Anda di halaman 1dari 4

Materi V: Disain DDBMS Disain Sistem Komputer Terdistribusi meliputi bagaimana letak data dan program dalam suatu

u jaringan. Dalam kasus Sistem Database Tersebar, distribusi aplikasi meliputi 2 hal, yaitu distribusi dari Distributed DBMS so t!are dan distribusi program aplikasi yang memerlukan DDBMS tersebut. "embahasan disini menekankan pada bagaimana pendistribusian data saja. #rganisasi dari Sistem Tersebar dapat ditinjau dari $ sisi: %e&el Sharing "ola 'kses %e&el pengetahuan ttg pola akses

(ambar ). *rame!ork dari Sistem Database Tersebar Tinjauan dari sisi le&el sharing, ada $ kemungkinan: +o Sharing: Setiap aplikasi dan datanya dieksekusi di satu site dan tidak ada komunikasi dengan program lain atau akses data dari site lain. Data Sharing: Semua program ada di seluruh site, sementara data tidak. "ermintaan user akan dieksekusi di site dimana user mengakses a!al, dan data yang diperlukan akan dikirimkan ke site tersebut melalui jaringan. Data "lus "rogram Sharing: "rogram dan Data, keduanya disharing. 'rtinya, program yang dieksekusi disatu tempat dapat meminta layanan dari program lain di site berbeda dan ada kemungkinan akses data dari site yang berbeda lagi. Tinjauan dari pola akses, ada 2 kemungkinan, yaitu stati, dan dynami,. 'kan lebih mudah dalam peren,anaan dana manajemennya kalau pola aksesnya adala stati,. Tapi kenyataannya, susah untuk menemukan pola akses yang stati, ini dalam aplikasi terdistribusi. Semua dinami,, tapi pertanyaannya sedinami, apa-, ini berkaitan dengan hubungan antara .uery pro,essing dengan disain database terdistribusi.

(ambar 2: Topik /tama dalam Sistem Basis Data Tersebar

Modul Basis Data Tersebar

Materi V: Disain DDBMS

Tinjauan dari sisi le&el pengetahuan tentang pola akses. 0ang jelas, pertama adalah peran,ang sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang bagaimana pola user mengakses database. 1ni kemungkinan yang teoritis sekali, tapi sangat susah untuk mendisain sistem tanpa tahu pola akses user terhadap suatu database. Selain itu, ada 2 kemungkinan dimana peran,ang menggunakan pengetahuan tentang pola akses user, yaitu: 2omplete 1n ormation: "ola akses user dapat diprediksi dengan benar. "artial 1n ormation: Sebagian pola akses user saja yang dapat diprediksi.

STRATEGI PERANCANGAN SISTEM DATABASE TERSEBAR 'da 2 pendekatan dalam peran,angan Sistem Basisdata Tersebar: "roses peran,angan se,ara Top3Do!n .

"roses peran,angan se,ara Bottom3/p: Bera!al dari adanya beberapa database, tugas peran,ang adalah mengintegrasikan beberapa database itu dalam satu database. Bottom3/p approa,h sangat ,o,ok untuk kondisi seperti ini. 4adi, titik a!al dari peran,angan se,ara Bottom3/p adalah 1ndi&idual %o,al 2on,eptual S,hema. "roses peran,angannya berupa proses integrasi lo,al s,hema menjadi global ,on,eptual s,hema. TOPIK PERANCANGAN SISTEM BASIS DATA TERSEBAR 'da beberapa hal yang menjadi topik utama, khususnya berkaitan dengan proses ragmentasi dan alokasi: Kenapa perlu ragmentasi Teknik ragmentasi. Teknik 'lokasi. 'da beberapa alasan kenapa harus mendekomposisi relation5table menjadi unit ke,il yang disebut ragmen: Tempat akses suatu aplikasi bukan pada seluruh relation5table tapi, hanya pada sebagian atau subset dari suatu relation5table. 'kan memerlukan akses remote data ber&olume tinggi. Memungkinkan eksekusi suatu transaksi5.uery se,ara kongkuren. Modul Basis Data Tersebar

Materi V: Disain DDBMS

Tapi ingat ada kelemahan juga pada ragmentasi, yaitu: 2ost untuk union atau join saat kita menginginkan data dari dua ragment. 2ost untuk integrity ,he,king ragmen yang tersebar dalam beberapa site. Teknik *ragmentasi ada dua, yaitu: 6ori7ontally *ragmentation:

Verti,ally *ragmentation:

Derajat *ragmentasi: "er ormansi eksekusi suatu .uery sangat tergantung dari database yang mana dan seberapa besar dari database tersebut didekomposisi dan dialokasikan ke beberapa site. Derajat ragmentasi bisa noll 8tidak ter ragmentasi sama sekali9, ragmentasi horisontal dan ragmentasi &ertikal. 'turan dalam *ragmentasi 8sama dengan prinsip normalisasi9: Komplit: Dekomposisi relation/table R menjadi beberapa fragmen R 1 , R 2 , ..., R n dikatakan komplit kalau setiap item data pada R dapat juga ditemukan di beberapa R i. :ekonstruksi: Kalau ada suatu relation/table R didekomposisi menjadi beberapa fragment R 1 , R 2 , ..., R n , maka harus ada operator yang dapat Ri , Ri FR ! mengembalikan fragmen-fragmen tersebut ke R. (R Disjointness: Kalau ada suatu relation/table R didekomposisi menjadi beberapa fragment R 1 , R 2 , ..., R n , dan item data d i ada di R j , maka d i harus tidak boleh ada di fragment R k 8 k j 9 Modul Basis Data Tersebar

Materi V: Disain DDBMS Teknik 'lokasi ragmen ke beberapa site 8:eliability ; < isiensi =uery9: +on3repli,ated 8"artitioned Database9: Setiap ragmen hanya diletakkan di satu site. :epli,ated: *ully :epli,ated: setiap ragmen ada di setiap site. "artially :epli,ated: setiap ragmen ada di beberapa site. :eplikasi memberikan keuntungan3keuntungan, tapi ada beberapa permasalahan yang mun,ul akibat adanya replikasi tersebut kalau rekuensi .uery untuk update lebih besar dari rekuensi .uery read3only. PERBANDINGAN TEKNIK ALOKASI/REPLIKASI

Modul Basis Data Tersebar