Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN HIDROCHEPALUS

Disusun oleh : Dani Safdinan ( A !! !"#$ %

PROGRA& STUDI DIII KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI IL&U KESEHATAN &UHA&&ADI'AH GO&(ONG TAHUN ) !*

KONSEP DASAR

A+

Pen,e-.ian 1. Hidocefalus adalah keadaan patologik otak yang mengakibatkan bertambahnya cairan cerebrospinal dengan adanya tekanan intrakranial (TIK) yang meninggi sehingga terdapat pelebaran ruangan tempat mengeluarkan liguor (Depkes RI 1!"!) #. Hidrosefalus adalah suatu keadaan dimana ter$adi penambahan %olume dari cairan serebrospinal (&'') di dalam ruangan %entrikel dan ruangan sub arakhnoid. Keadaan ini disebabkan oleh karena terdapat produksi cairan serebrospinal yang berlebihan obstruksi $alur cairan cerebrospinal maupun gangguan absorpsi cairan serebrospinal. ((nonim ( #))! ) *. Hidrocephalus ialah patologis otak yang mengakibatkan bertambahnya cairan serebrospinalis (&'') dengan atau pernah dengan tekanan intra kranial yang meninnggi sehingga sehingga terdapat pelebaran ruangan tempat mengalirnya &''. (+gastiyah #)),)

(+

E.iolo,i -enyebab dari hidrosefalus adalah . 1. Kelainan ba/aan (konginetal) #. Infeksi *. +eoplasma 0. -erdarahan.

C+

Pa.ofisiolo,i dan &anifes.asi Klinis Hidrocefalus menurut (%ril 1. Kligmen (1!!!) ter$adi sebagi akibat dari * mekanisme yaitu. produksi liguor yang berlebihan peningkatan resistensi aliran liguor dan peningkatan tekanan sinus %enosa sebagai konsk/ensi dari tiga mekanisme ini adalah peningkatan TIK sebagai upayamempertahankan keseimbangan sekresi dan obser%asi berbeda2beda setiap saat selama perkembangan Hidrocefalus. Dialatasi ini ter$adi sebagai akibat dari. 1. Kompresi sistem serebro%askular #. Redistribusi dari li3uor serebrospinalis atau cairan ekstra selular atau keduanya di dalam sistem susunan saraf pusat. *. -erubahan mekanis dari otak 0. 4fek tekanan denyut li3uor cerebrospinalis ,. Hilangnya $aringan otak 5. -embesaran %olume tengkorak akibat adanya regangan abnormal pada sutura kranial. 6anifestasi Klinis . 7e$ala yang nampak dapat berupa (+gastiyah 1!!89 Depkes91!!") 1. TIK yang meninggi. muntah nyeri kepala edema pupil saraf otak II #. -ada bayi biasanya disertai pembesaran tengkorak *. Kepala bayi terlihat lebih besar bila dibandingkan dengan tubuh 0. :bun2ubun besar melebar atau tidak menutup pada /aktunya teraba tegang dan mengkilat dengan perebaran %ena di kulit kepala

,. 'utura tengkorak belum menutup dan teraba melebar 5. Terdapat sunset sign pada bayi (pada mata yang kelihatan hitam2hitamnya kelopak mata tertarik ke atas) 8. 1ola mata terdorong ke ba/ah oleh tekanan dan penipisan tulang suborbita ". 'klera mata tampak di atas iris !. Kerusakan saraf yang memberi ge$ala kelainan neurologis berupa gangguan kesadaran motorik atau ke$ang2ke$ang kadang2kadang gangguan pusat %ital 1). D+ Ke$ang

Pa.h/a0 Ke1e-a/a.an -roduksi &'' ; (bsorbsi < 2 -ost infeksi. 6eningitis 2 Tumor space occupying -enumpukan cairan (&'')dalam %entrikel otak secara aktif (Hidrosefalus )

-enatalaksanan -emasangan >- 'hunt Immobilisasi 7angguan integritas kulit

=bstruksi aliran pada shunt di%entrikel otak -eningkatan >olume &'' Resiko Infeksi TIK ;

E+

Pe2e-i3saan Penun4an, 1. &T 'can dan 6RI . untuk mempertegas adanya %entrikel dan membantu dalam mengidentifikasi kemungkinan penyebabnyak. #. =perthal 6ascopy . menentukan adanya edema pupil. *. ?2Ray kepala . untuk melihat atau mengetahui pelebaran ubun2ubun besar dan sutura tengkorak. 0. >entrasonografi atau echoencephalography. ,. :'7 kepala dilakukan bila ubun2ubun besar belum menutup.

. 5+ Pena.ala3sanaan 1. -engobatan . diberikan acetaselamid (untuk mengurangi produksi &'@) @uresemiae antibiotika anticon%ulsan manitol analgetik. #. Tindakan pembedahan . a. 6engurangi produksi &'@ dengan melakukan reseksi atau koagulasi fleksus koroid. b. 6emperbaiki hubungan antara tempat produksi &'@ dengan tempat absorbsi yaitu menghubungkan %entrikel dengan sub arakhnoid. c. 6emperbaiki atau mengangkat penyebab obstruksi &'@ misalnya reseksi tumor kista. d. 6engeluarkan &'@ ke dalam organ ekstrakranial . 2 2 2 >entriculo -eritonial 'hunt (>.-. 'hunt) >entriculo (trial 'hunt (>2( 'hunt) >entriculo -leura 'hunt

G+ Ko21li3asi 1. -eningkatan TIK #. Kerusakan otak *. Infeksi. septisemia infeksi luka nefritis meningitis %entrikulitis abses otak 0. 4mboli otak ,. =bstruksi %ena ka%a superior 5. 'hunt tidak berfungsi dengan baik akibat obstruksi mekanik 8. @isik dan intelegent kurang dari normal gangguan penglihatan ". Kematian H+ 5o3us Pen,3a4ian 1. Aa/ancara D' . -engertian penyakit oleh keluargaBpasien Kemampuan pasien untuk mengerti -ernyataan sakit kepala mual2muntah ke$ang -ernyataan kepalanya membesar D= . Cingkar kepala melebihi normal Ter$adi peningkatan TIK (mual muntah ke$ang) @ortanellaB'utura belum menutup Tingkat kesadaran yang bisa diamati adalah gelisah disorientasi lethargi

'tatus tanda2tanda %ital ber%ariasi terhadap nadi dan tekanan darah #. Ri/ayat Kesehatan Dari ri/ayat kesehatan pasien dengan hidrosefalus dapat menun$ukkan adanya a. Ri/ayat trauma se/aktu lahir b. Ri/ayat penyakit dahulu misal. perdarahan sebelum dan sesudah lahir infeksi neoplasma c. Ri/ayat keluarga *. -emerikasaan fisik a. 'akit kepala mual muntah ke$ang b. -enurunan kesadaran yang bisa diamati adalah gelisah disorientasi lethargi c. 'unset sign pada mata d. TT> yang ber%ariasi untuk tiap indi%idu e. -embesaran lingkar kepala 0. -emeriksaan penun$ang a. -emeriksaan +eurologi ,. :ntuk mengetahui status neurologis pasien misalnya gangguan kesadaran motorisBke$ang edema pupil saraf otak II a. -engukuran lingkar kepala :ntuk mengetahui -rogresti%itas atau perkembangan lingkar kepala b. &T 'can :ntuk mengetahui adanya kelainan dalam otak dengan menggunakan radio isotop radioaktif dan scanner c. 6RI (6agnetic Resonance Imaging) :ntuk mengetahui kondisi patologis otak dan medula spinalis dengan menggunakan teknik scaning dengan kekuatan magnet untuk membuat bayangan struktur tubuh I+ Dia,nosa Ke1e-a/a.an 'an, &un,3in &un6ul 1. -erfusi $aringan cerebral tidak efektif berhubungan dengan peningkatan tekanan intra kranial #. Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan imobilitas fisik *. Resiko infeksi berhubungan dengan pembedahan penempatan shunt 7+ In.e-8ensi Ke1e-a/a.an Dx I : Pe-fusi 4a-in,an 6e-e9-al .ida3 efe3.if 9e-hu9un,an den,an 1enin,3a.an .e3anan in.-a3-anial Tu$uan . 'etelah dilakukan tindakan kepera/atan selama proses kepera/atan diharapkan ketidakefektifan perfusi $aringan cerebral teratasi dengan kriteria hasil . 6enun$ukkan konsentrasi dan orientasi -upil seimbang dan reaktif 1ebas dari akti%itas ke$ang Tekanan systole dan diastole dalam rentang yang diharapkan

+I& . Inter%ensi . 1. 6onitor TT> #. 6onitor (7D ukuran pupil keta$aman kesimetrisan dan reaksi *. 6onitor le%el kebingungan dan orientasi 0. 6onitor tonus otot pergerakan ,. 6onitor tekanan intrkranial dan respon nerologis 5. &atat perubahan pasien dalam merespon stimulus 8. 6onitor status cairan DX II : Resi3o ,an,,uan in.e,-i.as 3uli. 9e-hu9un,an den,an i22o9ili.as fisi3 Tu$uan . 'etelah dilakukan tindakan kepera/atan selama proses kepera/atan diharapkan tidak ter$adi gangguan integritas kulit dengan kriteria hasil . +=& . Tissue In.e,-i.0 : S3in and &u6ous &e29-anes Integritas kulit yang baik bisa dipertahankan 6ampu melindungi kulit dan mempertahankan kelembaban kulit dan pera/atan alami 'tatus nutrisi adekuat 'ensasi dan /arna kulit normal +I& . 1. (n$urkan pasien untuk menggunakan pakaian yang longgar #. Hindari kerutan padaa tempat tidur *. Daga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering 0. 6obilisasi pasien (ubah posisi pasien) setiap dua $am sekali ,. 6onitor kulit akan adanya kemerahan 5. 6onitor akti%itas dan mobilisasi pasien

Dx III : Resi3on infe3si 9e-hu9un,an den,an 1e29edahan 1ene21a.an shun. Tu$uan . 'etelah dilakukan tindakan kepera/atan selama proses kepera/atan diharapkan klien tidak mengalami infeksi dengan kriteria hsail . +=& I. Risk &ontrol Kriteria Hasil . 1. 6onitor intensitas kecemasan. #. Klien bebas dari tanda dan ge$ala infeksi *. 6enun$ukkan kemampuan untuk mencegah timbulnya infeksi 0. Dumlah leukosit dalam batas normal +I& .

Inter%ensi .

1. -ertahankan teknik aseptif #. 1atasi pengun$ung bila perlu *. &uci tangan setiap sebelum dan sesudah tindakan kepera/atan 0. 7unakan ba$u sarung tangan sebagai alat pelindung ,. Tingkatkan intake nutrisi 5. Kolaborasi pemberian antibiotik

DA5TAR PUSTAKA +gastiyah. #)),. Ilmu Kesehatan Anak. Dakarta . @K:I. D4-K4' RI 1!!". Ilmu Kesehaatan Anak 2 Infomedica Dakarta Doengoes 6.4. 1!!!. Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Dakarta . 47&. Dhonson 6arion dkk. 1!!8. Iowa Outcomes Project Nursing Classification (NOC !disi 2. 't. Couis 6issouri 9 6osby. 6c &loskey Doanner. (NIC 1!!5 . Io/a Inter"ention Project Nursing Inter"ention

Classification

!disi 2.

Aestline Industrial Dri%e 't. Couis .6osby. #iagnosa Ke$erawatan NAN#A . Dakarta . -rima

'antosa 1udi . #)), 2 #))5. 6edika.

'taf penga$ar ilmu kepera/atan anak. 1!",. %uku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. Dakarta . @K:I.