Anda di halaman 1dari 11

TUGAS PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK TENAGA

DIAJUKAN UTUK MEMENUHI SALAH SATU TUGAS MATA KULIAH PRAKTIKUM INSTALASI LISTRIK TENAGA

Disusun oleh :

Nama NIM Kelas Matakuliah

: Agis Maulidi Temongmere : 111321034 :2B : Praktikum Instalasi Listrik Tenaga

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG TEKNIK LISTRIK FEBRUARI 2013

Teori dasar Kontaktor Magnit

Kontaktor adalah saklar yang digerakkan dengan gaya kemagnetan/elektro magnet. Pada Kontaktor ini ada yang disebut coil yang berisi lilitan tembaga sebagai penghasil medan magnit. Cara kerja kontaktor ini adalah apabila coil tersebut dihubungkan dengan sumber tegangan maka akan terjadilah induksi magnet yang akan menarik setiap kontak (platina) yang terdapat pada kontaktor itu sendiri baik itu NO (Normaliy Open) maupun NC (Normaly Closed). Artinya kontak NO yang pada posisi coil tidak diberi tegangan tidak terhubung/tertutup akan tertarik menjadi terhubung (jadi NC) begitu pula kontak NC adalah kebalikannya (jadi NO terbuka/terputus). Pada umumnya kontak NO dan Kontak NC itu diberi simbol dengan angka-angka dan posisi angka-angka tersebut standar internasional. - Kontak NO biasanya angka belakangnya 3 dan 4 Contoh : 13, 14, 23, 24 - Kontak NC biasanya angka belakangnya 1 dan 2 Contoh : 11, 12, 21, 11 Kalau masih bingung gampangnya adalah sebagai berikut: NO : Coil tidak diberi tegangan posisi awal putus, dikasih tegangan nyambung NC : Coil tidak diberi tegangan posisi awal nyambung, dikasih tegangan putus Simbol kontaktor :

THERMAL OVERLOAD RELAY (TOR)


Sebelum mempelajari lebih dalam mengenai Time Delay Relay (Timer), Thermal Over Load Relay (Tripper Over Load), Relay Contactor (Relay), dan Magnetic Contactor (Kontaktor), Sebaiknya kita mempelajari sistem kerjanya terlebih dahulu. agar mampu memahami suatu fungsi rangkaian kerja otomatis. Gambar 1 : Thermal Over Load . Thermal relay atau overload relay adalah peralatan switching yang peka terhadap suhu dan akan membuka atau menutup kontaktor pada saat suhu yang terjadi melebihi batas yang ditentukan atau peralatan kontrol listrik yang berfungsi untuk memutuskan jaringan listrik jika terjadi beban lebih.

Gambar 2 : Simbol Thermal Over Load .

Gambar 3 : Kontak Thermal Over Load Thermal relay atau overload relay adalah peralatan switching yang peka terhadap suhu dan akan membuka atau menutup kontaktor pada saat suhu yang terjadi melebihi batas yang ditentukan atau peralatan kontrol listrik yang berfungsi untuk memutuskan jaringan listrik jika terjadi beban lebih.

Gambar 4 : Bagian-bagian Thermal Over Load .

Gambar 5 : Fungsi Kontak Thermal Over Load Karakteristik 1. Terdapat konstruksi yang berhubungan langsung dengan terminal kontaktor magnit. 2. Full automatic function, Manual reset, dan memiliki pengaturan batas arus yang dikehendaki untuk digunakan. 3. Tombol trip dan tombol reset trip, dan semua sekerup terminal berada di bagian depan. 4. Indikator trip 5. Mampu bekerja pada suhu -25 C hingga +55 C atau (-13 F hingga +131 F)

Gambar 6 : Cara Kerja Thermal Over Load Thermal overload relay (TOR) mempunyai tingkat proteksi yang lebih efektif dan ekonomis, yaitu: 1. Pelindung beban lebih / Overload 2. Melindungi dari ketidakseimbangan phasa / Phase failure imbalance 3. Melindungi dari kerugian / kehilangan tegangan phasa / Phase Loss.

PENGASUTAN START-DELTA
Metode starter ini paling favorit di gunakan untuk pengasutan motor 3 phasa, dikarenakan dapat mengurangi arus start motor yang dapat meningkat hingga 5-6 x In yang berlangsung hingga 5 detik,coba kita bayangkan apabila motor memunyai arus nominal hingga 10A akan di jalankan hubungan delta maka arus yang terjadi ketika start awal 6 X 10A = 60A, arus yang meningkat ini dapat merusak jala2 listrik,bahkam dapat mengakibatkan trip karena beban yang berlebih.

berikut adalah contoh name plate motor 3 phasa siemens. dari data diatas dapat kita ketahui bahwa motor mempunyai daya 22KW pada frekuensi 50HZ mempunyai tegangan 400V (delta) dan 690V (star), arus kerika delta 40.5A dan arus ketika star 24A, cosQ 0.84 dan kecepatan motor 1470/min. Bagi pemula yang menjadi pertanyaan mengapa tegangan,dan arus pada star dan delta berbeda,ini di karenakan koneksi wiring motor berbeda sehingga mempunyai perbedaan arus dan tegangan akan tetapi daya yang di hasilkan tetap sesuai rumus P = V x I x cosq

Berikut adalah contoh untuk control starter start delta automatic dengan menggunakan timer

Deskripsi kerja rangkaian:


1. PB STOP dengan kontak NC dan PB START dengan kontak NO, apabila PB START di tekan maka kontaktor K1 energize dan kontaktor K3 juga energize sehingga motor terhubung STAR. 2. Ketika PB START di tekan timer juga energize,timer biasanya di setting sekitar 5 detik sesuai dengan bahasan kita di atas. Apabila waktu T1 sudah 5 detik makan kontaktor K3 off dan K2 energize sehingga motor terhubung DELTA. 3. Untuk mematikan motor cukup tekan PB STOP maka interlock akan terputus. Catatan: ketika hendak wiring motor perlu di ketahui rating tegangan motor dan rating tegangan suply (PLN),untuk menghubung motor ke DOL rangkaian motor harus sesuai dengan tegangan supply, perlu di ingat tegangan tertinggi di motor adalah tegangan Y (star) dan yang terendah adalah tegangan D (delta). Contoh:tegangan supply 360V 3 phasa akan di connect pada motor 3 phasa 220/360V maka rangkain motor adalah Y (star) karena Y (star) rating tegangan sama dengan tegangan supply

STARTER MOTOR FORWARDREVERSE

Rangkaian Starter forward-reverse adalah rangkaian untuk membalik putaran motor 3phasa dengan mengubah supply tegangan, Deskripsi kerja: 1. Untuk menjalankan motor dengan putaran maju, tekan PB FWRD maka kontaktor K1 energize sehingga kontak K1 mengunci,kontak2 dari K1 akan menghubungkan suply ke motor 2. Untuk menjalankan motor dengan putaran mundur,tekan PB REV maka kontaktor K2 energize walaupun kontaktor K1 masih energize karena kontak dari PB REV juga memutuskan koil K1. 3. Untuk mematikan motor yang sedang berjalan cukup dengan tombol PB STOP

PENGASUTAN MOTOR DIRECT ONLINE

Starter DOL adalah pengasutan motor secara langsung ke jaringan listrik,jenis starter ini biasanya untuk motor dengan KW kecil di bawah 2,2KW walaupun di lapangan ada yang memasang pada motor 200KW,hal ini tidak di anjurkan karena arus start motor dapat berkisar 6xIn(arus nominal),arus start ini dapat berkisar 5 detik Deskripsi kerja: 1.untuk menjalankan motor, PB Start di tekan maka kontaktor (k1) akan energize ketika PB Start di lepas maka rangkaian akan terkunci oleh kontak K1 2.Untuk mematikan motor, PB Stop di tekan maka penguncian dari kontak K1 akan terbuka Catatan: ketika hendak wiring motor perlu di ketahui rating tegangan motor dan rating tegangan suply (PLN),untuk menghubung motor ke DOL rangkaian motor harus sesuai dengan tegangan supply, perlu di ingat tegangan tertinggi di motor adalah tegangan Y (star) dan yang terendah adalah tegangan D (delta). Contoh:tegangan supply 360V 3 phasa akan di connect pada motor 3 phasa 220/360V maka rangkain motor adalah Y (star) karena Y (star) rating tegangan sama dengan tegangan supply

PENGASUTAN MOTOR DOUBLE SPEED


Pengaturan kecepatan motor 3 phase dapat dilakukan dengan menggunakan motor Dahlander, pada prinsipnya sama dengan menambah jumlah kutub motor listrik. Pada motor dahlander tiap kumparan memiliki dua ujung, atau masing-masing kumparan memiliki center tap. Jadi dengan mengubah sambungan pada center tap atau ujung kumparan maka jumlah kutubnya akan berubah sehingga kecepatan dapat diubah karena faktor pembaginya berubah. Sambungan kumparankumparan pada motor dahlander dapat dilihat pada gambar berikut:

Konfigurasi diatas adalah untuk sambungan motor kecepatan rendah dimana antar jala-jala terdapat 2 kumparan sehingga tahanannya lebih besar sehingga arus yang masuk menjadi berkurang sehingga kecepatan motor berkurang. Untuk kecepatan tinggi konfigurasi sambungan dapat dibentuk menjadi:

Pada gambar di atas tempat masuknya sumber L1-L2-dan L3 diubah kemudian ujung-ujung kumparan lain dihubung-singkatkan. Jika dicermati dan ditarik maka akan menjadi rangkaian bintang yang diparalel sebagai berikut:

Gambar sambungan dahlander Y-Y Sambungan di atas akan membuat arus yang masuk menjadi besar karena hambatan kumparan yang diparalel semakin kecil sehingga kecepatan motor menjadi lebih tinggi dari sambungan segitiga. Contoh rangkaian kontrol pengendali motor dahlander dua kecepatan:

Time Schedule Praktek Instalasi Listrik Tenaga

Mekanisme Kegiatan
Pengenalan & Teori Dasar Instalasi Penerangan Pengasutan Direct Online 1 Pengasutan Direct Online 2 Pengasutan Forward-Reverse Pengasutan Star-Delta Pengasutan Double Speed Running Test Presentasi Merapihkan Barangbarang

Feb-13 1 2 3 4 5

Mar-13
Pertemuan Ke-

Apr-13 8 9 10 11 12 13

Mei-13 14 15 16