Anda di halaman 1dari 4

B.

Indonesia
Semester I
1. Artikel Berupa Wacana Wacana: Sekumpulan paragraf Karya ilmiah: disebut demikian, karena ada ilmu pengetahuan yang mendasarinya Membuat artikel: a) Mencata pokok-pokok informasi b) Temukan pesan yang ingin disampaikan c) Energizer: menarik perhatian penonton (biasanya dengan kisah kita yg berkaitan artikel) d) Uraikan isi/pokok data e) Gunakan bahasa yang baik dan benar f) Buat agar mudah dipahami g) Berikan contoh 2. Tajuk Rencana & Opini Tajuk Rencana: opini yang ditulis oleh redaksi (bukan masyarakat) Opini: hasil pemikiran yang ditulis oleh masyarakat umum Tajuk Rencana menempati posisi ke-4 dalam negara, karena: Merupakan media aspirasi yang berisi kritik dan saran yang ditujukan terhadap pemerintah atas negara 3. Paragraf Gagasan Utama: Pikiran pokok/ inti pembahasan dalam paragraf Gagasan utama dituangkan dalam kalimat utama Pargraf: a) Deduktif: Awal Kalimat 1. Pola Contoh: berisi contoh yang berkaitn dengan paragraf. misalnya 2. Pola rincian: penjelasan terhadap suatu hal dengan mendetail. adalah 3. Alasan: berupa suatu masalah dan ada alasannya. b) Induktif: Akhir Kalimat 1. Analogi: Perbandingan 2. Sebab-Akibat: Berisi masalah dan ada akibatnya 3. Generalisai: bersfifat umum, diketahui semua orang (biasanya mencakup keseluruhan). c) Deduktif-Induktif : Awal dan Akhir d) Ineratif: Tengah kalimat (menyebar). Fungsi Paragraf: a) Memulai pikiran baru b) Menampung ide pokok c) Membantu pembaca mendalami isi tulisan d) Membantu penulis menguraikan masalah dengan sistematis 4. Sambutan Berupa jenis Pidato Disampaikan dengan teknik Impromptu Untuk memberikan informasi berupa sebagian besar acara Disampaikan oleh orang penting Membuat Pidato: a) Mengetahui latar belakang isi acara b) Mencatat pokok pidato c) Menulisakan pokok isi sambutan dalam beberapa kalimat d) Menyampaikan secara lisan isis sambutan 5. Membacakan Berita Berupa informasi yang terbukti Teknik membaca berita:

a) Faktor Verbal (Lisan) 1. Pelafalan/Artikulasi: logat daerahnya 2. Intonasi: Pengaturan cepat lambatnya tempo ucapan, tinggi rendahnya suara 3. Penjedaan: berhenti sejenak (tidak membaca terus) 4. Tekanan (Aksen): memperjelas bagan yg penting. b) Faktor Nonverbal 1. Ketenangan 2. Pakaian (Penampilan) 3. Gesture 4. Ekspresi membaca 6. Proposal Nama Kegiatan Landasan Pemikiran Bentu Kegiatan Tujuan pelaksanaan Waktu, tempat Penyelenggara & Partisipan Rencana Anggaran 7. Resensi Resensator: Penulis resensi Strktur penulisan a) Judul Resensi b) Nama Resensator c) Identitas buku (Judul, Pengarang, halaman, desain, dll). d) Ringkasan cerita e) Unsur intrinsik & esktrinsik f) Kelebihan kekurangan g) Kesimpulan & saran h) Identitas penerbit i) Harga buku 8. Drama Protagonis: baik (tokoh utama)/ tokoh yang menarik simpati penonton Antagonis: jahat/ menghalangi niat si protagonis Tritagonis: pembantu/ penengah Unsur intrinsik : a) Latar (Setting) e) Tokoh b) Penokohan f) Alur c) Tema g) Sudut Pandang d) Amanat 9. Daftar Pusaka Mencantumkan: Nama Pengarang, Judul, Penerbit, Tahun terbit, dll Pada bagian akhir sebuah karangan/ buku Diurutkn berdasarkan abjad Tujuan: a) menunjukan apresiasi penulis terhadap karya para pakar yang dijadikan masukan untuk menulis artikel. b) Memberi kesempatan pada pembaca, unutk menemukan referensi Contoh penulisan: a) Nurgiyantoro, Burham. 2005. Teori pengkajian Fiksi. Yogyakarta :Konisius b) Rene, Wellek dan Austin Waren. 2007. Kesusastraan. Jakarta: Lentera Cipta c) Ratna, Nyoman Kutha. 2003. Perempuan Bumi. Bandung: Cipta Bangsa d) Sugiharto, Sindu, dkk.. 2005. Kreativitas anak. Jakarta: Erlangga e) Sugiharto, Sindu, Amelia, Diva Azalia, et.al..2007. Seni bermusik. Tangerang: SMA IZADA Rumus: Nama. Tahun terbit. Judul. Tempat terbit. Penerbit

10. Catatan Kaki Keterangan atas teks karangan Ditempatkan di kaki halaman karangan yang bersangkutan Dapat berupa rujukanbahan penulisan yg dijadikan sumber & dapat pula berupa keterangan tambahan Hal-hal yang perlu diperhatikan: a) Ditulis dgn jarak 1 spasi b) Nama penerjemah (jika karya hasil terjemahan) ditulis setelah judul, didahului terj c) Judul artikel dalam buku antalogi ditulis tegak, diberi kutip , d) Judul buku ditulis miring e) Penulisan no. Halaman => h.22. f) Penulisan kata, nama penerbit, dan tahun terbit ditulis dalam kurung. => 1. Ibidem a. Apabila catt. Kaki no tersebut sama dengan referensi no. Sebelumnya (tanpa diselingi catt. Kaki lain). Apabila halamannya sama cukup ditulis ibid. Bila halamannya berebda, setelah ibid, dituliskan no. Halamannya 2. Opere citato (Op. Cit) Digunakan bila referensi dalam catt. Kaki pada nomor tersebut referensi yang telah dikutip sebelumnya, namun telah diselingi catt. Kaki lain 3. Loco Citato (Loc. Cit) Apabia referensi pada catt. Kaki pada nomor tersebut telah dikutip sebelumnya namun, diselingi dengan catt. Kaki lain Bedanya dengan Op. Cit adalah, referensi yang diacu Loc.Cit berupa buku, bukan artikel Contoh Catt. Kaki a) Arthur Asa Berger, Media Analysis. Setia Budi (Yogyakarta: Penerbit Utama, 2000). h.45 b) Ibid. c) Ibid., h.55 d) Dedi N . Hidayat, Paradigma Komunikasi,(Jurnal Ikatan satjana komunikasi Indonesia, No. 2 (Oktober, 1998), h. 25-26 e) Ibid., h.28 f) Athur Asa Berger, Op. Cit., h.70. g) Robert McChesney, Rich Media Poor Democracy, http://prasidyamulya.blogspot.com/2013/07/cinta.html (akses 16 Agustus pukul 19:20 WIB) h) Arthur Asa Berger. Op.Cit, h.96 i) Ibid, h. 99. j) Ibid. k) Dedi N Hidayat Loc.Cit., h.27 11. Hikayat cerita rekaan berbentuk prosa panjang berbahasa Melayu, yang menceritakan tentang kehebatan dan kepahlawanan orang ternama dengan segala kesaktian, keanehan, dan karomah yang mereka miliki Roman: kisah seseorang dari lahir-meninggal Karakteristik Hikayat: a) Bentuk: 1. Puisi Terikat: Pantun, syair, Mantra, Bidal, Seloka 2. Prosa: Dongeng, Tambo, Hikayat, Cerita Panji, Legenda,kaba b) Bahasa: Arab Melayu, Melayu Tradisional c) Tema: Kaku, Istana Sentris, Adat Istiadat, Mistis d) Dipengaruhi: Kehidupan Tradisi, Kesetiaan e) Sifat: Statis f) Isi: Khayal, Fantasi g) Pengarang: Anonim h) Gaya: Bahasa Klise

i) Tema Dominan: Petualangan j) Penokohan: Hitam-Putih (tdk berubah) k) Tokoh: hewan, manusia, tumbuhan l) Isi, amanat: Pendidikan, Pelipur lara, kepahlawanan 12. Surat Dagang & Kuasa Surat Dagang: digunakan untuk tujuan perdagangan dan untuk kelancaran proses perniagaan Surat Kuasa: untuk memberi wewenang kepada seseorang/ lembaga yang dipercaya untuk mewakili orang yg bersangkutan dalam melaksanakan suatu urusan tertentu. Macam-macam Surat Dagang a) Surat Permintaan Barang b) Surat Penawaran c) Surat Pengeuluaran Barang Ciri-Ciri surat yang baik a) Menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh semua pihak. b) Memuat isi yang menarik dan jelas. c) Memiliki keterbacaan atau bisa dibaca. d) Menggunakan kalimat yang efektif. e) Menggunakan teknik lipatan surat yang sesuai dengan jenis surat. f) Mencantumkan alamat pengirim dan penerima secara jelas.