Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM ORGANIK KELOMPOK 9 I. JUDUL PERCOBAAN : ASAM KARBOKSILAT II. TANGGAL PERCOBAAN : Jumat, 28 September 2012 III.

SELESEI PERCOBAAN : Jumat, 28 September 2012 IV. TUJUAN PERCOBAAN : 1. Membuat asam karboksilat yang paling sederhana di laboratorium, misalnya asam formiat 2. Memahami azas azas reaksi asam karboksilat seperti dekarboksilasi, oksidasi, dan esterifikasi. V. KAJIAN TEORI Suatu asam karboksilat adalah suatu senyawa organik yang mengandung gugus karboksil COOH. Gugus karboksil mengandung gugus karbonil dan sebuah gugus hidroksil; antar aksi dari kedua gugus ini mengakibatkan suatu kereaktifan kimia yang unik dan untuk asam karboksilat. Asam karboksilat memiliki rumus umum CnH2nO. Sifat asam dari senyawa ini adalah asam lemah. Dalam pelarut air, sebagian molekulnya terionisasi dengan melepas proton (H+). Asam karboksilat dapat memiliki lebih dari satu gugus fungsional. Asam karboksilat yang memiliki dua gugus karboksil disebut asam dikarboksilat (alkanadioat), jika tiga disebut asam trikarboksilat (alkanatrioat), dan seterusnya. Sifat sifat asam karboksilat Secara umum senyawa senyawa asam karboksilat mempunyai sifat sifat sebagai berikut : 1. Asam karboksilat yang mengandung C1 sampai C4 berbentuk cairan encer dan larut sempurna dalam air 2. Asam karboksilat dengan atom C5 sampai C9 berbentuk cairan kental dan sedikit larut dalam air 3. Asam karboksilat dengan atom C10 atau lebih berbentuk padatan yang sukar larut dalam air 4. Titik didih asam karboksilat lebih tinggi dibandingkan titik didih alkohol yang memiliki jumlah atom C yang sama 5. Asam karboksilat pada umumnya merupakan asam lemah. Semakin panjang rantai karbonnya semakin lemah sifat asamnya 6. Asam karboksilat dapat bereaksi dengan basa menghasilkan garam. Reaksi ini disebut dengan reaksi penetralan. 7. Asam karboksilat dapat bereaksi dengan alkohol menghasilkan senyawa ester. Reaksi ini disebut dengan reaksi esterifikasi. Kegunaan Asam Karboksilat 1. Asam format yang dikenal juga dengan asam semut. Merupakan cairan tak berwarna dengan bau yang merangsang. Sifat fisika asam format antara lain : cairan, tak berwarna, merusak kulit, berbau tajam, larut dalam H2O dengan sempurna.biasanya digunakan untuk menggumpalkan lateks (getah karet), obat pembasmi hama.

2. Asam Asetat atau asam etanoat atau lebih dikenal dengan sebutan asam cuka. Asam cuka ini sering digunakan dalam kehidupan sehari hari yaitu biasanya digunakan sebagai pengawet makanan dan penambah rasa makanan (bakso dan soto) 3. Asam sitrat biasanya digunakan sebagai bahan pengawet untuk buah dalam kaleng. 4. Asam stearat, biasanya berbentuk padatan berwarna putih, yang digunakan dalam pembuatan lilin. Reaksi Asam karboksilat Beberapa reaksi asam karboksilat antara lain : 1. Reaksi penetralan Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. CH3COOH + NaOH NaCH3COO + H2O Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat suku tinggi dikenal sebagai sabun. Sabun natrium disebut sabun kertas, sedangkan sabun kalium disebut sabun lunak. Sebagai contoh, yaitu natrium stearat (NaC17H35COO) dan kaliuym stearat (KC17H35COO). Asam karboksilat tergolong asam lemah, semakin panjang rantai alkilnya, semakin lemah asamnya. 2. Reaksi Oksidasi Reaksi terjadi pada pembakaran atau oleh reagen yang sangat kokoh dan kuat seperti asam sulfat, CrO3, panas. Gugus asam karboksilat teroksidasi sangat lambat.

3. Reaksi pergesteran atau esterifikasi Ester asam karboksilat ialah senyawa yang mengandung gugus COOR dengan R dapat berbentuk alkil. Ester dapat dibentuk berkat reaksi langsung antara asam karboksilat dengan alkohol. Secara umum reaksinya adalah: RCOOH + ROH RCOOR + H2O Ester Ester diturunkan dari asam karboksilat. Sebuah asam karboksilat mengandung gugus COOH, dan pada sebuah ester hidrogen di gugus ini digantikan oleh sebuah gugus hidrokarbon dari beberapa jenis. Disini kita hanya akan melihat kasus-kasus dimana hidrogen pada gugus -COOH digantikan oleh sebuah gugus alkil, meskipun tidak jauh beda jika diganti dengan sebuah gugus aril (yang berdasarkan pada sebuah cincin benzen). Ester yang paling umum dibahas adalah etil etanoat. Dalam hal ini, hidrogen pada gugus -COOH telah digantikan oleh sebuah gugus etil. Perhatikan bahwa ester diberi nama tidak sesuai dengan urutan penulisan rumus strukturnya, tapi kebalikannya. Kata "etanoat" berasal dari asam etanoat. Kata "etil" berasal dari gugus etil pada bagian ujung. Ester dihasilkan apabila asam karboksilat dipanaskan bersama alkohol dengan bantuan katalis asam. Katalis ini biasanya adalah asam sulfat pekat. Terkadang juga digunakan gas hidrogen klorida kering, tetapi katalis-katalis ini cenderung melibatkan esterester aromatik (yakni ester yang mengandung sebuah cincin benzen). Reaksi esterifikasi berlangsung lambat dan dapat balik (reversibel). Persamaan untuk reaksi antara sebuah asam

RCOOH dengan sebuah alkohol ROH (dimana R dan R bisa sama atau berbeda) adalah sebagai berikut:

Jadi, misalnya, jika kita membuat etil etanoat dari asam etanoat dan etanol, maka persamaan reaksinya adalah:

VI. 1. a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. 2. a. b. c. d. e. f. g. h. i. j.

ALAT DAN BAHAN Alat Labu destilasi Pendingin Liebig Tabung reaksi Gelas kimia Pembakar spirtus Kaki tiga Penjepit kayu Kasa Statif Pipet tetes Selang Gelas ukur Rak tabung Batu didih Bahan Asam Oksalat Gliserin Asam asetat glasial Etanol 96% Natrium Asetat 10% Larutan KMn4 1 N Larutan FeCl3 5% Larutan K4FeCN6 1M Asam sulfat pekat Larutan Ca(OH)2

VII.

ALUR KERJA

1. Pembuatan dan reaksi reaksi Asam Formiat (reaksi dekarboksilasi)

Mengulangi langkah terakhir menggunakan asam cuka

2. Reaksi Asam Cuka

3. Reaksi esterifikasi

VIII.
N O 1

HASIL PENGAMATAN
Prosedur Percobaan Pembuatan dan reaksi reaksi asam formiat (reaksi dekarboksilat) Hasil pengamatan Sebelu Sesudah m H2C2O 4: kristal Air kapur : putih Gliseri keruh n : (berwarna larutan putih)setela h terkena jernih gas CO2 kental Air kapur : jernih tak berwar na Destilat : jernih tak berwarna KMnO4men goksidasi asam formiat Dugaan / reaksi H2C2O4(s) HCOOH(Aq) + CO2(g) CO2(g)+Ca(OH)2 CaCO3(s)+H2 O Kesimpulan Terbentuk asam formiat dan gas CO2

CH3C OOH : jernih tak berwar na KMnO 4: ungu ++ Asam cuka : jernih tak berwar na

Destilat + KMnO4 : larutan berwarna jernih terdapat endapat coklat

3HCOOH(l) KMnO4(aq) 3CO2( g)+2MnO2+2KOH(aq)+2H2O


+2

CH3COOH(aq) + 2KMnO4(aq) 3CO2(g) + 2MnO2(s) + 2KOH(aq) + 2H2O

Asam cuka + KMnO4 : ungu ++

Reaksi Natrium Asetat (reaksi oksidasi)

CH3C OONa : larutan jernih tak berwar na FeCL3: kuning jernih K4FeC N6: kuning jernih

CH3COON a+FeCL3: merah pekat, setelah dipanaskan berwarna merah terdapat endapan hablur

3FeCl3(aq)+CH3COONa(aq)+2H2O(l) [Fe3(OH)2(CH3COO6]Cl(aq)+6NaCl +2HCl

[Fe3(OH)2(CH3COO)6]Cl+4H2O 3Fe(OH)3CH3COO+3CH3COOH +HCl

Filtrat tidak lagi mengandun g ion ferri karena warna yang dihasilkan berbeda dengan warna FeCL3

Filtrat jingga jernih

Reaksi esterifikasi

Asam cuka glasial: larutan jernih tak berwar na Etanol: jernih tak berwar na H2SO4 pekat: jernih tak berwar na

Filtrat+K4F eCN6: larutan berwarna hijau pekat kebiruan Asam cuka glasial+eta nol: campuran larutan jernih tak berwarna Ketika campuran ditambahka n H2SO4peka t: larutan tetap jernih tak berwarna namun sesekali ketika ditambahkn a dinding tabung terasa panas. Setelah dipanaskan dan didinginkan timbul bau gas seperti karet.

CH3COOH(aq) + C2H5OH(aq) CH3COOC2H5(aq) + H2O

Terjadi esterifikasi membentuk etil asetat

2 C2H5OH(aq) + H2SO4(aq) (C2H5)2SO4(aq) + 2H2O

Bukan reaksi esterifikasi karena tidak melibatkan

gugus karboksilat

Etanol 96%: jernih tak berwar na H2SO4 pekat : jernih tak berwar na

etanol+ asa m sulfat pekat: jernih tak berwarna dan sesekali ketika ditambahka n dinding tabung panas. Setelah dipanaskan dan didinginkan timbul bau tengik.

IX. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pada praktikum kali ini telah di ketahui sebelumnya bahwa asam karboksilat mempunyai sifat sifat seperti reaksi pembentukan garam, reaksi esterifikasi, reaksi oksidasi, dan pembentukan asam karboksilat. Pada percobaan kali ini kami melakukan 3 percobaan yaitu pembuatan reaksi reaksi asam formiat , reaksi natrium asetat dan reaksi esterifikasi. a. Pembuatan reaksi reaksi asam formiat Pada percobaan pertama yaitu pembuatan reaksi - reaksi asam formiat yang pertama kami lakukan adalah mengambil 5 gram asam oksalat yang berupa serbuk bewarna putih dimasukkan ke dalam labu destilasi kemudian ditambahkan dengan 5 gram gliserin yang berupa cairan jernih kental. Kemudian dipanaskan dan gas yang terbentuk dialirkan melalui air kapur. Penambahan gliserin sebagai katalis dalam reaksi, untuk mempercepat jalannya reaksi. Pada langkah pertama ini menunjukan bahwa gas yang terbentuk dari hasil pemanasan campuran tersebut adalah gas CO2. Hal ini ditunjukkan dengan berubahnya larutan air kapur menjadi keruh akibat CO2 yang bereaksi dengan air kapur. Adapun reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut : H2C2O4 (s ) HCOOH (aq) + CO2 (g) Sementara untuk gas CO2 yang di alirkan melalui air kapur reaksinya adalah sebagai berikut : CO2 (g) + Ca (OH)2 CaCO3 (s) + H2O (l) Pemanasan terus dilakukan sampai terbentuk larutan destilat (asam formiat) yang kemudian dimasukan ke dalam tabung reaksi pertama. Kemudian setelah itu ditambahkan 3 ml KMnO4 yang berwarna ungu +++ sehingga terbentuk endapan coklat MnO2 adapun reaksinya sebagai berikut : 3HCOOH (l) + 2 KMnO4 (aq) 3CO2 (g) + 2MnO2(s) + 2KOH(aq) + 2H2O(l) Sedangkan pada tabung kedua diisi asam cuka kemudian ditambahkan dengan 3ml KMnO4 yang bewarna ungu +++. Ketika ditambahkan ternyata tidak mengalami perubahan warna. Warna larutan tetap ungu +++. Langkah selanjutnya kedua tabung reaksi ini dibandingkan. Tujuan dibandingkan adalah mengetahui apakah destilat yang terbentuk tersebut mengandung asam formiat atau mengandung asam cuka. Apabila destilat yang terbentuk berubah warna pada saat ditetesi KMnO4, maka destilat tersebut mengandung asam formiat. Sedangkan apabila destilat yang terbentuk tidak berubah warna pada saat ditetesi KMnO4, maka destilat tersebut tidak mengandung asam formiat melainkan mengandung asam cuka. Dari hasil pengecekan dengan meneteskan KMnO4 kedalam kedua larutan tersebut, bisa disimpulkan bahwa destilat yang terbentuk adalah asam formiat karena pada destilat tersebut mengalami perubahan warna pada saat ditetesi larutan KMnO4. Reaksi yang terjadi adalah reaksi dekarboksilasi. 3HCOOH (l) + 2 KMnO4 (aq) 3CO2 (g) + 2MnO2(s) + 2KOH(aq) + 2H2O(l) b. Reaksi Natrium Asetat Pada percobaan kedua untuk reaksi natrium asetat yang pertama kami lakukan adalah menyiapkan 5 ml larutan CH3COONa yang jernih tidak berwarna kemudian dimasukkan dalam tabung reaksi setelah itu ditambahkan 3 ml larutan FeCl3 5% yang bewarna kuning

jernih. Penambahan FeCl3 berfungsi untuk menghasilkan endapan yang mengandung ion ferri yang pada akhirnya akan dianalisis. Setelah ditambahkan FeCl3 tersebut terbentuk endapan berwarna merah. Hasil reaksinya adalah sebagai berikut : 3CH3COONa (aq) + FeCl3 (aq) + H2O Fe(OH)2 [(CH3COO)3] (s) + CH3COOH (aq) + 3 NaCl (aq) Apabila disaring maka menghasilkan filtrat bewarna jingga jernih. Setelah itu filtrat ditambahkan pereaksi K4FeCN6 3 tetes. Penambahan K4FeCN6 3 tetes untuk menunjukkan apakah filtrat masih mengandung ion ferri atau tidak. Filtrat ditambahkan K4FeCN6 3 tetes larutannya berubah bewarna hijau pekat kebiruan, Setelah ditambahkan K4FeCN6 3 tetes lalu hasilnya dibandingkan dengan warna FeCl3 dengan jumlah yang sama. Ternyata warna dari kedua larutan tersebut berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa tidak lagi terkandung ion ferri dalam filtrat, tetapi larutan tersebut mengandung ion ferro. Reaksi yang terjadi adalah seperti dibawah ini : Fe2+ + [Fe(CN)6]3- Fe3+ + [Fe(CN)6]4c. Reaksi esterifikasi Pada percobaan ketiga ini kami melakukan percobaan tentang reaksi esterifikasi. Langkah pertama kami menyiapkan 2 ml larutan CH3COOH glasial laludimasukkan dalam tabung reaksi setelah itu ditambahkan 2 ml etanol 96%. Penambahan etanol berfungsi untuk pembentukan reaksi esterifikasi dari pencampuran alkohol dengan asam karboksilat. Setelah itu ditambahkan H2SO4 pekat dengan hati hati melalui dinding tabung reaksi. Penambahan asam sulfat pekat ini berfungsi sebagai katalisator untuk mempercepat reaksi esterifikasi, namun asam sulfat pekat tidak ikut bereaksi. Setelah ditambahkan asam sulfat lalu dipanaskan didalam penangas air dan ditutup rapat. Pemanasan dilakukan untuk mempercepat reaksi yang berlangsung untuk mendapatkan asam asetat warna larutan bening, setelah dipanaskan ternyata menghasilkan bau menyengat. Melalui percobaan ini dapat diketahui bahwa asam asetat yang paling tidak bereaksi. Reaksi yang terjadi pada etanol 96% menimbulkan bauseperti balon atau karet yang menyengat. Hal ini disebabkan etanol 96% terdapat 4% air, yang berfungsi sebagai pengikat air, sehingga ketika dilarutkan menghasilkan bau yang menyengat.

X. KESIMPULAN Berdasarkan hasil praktikum dan pembahasan pada percobaan Asam Karboksilat dapat disimpulkan bahwa : Asam formiat bisa dibuat dengan cara memanaskan asam oksalat dengan katalis gliserin untuk mempercepat terbentuknya asam formiat. Asam formiat adalah salah satu asam karboksilat. Asam karboksilat bisa mengalami reaksi pembentukan garam, reaksi esterifikasi, reaksi oksidasi, dan reaksi pembentukan asam karboksilat Pada percobaan pertama termasuk reaksi dekarboksilasi Pada percobaan kedua adalah reaksi oksidasi yaitu dibuktikan dengan oksidasi Fe2+ menjadi Fe3+ Pada percobaan 3 reaksi yang terjadi adalah esterifikasi membentuk etil asetat Dengan demikian bahwa percobaan yang telah dilakukan dengan alat dan bahan juga prosedur kerja dalam percobaan asam karboksilat telah sesuai dengan teori. XI. DAFTAR PUSTAKA Tim Dosen Kimia Organik. 2012. Penuntun Praktikum Kimia Organik 1. Surabaya: Unesa Press. Fessenden. Ralp J. 1982. Kimia Organik. Jilid 1. Erlangga:Jakarta. Anonim. Senyawa Alkohol. (online). http://kimiadahsyat.blogspot.com//senyawaalkohol.html. (Diakses tanggal 1 Oktober 2012). Anonim. Asam Karboksilat. (online). http://www.chem-is-try.org/kata_kunci/asam_karboksilat/. (Diakses tanggal 1 Oktober 2012) Anonim. Asam karboksilat. (online).Http://kimiadahsyat.blogspot.com/2009/06/senyawa-asamkarboksilat.html . (diakses pada tanggal 2 Oktober 2012) Anonim. Asam karboksilat. (online). http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache.wordpress.com/2009/10ko=ok.pdf+as am+karboksilat+adalah(diakses pada tanggal 2 Oktober 2012)

JAWABAN PERTANYAAN 1. Tuliskan reaksi reaksi yang terjadi dalam percobaan diatas! Jawab: H2C2O4(s) HCOOH(Aq) + CO2(g) CO2(g)+Ca(OH)2 CaCO3(s)+H2O 3HCOOH(l)+2KMnO4(aq) 3CO2(g)+2MnO2+2KOH(aq)+2H2O CH3COOH(aq) + 2KMnO4(aq) 3CO2(g) + 2MnO2(s) + 2KOH(aq) + 2H2O 3FeCl3(aq)+CH3COONa(aq)+2H2O(l) [Fe3(OH)2(CH3COO6]Cl(aq)+6NaCl +2HCl [Fe3(OH)2(CH3COO)6]Cl+4H2O 3Fe(OH)3CH3COO+3CH3COOH+HCl CH3COOH(aq) + C2H5OH(aq) CH3COOC2H5(aq) + H2O 2 C2H5OH(aq) + H2SO4(aq) (C2H5)2SO4(aq) + 2H2O 2. Jelaskan keistimewaan asam formiat dibandingkan dengan asam karboksilat lainnya ? Jawab : keistimewaan asam formiat dibandingkan dengan asam karboksilat yang lainnya adalah asam formiat merupakan asam karboksilat yang paling sederhana yang mudah dibuat dilaboratorium. Asam formiat merupakan asam karboksilat dengan 2 karbon yang mengalami

reaksi dekarboksilasi apabila direaksikan dengan KMnO4 dan mengalami reaksi dekarboksinasi dengan asam oksalat. Asam formiat mengalami rekasi esterifikasi apabila direaksikan dengan alkohol dan menghasilkan ester. 3. Apa fungsi H2SO4 dalam reaksi antara etanol dengan asam cuka? Bagaimana mekanisme reaksinya ? Jawab : fungsi H2SO4 dalam reaksi antara etanol dengan asam cuka adalah sebagai katalisator yaitu yang berguna untuk mempercepat laju reaksi esterifikasi. 4. Reaksi antara etanol dengan asam sulfat dapat menghasilkan produk lain selain etil sulfat, bergantung pada suhu reaksinya. Jelaskan pernyataan tersebut ! Jawab : Etanol dengan asam sulfat dapat menghasilkan produk lain selain etil sulfat, bergantung pada suhu reaksinya. Hal ini bisa terjadi karena suhu dapat mempengaruhi laju reaksi dan juga dapat mempengaruhi pada hasil reaksinya sehingga etanol dengan asam sulfat dapat menghasilkan produk lain selain etil sulfat

A. Judul Identifikasi senyawa asam karboksilat dan ester. B. Tujuan 1. Mengetahui senyawa yang termasuk asam karboksilat dan ester. 2. Mengetahui reaksi pada identifikasi asam karboksilat dan ester. C. Dasar Teori

1. Pengertian
Suatu asam karboksilat adalah suatu senyawa organik yang mengandung gugus karboksil, COOH. Gugus karboksil mengandung gugus karbonil dan sebuah gugus hidroksil; antar aksi dari kedua gugus ini mengakibatkan suatu kereaktifan kimia yang unik dan untuk asam karboksilat (Fessenden, 1997). Asam asetat (CH3COOH) sejauh ini merupakan asam karboksilat yang paling penting diperdagangan, industri dan laboratorium. Bentuk murninya disebut asam asetat glasial karena senyawa ini menjadi padat seperti es bila didinginkan. Asam asetat glasial tidak berwarna, cairan mudah terbakar (titik leleh 7C, titik didih 80C), dengan bau pedas menggigit. Dapat bercampur dengan air dan banyak pelarut organik (Fessenden, 1997). http://annisanfushie.wordpress.com/2009/01/02/asam-karboksilat/

2. Penamaan senyawa
Penamaan senyawa-senyawa asam karboksilat juga ada dua cara yaitu : 1) Menurut IUPAC : mengikuti nama alkananya dengan menambahkan nama asam di depannya dan mengganti akhiran ana pada alkana dengan akiran

anoat asam Alkanoat. 2) Menurut Trivial, penamaan yang penghasilnya. Contoh: Tabel PENAMAAN SENYAWA ASAM KARBOKSILAT Rumus Struktur HCOOH CH3COOH C2H5COOH CH3(CH2)COOH CH3(CH2)3COOH CH3(CH2)4COOH Nama IUPAC Asam Metanoat Asam Etanoat Asam Propanoat Asam Butanoat Asam Rentanoat Asam Heksanoat Asam Format Asam Asetat Asam

pada didasarkan dari sumber

Nama Trivial

Sumber Semut (Formica) Cuka (Asetum) Susu (Protospion) Mentega (Butyrum) Akar Valerian (Valere) Domba (Caper)

Propionat Asam Butirat Asam Valerat Asam Kaproat

Untuk senyawa-senyawa asam alkanoat yang mempunyai rumus struktur bercabang aturan penamaan IUPAC adalah sebagai berikut : 1) Tentukan rantai utama dengan memilih deretan C paling panjang dan mengandung gugus fungsi COOH, kemudian diberi nama seperti pada tabel di atas. 2) Penomoran atom C dimulai dari atom C gugus fungsi, sedang aturan selanjutnya sama dengan yang berlaku pada senyawa-senyawa hidrokarbon. Contoh : CH3CH2CH (CH3)COOH Asam 2, metil Butanoa.

3. Sifat Sifat Asam Karboksilat


Secara umum senyawa-senyawa asam alkanoat atau asam karboksilat mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : 1) a) Asam alkanoat yang mengandung C1 sampai C4 berbentuk cairan encer dan larut sempurna dalam air b) Asam alkanoat dengan atom C5 sampai C9 berbentuk cairan kental dan sedikit larut dalam air c) Asam alkanoat suku tinggi dengan C10 atau lebih berbentuk padatan yang sukat larut dalam air.

2) Titik didih asam alkanoat lebih tinggi dibandingkan titik didih alkohol yang memiliki jumlah atom C yang sama. 3) Asam alkanoat pada umumnya merupakan asam lemah. Semakin panjang rantai karbonnya semakin lemah sifat asamnya. Contoh : HCOOH Ka = 1,0 . 104 CH3COOH Ka = 1,8 . 105 CH3CH2COOH Ka = 1,3 . 105 4) Asam alkanoat dapat bereaksi dengan basa menghasilkan garam. Reaksi ini disebut reaksi penetralan. CH3COOH + NaOH -------------> CH3COONa + H2O Asam Etanoat Natrium Etanoat 5) Asam alkanoat dapat bereaksi dengan alkohol menghasilkan senyawa ester. Reaksi ini dikenal dengan reaksi esterifikasi. a) CH3COOH + CH3OH ------------------> CH3COOHCH3 + H2O Asam Etanoat Metanol Metil Etanoat b) CH3CH2COOH + CH3CH2OH -------------> CH3CH2COOCH3 + H 2O Asam Propanoat Etanol Etil Propanoat

5. Reaksi Asam Karboksilat


Asam karboksilat adalah golongan senyawa organik yang memiliki rumus umum R-COOH. Beberapa reaksi yang dapat terjadi pada asam karoksilat antara lain: a. Reaksi penetralan Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam dan air. Garam natrium atau kalium dari asam karboksilat suku tinggi dikenal sebagai sabun. Sabun natrium disebut sabun keras, sedangkan sabun kalium disebut sabun lunak. Sebagai contoh, yaitu natrium stearat (NaC17H35COO) dan kalium stearat (KC17H35COO). Asam alkanoat tergolong asam lemah, semakin panjang rantai alkilnya, semakin lemah asamnya. Jadi, asam alkanoat yang paling kuat adalah asam format, HCOOH. Asam format mempunyai Ka=1,8x10-4. Oleh karena itu, larutan garam natrium dan kaliumnya mengalami hidrolisis parsial dan bersifat basa. b. Reaksi Pengesteran Asam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester. Reaksi ini disebut esterifikasi (pengesteran). Ester adalah esens yang berbau buah yang didapat dari proses kimia(reaksi alkohol

dengan asam karboksilat, dengan katalis asam sulfat). seperti etil asetat ( rasa pisang), amil asetat ( jeruk ), etil butirat ( strawberry ). http://www.forumsains.com/kimia/ester-alkil-alkanoat/

http://kimiadahsyat.blogspot.com/2009/06/senyawa-asam-karboksilat.html Dalam kimia, ester adalah suatu senyawa organik yang terbentuk melalui penggantian satu (atau lebih) atom hidrogen pada gugus hidroksil dengan suatu gugus organik (biasa dilambangkan dengan R'). Asam oksigen adalah suatu asam yang molekulnya memiliki dapat terdisosiasi menjadi ion H+. gugus -OH yang hidrogennya (H)

D. Alat dan Bahan 1. Alat

: 1. Tabung reaksi 2. Pipet tetes 3. Cawan penguap 4. Beaker glass 5. Erlen meyer 6. Gelas arloji

2. Bahan

: 1. Na Bicarbonat 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Asam asetat glacial Etanol Asam sulfat pekat Asam monokarboksilat Asam dikarboksilat FeSO4 KOH atau NaOH

9. Ester 10. Hidroksilamin hidroklorida 11. FeCl3

E. Prosedur

F. Hasil Pengamatan No Senyawa Zat yang direaksikan Asam asetat dan na bicarbonat CH3COOH+Na+CHO3CH3.COONa+H2O+CO2 Hasil Timbul gelembung gas

Asam Karbonat

Pembentukan Ester

Asam asetat dan etil alkohol CH3COOH + C2H5OH+H2SO4 Ditambah asam sulfat Direaksikan dengan NaHCO3

Bau balon

Mono 3 Karboksilat Dikarboksilat 4 Asam Hidroksianat Ester 1 tetes + 1 ml hidroksilamin HCl dalam etanol 95% + 0,25 ml NaOH, panaskan + 2ml etanol 95% + FeCl3 5% FeSO4 dan NaOH

Endapan hijau kekuningan End. Hijau Larutan merah bata

G. Pembahasan a. Uji 1. arloji akan senyawa asam : NaHCO3 + asam karboksilat Na Bicarbonat ditambahkan dengan asam asetat pada gelas menghasilkan gelembung gas, ini berarti menandakan adanya dalam zat reaksi ini, persamaan reaksi nya sebagai berikut CH3COOH CH3COONa + H2O + CO2

2. Pembentukan ester, Ester diturunkan dari asam karboksilat. Sebuah asam karboksilat mengandung gugus -COOH, dan pada sebuah ester hidrogen di gugus ini digantikan oleh sebuah gugus hidrokarbon dari beberapa jenis. Suatu asam akan membentuk ester jika direaksikan dengan etanol/alkohol. Pada praktikum didapatkan bau ester yang khas, yaitu bau balon. Yang berarti menandakan terjadinya rekasi antara etil alcohol dengan asam sulfat pekat dan as.asetat yang membentuk suatu uap akibat dari pemanasan dari asam dan alcohol dan direaksikan dengan natrium bikarbonat, sehingga menimbulkan bau ester yang khas. reaksi tersebut dinamakan dengan reaksi esterifikasi, persamaannya adalah : H2SO4
C2H5OH+CH3COOH Katalis CH3COOCH3CH2+H2O 3. Asam monokarboksilat dan dikarboksilat, Pada reaksi ini, suatu asam monokarboksilat dan dikarboksilat direaksikan dengan FeSO4 dan NaOH menghasilkan warna yang berbeda, warna larutan dari asam monokarboksilat adalah hijau kekuningan, sedangkan dari dikarboksilat adalah warna larutan dengan endapan hijau. Asam karboksilat dapat memiliki lebih dari satu gugus fungsional. Asam monokarboksilat adalah yang memiliki satu gugus karboksil, Asam karboksolat yang memiliki dua gugus karboksil disebut asam dikarboksilat(alkandioat), jika tiga gugus karboksilat disebut asam trikarboksilat (alkantrioat), dan seterusnya.Asam karboksilat dengan banyak atom karbon (berantai banyak) lebih umum disebut sebagai asam lemak karena sifat-sifat fisiknya. Persamaan reaksi monokarboksilat : HCOOH+FeSO4 Fe(COOH)2+H2SO4

Persamaa reaksi COOH)2+H2SO4 b. Ester

dikarboksilat

: 2H

(COOH)2 +

FeSO4 Fe(COOH

Pada percobaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi / membuktikan adanya gugus ester, reaksi antara ester dengan hidroksilamin HCl dalam etanol 95% dan penambahan NaOH yang kemudian di panaskan terbentuk warna larutan yang agak kuning, yang kemudian setelah didinginkan dan ditambahkan kembali etanol + FeCl3 terbentuk endapan merah darah. Endapan tersebut terjadi setelah adanya pemanasan dan penambahan FeCl3 5% .

H. Simpulan kimia Ester adalah esens yang berbau buah yang didapat dari proses (reaksi alkohol dengan asam karboksilat, dengan katalis asam

sulfat). - Jika senyawa asam bereaksi dengan senyawa bikarbonat, maka akan menghasilkan gelembung gas / CO2. - Perbedaan antara asam monokarboksilat dengan asam dikarboksilat dengan terbentuknya warna larutan yang berbeda setelah direaksikan denga reagen yang sama. Dimana asam mono terbentuk warna larutan kuning. Sedangkan asam dikarboksilat terbentuk warna larutan hijau.

Asam Semut
Posted: Maret 22, 2012 in Uncategorized

Asam format adalah suatu cairan yang tidak berwarna, berbau tajam/menyengat, menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan dan dapat membakar kulit. Asam format dapat larut sempurna dengan air dan sedikit larut dalam benzena, karbon tetra klorida, toluena, serta tidak larut dalam hidrokarbon alifatik seperti heptana dan oktana. Asam format, (L. Formica = semut). Terdapat pada semut merah (asal dari nama), lebah, jelantang dan sebagainya (juga sedikit pada urine dan peluh)

Suatu asam karboksilat adalah suatu senyawa organik yang mengandung gugus karboksil, -CO2H. Gugus karboksil mengandung sebuah gugus karbonil dan sebugah gugus hidroksil. Antar-aksi dari kedua gugus ini mengakibatkan suatu kereaktifan kimia yang unik untuk asam karboksilat. Gugus karboksil bersifat polar dan tidak terintangi, maka reaksinya tidak terlalu dipengaruhi oleh sisa molekul

Sifat kimia dari asam karboksilat adalah keasamannya. Dibandingkan dengan asam mineral seperti HCl dan HNO 3, asam karboksilat adalah asam lemah. Namun asam karboksilat lebih bersifat asam daripada alkohol atau fenol, terutama karena stabilisasi-resonansi anion karboksilatnya, RCO2-

Terjadi resonansi pada ion karboksilat, contoh: pada asam format, kedua ikatan karbon-oksigen punya panjang ikatan yang berbeda. Tetapi pada garam natrium format, kedua ikatan karbon-oksigen dari ion format identik dan panjangnya di antara ikatan ganda dua dan tunggal karbon-oksigen yang normal

Derivat hidrokarbon dengan sebuah atom karbon ujung yang punya ikatan rangkap dengan ke oksigen dan sebuah gugus hidroksil disebut asam karboksilat, yang diturunkan dari hidrokarbon alkana punya rumus molekul umum RCO 2H, yang menyatakan bahwa terdapat gugus karboksil. Kelima anggota pertama deret homolog asam karboksilat adalah

Rumus Mampat

Nama Lazim

HCO2H

Asam metanoat (Asam formiat)

CH3CO2H

Asam etanoat (Asam asetat)

CH3CH2CO2H

Asam propanoat (Asam propinat)

CH3(CH2)2CO2H

Asam butanoat (Asam butirat)

CH3CHCO2H

Asam metil propanoat (Asam isobutirat)

CH3

Sifat-sifat dari asam format adalah:

Fisika : Cairan , tidak berwarna, merusak kulit, berbau tajam, larut dalam H 2O dengan sempurna.

Kimia : Asam paling kuat dari asam-asam karboksilat, punya gugus asam dan gugus aldehida.

Asam format dapat digunakan antara lain :

- untuk koagulasi lateks

- pada penyamakan kulit

- pada industri tekstil

- sebagai fungisida

Salah satu mekanisme raksi pembuatan asam semut

Sumber :

Fessenden, Fessenden. 1986. Kimia Organik jilid 2. Penerbit Erlangga. Jakarta. Riawan, S. 1990. Kimia Organik edisi 1. Binarupa Aksara. Jakarta.

Kimia 0rganik ( Asam Format )


Asam semut

Gambar dan Struktur:

Asam format adalah suatu cairan yang tidak berwarna, berbau tajam/menyengat, menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan dan dapat membakar kulit. Asam format dapat larut sempurna dengan air dan sedikit larut dalam benzena, karbon tetra klorida, toluena, serta tidak larut dalam hidrokarbon alifatik seperti heptana dan oktana. Asam format, (L. Formica = semut). Terdapat pada semut merah (asal dari nama), lebah, jelantang dan sebagainya (juga sedikit pada urine dan peluh). Suatu asam karboksilat adalah suatu senyawa organik yang mengandung gugus karboksil, -CO2H. Gugus karboksil mengandung sebuah gugus karbonil dan sebugah gugus hidroksil. Antar-aksi dari kedua gugus ini mengakibatkan suatu kereaktifan kimia yang unik untuk asam karboksilat. Gugus karboksil bersifat polar dan tidak terintangi, maka reaksinya tidak terlalu dipengaruhi oleh sisa molekul Sifat kimia dari asam karboksilat adalah keasamannya. Dibandingkan dengan asam mineral seperti HCl dan HNO3, asam karboksilat adalah asam lemah. Namun asam karboksilat lebih bersifat asam daripada alkohol atau fenol, terutama karena stabilisasiresonansi anion karboksilatnya, RCO2Terjadi resonansi pada ion karboksilat, contoh: pada asam format, kedua ikatan karbon-oksigen punya panjang ikatan yang berbeda. Tetapi pada garam natrium format, kedua ikatan karbon-oksigen dari ion format identik dan panjangnya di antara ikatan ganda dua dan tunggal karbon-oksigen yang normal Derivat hidrokarbon dengan sebuah atom karbon ujung yang punya ikatan rangkap dengan ke oksigen dan sebuah gugus hidroksil disebut asam karboksilat, yang diturunkan dari hidrokarbon alkana punya rumus molekul umum RCO2H, yang menyatakan bahwa terdapat gugus karboksil. Kelima anggota pertama deret homolog asam karboksilat adalah:

Rumus Mampat HCO2H CH3CO2H CH3CH2CO2H CH3(CH2)2CO2H CH3CHCO2H CH3

Nama Lazim Asam metanoat (Asam formiat) Asam etanoat (Asam asetat) Asam propanoat (Asam propinat) Asam butanoat (Asam butirat) Asam metil propanoat (Asam isobutirat)

Sifat-sifat dari asam format Fisika : Cairan , tidak berwarna, merusak kulit, berbau tajam, larut dalam H2O dengan sempurna. Kimia : Asam paling kuat dari asam-asam karboksilat, punya gugus asam dan gugus aldehida. Asam format dapat digunakan antara lain : - untuk koagulasi lateks - pada penyamakan kulit - pada industri tekstil - sebagai fungisida

Sumber : Fessenden, Fessenden. 1986. Kimia Organik jilid 2. Penerbit Erlangga. Jakarta. Riawan, S. 1990. Kimia Organik edisi 1. Binarupa Aksara. Jakarta.

http://hermawanpradythareturn.wordpress.com/2012/03/22/asam-semut-16/ Diposkan oleh slamat cb di 11.50

sintesis asam semut


OLEH NANIKIMIA PADA MEI 28, 2012

Asam format (nama sistematis: asam metanoat) adalah asam karboksilat yang paling sederhana. Asam format secara alami terdapat pada antara lain sengat lebah dan semut. Asam format juga merupakan senyawa intermediat (senyawa antara) yang penting dalam banyak sintesis kimia. Rumus kimia asam format dapat dituliskan sebagai HCOOH atau CH2O2. Di alam, asam format ditemukan pada sengatan dan gigitan banyak serangga dari ordo Hymenoptera, misalnya lebah dan semut. Asam format juga merupakan hasil pembakaran yang signifikan dari bahan bakar alternatif, yaitu pembakaran metanol (dan etanol yang tercampur air), jika dicampurkan dengan bensin. Nama asam format berasal dari kata Latin formica yang berarti semut. Pada awalnya, senyawa ini diisolasi melalui distilasi semut. Senyawa kimia turunan asam format, misalnya kelompok garam dan ester, dinamakan format atau metanoat. Ion format memiliki rumus kimia HCOO.