Anda di halaman 1dari 7

RESIKO, KETIDAKPASTIAN, DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN

KETIDAKPASTIAN, PROBABILITAS & NILAI HARAPAN Istilah probabilitas digunakan untuk mengukur data secara kuantitatif berbagai kemungkinan kejadian yang tidak pasti. Konsep probabilitas dibagi dua yaitu : 1 Probabilitas Obyektif yang merupakan suatu konsep yang didasarkan pada frekuensi relatif dalam jangka panjang. 2 Probabilitas Subyektif dapat diterjemahkan dengan cara orang bertaruh misalkan taruhan sepak bola dsb. !ariabel random merupakan "ariabel yang memiliki nilai yang tidak pasti tetapi mempunyai distribusi probabilitas yang diketahui contohnya hasil dari pertandingan sepak bola tsb merupakan "ariabel random dll. #ika "ariabel random $ terdiri dari $1 $2 $% ....... $n dengan probabilitas p1 p2 ...... pn & ingat p1 p2 ...... pn ' 1( kemudian nilai harapan &expected value( dari "ariabel random dituliskan dengan )&$( maka persamaannya adalah sbb : )&$( ' p1.$1 * p2.$2 * ...... * pn.$n )+ : probabilitas menghasilkan laba ,p. -.. #t ' 1/2 probabilitas menghasilkan laba ,p. %.. #t ' 1/probabilitas menghasilkan laba ,p. 0.. #t ' 1/) &laba( ' 1/2.&-..( * 1/-.&%..( * 1/-.&0..( ' 2.. * 10 * 120 ' ,p. -.. #t ,umus persamaan rata2rata atau laba yang diharapkan dengan + maka "arian !&$( dari "ariabel random $ adalah : !&$( ' p1&+1 2 +(2 * p2&+2 2 +(2 * ........... * pn&+n 2 +(2 Simbol M atau m &nilai mean( 3 "arian dengan 2 maka terdapat hasil akar dari "arian disebut simpangan baku atau simbol s 2 &standard deviation( yang digunakan untuk mengukur resiko. 4alam analisis ketidak pastian tsb dapat menggunakan nilai harapan 3 "arian dari laba harga biaya dsb. 5iasanya perusahaan dapat menaikkan nilai laba harapan hanya dengan melakukan in"estasi yang beresiko yang lebih tinggi yang berarti akan menaikkan "arian dari labanya. 6kan tetapi in"estasi yang beresiko lebih tinggi tidak selalu

menaikkan nilai laba harapan dengan tingkat yang sama dengan resikonya. 7al tsb dapat dilihat pada kurva laba tumbal &opportunity profit( perusahaan.

p lua!" m mp r#l $ laba


de"iasi standar laba &s(

laba yang diharapkan

kurva %!& ' r !( (uatu p ru(a$aa!


de"iasi
standar laba &s(

laba yang diharapkan

t%!"kat r (%k# )a!" #pt%mal


de"iasi standar laba &s(

I1 C I2

2
5

I%

laba yang diharapkan

SIKAP TERHADAP RESIKO Seseorang yang menyukai resiko & risk lover( selalu akan membayar dengan nilai yang positif seorang yang netral terhadap resiko & risk neutral( akan membayar nol artinya dia belum tentu akan ikut permainan ini. Seorang yang takut dengan resiko & risk averse( akan meminta uang untuk ikut permainan. 6rtinya : 8 Seseorang disebut risk averter bila dia tidak bersedia ikut suatu taruhan yang fair. 8 Seseorang disebut risk neutral bila dia tidak bisa dipengaruhi untuk menolak atau mengikuti suatu permainan taruhan yang fair. 8 Seseorang disebut risk lover atau risk seeker bila dia akan senang sekali mengikuti suatu permainan taruhan yang fair. 9ungsi utility pendapatan dari ketiga kelompok tsb akan berbeda hal tsb dapat dipecahkan dengan teori utilitas harapan & expected utility teory(. E* + Seseorang berpendapatan :.. ribu diajak bertaruh dia akan menerima 1.. ribu dengan probalitas 1/2 3 kehilangan 1.. ribu dengan probalitas 1/2. ;tilitas mula2mula & initial utility( orang tsb adalah ; &:.. ribu(. Setelah selesai bermain orang tsb akan memperoleh utilitas ; &1.. ribu( dengan probabilitas 1/2 3 ; &<.. ribu( dengan probabilitas 1/2 juga. ;tilitas yang diharapkan adalah sbb : ;= ' 1/2;&1..( * 1/2;&<..( Ini merupakan rata2rata tertimbang dari kemungkinan2kemungkinan utilitas yang berbeda tsb akan tetapi tanpa mengikuti taruhan orang tsb mempunyai utilitas yang diharapkan sebesar ;&:.. ribu( tentu saja probabilitas ' 1. >eori utilitas harapan mengatakan bah?a seseorang akan berperilaku untuk memaksimumkan utilitas yang diharapkannya. Oleh karena itu dalam kasus ini jika ;&,p :..( @ ;= maka orang tsb tidak akan mengikuti taruhan. Ini merupakan contoh kasus seorang yang risk averse. #ika ;&,p :..( 3 ;= adalah sama orang tsb indeferen maka orang tsb bersifat risk neutral. 6pabila ;&,p :..( A ;= 3 orang ybs masih mengikuti taruhan tsb maka disebut risk lover. Risk-Averse Individual Risk-Neutral Individual

;&+( 4 9 6 5 B

;&+(

1.. :.. <..

pendapatan &y(

1.. :.. <..

Risk-Loving Individual U(x)

700 800 900 pendapatan (y) 4alam setiap kasus titik 6 berhubunan dengan ;&,p 1..( titik 5 berhubungan dengan ;&,p <..( 3 titik B merupakan titik tengah 65 mempunyai nilai setengah dari jumlah titik 6 3 5 berhubungan dengan ;&,p :..(. 5agi seorang yang risk averse titik 4 lebih tinggi dari titik B. 5agi seorang risk neutral, kedua titik tsb sama tingginya 3 bagi seorang risk lover titik 5 lebih tinggi dari titik B. LANGKAH,LANGKAH PENGAMBILAN KEPUTUSAN Proses pembuatan keputusan merupakan inti dari setiap masalah yang dihadapt dalam dunia usaha. Secara umum proses pengambilan keputusan dibagi menjadi C bagian yaitu : - P mbata(a! Ma(ala$ 4iarahkan pada usaha untuk menentukan dengan jelas batasan2 batasan keputusan apa yang akan dibuat ini mencakup alternatif2

alternatif apa yang ada. Pada tahap ini biasanya ditanyakan : masalah apa yang dihadapi, siapa yang akan memutuskan, bagaimana keadaan yang melatarbelakangi pengambilan keputusan, & bagaimana pengaruhnya terhadap tujuantujuan manajemen. Keputusan2keputusan tidak dibuat dalam ruang Dhampa udaraD banyak keputusan yang lahir sebagai bagian dari proses perencanaan sementara sebagian keputusan lainnya timbul karena adanya peluang atau masalah baru. Oleh karena itu pembatasan masalah merupakan suatu prasyarat untuk permasalahan manajemen. 5agian utama dari pembatasan masalah ini adalah pengidentifikasian latar belakang atau konteks : keputusan sektor swasta atau pemerintah . Pengidentifikasian konteks pengambilan keputusan ini 3 siapa pengambil keputusannya merupakan suatu langkah besar menuju pemahaman proses pemilihan keputusan. 2 P ! !tua! Tu.ua! >ahap ini terdapat pertanyaan : apa tujuan pengambilan keputusan, bagaimana seharusnya si pengambilan keputusan tsb menilai hasilnya dibandingkan dengan tujuannya, bagaimana si pengambil keputusan tsb ingin men!apai tujuan yang bertentangan satu sama lain" 4alam keputusan memilih kita harus tahu apa yang kita inginkan. 4i sektor s?asta hampir semua keputusan ditujukan untuk mendapatkan laba maksimum selisih antara >, 3 >B. Pada sektor pemerintah tujuannya lebih luas pertimbangannya biasanya berdasarkan analisis/kriteria manfaat2biaya. Eamun demikian adanya resiko 3 ketidakpastian dalam dunia nyata kadang2kadang menyulitkan seorang pengambil keputusan dalam memilih alternatif keputusan. 9luktuasi ekonomi makro adanya kebijakan baru dari pemerintah keadaan musim dll semuanya membuat proses pencapaian tujuan menjadi tidak pasti. Oleh karena itu faktor resiko 3 ketidakpastian juga harus dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan yang biasanya dilakukan dengan teknik2teknik statistika. / P !0ar%a! Alt r!at%' >erdapat pertanyaan : apa alternatif tindakan untuk pen!apaian tujuan, variabel apa saja yang dapat kita kendalikan, apa kendala yang kita hadapi dalam pen!apaian tujuan. Setelah mengetahui apa yang diinginkan tentunya akan ditanyakan apa pilihan kita. Seorang pengambil keputusan yang ideal akan membeberkan semua kemungkinan pilihan yang ada 3 kemudian memilih satu di antaranya yang akan memberikan hasil yang terbaik bagi pencapaian tujuannya. >etapi mengingat kendala

keterbatasan manusia para pengambil keputusan tidak bisa mengharapkan untuk dapat mengidentifikasi 3 menge"aluasi semua kemungkinan pilihan. 5iayanya akan terlalu tinggi namun demikian beberapa pilihan alternatif yang paling menarik tetap ada 3 harus kita pilih. 1 P ramala! Dampak Pada tahap ini diamati : bagaimana konsekuensi dari setiap alternatif pilihan, jika hasil yang diharapkan tidak pasti bagaimana sifatnya, dapatkan informasi yang lebih baik diperoleh untuk meramalkan suatu hasil" >ugas peramalan konsekuensi ini tergantung pada keadaannyaF bisa dilakukan secara langsung atau diabaikan sama sekali. Kadangkala perhitungan secara aritmatis sederhana sudah cukup tetapi bisa juga dengan menggunakan statistik atau ekonometrika atau dapat dengan deterministik jika keadaannya pasti 3 dengan model probabilistik jika pengambilan keputusan dalam keadaan yang mengandung resiko atau ketidakpastian. 2 P ! !tua! P%l%$a! Setelah semua analisis selesai dilakukan kita bisa menentukan pilihan yang paling kita inginkan. #etelah seorang pengambil keputusan menetapkan konteks permasalahan, menetapkan tujuan dan mengidentifikasi alternatif-alternatif yang tersedia, bagaimana !aranya untuk memilih satu pilihan yang diinginkan" #ika semua "ariabel dalam proses pengambilan keputusan &e+ : tujuan dan hasilnya( bisa dikuantifikasikan maka kita dapat menggunakan beberapa metode tertentu untuk menetapkan keputusan yang paling optimal. Getode2metode tsb antara lain : analisis marginal programasi linier pohon keputusan & decision trees( analisis manfaat2biaya dsb. Pendekatan ini tidak saja penting untuk perhitungan keputusan yang optimal tetapi juga untuk mengetahui mengapa keputusan tsb optimal. 3 A!al%(%( S !(%t%v%ta( >erdapat hal2hal yang perlu diperhatikan : bagaimana sifat dari masalah yang menentukan pilihan tindakan yang optimal tsb, bagaimana pengaruh perubahan keadaan-keadaan tertentu terhadap keputusan yang optimal yang diambil$ apakah pilihan tsb peka terhadap perubahan-perubahan variabel ekonomi utama yang terabaikan oleh si pengambil keputusan tsb" 4alam menyelesaikan suatu masalah penting bagi kita untuk memahami 3 mampu menjelaskan kepada orang lain mengapa kita memilih keputusan tsb. Pilihan tsb tidak lahir begitu saja. Pilihan tsb

tergantung pada tujuan yang dipilih cara perumusan masalah metode 3 peramalan hasilnya. Oleh karena itu analisis sensiti"itas menjelaskan bagaimana suatu keputusan yang optimal akan berubah jika fakta2fakta ekonomi utama berubah. 6nalisis sensiti"itas ini mempunyai beberapa kegunaan yaitu : a. memberikan faktor2faktor kunci dalam permasalahan yang mempengaruhi keputusan b. menulusuri perubahan2perubahan "ariabel yang tidak diyakini manajer tsb c. menghasilkan solusi dalam kasus proses pengulangan pengambilan keputusan jika keadaan2keadaan tertentu dimodifikasi