Anda di halaman 1dari 29

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penulisan Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan peningkatan sumber daya manusia, kualitas hidup, peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat serta mempertinggi masyarakat akan pentingnya hidup sehat. Kesehatan yang baik adalah modal utama bagi setiap orang, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Dalam upaya membangun kesehatan gigi dan mulut perlu adanya penjagaan terhadap oral hygiene secara mandiri dengan penggunaan pasta gigi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan gigi dan mulut yang relatif bebeda bagi tiap individu. Untuk itu perlu adanya pengetahuan yang luas mengenai pasta gigi termasuk juga oleh para dokter gigi, karena pasta gigi serta kandungan yang terdapat didalamnya sangat mempengaruhi variabel kesehatan gigi pasien. enyikat gigi merupakan suatu kontrol plak dan langkah awal untuk mencegah karies. !aat ini kontrol plak telah dilengkapi dengan penambahan bahan aktif yang mengandung bahan dasar alami ataupun sintetik sebagai bahan antibakteri yang tersedia dalam bentuk sediaan obat kumur dan pasta gigi. "amun demikian kesalahan dalam memilih komposisi serta dosis kandungan per-bahan pada suatu pasta gigi justru dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan pelindung gigi. #erikut akan dibahas mengenai komposisi umum dari pasta gigi serta manfaat dan resiko bahaya dari masing-masing bahan. 1.2 Rumusan Masalah $. %pakah kandungan atau komposisi umum yang terdapat pada pasta gigi& '. %pakah fungsi dari masing-masing komponen yang terkandung dalam pasta gigi& (. #ahan-bahan apakah yang mengandung potensi bahaya dalam pasta gigi& kesadaran

1.3 Tu uan Penulisan $. '. (. engetahui kandungan atau komposisi umum yang terdapat pada pasta gigi engetahui fungsi dari masing-masing komponen yang terkandung dalam pasta gigi engetahui bahan-bahan apakah yang mengandung potensi bahaya dalam pasta gigi

1.! Man"aat Penulisan Penyusunan makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan penulis khususnya dan pembaca pada umumnya tentang apa saja yang terkait dengan judul makalah ini yaitu tentang pasta gigi.

'

BAB II TIN#AUAN PU$TA%A

2.1 Pasta &igi Pasta gigi didefinisikan sebagai bahan semi-aqueous yang digunakan bersamasama sikat gigi untuk membersihkan deposit dan memoles seluruh permukaan gigi. Pasta gigi yang digunakan pada saat menyikat gigi berfungsi untuk mengurangi pembentukan plak, memperkuat gigi terhadap karies, membersihkan dan memoles permukaan gigi, menghilangkan atau mengurangi bau mulut, memberikan rasa segar pada mulut serta memelihara kesehatan gingiva (Siregar, 2004). 2.1.1 'ungsi Pasta &igi $. )ungsi Kosmetik enyingkirkan materi alba, plak, sisa makanan dan pewarnaan pada permukaan gigi serta untuk penyegaran pernafasan (Siregar, 2004). '. )ungsi *herapeutik Dengan pemakaian obat-oabatan dalam pasta gigi hasil nya terlihat dalam pengurangan plak, kalkulus, karies dan penyakit gingiva. %dapun pasta gigi therapeutik dibagi dalam dua kelompok yaitu pasta gigi therapeutik yang tidak mengandung fluor seperti pasta gigi yang mengandung klorofil, antibiotik ammonium dan en+im inhibitor dan pasta gigi therapeutik yang menganndung fluor untuk mencegah terjadinya karies gigi seperti , !odiun fluoride -,''. !tannous fluoride -,/. onofloro phospatase -,01. (Siregar, 2004).

(. )ungsi Kosmetik *herapeutik Pasta gigi terdiri dari bermacam-macam bahan, dimana masing-masing bahan mempunyai fungsi khusus (Siregar, 2004).

2.1.2 $(arat ) s(arat *asta gigi (ang +aik (Siregar, 2004) $. empunyai daya abrasif yang minimal tetapi mempunyai daya pembersih yang maksimal. '. Dapat mengemulsi kotoran-kotoran yang ada dalam mulut. (. 2arus stabil dalam waktu yang lama. /. P2 hampir netral supaya dapat bereaksi dalam suasana asam basa. 3. Dapat menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri yang ada dalam mulut. 1. Dapat bereaksi dengan enamel gigi dan membentuk senyawa yang dapat mempertinggi daya tahan enamel terhadap serangan asam. 0. *idak beracun. 4. Dapat mengurangi atau menghilangkan bau mulut. 5. 6nak rasanya dan memberi kesegaran dalam rongga mulut. $-. *idak merusak mukosa dalm mulut. $$. Dapat mengurangi sensitivitas dentin. $'. 2arganya terjangkau. 2.1.3 %,m*,sisi Pasta &igi 2ampir semua pasta gigi mengandung lebih dari satu bahan aktif dan hampir semua dipromosikan dengan beberapa keuntungan bagi pengguna. Umumnya pasta gigi yang beredar di pasaran saat ini adalah kombinasi dari bahan abrasif, deterjen dan satu atau lebih bahan terapeutik (Siregar, 2004). $ a. Bahan a+rasi" -2./0.12 #ahan abrasif yang terdapat dalam pasta gigi umumnya berbentuk bubuk pembersih yang dapat memolish dan menghilangkan stain dan plak. #entuk dan jumlah bahan abrasif dalam pasta gigi membantu untuk menambah kekentalan pasta gigi. 7ontoh bahan abrasif ini antara lain silica atau silica hydrat, sodium bikarbonat, aluminium oxide, dikalsium fosfat dan kalsium karbonat (Siregar, 2004) Pengertian Bahan Abrasif #ahan yang menyebabkan abrasi8 bahan yang digunakan untuk mengikis, mengasah, dan menggosok (Siregar, 2004). /

Manfaat Bahan Abrasif 9estorasi gigi diselesaikan sebelum dipasang di dalam rongga mulut untuk mendapatkan tiga manfaat dari perawatan gigi , kesehatan mulut, fungsi, dan estetika. 9estorasi dengan kontur dan pemolesan yang baik akan meningkatkan kesehatan mulut dengan jalan mencegah akumulasi sisa makanan dan bakteri patogen. :ni diperoleh melalui reduksi daerah permukaan total dan mengurangi kekasaran permukaan restorasi (Siregar, 2004). Permukaan yang lebih mulus akan lebih mudah dijaga kebersihannya dengan tindakan pembersihan preventif yang biasa dilakukan sehari-hari karena benang gigi dan sikat gigi akan mendapat jalan masuk yang lebih baik ke semua permukaan dan daerah tepi. Dengan beberapa bahan gigi tertentu, aktivitas karat dan korosi dapat dikurangi cukup besar jika seluruh restorasi dipoles dengan baik. )ungsi rongga mulut akan meningkat jika restorasi dipoles dengan baik karena makanan akan meluncur lebih bebas pada permukaan oklusal dan embrasur selama mastikasi. ;ang lebih penting lagi, daerah kontak restorasi yang halus akan mengurangi tingkat keausan pada gigi tetangga maupun antagonisnya. :ni khususnya berlaku untuk bahan restorasi seperti keramik yang mengandung fase yang lebih keras daripada email gigi dan dentin. Permukaan yang kasar menyebabkan terjadinya tekanan kontak yang tinggi yang dapat menimbulkan hilangnya kontak fungsional dan stabilisasi antara gigi-gigi (Siregar, 2004). %khirnya, kebutuhan estetik dapat membuat dokter gigi menangani permukaan restorasi yang tampak jelas dengan cara berbeda daripada permukaan yang sulit dijangkau. <alaupun pemolesan yang mirip cermin diinginkan demi alasan di atas, jenis permukaan ini mungkin secara estetik kurang baik karena tidak cocok dengan gigi-gigi di sebelahnya bila berada di daerah yang mudah kelihatan seperti permukaan labial dari gigi-gigi aterior atas. eskipun demikian, permukaan ini tidak terkena tekanan kontak yang tinggi dan mudah dibersihkan (Siregar, 2004). 7iri dan corak anatomi yang samar dapat ditambahkan pada daerah ini tanpa mempengaruhi kesehatan maupun fungsi rongga mulut (Siregar, 2004).

Bahan Abrasif Lain (Polishing) Di Bidang Kedokteran Gigi %da beberapa jenis abrasif yang tersedia tetapi hanya yang umum yang digunakan dalam kedokteran gigi. %brasif alamiah mencakup batu %rkansas, kapur, korundum, intan, ampelas, akik, pumice, =uart+, pasir, tripoli, dan +irkonium silikat. 7uttle dan kieselguhr berasal dari sisa organisme hidup. %brasif buatan pabrik adalah bahan disintesa yang umumnya lebih disukai karena mempunyai sifat fisik yang lebih dapat ditebak. !ilikan karbid, oksida aluminium, rouge, dan oksida timah adalah contoh dari abrasif buatan pabrik. $. #atu %rkansas. #atu %rkansas adalah batu endapan silika yang berwarna abu-abu muda dan semitranslusen yang ditambang di %rkansas. engandung =uart+ mikrokristal dan mempunyai corak yang padat, keras, serta seragam. Potongan kecil dari mineral ini dicekatkan pada batang logam dan ditruing ke berbagai bentuk untuk mengasah email gigi dan logam campur. '. Kapur. !alah satu bentuk mineral dari calcite disebut kapur. Kapur adalah abrasif putih yang terdiri atas kalsium karbonat. Digunakan sebagai pasta abrasif ringan untuk memoles email gigi, lembaran emas, amalgam, dan bahan plastik. (. Korundum. #entuk mineral dari oksida aluminium yang biasanya berwarna putih. !ifat fisiknya lebih rendah daripada oksida alfaaluminium, yang sudah banyak menggantikan korundum dalam aplikasi dental. Korundum digunakan terutama untuk mengasah logam campur dan tersedia dalam bentuk abrasif bonding dengan bermacam bentuk. Paling umum digunakan pada instrumen yang disebut white stone. /. :ntan. :ntan adalah mineral tidak berwarna, transparan yang terdiri atas karbon. :ni adalah senyawa yang paling keras. :ntan disebut superabrasif karena kemampuannya untuk mengatasi substansi apapun. %brasif intan dipasok dalam berbagai bentuk, termasuk instrumen abrasif yang berputar, ampelas abrasif yang mempunyai backing logam lentur, dan pasta poles intan. Digunakan pada bahan keramik dan resin komposit.

3. %mril. %brasif ini berupa korundum berwarna hitam keabuan yang dibuat dalam bentuk butiran halus. %mril digunakan khususnya dalam bentuk disk abrasif dan tersedia dalam berbagai ukuran kekasaran. Dapat digunakan untuk memoles logam campur atau bahan plastis. 1. %kik. :stilah akik mencakup sejumlah bahan yang berbeda yang mempunyai sifat fisik dan kristalin yang sama. ineral ini adalah silika dari aluminium, kobalt, besi, magnesium, dan mangan. %brasif akik yang digunakan dalam kedokteran gigi biasanya berwarna merah gelap. %kik sangat keras dan jika patah selama pengasahan, membentuk bidang berbentuk pahat yang tajam, membuat bahan ini menjadi abrasif yang sangat efektif. %kik tersedia dalam bentuk disk dan pita punjung. Digunakan untuk mengasah logam campur dan bahan plastik. 0. Pumis. %ktivitas gunung berapi menghasilkan bahan silika berwarna abu-abu muda. Digunakan terutama dalam bentuk pasir tetapi juga dapat ditemukan pada abrasif karet. Kedua bentuk ini digunakan pada bahan plastik. *epung pumis adalah derivat batu volakanik yang sangat halus dari :talia dan digunakan untuk memoles email gigi, lempeng emas, amalgam gigi, dan resin akrilik. 4. >uart+. #entuk =uart+ yang paling sering digunakan adalah yang sangat keras, tidak berwarna, dan transparan. :ni adalah bentuk mineral yang sangat banyak dan tersebar luas. Partikel-partikel kristalin =uatr+ dilumatkan untuk membentuk partikel angular yang tajam yang bermanfaat dalam membuat disk abrasif. %brasif =uart+ digunakan terutama untuk merapikan logam campur dan dapat digunakan untuk mengasah email gigi. 5. Pasir. Pasir adalah campuran partikel mineral kecil yang terutama terdiri atas silika. Partikel ini berwarna-warni, membuat abrasif pasir mempunyai penampilan yang khas. Partikel pasir mempunyai bentuk bulat atau angular. Diaplikasikan tekanan udara untuk menghilangkan bahan tanam dari logam campur pengecoran. ?uga dapat dilapiskan pada disk kertas untuk mengasah logam campur dan bahan plastik. 0

$-. *ripoli. %brasif ini berasal dari endapan batu silika yang ringan dan rapuh. #erwarna putih, abu-abu, pink, merah, atau kuning. ?enis yang berwarna abu-abu dan merah adalah yang paling sering digunakan dalam kedokteran gigi. #atu ini digiling menjadi partikel yang sangat halus dan dibentuk dengan pengikat lunak menjadi batang-batang senyawa pemoles. Digunakan untuk memoles logam campur dan beberapa bahan plastik. $$. @irkonium silikat. @irkon atau +irkonium silikat dipasok sebagai mineral berwarna putih kekuningan. #ahan ini digiling menjadi partikel dengan berbagai ukuran dan digunakan untuk melapisi disk abrasif serta ampelas. !ering digunakan sebagai komponen pasta profilaksis gigi. $'. 7uttle. 7uttlefish, cuttle bone, atau cuttle adalah nama yang umum untuk abrasif ini. erupakan bubuk putih calcareus yang terbuat editerania dari genus !epia. dari bagian dalam rumah kerang laut

*ersedia sebagai abrasif lapisan dan digunakan untuk prosedur abrasi yang halus seperti memoles tepi logam dan restorasi amlgam gigi. $(. Kieselguhr. #ahan ini terdiri atas sisa-sisa silika dari tanaman laut kecil yang disebut diatom. #entuk yang lebih kasar disebut tanah diatomaceus, yang digunakan sebagai bahan pengisi pada beberapa bahan gigi seperti bahan cetak hidrokoloid. erupakan abrasif yang sangat halus. 9isiko silikosis pernapasan karena pemajanan kronis terhadap partikel bahan ini yang ada di udara cukup besar karena itu tindakan pencegahan harus selalu dilakukan. $/. !ilikon Karbid. %dalah abrasif yang sangat keras dan merupakan abrasif sintetik yang pertama kali dibuat. #aik yang berwarna hijau atau hitam-biru mempunyai sifat fisik yang setara. #entuk hijau sering lebih disukai karena substrat terlihat lebih nyata di balik warna hijau tersebut. !ilikon karbid sangat keras dan rapuh. Patikelpartikelnya tajam dan mudah pecah untuk membentuk partikel baru yang tajam. :ni menghasilkan efisiensi pemotongan yang sangat tinggi untuk berbagai bahan, termasuk logam campur, keramik, dan

bahan plastik. !ilikon karbid tersedia sebagai abrasif pada disk dan instrumen bonding vitreous serta karet. $3. Aksida %luminium. Aksida aluminium adalah abrasif sintetik kedua yang dikembangkan sesudah silikon karbid. Aksida aluminium sintetik BaluminaC dibuat berupa bubuk berwarna putih. Dapat lebih keras daripada korundum Balumina alamiC karena kemurniannya. %lumina dapat diproses dengan berbagai sifat melalui sedikit mengubah reaktan pada proses pembuatannya. %da beberapa jenis ukuran butiran dan alumina sudah semakin banyak menggantikan bahan amril untuk abrasif. Aksida aluminium digunakan secara luas dalam kedokteran gigi. Aksida ini dipakai untuk membuat abrasif bonding, abrasif berbentuk lapisan, dan abrasif yang dijalankan dengan motor udara. <hite stone dibuat dari oksida aluminium yang disintering dan populer untuk merapikan email gigi, logam campur, maupun bahan keramik. %brasif logam aluminium yang berwarna pink dan merah delima dibuat dengan menambahkan senyawa kromium pada bahan asli. Dariasi ini dipasarkan dalam bentuk bonding viterous sebagai batu tidak terkontaminasi untuk preparasi logam campur logam-keramik sebelum menerima porselen. !isa-sisa abrasif ini tidak boleh mengganggu pengikatan porselen ke logam campur. 2asil tinjauan ulang dari ;amamoto B$543C menunjukkan bahwa bur karbid merupakan instrumen yang paling efektif untuk merapikan jenis logam campur ini karena tidak mengkontaminasi permukaan logam dengan terjebaknya partikel abrasif. $1. %brasif :ntan !intetik. :ntan buatan digunakan khusus sebagai abrasif dan dibuat lima kali lebih besar dari tingkat abrasif intan alami. ?enis abrasif ini digunakan pada pembuatan gergaji intan, roda, dan bur intan. #lok yang ditanami partikel intan digunakan untuk mengasah jenis abrasif yang lain. Pasta pemoles intan juga dapat dibuat dari partikel yang diameternya lebih kecil dari 3 Em dan digunakan untuk memoles bahan keramik. %brasif intan sintetik digunakan terutama untuk struktur gigi, bahan keramik, dan bahan resin komposit. 5

$0. 9ouge. Aksida besi adalah senyawa abrasif yang halus dan berwarna merah dalam rouge. #ahan ini dipadukan seperti tripoli, dengan berbagai pengikat lunak menjadi bentuk bedak. Digunakan untuk memoles logam campur mulia yang berkadar tinggi. $4. Aksida *imah. %brasif yang sangat halus ini digunakan secara luas sebagai bahan pemoles untuk gigi dan restorasi logam di dalam mulut. #ahan ini dicampur dengan air, alkohal, atau gliserin untuk membentuk pasta abrasif ringan. +. Air -2./!.12 %ir dalam pasta gigi berfungsi sebagai pelarut (Siregar, '--/). $ 3. Humectant atau *elem+a+ -2./3012 2umectant adalah bahan penyerap air dari udara dan menjaga kelembaban. isalnya gliserin, alpha hydroxy acids (AHA) dan asam laktat. #ahan ini digunakan untuk menjaga pasta gigi tetap lembab (Siregar, 2004). 4. Bahan *erekat -1/212 #ahan perekat ini dapat mengontrol kekentalan dan memberi bentuk krim dengan cara mencegah terjadinya pemisahan bahan solid dan liquid pada suatu pasta gigi. 7ontohnya glycerol, sor itol dan polyethylene glycol BP6FC (Siregar, 2004). $ e. Surfectan atau Deter en -1/312 #ahan deterjen yang banyak terdapat dalam pasta gigi di pasaran adalah Sodium !auryl Sul"at B!G!C yang berfungsi menurunkan tegangan permukaan, mengemulsi Bmelarutkan lemakC dan memberikan busa sehingga pembuangan plak, debris, material alba dan sisa makanan menjadi lebih mudah. !G! ini juga memiliki efek antibakteri (Siregar, 2004). ". Bahan *enam+ah rasa -./212 Hylitol adalah nama populer senyawa kimia alkohol gula 732$'A3. !ehari-hari dikenal sebagai gula kayu atau gula irch yang digunakan untuk pemanis, seperti rekan-rekannya, mannitol, sor itol, erythritol, maltitol, dan $-

lactitol. Disebut gula irch karena pertama kali ditemukan pada abad ke-$5 dari serat kayu pohon #hite %merika Utara ($ar y, 200%). Hylitol secara alami juga terkandung dalam serat buah dan sayuran, yaitu dari keluarga beri-berian Brasberi, stroberiC, plum, kulit ari jagung, gandum oat, jamur merang, kembang kol dan bayam ($ar y, 200%). Di abad ke-$5 itu, Iylitol diperkenalkan di 6ropa sebagai pemanis yang aman bagi penderita diabetes dan pemilik kadar gula darah tinggi, karena tak berpengaruh pada kadar insulin. !emanis gula sukrosa dari tebu tapi berkandungan kalori lebih rendah /-., lebih lambat diserap tubuh hingga aman bagi penderita diabetes. !atu sendok teh Iylitol berisi 5,1 kalori, bandingkan dengan gula yang $3 kalori. Hylitol juga nirkarbohidrat, sementara gula berisi / g per sendok teh ($ar y, 200%). #iasanya pasta gigi menggunakan pemanis buatan untuk memberikan cita rasa yang beraneka ragam. isalnya rasa mint, stroberi, kayu manis bahkan rasa permen karet untuk pasta gigi anak. *ambahan rasa pada pasta gigi akan membuat menyikat gigi menjadi menyenangkan. %D% tidak merekomendasikan pasta gigi yang mengandung gula tetapi pasta gigi yang mengandung pemanis buatan Bmisalnya saccharinC. #ahan pelembab gliserin dan sor itol juga memberikan rasa manis pada pasta gigi (Siregar, 2004). $. mannitol , alkohol gula 1 J karbon dibentuk dengan mereduksi manosa atau fruktosa dan tersebar luas dalam tanaman,preparat resmi. '. maltitol , pati atau rasa yang di berhidrogenasi, sebagian terhidrolisis dan yang digunakan sebagai pemanis. (. sorbitol , alkohol gula karbon J 1 yang terbentuk melalui reduksi gugus karbonin glukosa dan terdapat secara alamiah dalam berbagai macam buah. /. erythritol , gula empat karbon yang dibentuk dari eritrosa melalui gugus karbonin dan ditemukan dalam algae , tanaman liechenes, rumput rumputan. senyawa ini memberikan rasa manis dua kali lipat dibandingkan sukrosa. $$ irch yang banyak tumbuh di )inlandia dan

3. lactitol , disakarida yang analogllactulosa mempunyai rasa manis yang kuat yang sebagian besar digunakan sebagai pemanis juga mempunyai sifat laksatif dan digunakan sebagai pengobatan.

g. Bahan tera*eutik -./212 #ahan terapeutik yang terdapat dalam pasta gigi adalah sebagai berikut (Siregar, 2004) , 1. 'lu,ri4e Penambahan "luoride pada pasta gigi dapat memperkuat enamel dengan cara membuatnya resisten terhadap asam dan menghambat bakteri untuk memproduksi asam. %dapun macam- macam "luoride yang terdapat dalam pasta gigi adalah sebagai berikut (Siregar, 2004), Stannous "luoride *in fluor merupakan fluor yang pertama ditambahkan dalam pasta gigi yang digunakan secara bersamaan dengan bahan abrasif Bkalsium fosfatC. )luor ini bersifat antibakterial namun kelemahanya dapat membuat stein abu-abu pada gigi. Sodium "luoride "a) merupakan fluor yang paling sering ditambahkan dalam pasta gigi, tapi tidak dapat digunakan bersamaan dengan bahan abrasif. Sodium mono"luora"os"at Di :ndonesia, pasta gigi mengandung fluoride mulai muncul sekitar tahun 0--an. )luoride yang banyak digunakan jenis !odium onofluoro )osfat atau !odium )luoride, dengan kadar yang '3hingga 4-- ppm. !ecara detail, fluor merupakan salah satu bahan pasta gigi berfungsi memberikan efek deterjen sebagai satu dari tiga bahan utamanya disamping bahan abrasi sebagai pembersih mekanik permukaan gigi dan pemberi rasa segar pada mulut, sementara bahan lainnya sodium bikarbonat dan baking soda sebagai alkalin untuk mengurangi keasaman plak dan mencegah

$'

pembusukan, sedangkan pemutih, pemberi rasa dan sebagainya merupakan bahan tambahan pada racikan pasta tersebut. Dengan efek tersebut, fluoride berfungsi melapisi struktur gigi dan ketahanannya terhadap proses pembusukan serta pemicu proses mineralisasi. Unsur kimia dalam +at ini mengeraskan email gigi pada persenyawaannya. #egitupun, sejak dulu efek kerugiannya juga sudah dipublikasikan secara luas yakni bahayanya bila tertelan dan karena itu juga kita tidak diajarkan menelan pasta gigi (Siregar, 2004). Pasta gigi yang beredar di pasaran umumnya mengandung fluor dalam bentuk &atrium "luoride B"a)C, !tanium 'luorida B!n)C dan Sodium mono"luoro"os"at B"a ")C.$' 'luoride bekerja untuk mengontrol karies dini dengan beberapa cara. )luor dapat menghambat demineralisasi enamel dan meningkatkan remineralisasi. #akteri kariogenik metabolisme karbohidrat dan menghasilkan asam sehingga p2 rongga mulut menjadi asam dan dapat mengubah struktur enamel. )luor dapat menguatkan gigi dengan meningkatkan proses remineralisasi sehingga enamel resisten terhadap asam. )luor dapat menghambat karies dengan cara menghambat aktivitas metabolisme bakteri kariogenik dalam memetabolisme karbohidrat untuk menghasilkan asam dan polisakarida adhesif yang diperlukan untuk berkolonisasi pada permukaan gigi. Kelebihan fluor dalam jangka panjang dapat menyebabkan fluorosis (Siregar, 2004). Baha a !luoride Dari sejumlah berita yang beredar beberapa waktu lalu fluoride disinyalir sebagai salah satu bahan yang digunakan pada pembuatan bom atom. 6fek racun kimiawi yang dipaparkan lewat penemuan ini mendorong para peneliti semakin kritis melakukan riset tentang bahaya flouride pada pasta gigi, kemudian banyak berita mempublikasikan efek samping dan bahaya fluoride dalam memicu osteoporosis dan kerusakan sistem saraf terutama pada penggunaan yang salah ($ea, 20((). !ekitar awal tahun '---K pemerintah #elgia menjadi pihak pertama melarang peredaran tablet dan permen mengandung fluoride yang selama ini $(

dianjurkan pemberiannya pada anak-anak untuk menguatkan gigi mereka. 9iset lain dari !wedia menyorot kecenderungan anak untuk menelan pasta gigi secara tak sengaja melalui air ludah bekas sikat gigi yang kerap memicu kasus overdosis fluoride dan menimbulkan gangguan seperti banyaknya pengeluaran ludah, tumpulnya indera perasa di sekitar mulut sampai ke gangguan pernafasan bahkan kanker ($ea, 20((). Keadaan terhambatnya penyerapan kalsium sebagai salah satu manifestasi efek sampingnya juga dikenal dengan istilah fluorosis yang bisa berakibat lanjut pada penurunan :>, gangguan sistem saraf dan kekebalan tubuh serta kerapuhan tulang dan terhambatnya pertumbuhan ($ea, 20((). Di beberapa negara, anjuran penggunaannya sudah dibatasi untuk usia diatas 3 tahun. Di :ndonesia telah dihimbau penggunaannya dalam tiap tube pasta gigi tidak lebih dari 3-- ppm Bparts per millionC dari sebelumnya sekitar $----$3-- ppm dan mengikuti antisipasinya untuk mengurangi penambah rasa sebagai pencegah anak-anak agar tak menelan pasta gigi tersebut ($ea, 20((). Di luar kemungkinan pemberitaan efek fluoride ini sebagai fakta, mungkin tak perlu buru-buru menjadi terlalu resah dan was-was menggunakan produk pasta gigi yang mengan-dung fluoride sejauh kadarnya masih di bawah ambang batas yang dianjurkan. Kesadaran konsumen untuk memilih produk masih tetap bisa dilaksanakan, paling tidak untuk memilih pasta gigi dengan kadar fluoride rendah, dan mungkin, dengan adanya pro dan kontra ini salah satu antisipasi terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan mengawasi penggunaannya ($ea, 20((). 6fek biologis )luoride Bdlm buku )louride the %ging )actor-Dr. ?ohn ;iamouyiannisC, $. Figi )luorosis BkeroposC merupakan tanda pertama kontaminasi fluoride. '. Kerusakan gigi Bpada stadium lanjut-gigi bergaris-garis gelap terlihat seperti lubangC dan gigi tanggal. (. Penelitian di 7ina, pemberian fluoride dg dosis rendah pun telah menyebabkan berkurangnya kecerdasan pada anak-anak /. Penuaan Dini $/

3. %borsi !pontan 1. *ulang yang rapuh 0. Kanker, )luoride bersifat 7arcinogenic Bpenyebab kankerC 4. Kerusakan pada sistem berpikir. 5. Kemandulan $-. Kerusakan otak $$. Penurunan :>

2. Bahan 4esensitisasi ;ang dimaksud dengan bahan desensitisasi B desensiti)ing agentsC adalah bahan yang digunakan untuk perawatan hipersensitivitas dentinL hipersensitivitas akar gigi Bdentin*root hypersensiti+ityC. 2ipersensitivitas akar bisa terjadi secara spontan apabila akar gigi tersingkap karena resesinya gingiva atau karena pembentukan saku periodontal. "amun hipersensitivitas ini bisa pula terjadi setelah dilakukannya prosedur penskeleran dan penyerutan akar maupun prosedur bedah periodontal. Keadaan ini dimanifestasikan oleh nyeri sakit yang timbul bila terkena rangsangan dingin atau panas Blebih sering dinginC, buah-buahan yang asam, manis, atau karena kontak dengan sikat gigi atau alat dental (,o)artha, 20(0). 1 2 Mekanisme Hi*ersensiti5itas Dentin Untuk dapat memahami mekanisme kerja bahan desensitisasi, perlu dipahami lebih dulu mekanisme terjadinya hipersensitivitas akar. Dari sekian banyak teori yang dikemukakan, untuk sementara ini mekanisme kerja bahan desensitisasi yang diproduksi hanya dikaitkan dengan dua teori saja, B$C teori hidrodinamik dan B'C teori neural (Armilia, 200-). "eori Hidrodinamik

$3

enurut teori yang dikemukakan oleh #rannstrom ini, stimulus atau perangsang dari permukaan luar dentin dihantar oleh mekanisme hidrodinamik berupa pergerakan cairan yang cepat didalam tubulus dentin sampai ke processus odonto last yang menjorok ke tubulus dentin, untuk kemudian diteruskan ke ujung saraf pada pulpa gigi. %rah gerakan cairan tubulus dentin tergantung perangsangnya. Perangsang dingin menyebabkan cairan menyusut sehingga cairan bergerak ke arah pulpa, sebaliknya perangsang panas menyebabkan cairan ekspansi ke arah permukaan luar. 7airan dengan tekanan osmotis yang lebih tinggi daripada tekanan osmotis cairan tubulus dentin Bmisalnya gulaC akan menarik cairan tubulus dentin ke arah cairan dengan tekanan osmotis yang lebih tinggi (Armilia, 200-). "eori neural enurut teori neural dentin mengandung saraf-saraf interdentin yang merupakan saraf aferen yang terlibat dalam timbulnya nyeri sakit. *erjadinya hipersensitivitas akar adalah disebabkan meningkatnya eksitabilitas saraf-saraf interdentin (Armilia, 200-). Mekanisme Desensitisasi Dengan mengacu pada kedua teori yang dikemukakan diatas, mekanisme desensitisasi yang dikenal sekarang ini ada dua, yaitu dengan, B$C menyumbat atau memperkecil diameter tubulus dentin, dan B'C mengurangi eksitabilitas saraf-saraf interdentin (,o)artha, 20((). Mem#erkecil Diameter "ubulus Dentin Dengan disumbat atau diperkecilnya diameter tubulus dentin, gerakan cairan tubulus dentin akibat perangsang akan dihambat sehingga hipersensitivitas berkurang. Penyumbatan atau pengecilan diameter tubulus dentin oleh bahan desensitisasi yang digunakan bisa karena salah satu meknisme berikut, $. Pembentukan dentin sekunder di sepanjang dinding tubulus dentin. '. Pengendapan protein pada dinding tubulus dentin. (. Pembentukan kristal-kristal pada dinding tubulus dentin (,o)artha, 20((). $1

Mengurangi $ksitabilitas Saraf%Saraf &nterdentin Dengan dikuranginya eksitabilitas saraf interdentin, kepekaan saraf tersebut terhadap perangsang akan berkurang. #ahan desensitisasi dengan kerja yang demikian mempengaruhi saraf-saraf interdentin secara langsung maupun tidak langsung (,o)artha, 20(0). Bahan/Bahan Desensitisasi #erdasarkan siapa yang menggunakan, bahan desensitisasi dibedakan atas B$C bahan yang digunakan oleh dokter gigi di klinikLpraktek dan B'C bahan yang digunakan oleh pasien di rumah. !edangkan berdasarkan mekanisme kerjanya bahan desensitisasi dibedakan atas, B$C bahan yang kerjanya menyumbat atau memperkecil diameter tubulus dentin dan B'C bahan yang menurunkan eksitabilitas saraf-saraf interdentin (,o)artha, 20(0).

Bahan Desensitisasi 'ntuk Pemakaian Di Klinik (,o)artha, 20(0) Untuk desensitisasi di klinik, bahan yang paling banyak digunakan adalah fluorida yang aksi kerjanya menyumbat tubulus dentin. Pasta yang bisa digunakan adalah campuran sama banyak natrium fluorida, kaolin dan gliserin. Untuk pemakaiannya, permukaan gigi terlebih dulu diisolasi dan dikeringkan. Pasta kemudian digosok-gosokkan dengan bantuan alat dental, misalnya dengan air hangat. %da juga cara desensitisasi dengan jalan iontoforesis untuk mengendapkan natrium fluorida ke struktur gigi. #ahan lain dengan mekanisme kerja yang sama yang bisa digunakan di klinik adalah kalium oksalat. #ahan desensitisasi siap pakai yang mengandung preparat fluorida telah pula diproduksi. !ebagai contoh $uraphat. yang berbentuk pernis yang mengandung 3- mg natrium fluorida, dan 'luocal. berupa cairan yang mengandung $ gr natrium fluorida. urnisher, selama $ - ' menit ke permukaan akar gigi yang sensitif. !etelah itu, permukaan gigi dibilas

$0

Desensitisasi di klinik bisa juga dilakukan dengan kalsium hidroksida yamg efeknya mengurangi eksitabilitas saraf. Kalsium hidroksida diaplikasikan ke permukaan akar gigi yang hipersensitif, kemudian ditutup dengan pembalut periodontal selama satu minggu. Bahan Desensitisasi 'ntuk Di#akai Pasien Di (umah (,o)artha,

20(0). #ahan desensitisasi untuk dipakai oleh pasien sehari-hari di rumah adalah berupa pasta gigi khusus, yang bisa berupa, $. Pasta gigi dengan aksi kerja menyumbat tubulus dentin. #eberapa pasta gigi khusus telah dipasarkan untuk desensitisasi oleh pasien sendiri. #ahan desensitisasi yang terkandung dalam pasta tersebut ada berupa stronsium klorida, natrium monofluoroposfat dan formaldehid. '. Pasta gigi dengan aksi kerja mengurangi eksitabilitas saraf. Pasta gigi khusus dengan aksi kerja mengurangi eksitabilitas saraf mengandung kalium nitrat. (. Pasta gigi dengan aksi ganda. Karena seringnya desensitisasi dengan bahan yang mempunyai aksi tunggal Bmenyumbat tubulus dentin saja atau mengurangi eksitabilitas saraf sajaC tidak berhasil mengurangi hipersensitivitas, belakangan ini dipasarkan pula pasta desensitisasi dengan aksi ganda. !alah satu pasta dengan aksi ganda mengandung kalium nitrat dan natrium monofluoroposfat.

3. Bahan anti/tartar #ahan ini digunakan untuk mengurangi kalsium dan magnesium dalam saliva sehingga keduanya tidak dapat berdeposit pada permukaan gigi. 7ontohnya /etrasodium pyrophospate (Siregar, 2004). !. Bahan antimikr,+a

$4

#ahan ini digunakan untuk untuk membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri. 7ontoh bahan ini adalah 6n+im %miloglucosidase dan 6+ Flukosidase, /ri0olsan BbakterisidalC, 1inc citrate atau 1inc phosphate BbakteriostatikC. !elain itu ada beberapa herbal yang ditambahkan sebagai anti mikroba dalam pasta gigi contohnya ekstrak daun sirih dan siwak. Penyakit infeksi merupakan penyakit yang sering (Siregar, 2004). Di dalam rongga mulut terdapat berbagai jenis mikroorganisme yang merupakan flora normal. Keadaan ini disebabkan karena rongga mulut merupakan pintu gerbang penghubung antara lingkungan luar tubuh dan lingkungan dalam tubuh, sehingga mikoorganisme dapat masuk dan berkembang biak dalam tubuh manusia (Siregar, 2004). Aleh sebab harus dilakukan tindakan untuk mencegah terjadinya infeksi dalam rongga mulut. ikroorganisme yang menetap hidup dan berkembang biak dalam rongga mulut dapat menimbulkan penyakit, bila mekanisme pertahanan tubuh menurun yang disebut infeksi oportunistik. Karies gigi dan penyakit periodontal adalah penyakit yang disebabkan oleh aktifitas kuman flora mulut yang tidak dapat diatasi oleh mekanisme pertahanan tubuh (Siregar, 2004). Kuman yang berperan untuk penyakit karies gigi adalah !treptococcus mutans, dilaporkan juga !treptococcus mutans berperan pada penyakit periodontal. Untuk mencegah kemungkinan terjadinya penyakit dalam rongga mulut seperti penyakit karies gigi dan penyakit periodontal adalah dengan mengendalikan populasi mikroorganisme rongga mulut di dalam plak gigi dan saliva, antara lain dengan cara kumur dengan obat kumur dan menyikat gigi dengan teratur dengan menggunakan pasta gigi (Siregar, 2004). !elama ini kita telah mengenal berbagai macam obat kumur dan pasta gigi, yang banyak sekali beredar dipasaran dengan berbagai macam merek dan dengan berbagai macam kegunaannya. Kumur dengan obat kumur dan penyikatan gigi dengan menggunakan pasta gigi dapat mengurangi populasi mikroorganisme flora rongga mulut jauh lebih besar dibandingkan tanpa menggunakan obat kumur dan pasta gigi (Siregar, 2004). $5 terjadi baik yang menginfeksi anggota tubuh bagian luar, organ-organ dalam, maupun pada rongga mulut

)aktor daya hambat yang terkandung di dalam pasta gigi mempunyai peranan penting terhadap pertumbuhan kuman flora mulut maupun kuman penyebab penyakit karies gigi dan penyakit periodontal. 6fek daya hambat pasta menurunkan populasi mikroorganisme rongga mulut yaitu, didalam plak gigi dan saliva dan akan mencegah penyakit gigi dan mulut (Siregar, 2004). !etelah menyikat gigi sering dilupakan merawat sikat giginya sehingga tercemar oleh kuman rongga mulut dan dari luar tubuh. Kuman yang dapat mencemari, merupakan hasil berbagai tindakan sterilisasi dan penyimpanan alat-alat, hal tersebut sangat penting dalam menunjang faktor kontaminan (Siregar, 2004). Pasta Gigi )ang Mengandung $n*im Penelitian menyatakan bahwa sikat gigi dengan pasta gigi dalam waktu tiga minggu terdapat muatan kuman kontaminan dari berbagai 7olony )orming Units !taphylococcus spp, !treptococcus spp, 6. coli, 7andida, Gactobacillus spp, 7orynebacterium spp , bakteri #lack pigmented sedangkan !treptococcus mutans tidak ditemukan pada sikat gigi (2una#an d00, 20(0). Penelitian tersebut menunjang hasil penelitian ini hal mana angkaangka penelitian kami bahwa total muatan kuman kontaminan !treptococcus mutans menunjukan angka yang tinggi dan kuman !treptococcus mutans tersebut terdeksi (2una#an d00, 20(0). #erdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa penyikatan gigi dengan menggunakan pasta gigi 6+ tetap menunjukan adanya muatan kuman kontaminan rongga muiut pada sikat gigi. 2anya didapatkan perbedaan dalam jumlah 7)U, akan tetapi penggunanan pasta 6+ menunjukan adanya penurunan populasi 7)U kuman !treptococcus mutans setelah penyikatan gigi selama tiga minggu (2una#an d00, 20(0). Dikatakan bahwa penyakit infeksi gigi dan mulut pada saat ini merupakan tantangan bagi profesi kedokteran gigi . Kuman kontaminan pada sikat gigi ini menunjang timbulnya penyakit infeksi pada rongga mulut dan pada organ tubuh lainnya (2una#an d00, 20(0). Peran $kstrak Daun Sirih dalam Pasta Gigi

'-

!irih merupakan tanaman menjalar menyerupai tanaman lada. Daunnya berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling, bertangkai, teksturnya agak kasar jika diraba dan mengeluarkan bau yang sedap BaromatisC jika diremas. Panjang daun 1-$0,3 dan lebar (,3-$- cm. <arna daun sirih bervariasi dari kuning, hijau sampai hijau tua ($ea, 20((). Di kawasan %sia *enggara, Piper betle G. B!irihC merupakan salah satu tanaman yang telah dikaitkan dalam pengendalian karies, penyakit periodontal dan mengontrol halitosis. 6kstrak daun sirih menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap S. mitis, S.sanguis dan A.3iscosus, beberapa koloni bakteri lain dari plak gigi ($ea, 20((). !ecara umum ekstrak daun sirih mengandung bahan kimia seperti minyak atsiri, hydroxycha+icol, 0a+i etol, allypyro0ate0ol 0ar+a0ol, eugenol, eugenolmethylester, pcymene, cineol, estragiol, caryophyline, cadinene, gula, pati, terpeneme, sus0uitterpenene, "enil propana dan tanindiastase ($ea, 20((). !irih telah diakui memiliki efek farmakologis yaitu sebagai antimikroba, antioksidan, antimutagenik, antikarsinogenik dan antiinflamasi. 6kstrak daun sirih mengandung asam lemak Basam stearat dan palmitatC dan asam lemak hidroksi ester Bester hidroksi dari stearat, palmitat dan asam miristatC dan hydroxycha+icol sebagai komponen utama. Hydroxycha+icol merupakan turuan senyawa fenol yang memiliki daya antibakteri BbakterisidC lima kali lebih kuat daripada fenol biasa dengan target struktur, fungsi dinding dan membran sel bakteri. %danya hydroxycha+icol yang merupakan senyawa toksik mengakibatkan struktur tiga dimensi protein terganggu dan terbuka menjadi struktur acak tanpa adanya kerusakan pada struktur kerangka kovalen. 2al ini mengakibatkan protein berubah sifat, sehingga aktivitas biologisnya menjadi rusak dan protein tidak dapat melakukan fungsinya ($ea, 20((). %sam lemak yang terdapat dalam ekstrak daun sirih dapat bekerja sebagai permukaan anion, antibakteri dan anti jamur pada p2 yang rendah ($ea, 20((). !ehubungan dengan hal ini penelitian :nt+ar %li, )arrah F Khan, Krishan, "aresh, Prabhu, )arhat et. all, memperlihatkan bahwa dari beberapa jamur yang diteliti ternyata ekstrak daun sirih sangat efektif untuk menghambat pertumbuhan 4andida al icans ($ea, 20((). '$

Penelitian "alina dan 9ahim memperlihatkan bahwa ekstrak daun sirih dapat menghambat produksi asam yang dihasilkan oleh S. mutans. 2al ini sehubungan dengan pengurangan jumlah Streptococcus mutan sebagai bakteri penghasil asam BacidogenicC. Dengan berkurangnya asam diharapkan proses terjadinya karies dapat dihambat ($ea, 20(().

h. Bahan *emutih -.6.0/.6012 %da macam-macam bahan pemutih yang digunakan antara lain Sodium icar onate, Hidrogen pero0sida, 4itroxane, dan Sodium hexametaphosphate (Siregar, 2004). sodium bikarbonat , garam monosodium dari asam karbonik "a27A (. digunakan sebagai pelengkap elektrolit dan pengalkali sistemik. nitrogen pedroksida , cairan desinfektan pembersih dan pemutih yang kuat, digunakan dalam larutan encer dalam air terutama sebagai semprotan dan pencuci (Siregar, 2004).

i. Bahan *enga7et -.6.0/.6012 #ahan mikroorganisme pengawet berfungsi untuk mencegah pertumbuhan dalam pasta gigi. Umumya bahan pengawet yang

ditambahkan dalam pasta gigi adalah Sodium en)oate, ,ethylpara en dan 5thylpara en (Siregar, 2004).

''

BAB III 89N$EPTUAL MAPPIN&

'(

BAB I: PEMBAHA$AN

Pasta gigi adalah sejenis pasta yang digunakan untuk membersihkan gigi, biasanya dengan sikat gigi di :ndonesia pasta gigi sering juga disebut Adol, yaitu salah satu merek pasta gigi. <alaupun merek ini sudah berpuluh-puluh tahun tidak lagi dijual di :ndonesia, nama Adol telah menjadi nama generik. Adol pertama kali diproduksi di ?erman oleh Dresden chemical laboratory Gingner, yang sekarang dikenal sebagai Gingner <erke %F pada tahun $45' sebagai cairan pencuci mulutLmouthwash. Adol moutwash pada tahun $5-- an adalah merk ternama dan yang paling luas penggunaannya di hampir seluruh daratan 6ropa. %dalah Karl %ugust Gingner yang pertama menciptakan Adol moutwash dan dia adalah orang yang giat mengkampanyekan 2idup 2igienis. Dia juga dikenal sebagai orang pertama yang mengadakan :nternational 2ygiene 6Ihibition pada tahun $5$$ Dia mendirikan usium *he Ferman 2ygyene useum di Dresden.

Kesadaran kebersihan hampir gigi setiap

masyarakat membuat tahun

akan

pentingnya jenis

produsen pasta gigi mengeluarkan

pasta gigi baru. 9asa yang tersedia, dari rasa mint segar, buah-buahan, hingga herbal seperti daun sirih dan siwak. !elain itu kandungan tambahan seperti baking soda dan pemutih, yang membuat rasa pasta gigi lebih dapat diterima. #eberapa hasil penelitian yang dilakukan para ahli menemukan, pemakaian deterjen lebih banyak memiliki efek negatif. Penelitian yang dilakukan #ente '/

#rokstad 2erlofson dan #arkvoll dari Department of Aral !urgery and Aral pasta gigi dengan deterjen dan bebas deterjen.

edicine,

Dental )aculty, University of Aslo, "orwegia, membandingkan efek penggunaan *ujuan penelitian klinis tersebut untuk meneliti efek dari jenis pasta gigi yang menggunakan deterjen dengan kandungan sodium lauryl sulfate B!G!C dan cocoamidopropylbetaine B7%P#C dibandingkan dengan pasta gigi bebas deterjen pada (- pasien yang mengalami recurrent aphthous mouth ulcers B9%UC atau luka seperti bisul yang terus-menerus. Penelitian tersebut selama enam minggu. Pada periode tersebut, pasien diminta untuk menggosok gigi dua kali sehari dengan dua jenis pasta gigi berbeda. Dari hasil penelitian tersebut dapat dinilai lokasi dan jumlah dari luka bisul yang terlihat. )rekuensi yang lebih tinggi secara signifikan dari penampakan luka pada mulut ditunjukkan ketika pasien menggosok gigi dengan pasta gigi yang mengandung sodium sulfate lauryl sulfate B!G!C, dibandingkan dengan pasta gigi yang mengandung cocoamidopropyl betaine B7%P#C atau pasta gigi bebas deterjen. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa efek dari !D! yang membuat lapisan musin dalam mulut tidak berfungsi secara alami yaitu dengan membuka lapisan dasar epitelium, ternyata memengaruhi timbulnya peningkatan 9%U. Penambahan fluorida dalam pasta gigi yang beredar di :ndonesia dimulai pada tahun $505 oleh salah satu pioneeer produsen pasta gigi indonesia, saat ini seluruh pasta gigi yang diproduksi oleh produsen yang tergabung dalam %sosiasi :ndustri Pasta Figi :ndonesia B%:P:C seluruhnya meiliki kandungan fluorida. enurut !tandar "asional :ndonesia kadar fluor yang dipersyaratkan dalam pasta gigi untuk orang dewasa adalah 4---$3-- ppm B!": $'-(3'/-$553C sedangkan bagi pasta gigi anak adalah 3---$--- ppm B!": $1-/010-$554C. #erdasarkan Peraturan enteri Kesehatan "o. //3L enkesLPerLDL$554 Gampiran $M(/ disebutkan bahwa batas maksimum garam fluorida dan turunannya dalam sediaan higiene mulut adalah -,$3 . Bsetara dengan $3-- ppmC, jumlah ini sesuai dengan aturan %sean 7osmetic Directive 01L014L667 %nneI ::: #agian $, aturan )D% %merika !erikat, serta :!A $$1-5. Penelitian yang dilakukan oleh Public :nterest 9esearch and %dvocacy 7enter Gembaga Konsumen ?akarta BKK? P:9%7C pada 5 merek pasta gigi anak menunjukan bahwa hanya $ merek yang kandungan fluor-nya dibawah atau sama dengan !": '3

Bmaksimal $--- ppmC, sisanya diatas standar. Aleh karena itu disimpulkan bahwa kadar fluor dalam pasta gigi untuk anak di :ndonesia membahayakan karena di atas standar, lembaga ini menyarankan agar !": menurunkan syarat kandungan fluor dalam pasta gigi anak menjadi '3--3-- ppm. Kondisi ini akan lebih berbahaya bila penelitian Prof. Dirk Danden #erghe dari Universitas %ntwerpen !wedia terbukti juga di :ndonesia yaitu bahwa (--/- . pasta gigi ditelan oleh anak-anak pada saat menyikat gigi, ini terjadi terutama pada pasta gigi yang diberi rasa buah. Untuk mengatasi efek negatif fluor pada konsumen anak agaknya pengawasan penerapan !": pada produk pasta gigi anak perlu diawasi karena ternyata ada perbedaan antara nilai yang dicantumkan dengan nilai yang sebenarnya terkandung didalam pasta gigi. %da beragam penyebab gigi sering terasa ngilu bila terkena rangsangan suhu atau rasa. Diantaranya karena terjadi abrasi pada leher gigi atau turunnya gusi Bretaksi gingivaC yang menyebabkan akar gigi terbuka. Figi sensitif bisa pula akibat terkikisnya email karena memakai pasta gigi yang mengandung bahan bersifat terlalu abrasif. Karena email tererosi, dentin menjadi terbuka, tidak terlindung. %kibatnya, gigi menjadi sensitif bila terkena rangsangan. Usia tua juga bisa menyebabkan gigi sensitif, gara-gara retraksi BpenurunanC gusi yang terjadi secara fisiologis. Figi sensitif bisa pula timbul setelah dilakukan scaling. Pada saat itu akar gigi terekspos, sehingga peka terhadap rangsangan. "amun, pada kasus ini biasanya rasa ngilu akan hilang dengan sendirinya begitu gusi menutup kembali. #iasanya, pasta gigi khusus untuk gigi sensitif mengandung sodium monofluorofosfat atau strontium klorida. enurut penelitian, kedua bahan itu akan membantu menutup pori-pori dentin yang terbuka sehingga melindungi jaringan saraf dari rangsangan suhu atau rasa. 6feknya baru terasa setelah beberapa saat pemakaian dihentikan. dianjurkan. akanan yang bersifat asam, seperti minuman bersoda dan makanan masam, sebaiknya dihindari. Kandungan asam akan turut meningkatkan suasana asam yang akan mengikis bahan pelindung yang menutup pori-pori dentin. #au mulut merupakan hasil metabolisme kuman rongga mulut dan sisa-sisa makanan, yang berupa gas yang disebut Dolatile !ulfur compound BD!7sC. Fas ini '1 aka pemakaian teratur pasta gigi khusus untuk gigi sensitif ini sangat

terdiri atas +at hidrogen !ulfid, metil mercaptan, demetil disulfid, dan dimetil sulfid. @at-+at tersebut selalu dihasilkan dalam proses metabolisme dari bakteri atau flora rongga mulut. ?adi D!7s dalam keadaan normal pasti ada pada rongga mulut semua orang. "amun, hal ini akan menjadi masalah ketika terjadi peningkatan kadar D!7s didalam mulut, yakni ketika ada peningkatan aktivitas bakteri anaerob didalam mulut yang menyebabkan bau dari D!7s ini akan tercium oleh indera penciuman. Peningkatan aktivitas itu bisa karena rendahnya kadar oksigen di dalam rongga mulut yaitu saat produksi saliva atau air liur menurun, bisa juga karena adanya karang gigi atau gigi berlubang BkariesC.

BAB : PENUTUP

0.1 %esim*ulan '0

$. Pasta gigi memiliki tiga fungsi dasar yaitu kosmetik, terapeutik dan kosmetikterapeutik. '. Ketiga fungsi ini ditentukan oleh keberadaan dan persentase komposisi bahan yang menyusunnya, yang dapat dikelompokkan sebagai bahan abrasif, bahan pelarut, bahan pengikat, bahan pelembab, bahan pengawet, bahan perasa, detergent, bahan terapi serta bahan pemutih. (. Keseluruhan bahan yang terkandung dalam pasta gigi relatif aman bila digunakan sesuai dengan anjuran dosis atau persentase maksimum yang diperbolehkan. /. #ahan-bahan herbal yang dianggap bermanfaat seringkali ditambahkan ke dalam pasta gigi oleh produsen pasta gigi sebagai pengganti bahan-bahan kontroversif yang belum benar-benar diakui keamanannya. 0.2 $aran Pengetahuan tentang kandungan umum serta dampak positif dan negatif dari pasta gigi sangat diperlukan oleh seorang penyedia layanan kesehatan gigi dan mulut. Dengan mengetahui pasta gigi dengan komposisi yang paling ideal, dokter gigi dapat merekomendasikan suatu jenis pasta gigi kepada pasiennya. Dalam memilih atau merekomendasikan suatu produk, hendaknya dokter gigi tidak berkesan mempromosikan suatu merk dagang atau menunjukkan sikap apriori terhadap jenis produk yang dianggapnya kurang baik di depan pasien.

DA'TAR PU$TA%A

$. !iregar, magdalena. '--/. 6engaruh 6ema0aian 7a0ing Soda $alam 6asta 2igi /erhadap pH Sali+a. Diunduh dari http,LLrepository.usu.ac.idLhandleL$'(/31045L4/-' 96D:967*:"F, '4

http,LLrepository.usu.ac.idLbitstreamL$'(/31045L4/-'L$L55-1---1$.pdf , pada tanggal $- ?anuari '-$$. '. o+artha, martha. '-$-. ,engatasi 2igi Sensiti". Diunduh http,LLwww.klikdokter.comLgigimulutLreadL'-$-L-0L-3L11Lmengatasi-gigihipersensitif, pada tanggal $' ?anuari '-$$. dari

(. Darby, !harise ,. '--5. 8ylitol 9oining 'luoride As 4a+ity 'ighter . Diunduh dari www.ajc.comLhealthLIylitol-joining-fluoride-as-50$$'.html pada tanggal $' ?anuari '-$$. /. Funawan, % harun. dkk. '-$-. 6engaruh 6asta 2igi :ang ,engandung 5n)im Amiloglucosidase $an 2lucosidase /erhadap ;uman ;ontaminan 6 Ada Si0at 2igi . Di Unduh dari staff.ui.ac.idLinternalL$(-(11//3LpublikasiLPengaruhpastagigiyangmengandungen+im %miloglucosidasedanFlucosidaseterhadapkumankontaminanpadasikatgigi.pdf, pada tanggal $( ?anuari '-$$. 3. Dea, hasim. '-$$. $aun Sirih se agai Anti a0teri 6asta 2igi . Diunduh dari www.pdgi-online.comLv'LindeI.php& optionNcomOcontentPtaskNviewPidN35/P:temidN$, pada tanggal $( ?anuari '-$$. 1. %rmilia, milly. '--1. <paya ,encegah $entin Hipersensiti" A0i at Asam $engan Semen $asar 2lass =onomer. Diunduh dari 2ttp,LLwww.resources.unpad.ac.idLunpadcontentLuploadsLpublikasiOdosenLUP%;%.'- 6"76F%2.'-D6"*:" .'-2:P69!6"!:*:).pdf pada tanggal $( ?anuari '-$$.

'5

Anda mungkin juga menyukai