Anda di halaman 1dari 15

Metode Penelitian VALIDITAS DAN RELIABILITAS

Kelompok IV Dosen pembimbing drg. Dhona Apriza.M. Biomed

Anggota kelompok

Ketua : Riski andarini Sekretaris : Idola putri mahlinda Moderator : Fiani Rahmayesa Anggota : - Dilla putri annesa - Abdul ghani

034 032 030 038 036

VALIDITAS

Validitas sebuah tes menyangkut apa yang diukur tes dan seberapa baik tes itu bisa mengukur. Pada dasarnya, semua prosedur untuk menentukan validitas tes berkaitan dengan hubungan antara kinerja pada tes dan fakta-fakta lain yang dapat diamati secara independent tentang ciri-ciri prilaku

JENIS-JENIS VALIDITAS

Validitas Permukaan, validitas rupa, validitas muka, validitas paras (face validity)
Adalah validitas yang menunjukan apakah alat pengukur/instrumen penelitian dari segi rupanya nampak mengukur apa yang ingin diukur, validitas ini lebih mengacu pada bentuk dan penampilan instrumen

Validitas Kriteria (criterion validity) Adalah validasi suatu instrumen dengan membandingkannya dengan instrumen-pengukuran lainnya yang sudah valid dan reliabel dengan cara mengkorelasikannya, bila korelasinya signifikan maka instrumen tersebut mempunyai validitas kriteria. . Terdapat dua bentuk Validitas kriteria yaitu : a. Validitas konkuren adalah kemampuan suatu instrumen pengukuran untuk mengukur gejala tertentu pada saat sekarang kemudian dibandingkan dengan instrumen pengukuran lain untuk konstruk yang sama. b. Validitas ramalan adalah kemampuan suatu instrumen pengukuran memprediksi secara tepat dengan apa yang akan terjadi di masa datang

Validitas Isi (content validity) Validitas isi suatu alat pengukur ditentukan oleh sejauh mana isi alat tersebut mewakili sebagai aspek kerangka konsep Validitas konstruk (construct validity) Validitas Konstruk adalah kerangka dalam suatu konsep, misalkan seorang peneliti ingin mengukur konsep relegiusitas.

Validitas prediktif (predictive validity) Alat pengukur yang dibuat oleh peneliti dimaksudkan untuk memprediksi apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang

Validitas eksternal Validitas eksternal berkaitan dengan hasil yang dicapai dari instrumen yang digunakan sesuai dengan data atau informasi lain mengenai variabel penelitian yang diteliti

Validitas budaya Validitas budaya atau lebih tepatnya validitas antarbudaya sangat penting bagi penelitian yang dilakukan di negara yang suku bangsanya sangat bervariasi

Cara mengukur Validitas

mendefinisikan secara operasional konsep yang akan diukur sampai tersusun alat ukur atau kuesioner. Uji coba Tabulasi Uji statistik

Tingkat validitas dipengaruhi 2 hal: Kemampuan pewawancara apakah mengikuti petunjuk/pedoman kuesioner/ tidak Keadaan responden sewaktu wawancara berlangsung

RELIABILITAS

Reliabilitas berarti konsistensi tes mengukur apa yang seharusnya diukur. Realibilitas tes perlu, tetapi tidak memadai sebagai syarat validitas tes. Agar tes valid, maka dia harus reliabel. Namun demikian tes yang reliabel belum tentu valid. Reabilitas merujuk pada konsitensi skor yang di capai oleh orang yang sama ketika mereka diujiulang dengan tes yang sama pada kesempatan yang berbeda, atau dengan seperangkat butir-butir ekuivalen (equivalent items) yang berbeda, atau di bawa kodisi pengujian yang berbeda

kategori koefisien reliabilitas

Reliabilitas test-Retes Menggunakan sebuah instrumen, namun diteskan dua kali. Hasil atau skor pertama dan kedua kemudian dikorelasikan untuk mengetahui besarnya indeks reliabilitas. Teknik perhitungan yang digunakan sama dengan yang digunakan yaitu rumus korelasi Pearson.

Reliabilitas Bentuk-Alternatif Sejak awal peneliti harus sudah menyusun dua perangkat instrumen yang paralel (ekuivalen), yaitu dua buah instrumen yang disusun berdasarkan satu kisi-kisi. Setiap butir soal dari instrumen yang satu selalu harus dapat dicarikan pasangannya dari instrumen kedua. Kedua instrumen tersebut diujicobakan semua. Sesudah kedua uji coba terlaksana, maka hasil kedua instrumen tersebut dihitung korelasinya

Konsistensi Internal Ukuran Reliabilitas Peneliti boleh hanya memiliki seperangkat instrumen saja dan hanya diujicobakan satu kali, kemudian hasilnya dianalisis, yaitu dengan cara membelah seluruh instrumen menjadi dua sama besar

KESIMPULAN

Pada penelitian kuantitatif selalu bergantung pada dua alat ukur, yaitu validitas dan reliabilitas. Validitas menunjukkan sejauh mana nilai/ukuran yang diperoleh benar-benar menyatakan hasil pengukuran/pengamatan yang ingin diukur. Sedangkan reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan.