Anda di halaman 1dari 13

RADIOLOGI VETERINER (ROENTGENOLOGI)

3 (TEKNIK DAN INTERPRETASI ROENTGENOGRAFI VETERINER) RADIOLOGI THORAK

RO

PENDAHULUAN Umumnya roentgen (Ro) thorak dilakukan untuk pemeriksaan trachea, paru-paru, jantung, esophagus, diafragma dan costae, ruang pleura dan thorak. Radiografi thorak dilakukan pada saat inhalasi maximum untuk meningkatkan kontras antara struktur radiolucent dan radiodensity yang juga akan memperluas ruang thorak dan mengembangkan lapangan paru paru, kecuali pada pasien dengan gejala pneumuthorak terjadi penambahan density di permukaan pleura bagian dalam saat expirasi maximum. ecara normal bila pembuatan film dilakukan pada saat ekspirasi maka lapangan paru-paru akan kelihatan padat dan detail dari !askularisasi pulmonum akan hilang. "ada pasien yang dianestesi, radiografi thorak kurang baik hasilnya, paruparu terpompa penuh dengan tekanan !entilasi positif (o!er!entilasi) pada a#al penembakan Ro (eksposure). Under eksposure akan memberikan kesan$berpengaruh pada penambahan density paru-paru, sedangkan o!er eksposure akan memperburuk !askularisasi normal dan bias menutupi perubahan patologi. "osisi ( tandar "andang) "emeriksaan thorak dilakukan minimal dengan dua standar pandang yaitu posisi lateral dan %&$&%. tandar pandang lateral ' R-lateral rekumbensi lebih baik dari pada (lateral rekumbensi, terutama untuk melihat radiografik jantung. "ergerakan apex jantung dihambat oleh ligament prenicopericardiac. "osisi lateral berdiri dilakukan jika dicurigai adanya cairan pleura. tandar pandang %& ' dilakukan untuk pemerikasaan jantung, karena posisi jantung akan jauh dari sternum, sehingga lapangan jantung akan sangat baik. tandar pandang &% ' dilakukan untuk melihat ca!um pleura dan sangat baik fase inspirasi dibandingkan dengan %&, meskipun posisi &% akan memindahkan letak jantung yang mengakibatkan ketidaktepatan radiografik.

tandar pandang obli)ue ' kadang-kadang dilakukan untuk melihat jaringan paru-paru yang tidak jelas atau terhalang oleh bayangan jantung.

Indikasi : ituasi klinis mengharuskan penggunaan radigrafi thorak adalah penyakit respirasi (metastase pulmonum), komplikasi respirasi setelah operasi, penyakit jantung ( kelainan jantung congenital$dapatan), gejala dispnoe. Kontraindikasi : *da banyak cairan dalam pleura atau masa dalam thorak menyebabkan dispnoe, sehingga posis &% mengakibatkan stress pada penyakit pleura, karena terjadi kesulitan dalam respirasi di paru-paru. SISTE RESPIRASI

+. (arynx ,. -rachea .. /ronchi (bronchial tree) 1. %iafragma 2. "leura ("leura 3a!ity) 4. 5ediastinum SISTE !ARDIOVASKULER angiocardiografi "leurografi ' pleuritis, pneumothorak. /ronchografi 0. (ungs ' "neumonia, pulmonia edema$haemoragia, neoplasia.

+. 6antung .. *orta 0. "ericardium

,. *rteri pulmonum "neumopericardiografi

SISTE "# LAR$N%

RESPIRASI

(arynx mudah diidentifikasikan dengan standar pandang lateral yang terletak dibelakang dan diba#ah dari sudut dagu. -erdiri dari bagian kartilago dan tulang hyoid. "ada posisi %& terletak sejajar dengan os !ertebrae cer!icalis sehingga sulit terlihat. "erubahan patologik larynx diakibatkan dysplasia, kompresi atau kalsifikasi yang dapat terlihat dari gambaran radiografiknya. &# TRA!HEA "osis trachea lebih mudah terlihat standar pandang lateral yang arahnya pararel dengan os !ertebrae cer!icalis dan thoracalis, karena berisi gas. -rashea di daerah mediastinum cranial terletak disebelah kanan midline (garis tengah), kemudian menjadi di sentral$tengah pada carina. 7ur!a trachea di !entral sebagai bifuscarsio antara tulang rusuk 1 dan 2 menjadi bronchi primer, kemudian bronchi kecil (bronchiole). "erubahan patologi trachea seperti dysplasia trachea (posisi %&), karena imflamasi atau neoplasia di leher. -rachea collaps (posisi () lumentrachea menyempit oleh fat$lemak yang berlebihan. 7alsifikasi trachea di cincin trachea pada he#an yang lebih tua. 8bstruksi trachea akibat benda asing. 9eoplasia oleh pembesaran lymponodulus. 3# 'RON!HI (!A'ANG 'RON!HI) "ada carina, tracea dibagi dalam bronchi utama kiri dan kanan. /ronchi utama kiri di bagi dalam bronchus sekunder cranial dan caudal. /rouncus sekunder cranial mensuplai segmen cranial ( apical ) dan caudal ( cardiac ) dari lobus paru paru cranial. /ronchus sekunder cranial mensuplai lobus paru paru caudal ( diagfragma ) utama kanan terbagi dalam 0 bronchus sekunder yaitu cranial ( apical ), midlle ( cardiac ), caudal ( diagframa ) dan accesorius ( intermediate$a:ygous).

Radiografi biasa memberikan sedikit informasi tentang bronchi normal, hanya bronchi bagian hilus yang terlihat jelas. "erubahan "atologi terjadi bila adanya penyebaran penyakit yang berhubungan dengan bronci seperti manifestasi dengan berkurangnya lapangan paru-paru , penambahan garis non!askulerisasi dan infiltrasi bronchial sebagi bayangan ring di setiap bronchi. /ronchitis ' /ronchitis akut tidak memberikan gambaran yang jelas, tetapi dalam kondisi kronis akan terlihat adanya pola interstitial berupa infiltrasi garis garis non!ascular. /ronchiectsisi ' "ola bronchial berkembang dengan infiltrasi peribonchial dan penebalan dinding bronchial. "neumonia dengan perubahan al!eoli yang sulit terlihat. 'RON!HOGRAFI 7adang kadang dilakukan pada kasus a#al bronchiectasis, tanpa berbahaya. %iperlukan juga dengan anestesi umum melalui respirasi. 5edium radiografi dimasukkan dalam cabang bronchi untuk melihat anatomi radiografi. /ronchografi juga digunakan untuk melihat obstruksi sebagian$seluruhnya oleh tumor, benda asing atau penyempitan. 6uga dapat memperlihatkan dysplasia dan kompresi oleh lesion extrabronchial, fistula pada trachea atau bronchus, abses, cyste, dilatasi bronchi. 7ontraindikasi dari bronchografi, bila pasien dengan kondisi kesehatan jelek, terutama bila dilakukan anestesi umum pada penyakit pulmonum akut emphysema berat. T(knik 'ron)*o+ra,i : "ersiapan he#an dan anesthesia ;e#an dipuasakan +, ,0 jam sebelum dilakukan roentgen. *nestesia umum harus dilakukan sebelum memasukkan media kontras untuk menekan batuk yang selalu meggangu dalam prosdur ini akibat repleksi antiperistaltik dalam saluran respirasi. *nestetik yang ideal dengan gas halotan, karena reco!ery cepat dan kembalinya replek batuk

akan secepat mungkin media kontras keluar. 7ateter yang digunakan untuk memasukkan anestetikum juga sebagai endotracheal tube yang cukup besar denga membuka !entilasi maximum. 7ateter akan melalui tracea sampai didepan bifurcarti bronchus. ekresi bronchial harus dikeluarkan sebanyak mungkin dengan cara drainage serta dihisap. 6angan menggunakan atropine sulfat untuk mengeringkan sekresi, karena akan menggangu mococilliary dalam mencegah membersihkan media kontars, sehingga dapat menyebabkan sekrsi menjadi kentakl dan membentuk sumbatan. 5edia kontas dimasukkan melalui endotracheal tube yang disisipkan dalam kateter dan dihubungkan dengan syring. Untuk pemeriksaan roebtgrn, posisi he#an disesuaikan dengan gaya berat aliran media kontras untuk masuk ke dalam bronchus. "osisi lateral, media kontas masuk kedalam bronchi lobus caudal dan cranial. (-lateral rekumbensiuntuk paru-paru kiri, R-(atetal rekumbensi untuk paru-paru kanan, ternum rekumbensi ( %& ) untuk bronchus tengah kanan, posisi 8bli)ue media kontras akan menyebar ke !entral dan cranial. /ahan kontas yang baik harus mempunyai radiopacity tinggi ( jelas ), !iskositas ( melekat ) dan keamanan menutupi dinding bronchial. /ahan kontas dalam minyak ( oily ) lebih dari pada dalam cairan, sehingga tidak akan masuk kedalam al!eoli paru-paru. -idak ad bahan kontars yang ideal untuk bronchografi, umumnya berupa ikatan yodium organic dalam minyak atau barium sulfat untuk serbut $ suspense. etiap benda asing termasuk juga 9a3< fisiologis yang masuk kedalam paru-paru akan menyebabkan reaksi jaringan. /ahan kontras yang masuk al!eoli akan merusak !entilasi yang menebabkan atelektase dan predisposisi infeksi sekunder. /arium sulfat relati!e lambat diserap dan terjadi reaksi ringan dalam paru-paru, sebagai reaksi benda asing nonspesifik. 6uga lebih daripada yodium, karena konsentrasi bahan yang beryodium akan merubah jaringan dengan terjadinya reaksi kimia jaringan yang menimbulkan granulama sebagai benda asing. 7onsentrasi bahan

kontras

/a =0

untuk

he#a)n

1=-2=>

?$&

dalam

carboxylmethylcelulosa. /ila /a =0 kadang-kadang teraspirasi ke dalam paru-paru akan dieliminir dalam #aktu kurang dari + tahun dan tidak mempunyai $ mentebalakan sakit dan akan terkumoul dalam limfoid regional. 5acam macam penyakit bronchus ' a. /ronchial benda asing -erlihat dengan Roentgen biasa akan terjadi bronchopneumonia akibat inhalasi benda asing, juga akan terjadi obstruksi bronchial dan atelektase dari lobus di paru-paru yang disuplai oleh bronchus. b. /ronchial astma -erjadi peningkatan ukuran dan lucency lapangan paru-paru yang akan meluas ke arkus aorta. 6uga terjadi berupa diagframa mendatar (flattening) dan terlihat jelas tanda-tanda !askularisasi bronchi. 7asus ini pada kucing lebih sering dari pada anjing. -# PARU .PARU ( LUNG ) *natomi paru paru ' "aru-paru kiri mempunyai dua lobus (cranial dan caudal). (obus cranial terbagi dalam segmen cranial (apical) dan caudal (cardiac). "aru-paru kanan mempunyai empat lobus yaitu cranial (apical), midlle (ardiac), caudal (diagframa) dan assesoris., intermediate$a:ygous. (obus dipisahkan oleh fissure interlobular, hilus merupakan bagian-bagian dari paru-paru yang terdiri dari bronchi, pulmonary !essel, bronchial !essel dan masuknya saraf. -anda tanda !askularisasi dalam paru-paru merupan struktur yang jelas. Udara dalam al!eoli sebagi median kontras yang cukup baik dengan destisi !askularisasipulmonum. ;e#an yang lebih tua akan terlihat jelas pada struktur pulmonum yang disebabkan oleh tanda nodul nodul $ garis dan interstitialnay. 8!er exposure pada lapangan paru paru cenderung menstimulasi pengurangan density dibandingkan dengan exposure yang tepat. Radiografi yang baik pada saat inspirasi, sedangkan ekspirasi akan

merubah density paru-paru, karena mengurangi masa udar dan menekan paru-paru. Standar Pandan+ Lat(ra/ : &askularisasi pulmonum sangat baik terlihat pada pembuluh darah di lobus cranial. /agian dorsal adalah arteri dan !ena lobus cranial kiri. /agian !ebtral adalah arteri dan !ena lobus cranial kanan. tandar "andang %& atau &% ' &askularisasi pulmonum terlihat di bagian tengah lapangan paruparu. "ada %& lobus caudal terlihat bronchus lateral dan caudal. &ena berlokasi di tengah. Radiografi thorak umumnya $ sebaiknya dilakukan pada posisi %&, tetapi bila adanya cairan di pleura, maka dilakukan dengan posisi &% untuk melihat distribusi cairan dan fissure interlobular. "atologi organ paru paru sulit dibedakan klasifikasi densitynya. &askularisasi pulmonum perlu dipertimbangkan dengan pengisian udara dalam paru-paru. "ola !askularisasi akan menghalangi jaringan interstitial. "eningkatan density akan merubah pengurangan kontras pembuluh darah dan paru-paru. "erubahan patologi pola dasar paru-paru diklasifikasikan menurut struktur utama termasuk al!eoli, jaringan interstitial, bronci dan pembuluh darah. 0# DIAFRAG A *natomi diagframa merupakan suatu lapisan musculotendinosus yang memisahkan rung abdomen dan thorak dengan proyeksi $ penonjolan ke dalam paru paru, seperti kubah. -erdiri dari bagian tengah berkolasi di culula,juga crura kiri dn kanan sebagai hemidifragma antara crura ada suatu penggantung intercrural . 7eberadaan suatu garis diagframa tergantung pada posisi he#an, pase dari sikulus respirasi, arah roentgen dan pembentukan dari he#an. "osisi (ateral Rekumbensi /agian sisi crus yang tidak bebas, berada pada crus cranial psling atas. R (ateral Rekumbensi bagian crura berada kurang lebih sejajar dengan lainnya. ementara ( (ateral rek Rekumbensi berada pada bagian

perpotongan kira-kira le!el !ena ca!a caudalis. &ena ca!a menembus hemidiafragma kanan. "ada saat expirasi ' diagframa memperlihatkan suatu garis kubah. etengah bagian ba#ah dari garis tersebut cenderung bergabung dengan ujung jantung, sedangkan stengah bagian atas membentuk sudut dibelakngnya mencapi spina pada !ertebrae thoracalis += atau ++. "ada fase inspirasi : efek kubah hilng diagframa menyerupai garis lurus dan terpisah jelas dengan garis luar jantung. %ua pertiga atas terlihat ruang intercostae penuh dibelakang garis respirasi. aat inspirasi posisi diagframa panjangnya , !ertebrae tubuh dibandingkan dengan expirasi. /agian crus cranial menghilang$ bersebrangan di ujung !entral dari collumna !eretebralis antara !ertebrae thoracalis ++ +.. /agian cranial yang terjauh pada !ertebrae @ dan bagian caudal yang terjauh pada !ertebrae lumbalis +. "ada saat istirahat pergerakan diagframa panjangnya kurang + !ertebrae. Posisi DV ata1 VD : "enonjolan garis diagframa sedikit melengkung ke dalam thorak. etengah bagian kanan membentuk sudut lebih tajam dan melebar ke depan dari pada setengh bagian kiri.;e#an dalam bentuk dada dalam jelas terlihat crura kiri dan kanan dibandingkan dengan bentuk dada dangkal. /agian crus kiri sering berada pada cranial marginal ke kiri. /agian cupula mungkin masuk pada titik kontak dengan jantung. "atologi diagframa akan memperlihatkan bayangan diagframa normal akan hilang, karena terjadi peningkatan densityintrathorak, sehingga perbedan ( kontras ) antara diagframa dengan lambung atau hati juga akan hilang. ;enia duagfrgmatika, tergantung pada kesobekannya ( rupture ), sisi dan besar sobek, juga isi dari organ yang masuk atau pindah ke dalam thork seperti hat, susu dsb. 2# PLEURA *natomi pleura adalah membrane yang menutupi paru-paru dan garis di ca!um thorak. *da , bentuk sacus ( kantung ) dalam thorak, salah

satu menutupi setiap paru-paru. 7antong ini sebagai ca!um pleuran dan ruang pleura. &iscera pleura menutupi paru paru, sedangkan pariental pleura garis $ sisi pada ca!um pleura. etiap ca!um pleura berisi cairan tipis. ecara normal pleura tidak terlihat dengan radiografi biasa. 3airan dalam ruang pleura dapat dilihat, karena akan memisahkan ujung-ujung paru-paru dari dinding thorak dan garis fissure interlobular paru-paru. Standar 3andan+ DV ata1 VD : 7erapatan cairan dapat terlihat antara dinding thorak dan ujungujung paru paru. 6uga mungkin menyebar ke dalam fissure interlobus. Posisi Lat(ra/ : 3airan ini terlihat pada lobus dorsal dan cudal paru-paru. 6ika cairan terlalu banyak, maka diafragma akan kabur. "osisi (ateral /erdiri ' 7adang-kadang membantu dalam menafsir cairan dalam thorak. 3airan idalam jumlah sedikit sulit untuk dideteksi dengan radiografi ( atau &% biasa. 9amun dalam jumlah banyak perubahan patologi menjadi jelas setelah dilakukan thoracocitensis. &ariasi terjebaknya cairn dalam ruang thorak ergantung pada perubahan posisi dalam tubuh he#an yang agak sulit dibedakan secara radiologi biasa, seperti hydrothorak, hemothorak, chylothorak dan pyothorak. 3ontoh patologi pleura, seperti Penebalan pleura, neoplasia pleura.Pneumothorak ( udara bebas dalam cairan pleura akibat hilangnya !accum antara pleura !isceral dan pariental, sehingga paru paru collap oleh trauma ) PLEUROGRAFI 5edia kontras yang diinjeksi ke dalam ruang pleura sesekali digunakan untuk melihat ruang pleura dan struktur garis besarnya. 3airan pleura berarti cairan di dalam ruang pleura.

"leura yang sehat mempunyai lapisan jaringan fibrosa yang tipis, sehingga pleura sulit dikenal sebelum berkembang lebih luas, yaitu bila terjadinya penebalan yang membedakan udara dalam paru-paru dan costae. 7ontras pyelografi akan memperlihatkan dengan jelas permukaan pleura, karena bahn cairan yang beryodium akan menyeliputi pleura !isceral dan parietal dengan memperlihatkan garis opa)ue. "elarutan bahan kontra untuk pyelografi bukan suatu masalah yang berat dalam menge!aluasi suatu defect pleura, seperti pleuritis kronis, addhesi pleura atau carcinoma military.9amun pleurografi jangan dilakukan bila terbentuknya cairan berlebihan dalam pleura, sebaikanya dilakukan pleuracentesis dengan mengeluarkan kebanyakan cairan. "ersiapan pada pasien ' ;e#an dipuasakan ,0 jam sebelum dilakukan pleurografi. *nesthesia umum di butuhkan, namun pada pasien parah hanya dilakukan anesthesia local. "leurografi kontras dilakukan dengan cara teknik percutneus. emua bahan kontras cair akan beriritasi di njaringan pleura, maka lidocaine ditmbahkan kedalam larutan sebelum dilakukan injeksi. (okasi kateter di sebelah thorak kanan ( . inchi dari procecus spinosus dorsalis dari ruang intercostae !ertebrae thorachalis 2-@ ) 6arum infuse diinjeksi ( disisipkan ) dengan sudut 1-+= = ke arah dada. aat disuntikan kemiringan jarum datar ( flat ) dengan kulit, sehingga jarum mencapi pleura. 7miringan aka pararel dengan permukaan pleura. 7ateter yang disambungkan dengan jarum dialirkan suatu media kontras sampai beberapa saat, kemudian jarun dan kateter dicabut. ;e#an digulingkan dari satu sisi ke sisi lainnya melalui sternum, juga arah caudal dan cranial sampai media kontras terdistribusi ke dalam cairan pleura dan tinggalkan beberapa menit sebelum dipotret. 7emudian radiografi dilakukan terutama pada posisi lateral dan &%. 7omplikasi yang terjadi bila adany kegagalan dengan teknik kateterisasi. 6arum yang terlalu panjang$jauh menusuk kedalam ruang

pleura akan terjadi penetrasi media kontrsa ke dalam paru-paru dan intrapulmonum menyebabkan he#an batuk dan bangun. 9amun media kontras akan diabsorsi ke dalam paru-paru tanpa perubahan parenchyma permanent. (acerasi paru-paru dapat diikuti dengan pneumothorak, kerena sudut jarum idak sejajar dengan permukaan pleura. (acerasi pembuluh darah intercostae mengakibatkan hematoma. 4# EDIASTINU 5ediastinum adalah ruang diantara , saccus pleura. 5ediastinum terbagi atas . daerah yaitu cranial, middle dan caudal. 5ediastinum cranial di depan jantung, middle di bagianisi jantung dan caudal di belakang jantung. truktur mediastinum berupa density jaringan halus yang tidak dapat dibedakan dengan yang lain dalam keadaan normal. "osisi (ateral ' 5ediastinum cranial di daerah batas !entral !ena capa cranial, juga di sekitar lumen trachea. "osisi %& atau &% ' /atas kiri oleh arteri subcla!ia kiri dan batas kanan oleh !ena ca!a cranial. 7asusuklinik dari mediastinum adalah %isplasia mediastinum ( mediastinum hift) , 7arena peningkatan intrathoak atau penurunan tekann lain akibat neoplasi thorak, abdominal hernia yang mengakibatkan atelektase ( paru paru collaps menghasilkan daerah bstruksi bronchial ). "neumomediastinum ' rupture ( sobek ) dari esophagus, trachea intrathorak, bronchi atau bronchioli. Udara terjebak ke dalam daerah leher dan retroperitoneal. Umumnya terjadi emphysema subcutaneous, terlihat jelas pembuluh darah besar dalam mediastinum cranial dan esophagus. /atas jelas dinding trahea dan dorsal, juba udara jelas dalam aorta thorak.

DAFTAR 'A!AAN %<*A98 -<7 R*%<8(8AB 8C -;D %8A *9% 3*- . +@4@. 6.7. 7ealy. ?/ ounders 3o. E -he -horaxF. ;al +01 ,1. "R<93<"(D 8C &D-DR<9*RB R*%<8AR*C;<. +@G=. ? %ouglas and ;% ?illiamson. .rd ed. /aillier -indal part , ' E *tlas 8f "ositioningF, 3hapter H< ' E 3anine Radiography ' oft -issueF, 9o 0' E *bdomen E. ;al +G4 +@,. R*%<8AR*";<3 -D3;9<IUD <9 5*(( *9<5*( "R*3-< D. +@41. 6 ? -icer ?/ aunders 3o. ection << ' E *n *tlas of Radiographic "ositioning and -echini)ueF. 3hapter , E -horax ( "neumopericardigraphyJ 3ontrast "leurography J /ronchography in %og J *ngiocardiography E . ;al ,G1 ..0 -D3;9<IUD 8C &D-DR<9*RB R*%<8AR*";B. +@@. 6 " 5organ. 1th ed. <o#a state Uni!. "ress. E -he -horaxF. ;al ,G1 -..0 &D-DR<9*RB R*%<8(8AB <9-DR"RD-*-<89. +@4G. ? %ouglas and ; % ?illiamson. ;einemen &eterinary /ooks "art . ' E Radiology of oft -issuesF. 3hapter G ' E -he Respiratory ystemF. 3hapter @ ' E -he 3ardio &ascular ystem E ;al +01 +4@, ,=+ ,+..