Anda di halaman 1dari 51

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 BAHAN CETAK ELASTIS Bahan cetak dapat dikelompokkan sebagai reversible atau ireversible, berdasarkan cara bahan tersebut mengeras. Istilah reversible menunjukkan bahwa reaksi kimia telah terjadi, jadi bahan tidak dapat diubah kembali ke keadaan semula pada klinik dokter gigi. 2.1.1 HIDROKOLOID AGAR (HIDROKOLOID REVERSIBLE) Komposisi: komponen dasar bahan cetak hidrokoloid adalah agar, tetapi ini adalah bahan komponen utama berdasarkan berat. Agar adalah koloid hidrofilik organic (polisakarida) diekstrak dari rumput laut jenis tertentu. erupakan suatu ester sulfurik dari polimer linier galaktosa. !erdapat dalam konsentrasi "#$%&#, bergantung pada sifat bahan 'ang dimaksud. (andungan utama berdasarkan berat adalah air()"*#). Bahan modifikasi terdapat dalam jumlah sedikit, memberikan pengaruh cukup besar pada sifat bahan. +ejumlah kecil boraks ditambahkan untuk memperkuat gel. Ada kemungkinan terbentuk borat 'ang meningkatkan kekuatan atau kepadatan kerangka micelle dalam gel. ,ampir semua borat 'ang larut, baik orgaik maupun anorganik, menghasilkan efek 'ang sama. +a'angn'a, boraks juga merupakan retarder terbaik untuk pengerasan g'psum. (eberadaann'a pada bahan cetak hidrokoloid bersifat merugikan karena memperlambat pengerasan plaster atau stone 'ang dituang ke dalam cetakan agar. (andungan air dalam bahan cetak hidrokoloid juga menghambat pengerasan g'psum. Akibatn'a pemberian boraks akan lebih memperlambat pengerasan g'psum. -ntuk mengatasi efek air dan boraks,kalium sulfat ditambahkan karena bahan tersebut mempecepat pengerasan g'psum. Beberapa produk dagang, megandung sejumlah bahan pengisi untuk mengendalikan kekuatan, viskositas dan kekerasa, seperti 'ang dibahas sebelumn'a. Beberapa bahan pengisis 'ang digunakan antara lain tanah

diatoma, tanah liat , silica, malam, karet, dan serbuk kaku serupa. (andungan lain, seperti timol dan gliserin mungkin juga ditambahkan sebagai bakterisit dan bahan pembuat plastis. .igmen dan aroma juga bisa ditambahkan. Pros s G !"si: .engerasan hirokoloid reversible sering disebut gelasi, adalah proses menjadi padat. /eaksi tersebut dapat din'atakan dengan: +ol 0el

.erubahan fisik dari sol ke gel dan sebalikn'a dirangsang oleh perubahan temperature. 1amun, gel hidrokoloid tidak kembali ke bentuk sol pada temperatur 'ang sama ketika bahan tersebut menjadi padat. 0el harus dipanaskan pada temperature 'ang lebih tinggi, 'ang dikenal sebagai temperature li2uefaction (temperature leleh)(3* * $%***4) untuk mengembalikann'a pada keadaan sol. Bila didinginkan, bahan tersebut tetap dalam bentuk sol juga dibawah temperature pencairan. Bahan tersebut berubah menjadi gel antara 53* dan &** 4. !emperatur gelasi 'ang tetap tergantung pada beberapa faktor termasuk berat molekul, kemurnian agar, dan rasio agar terhadap komposisi lainn'a.!emperatur gelasi adalah penting.Bila temperatur terlalu tinggi, panas dari sol dapat melukai jaringan mulut, atau bila permukaan sol berubah ke bentuk gel begitu bahan tersebut berkontak dengan jaringan, tekanan permukaan 'ang tinggi dapat terbentuk. +ebalikn'a,bila temperatur gelasi terlalu dibawah temperature mulut, akan menjadi sulit atau tidak mungkin mendinginkan bahan tersebut secukupn'a untuk memperoleh gel 'ang kuat di dekat jaringan mulut. #"$ip%!"si& enggunakan bahan cetak hidrokoloid reversible mencakup 5 tahap

proses, 'aitu (%)mempersiapkan bahan sebelumn'a6 (7)preparasi tepat sebelum membuat cetakan6 dan (5)membuat cetakan. -ntuk ringkasan singkat proses tersebut, kita mulai dengan ken'ataan bahwa bahan tersebut dikemas dalam tube dan tetap sebagai gel pada temperature ruangan. !ahap pertama dalam menggunakan bahan adalah mencairkann'a dan men'impann'a dalam bentuk sol. +egera sebelum cetakan dibuat, sol ditempatkan dalam sendok cetak dan dipanaskan atau di kondisikan sehingga temperature bisa diterima oleh jaringan mulut. (emudian tahap ke tiga terjadi segera setelah cetakan dimasukkan pada jaringan mulut. .ada keadaan ini, bahan harus didinginkan sehingga

gelasi terjadi secara cepat. Air dialirkan melalui sendok cetak sampai bahan tersebut menjadi gel. +endok cetak kemudian dikeluarkan dari mulut dan cetakan diisi dengan bahan stone gigi. .roses menggunakan bahan hidrokoloid reversible cukup rumit, 'ang merupakan keurangan awal 'ang dengan cepat dapat di atasi begitu teknik mencetak dikuasai. P rsi"p"$ '"("$ & .eralatan 'ang tepat untuk melelehkan dan men'impan

bahan cetak agar adalah penting. !ersedia berbagai unit kondisioning untuk mempersiapkan dan men'impan hidrokoloid ini . ,idrokoloid biasan'a dikemas dalam 7 bentuk: semprit dan bahan sendok cetak, tube untuk mengisi sendok cetak berpendingin air dan cartridge untuk digunakan dalam semprit. +atu satun'a perbedaan bahan semprit dan sendok cetak adalah warna dan keenceran bahan semprit 'ang lebih besar. !ahap pertama adalah mengubah gel hidrokoloid menjadi sol. Air panas merupakan cara paling mudah untuk mencairkan bahan. Bahan sebaikn'a dipertahankan pada temperatur ini selama %* menit. +etelah dilelehkan, bahan bisa disimpan dalam keadaan sol sampai waktun'a diinjeksikan ke dalam preparasi kavitas atau di isikan ke sendok cetak. .en'impanan dilakukan pada unit kondisioning 'ang sekurang$kurangn'a terdiri dari 5 kompartmen6 pelelehan, pen'impanan dan pendinginan. Ko$)isio$i$* "+"% p $)i$*i$"$& (arena suhu &&*4 adalah temperature maksimal 'ang bisa ditolerir, temperature pen'impanan 8&*4 akan terlalu panas untuk jaringan rongga mulut, khususn'a untuk ketebalan bahan di sendok cetak. 9leh karena itu, bahan 'ang digunakan mengisi sendok cetak harus didinginkan atau di tempered. -ntuk tahap preparasi segera, sebuah tube sol hidrokoloid dikeluarkan dari kompartmen, diisikan ke sendok cetak, sepotong kasa diletakkan di atas bahan untuk menghilangkan efek imbibisi, lalu ditempatkan di kompartmen pendingin kira kira :& *4 selam 5$%* menit. # m'%"+ , +"-"$& !epat sebelum proses pendinginan bahan cetak terselesaikan, bahan semprit diambil langsung dari kompartemen pen'impanan dan diaplikasikan pada kavitas 'ang telah dipreparasi. ula$mula diaplikasikan pada dasar 'ang dipreparasi,

kemudian pada sisa bagian gigi 'ang dipreparasi. -jung semprit diletakkan dekat ke gigi, di bawah permukaan bahan semprit, untuk mencegah gelembung udara. .ada prosedur standar, begitu kavitas 'ang telah dipreparasi beserta gigin'a telah tertutup bahan cetak, bahan sendok cetak 'ang telah sempurna didinginkan, sekarang siap dimasukkan ke dalam mulut untuk membentuk cetakan rongga mulut. ;apisan luar sendok cetak hidrokoloid 'ang basah dibuang bersama kasa 'ang menutupi bahan sendok cetak. +endok cetak kemudian dibawa ke dalam posisin'a dan sedikit di tekan, serta ditahan pada tempatn'a secara pasif. !ekanan 'ang terlalu besar dapat menggeser letak sol pada gigi.

ALGINAT (HIDROKOLOID IREVERSIBLE) Alginic acid 'ang dibuat dari gangang laut coklat tertentu, adalah kapolimer anh'dro$<$d$mannuronic acid dan anh'dro$<$d$guluronic acid dengan sejumlah carbo='l acid group. +ifat material dasar alginat tergantung : >erajat polimerisasi /asio guluronin dan mannuraronin pada molekul polimer 0uluronin lebih ban'ak ?) kuat, gel brittle lemah dan gel elastis

annuraronin lebih ban'ak ?)

.ada pencampuran bubuk dengan air di dapatkan betuk sol, dimana alginat, garam kalsium dan fosfat mulai melarut. Si."+& %.,asil cetakan sangat detail 7.+ebelum setting tidak boleh digo'ang

5.(arena sifat elastisn'a,dapat mencetak undercut :.(urang stabil dalam pen'impanan karena penguapan &.(ompatibel dengan plaster@dental stone 8.!idak toksik dan tidak iritasi, rasa dan bau dapat diterima +etting time tergantung komposisi( mis: adan'a trisodium fosfat) dan temperatur pencampuran. Bubuk alginat tidak stabil pada pen'impanan karena kelembapan@kondisi lebih panas diatas temperatur ruang.

#"$ip%!"si & %.Aadah bubuk harus dikocok sebelum diguakan (supa'a isi bubuk merata) 7.Bubuk dan air diukur sesuai aturan pabrik 5.Biasan'a dipakai air dengan temperatur ruang (air .>A ) Ingin setting lebih cepat : pakai air dengan temperatur lebih panas Ingin lebih lambat : pakai air es /etensi pada sendok cetak di dapatkan dengan pemakaian sendok cetak berlubang :.Adonan diaduk dengan menekan kedinding bowl ( % menit) &.>ilepas dilepas dari jaringan mulut dengan sedikit sentakan untuk memastikan sifat elastisn'a, setelah 8 menit setelah tampak bentuk elastisn'a.

8.+etelah dilepas dari rongga mulut : 3.4uci dengan air dingin untuk menghilangkan saliva ".!utup dengan lap basah untuk mencegah penguapan B.>iisi secepat mungkin (maks 5* menit) Ap!i-"si &

-mumn'a tidak dipakai untuk mencetak inla' , mahkota dan jembatan Baik untuk digunakan prostetik dan ortodontik (estabilan dimensi alginat kurang dibandingakan elastomer

2.1.2 BAHAN CETAK ELASTO#ER Po!/s%!.i) (andungan dasar pasta polimer adalah merkaptan polifungsional atau polimer polisulfida dengan rumus struktur umum. .olimer linier ini mengandung C@D % mol# cabang untuk memberikan gugus merkaptan 'ang cukup sebagai tempat rantai berikatan silang. .olimer ini biasan'a berikatan dengan bahan oksida seperti timah dioksid. (arakteristik warna coklat pada polisulfida adalah akibat timah teroksidasi ini. +elama reaksi kondensasi timah dioksida dengan gugus +, polimer polisulfida, terjadi 7 fenomena (%) polimerisasi perpanjangan rantai dari reaksi dengan pusat gugus +,, dan (7) ikatan silang dari reaksi dengan rantai cabang gugus +,. (arena gugus kaitan han'a merupakan persentase kecil dari kelompok +, 'ang ada, awaln'a, reaksi polimerisasi menghasilkan perpanjangan rantai, 'ang men'ebabkan viskositas meningkat. /eaksi ikatan silang selanjutn'a mengikat rantai$rantai bersamaan membentuk jalinan 5 dimensi 'ang menjadikan terciptan'a sifat elastik pada bahan. Awal peningkatan viskositas mempengaruhi waktu kerja bahan dan merupakan suatu perubahan 'ang biasa dikenal oleh dokter gigi ketika menggunakan bahan ini. /eaksi pengerasan mulai pada saat awal pengadukan dan mencapai nilai maksimal segera

setelah pengadukan sempurna, pada tahap dimana jalinan sifat kelentingan mulai terjadi. +elama pengerasan akhir, terbentuk suatu bahan dengan elastisitas dan kekuatan cukup 'ang dapat dikeluarkan melalui undercut dengan mudah. /eaksi polimerisasi dari polimer polisulfida adalah eksotermik, ban'akn'a panas 'ang dihasilkan bergantung pada ban'akn'a jumlah bahan dan konsentrasi inisiator. (elembaban dan temperatur mempengaruhi jalann'a reaksi. (hususn'a, keadaan panas dan lembab dapat mempercepat pengerasan bahan cetak polisulfida. ,asil reaksi kondensasi dari bahan ini adalah air. ,ilangn'a molekul kecil dari bahan 'ang mengeras memiliki pengaruh 'ang n'ata pada kestabilan dimensi cetakan.

SI0AT %. Elastisitas +emakin lama bahan cetak di dalam mulut sebelum dikeluarkan, semakin besar ketepatann'a. >istorsi dapat diminimalkan karena sifat elastik dari bahan cetak karet ini. >eformasi elastik setelah peregangan 'ang terjadi pada bahan polisulfid lebih lambat pulih dibandingkan dengan 5 jenis bahan lainn'a. 7. /heologi .olisulfid adalah bahan cetak elastometrik 'ang paling sedikit kekakuann'a. 5. Energi robek .olisulfid mempun'ai ketahanan tertinggi terhadap robekan. :. (estabilan dimensional Bahan karet memiliki kestabilan dimensi lebih baik bila disimpan di udara terbuka dibandingkan bahan cetak hidrokoloid. 1amun, terbukti bahwa semua bahan mengalami perubahan dimensi dengan berlalun'a waktu dan perubahan seperti itu lebih besar terjadi

pada bahan cetak karet polisulfid dibandingkan dengan polieter dan elastomer silikon dengan polimerisasi tambahan. &. Biokompatibilitas (emungkinan reaksi alergi atau toksik dari bahan cetak dan komponen$komponenn'a adalah kecil. Barangkali masalah biokompatibilatas akibat elastomer 'ang paling cenderung dapat terjadi adalah bila sebagian bahan cetak tertinggal di sulkus gingiva. 8. .enanganan sendok cetak 4etakan polisulfid 'ang paling akurat dibuat dengan menggunakan sendok cetak perseorangan dari akrilik biasa (special@individual tra') untuk meminimalkan efek pengerutan polomerisasi. ,al ini berhubungan dengan meminimalkan jumlah bahan 'ang digunakan untuk membuat cetakan.

#ANIPULASI %. >engan panjang tertentu dari kedua pasta 'ang ditekan keluar dari tube kemasann'a pada lembaran pengaduk atau kaca pengaduk. (edua pasta ini diproduksi dalam viskositas bervariasi, dimana masing$masing dapat digabungkan dan dapat digunakan bersama. .asta 'ang mempun'ai viskositas rendah akan mencetak detail 'ang baik.

7. .asta katalis mula$mula dikumpulkan pada spatula tahan karat dan kemudian didistribusikan di atas pasta basis, dan diaduk di lembar pengadukan. assa 'ang diperoleh dikumpulkan dengan bilah spatula dan kembali diaduk merata. .roses tersebut terus dilanjutkan sampai pasta adukan berwarna seragam, tanpa garis warna basis atau katalis pada adukan. Bila adukan tidak homogen, proses pengerasan tidak akan berlangsung seragam, dan diperoleh hasil cetakan 'ang mengalami distorsi. anjuran pabrik selalu engikuti disarankan.

Bila bahan 'ang mengeras bergantung pada ban'akn'a regangan, begitu pula bahan 'ang

tidak mengeras. Bahan cetak polisulfid 'ang bersifat FmediumG dan Fheav'G amatlah kental dan lengket. +ebagai akibatn'a, pasta jenis tersebut menjadi sulit untuk diaduk. 1amun, bila tekanan diberikan secukupn'a dan pengadukan dilakukan dengan cepat, bahan tersebut akan terlihat lebih encer dan lebih mudah untuk ditangani. 0ejala ini dikenal sebagai FpseudoplastisitasG.

5. +etelah pengadukan, pasta mengalami polimerisasi secara lambat sampai proses pencetakan dalam mulut dimana proses polimerisasi akan dipercepat dengan adan'a peningkatan suhu dan kelembaban. -ntuk menjamin kesempurnaan polimerisasi, ketebalan bahan 'ang digunakan seharusn'a tidak melebihi 7$5 mm.

:. 4etakan tidak boleh dilepas dari mulut sampai sisa bahan 'ang ada pada mi=ing pad mengeras. .elepasan sendok cetak seharusn'a dilakukan dengan cepat untuk menjamin sifat elastis bahan dan dibiarkan selama 5* menit sebelum dilakukan pengisian dengan bahan model.

SETTING 0ugus H+, dapat dioksidasi oleh .b97, menghasilkan rantai +H+.

Ini berarti bahwa pasta polisulfida akan : %. .olimerisasi lebih lanjut, disebabkan oleh oksidasi gugus ujung H+,. 7. 4ross$link, disebabkan oleh oksida gugus H+, 'ang tergantung6 !elah ditunjukan bahwa elastomer membutuhkan sedikit cross$linking. .ersentase cross$linking tergantung pada nilai m dan n pada formula polisulfida di atas, 'aitu pada panjang awal rantai polisulfida.

#ODI0IKASI

%. +alah satu bahan untuk menghindari penggunaan .b97 ialah menggantin'a dengan suatu pereaksi organik seperti cumene h'dropero=ide atau t$but'l h'dropero=ide. Bahan ini mudah terbang sehingga hasil cetakan 'ang telah set dapat kontraksi disebabkan karena menguapn'a bahan tersebut.

7. Bahan polisulfida 'ang baru ditemukan menggantikan lead dioksida dengan Iinc karbonat@organic accelerator s'stem. >in'atakan bahwa bahan ini jauh lebih bersih untuk ditangani daripada polisulfida biasa.

BAHAN CETAK SILIKON KONDENSASI +usunan (imia. .olimer mengandung $$hydroxy$terminated polydimethyl siloxane (0ambar 3$8A)..olimerisasi kondensasi dari bahan ini mehbadcan reaksi dengan trifungsi dan tetrafungsi alkil silikat, biasan'a tetraetil orthosilikat, dengan adan'a rantai oktoat mengandung timah (+nJ43,%&499K7). /eaksi ini dapat terjadi pada temperatur rata$rata6 jadi bahan ini sering disebut silikon vulkanisasi temperatur ruangan (/!L). /ata$rata rantai polimer /!L mengandung sekitar %*** unit. .embentukan elastomer terjadi melalui ikatan silang antara kelompok terminal dari polimer silikon dan alkil silikat untuk membentuk jalinan kerja 5 dimensi. Etil alkohol adalah produk samping reaksi pengerasan kondensasi. .enguapan etil alkohol, selanjutn'a barangkah ikut diperhitungkan dalam besarn'a kontraksi 'ang terjadi pada karet silikon 'ang mengeras. .erkembangan bidang kimia dari reaksi ikatan silang, menghasilkan bahan silikon dengan reaksi tambahan, 'ang akan dibahas dalam bagi. selanjutn'a. (euntungan dari silikon 'ang lebih baru secara n'ata men'ebabkan penurunan penggunaan bahan cetak silikon dengan polimerisasi kondensasi. eskipun demikian, informasi dalam bagian mengenai bahan cetak silikon asli ini berguna karena merupakan tahap awal untuk diskusi selanjutn'a, 'aitu silikon dengan reaksi tambahan.

Komposisi. (Bahan cetak silikon kondensasi dikemas sebagai pasta basis dan suatu pasta katalis atau cairan dengan kekentalan rendah) ((arena polimer silikon merupakan suatu cairan) silikon koloidal atau logam oksida ukuran mikro ditambahkan sebagai pengisi untuk membentuk suatu pasta (.emilihan dan penanganan awal dari filter tersebut amatlah penting karena silikon memiliki tingkat energi kohesif 'ang rendah dan, karena itu, memiliki intera antar molekul 'ang lemah). (+eringkali partikel pengisi terpisah dari polimer, dan, bahan 'ang dicampur nampak seperti 7 komponen). (.engaruh pengisi terhadap kekuatan adalah hal 'ang lebih panting untuk suatu lastomer silikon dibandingkan untuk bahan cetak lainn'a, seperti dibahas dalam bagian selanjutn'a mengenai kestabilan dimensi), (-kuran partikel harus dalam kisaran optimal &$%* Mm. .artikel 'ang lebih kecil cenderung untuk berkumpul bersama$sama tetapi partikel 'ang lebih besar tidak berperan untuk memperkuat. .artikel seringkali diterapi untuk mendapat kecocokan 'ang lebih baik dan memperkuat karet silikon. Bahan dengan kekentalan tinggi, biasa disebut Nputt'N (seperti dempul), dikembangkan untuk mengatur pengerutan polimerisasi 'ang besar dari bahan cetak silikon kondensasi, Bahan Nputt'N ini mengandung pengisi cukup ban'ak sehingga polimer 'ang ada menjadi lebih sedikit dan pengerutan polimerisasin'a juga lebih kecil. (arena bahan memiliki konsentrasi partikel pengisi 'ang lebih besar, sifat bahan cetak terpengaruh oleh sifat.bahan pengisi, suatu gejala 'ang dikenal sebagai Nhukum pencampuranN. Oadi, ekspansi termal. keseluruhan lebih sedikit dibandingkan polimer karena partikel pengisi memiliki koefisien. ekspansi termal 'ang lebih kecil. Efek dari hukum pencampuran ini juga terjadi pada semua bahan dengan ban'ak komponen. Efekn'a lebih menonjol bila ban'akn'a komponen tambahan cukup tinggi seperti bahan putt' tersebut. Bahan putt' biasan'a digunakan sebagai bahan sendok cetak bersamaan dengan silikon 'ang memiliki kekentalan rendah. !eknik dan rincian sifat elastomer ini dibahas kemudian dalam bab ini. .olimer ini tidak memiliki karakteristik warna seperti warna coklat dari timah dioksida 'ang digunakan dalam polisulfida. (ondensasi bahan pasta silikon dan putt' dapat dibuat dalam berbagai jenis warna. ( erah muda pastel, biru, hijau dan ungu adalah warna 'ang sering ditemukan) asing$masing pabrik men'ediakan bahan dalam

beberapa warna 'ang berbeda sesuai dengan kekentalann'a. Beberapa jenis pewarna atau pigmen organik digunakan untuk memberikan warna. .ilihan produk bahan bergantung pada sistem, sifat 'ang diinginkan dan pabrik pembuat. #"$ip%!"si (+ilikon kondensasi dikemas dalam pasta basis dan cairan katalis atau reaktor) .anjang basis 'ang sesuai dikeluarkan dari dalam tube pada permukaan lembar pengaduk (emudian, satu tetes cairan katalis ditambahkan untuk tiap unit panjang basis. (Bahan ini agak sulit diaduk karena perbedaan kekentalan dari 7 kompone) (namun, perbedaan warna kedua komponen memberikan petunjuk visual seperti bagaimana keduan'a tercampur sempurna, misaln'a suatu campuran homogen memiliki warna 'ang seragam) Bahan putt' dikemas sebagai pasta 'ang amat kental dan suatu cairan aselerator. (arena, bahan putt' begitu kental, bahan tersebut dikemas dalam toples bukan dalam tube dan ditakar volumen'a menggunakan sendok penakar. Instruksi pabrik menunjukkan berapa tetes aselerator 'ang diperlukan untuk setiap sendok. +ekali lagi, untuk menghasilkan bahan 'ang teraduk sempurna adalah tidak mudah ketika putt' dan cairan 'ang mengandung min'ak dicampur6 jadi, beberapa pabrik memperkenalkan sistem 7 pasta putt'. >engm sistem manapun, teknik pencampuran terbaik adalah meremas bahan tersebut dengan jari. eskipun demikian hal inipun tidak lepas dari masalah karena beberapa sarung tangan lateks 'ang digunakan mengandung komponen sulfur 'ang menghambat pengerasan bahan putt'. -ntuk alasan 'ang sama, sebagian isolator karet 'ang terbuat dari lateks juga menghambat pengerasan bahan cetak ini. 1"-+% K r2" )"$ P $* r"s"$. (.erbandingan, waktu kerja dan pengerasan dapat dilihat dalam !abel 3$%. +eperti waktu 'ang terlihat dalam tabel, temperatur memiliki pengaruh n'ata terhadap kecepatan proses pengerasan dari bahan cetak silikon kondensasi. ( endinginkan bahan atau mengadukn'a pads permukaan dingin memperlambat proses reaksi.). engubah perbandingan basis dan katalis adalah metode lain 'ang efektif dan praktis dalam mengubah kecepatan pengerasan bahan cetak ini. Bila perbandingan basis terhadap katalis dimodifikasi, lebih bijaksana bila waktu pengerasan dari rasio barn tersebut diuji dahulu sebelum digunakan pads pasien. !idak ada 'ang

lebih sulit dibersihkan daripada bahan cetak 'ang 'ang tidak mengeras sempurna pads gigi$geligi. E!"s+isi+"s. (+ifat elastis bahan cetak silikon kondensasi lebih ideal dibandingkan polisulfid.) (Bahan cetak, ini menunjukkan deformasi permanen minimal dan dapat kembali ke bentuk semula dengan cepat bila diregangkan) +eperti polisulfid, bahan ini tidak terlalu kaku sehingga tidak sulit mengeluarkann'a dari underkut tanpa men'ebabkan distorsi. R( o!o*i. (arakteristik viskoelastik bahan ini menunjukkan bahwa bahan tersebut dapat memberikan respons, elastik (melenting seperti pegas) atau seperti cairan kental 'ang mudah mengalami deformasi permanen (tidak pernah kembali ke tempat 'ang tepat sama, seperti bercak kotor). Bahan ini cenderung bereaksi sebagai suatu elastik bila diregangkan dengan cepat6 jadi cetakan harus dikeluarkan dengan cepat sehingga deformasi 'ang terjadi adalah elastik dan dapat kembali ke bentuk semula. /egangan 'ang diperlama dengan mengeluarkan cetakan perlahan$lahan meningkatkan kesempatan terjadin'a deformasi permanen karena rantai polimer bereaksi dalam cars seperti cairan kental. (eban'akan konsistensi bahan kondensasi adalah putty dan bahan wash. Bahan putty merupakan bahan dengan kekentalan amat tinggi. Bahan wash adalah setara dengan light bod' atau bahan dalam semprit. Infon$nasi terperinci akan dibahas dalam bagian penanganan. E$ r*i Ro' -. (etahanan robek untuk bahan cetak silikon kondensasi adalah rendah. eskipunbahan tersebut tidak mudah robek seperti alginat atau agar hidrokoloid, bahan tersebut harus ditangani hati$hati untuk mencegah rusakn'a bagian tepi preparasi mahkota tiruan. +ensitivitas terhadap regangan 'ang dijelaskan untuk bahan polisulfid juga merupakan faktor pengendah untuk silikon kondensasi. dengan cepat begitu seal udara dibuka. S+"'i!i+"s Dim $si. .engerutan polimerisasi 'afig berlebihan dari silikon kondensasi memerlukan suatu modifikasi teknik pembuatan cetakan supa'a emberikan ga's secara cepat menjamin ketahanan, robek tertinggi, jadi penting untuk mengeluarkan cetakan

menghasilkan cetakan 'ang akurat. !idak seperti teknik pengadukan multipel$sendok cetak 'ang dianjurkan untuk polisulfid, teknik putty-wash digunakan untuk silikon kondensasi. !eknik ini dapat mengimbangi kestabilan dimensi 'ang buruk dari bahan ini. Ban'akn'a kontraksi linier adalah lebih dari 7$: kali dibandingkan dengan bahan cetak lainn'a (lihat 0ambar 3$5). +ebagai tambahan dari besarn'a pengerutan ketika mengeras, ketidakstabilan dimensi juga disebabkan oleh penguapan produk reaksi, 'aitu etil alkohol. .olisulfid mengalami polimerisasi kondensasi, tetapi hasil reaksi 'aitu air, merupakan molekul 'ang relatif kecil, jadi, kehilangan molekul ini efekn'a lebih kedl dibandingkan dengan kehilangan molekul alkohol 'ang lebih besar pada reaksi silikon kondensasi. (arena reaksi polimerisasi berlanjut meskipun bahan telah Nmengeras secara klinisN, pengerutan polimerisasi terns berlanjut. +ekali cetakan dikeluarkan dari dalam mulut, penguapan dari reaksi produk samping terjadi berkelanjutan. Oadi, model 'ang paling akurat diperoleh dengan mengisi cetakan menggunakan gypsum stone langsung setelah cetakan dikeluarkan dari mulut. !angsungN dapat didefinisikan sebagai dalam 5* merit pertama, meskipun digunakan teknik putty-wash. Bio-omp"+i'i!i+"s. +ilikon adalah salah satu bahan 'ang paling dapat diterima secara biologis. Oadi, amat tidak mungkin bahan cetak kondensasi silikon men'ebabkan masalah biokompatibilitas (lihat 0ambar 3$:). +alah satu baha'a seperti 'ang didiskusikan pads bahan polisulfid, adalah kemungkinan tertinggaln'a bahan 'ang robek pads sulkus gingiva. (arena bahan silikon tidak radiopak, sulit dideteksi adan'a robekan bahan cetak. +ering kali peradangan gingiva 'ang men'ertai adan'abenda asingN ini diduga akibat iritasi. Pr p"r"si *i*i "+"% s m $+"si r s+or"si. .emeriksaan visual secara hati$hati pada cetakan untuk melihat adan'a sobekan diperlukan untuk menjamin bahwa detail 'ang diperlukan telah tercetak semua. Bila adan'a robekan terdeteksi selama pemeriksaan ini, klinisi harus langsung memeriksa jaringan mulut dan mengeluarkan sisa cetakan. L"m" P $/imp"$"$. Alkil silikat sedikit tidak stabil, khususn'a bila dicampur dengan komponen timah untuk membentuk cairan katalis tunggal. Oadi, lama pen'impanan menjadi terbatas karena oksidasi komponen timah dalam katalis. (egagalan

pen'impanan mungkin jugs terjadi sebagai akibat degradasi basis atau sating keterkaitan dari komponen basis selama pen'impanan. !ujuan pabrik pembuat adalah untuk mencapai jalan tengah dalam konflik pers'aratan seperti kestabilan, lama pen'impanati, kecepatan proses pengeluaran dan sifat fisik 'ang prima. P $"$*"$"$ S $)o- C +"-. (arena digunakan teknik putty-wash untuk membuat cetakan silikon kondensasi, sendok cetak perseorangan 'ang dipakai untuk bahan polisulfid tidaklah diperlukan. (eban'akan klinisi menggunakan sendok cetak biasa sekali pakai untuk memegang bahan putty. eskipun untuk bahan 'ang amat kaku seperti ini, sendok cetak hares cukup kuat untuk menahan distorsi. -ntuk menahan bahan pads tempatn'a, sendok cetak dilumuri dengan perekat 'ang dikemas oleh pabrik. (arena bahan keluar melebi tepi sendok cetak, dianjurkan pula untuk melumuri adhesif pada tepi luar sendok cetak untuk memaksimalkan retensi. -ntuk bahan silikon, adhesif mungkin mengandung bahan pol'dimeth'l silo=ane atau silikon lain 'ang bereaksi dengan bahan cetak dan etil silikat untuk menciptakan ikatan fisik dengan sendok cetak. T -$i- P $"$*"$"$. seperti dibahas sebelumn'a, teknik putty-wash seringkali digunakan untuk membuat cetakan silikon kondensasi. ula$mula bahan putt' 'ang tebal ditempatkan pads sendok cetak biasa, dan dibuat cetakan awal. ,asiln'a adalah sendok cetak perseorangan dari bahan putty. /uangan untuk bahan 'ang lebih encer (light body atau wash) disediakan dengan membuangNsebagian cetakan putty atau dengan menggunakan lembaran polietilen tipis sebagai pen'edia ruangan antara bahan putty dan gigi 'ang dipreparasi +etelah pen'edia ruangan tersebut diangkat, suatu campuran bahan NwashN dengan konsistensi encer ditempatkan pads cetakan putty, dan kemudian Nputt'$ washN kembah dimasukkan ke dalam mulut untuk membuat cetakan akhir. disebut sebagai teknik putty-wash 2 tahap atau teknik reline. -ntuk dapat mereproduksi sudut 'ang tajam pads preparasi kavitas dengan tepat, Bering kali perlu digunakan semprit, dimana bahan NwashN disuntikkan ke dalam dan pads permukaan preparasi. -ntuk produk tertentu, silikon kondensasi 'ang digunakan untuk bahanNwashN atau cetakan akhir adalah bahan dalam semprit atau light bod' buatan pabrik. +uatu alternatif dari prosedur 7 tahap ini adalah dengan men'untikkan bahan wash ke dalam kavitas preparasi, kemudian memasukkan bahan putty 'ang belum mengeras di etode ini

atas bahan wash tersebut. +atu kendala dalam mengkombinasikan tahap wash dan putt' adalah bahwa bahan dengan kekentalan 'ang lebih tinggi mungkin menggeser bahan wash 'ang lebih cair. Bila hal ini terjadi, daerah kritis dari preparasi kavitas mungkin tercetak dengan bahan putty, bukan bahan wash, padahal bahan putty tersebut terlalu kental untuk dapat mencetak detail 'ang diperlukan. Begitu pabrik$pabrik mulai membuat bahan putty 'ang semakin keras untuk menghindari distorsi 'ang dapat terjadi dengan sendok cetak biasa sekali pakai, distorsi jenis lain menjadi nampak. Bila klinisi meletakkan cetakan putty dengan tekanan terlalu besar, atau menahan cetakan ditempatn'a dengan tekanan berlebihan, cetakan dapat terkompresi. 4etakan 'ang terkompresi menghasilkan die 'ang terlalu pendek dan lebar (lihat 0ambar 3$&), Berta hasil cor 'ang dibuat dari die ini tidaklah akurat, karena tidak dapat masuk dengan sempurna. 0ejala ini serupa dengan distorsi 'ang terjadi ketika cetakan polisulfid akan dimasukkan kembali ke dalam mulut untuk NmemperbaikiN daerah dengan detail 'ang tidak tercetak. >engan teknik putty-wash 7 tahap, jelas bahwa tekanan berlebihan menghasilkan cetakan 'ang tidak akurat dimensin'a. Apa 'ang tidak jelas terlihat adalah distorsi serupa dapat terjadi bila cetakan dibuat dengan menggunakan teknik kombinasi. Begitu mulai mengeras, bahan putty dengan cepat membentuk kekentalan dan elastisitas (kekerasan). .enelitian akhir$akhir ini mengenai keakuratan teknik ini dibandingkan teknik semprit$sendok cetak (adukan ganda) telah memancing kontroversi. (ekerasan bahan pads saat cetakan dimasukkan mempengaruhi keakuratan. Bila bahan telah mengeras mencapai suatu titik dimana sifat elastik telah tercapai, deformasi elastik akan terjadi bila cetakan dimasukkan. .ada pengeluaran cetakan dari mulut, deformasi tersebut kembali ke bentuk semula, dan akan diperoleh die 'ang lebih kecil. Idealn'a, tiap produk dagang memiliki waktu kerja optimal. eskipun bahan cetak putt' diletakkan pads waktu kerja optimal, tetap ada kemungkinan bahan tertekan secara elastik atau berubah bentuk. Prekuensi distorsi 'ang dihubungkan dengan kekerasan bahan pads saat cetakan dimasukkan men'ebabkan bahan putt'$wash mulai ditinggalkan. .engadukan basis dan aselerator untuk mendapat bahan dengan konsistensi dempul mungkin mina$mina nampak aneh. Beberapa klinisi lebih suka mencampur caftan aselerator ke dalam bahan putt' dengan pengadukan pertama$tama pads lembar adukan,

kemudian men'empurnakan proses tersebut dengan peremasan menggunakan jari$jari tangan. Bahan sendok cetak amat kental (heavy body), dan bahan encer dalam semprit (light body), dapat digunakan untuk membuat cetakan silikon kondensasi menggunakan teknik. adukan multipel 'ang digambarkan untuk polisulfid. Pro )"$ Ko$+r" B"("$ Si!i-o$ Ko$) $s"si )i'"$)i$*-"$ ) $*"$ Po!is%!.i) . (euntungan dan kerugian bahan cetak polisulfid telah dibahas sebelumn'a. +ilikon kondensasi dibandingkan dan dibedakan dengan bahan polisulfid pads !abel 3$5. D si$. -si C +"-"$. 4etakan silikon kondensasi dapat dicelup dalam larutan antimikroba 'ang ban'ak diperdagangkan untuk periode waktu 'ang pendek (kurang dari % jam) tanpa mengalami efek negatif apapun. P m'%"+"$ Di S+o$ . +eperti ditulis sebelumn'a, die stone harus dibuat secepat mungkin setelah cetakan dikeluarkan dari mulut untuk mencegah distorsi cetakan. -mumn'a silikon kondensasi dapat menerima semua produk gipsum. TABEL 3456 K %$+%$*"$ )"$ Kr%*i"$ B"("$ Ko$) $s"si Si!i-o$ Di'"$)i$*-"$ ) $*"$ B"("$ Po!is%!.i) K %$+%$*"$ !erasedia waktu kerja dan K r%*i"$ waktu 4ukup akurat bila langsung dituang dan tidak (estabilan dimensi buruk Berpotensi terhadap distrosi

pengerasan 'ang cukup Aroma men'enangkan

menimbulkan bercak emiliki ketahanan robek 'ang cukup emiliki sifat elastis 'ang lebih baik ketika dikeluarkan >istrosi lebih sedikit ketika dikeluarkan

'ang n'ata etode putty-wash adalah

teknik 'ang sensitif +edikit lebih mahal ;ama pen'impanan buruk$

sedang

odifikasi. +eperti disebutkan sebelumn'a, modifikasi utama bahan cetak silikon kondensasi adalah perubahan dalam mekanisme pengerasan. odifikasi ini membawa terbentukn'a keluarga barn bahan cetak, 'aitu silikon dengan reaksi tambahan.

BAHAN

CETAK

SILIKON

DENGAN

REAKSI

TA#BAHAN

(VIN7L

POL7SILO8ANE) S%s%$"$ -imi". +ilikon tambahan seringkali disebut bahan cetak

polyvinylsiloxane atau vinyl polysiloxane. (ebalikan dengan silikon kondensasi, polimer reaksi tambahan berujung kelompok vinil dan berkaitan dengan kelompok hidrid, diaktifkan oleh katalis garam platinum 0ambar 3$" menggambarkan reaksi tambahan. !idak ada produk samping selama proporsi 'ang tepat antara silikon vinil dan silikon hidrid dipertahankan dan tidak ada gangguan. Bila proporsi tidak seimbang atau terdapat gangguan, reaksi sampingan akan menghasilkan gas hidrogen. Baik kelembaban maupun kotoran polimerik seperti residu kelompok silanol, akan bereaksi dengan hidrid polimer basis dan menghasilkan pembentukan gas hidrogen. eskipun secara teknik bukan produk reaksi sampingan, gas hidrogen 'ang muncul dari bahan 'ang mengeras dapat menimbulkan gelembung kecil pads model stone 'ang langsung dibuat setelah cetakan dikeluarkan dari mulut. .abrik pembuat seringkali menambahkan logam mulia, seperti platinum atau paladium, untuk bertindak sebagai pembersih gas hidrogen 'ang dikeluarkan. 4ara lain untuk mengatasi gas hidrogen adalah menunggu. % jam atau lebih lama lagi sebelum menuang cetakan. .enundaan ini tidak men'ebabkan perubahan dimensi 'ang terlihat secara klinis. Komposisi. Baik pasta basis dan katalis mengandung bentuk vinil silikon. .asta basis mengandung polymethyl hidrogen siloxane, serta pre$polimer silo=an lain. .asta

katalis mengandung divinyl polydimethyl siloxane dan pre$polimer silo=an lain. Bila pasta NkatalisN mengandung aktivator garam platinum, berarti pasta 'ang berlabel NbasisN harus mengandung hibrid silikon. Bahan retarder mungkin jugs terdapat dalam pasta 'ang mengandung katalis platinum. (edua pasta mengandung bahan pengisi.+atu kerugian bahan cetak silikon adalah sifat hidrofobik. -ntuk mengatasi kerugian serius ini, pabrik membuat silikon dengan reaksi tambahan lebih hidrofilik (Nsuka airN). -ntuk mengembalikan permukaan dari cetakan hidrofilik, bahan permukaan (surfaktan) ditambahkan pada pasta. Bahan permukaan ini memungkinkan bahan cetak membasahi jaringan lunak lebih baik dan dapat diisi dengan stone secara lebih efektif. Bahan ini masih memerlukan lingkungan kering, tapi dapat mereproduksi permukaan jaringan lunak lebih baik. .engisian cetakan 'ang mengeras lebih$mudah.$ karena stone basah memiliki afinitas 'ang lebih besar untuk permukaan hidrofilik. Ini merupakan keuntungan terbesar dari penambahan hidrofilik 'ang dimasukkan dalam vin'l pol'silo=ane. +ebelumn'a diperca'a bahwa bahan kimia 'ang digunakan untuk menangani jaringan lunak dan gigi 'ang berdekatan dengan preparasi memperlambat polimerisasi vin'l pol'silo=ane hidrofilik, khususn'a bila bahan kimia mengandung sulfur (seperti alumunium sulfat). .enelitian barn menunjukkan bahwa bahan kimia ini, 'ang biasa digunakan untuk mengendalikan perdarahan dan memperlebar sulkus, tidak memperlambat pengerasan cetakan vinyl polysiloxane. >istorsi atau ketidakteraturan pada tepi cetakan mungkin disebabkan oleh kelembaban 'ang tidak terdeteksi pada daerah 'ang hendak dicetak. (ontaminasi sulfur dari sarung tangan lateks alamiah menghambat pengerasan bahan cetak silikon tambahan. Beberapa sarung tangan vinil memiliki efek 'ang sama karena pengenclah kestabilan mengandung sulfur 'ang digunakan dalam proses pembuatan sarung tangan tertentu. (ontaminasi tersebut begitu kuat sehingga men'entuh gigi dengan sarung tangan sebeluni memasukkan bahan cetak dapat menghambat pengerasan permukaan kritis dekat gigi. ,ambatan tersebut menghasilkan distorsi 'ang cukup besar.

#"$ip%!"si. Lin'l pol'silo=ane encer dan agak kental dikemas dalam 7 pasta, sementara bahan putt' dikemas dalam 7 toples 'ang terdiri atas bahan basis dengan kekentalan tinggi dan bahan katalis. (arena baik basis dan katalis mengandung bahan serupa, kedua bahan ini memiliki kekentalan 'ang hampir sama. Oadi, bahan tersebut lebih mudah diaduk dibandingkan dengan silikon kondensasi. (esamaan konsistensi pasta clan sifat menipis dengan tarikan, membuat bahan cetak vin'l pol'silo=ane cocok untuk digunakan dengan alat otomatis ketika melakukan pengadukan dan pengambilan bahan. 4ontoh alat otomatis tersebut terlihat dalam 0ambar 3$B. -mumn'a digunakan untuk bahan dengan kekentalan rendah dan sedang, tetapi bahan Nheav' bod'N dan putt' telah dimodifikasi untuk menggunakan alat pengaduk otomatis. Alat ini memiliki keunggulan tertentu dibandingkan dengan pengadukan dan pengambilan bahan dengan menggunakan tangan. >engan menggunakan alat mekanis tersebut, terdapat keseragaman dalam membagi dan mengaduk bahan, semakin kecil kemungkinan masukn'a udara ke dalam adukan, serta waktu pengadukan menjadi lebih singkat. Ougs kemungkinan kontaminasi bahan menjadi lebih sedikit. Bahan cetak 'ang telah teraduk dimasukkan langsung ke dalam senclok cetak 'ang telah dilapisi adhesif atau pada gigi 'ang telah dipreparasi bila ujung semprit telah terpasang. .iranti dasar pengaduk otomatis 'ang dijual oleh berbagai pabrik dapat ditukar$ tukar, tetapi ujung pengaduk spiral ganda tidak dapat dipertukarkan. -jung tersebut bervariasi dalam diameter, panjang, dan barang kali 'ang lebih penting dalam jumlah unit spiral pada ujung tersebut. +emakin ban'ak unit memberikan pengadukan 'ang lebih cepat. Oadi, suatu bahan cetak 'ang teraduk merata dalam unit %5 spiral mungkin tidak cukup teraduk dalam ujung %% spiral. ,al 'ang perlu diperhatikan dalam menggunakan alat pengaduk otomatis ini adalah memastikan bahwa tutup tube 'ang mengandung pasta tetap terbuka. +eringkali perbeclaan warns dari kedua pasta begitu sedikit sehingga sulit menentukan secara visual apakah ban'akn'a jumlah basis dan katalis telah teraduk merata. asalah dapat dihindari bila sejumlah kecil bahan clikeluarkan dari catridge sebelum ujung pengaduk dipasang.

!idak adan'a perbedaan warna juga mempersulit upa'a memastikan bahwa adukan telah homogen. dengan tepat. +eperti disebutkan sebelumn'a, beberapa bahan putt' dapat diaduk secara otomatis, dan beberapa dikemas dalam suatu toples dengan penakaran jumlah pemakaian berdasarkan volume. Awaln'a, aplikasi teknik putt'$wash dari vin'l silo=ane amatlah populer6 namun, kecenderungan akhir$akhir ini tidak men'arankan teknik pencetakan tersebut. Bahan cetak viskositas tunggal atau monofase menjadi lebih populer. Bahan ini dikemas dalam 7 komponen, 'aitu basis dan katalis. .erbedaann'a adalah bahwa satu adukan dapat digunakan baik untuk bahan semprit maupun sendok cetak. Bila digunakan bersama dengan alat pengaduk otomatis, bahan monofase lebih men'enangkan untuk praktisi. 1"-+% K r2" )"$ P $* r"s"$. (ebalika dengan silikon kondensasi, laman'a pengerasan silikon tambahan nampak lebih sensitif terhadap temperatur daripada polisulfid (lihat tabel 3$%). Aaktu kerja dan pengerasan dapat diperpanjang (sampai %**#) dengan penambahan retarder 'ang dipasok oleh masing$masing pabrik dan dengan pendinginan alas pengaduk +ilikon tambahan juga dapat disimpan di lemari es sebelum digunakan. .endinginan ini memiliki sedikit pen aruh pada kekentalan. Begitu bahan cetak masuk ke dalam mulut, bahan tersebut dengan cepat menghangat dan waktu pengerasan tidak lebih panjang dibanding bila digunakan retarder kimia. /etarder tidak eskipun demikian, penelitian dengan bahan pengaduk otomatis telah menunjukkan bahwa adukan sudah cukup baik bila alat tersebut dipergunakan

praktis dengan alat pengaduk otomatis. 1amun, karena pengaduk otomatis mempercepat tahap persiapan, efek akhirn'a adalah waktu kerja menjadi lebih panjang tanpa menurunkan waktu pengerasan. (emudahan dan kecepatan pemindahan bahan ke dalam mulut telah menciptakan tuntutan terhadap bahan dengan waktu pengerasan 'ang lebih pendek. Beberapa pabrik menjual bahan vinyl polysiloxane 'ang cepat mengeras bersama dengan 'ang waktu pengerasann'a biasa. -ji sifat menunjukkan sedikit perbedaan antara bahan dengan pengerasan cepat dan bahan 'ang mengeras lebih lambat. E!"s+isi+"s. Bahan cetak vinyl polysiloxane merupakan bahan bersifat elastik paling ideal 'ang ada selama ini. >istorsi ketika mengeluarkan melalui underkut umumn'a tidak teria:l, karena bahan ini mempun'ai nilai regangan dalam tarikan terendah (distorsi permanent. +ifat elastik 'ang sangat baik menimbulkan masalah dimana bahan putty 'ang kental main membentuk respons elastik sementara masih dalam tahap waktu kerja. Bila bahan ditekm secara elastik selama mencetak, distorsi dapat terjadi sewaktu bahan secara elastik menjadi ken'al. Bagi keban'akan bahan ini, kekerasan sebanding dengan konsistensi bahan misaln'a, bahan putty keras, tetapi bahan 'ang lebih encer cukup fleksibel. (ecuali, bahan hidrofilik satu tahap 'ang lebih bare dimana bahan tersebut amat keras dan ditangani seperti bahan cetak polieter tradisional. R( o!o*i. +ebagai salah satu bahan cetak 'ang paling men'erupai plastik (pseudoplastik), efek peningkatan regangan pada bahan 'ang belum mengeras amatlah menonjol untuk vinyl polysiloxane. (etidak sesuaian 'ang cukup besar antara sifat aliran bahan di bawah tekanan 'ang kuat, seperti selama pen'untikan bahan, dan tekanan ringan, seperti ketika sedang mencetak, telah memungkinkan pabrik pembuat memasarkan bahan satu tahap. +ekali pengadukan dari bahan berkekentalan sedang ini dapat digunakan untuk mencatat detail halus serta sejumlah struktur mulut. (etika disuntikkan, bahan ini mudah mengalir dan mempertahankan bentukn'a ketika dimasukkan ke sendok cetak. >engan bahan Nfase tunggalN ini untuk penggunaan suntikan dan dengan sendok cetak, pertimbangan utaman'a adalah kekentalan. Beberapa peneliti merancukan gejala pseudoplastik dengan sifat rheologi 'ang disebut thixotropisme. (ecap adalah contoh bahan thi=otropik, bahan tersebut tidak mengalir sampai diberikan energi 'ang cukup (dengan menggo'angkan botol beberapa

kali) untuk mengatasi tekanan luluh. >i atas titik ini, bahan tersebut amat encer (semua kecap langsung keluar). .abrik pembuat telah mengembangkan bahan cetak dengan sifat thi=otropik sehingga bahan tersebut tetap pada tempatn'a, baik 'ang disuntikkan ke dalam mulut maupun 'ang dimasukkan ke dalam sendok cetak. (arakteristik ini amat penting, tetapi berbeda dengan sifat pseudoplastik elastomer 'ang menipis ketika digeser. E$ r*i So' -. (etahanan terhadap sobekan adalah cukup, serupa dengan silikon kondensasi. Bila tidak ditangani dengan benar, bahan ini akan sobek, bukan meregang seperti polisulfid. Bahan amat viskoelastik, sehingga dengan menggunakan suatu regangan cepat dihasilkan respons elastik, dan vinyl polysiloxane cenderung lebih sedikit kecenderungan sobekn'a. ,an'a sedikit bahan seperti E=press dan /apid, 'ang telah dimodifikasi oleh pabrik pembuatn'a sehingga kurang radiolusen dan lebih dapat dideteksi secara radiografis. Kestabilan Dimensi. Bahan cetak vinyl polysiloxane adalah 'ang paling stabil. dimensin'a dibandingkan semua bahan 'ang ada. !idak ada penguapan produk hasil reaksi samping 'ang men'ebabkan pengerutan bahan. (.erhatikan bahwa gas hidrogen bukanlah suatu produk reaksi samping 'ang sejati). Bahan 'ang mengeras, secara klinis hampir mengalami proses reaksi sempuma, sehingga sedikit sekali residu polimerisasi 'ang menghasilkan perubahan dimensi. .erubahan dimensi umumn'a berasal dari pengerutan termal begitu bahan mendingin dari temperatur mulut ke temperatur ruangan (lihat 0ambar 3$5). (estabilan 'ang tidak biasa ini berarti cetakan tidak harus langsung diisi stone. (en'ataann'a, cetakan ini seringkali dikirim ke laboratorium tintuk diisi. .enelitian menunjukkan bahwa cetakan 'ang diisi antara 7: jam dan % minggu kemudian memiliki keakuratan 'ang sama seperti cetakan 'ang diisi segera, dengan asumsi tidak ada masalah dengan gelembung hidrogen (lihat 0ambar 3$3). (ombinasi kestabilan dimensi dan elastisitas 'ang baik berarti dapat dibuat beberapa model dari cetakan 'ang sama dengan derajat keakuratan 'ang sama. Ini tidak dapat dilakukan untuk bahan seperti polisulfid karena tindakan mengeluarkan hasil cor

dari cetakan dapat men'ebabkan distorsi, dan setelah beberapa hasil cor dibuat, cetakan tidak lagi akurat. Bio-omp"+i'i!i+"s. seperti dibahas dalam bagian mengenai silikon kondensasi, bahan ini dapat ditolerir oleh jaringan hidup (lihat 0ambar 3$:). Baha'a tertinggaln'a sebagian bahan selama mengeluarkan cetakan dapat dihindari dengan penanganan bahan 'ang tepat dan pemeriksaan tepi cetakan secara cermat untuk menjamin tidak ada daerah 'ang sobek. Benda asing dari bahan cetak dapat men'ebabkan inflamasi gingiva 'ang parch dan mungkin salah terdiagnosis pads kunjungan berikutn'a. P $"$*"$"$ S $)o- C +"-. (epopuleran sendok cetak biasa dibandingkan sendok cetak perseorangan mungkin dikaitkan dengan penggunaan teknik putt' reline. cetakan putty, umumn'a berfungsi sebagai sendok cetak perseorangan untuk bahan wash maupun bahan relining. !eknik ini digambarkan secara rinci dalam bagian penanganan bahan cetak silikon kondensasi. -mumn'a, adhesif sendok cetak untuk polisulfid, polieter dan silikon kondensasi cukup memuaskan. Beberapa bahan 'ang digunakan dengan silikon tambahan sebelumn'a kurang efektif, tetapi telah diperbaharui akhir$akhir ini. Bahan silikon dengan jenis putt' tertentu memerlukan retensi mekanik dari sendok cetak, karena adhesif tidak efektif. T -$i- P $"$*"$"$. !eknik putt'$wash telah populer untuk bahan cetak vinyl polysiloxane. Bila teknik tersebut dilakukan dengan benar, dapat dihasilkan cetakan dengan keakuratan 'ang secara dengan prosedur aduk beberapa kali. +ecara teoritis, prosedur putt'$wash lebih n'aman, dan sebagian besar cetakan dibentuk oleh bahan putt' 'ang terisi penuh, dimana pengerutan polimerisasi dan koefisien kontraksi termaln'a rendah. 1amun, dengan penambahan bahan silikon, sistem putt'$wash dapat dan seringkali, menghasilkan cetakan 'ang sebagian besar tidak akurat. Ini terjadi bila cetakan putt' ditahan dengan tekanan. asalah dapat terjadi karena tekanan diaplikasikan pada bahan putt' 'ang sedang mengeras bila digunakan teknik simultan tersebut, dan masalah dapat jugs terjadi dengan bahan putt' 'ang mengeras dengan

menggunakan teknik 7 tahap.

engeluarkan cetakan dari dalam mulut akan

membebaskan tekanan6 bahan putt' kembali ke bentuk semula tetapi secara berlebihan karena pemulihan tekanan awal elastik ditambah deformasi elastik setelah melalui daerah underkut. >istorsi 'ang terjadi dengan bahan putt' 'ang keras dan terkompresi, akan menghasilkan die 'ang lebih kecil dan lebih pendek (lihat 0ambar 3$&). +elain tekanan 'ang berlebihan, sebagian distorsi pada cetakan putt'$wash mungkin disebabkan karena tidak cukupn'a ruangan untuk bahan wash. Bahan putty 'ang arnat kental berarti tidak cukup mampu memindahkan detail 'ang diperlukan ke dalam cetakan untuk protesa cekat. +top sendok cetak hares digunakan untuk mencegah terdorongn'a bahan wash atau bahan semprit ketika bahan putt' sedang dimasukkan dalam mulut. Bila bahan putt' terlihat pada daerah cetakan, khususn'a berkontak dengan gigi 'ang dipreparasi, berarti keakuratan cetakan perlu diragukan. +ilikon tambahan dipasok dalam berbagai jenis kekentalan, termasuk fase tunggal atau kekentalan monofase. eskipun bahan ini telah populer, masih ada kontroversi mengenai keakuratan cetakan untuk restorasi gigi tiruan cekat beberapa unit. Beberapa peneliti men'atakan adan'a distorsi 'ang lebih besar dalam jarak antar preparasi dengan teknik cetakan viskositas tunggal bila digunakan sendok cetak biasa. ereka menggunakan sendok cetak biasa dan sendok cetak 'ang diperkuat untuk menghilangkan distorsi 'ang disebabkan oleh sendok cetak. +uatu penjelasan 'ang mungkin adalah bahwa sejumlah bahan viskositas tunggal mungkin mempun'ai pengerutan polimerisasi 'ang lebih besar dibandingkan sejumlah bahan putt' atau kental 'ang memiliki kandungan bahan pengisi 'ang lebih ban'ak. >iperkirakan bahwa bahan dengan kekentalan lebih rendah tidak memiliki kestabilan dimensi bila dikaitkan dengan bahan 'ang memiliki kekentalan lebih tinggi. Bahkan bahan monofase 'ang QkurangQ stabil dimensin'a dianggap lebih akurat dan stabil dimensin'a dibandingkan dengan polisulfid atau silikon kondensasi. Akhir$akhir ini sudah ada beberapa merek bahan viskositas tunggal 'ang dapat dipilih. ,asil terbaik mungkin diperoleh dari jenis bahan monofase 'ang lebih keras dan kekentalann'a lebih tinggi.

.erbandingan teknik 'ang berbeda menunjukkan bahwa menggunakan sendok cetak perseorangan adalah teknik 'ang paling akurat. dengan teknik bahan cetak manapun. D si$. -si. Bahan cetak vinil mudah didesinfeksi dengan merendam pada larutan hipoklorit %*# atau glutaraldehid 7# -mumn'a, perendaman %*$%& menit sudah cukup. +ate kerugian dari perendaman 'ang lebih lama. adalah komponen permukaan, 'ang membdat bahan lebih hidrofilik dan lebih mudah diisi dengan stone, cenderung mengelupas selama proses desinfeksi. ,asil akhirn'a adalah bahwa bahanNhidrofilikN menjadi Nhidrofobik.N P rsi"p"$ P $*isi"$ S+o$ )"$ Di . (arakteristik hidrofobik dari bahan cetak vinyl polysiloxane ini membuatn'a sulit untuk membasahi permukaan, sehingga sulit untuk menuang stone 'ang bebas gelembung udara dari bahan cetak silikon tambahan. +ifat fisik dari vin'l pol'silo=ane hidrofobik dan hidrofilik sama. +atu$satun'a sifat 'ang berbeda adalah sudut kontak. Bahan hidrofobik memiliki sudut kontak air lebih kurang B&N, sementara bahan hidrofilik bervariasi dari 5*$5&R. >i pasaran, ada sejumlah semprotan surfaktan (,'dros'stem, dibuat oleh Shermack dan dipasarkan oleh B T , !echnical +ervices, Belleview, AA) 'ang mengurangi tegangan permukaan sehingga stone membasahi permukaan cetakan. 0enangan cairan semprotan atau lapisan tebal bahan pembasah dapat mempengaruhi keakuratan dimensi cetakan dan juga men'ebabkan permukaan stone menjadi lunak dan pores. ;arutan sabun pengencer merupakan surfaktan 'ang efektif, tetapi aroman'a kurang disukai, sehingga bahan pembasah komersial mungkin lebih disukai bila ditujukan untuk meningkatkan karakteristik aliran intraoral dari bahan cetak. >i luar kesulitan menuang stone, keban'akan bahan cetak vin'l pol'silo=ane dapat digunakan bersama dengan produk gipsum 'ang ada di pasaran. Interaksi minimal antara permukaan stone dan permukaan cetakan mungkin merupakan faktor pendukung keberhasilan penuangan beberapa kali dari cetakan 'ang sama. Bahan cetak ini juga dapat digunakan bersama resin epoksi untuk bahan model dan die 'ang lebih akurat. Bahan cor eskipun demikian, bila bahan digunakan dengan tepat, hasil cetakan 'ang dapat diterima secara klinis dapat dihasilkan

ini dapat dituang berulang pads cetakan 'ang sama, seperti 'ang dapat pula dilakukan dengan produk gipsum. L"m" P $/imp"$"$. .abrik pembuat mengklaim, bahwa bahan vin'l pol'silo=ane dapat disimpan sampai 7 tahun, jadi jauh lebih lama dibandingkan dengan silikon kondensasi. !ube atau toples bahan silikon hares tetap tertutup rapat karena udara mempercepat kerusakan. Aaktu pen'impanan dapat diperpanjang dengan pen'impanan bahan pads lingkungan 'ang sejuk dan kering. (ekentalan bahan ini tidak terpengaruh oleh temperatur6 namun, kecepatan pengerasan mungkin terkurangi.

K %$+%$*"$ )"$ K r%*i"$ P $"m'"("$ Si!i-o$ Di'"$)i$*-"$ ) $*"$ Po!is%!.i). +ifat positif dan negatif bahan cetak silikon tambahan dirinci dalam !abel 3:. TABEL 3496 K %$+%$*"$ )"$ Kr%*i"$ Si!i-o$ T"m'"("$

Di'"$)i$*-"$ ) $*"$ B"("$ Po!is%!.i) K %$+%$*"$ Aaktu pengerasan lebih pendek udah diaduk$alat pengaduk otomatis (ekuatan sobek sedang (eakuratan sangat tinggi >istrosidak terdeteksi ketika dibuka (estabilan dimensi dapat bertahan elebihi % minggu >istorsi lebih sedikit ketika dibuka Bila hidrofilik, amat sesuai dengan gipsum K r%*i"$ !erbentukn'a gas hidrogen

pada beberapa bahan Bahan dengan hidrofilik hati$hati tetap dan

memerlukan

penanganan

lingkungan amat kering ;ebih mahal, alat khususn'a pengaduk

dengan otomatis

#o)i.i-"si. .erubahan utama dalam perkembangan bahan cetak vinyl polysiloxane difokuskan dalam membuat bahan 'ang lebih mudah digunakan. Ini termasuk penambahan bahan pembersih palladium untuk mengikat gas hidrogen, membuat bahan kurang hidrofobik6 merumuskan suatu bahan 'ang dapat digunakan dengan teknik sate tahap dan mengembangkan alat pengaduk otomatis. .erubahan paling mutakhir adalah perbaikan dari alat pengaduk otomatis. .istol, atau alat pemegang dibuat lebih kecil, cartridge 'ang mengandung bahan dibuat lebih kecil, dan tube pengaduk juga lebih kecil.ukuran membuat alat lebih mudah dimanipulasi, khususn'a bila seorang khnisi ingin langsung men'untikkan bahan ke dalam. mulut. !ube pengaduk 'ang lebih kecil dirancang untuk mengurangi sisa bahan sehingga mengurangi bia'a bahan.

Po!/ +( r Elastomer jenis pol'ether ini mempun'ai pasta dasar 'ang mengandung suatu pol'ether tidak jenuh dengan gugus ujung imine, bahan plastisiIer dan bahan pengisi. .asta pereaksi mengandung aromatic sulfonat sebagai kontitusi utaman'a bersama$sama dengan plastisiIer dan bahan pengisi anorganik. +etting terjadi dengan reaksi cross$link gugus imine, ini adalah reaksi polimerisasi kation. ". Komposisi (aret pol'ether dipasok berupa 7 pasta. Basis mengandung polimer polieter, suatu silika koloidal sebagai pengisi, dan suatu bahan pembuat plastik seperti glikoleter atau ftalat. .asta aselerator mengandung alkil sulfonat aromatik sebagai tambahan terhadap bahan pengisi dan pembuat plastis. '. Si."+ +ifat$sifat umum pol'ether : %. (etepatan, (i). (eenceran bahan sebagian besar tergantung pada komposisin'a. Beberapa polisulfida tersedia dengan variasi kekentalan, misaln'a light bodied untuk disuntikkan

deengan spuit dan medium serta heav' bodied untuk dipakai dengan sendok cetak. .asta elastomer 'ang belum dicampur biasan'a berbentuk pseudoplastis. (ii). !erjadi sedikit kontarksi sewaktu bahan setting, disebabkan oleh karena adan'a kontraksi polimerisasi. Ouga dapat terjadi kontraksi sewaktu pendinginan dari suhu mulut ke suhu kamar. (iii). Bahan ini cukup elastis dan sanggup ditarik melalui undercut. .ada umumn'a lebih kuat dan tidak mudah patah dibandingkan dengan alginate. Bahan pol'ether lebih keras bila dibandingkan dengan elastomer lainn'a, karena itu lebih sukar dibuka. (iv). .ada pen'impanan dapat terjadi kontraksi sebagai akibat terus

berlangsungn'a polimerisasi. .enguapan hasil sampingan 'ang mudah terbang, merupakan sumber kontraksi lain. +tabilitas dimensionil pol'ether sangant jelek pada udara 'ang lembab. (v). Bahan ini pada umumn'a kompatibeldengan bahan model dan die, meskipun dapat men'ebabkan sedikit lunak pada permukaan gips keras. Evolusi awal hidrogen dari bahan 'ang mengandung organo$h'drogen siloksan men'ebabkan timbuln'a bintil$bintil pada permukaan stone.U 7. .ada umumn'a bahan ini tidak toksis dan tidak mengiritasi. Beberapa pasta elastomer 'ang mengandung lead dioksida mempun'ai bau dan rasa 'ang tidak men'enangkan. 5. Aaktu setting tergantung pada komposisi bahan misal, jumlah pereaksi dan sebagain'a. !erdapat air dan suhu 'ang tinggi juga mempercepat waktu setting polisulfida. :. +tabilitas bahan 'ang belum dicampur pada pen'impanan tidak selalu ideal, beberapa pereaksi tidak stabil setelah lebih dari 7 tahun, tetapi dapat tahan lebih lama bila disimpan pada refrigator. ,. #"$ip%!"si

Awaln'a pol'ether dikemas han'a dalam % kekentalan. Bahan pseudoplastis memungkinkan satu adukan digunakan baik untuk bahan semprit maupun sendok cetak. (emudian, pabrik pembuat men'ediakan pasta tambahn 'ang dapat digunakan untuk menghasilkan suatu adukan pengencer. (omponen bahan memerlukan perumusan ulang untuk mengadaptasi bahan bila ingin digunakan dengan alat pengaduk otomatis. eskipun alat ini dapat digunakan dengan berhasil, keban'akan pol'ether masih diaduk dengan menggunakan tangan. +elain itu untuk bersaing dengan silikon tambahan, pabrik pembuat men'adari bahwa klinisi lebih men'ukai beragam viskositas dari vin'l pol'silo=ane. Oadi pol'ether diubah sehingga dapat dipasok dengan keragaman viskositas. +ebagai akibatn'a, kekerasan pol'ehter juga berkurang.

). Ap!i-"si .enggunaan utama bahan elastomer adalah untuk cetakan inla', mahkota dan pekerjaan jembatan, atau untuk gigi tiruan sebagian apabila ditemukan undercut 'ang sangat besar, sehingga apabila digunakan cetakan alginate dapat patah sewaktu dilepas dari jaringan. 9leh karena hargan'a 'ang mahal, bahan ini tidak sering dipergunakan pada pencetakan 'ang membutuhkan jumlah bahan cetak 'ang besar.

2.2 BAHAN CETAK TIDAK ELASTIS P!"s+ r o. P"ris +ewaktu bahan dasar gips (4a+9:)7.,79 dicampur dengan air diduga terjadi hal H hal sebagai berikut (meskipun dalam literatur masih terdapat perbedaan pendapat mengenai bentuk reaksi setting 'ang terjadi): a. +ebagian hemihidrat larut dan menghasilkan ionH ion 4a7D dan +9:7$ b. ,emih'drat 'ang terlarut membentuk dih'drat dalam larutan 'ang kemudian menjadi terlalu jenuh. aka dari larutan ini terjadi pertumbuhan kristal dih'drat. Bahan menjadi

kaku tetapi tidak keras, dapat diukir tetapi tidak dapat dibentuk, ekspansi termis dan panas masih berlangsung. (I1I!IA; +E!!I10 ). c. Pactor H factor penting berkaitan dengan reaksi setting bahan dasar gips: I. !erjadi pertumbuhan kristal pada inti kristalisasi6 pada kasus ini inti dapat berupa kristal g'psum 'ang timbul sebagai impurit' pada kristal hemih'drat, II. .ergerakan ion H ion 4a7D dan +9:7$ ke inti juga sangat penting, dan III. 9leh karena dih'drat berkristalisasi maka lebih ban'ak hemih'drat 'ang larut dan proses bersambung terus. PI1A; +E!!I10 V) bahan keras, kaku, ekspansi thermis dan panas sudah berakhir. +E!!I10 !I E V) waktu 'ang diperlukan bahan untuk setting sampai menjadi rigid. +etting time dipengaruhi oleh: komposisi, bentuk fisis, temperature, A@. ratio, dan lama pengadukan. /EA(+I +E!!I10 V) (4a+9:) 7,79 D 5,79 74a+9:.7,79 D panas #"$ip%!"si *ips %. ,arus tertutup rapat untuk menghindari kelembaban udara pen'impanan mempercepat settingtime dapat men'ebabkan terbentukn'a hidrat, 7. ,indari kontaminasi 5. +iapkan air sesuai kebutuhan dalam bowel, kemudian cara mencampur 8* kali per menit diatas vibrator tuang bubuk@powder gips, aduk Bubuk model tidak akurat porus dulu kemudian air: ban'ak udara terjebak reaksi kontak permukaan partikel bubuk gips dengan air tidak sama thermal e=pantion tidak sama kristalisasi tidak sama. :. A@. rasio: plaster of paris (&* H 8*ml@%**gr), >+ (77 H 5&ml@%**gr), >+,+ (7*ml@%**gr).

K -%"+"$ *ips + r*"$+%$* p")": i) Bahan 'ang dipergunakan6 misaln'a hemih'drat 'ang autoclaved @ calcined, dan adan'a bahan additive, ii) .erbandingan air @ puder, dan iii) (ekeringan bahan 'ang telah set. -ntuk mendapatkan sifat H sifat optimal, gips hendakn'a dibiarkan berh'drasi selama paling sedikit % jam (dan kalau bisa lebih lama), dan kemudian dikeringkan sampai diperoleh berat 'ang konstan pada suhu :&*W4.

Compo%$) 4ompound, juga disebut modeling plastic, dilunakkan dengan pemanasan, dimasukkan dalam sendok cetak, serta diletakkan pada jaringan sebelum bahan mengeras. Indikasi utama penggunaann'a adalah untuk mencetak linggir tanpa gigi. (adang$kadang compound digunakan dalam kedokteran gigi operatif untuk mencetak preparasi gigi tunggal atau untuk membuat stabil pita matrik= atau alat operatif lainn'a. -ntuk mencetak gigi tunggal, pita tembaga silindris (disebut pita matriks) diisi dengan bahan compound 'ang sudah dilunakkan. .ita 'ang terisi kemudian ditekan di atas gigi, menekan compound beradaptasi dengan preparasi gigi. 4etakan seperti itu kadang disebut cetakan tube. +etelah compound didinginkan, cetakan dilepas, dan hasil cor, atau die, dibuat dari cetakan tersebut. 4ompound 'ang agak lebih kental, disebut compound sendok cetak, dapat digunakan untuk membentuk sendok cetak dalam pembuatan gigi tiruan. +uatu cetakan jarungan lunak diperoleh dari compound sendok cetak seperti 'ang digambarkan. 4etakan ini disebut cetakan primer. kemudian digunakan sebagai sendok cetak untuk menahan lapisan tipis bahan cetak kedua, 'ang akan ditempatkan langsung menghadap jaringan. 4etakan ini disebut sebagai cetakan sekunder. 4etakan sekundr dapat juga dibuat dari pasta oksida seng eugenol, hidrokoloid, atau elastomer tanpa air. Aplikasi umum lain dari bahan compound adalah untuk membentuk tepi (border molding) sendok cetak perseorangan dari akrilik selama mencoba sendok cetak. Ada dua bentuk dasar compound cetak, 'aitu bentuk kue dan stick (batang).

Komposisi. -mumn'a, compound terdiri dari campuran malam, resin termoplastik, bahan pengisi, dan bahan pewarna. +atu dari substansi pertama 'ang dipergunakan untuk bahan cetak adalah malam lebah (beeswa=). (arena malam tersebut rapuh, substansi seperti shellac, asam stearic, dan gutta percha ditambahkan untuk meningkatkan plastisitas dan kemampuan kerja. Bila substansi$substansi tersebut digunakan dengan cara ini, substansi dianggap sebagai bahan pembuat plastis (plastisiIers). /esin sintetik meningkat penggunaann'a, biasan'a dikaitkan dengan resin alami. B"("$ p $*isi. Ban'ak bahan diperkuat atau sebalikn'a, diubah sifat fiskn'a dengan penambahan partikel kecil bahan lembam, biasan'a dikenal sebagai bahan pengisi, 'ang secara kimia berbeda dengan kandungan utama atau kandungan lainn'a. alam atau resin dalam compound cetak adalah kandungan utama dan membentuk matriks. +truktur ini terlalu cair untuk ditangani dan memberikan kekuatan 'ang rendah meskipun pada temperature ruangan. (arena itu, bahan pengisi harus ditambahkan. Bahan pengisi meningkatkan viskositas pada temperature di atas temperature mulut dan meningkatkan kekerasan compound pada temperature ruang. +truktur compound cetak agak seperti suatu komposit. (onsep komposit digunakan secara luas dalam produksi bahan kedokteran gigi. Si."+ + rm"!. .elunakan dengan panas adalah suatu pers'aratan dalam penggunaan compound. (egunaann'a ditentukan oleh respon terhadap perubahan temperature dalam lingkungan sekitarn'a. T mp r"+%r .%si. (emaknaan praktis temperature fusi adalah bahwa temperature tersebut menunjukkan suatu penurunan n'ata dalam keplastisan bahan selama pendinginan. >i atas temperature ini bahan 'ang dilunakkan tetap bersifat plastis sementara cetakan dibuat. Oadi, setiap detail jaringan mulut lebih mudah diperoleh. Begitu sendok cetak dimasukkan ke dalam mulut, sendok cetak harus ditahan secara kuat pada posisin'a sampai cetakan mendingin di bawah temperature fusi. .ada keadaan apapun, cetakan tidak boleh diganggu atau dikeluarkan sampai bahan tersebut mencapai temperature mulut.

Ko$)%-+i:i+"s )"$ -o$+r"-si + rm"!. +eperti diperkirakan, konduktivitas termal dari bahan ini adalah rendah, mrnunjukkan perlun'a waktu tambahan untuk memperoleh pendinginan dan pemanasan 'ang sempurna dari bahan compound. Adalah penting bahwa bahan lunak merata pada saat sendok cetak dimasukkan dan dingin men'eluruh dalam sendok cetak sebelum cetakan dikeluarkan dri mulut. Biasan'a air dingin dapat disemprotkan pada sendok cetak ketika di dalam mulut, sampai compound mengeras merata sebelum dikeluarkan. (egagalan memperoleh bahan 'ang mengeras sempurna sebelum dikeluarkan, dapat menghasilkan distorsi besar pada cetakan. /ata$rata kontraksi linier compound cetak pada pendinginan dari temperature mulut sampai temperature ruang 7&o4 bervariasi antara *,5# sampai *,:#. (esalahan 'ang disebabkan dari besarn'a kontraksi ini tidak bisa dihindari, dan merupakan kesatuan dari teknik. P !%$"-"$ ,ompo%$) , +"-. 4ompound dapat dilunakkan dalam oven atau di atas api. Bila api langsung digunakan, compound tidak boleh dibiarkan mendidih atau terbakar sehingga kandungan di dalamn'a menguap. Bila sejumlah besar compound, seperti 'ang dibutuhkan untuk mencetak seluruh rahang, hendak dilunakkan, disarankan melakukan perendaman dalam air. .erendaman terlalu lama atau terlalu panas dalam rendaman air tidaklah diindikasikan6 compound dapat menjadi rapuh dan berbutir bila beberapa kandungan berberat molekul rendah terlepas dari bahan. .elunakan compound adalah satu$satun'a cara mengeluarkan model dari compound cetak setelah stone mengeras. air hangat sampai compound cukup lunak sehingga dapat dipisahkan dengan mudah dari model. A!ir"$. +etelah compound melunak, dan selama periode dicetakkan ke jaringan mulut, bahan harus dengan mudah mengalir untuk men'esuaikan dengan jaringan sehingga setiap detail dan tanda$tanda dalam mulut terpindahkan secara akurat. >i lain pihak, bila etode 'ang dianjurkan adalah merendam bahan cetak dalam

jumlah aliran pada temperature mulut terlalu besar, distorsi dapat terjadi ketika cetakan dikeluarkan dari mulut. Dis+orsi. /elaksasi dapat terjadi baik selama waktu 'ang boleh dikatakan amat singkat atau dengan peningkatan temperature. ,asiln'a adalah kerusakan atau distorsi cetakan. -ntuk meminimalkan distorsi, prosedur paling aman adalah melakukan pendinginan bahan cetak dengan seksama sebelum dikeluarkan dari mulut dan membuat hasil cor atau die secepat mungkin setelah cetakan diperoleh, sedikitn'a dalam waktu satu jam. Sink oksid tersedia dalam bentuk pasta. Ini diperoleh dengan menambah suatu min'ak (misaln'a olive oil, light mineral oil atau linseed oil). in'ak ini juga bertindak sebagai plastisiIer didalam bahan. Ouga dapat disertakan h'drogenated rosin untuk mempercepat setting dan menjadikan pasta lebih kohesif. Eugenol mengandung talc atau kaolin sebagai bahan pengisi membuatn'a berbentuk pasta. +alah satu atau kedua pasta dapat mengandung accelerator, seperti Iinc asetat. +etidak$tidakn'a ada satu jenis pasta 'ang mengandung asam karboksilat sebagai bahan pengganti untuk eugenol. Bahan ini dapat bereaksi dengan Iinc hidroksida ('ang kemungkinan terbentuk oleh karena hidrolisa Iinc oksida) membentuk garam sebagai berikut : Sn(9,)7 D 7/499, $ $ (/499)7Sn D 7,79 %. anipulasi (edua pasta tersedia dalam warna 'ang berbeda. .asta dengan perbandingan 'ang benar (biasan'a sama panjang) dicampur pada slab@mi=ing pad dengan spatel fle=ible sampai diperoleh warna 'ang homogen. 7. +ifat$sifat $ Bahan ini cukup encer untuk dapat mencatat detil halus dalam mulut $ !idak terdapat perubahan dimensional selama proses setting, atau kalaupun han'a ada sedikit.

$ Bahan ini tidak elastic sehingga tidak bisa mencatat daerah undercut. $ Bahan 'ang telah set kelihatann'a cukup stabil dalam pen'impanan di laboratorium. $ Bahan ini dapat kompatibel dengan bahan model dental stone. .asta dapat dikeluarkan dari stone dengan cara melunakkann'a dalam air suhu 8*o. $ !idak toksis, tetapi pasta 'ang mengandung eugenol dapat mengiritasi, member rasa gatal, atau rasa seperti terbakar dan rasan'a tetap lengket sehingga ban'ak pasien menganggapn'a tidak men'enangkan. .asta dapat merekan ke jaringan, sehingga bibir pasien biasan'a diolesi vaselin (petroleum jell') terlebih dulu. $ Aaktu setting cukup baik. Adan'a air dan peningkatan suhu, keduan'a dapat memperpendek waktu setting. $ >a'a tahan bahan ini cukup lama. 5. .emakaian Bahan ini biasan'a dipergunakan dalam bagian tipis (7$5 mm) sebagai wosh impression. 4etakan dengan Iinc oksid eugenol dapat dilakukan dengan menggunakan sendok khusus 'ang sangat rapat atau menggunakan basis gig tiruan 'ang ada terutama basis gigi tiruan 'ang hendak di$relining.

;INC O8IDE EUGENOL < PASTA B"("$ )"s"r & dalam bentuk pasta mengandung (olive oil @ light mineral oil @ linssed oil). Eugenol mengandung talk@ kaolin sebagai filler $ bentuk pasta. +atu@ kedua pasta dapat mengandung aselerator , misaln'a Iinc asetat. .aling tidak, salah satu pasta mengandung material penganti eugenol, 'aitu carboc='lic, 'ang bereaksi dengan Iinc h'dro=ide membentuk garam.

/eaksi kimia $$disebut auto catal'tic P $**%$""$ & encetak rahang tak bergigi +urgical dressing 4atatan gigit !umpatan sementara dll.

#"$ip%!"si & 7 macam pasta warna berbeda ,degan ukuran sesuai pabrik, diaduk glasslab@ mi=ing pad, denganspatula fleksibel, hingga homogen' dan warna homogen' Si."+ & %. ,asil cetakan detail dan cermat 7. +tabil dalam dimensi selama proses setting 5. Bila telah setting tidak elastic :. +tabil dalam pen'impanan di laboratorium 5. (ompatibel dengan dental stone.celup air panas 8* c lepas 6. !idak toksik ,tapi eugenol dapat mengiritasi mukosa mulut burning sensation ,dicegah dengan mengulasi bibir dengan petroleum jell' 3. +etting time baik ,bila ikut istruksi pabrik ". +helf life baik.

I#PRESION 1A8ES B"("$ )"s"r: 4ampuran malam D resin dengan titik lebur rendah $) dapat digunakan sebagai material cetak. aterial cetak tersedia dengan variasi temperatur pelunakan. 4etakan harus segera diisi setelah keluar dari mulut untuk mencegah distorsi. Bahan dasar ineral Binatang +erangga +intesis !umbuh$tumbuhan

Tip #i$ r"! +umber : pen'ulingan min'ak mentah 4ontoh : - .arafin wa= @ malam parafin +truktur : rantai lurus karbon polikristalin +ifat : /apuh pada suhu kamar

icrocr'staline +truktur : rantai cabang +ifat : tidak serapuh parafin karena bermin'ak

- Bamsdahl +truktur : rantai cabang +ifat : meningkatkan kekerasan dan titik cair parafin, mengurangi flow malam parafin

- 9Iokerite +truktur : rantai lurus dan rantai cabang +ifat : titik cair : 8:* c

- 4eresin +truktur : titik lurus dan rantai cabang +ifat : meningkatkan titik cair parafin

ontan +truktur : campuran rantai panjang ester +ifat : keras, rapuh dan mengkilap

Tip S r"$**" +umber : sarang lebah

4ontoh : alam lebah +truktur : kurang kristal karena ban'ak amorphous +ifat : dicampur parafin wa= %. +uhu kamar $) kurang rapuh 7. +uhu lebih tinggi flow kurang Tip 'i$"+"$* +umber : sperma ikan paus 4ontoh : - +permaceti +truktur : ester +ifat : seperti malam lebah, lapisan malam pada dental floss Tip T%m'%("$ +umber : pohon palem Amerika +el. 4ontoh : alam carnauba +truktur : tidak jelas +ifat : malam keras, liat, kilap, dicampur parafin $) keras dan +!.. (suhu transisi padat$padat)

- 4andelilla

+truktur : tidak jelas

- /esin T gum +truktur : tidak jelas +ifat : menambah da'a rekat malam Tip Si$+ +is +umber : tumbuhan 4ontoh : - .ol'eth'lene +truktur : campuran bermacam komposisi kimia
Sifat : titik cair 360 630 c

Si."+ .isis udah dimanipulasi +uhu transisi padat$padat $) suhu malam tinggi kisi kristal stabil Berubah (orthorhombic $) he=agonal ) !erjadi dibawah titik cair malam udah dibentuk tanpa men'erpih, robek

Ekspansi termal T kontraksi termis (oefesien ekspansi termal malam ) bahan kedokteran gigi

Plow : perubahan plastis dari malam 'ang tergantung pada suhu , dibawah suhu transisi padat$padat $) sedikit diatas $) meningkat

Internal stress (tegangan dalam malam) >a'a hantar panas malam rendah $).anas rata sulit Bila dibentuk@ ditekan tanpa panas cukup $)internal stres Bila dibentuk dengan cukup panas$) stres hilang $) distorsi

.E A(AIA1 %. alam

A;A

>I (E>9(!E/A1 0I0I

odel

+ebagai malam model T catatan tinggi relasi rahang pada pembuatan gigi tiruan. +'arat: udah dibentuk bila lunak T tidak rusak udah diukir ampu untuk dicairkan dan dipadatkan berkali$kali tanpa perubahan sifat !idak ada residu malam bila dituangi air mendidih T deterjen pada ruang 'ang terbentuk.

Biasan'a dibuat dari campuran parafin T bees D sedikit carnauba wa=. anipulasi dilakukan dengan cara pemanasan merata dan dibentuk sebelum dingin $) mengurangi distorsi karena internal stress pada penggunaan klinik, perubahan bentuk

sedikit pada suhu mulut, biasan'a tersedia dalam bentuk lembaran dengan warna merah. 7. alam tuang lembaran ;embaran digulung dengan ketebalan , dilarang menipiskan, manipulasi dengan menggunakan air hangat .enggunaan: model malam klamer T konektor pada gigi tiruan meta pada pembakaran tanpa residu 5. alam inla' 0una membuat model malam inla': >i dalam mulut : direct techni2ue (tipe %) >i luar mulut : indirect techni2ue (tipe II) +'arat direct techni2ue: (ontraksi termis sekecil mungkin +ifat flow tepat Berwarna (biru@hijau) +'arat umum: udah diukir >ibakar tanpa residu Isi sama dengan malam model dengan kekerasan $)sifat malam inla' lebih baik Biasan'a tersedian dengan warna biru

:. 4arding wa=

Plow tinggi pada suhu kamar $) pembentukan tanpa pemanasan pabrik $) melekatkan anasir gigi pada tempatn'a untuk dijual &. Bo=ing in wa= ;aboratorium $) dinding pembatas cetakan sebelum diisi gips 8. alam pelekat 4ampuran bees wa= dan beberapa resin alami ,arus tak ada flow pada suhu kamar ;aboratorium $) menghubungkan dua bag akan disolder enghubungkan dua fragmen 'ang patah (akrilik) udah dihilangkan dengan air panas (ontraksi minimal pada pendingin $)mencegah pergerakan 3. alam cetak (ombinasi antara malam dengan resin !itik cair rendah !emperatur mulut kadang ada flow 4etakan harus segera diisi $) distorasi ". Base plate thermoplasic !erbuat dari : malam model +hellac,shellac D alumunium .ol'mer(pol'st'rene) +'arat: adaptasi dengan bentuk 'ang dikehendaki

(en'al T flow sedikit pada temperatur mulut !ak berubah pada waktu dilepas.

2.5 BAHAN PROTESA RESIN K!"si.i-"si R si$ B r)"s"r-"$ Si."+ T rm"! /esin sulit diklasifikasikan, oleh karena itu diklasifikasikan berdasarkan sifat termal 'aitu termoplastik dan termoset : !ermoplastik !ermoplastik adalah bahan 'ang tidak mengalami perubahan kimia sewaktu pembentukan 'ang hasil akhirn'a adalah sama seperti asli kecuali bentukn'a. Bahan termoplastik dapat dilunakkan dan dibentuk berulang$ulang dengan cara pemanasan. !ermoplastik mengeras setelah mould, dan larut dalam larutan organik. +elulosa nitrat, resin vinil, nilon, polikarbonat, polieten dan pol'st'rene merupakan contoh bahan termoplastik 'ang digunakan sebagai basis gigitiruan. Basis selulosa digunakan sekitar tahun %"3* dan mempun'ai kelemahan 'aitu melengkung ketika dipakai di dalam mulut, stain dan warna 'ang jelek. /esin vinil mempun'ai ciri$ciri 'ang diperlukan sebagai basis gigitiruan tetapi mempun'ai tahap resistensi 'ang rendah terhadap fatik dan men'ebabkan terjadin'a fraktur setelah pemakaian 'ang lama.

!ermoset !ermoset adalah suatu bahan 'ang dalam pemrosesann'a mengalami

perubahan kimia. ,asil akhirn'a berbeda daripada bahan awaln'a. +etelah proses pembuatann'a sempurna, bahan ini tidak dapat dilunakkan kembali kepada bentuk lain karena bahan ini han'a dapat dibentuk sekali saja melalui pemanasan. 1ama lain untuk termoset adalah thermo$hardening pol'mer.Lulkanit, fenol formaldehid dan resin akrilik

adalah contoh thermo$hardening 'ang digunakan sebagai basis gigitiruan. Lulkanit merupakan bahan 'ang menjadi pilihan hampir seratus tahun. Aalaupun ban'ak materi lain diperkenalkan tetapi vulkanit masih digunakan sampai awal tahun %B5* dan pada saat diperkenalkan bahan polimetilmetakrilat atau resin akrilik digunakan sebagai bahan basis gigitiruan. Penol formaldehid juga dikenal sebagai bakelit, diaplikasikan secara universal di dalam industri dan beberapa perubahan telah dilakukan untuk membentuk bakelit sebagai basis gigitiruan. Aalau bagaimanapun, bakelit menunjukkan kesulitan dalam pemrosesan. (elemahann'a adalah kehilangan warna setelah beberapa lama dipakai dalam mulut Si."+ I) "! B"sis Gi*i Tir%"$ R si$ Ada beberapa sifat ideal basis gigitiruan resin 'aitu : %. !idak ada rasa, tidak ada bau, tidak toksik dan tidak iritasi pada jaringan lunak mulut 7. Estetik 5. +tabilitas dimensi 'aitu tidak mengembang, mengecut dan melengkung semasa serta semasa pemakaiann'a

pemrosesan

:. (ekuatan 'ang cukup tinggi 'aitu tidak mudah patah atau pecah &. !idak larut dalam cairan mulut 8. !ipis dan ringan 3. ". udah dibuat dan direparasi Biokompatibilitas 'aitu bahan basis bebas monomer dan tidak ada reaksi alergi

1amun belum dijumpai bahan resin 'ang memiliki seluruh sifat ini. B"("$ B"sis Gi*i Tir%"$ R si$ A-ri!iP $* r+i"$ /esin akrilik adalah turunan etilen 'ang mengandung gugus vinil dalam rumus strukturn'a. Ada dua kelompok resin akrilik dalam kedokteran gigi. +atu kelompok

adalah turunan asam akrilik, 4,?4,499, dan kelompok lain dari asam metakrilik 4,7?4(4,5)499,. +etiap molekul metil metakrilat dianggap sebagai FmerG. .ada keadaan 'ang sesuai, molekul metil metakrilat akan men'ambung membentuk suatu rantai poli (metilmetakrilat).

J $is R si$ A-ri!i/esin akrilik dapat dibedakan atas 5 jenis 'aitu resin akrilik polimerisasi panas, polimerisasi sinar dan swapolimerisasi. /esin akrilik polimerisasi panas adalah resin akrilik 'ang memerlukan energi panas untuk polimerisasi bahan$bahan tersebut dengan menggunakan perendaman air dan oven gelombang mikro (microwave). /esin akrilik polimerisasi sinar adalah resin akrilik 'ang diakt ifkan dengan sinar 'ang terlihat oleh mata. /esin akrilik swapolimerisasi adalah resin akrilik 'ang menggunakan energi gelombang mikro dan panas untuk melakukan proses polimerisasi basis gigitiruan. .enggunaan energi termal men'ebabkan dekomposisi benIoil peroksida dan terbentukn'a radikal bebas. /adikal bebas 'ang terbentuk sebagai hasil proses ini akan mengawali polimerisasi.

R si$ A-ri!i- Po!im ris"si P"$"s Komposisi (omposisi resin akrilik polimerisasi panas terdiri atas : %. .olimer polimer : butiran atau granul polimetalmetakrilat

Inisiator : benIoil peroksida .igmen@pewarna : garam cadmium atau besi, atau pewarna organik 7. onomer onomer : metil metakrilat Agen 4ross$linked : etilenglikol dimetilakrilat (%$7#) I$(i'i+or : hidrokuinon (*,**8#) Agen cross$linked dapat berfungsi sebagai jembatan atau ikatan kimia 'ang men'atukan 7 rantai polimer. Apabila etilenglikol dimetilakrilat dimasukkan ke dalam adukan, beberapa ikatan akan terbentuk 'ang mana merupakan suatu struktur disebut jaringan 5 dimensi. 4ross$linked ini memberikan peningkatan ketahanan terhadap deformasi serta mengurangi solubilitas dan pen'erapan air.

R "-si Po!im ris"si .roses polimerisasi dicapai dengan menggunakan panas dan tekanan. +ecara ringkas reaksin'a seperti berikut : Bubuk (polimer) D 4airan (monomer) D .anas (eksternal) (reaksi). .olimer D .anas

#"$ip%!"si /esin akrilik polimerisasi panas umumn'a diproses dalam sebuah kuvet dengan menggunakan teknik compression$moulding. .erbandingan polimer dan monomer biasan'a 5:% berdasarkan volume atau 7:% berdasarkan berat. Bahan 'ang telah dicampur akan melewati empat tahap 'aitu : %. !ahap pertama: tahap basah, seperti pasir (wet sand stage)

7. !ahap kedua: tahap lengket berserat (tack' fibrous) selama polimer larut dalam monomer (stick' stage) 5. !ahap ketiga: tahap lembut, seperti adonan, sesuai untuk diisi ke dalam mould (dough stage @ gel stage) :. !ahap keempat: tahap kaku, seperti karet (rubber' stage)

Si."+4Si."+ +ifat$sifat fisik basis gigitiruan resin akrilik polimerisasi panas : .engerutan (etika monomer met ilmetakrilat terpolimerisasi untuk membentuk poli (metilmetakrilat), kepadatan massa bahan berubah dari *,B: menjadi %,%Bg@cm5 .erubahan menghasilkan pengerutan volumetrik sebesar 7%#. Akibatn'a, pengerutan volumetrik 'ang ditunjukkan oleh massa terpolimerisasi sekitar 8$3# sesuai dengan nilai 'ang diamati dalam penelitian laboratorium dan klinis

.erubahan dimensi .emrosesan akrilik 'ang baik akan menghasilkan dimensi stabilitas 'ang bagus. .roses pengerutan akan diimbangi oleh ekspansi 'ang disebabkan oleh pen'erapan air. .ercobaan laboratorium menunjukkan bahwa ekspansi linier 'ang disebabkan oleh pen'erapan air adalah hampir sama dengan pengerutan termal 'ang diakibatkan oleh pen'erapan air. (onduktivitas termal (onduktivitas termal adalah pengukuran termofisika mengenai seberapa baik panas disalurkan melalui suatu bahan. Basis resin mempun'ai konduktivitas termal 'ang rendah 'aitu *.***8 ( .

+olubilitas eskipun basis gigit iruan resin larut dalam berbagai pelarut dan sejumlah kecil monomer dilepaskan, basis resin umumn'a tidak larut dalam cairan 'ang terdapat dalam rongga mulut. .en'erapan Air Bahan resin akrilik mempun'ai sifat 'aitu men'erap air secara perlahan$lahan dalam jangka waktu tertentu. /esin akrilik men'erap air relatif sedikit ketika ditempatkan pada lingkungan basah. 1amun, air 'ang terserap ini menimbulkan efek 'ang n'ata pada sifat mekanik, fisik dan dimensi polimer. 1ilai pen'erapan air sebesar *.8B mg@cm7-mumn'a mekanisme pen'erapan air 'ang terjadi adalah difusi. >ifusi adalah berpindahn'a suatu substansi melalui rongga 'ang men'ebabkan ekspansi pada resin atau melalui substansi 'ang dapat mempengaruhi kekuatan rantai polimer. -mumn'a, basis gigit iruan memerlukan periode %3 hari untuk menjadi jenuh dengan air. >ari hasil klinikal menunjukkan bahwa pen'erapan air 'ang berlebihan bisa men'ebabkan diskolorisasi. .orositas Adan'a gelembung @ porositas di permukaan dan di bawah permukaan dapat mempengaruhi sifat fisis, estetik, dan kebersihan basis gigitiruan. .orositas cenderung terjadi pada bagian basis gigitiruan 'ang lebih tebal. .orositas disebabkan oleh penguapan dapat monomer 'ang tidak bereaksi dan berat molekul polimer 'ang rendah, pengadukan 'ang tidak tepat antara komponen polimer dan disertai temperatur resin mencapai atau melebihi titik didih bahan tersebut. .orositas juga terjadi karena monomer.!imbuln'a porositas dapat diminimalkan dengan adonan resin akrilik 'ang homogen, penggunaan perbandingan polimer dan monomer 'ang tepat, prosedur pengadukan 'ang terkontrol dengan baik, serta waktu pengisian bahan ke dalam mould 'ang tepat. K %$+%$*"$ )"$ K r%*i"$ (euntungan resin akrilik polimerisasi panas adalah:

,arga murah dan pembuatan mudah udah direparasi@ modifikasi !idak larut dalam cairan mulut Estetik sangat baik Ikatan kimia 'ang baik pada gigitiruan akrilik

(erugian resin akrilik polimerisasi panas adalah: >a'a tahan fatik rendah (onduktivitas rendah (ekuatan fleksural rendah