Anda di halaman 1dari 18

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. ANATOMI DAN FISIOLOGI 1.

Shoulder Joint Gerakan-gerakan yang terjadi di gelang bahu dimungkinkan oleh sejumlah sendi yang saling berhubungan erat, misalnya sendi kostovertebral atas, sendi akromioklavikular, sendi sternoklavikular, permukaan pergeseran skapulotorakal dan sendi glenohumeral atau sendi bahu. Gangguan gerakan di dalam sendi bahu sering mempunyai konsekuensi untuk sendi-sendi yang lain di gelang bahu dan sebaliknya. Sendi bahu dibentuk oleh kepala tutang humerus dan mangkok sendi, disebut cavitas glenoidalis. Sendi ini menghasilkan gerakan fungsional sehari-hari seperti menyisir, menggaruk kepala, mengambil dompet dan sebagainya atas kerja sama yang harmonis dan simultan dengan sendisendi lainnya. Cavitas glenoidalis sebagai mangkok sendi bentuknya agak cekung tempat melekatnya kepala tulang humerus dengan diameter cavitas glenoidalis yang pendek kira-kira hanya mencakup sepertiga bagian dan kepala tulang sendinya yang agak besar, keadaan ini otomatis membuat sendi tersebut tidak stabil namun paling luas gerakannya (Soeharyono, 2 !" #riguna, 2 $%. &eberapa karakteristik daripada sendi bahu, yaitu' a. #erbandingan antara permukaan mangkok sendinya dengan kepala sendinya tidak sebanding. b. (apsul sendinya relatif lemah. c. )tot-otot pembungkus sendinya relatif lemah, seperti otot supraspinatus, infrapinatus, teres minor dan subscapularis. d. Gerakannya paling luas. e. Stabilitas sendinya relatif kurang stabil.

*engan melihat keadaan sendi tersebut, maka sendi bahu lebih mudah mengalami gangguan fungsi dibandingkan dengan sendi lainnya (Soeharyono, 2 !%.

2. Ka !ul Sendi (apsul sendi terdiri atas 2 lapisan (+aagenars% a. (apsul Sinovial (lapisan bagian dalam% dengan karakteristik mempunyai jaringan fibrokolagen agak lunak dan tidak memiliki saraf reseptor dan pembuluh darah.,ungsinya menghasilkan cairan sinovial sendi dan sebagai transformator makanan ke tulang ra-an sendi.&ila ada gangguan pada sendi yang ringan saja, maka yang pertama kali mengalami gangguan fungsi adalah kapsul sinovial, tetapi karena kapsul tersebut tidak memiliki reseptor nyeri, maka kita tidak merasa nyeri apabila ada gangguan, misalnya pada artrosis sendi. b. (apsul ,ibrosa (arakteristiknya berupa jaringan fibrous keras dan memiliki saraf reseptor dan pembuluh darah. ,ungsinya memelihara posisi dan stabititas sendi, memelihara regenerasi kapsul sendi. (ita dapat merasakan posisi sendi dan merasakan nyeri bila rangsangan tersebut sudah sampai di kapsul fibrosa (Soeharyono, 2 !%.

". Kartila#o (artilago atau ujung tulang ra-an sendi berfungsi sebagai bantalan sendi, sehingga tidak nyeri se-aktu penderita berjalau..amun demikian pada gerakan tertentu sendi dapat nyeri akibat gangguan yang dikenal dengan degenerasi kartilago (Soeharyono, 2 B. FROZEN SHOULDER Frozen shoulder merupakan penyakit dengan karakteristik nyeri dan keterbatasan gerak, dan penyebabnya idiopatik yang sering dialami oleh orang berusia ! -/ tahun dan memiliki ri-ayat trauma sering kali ringan. Frozen shoulder adalah suatu gangguan bahu yang sedikit atau sama sekali tidak menimbulkan rasa sakit, tidak memperlihatkan kelainan pada foto 0ontgen. tetapi menunjukkan adanya pembatasan gerak. Frozen shoulder dapat diidentikkan dengan capsulitis adhesif dan periarthritis yang itandai dengan keterbatasan gerak baik secara pasif maupun aktif pada semua pola gerak (*johan, 2 !" *avid, 2 1%. #enyebab fro2en shoulder tidak diketahui, diduga penyakit ini merupakan respon auto immobilisasi terhadap hasil 3 hasil rusaknya jaringan lokal. 4eskipun penyebab utamanya idiopatik, banyak yang menjadi predisposisi fro2en shoulder, selain dugaan adanya respon auto immobilisasi seperti yang dijelaskan di atas ada juga faktor predisposisi lainnya yaitu usia, trauma berulang (repetitive injury%, diabetes mellitus, kelumpuhan, pasca operasi payudara atau dada dan infark miokardia, dari dalam sendi glenohumeral (tendonitis bicipitalis, infalamasi rotator cuff, fracture% atau kelainan ekstra articular (cervical spondylisis, angina pectoris% (*johan, 2 !" *avid, 2 1%. #ada fro2en shoulder terdapat perubahan patologi pada kapsul artikularis glenohumeral yaitu perubahan pada kapsul sendi bagian anterior superior mengalami synovitis, kontraktur ligamen coracohumeral, dan penebalan pada ligamen superior glenohumeral, pada kapsul sendi bagian anterior inferior mengalami penebalan pada ligamen !%.

inferior glenohumeral dan perlengketan pada ressesus a5ilaris, sedangkan pada kapsul sendi bagian posterior terjadi kontraktur, sehingga khas pada kasus ini rotasi internal paling bebas, abduksi terbatas dan rotasi eksternal paling terbatas atau biasa disebut pola kapsuler (*onatelli et al, 6111" Soeharyono, 2 !%. #erubahan patologi tersebut merupakan respon terhadap rusaknya jaringan lokal berupa inflamasi pada membran synovial.dan kapsul sendi glenohumeral yang membuat formasi adhesif sehingga menyebabkan perlengketan pada kapsul sendi dan terjadi peningkatan viskositas cairan sinovial sendi glenohumeral dengan kapasitas volume hanya sebesar 7-6 ml, yang pada sendi normal bisa mencapai 2 -$ ml, dan selanjutnya kapsul sendi glenohumeral menjadi mengkerut, pada pemeriksaan gerak pasif ditemukan keterbatasan gerak pola kapsular, inilah yang disebut fro2en shoulder (8amaguchi et all, 2 /%. +istologis fro2en shoulder yang terjadi pada sendi glenohumeral seperti telah dijelaskan di atas adalah kehilangan ekstensibilitas dan termasuk abnormal cross-bridging diantara serabut collagen yang baru. #ada pasca immobilisasi perlekatan jaringan fibrous menyebabkan perlekatan atau adhesi intra artikular dalam sendi sinovial dan mengakibatkan nyeri serta penurunan mobilitas. .yeri yang ditimbulkan oleh frozen shoulder dan spasme cervico thoracal akibat fro2en shoulder dapat menyebabkan terbentuknya vicious circle of reflexes yang mengakibatkan medulla spinalis membangkitkan aktifitas efferent sistem simpatis sehingga dapat menyebabkan spasme pada pembuluh darah kapiler akan kekurangan cairan sehingga jaringan otot dan kulit menjadi kurang nutrisi. #engaruh refleks sistem simpatik pada otot pada tahap a-al menunjukkan adanya peningkatan suhu, aliran darah, gangguan metabolisme energi phospat tinggi dan pengurangan konsumsi oksigen pada tahap akhir penyakit nonspesifik dan abnormalitas histologi dapat terjadi (*avid, 2 1%. +al tersebut jika tidak ditangani dengan baik akan membuat otototot bahu menjadi lemah dan distrofi. (arena stabilitas glenohumeral !

sebagian besar oleh sistem muskulotendinogen , maka gangguan pada otot-otot bahu tersebut akan menyebabkan nyeri, menurunnya mobilitas, sehingga mengakibatkan keterbatasan lingkup gerak sendi bahu. Ge$ala 6. 9danya nyeri sekitar bahu. 2. (eterbatasan gerak sendi bahu, misalnya pasien tidak dapat mengangkat lengannya, tidak dapat menyisir, tidak dapat mengambil dompet. $. )tot-otot daerah sendi bahu nampak mengecil. Fa!e%&a!e Fro'en Shoulder #engetahuan mengenai fase-fase ini sangat penting artinya terutama dalam pelaksanaan terapi fisioterapi. 1. Fase I *ari 2! jam sampai minggu : setelah trauma dengan gejala-gejala' nyeri yang dominan, gerakan sendi terbatas ke segala arah karena sakit, dan kadang-kadang disertai bengkak. 2. Fase II *ari minggu :: sampai :; setelah trauma, dengan gejala-gejala yang dominan ' jarak gerak sendi (0)4% terbatas, kaku terutama pada abduksi dan e5orotasi, nyeri tajam pada akhir 0)4 dan gangguan koordinasi dan aktivitas lengan<bahu. 3. Fase III Setelah minggu :;, dengan gejala-gejala dominan ' bahu kaku dan terkunci pada 0)4 tertentu serta timbulnya subtle sign, gerakan sendi bahu sangat terbatas, membesarnya otot-otot daerah gelang bahu dan sedikit rasa nyeri. (*avid, 2 Pe(eri)!aan Fi!iotera i #emeriksaan fisioterapi pada kondisifro2en shoulder akibat kelumpuhan separuh badan, sebagai berikut' a% 9namnesis =mum ' :dentitas penderita b% 9namnesis khusus' 6.(eluhan utama penderita 7 1%

2.>okasi keluhan utama $.Sifat keluhan utama !.>amanya keluhan 7.,aktor-faktor yang memperberat keluhan. c% :nspeksi ' *ilakukan dalam posisi statis dan dinamis penderita. d% ?es )rientasi ' =ntuk melihat kemampuan aktivitas lengan. e% #emeriksaan ,ungsi *asar ' Gerakan aktif, pasif dan tes isometrik mela-an tahanan sendi bahu. f% #emeriksaan Spesifik' 6.?es intra artikular (Joint Pla* Mo+e(ent% sendi bahu. 2.?es kekuatan otot. $.?es koordinasi gerakan. !.?es sirkumferentia otot (lingkar otot% daerah bahu. (*avid, 2 1%

B. P,NATALAKSANAAN F-O.,N S/OULD,6. :stirahat<terapi dingin #ada nyeri bahu yang bersifat akut, dimana proses pembengkaan masih bekerja, diperlukan dimmobilisasi sampai proses pembengkaan berhenti. obat anti bengkak dan nyeri. 2. ?erapi panas *iberikan beberapa hari sesudah proses pembengkaan berhenti atau pada bahu yang nyeri tanpa pembengkaan pada jaringan otot yang spasme. ?erapi panas bertujuan ' a. 4emperbaiki sirkulasi darah dan metabolisme setempat b. 4engurangi rasa nyeri c. 0elaksasi terutama untuk otot yang spasme ?erapi panas yang digunakan adalah ' a. ?erapi panas superficial ' +C#,sinar infra merah b. ?erapi panas dalam' S@*, 4@*, =S* / Selama bahu tidak digerakkan untuk menghentikan pembengkaan, diberikan kompres dingin atau es dan

?erapi panas superfisial " sinar infra merah - macam sinar infra merah a. luminous ( diberikan pada penderitadengan kondisi akut% b. non luminous ( diberikan pada penderita dengan kondisi kronis % - dosis ' a. jarak lampu dengan punggung ba-ah antara 7 -A7 cm b. pada kondisi akut durasi dan frekuensinya 6 -67 menit<6 5 6<hari. ?erapi panas dalam a. 4@* (Micro Wave Diathermy% ?erapi modalitas dimana sumber energinya menggunakan gelombang elektromagnetik, dengan panjang gelombang 62,27 cm dan frekuensinya 2.!7 mc<detik. *osis ' jarak emitor dengan kulit pada punggung ba-ah antara 6 3 2 cm, intensitas 2 -att, tetapi untuk semua kasus tergantung toleransi penderita. *urasi dan frekuensinya 6 b. S@* (Short Wave Diathermy% ?erapi modalitas dimana sumber energinya menggunakan arus listrik dengan frekuensi tinggi yaitu 2A,$$ 4+2 dan panjang gelombang 66 meter. *osis ' Blektrode yang digunakan dengan kondensor (pad %. (ondisi akut intensitasnya kurang dari ! m9 (diba-ah sensasi panas%, durasi dan frekuensinya 2,7 3 6 menit<hari. (ondisi kronis intensitasnya antara ! 6" *johan, 2 !% 3 / m9 (panas comfortable% durasi dan frekuensinya 2 menit<hari. (?homson, 2 c. =S* (Ultra Sound Diathermy% ?erapi modalitas dimana sumber energinya berasal dari gelombang suara dengan frekuensi tinggi antara ,C 3 6 4+2 dan panjang gelombang 6,7 mm. *osis ' (ondisi akut intensitasnya ,27 3 ,7 @<cm2 durasi 2 3 $ menit. 9pabila tidak ada perbaikan intensitasnya dinaikkan A ,C@<cm2, durasinya ! 3 3 $ menit<hari ( kondisi akut 6" *johan, 2 !% kurang dari 6 menit %. (?homson, 2

7 menit. (ondisi kronis intensitasnya 2@<cm2, durasinya 7-6 menit, apabila tidak ada perbaikan intensitasnya dinaikkan maksimal $ @<cm2, durasi 6 penyakit lain. (?homson, 2 $. ?raksi leher ?ujuan traksi ialah relaksasi spasme otot, meluruskan lordosis dari leher, melebarkan foramen intervertebral, melepaskan permukaan faset dan ligamen-ligamen. ?raksi yang digunakan adalah traksi leher statik dan intermitten dari listrik. &eban traksi diberikan mulai dari sepertujuh sampai dengan sepersepuluh dari berat badan total atau sesuai dengan toleransi penderita. @aktu yang diberikan 6 3 2 menit. #ada kondisi akut, traksi diberikan 65<hari<seri (A-6 !. 4assage sendi bahu ?ujuannya adalah memperbaiki sirkulasi darah dan permukaan metabolisme kapsuler. 7. 4anipulasi dan mobilisasi 4anipulasi dan mobilisasi digunakan untuk mengembalikan gerakan kecil. sendi bahu yang terganggu. 4anipulasi dikerjakan dengan gerakan atau doroangan dengan tiba-tiba dalam amplitudo 4obilisasi dikerjakan dengan gerakan pasif bergoyang dua atau tiga kali perdetik. /. ?erapi latihan ' di rumah sakit (Gymnasium% >atihan >GS dengan menggunakan ' over head pulleys shoulder-ell, finger ladder, dan lain-lain. >atihan yang dapat dilakukan di rumah misalnya latihan codman, latihan tongkat, dan lain-lain. (?homson, 2 6" *johan, 2 !% setempat, melemaskan otot-otot yang 5%. 9pabila nyeri bertambah pemberian beban dikurangi atau traksi ditunda pemberiannya. 3 67 menit, jika tidak ada !%. perbaikan sampai /5 terapi, maka terapi dihentikan mungkin ada 6" *johan, 2

spasme, mengurangi nyeri, melepaskan perlengketan antar otot dan

Pro#ra( Tera i Latihan ada Penderita N*eri Bahu ?erapi adalah ' a. 4engurangi sakit dan spasme otot b. 4emelihara fungsi sendi bahu c. 4enghilangkan gangguan fungsi sendi bahu yang terjadi atau meningkatkan fungsi sendi semaksimal mungkin. (?homson, 2 *johan, 2 !% 6%. ?erapi latihan pada penderita nyeri bahu stadium akut *alam stadium ini gejala peradangan stadium akut yang berupa keluhan nyeri (nyeri khas, nyeri bahu, nyeri terulur dan nyeri kontraksi%, spasme otot dan gangguan fungsi tampak menonjol. *alam stadium ini, bahu yang sakit perlu mendapatkan istirahat<mobilisasi karenapenggunaan sendi bahu pasa stadium ini akan menyebabkan memberatnya gejala dan kerusakan sendi. =ntuk mengistirahatkan sendi bahu yang nyeri baisanya dipakai gendongan. ?etapi tidak menutup kemungkinan untuk mengistirahatkan sendi bahu dengan cara lain, misalnya pemasangan gips yaitu fleksi $ -! sirkuler dengan pemberian posisi optimum , abduksi !7 dan internal rotasi !7 . istirahat lama sengan 6" latihan yang dimaksudkan adalah latihan khas (specific exercises%. ?ujuan pokok terapi latihan pada nyeri bahu

#emberian istirahat lama pada sendi bahu yang sakit sedapat mungkin dihindarkan karena pemberian alasan apapun akan memungkinkan terjadinya gangguan fungsi bahu yang dapat berupa pembatasan jarak gerak sendi dan atau atropi otot sekitar bahu yang justru akan memperburuk keadaan. ?ujuan terapi latihan pada stadium akut ini adalah ' a%. 4engurangi nyeri dan spasme otot b%. 4encegah terjadinya pembatasan jarak gerak sendi dan mencegah atropi otot dengan cara memberikan latihan pasif, 1

latihan

aktif

dengan

bantuan

(assisted%

dan

kontraksi

statik<isometrik. i%. >atihan pasif Sebelum program latihan dimulai perlu diberikan penjelasan kepada penderita tentang tujuan pelaksanaan latihan agar terjalin kerjasama yang baik antara penderita dengan fisioterapis. sendi bahu dan 9rah gerakan ke semua arah gerak terutama pada arah gerak yang

terhambat karena nyeri atau faktor lain. >uas gerak sendi disesuaikan dengan toleransi penderita sampai batas nyeri yang tertahan oleh penderita. dilakukan (codman pendular exercise%. tergantung bebas (rileks% >atihan pasif juga dapat #enderita berdiri didepan >engan yang sakit sendi bahu &adan pada dengan latihan anjuran yang sangat populer

meja dan membungkuk ke depan.

(glenohumeracle% tanpa adanya kontraksi otot.

digerakkan sehingga lengan terayun bebas ke depan dan ke belakang, ke samping dan rotasi lengan yang sakit terayun pasif. #emberat beban harus digantungkan pada pergelangan tangan seberat 6- 2 kg ((eith, 2 6 %. Gerakan pasif harus dikerjakan dengan perlahanlahan, makin meningkat dan dipertahankan selama mungkin dalam batas toleransi penderita. Gerakan dengan kuat kejut dan cepat merupakan kontraindikasi karena dapat merusak kapsul sendi. *engan cara tersebut, pengukuran yang berlebihan dapat dihindarkan dan penambahan luas gerak sendi dapat tercapai sedikit demi sedikit.

66

ii% >atihan dengan bantuan (active assisted% >atihan ini biasanya lebih menguntungkan daripada latihan pasif karena adanya kontraksi secara sadar yang berarti penderita ikut mengontrol gerakan yang terjadi sampai batas toleransinya, sehingga penderita merasa lebih aman dan memungkinkan timbulnya ketegangan otot karena takut, dapat dihindari serta gerakan lebih mudah dilakukan. 9rah gerakan dan luas gerak sendi serupa dengan saat latihan pasif. iii%. (ontraksi :sometrik *iberikan menimbulkan pada otot sekitar sendi bahu yang terkena terutama otot-otot yang biladikontraksikan tidak nyeri. :ntensitas kontraksi disesuaikan dengan toleransi penderita. >atihan dapat dikerjakan kirakira $ 3 ! menit tiap jam dan disesuaikan juga dengan keadaan penderita untuk memungkinkan latihan dapat dikerjakan dengan baik. Setelah diberikan tindakan pengobatan dengan obat-obatan atau modalitas fisioterapi yang lain untuk mengurangi nyeri dan apasme otot. 4odalitas yang digunakan pada stadium akut ini antara lain adalah' terapi =S* (Ultra Sound Diatermy% yang mengurangi spasmeyang diberikan dalam -aktu 6 3$ menit. 2%. ?erapi >atihan pada #enderita .yeri &ahu Stadium (ronis #ada penderita nyeri bahu stadium kronis sering dijumpai adanya gangguan fungsi sendi bahu yang berupa pembatasan luas gerak sendi dan atropi otot yang menyolok, disamping keluhan nyeri yang telah banyak berkurang. karena dalam usaha pencegahan. kronis ini adalah ' a%. 4eningkatkan luas gerak sendi bahu 62 +al ini terjadi faktor kurang perhatian atau kurangnya keberhasilan ?ujuan terapi latihan pada stadium

#embatasan luas gerak sendi pada bahu biasanya disebabkan oleh terjadinya pemendekan dan hilangnya elastisitas jaringan lunak sendi (kapsul sendi% bahu atau adanya perlengketan antar jaringan akibat adanya reaksi jaringan fibrosa. #ada prinsipnya, untuk meningkatkan luas gerak sendi harus dilakukan penguluran struktur yang memendek serta mengembalikan jaringan yang kehilangan elastisitas dan melepaskan perlengketan antar jaringan yang ada dengan latihan pasif, latihan aktif atau kombinasi keduanya. #elaksanaan latihan sebagai berikut ' i% >atihan pasif Sebelum menyusun program latihan pasif pada nyeri stadium kronis ini, perlu diadakan pemeriksaan secara aktif tentang keadaan sendi bahu, yaitu ' a. Sifat nyeri ' terus menerus, kadang-kadang, atau hanya saat tertentu b. Gangguan fungsi yang ada c. #emeriksaan luas gerak sendi ' secara aktif atau pasif d. :sometris mela-an tahanan Codman #endular B5ercise pada mulanya adalah latihan ayunan pasif tetapi bertujuan untuk menambahkan luas gerak sendi. >atihan dimodifikasi menjadi active pendular exercise, dengan menambah beban, latihan ini harus benar-benar diajarkan kepada penderita dan dapat dilakukan dengan benar. Gerakan dimulai dari amplitudo yang kecil meningkat sampai terasa latihan pada struktur yang memendek atau lengket. Gerak ayunan diarahkan ke arah gerak yang mengalami pembatasan gerakan abduksi dan eksternal rotasi. ii% >atihan aktif >atihan ini bertujuan untuk meningkatkan luas gerak sendi. >atihan harus dikerjakan dengan teknik 6$

yang

benar,

berulang-ulang

teratur

dan

berkesinambungan. =ntuk itu perlu penderita diberikan pengertian dan memahami tujuan dari latihan serta cara melakukannya. #enderita harus menyadari pentingnya program latihan yang diprogramkan untuknya. b% 4emperkuat otot-otot bahu 9kibat immobilisasi yang lama, otot akan menjadi lebih kecil (atropi% dan kekuatannya berkurang<menurun. #ada orang sehat, immobilisasi total selama $ minggu menyebabkan penurunan kekuatan otot sebesar 7 D atau ratarata tiap hari 6, $ 3 $, dengan latihan D. (ekuatan otot dapat diperbaiki berulang-ulang mempergunakan 3 ! D dan yang

kekuatan maksimum lebih dari $7 D, ketahanan otot dapat diperbaiki dengan kekuatan maksimum 2 pengulangan yang relatif lebih besar. >atihan penguatan

lebih ditekankan pada beban yang diberikan, sedangkan latihan untuk menambah daya tahan lebih ditekankan pada pengulangan<repetisi. ?ahanan yang dipakai dapat berupa pemberat atau secara manual, sedangkan program latihan di rumah sakit disesuaikan dengan fasilitas yang ada, sepertistick, finger ladder, over head pulley dan lain-lain, yang membantu menambah luas gerak sendi bahu. 6. >atihan dengan tongkat >atihan ini cukup sederhana dan murah. dianjurkan adalah ' a. #egang tongkat dengan kedua tangan, menggantung di muka<depan. b. *engan siku lurus, gerakan lengan ke atas kepala sejauh limitasi sendi bahu memungkinkan. c. Seperti gerakan no.b, tetapi gerakan tangan ke samping kanan dan kiri. #erlu diingat bah-a gerakan berpusat di sendi bahu. 6! Gerakan yang

d. ?ongkat dipegang kedua tangan, diletakkan di belakang kepala kemudian digerakkan naik-turun. e. ?ongkat dipegang kedua tangan, diletakkan di belakang punggung ba-ah kemudian lakukan gerakan berikut ' - menjauhi tubuh - digerakkan ke atas dan ke ba-ah ((eith, 2 6 %

67

2. >atihan dengan Wall Climbing xercise a! Shoulder"bduction #enderita berdiri dengan bahu sakit disamping shoulder abduction ladder atau dinding. Gerakan lengan abduksi dibantu oleh gerakan jari :: dan ::: yang memanjat dinding. b. Shoulder Flexion #enderita menghadap dinding<Wall Climbing xercise. Gerakan bahu fleksi dibantu oleh jari :: dan jari ::: yang memanjat dinding. $. Clinning #ar #enderita berdiri dengan keduia tangan memegang Clinning &ar (#alang antara dua bingkai pintu% bar berada di atas dan belakang kepala kemudian kedua lutut ditekuk, badan turunke ba-ah. !. $verhead xercise *engan katrol ditempatkan di atas kepala, lengan mengalami kelainan secara pasif dan dielevasi oleh lengan yang sehat atau normal. 7. %assive xternal &otasi of Shoulder #enderita berdiri menghadap sudut dinding, kedua siku ditekuk. (edua dinding lurus (push'up% dada akanterulur. lengan masing-masing memang anterior kemudian kapsuldan kedua pektoralis tangan naik

#ermulaan latihan dengan kedua tangan

dengan

sampai lengan ekstensi penuh di atas kepala. /. &eberapa latihan untuk penderita nyeri bahu >atihan 9 ' #enderita tidur terlentang dengan siku di sisi tubuh dan tangan mengarah ke atas. Bksternal rotasi secara aktif oleh pasien dan secara pasif oleh terapis. ?ahanan boleh diberikan jika lingkup gerak

6/

memungkinkan. >atihan ini dapat dilakukan dengan posisi mela-an dinding. >atihan &' Sama dengan latihan 9 dengan peningkatan abduksi lengan. >atihan C' >engan di belakang kepala, gerakan siku ke belakang, kearah lantai jika berbaring terlentang " ke dinding jika berdiri. (?homson, 2 6" *johan, 2 !%

6A

DAFTA- PUSTAKA ?homson, 9nn 4. 2 2 6. hal' A6. 6. Tidys physiotherapy, 62th ed, &utter-orth-+einemann,

*avid. 0ing. 2 1. 9prroach to ?he #atient -ith Shoulder #ain. :n %rimary Care Medicine. >ippincott @illiams and @ilkins. p'67 . *johan 9ras. 2 !. #enatalaksanaan fisioterapi pada fro2en shoulder. "(fis' =jungpandang. *onatelli, 0obert, @ooden, 4icheal E. 6111. Orthopaedic Churchil >ivingstone :nc. hal' 6/ . hysica! therapy.

(eith, Strange. 2 6 . #assive 0ange of 4otion and CodmanFs B5ercise. 9merican "cademy of $rthopaedic Surgeons. #riguna, Sidharta. 2 $. Sakit neuromuskuloskeletal dal praktek umum. ,akultas (edokteran =niversitas :ndonesia' Eakarta. Soeharyono. 2 !. Sinkronisasi gerak persendian daerah gelang bahu pada gerak abduksi lengan. Maj Fisioterapi 2 !' 2(2$%. 8amaguchi (, *itsios (, 4iddleton @*, et al. 2 /. ?he demographic and morphological features of rotator cuff disease. 9 comparison of asymptomatic and symptomatic shoulders. ) #one )oint Surg "m. CC'6/11.

6C