuran berair didihkan" komposisi uap di atas cairan tidak sama dengan komposisi pada cairan. 6ap akan kaya dengan senyawa yang lebih 3olatile atau komponen dengan titik didih lebih rendah. (ika uap di atas cairan terkumpul dan dinginkan" uap akan terembunkan dan komposisinya sama dengan komposisi senyawa yang terdapat pada uap yaitu dengan senyawa yang mempunyai titik didih lebih rendah. (ika suhu relati3e tetap" maka destilat yang terkumpul akan mengandung senyawa murni dari salah satu komponen dalam campuran.

B.

'aran 5enulis berharap &itrasi Asam-Basa yang telah disa%ikan dalam bab pembahasan dapat di%adikan re!erensi ataupun tambahan wawasan bagi pembaca sehingga dapat membedakannya dan dapat menerapkanya secara tepat dengan tu%uan mema%ukan pendidikan di ndonesia.

DA*%A+ PUS%A,A

http9::id.wikipedia.org:wiki:distilasi http9::gedehace.blogspot.com:+11>:12: kuliah:destilasi:distilasi-part-,.html http9:: www-chem-is-try9org:sectGbela%arHextGdestilation1*-12 #istiyani" (anik. +11- .Caporan praktikum 0imia Irganik Yogyakarta9 Caboratorium 6 J 'unan 0ali%aga . Sintesis Klorofom .