Anda di halaman 1dari 17

KESADARAN

dr. Sholihul Muhibbi, SpS, M Si Med.

1. Definisi : Keadaan yg mencerminkan pengintegrasian impuls eferen dan aferen.

2. Kesadaran yg sehat dan adekwat dikenal sebagai awas waspada, pd mana aksi dan reaksi (ekspresi) thd apa yg dilihat, didengar, dihidu, dikecap, dialami dari perasa keseimbangan, nyeri suhu, raba, gerak, getar, tekan dan sikap, bersifat adekwat yaitu tepat dan sesuai.

3. Kesadaran dpt dibedakan dlm derajat dan kwalitas kesadaran. 4. Derajat kesadaran merupakan daya persepsi dan ekspresi pokok menentukan kwalitas d p kesadaran. Derajat kesehatan berkisar antara awas-waspada adekwat dan pingsan (koma). Derajat kesadaran ditentukan oleh kwalitas persepsi. Sedangkan kwalitas kesadaran ditentukan oleh pengolahan dan pengintegrasian persepsi. 5. Jika derajat kesadaran awas-waspada dan adekwat menurun, dg sendirinya kwalitas kesadaran akan menurun pula.

Anatomi

SAGITAL

CORONAL

GANGGUAN KESADARAN : Somnolen - Pend dlm keadaan tidur, ttp msh dpt digugah. - Jawaban thd rangsangan adalah lambat - Dpt diajak bicara walaupun sebentar, kemudian akan tertidur lagi. Sopor - Keadaan tidur dlm yg msh dpt dibangunkan - Dpt melokalisasi rangsang - Reflek tendon (+), reflek patologi (+)

Koma - Tidak ada respon thd rangsangan luar atau kebutuhan diri sendiri

Glasgow Coma Scale (GCS E M V)


MEMBUKA MATA Spontan Terhadap panggilan Terhadap nyeri Tak ada tanggapan TANGGAPAN MOTOR Menurut perintah Melokalisir nyeri Menghindari nyeri Fleksi abnormal Ektensi abnormal Tak ada gerakan TANGGAPAN VERBAL Berorientasi Bicara kacau Kata-kata tidak benar Bunyi tanpa arti Tak ada tanggapan SCORE E 4 3 2 1 M6 5 4 3 2 1

V-

5 4 3 2 1

ETIOLOGI
A. Lesi di Supratentorial - Radang - Trauma - SOL - Status Epilepsi B. Lesi Infratentorial - Radang - Trauma - SOL

C. Metabolik 1. Hipoksia 2. Iskemia dgn cerebral blood flow - Penurunan cardiac output (myo cardial infarktion, decompensatio cordis, aortic stenosis) 3. Hipokalsemia 4. Defisiensi ko-factor (B1, Niasin, B6, B12, Folat) 5. Peny. Endokrin (pankreas), DM, Pituitary, Thyroid, parathyroid, adrenal.

6. Non Endokrin / organ - Coma hepatikum (hati) - Coma Uremikum (ginjal) - CO2 narkosis (paru-paru) 7. Keracunan 8. Kelainan Ion atau lingkungan asam basa pd SSP. 9. Temperatur - Hipotermia, Heat Stroke, Demam

DIAGNOSIS A. Anamnesis - Bagaimana ounsetnya : akut, sub akut, progresisf lambat, adakah riwayat trauma sebelumnya. - Tanda2 neurologi yg mendahului : sakit kepala, kejang2, kelemahan, tanda2 kelainan / gngg batang otak (dizziness, diplopia, disarthria, muntah) - Riwayat penyakit sebelumnya : liver, kencing manis, ginjal, paru, jantung, kelainan jiwa. - Kebiasaan pasien : pemakaian obat2an, alkohol.

B. Pemeriksaan Fisik - Frekuensi, isi dan ritme nadi, - Pengukuran TD pd lengan kiri & kanan - Pengukuran suhu badan rectal & ketiak - Bau pernafasan (aseton, amonia, alkohol) - Warna dan permukaan kulit (kuning krn icterus, cianosis) - Luka2 krn trauma - Turgor kulit

- Kepala : apakah keluar darah/cairan dari telinga, hidung, mulut, bagaimana kedudukan kepala, apakah ada hematom disekitar mata/ mastoid, adakah fraktur impresi. - Leher : apakah terdpt fraktur vertebra cervicalis - Thorax : periksa, apakah ada emboli paru / jantung. - Abdomen : periksa hepar, ginjal, kandung kemih.

C. Pemeriksaan Neurologi 1. Derajat kesadaran : Penilaian tk ggn kesadaran secara obyektif dg Glasgow Coma Scale 2. Pola Pernafasan 3. Ukuran & reaksi Pupil - besar dan bentuk pupil - Perbandingan besar pupil ka & ki - Refl pupil thd cahaya & konvergensi - Reaksi konsensual pupil 4. Pergerakan bola mata.

D. Pemeriksaan Penunjang 1. Laboratorium 2. Opthalmoskop - papil edema - arteriosklerosis 3. Lumbal Punksi 4. Ct Scanning / M R I.

PENATALAKSANAAN A. Terapi Umum : Prinsip 5 B. 1. Breathing - Diusahakan spy jln nafas tetap bebas dr obstruksi. - Posisi yg baik adl miring dg kepala lbh rendah dr badan spy darah / cairan yg dimuntahkan dpt mengalir keluar. 2. Blood Diusahakan spy TD ckp tinggi utk mengalirkan darah ke otak. Jg hrs dijaga spy darah mengandung O2 & glucosa agar otak berfungsi baik.

3. Brain
Diusahakan spy tdk terjadi udem otak & kejang 4. Bladder - Diperhatikan fungsi ginjal dabn miksi - Bila terjadi retensio urine psg catheter 5. Bowel - Mkn hrs cukup mengandung kalori, elektrolit dan vitamin - Dijaga defekasi : opstipasi yg lama menyebabkan ileus.

Referensi
Misbach J, Hamid AB, Mayza A, Saleh MK. Buku pedoman standart pelayanan dan standart prosedur operasional neurologi. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. Jakarta. 2006 Mardjono M, Sidharta P, Neurologi klinis dasar. Dian Rakyat. Jakarta. 2003 Samuel MA. Manual of Neurologic therapeutic fifth Ed. Little brown and company. Boston. 1995