Anda di halaman 1dari 8

PROSES PEMETAAN FOTOGRAMETRI I Wayan Krisna Eka Putra 11/324355/PTK/77 1!

P"n#a$u%uan Pemetaan pada dasarnya dapat ditempuh dari dua cara, yaitu pemetaan cara teristis atau pemetaan langsung dengan peralatan ukur lapangan, serta pemetaan lewat media pengambilan data baik dari pemotretan udara atau menggunakan citra satelit yang dikenal pemetaan fotogrametrik. Pemetaan langsung dengan menggunakan alat ukur lapangan memberikan ketelitian yang akurat apabila obyek yang akan diukur cakupannya tidak terlalu luas dan daerahnya mudah dijangkau. Persoalan akan muncul apabila objek yang akan diukur cakupan wilayahnya luas dan ada wilayah yang sulit untuk dijangkau. Alternatif yang dilakukan adalah dengan melakukan pemanfaatan foto udara. Hal ini merupakan awal munculnya ilmu fotogrametri (Nugroho, 2 2!. "otogrametri merupakan pengukuran secara grafik dengan menggunakan sinar, dimana fotogrametri berasal dari kata #unani yaitu dari kata photos yang berarti sinar, dan gramma yang berarti sesuatu yang digambar. Adapun aplikasi fotogrametri yang utama adalah untuk sur$ey dan kompilasi peta topografi berdasarkan pengukuran dan informasi yang diperoleh dari foto udara dan citra satelit, lengkap dengan garis tingginya. %ecara umum fotogrametri merupakan teknologi geo&informasi dengan memanfaatkan data geo&spasial yang diperoleh melalui pemotretan udara. Pada mulanya ilmu fotogrametri diawali dari pengambilan obyek topografi medan berbukit yang sulit dipetakan langsung, maka awal fotografi mulai dimanfaatkan untuk membuat gambar pertampalan atau stereogram model dari bagian topografi tersebut. "otogrametri udara (aerial photogrammetry) dimulai setelah dapat dipergunakannya kamera udara untuk pemotretan wilayah luas. Hal ini memberikan alternatif lebih efisien dan ekonomis untuk daerah yang luas dan sulit dijangkau. 'etapi untuk medan yang tidak luas dan mudah dijangkau cara ukur teristis jauh lebih mudah dan ekonomis terutama pada kawasan yang tidak dapat dijangkau potret udara karena masalah skala dan $ariasi skala foto udara. Hasil peta foto yang didapatkan akan dijadikan dasar pembuatan peta melaui tahapan pemrosesan. Hasil pemetaan secara fotogrametrik yang berupa peta foto tidak dapat langsung dijadikan dasar pembuatan peta, mengingat masih terdapatnya kesalahan
1

pada hasil foto tersebut. (erdasarkan hal tersebut maka ada beberapa tahapan yang harus dilakukan agar foto udara bisa dijadikan sebagai peta dasar sehingga informasi yang terdapat di dalamnya bisa digunakan sesui dengan yang diharapkan oleh pengguna. )ntuk itu akan dibahas mengenai proses pemetaan fotogrametri yang akan diorientasikan pada hasil atau output berupa peta. Hal&hal yang akan dibahas mengenai bagaimana proses pemetaan fotogramteri mulai awal persiapan, koreksi yang dilakukan beserta interpretasi sehingga outputnya berupa peta. 2! K&ns"' F&t&(ra)"tri *enurut Perpuspedia (2 + ! data geo&spasial merupakan data tentang aspek fisik dan administratif dari sebuah objek geografis. Pengadaan data geo&spasial dalam rangka pemetaan suatu daerah,kawasan antara lain dapat dilakukan melalui metode

'erestrial (pengukuran langsung di lapangan! "otogrametri (pemotretan udara! Penginderaan .auh /P%

*etode yang digunakan untuk pengadaan data geo&spasial dalam kegiatan pemetaan menurut dapat digambarkan sebagai berikut.

Ga)*ar 1! P")*uatan G"&+in,&r)asi #"n(an M"t&#" F&t&(ra)t"ri Su)*"r - Su*iyant& .2 1 / %alah satu hal yang dapat dilakukan untuk mendapatkan data geo&spasial adalah dengan melakukan pemotretan udara atau fotogrametri. "otogrametri adalah suatu metode pemetaan objek&objek dipermukaan bumi yang menggunakan foto udara sebagi media, dimana dilakukan penafsiran objek dan pengukuran geometri untuk selanjutnya
2

dihasilkan peta garis, peta digital maupun peta foto. %ecara umum fotogrametri merupakan teknologi geo&informasi dengan memanfaatkan data geo&spasial yang diperoleh melalui pemotretan udara. "oto )dara adalah citra fotografi hasil perekaman dari sebagian permukaan bumi yang diliput dari pesawat udara pada ketinggian tertentu menggunakan kamera tertentu. "oto diklasifikasikan menjadi foto udara $ertikal dan foto udara condong. "oto udara $ertikal, yaitu apabila sumbu kamera pada saat pemotretan dilakukan benar&benar $ertikal atau sedikit miring tidak lebih dari 01. %ebagian besar dari foto&foto udara termasuk dalam jenis foto udara $ertikal. 'ipe kedua dari foto udara yakni foto udara condong (oblique! yaitu apabila sumbu foto mengalami kemiringan antara 01 dan 2 1 dari kedudukan $ertikal. .ika hori3on tidak tampak, disebut condong,miring rendah. .ika hori3on tampak, disebut condong tinggi,sangat miring (%ubiyanto, 2 + !. *etode fotogrametri banyak dipakai dalam pembuatan geo&informasi, hal ini disebabkan metode ini mempunyai kelebihan dari metedo yang lainnya. 4elebihan dari metode fotogrametri ini yaitu 5 (+! obyek yang terliput terlihat apa adanya, (2! produk dapat berupa - peta garis , peta foto atau kombinasi peta foto&peta garis, (0! proses pengambilan data geo&spatial relatif cepat, dan (6! efektif untuk cakupan daerah yang relatif luas. 3! Pr&s"s P")"taan F&t&(ra)"tri Proses pemetaan menurut Abidin (2 7! dilakukan melalui tahap akuisasi data, pengolahan dan manipulasi data, serta perepresentasian data informasi. 8ebh jelas mengenai tahapan tersebut disajikan pada gambar di bawah ini.

Ga)*ar 2! Ta$a'an K"(iatan P")"taan Su)*"r - A*i#in .2 7/

Proses pemetaan fotogrametri diawali dengan tahapan persiapan alat maupun pemasangan tugu premark yang digunakan sebagai tanda pada saat melakukan pemotretan. 'anda atau tugu premark ini akan dilakukan pengukuran kembali untuk menetapkan titik kontrol, yang akan berfungsi menentukan koordinat foto udara. %etelah proses pemotretan dilakukan akan dilanjutkan sejumlah tahapan sebelum dilakukannya interpretasi terhadap foto udara. 'ahapan&tahapan tersebut meliputi rektifiksi, orthofoto, dan relief displacement. 8ebih jelasnya mengenai tahapan tersebut akan diuraikan sebagai berikut. a! R"kti,ikasi 9ektifikasi dilakukan apabila permukaan tanah yang terpotret itu relatif datar. 9ektifikasi adalah suatu reeksposur dari suatu foto sehingga kemiringan&kemiringan yang terdapat pada foto tersebut menjadi hilang dan sekaligus mengatur skala rata&rata foto yang satu dengan yang lainnya. :engan meakukan rektifikasi foto menjadi benar& benar tegak,tanpa kemiringan dan skala rata&rata sudah sesuai dengan skala yang dikehendaki dari setiap foto. 4emiringan&kemiringan dan ketidaktepatan skala pada saat pemotretan akan menyebabkan penyimpangan posisi planimetris yang benar pada foto. Pekerjaan rektifikasi ini dilakukan dengan suatu alat yang dinamakan rectifier. )mumnya foto&foto hasil rektifikasi ini digunakan untuk pembuatan peta foto melalui penyusunan mosaik dari foto&foto rektifikasi. Pembuatan peta foto dari mosaik hasil penyusunan foto hasil rektifikasi hanya bisa dilakukan untuk daerah yang relatif datar, oleh sebab itu untuk daerah yang mempunyai perbedaan tinggi (bergunung! akan timbul pergeseran relief yang mempunyai arah radial terhadap titik utama (%ubiyanto, 2 + !. *! Ort$&,&t& .R"kti,ikasi 0i,,"r"nsia%/ *enurut %ubiyanto (2 + !, pembuatan peta foto untuk daerah yang bergunung dikerjakan dengan proses orthofoto, dimana dengan orthofoto ini dilakukan re&eksposur secara orthogonal per bagian&bagian kecil dari foto. %ehingga kemiringan, skala dan pergeseran relief dapat dikoreksi. Pergeseran letak oleh kemiringan sumbu kamera terjadi pada tiap foto yang pada saat pemotretannya bidang foto miring terhadap bidang datum. 9ektifikasi untuk menghapus efek kemiringan sumbu dan hasilnya berupa eki$alen foto tegak. Akan tetapi eki$alen foto tegak masih mengandung skala yang tidak seragam yang diakibatkan oleh pergeseran letak gambar sehubungan dengan perubahan relief, kecuali bagi medan yang benar&benar datar. :i dalam proses peniadaan pergeseran letak oleh relief pada sembarang foto, $ariasi skala juga dihapus
4

sehingga skala menjadi sama bagi seluruh foto. 'iap foto yang skalanya tetap bagi seluruh bagian merupakan orthofoto yang memiliki kebenaran planimteris sama dengan peta. ;rthofoto ialah foto yang menyajikan gambaran obyek pada posisi orthogonal yang benar, oleh karena itu orthofoto secara geometris ekui$alen dengan peta garis. ;rthofoto memperlihatkan gambar&gambar fotografis yang sebenarnya dan dapat diperoleh detail yang lebih banyak. 4arena suatu orthofoto adalah benar secara planimetris, maka dapat dianggap sebagai sebuah peta atau lebih tepat disebut peta orthofoto, dapat digunakan untuk melakukan pengukuran langsung atas jarak, sudut, posisi dan daerah tanpa melakukan koreksi bagi pergeseran letak gambar. Hal ini tentu saja tidak dapat dilakukan diatas foto perspektif. Proses orthofoto akan menjadikan foto dalam proyeksi orthogonal. ;rthofoto dilakukan apabila permukaan tanah yang dipotret itu bergunung dengan asumsi <h pada setiap titik pengamatan = ,> ? @ tinggi terbang terhadap tinggi rata&rata pada foto yang bersangkutan. Pada pandangan sekilas, orthofoto tampak sama dengan foto perspektif. 'etapi dengan membandingkan orthofoto dan foto perspektif daerah yang sama, biasanya dapat diamati bedanya. ;rthofoto dibuat dari foto udara melalui proses yang disebut rektifikasi diferensial, yang meniadakan pergeseran letak oleh kemiringan fotografik dan relief. Hasil proses ini dapat menghilangkan berbagai $ariasi skala foto dan pergeseran letak gambar oleh relief maupun kemiringan. 1! R"%i", 0is'%a1")"nt Pergeseran relief adalah perpindahan atau pergeseran pada posisi fotografis dari suatu bayangan benda yang disebabkan karena permukaan bumi yang tidak rata atau disebabkan karena benda tersebut mempunyai ketinggian terhadap suatu datum. :engan memperhatikan datum yang ada, maka dapat dikatakan (%ubiyanto, 2 + !

.ika sebuah titik terletak di bawah datum, maka arah pergeserannya ke dalam. .ika sebuah titik terletak di atas datum, maka arah pergeserannya ke luar %etelah tahapan&tahapan di atas dilakukan, tahapan selanjutnya adalah

melakukan interpretasi foto udara yang sudah terkoreksi. 4enampakan yang ada pada foto udara akan dilakukan proses digitasi sesuai kenampakan objek dan tujuan pembuatan peta. %ecara lebih ringkas mengenai proses pemetaan secara fotogrametri disajikan pada bagan alir berikut.

PERSIAP PERSIAP AN AN

PEMASANGAN PEMASANGANTUGU TUGUPREMARK PREMARK

PENGUKURAN PENGUKURAN KONTROL KONTROL

PEMOTRETAN PEMOTRETANUDARA UDARA DIGITAL DIGITAL

RE-FLITE

PROSES PROSES KONTROL KONTROLHORZONTAL HORZONTAL

PROSES PROSES KONTROL KONTROLVERTIKAL VERTIKAL

CHECK CHECK

TIDAK

YA

DATA DATAKONTROL KONTROL HORZTL HORZTL & & VERTKL VERTKL

PENOMORAN PENOMORAN FOTO FOTO UDARA UDARA

TRIANGULASI TRIANGULASI UDARA UDARA

KOMPILASI KOMPILASIDATA DATA DEM DEM KONTUR KONTUR

DIGITAL DIGITAL ORTHOFOTO ORTHOFOTO

BLOW BLOWUP UPFOTO FOTOUDARA UDARA

IMAGE IMAGEENHANCMENT ENHANCMENT

IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI LAPANGAN LAPANGAN

ENTRY ENTRYDATA DATA IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI

PEMBAGIAN PEMBAGIANLEMBAR LEMBARPETA PETA FOTO FOTO//GARIS GARIS

REPRODUKSI REPRODUKSIPETA PETA FOTO/GARIS FOTO/GARIS

LAPORAN LAPORAN

Ga)*ar 3! Pr&s"s P")"taan F&t&(ra)"tri

4! Si)'u%an +. "otogrametri adalah suatu metode pemetaan objek&objek dipermukaan bumi yang menggunakan foto udara sebagi media, dimana dilakukan penafsiran objek dan pengukuran geometri untuk selanjutnya dihasilkan peta garis, peta digital maupun peta foto. %ecara umum fotogrametri merupakan teknologi geo& informasi dengan memanfaatkan data geo&spasial yang diperoleh melalui pemotretan udara 2. Proses pemetaan secara fotogrametri dilakukan melalui kegiatan persiapan yang meliputi persiapan alat maupun pemasangan tugu premark yang digunakan sebagai tanda pada saat melakukan pemotretan. %elanjutnya akan dilakukan tahapan koreksi setelah didapatkan hasil pemotretan yang meliputi tahapan rektifiksi, orthofoto, dan relief displacement. %etelah itu akan dilanjutkan dengan proses digitasi sesuai kenampakan obyek di foto dan memperhatikan tujuan pembuatan peta. Hasil akhir diharapkan berupa peta yang dapat digunakan sebagai informasi bagi para pengguna peta. 5! 0a,tar Pustaka Abidin, Ha3anuddin A. 2 B'(-(andung. 7. Konsep Dasar Pemetaan. 4elompok Blmuan /eodesi

Nugroho, Prijono. 2 2. Pemetaan "otogrametri. 'ersedia pada http-,,labfoto.tripod.com,pemetaanCfotogrametri.htm. diakses pada .umat, 0 %eptember 2 ++. Perpuspedia. 2 + . Geospasial Data. 'ersedia http-,,perpuspedia.digilib.pnri.go.id,inde@.phpD titleEPembicaraan-/eospasial:ataFactionEeditFredlinkE+. diakses .umat, 0 %eptember 2 ++. pada pada

%ubiyanto, %awitri. 2 + . Konsep Dasar Pemetaan Fotogrametri. 'ersedia pada http-,,arryprasetya.blogspot.com,. diakses pada .umat, 0 %eptember 2 ++.

2AMPIRAN 3ONTO4 PETA FOTOGRAMETRIS