Anda di halaman 1dari 39

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Anatomi Dan Fisiologi Sistem Kardiovaskuler 2.1.1 etak Jantung Jantung terletak didalam rongga mediastinum dari rongga dada (thorax), diantara kedua paru. Bagian depan dilindungi oleh sternum dan tulang tulang iga setinggi kosta ke 3 sampai ke- 4. Dinding disamping berhubungan dengan paru-paru dan fasies mediastinalis. Dinding atas setinggi thorakal kedan ser!ikal ke-"

berhubungan dengan aorta, pulmonalis, dan bronkus dekstra dan sinistra. Dinding belakang, mediastinum posterior oesofagus, aorta

desenden, !ena a#igos, dan kolumna !ertebra torakalis. Bagian ba$ah berhubungan dengan diafragma. Dua pertiga %antung berada di sebelah kiri sternum. &peks %antung, berada di sela iga keempat atau kelima pada garis tengah kla!ikula. 'ada de$asa rata-rata pan%angn(a kira-kira )" *m dan lebar + *m dengan berat 3,, sampai 4,, gram. 2.1.2 Struktur Jantung 'ada bagian permukaan inferior (Diafragma) sebagian besar adalah !entrikel kiri dan sebagian !entrikel kanan. Batas kanan %antung dibentuk oleh !ena ka!a superior dan atrium kanan,

sedangkan batas kiri %antung dibatasi oleh dinding lateral !entrikel kiri. Basis %antung dibentuk oleh atrium kiri dan sebagian atrium kanan (ang berada di iga ke-" (dua). -elaput (ang membungkus %antung disebut Perikandrium, (ang terdiri dari dua lapisan. ). Perikandrium fibrosa, (aitu lapisan luar (ang melekat pada tulang dada, diafragma dan pleura. ". Perikandrium serosa, (aitu lapisan dalam dari perikandrium terdiri dari lapisan parietalis / melekat pada perikandrium fibrosa dan lapisan !eseralis (ang melekat pada %antung (ang %uga disebut epikardium. Diantara kedua lapisan tersebut terdapat rongga (ang disebut rongga perikardium (ang berisi sedikit *airan pelumas atau (ang disebut cairan perikardium kurang lebih ), sampai 3,, ml (ang berguna untuk mengurangi gesekan (ang timbul akibat gerak %antung. 'erikardrium %uga berfungsi sebagai barier terhadap infeksi dari paru dan mediastinum.

2.1.! "uang Jantung Jantung terdiri atas 4 ruang, (aitu dua ruang berdinding tipis disebut atrium (serambi) dan dua ruang berdinding tebal (ang disebut !entrikel (bilik). 1. Atrium &trium Dalam han(a keadaan berfungsi normal sebagai %antung pompa mempun(ai primer (ang

meningkatkan efektifitas !entrikel sebagai pompa kira-kira 3,0. kemampuan memompa lebih dari 3,, sampai 1,,0 darah dibutuhkan oleh

tubuh. &trium kanan berfungsi sebagai penampung (reser!oir) darah (ang rendah oksigen dari seluruh tuibuh melalui !ena ka!a superior dan inferior dan dari %antung melalui sinus koronarius. 2ekanan di atrium kanan " sampai mm3g dengan saturasi oksigen 410. 5emudian darah dipompakan ke !entrikel kanan dan selan%utn(a ke paru. &trium kiri menerima darah (ang ka(a oksigen dari kedua paru melalui !ena pulmonalis. 2ekanan atrium kiri 4 sampai )" mm3g dengan saturasi oksigen +10 sampai +60. 5edua atrium tersebut dipisahkan oleh sekat (ang disebut septum interatrium.

2. #entrikel

'ermukaan dalam !entrikel memperlihatkan alur-alur otot (ang disebut trabekula. Beberapa alur tampak menon%ol, (ang disebut muskulus papilaris. 7%ung muskulus papilaris dihubungkan dengan tepi daun katub atrio!entrikuler oleh serat serat (ang disebut korda tandinea.

a. 8entrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. 2ebal dinding kanan biasan(a ,,1 *m dan tekanan sistolikn(a )1 3, mm3g dan diastolikn(a , 1 mm3g dan saturasi oksigen 410. b. 8entrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan

dipompakan keseluruh tubuh malalui aorta. 2ebal dari dinding

!entrikel kiri kira- kira ),1 *m. 2ekanan sistolik !entrikel kiri normaln(a adalah )", mm3g dan diastolik , -), mm3g. -aturasi oksigen +1 p- +60. 5edua !entrikel ini dipisahkan oleh sekat (ang disebut septum inter!entrikel. 8entrikel sebagai pompa sekunder, !olume akhir diastoli* dan akhir sistolik !entrikel. 8olume akhir diastolik adalah selama diastole, pengisian !entrikel dalam keadaan normal meningkatkan !olume setiap !entrikel sekitar )", sampai )3, ml. 9aktu !entrikel kosong selama sistole, !olumen(a berkurang sekitar 4, ml (keadaan normal), (ang dinamakan isi sekun*up (strok !olume). Dalam keadaan tertentu dapat naik sampai ",, ml, dan dapat turun sampai )4, ml. :nerg( untuk kontraksi %antung adalah energ( kimia dari metabolisme asam lemak dan #at gi#i (asam laktat dan glukosa).

2.1.$

Katu%&Katu% Jantung

2erdiri

dari

(empat)

katub

(ang

berfungsi

untuk

mengatur sirkulasi darah. -etiap katub berespon terhadap perubahan tekanan. 5atub dikelompokkan dalam dua %enis (aitu katub atrio!entrikuler dan katub semilunar.

a.

5atub atrio!entrikuler ;etakn(a antara atrium dan !entrikel, maka disebut katub

atrio!entrikuler. 5atub (ang terletak diantara atrium kanan dan !entrikel kanan mempun(ai tiga buah daun katub, disebut katub trikuspid. -edangkan katub (ang letakn(a diantara atrium kiri dan !entrikel kiri mempun(ai dua daun katub disebut katub mitral. 5atub atrio!entrikuler memungkinkan darah mengalir dari masing-masing atrium ke !entrikel pada fase diastolik !entrikel dan men*egah aliran balik pada saat sistol !entrikel (kontraksi).

b. 5atub -emilunar 5atub semilunar memisahkan !entrikel dengan arteri (ang berhubungan. 5atub pulmonal terletak pada arteri pulmonalis, memisahkan pembuluh ini dari !entrikel kanan. 5atub aorta terletak antara !entrikel kiri dan aorta. 5edua katub semilunar ini mempun(ai bentuk (ang sama, terdiri dari tiga daun katub (ang simetris disertai penon%olan men(eruoai *orong (ang dikaitkan dengan sebuah *in*in serabut. &dan(a katub semilunar ini memungkinkan darah mengalir dari masing-masing !entrikel ke arteri pulmonalis atau aorta selama sistole !entrikel, dan men*egah aliran balik $aktu diastole !entrikel.

'embukaan katub ter%adi pada $aktu masing-masing !entrikel berkontraksi dimana tekanan !entrikel lebih tinggi dari pada tekanan di dalam pembuluh-pembuluh arteri. Disebelah atas daun katub aorta terdapat tiga penon%olan dinding aorta, (ang disebut sinus !alsa!a. <uara arteri koronaria terletak paa ton%olan-ton%olan ini. -inus-sinus tersebut berfungsi melindungi muara koroner dari pen(umbatan oleh daun katub pada $aktu aorta terbuka. Bila !entrikel kiri berkontraksi, masukn(a darah ke dalam aorta dan arteri lain men(ebabkan dinding arteri terenggang dan tekanann(a meningkat ke tekanan sistolik normal )", mm3g. 'ada akhir sistole tekanan darah dalam aorta dan arteri lain turun pelan-pelan selama diastole karena darah (ang disimpan dalam arteri elastik (ang teregang terus mengalir melalui pembuluh darah perifer kembali ke !ena. -ebelum !entrikel berkontraksi lagi, biasan(a tekanan aorta turun sampai tekanan diastolik sekitar 6, mm3g, (ang merupakan "=3 tekanan maksimum )", mm3g (ang terdapat selama kontraksi.

2.1.' a%isan& a%isan Jantung ;apisan Jantung terdiri dari perikardium, miokardium, dan endokardium. ). 'erikardium ;apisan ini merupakan kantong pembungkus %antung (ang terletak dalam mediastinum minus, terletak posterior 8

terhadap korpus sterni dan tulang ra$an iga ke-" sampai ke.

a. 'erikardium fibrosum (fiseral), merupakan bagian kantong (ang membatasi pergerakan %antung, terikat diba$ah sentrum tendinium diafragma, bersatu dengan pembuluh darah besar melekat pada sternum melalui ligamentum sternoperikardial. b. 'erikardium bagian, (aitu. 'erikardium parietalis membatasi perikardium fibrosum sering disebut epikardium 'erikardium fiseral mengandung sedikit *airan (ang berfungsi sebagai pelumas untuk mempermudah serosum (parietal), dibagi men%adi dua

pergerakan %antung.

". <iokardium ;apisan otot %antung (ang menerima darah dari arteri koronaria, arteri koronaria kiri ber*abang men%adi arteri des*enden anterior dan tiga arteri sirkumfleksi. &rteri koronaria kanan memberikan darah untuk sinoatrial node, !entrikel kanan dan permukaan diafragma !entrikel kanan.

8ena koronaria mengembalikan darah ke sinus kemudian bersirkulasi langsung ke dalam paru-paru.

3. :ndokardium Dinding dalam atrium diliputi oleh membran (ang mengkilat dan terdiri dari %aringan endotel atau selaput lendir (ang li*in ke*uali aurikula dan bagian depan sinus !ena ka!a. Di bagian ini terdapat bundelan otot paralel (ang di depan krista, kearah ba$ah krista terminalis terdapat sebuah lipatan endokardium (ang menon%ol dan dikenal sebagai !al!ula !ena ka!a inferior(ang ber%alan didepan muara !ena inferior menu%u ke sebelah tepi dan disebut fosa o!alis. Diantara atrium kanan dan !entrikel kanan terdapat hubungan melalui orifisium artikulare.

2.1.( Sistem Konduksi Di dalam otot %antung terdapat %aringan khusus (ang menghantarkan aliran listrik. Jaringan tersebut mempun(ai sifatsifat khusus , (aitu. ). >tomatisasi, spontan. ". ?rama, kemampuan untuk membentuk implus (ang teratur. 3. Da(a konduksi, kemampuan untuk men(alurkan implus. 4. Da(a ransang, kemampuan untuk bereaksi terhadap rangsang. kemampuan untuk melakukan implus se*ara

10

Berdasarkan sifat sifat tersebut diatas,maka se*ara spontan dan teratur %antung akan menghasilkan impuls impuls (ang disalurkan melalui s(stem hantaran untuk merangsang otot %antung dan bias menimbulkan kontraksi otot. 'er%alanan impuls dimulai dari nodus -& ke nodus &8, sampai ke serabut purkin(e. Di dinding atrium kanan terdapat nodus -&. -el sel dari nodus -& memiliki otomatisasi. 5arena nodus -& se*ara normal melepaskan impuls dengan ke*epatan lebih *epat dari pada sel %antung lain dengan otomatisasi , ),, den(ut nadi=menit. 'ada bagian ba$ah septum interatrial terdapat nodus atrio!entrikuler (&8). Jaringan ini beker%a untuk menghantarkan, memperlambat, potensial aksi atrial sebelum ia mengirimn(a ke !entrikel. 'otensial aksi men*apai nodus &8 pada $aktu (ang berbeda. @odus &8 memperlambat hantaran dari potensial aksi ini sampai semua potensial aksi telah dikeluarkan atrium dan memasuki nodus &8. -etelah sedikit perlambatan ini, nodus &8 melampaui potensial aksi sekaligus, kontraksi ke %aringan konduksi sel !entri*ular, !entrikel. memungkinkan simultan semua

'erlambatan nodus &8 ini %uga memungkinkan $aktu untuk atrium se*ara penuh menge%eksi kelebihan darahn(a ke dalam !entrikel, sebagai persiapan untuk sistole !entrikel. Dari nodus &8, impuls ber%alan ke berkas his di septum inter!entrikuler ke *abang berkas kanan dan kiri, dan kemudian melalui satu dari beberapa serat purkin(e ke %aringan miokard !entrikel !entrikel. mendekati itu sendiri. 'otensial aksi dapat melintasi %aringan penghantar 3 4 kali lebih *epat dari pada melalui miokard <aka berkas, *abang dan serabut purkin(e dapat kontraksi simultan dari semua bagian !entrikel,

11

sehingga maksimal.

memungkinkan

ter%adin(a

pen(atuan

ker%a

pompa

2.1.) Siklus Jantung 'ada !entrikel, $aktu akti!asi depolarisasimen%alar dan tekanan ke seluruh !entrikel berkontraksi didalamn(a

meningkat. 'ada $aktu tekanan didalam !entrikel melebihi tekanan atrium, katub mitral dan tri*uspid menutup dan terdengar sebagai bun(i %antung pertama. Aase kontraksi !entrikel (ang berlangsung sebelum katub katub semiluner terbuka disebut fase kontraksi iso!olumetrik. Disebut demikian karena tekanan didalam !entrikel meningkat tanpa ada darah (ang keluar, sampai tekanan didalam !entrikel melebihi tekanan aorta atau arteri pulmonalis, disaat mana katub katub semilunar terbuka dan darah keluar dari !entrikel. :%eksi darah dari !entrikel (terutama !entrikel kiri) berlangsung sangat *epat pada permulaan, sehingga kadang kadang menimbulkan suara (ang merupakan komponen akhir dari bun(i %antung ). Aase ini disebut fase e%eksi *epat. -esudah darah keluar dari !entrikel maka tekanan didalam !entrikel akan menurun, saat tekanan dalam !entrikel menurun lebih rendah dari tekanan aoreta atau arteri pulmonalis, maka katub katub semilunar akan menutup dan terdengarlah bun(i %antung ke-". -elama katub mitral dan tri*uspid tertutup, darah dari !ena pulmonalis dan !ena ka!a tetap mengisi ke dua atrium (ang men(ebabkan peningkatan tekanan didalam atrium. -ementara itu tekanan di kedua !entrikel terus menurun sehingga men%adi lebih

12

rendah dari tekanan atrium, dan katub mitral serta tri*uspid akan terbuka. -etelah katub mitral dan katub tri*uspid terbuka, maka darah akan mengalir dari ke dua atrium ke dua !entrikel, mula mula se*ara *epat (fase pengisian *epat). Dan makin lama makin lambat sampai berhenti, (akni se$aktu tekanan di atrium dan !entrikel sama. -ebelum saat akhir diastole !entrikel (diastole !entrikel dimulai sesudah penutupan ' katub), pada :5B akti!asi listrik (ang atrium menimbulkan gelombang men(ebabkan

berkontraksi, dan sisa darah didalam atrium akan masuk ke dalam !entrikel. 5emudian mulailah kontraksi !entrikel lagi. 2erbukan(a katub ini tidak menimbulkan suara ke*uali bila ada kelainan katub (opening snap pada stenosis mitral ). Aase diantara penutupan katub semilunar dan pembukaan katub mitral atau tri*uspid dinamakan fase iso!olumetrik !entrikel.

2.1.* Ta+a% Jantung Jantung beker%a selama kita hidup dan membutuhkan makanan (ang berasal dari darah dengan tahap ker%a sbb . ). 2ahap kontriksi 8entrikel %antung dalam keadaan mengun*up dan katub (bikuspidalis dan trikuspidalis) dalam keadaan tertutup. 8al!ula semilunaris terbuka sehingga darah dari !entrikel kanan mengalir ke arteri pulmonalis dan masuk ke paru paru, sedangkan darah dari !entrikel kiri mengalir ke aorta lalu diedarkan ke seluruh tubuh.

13

". 2ahap dilatasi Jantung mengembang, katub bikuspidalis dan trikuspidalis terbuka sehingga darah dari atrium kiri masuk ke !entrikel kiri begitu pula pada %antung sebelah kanan.

3. 2ahap istirahat Darah masuk dalam ke dua bagian %antung (aiutu %antung kanan dan %antung kiri

2.1., Pengaturan Jantung Normal Dua *ara dasar pengaturan ker%a %antung (aitu . ). &utoregulasi intrinsi*, (aitu pemompaan karena perubahan !olume darah. ". Cefleks, (aitu (ang menga$asi ke*epatan dan kekuatan

kontraksi %antung. Dalam hal ini %antung dipengaruhi oleh saraf simpatik dan parasimpatik. 'arasimpatis . - menurunkan frekuensi %antung - !asokontriksi otot %antung -impatis . - memperkuat frekuensi %antung - !asodilatasi otot %antung

14

2.1.1- Faktor&Faktor Penentu Ker.a Jantung Aungsi %antung dipengaruhi oleh 4 faktor utama (ang saling terkait dalam menentukan isi sekun*up (stroke !olume) dan *urah %antung (*ardia* output), (aitu . ). Beban a$al (preload) ". 5ontraktilitas 3. Beban akhir (afterload) 4. Arek$ensi %antung Be/an a0al 1%reload2 adalah %umlah regangan serabut otot %antung segera sebelum sistol. Biasan(a, %umlah regangan suatu ruang proporsional terhadap !olume darah ruang (ang di tamoung pada akhir diastol, sebelum sistol. Karena %reload adalah ukuran !olume pada akhir diastole, sering sama dengan !olume atau tekanan akhir diastole, maka preload !entrikel kiri di$akili oleh tekanan akhir diastoli* !entrikel kiri. Be/an ak+ir 1a3terload2 adalah kekuatan atau tekanan ruang %antung dimana ruang %antung harus menge%eksikan darah selama sistolik. Aa*tor (ang penting dalam menentukan afterload adalahtahanan !as*ular, %uga pada pembuluh sistamik dan pulmonal. &fterload sering sama dengan tahanan !as*ular atau tahanan !as*ular pulmonal. &fterload mempengaruhi isi sekun*up (stroke !olume)

15

karena peningkatan atau pengosongan !entrikel dengan mudah selama sistol. 'enurunan tahanan !as*ular sistemik, melalui !asodilatasi, menggambarkan !entrikel kiri se*ara relatif membesar, terbuka dan arteri rileks sehingga !entrikel dapat memompa. &pabila tahanan sitemik menignkat, misaln(a saat katekolamin (ang men*etuskan kontriksi arteri, ini memerlukan lebih ban(ak kekuatan bagi !entrikel kiri memompa ke dalam !askularisasi (ang sempit, isi sekun*up akan menurun. 2.1.11 Kontraktilitas 5emampuan inotropik dan beban ker%a %antung disebut kekuatan kontraktil. 5ekuatan otot %antung berubah dalam reepons terhadap rangsangan neural dan terhadap kadar katekolamin sirkulasi. ?ni dianggap bah$a, melalui mekanisme siklus adenosine monofosfat, sel %antung mengubah kadar kalsium intraselular dan &2'. 'erubahan ini meningkatkan ker%a inotropik, meskipun mekanismen(a tetap belum diketahui.

2.1.12 Frek0ensi Jantung <eskipun %antung memiliki kemampuan berden(ut se*ara mandiri terhadap pengaruh estrinsik, frek$ensi %antung diba$ah pengaruh otonomik dan katekolamin adrenal. -erat parasimpatik dan simpatik (ang mensarafi nodus -& dan &8. -elain itu beberapa serat simpatik berakhir pada %aringan miokard. &dan(a peningkatan atau penurunan frek$ensi %antung akan mempengaruhi *ardia* output. Batasan frek$ensi antara 1, sampai )4, kali den(ut permenit. Bila lebih dari )4, kali permenit maka pengisian kembali pada saat diastolik tidak adekuat dan bila kurang dari 1, kali den(ut permenit

16

akan menurunkan *ardia* output karena e%eksi berkurang. Batasan frek$ensi tersebut akan ber!ariasi untuk setiap indi!idu. Durah %antung adalah fa*tor utama (ang perlu diperhitungkan dalam sirkulasi, karena *urah %antung mempun(ai peranan penting dalam transportasi darah (ang memasok berbagai nutrisi. Durah %antung adalah %umlah darah (ang dipompakan oleh !entrikel dalam satu menit. @ilai normal pada orang de$asa sekitar 4liter=menit. Durah %antung merupakan hasil dari stroke !olume dan frek$ensi den(ut %antung. -troke !olume sendiri adalah %umlah darah (ang die%eksikan setiap kontraksi !entrikel. 'ada de$asa muda kurang lebih ,-),, ml darah. 2.1.1! Peredaran Dara+ 'embuluh darah adalah prasarana %alan bagi aliran darah. -e*ara garis besar peredaran darah dibedakan men%adi dua (aitu . a. 'eredaran besar (sirkulasi sistemik), (aitu dari %antung - seluruh tubuh - %antung. b. 'eredaran ke*il (sirkulasi pulmonal), (aitu %antung paru %antung. Darah kotor atrium kanan katup trikuspidal !entrikel kanan katup pulmonal paru (karbondioksida dibuang dan oksigen diambil ) atrium kiri katup mitral !entrikel kiri katup aorta seluruh tubuh. Jadi %antung kanan berisi darah kotor dan %antung kiri berisi darah bersih. -istem peredaran darah dalam tubuh manusia dapat di kelompokkan men%adi dua bagian.

17

1. Sistem %reredaran dara+ tertutu% Eaitu sistem peredaran darah (ang -:;&;7 berada=melalui pembuluh darah, tidak pernah langsung masuk ke dalam %aringan tubuh. Dontohn(a . -emua golongan 8ertebrata, termasuk manusia. <a*amn(a . -istem peredaran darah rangkap=ganda pada manusia, (aitu sistem peredaran darah (ang " kali masuk *or=%antung, dalama sekali peredaran darah. 2erdiri dari " ma*am . -istem peredaran darah ke*il=pendek, skeman(a . 8entrikel dexter arteri pulmonalis pulmo !ena menu%u ke

pulmonalis atrium sinister. -istem peredaran darah besar=pan%ang, skeman(a .

8entrikel sinister aorta arteri pembuluh kapiler (ang meliputi arteriole dan !enula !ena *a!a superior dan !ena *a!a inferior sistema porta hepati*a a trium dexter. 2. Sistem %eredaran dara+ ter/uka Eaitu sistem peredaran darah (ang dapat langsung masuk ke dalam %aringan tubuh dan masuk kedalam bening dengan u%ung (ang terbuka. <a*amn(a adalah sistem peredaran getah bening, (ang mempun(ai sifat . Dairan (ang dialirkan=diedarkan merupakan *airana getah bening=*airan limfe (ang ber$arna bening kekuningan. 5andungan #at=partikel (ang ada di dalamn(a (aiitu leukosit, fibrinogen dan trombosit. 'embuluh (ang berperanan (aitu pembuluh getah bening pembuluh getah

18

&lat untuk memompa *airan berupa otot (ang berada di sekitar pembuluh getah bening 2erdapat ban(ak katup disepan%ang pembuluh getah bening

<a*am pembuluh getah bening 'embuluh getah bening dexter (aitu pembuluh (ang menampung *airan getah bening (ang berasal dari kepala, leher bagian kanan, dada dan lengan kanan. 'embuluh getah bening sinister (aitu pembuluh (ang menampung *airan getah bening (ang berasal dari kepala, leher bagian kiri, dada, lengan kiri dan tubuh bagian ba$ah. -irkulasi limfe dapat berfungsi . <engembalikan *airan dan protein dari %aringan ke dalam sirkulasi darah. <engangkut leukosit dari kelen%ar limfe ke sirkulasi darah. <emba$a emulsi lemak dari usus ke sirkulasi darah. <en(aring dan menghan*urkan mikroorganisme dari tempat masukn(a ke dalam %aringan ke bagain lain dalam tubuh.

K4 4NJA" I5FA &dalah kelen%ar getah bening Berfungsi untuk men*egah infeksi pen(akit=pertahanan terhadap bibit pern(akit serta dapat menghasilkan leukosit. &da ton%olan (ang terdapat pada bagian tetentu pembuluh kil (ang disebut @odus limfa.

19

@odus linfa terletak di bagian ketiak, leher, pangkal paha, tonsil, amandel, dan %on%ot usus.

2.1.1$ Koronaria -uplai darah ke miolardium barasal dari dua arteri koroner besar (ang berasal dari aorta tepa di ba$ah katup aorta. &rteri koroner kiri memperdarahi sebagian besar !entrikel kiri dan arteri koroner kanan memperdarahi sebagian besar !entrikel kanan. &rteri koroner kiri (left main *oronar( arter( - ;<D&) mempun(ai dua *abang besar (aitu . ramus desenden anterior(left anterior des*enden - ;&D) dan ramus sirkumfleks (left *ir*umfleks - ;Dx). &rteri ini melingkari %antung dalam dua lekuk anatomis eksternal, (aitu sulkus atrio!entrikuler (ang melinkari %antung diantara atrium dan !entrikel, dan sulkus inter!entrikuler (ang memisahkan kedua !entrikel. 'ertemuan kedua lekuk ini dibagian permukaan posterior %antung merupakan salah satu bagian (ang kritis dipandang dari sudut anatomis %antung, tempat ini dikenal dengan sebutan kruks %antung, dan merupakan salah satu bagian terpenting dari %antung. @odus atrio !entrikuler (atrio!entrikuler node &8@) berlokasi pada titik pertemuan ini, dan pembuluh darah (ang mele$ati kruks tersebut merupakan pembuluh darah (ang memasok nutrisi untuk &8@. &rteri koronaria kiri ber*abang segera sesudah meninggalkan pangkaln(a di aorta. Camus sirkumfleks ber%alan disisi kiri %antung di sulkus atrio!entrikuler kiri. 'er%alanan se*ara berkeliling ini sesuai dengan sebutan dan fungsin(a sebagai pembuluh darah sirkumfleks.

20

Demikian

%uga

dengan

ramus

desendens

anterior,

(ang

men(atakan %alan anatomis dari *abang arteri tersebut. &rteri tersebut terdapat disebelah depan kiri dan turun ke bagian ba$ah permukaan %antung melalui sulkus inter!entrikular sebelah depan, kemudian melintasi apeks %antung berbalik arah dan terus mengarah ke atas sepan%ang permukaan ba$ah dari sulkus inter!entrikuler untuk bersatu di bagian distal dengan *abang arteri koroner kanan. Jalur%alur anatomis ini menghasilkan suatu hubungan antara arteri koroner dan pen(ediaan nutrisi otot %antung. ?stilah dominasi kanan dan dominasi kiri sebenarn(a menggambarkan apakah arteri kanan atau arteri koroner kiri (ang mele$ati kruks tersebut. 2u%uh puluh lima persen %antung manusia adalah dominan kanan. Bila situasi ini berlaku, arteri koroner kanan mele$ati bagian posterior dan bertanggung %a$ab untuk suplai darah ke sisi posterior %antung dan bagian posterior septum inter!entrikuler. ). &rteri koroner kanan (right *oronar( arter( - CD&) Ber%alan ke sisi kanan %antung , pada sulkus atrio!entrikuler kanan. 'ada dasarn(a arteri koronaria kanan member makan pada atrium kanan, entrikel kanan dan dinding sebelah dalam dari !entrikel kiri. <eskipun nodus -& (sino atrial node) letakn(a di atrium kanan, tetapi han(a 110 kebutuhan nutrisin(a dipasok oleh arteri koronaria kanan, sedang 4"0 lainn(a dipasok oleh *abang arteri sirkumfleks kiri. @utrisi untuk nodus &8 (atrio!entrikuler node) dipasok oleh arteri (ang melintasi kruks, (akni +,0 dari arteri koroner kanan dan ),0 dari arteri sirkumfleks. ". 8ena %antung

21

Distribusi !ena koroner sesungguhn(a parallel dengan distribusi arteri koroner. -(stem !ena %antung mempun(ai tiga bagian (aitu . a. 8ena tabesian, merupakan s(stem terke*il (ang men(alurkan sebagian darah dari miokardium atrium kanan dan !entrikel kanan. b. 8ena kardiaka anterior, langsung ke atrium kanan. *. -inus koronarius dan *abangn(a, merupakan s(stem !ena (ang paling besar dan paling penting, berfungsi men(alurkan pengembalian darah !ena miokard kedalam atrium kanan melalui ostium sinus koronarius (ang bermuara di samping !ena ka!a inferior. mempun(ai fungsi (ang *ukup

berarti, mengosongkan sebagian besar isi !ena !entrikel

2.1.1' Pengaru+ Ber/agai Ion Pada Fungsi Jantung 1. Pengaru+ ion Kalium a. kelebihan . men(ebabkan %antung men%ad sangat dilatasi dan lemas serta frek$ensi %antung lambat. b. 5ekurangan . menghambat hantaran impuls %antung dari atrium ke !entrikel melalui berkas &-8 @ode. *. 'eningkatan konsentrasi kalium han(a 6-)" m:F=liter " sampai 3 kali normal biasan(a akan men(ebabkan kelemahan %antung sedemikian rupa sehingga akan men(ebabkan kematian. 2. Pengaru+ ion kalsium

22

a. 5elebihan men(ebabkan %antung berkontraksi spasti*. 3al ini disebabkan oleh efek langsung ion kalsium untuk merangsang proses kontraksi %antung. Defisiensi . men(ebabkan %antung lemas, sama dengan efek kalsium. 'engurangan konsentrasi ion kalsium (ang besar biasan(a akan mematikan akan orang, karena tetani (ang timbul dengan sebelumn(a bermakna. 'eningkatan ion kalsium hampir tidak pernah ter%adi karena ion kalsium diendapkan dalam tulang=kadang kadang disembarang tempat dalam %aringan tubuh sebagai garam kalsium (ang tidak larut sebelum tingkat tersebut ter*apai. mempengaruhi %antung

!. Pengaru+ ion natrium kelebihan. menekan fungsi %antung,suatu efek (ang sama seperti ion kalium dengan alas an (ang berbeda sama sekali, makin besar kosentrasi ion natrium dalam *airan ekstrasel kosentrasi makin natrium kurang (ang efektifitas sangat ion rendah kalsium sering men(ebabkan kontraksi, bila terdapat potensial aksi. men(ebabkan kemtian karena fibrilasi %antung. $.%engaru+ su+u %ada .antung peningkatan suhu men(ebabkan peningkatan frekuensi %antung (ang besar. penurunan suhu sangat mengurangi frekuensi. 23

kekuatan suhu moderat, tetapi peningkatan suhu (ang lama melelahkan %antung dan men(ebabkan kelemahan.

2.1.1( Aliran Arus Jantung Jantung

istrik Disekitar Jantung Selama Siklus tergantung dalam suatu medium

sebenarn(a

konduktif. Bila suatu bagian !entrikel men%adi elektronegatif bila dibandingkan dengan sisan(a, arus listrik mengalir dari daerah berdeopolarisasi ke daerah berpolarisasi dalam %alur memutar besar. -elama sisa siklus depolarisasi arus listrik terus mengalir dalam arah dari basis %antung menu%u ke apeks,se$aktu impuls men(ebar !entrikel. Dalam membuat perekama elektrokardiografik, digunakan berma*am-ma*am posisi standart untuk penempatan elektroda dan positif atau negatifn(a polaritas rekaman selama setiap siklus %antung ditentukan oleh orientasi elektroda dengan mengngat aliran arus didalam %antung. Beberapa s(stem elektroda kon!ensional (ang biasan(a disebut sandapan elektrokardiografik. 2.1.1) Den6ut Prematur -uatu den(ut premature adalah sebuah kontraksi %antung sebelum $aktu ter%adin(a kontraksi normal (ang diharapkan keadaan ini %uga sering disebut ekstrasistole.sebagian besar den(ut premature diakibatkan oleh fo*us ektopik didalam %antung, (ang meman*arkan impuls abnormal pada $aktu-$aktu tak tetap selama irama %antung. dari permukaan endokarnial ke luar melalui otot

24

Beberapa den(ut premature !entrikel bersifat %inak dan diakibatkan oleh fa*tor-faktor sederhana seperti merokok, ngopi, kurang tidur,beberapa keadaan toksik ringan dan bahkan iritabilitas emosional, sebalikn(a, sebagian den(ut !entrikel benar- benar diakibatkan oleh pen(akit %antung.

2.1.1* "angsangan Jantung Berirama Jantung manusia de$asa berkontraksi se*ara berirama dan frekuensi sekitar 4" den(utan per menit. -emua %aringan peka rangsang dapat melepaskan muatan listrik se*ara berulang bila ambang rangsangan(a *ukup rendah. <isaln(a, serabut saraf, serabut otot rangka (ang dalam keadaan normal saat stabil, melepaskan muatan berulang bila kosentrasi ion 5 turun ke ba$ah nilai kritis. 'elepasan muatan berulang atau irama normal ter%adi dalam %antung pelepasan bersama inilah (ang men(ebabkan den(ut %antung. 7%ung serabut simpul -& bersatu dengan otot atrium (ang ada disekitarn(a. Dan potensial aksi (ang berasal dari simpul --& ber%alan keluar, masuk serabut tersebut. Dengan %alan ini, potensial aksi men(ebar keseluruh masa otot atrium dan akhirn(a %uga ke simpul &-8. lintasan ini dinamakan lintasan intermodal. -etelah ber%alan melalui lintasan internodal,impuls %antung men*apai simpul &-8. -erabut purkin%e setelah berasal dari dalam simpul &&&8, membentuk berkas &-8 (ang kemudian men(usup melalui %aringan, fibrosa diantara katup-katup %antung dan kemudian ke dalam s(stem !entrikel. Berkas &8 hampir segera membagi diri ke dalam

25

*abang-*abang berkas kanan dan kiri (ang terletak di ba$ah endokardium sisi septum masing-masing.tiap-tiap *abang ini ber%alan menu%u apek !entrikel masing-masing tapi kemudian membagi men%adi *abang-*abang ke*il dan tersebar ke tiap-tiap !entrikel dan akhirn(a kembali ke dasar %antung sepan%ang dinding lateral. Dari saat impuls %antung pertama-tama memasuki &8 sampai ia men*apai u%ung serabut purkin%e.$aktu total han(a ,,,3 detik, %adi sekali suatu impuls %antung memasuki sistem purkin%e ia men(ebar !entrikel. hampir ke seluruh permukaan endokardium otot

2.1.1, Pengaturan Irama Dan 7antaran Jantung 8le+ Sara3& Sara3 8tonom Jantung dipersarafi oleh saraf simpatis dan parasimpatis ). 'erangsangan simpatis ada tiga - <emperkuat dan memper*epat den(ut %antung - <elebarkan (!asodilatasi) arteri koronaria - Casa n(eri %antung ". 'erangsangan parasimpatis - mengurangi ke*epatan dan kekuatan den(ut %antung - !asokontriksi arteri *oronaria

2.1.2- Irama&Irama A/normal Jantung ). kontraksi premature fokus ektopik

26

-eringkali pada daerah ke*il di%antung men%adi lebih peka rangsang normal dan men(ebabkan suatu impuls abnormal diantara impuls normal.suatu gelombang dipolarisasi men(ebar keluar dari daerah (ang peka dan menimbulkan kontraksi premature %antung. Ao*us tempat impuls abnormal dibangkitkan disebut suatu fo*us ektopik. ;a#imn(a suatu fokus ektopik adalah suatu daerah otot (ang peka akibat daerah iskemia setempat, pengunaan stimulant berlebih-lebihan (kafein,nikotin)kurang tidur ,ansietas, atau keadaan kelemahan lainn(a ".Blok %antung 5adang-kadang penghantar impuls %antung melalui %antung dihambat pada suatu tampat kritis dalam s(stem hantaran.salah satu tempat tersering adalah diantara atrium dan !entrikel/ keadaan ini disebut antrio!entrikular.hal ini dapat diakibatkan atau disebabkan oleh kerusakan atau depresi terbatas serabut %un*tional &8 atau berkas &!. 3.Aluter dan fibrilasi -ering kali atrium atau !entrikel mulai berkontraksi luar biasa *epat dan sering tak terkoordinasi. 5ontraksi biasa (ang frekuensin(a rendah (",,-3,,)den(utan permenit biasan(a disebut fluter dan kontraksi koordinasi sangat tinggi disebut fibrilasi. 5eduan(a (fluter dan fibrilasi) disebabkan oleh gerakan sirkus.

27

4.Berakan sirkus Berakan sirkus timbul bila suatu impuls dimulai pada suatu bagian otot sa%a, men(ebar dalam lintasan melingkar melalui %antung dan kemudian untuk kembali ke otot lagi.%adi (ang mula-mula terangsang merangsang is(arat-is(arat

perangsangan(a kontinu berulang kali mengeliingi lingkaran ini, tak pernah berhenti.

&da 3 ma*am keadaan (ang dapat men(ebabkan impuls ini terus ber%alan mengelilingi lingkaran itu. 'ertama, bila lintasan keliling lingkaran itu pan%ang, pada saat impuls kembali ke posisi )" otot (ang semula dirangsang tidak refrakter lagi, dan impuls akan mengelilingi lingkaran itu berulang-ulang. 5edua, bila pan%ang lintasan tetap kostan, tetapi ke*epatan penghantar men%adi *ukup menurun, akan mendapat peningkatan interfal $aktu sebelum impuls kembali ke posisi )".pada saat ini otot (ang semula dirangsang mungkin sudah keluar dari keadaan refrakter,dan impuls itu tetap dapat mengelilingi lingkaran tersebut berulang- ulang. 5etiga, masa refrakter otot tersebut mungkin telah men%adi sangat memendek dalam hal ini impuls itu %uga dapat tersebut. berulang-ulang mengelilingi lingkaran

28

1.Aibrilasi atrium Aibrilasi atrium sangat sering ter%adi bila atrium men%adi sangat membesar. -udah %elas bah$a fibrilasi kontraksi atrium atrium men(ebabkan ingkordinasi men(eluruh

sehingga pompa atrium berhenti sama sekali tetapi keaktifan %antung sebagai pompa han(a berkurang "1-3, 0. >leh karena itu, fibrilasi atrium dapat berlangsung terus selama bertahun-tahun tanpa kelemahan %antung (ang sangat berat.

. Aibrasi 8entrikel. Aibrasi !entrikel terutama disebabkan oleh s(ok listrik dan ektopik.

2.2 Penilaian Sistem Sirkulasi Dan Kardiovaskuler 2.2.1 Pengukuran Tekanan Dara+ 2ekanan darah adalah tekanan (ang ditimbulkan pada dinding adalah arteri. tekanan 2ekanan terendah pun*akter%adi (ang ter%adi saat saat !entrikel %antung berkontraksi dan disebut tekanan sistolik. 2ekanan diastolik beristirahat. 2ekanan darah biasan(a digambarkan sebagai rasio tekanan sistolik terhadap tekanan diastolik, dengan nilai de$asa normaln(a berkisar dari ),,= , sampai )4,=+,. Cata-rata tekanan darah normal biasan(a )",=6, (-melt#er G Bare, ",,)).

29

<enurut 3a(ens (",,3), tekanan darah timbul ketika bersikulasi di dalam pembuluh darah. >rgan %antung dan pembuluh darah berperan penting dalam proses ini dimana %antung sebagai pompa muskular (ang men(uplai tekanan untuk menggerakkan darah, dan pembuluh darah (ang memiliki dinding (ang elastis dan ketahanan (ang kuat. -ementara itu 'almer (",,4) men(atakan bah$a tekanan darah diukur dalam satuan milimeter air raksa (mm3g). Pengukuran Tekanan Dara+ 7ntuk mengukur tekanan darah maka perlu dilakukan pengukuran tekanan darah se*ara rutin. 'engukuran tekanan darah dapat dilakukan se*ara langsung atau tidak langsung. 'ada metode langsung, kateter arteri dimasukkan ke dalam arteri. 9alaupun hasiln(a sangat tepat, akan tetapi metode pengukuran ini sangat berbaha(a dan dapat menimbulkan masalah kesehatan lain. <enurut @urse*erdas (",,+), baha(a (ang dapat ditimbulkan saat pemasangan kateter arteri (aitu n(eri inflamasi pada lokasi penusukkan, bekuan darah karena tertekukn(a langsung kateter, dapat perdarahan. ekimosis bila %arum lepas dan tromboplebitis. -edangkan pengukuran tidak dilakukan dengan menggunakan sph(gmomanometer dan stetoskop. -phgmomanometer tersusun atas manset (ang dapat dikembangkan rupa dan alat pengukur (ang tekanan terba*a (ang pada berhubungan dengan ringga dalam manset. &lat ini dikalibrasi sedemikian sehingga tekanan manometer seseuai dengan tekanan dalam milimeter air raksa (ang dihantarkan oleh arteri brakialis.

30

&dapun *ara pengukuran tekanan darah dimulai dengan membalutkan manset dengan ken*ang dan lembut pada lengan atas dan dikembangkan dengan pompa. 2ekanan dalam manset dinaikkan sampai den(ut radial atau brakial menghilang. 3ilangn(a den(utan menun%ukkan bah$a tekanan sistolik darah telah dilampaui dan arteri brakialis telah tertutup. <anset dikembangkan lagi sebesar ), sampai 3, mm3g diatas titik hilangn(a den(utan radial. 5emudian manset dikempiskan perlahan, dan dilakukan pemba*aan se*ara auskultasi maupun palpasi. Dengan palpasi kita han(a dapat mengukur tekanan sistolik. -edangkan dengan auskultasi kita dapat mengukur tekanan sistolik dan diastolik dengan lebih akurat. 7ntuk mengauskultasi tekanan darah, u%ung stetoskop (ang berbentuk *orong atau diafragma diletakkan pada arteri brakialis, tepat di ba$ah lipatan siku (rongga antekubital), (ang merupakan titik dimana arteri brakialis mun*uldiantara kedua kaput otot biseps. <anset dikempiskan dengan ke*epatan " sampai 3 mm3g per detik, sementara kita mendengarkan a$itan bun(i berdetak, (ang menun%ukkan tekanan darah sistolik. Bun(i tersebut dikenal sebagai Bun(i 5orotkoff (ang ter%adi bersamaan dengan detak %antung, dan akan terus terdengar dari arteri brakialis sampai tekanan dalam manset turun di ba$ah tekanan diastolik dan pada titik tersebut, bun(i akan menghilang. Dasar Fisika Pengukuran Tekanan Dara+ 5e*epatan alir (!elo*it() suatu *airan dalam pembuluh akan bergantung kepada isi aliran (flo$) dan luas

31

penampang pem- buluh. Dalam hal ini ke*epatan air (ang dimaksud ialah ke*epatan linier, dengan rumus sebagai berikut 8 H I=& 8 (!elo*it() . %arak per unit $aktu. misal *m=detik I (flo$) . isi per unit $aktu . misal *m 3 =detik & (area) . luas penampang . misal *m ". Dari rumus di atas dapat diihat bah$a perubahan pada luas penampang misaln(a pen(empitan pembuluh, akan sangat mempengaruhi ke*epatan alir. 'ada skema di ba$ah ini nampak bah$a luas bila isi aliran (flo$) tetap kali sama, akan peningkatan penampang sebesar lima

menurunkan ke*epatan alir men%adi )=1 nilai sebelumn(a. -ebalikn(a bila *airan ter- sebut terus mengalir ke pembuluh dengan luas penampang )=), dan luas sebelumn(a, maka ke*epatan alin akan meningkat ), kali. 2.2.2 Pengukuran Den6ut Nadi -alah satu indikator kesehatan %antung adalah den(ut nadi pada saat beristirahat. 9aktu (ang tepat untuk menge*ek den(ut nadi adalah saat kita bangun pagi dan sebelum melakukan akti!itas apapun. 'ada saat itu kita masih relaks dan tubuh masih terbebas dari #at-#at pengganggu seperti nikotin dan kafein. 5ita dapat menge*ek sendiri dengan merasakan den(ut nadi kita di bagian tubuh tertentu. 9ara mengukur den6ut nadi : Dengan menggunakan " %ari (aitu telun%uk dan %ari tengah, atau 3 %ari, telun%uk, %ari tengah dan %ari manis %ika kita kesulitan menggunakan " %ari.

32

2emukan titik nadi ( daerah (ang den(utann(a paling keras ), (aitu nadi karotis di *ekungan bagian pinggir leher kira-kira " *m di kiri=kanan garis tengah leher ( kirakira " *m disamping %akun pada laki-laki ), nadi radialis di pergelangan tangan di sisi ibu %ari. -etelah menemukan den(ut nadi, tekan perlahan kemudian hitunglah %umlah den(utann(a selama )1 detik, setelah itu kalikan 4, ini merupakan den(ut nadi dalam ) menit. Den(ut nadi pada orang (ang sedang beristirahat adalah . , 6, kali permenit untuk orang de$asa, 6, ),, kali permenit untuk anak-anak, ),, )4, kali permenit pada ba(i. Bila seseorang semakin bugar, den(ut nadi se$aktu istirahat akan makin menurun, kuat dan lebih teratur. @amun den(ut nadi bisa lebih *epat %ika seseorang dalam keadaan ketakutan, habis berolah raga, atau demam. 7mumn(a den(ut nadi akan meningkat sekitar ", kali permenit untuk setiap satu dera%at *el*ius penderita demam. -edangkan untuk mengetahui kekuatan den(ut %antung maksimal (aitu dengan rumus. @adi <ax H 6,0 x ("", umur )

33

<isalkan seseorang berusia 4, tahun maka kekuatan maksimal %antung adalah 6, 0 J )6, H )44 kali=menit. Eang perlu diperhatikan adalah, den(ut nadi (ang terlalu *epat, terlalu lambat, atau tidak beraturan dapat berarti gangguan pada %antung.

2.2.!

Penilaian "es%irasi;Perna%asan 2ingkat respirasi atau respirasi rate adalah %umlah seseorang mengambil napas per menit. 2ingkat respirasi biasan(a diukur ketika seseorang dalam posisi diam dan han(a melibatkan menghitung %umlah napas selama satu menit dengan menghitung berapa kali dada meningkat. Cespirasi dapat meningkat pada saat demam, berolahraga, emosi. 5etika memeriksa pernapasan, adalah penting untuk %uga diperhatikan apakah seseorang memiliki kesulitan bernapas. Cespirasi normal untuk orang de$asa di kisaran antara )"-", kali per menit.

2.2.$

Penilaian Per3usi Jaringan 'erfusi se*ara sederhana adalah proses transportasi dan pertukaran >" dan D>" di dlm sel. 5ulit pu*at dan akral dingin adalah indikasi gangguan perfusi pd kulit (g %elek, termasuk dalam hal ini

34

adalah penilaian saturasi ," dan *apilleri refill (normal K" detik). 'erfusi kulit (ang memburuk dapat dilihat dengan adan(a ber*ak, ()) ke*epatan (") meninggikan pu*at dan sianosis. 'emeriksaan pada pengisian kapiler dapat dilakukan dengan *ara. @ail Bed 'ressure ( tekan pada kuku), pengisian Blan*ing sedikit kapiler -kin terlihat dari ke*epatan dengan %antung

pengembalian $arna kuku (kemerahan). 2est, *aran(a (aitu ekstremitas dibandingkan

kemudian tekan telapak tangan atau kaki tersebut selama 1 detik, biasan(a tampak kepu*atan. -elan%utn(a tekanan dilepaskan pu*at akan menghilang "-3 detik. 2.2.' 4lektrokardiogram 14K<2 4lektrokardiogram (4K<) dibuat oleh adalah grafik (ang sebuah elektrokardiogra3, (ang merekam

akti!itas kelistrikan %antung dalam $aktu tertentu. &nalisis se%umlah gelombang dan !ektor normal depolarisasi dan repolarisasi menghasilkan informasi diagnostik (ang penting.

<erupakan standar emas untuk diagnosis aritmia %antung

:5B memandu tingkatan terapi dan risiko untuk pasien (ang di*urigai ada infark otot %antung akut :5B membantu menemukan gangguan elektrolit (mis. hiperkalemia dan hipokalemia) :5B memungkinkan penemuan abnormalitas konduksi (mis. blok *abang berkas kanan dan kiri) :5B digunakan sebagai alat tapis pen(akit %antung iskemik selama u%i stres %antung

35

:5B kadang-kadang berguna untuk mendeteksi pen(akit bukan %antung (mis. emboli paru atau hipotermia)

:lektrokardiogram tidak menilai kontraktilitas %antung se*ara langsung. @amun, :5B dapat memberikan indikasi men(eluruh atas naik-turunn(a suatu kontraktilitas.

2.!

<e.ala&<e.ala <angguan Kardiovaskuler 1. N6eri Jika otot tidak mendapatkan *ukup darah (suatu keadaan (ang disebut iskemi), maka oksigen (ang tidak memadai dan hasil metabolisme (ang berlebihan men(ebabkan kram atau ke%ang. &ngina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, (ang timbul %ika otot %antung tidak mendapatkan darah (ang *ukup. Jenis dan beratn(a n(eri atau ketidakn(amanan ini ber!ariasi n(eri pada setiap orang. Beberapa (ang orang disebut m(ang silent mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan sama sekali (suatu keadaan is*hemia). Jika darah (ang mengalir ke otot (ang lainn(a (terutama otot betis) terlalu sedikit, biasan(a penderita akan merasakan n(eri otot (ang men(esakkan dan melelahkan selama melakukan akti!itas (klaudikasio).

36

'erikarditis (peradangan atau *edera pada kantong (ang mengelilingi %antung) men(ebabkan n(eri (ang akan semakin memburuk ketika penderita berbaring dan akan membaik %ika penderita duduk dan membungkukkan badann(a ke depan. &kti!itas fisik tidak men(ebabkan n(eri bertambah buruk. Jika menarik nafas atau menghembuskan nafas men(ebabkan n(eri semakin membaik atau semakin memburuk, maka kemungkinan %uga telah ter%adi pleuritis (peradangan pada selaput (ang membungkus paru-paru). Jika sebuah arteri robek atau pe*ah, penderita bisa merasakan n(eri ta%am (ang hilang-timbul dengan *epat dan tidak berhubungan dengan akti!itas fisik. 5adang arteri utama (terutama aorta) mengalami kerusakan. -uatu aneurisma (penon%olan aorta) bisa se*ara mendadak mengalami kebo*oran atau lapisann(a mengalami robekan ke*il, sehingga darah men(usup diantara lapisanlapisan aorta (diseksi lebih aorta). lan%ut 3al ini se*ara tiba-tiba atau men(ebabkan n(eri hebat (ang hilang-timbul karena ter%adi kerusakan (ang (robekn(a aorta) berpindahn(a darah dari saluran asaln(a. @(eri dari aorta seringkali dirasakan di leher bagian belakang, diantara bahu, punggung sebelah ba$ah atau di perut. 5atup diantara atrium kiri dan !entrikel kiri bisa menon%ol ke dalam atrium kiri pada saat !entrikel kiri berkontraksi (prolaps katup mitralis).

37

'enderita kadang merasakan n(eri seperti ditikam atau ditusuk %arum. Biasan(a n(eri terpusat di ba$ah pa(udara kiri dan tidak dipengaruhi oleh posisi maupun akti!itas fisik. 2. Sesak na3as -esak nafas merupakan ge%ala (ang biasa ditemukan pada gagal %antung. -esak merupakan akibat dari masukn(a *airan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner). 'ada stadium a$al dari gagal %antung, penderita merasakan sesak nafas han(a selama melakukan akti!itas fisik. -e%alan dengan memburukn(a pen(akit, sesak akan ter%adi ketika penderita melakukan akti!itas (ang ringan, bahkan ketika penderita sedang beristirahat (tidak melakukan akti!itas). -ebagian besar penderita merasakan sesak nafas ketika sedang berada dalam posisi berbaring karena *airan mengalir ke %aringan paru-paru. Jika duduk, ga(a gra!itasi men(ebabkan *airan terkumpul di dasar paru-paru dan sesak akan berkurang. -esak nafas pada malam hari (nokturnal dispneu) adalah sesak (ang ter%adi pada saat penderita berbaring di malam hari dan akan hilang %ika penderita duduk tegak. -esak nafas tidak han(a ter%adi pada pen(akit %antung/ penderita pen(akit paru-paru, pen(akit otot-otot pernafasan atau pen(akit sistem saraf (ang berperan dalam proses pernafasan %uga bisa mengalami sesak nafas.

38

-etiap pen(akit (ang mengganggu keseimbangan antara persediaan dan permintaan oksigen bisa men(ebabkan sesak oksigen nafas oleh (misaln(a darah gangguan anemia fungsi atau pengangkutan meningkatn(a pada

metabolisme tubuh pada hipertiroidisme).

!. Kelela+an atau ke%enatan Jika %antung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan akti!itas akan berkurang, men(ebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Be%ala ini seringkali bersifat ringan. 7ntuk mengatasin(a, penderita biasan(a mengurangi akti!itasn(a se*ara bertahap atau mengira ge%ala ini sebagai bagian dari penuaan. $. Pal%itasi 1.antung /erde/ar&de/ar2 Biasan(a seseorang tidak memperhatikan den(ut %antungn(a. 2etapi pada keadaan tertentu (misaln(a %ika seseorang (ang sehat melakukan olah raga berat atau mengalami hal (ang dramatis), dia bisa merasakan den(ut %antungn(a. Jantungn(a berden(ut dengan sangat kuat atau sangat *epat atau tidak teratur.

39

Dokter bisa memperkuat ge%ala ini dengan meraba den(ut nadi dan mendengarkan den(ut %antung melalui stetoskop. 'alpitasi (ang timbul bersamaan dengan ge%ala lainn(a (sesak nafas, n(eri, kelelahan, kepenatan atau pingsan) kemungkinan merupakan akibat dari irama %antung (ang abnormal atau pen(akit %antung (ang serius.

'. Pusing Dan Pingsan 'enurunan aliran darah karena den(ut atau irama %antung (ang abnormal atau karena kemampuan memompa (ang buruk, bisa men(ebabkan pusing dan pingsan. Be%ala ini %uga bisa disebabkan oleh pen(akit otak atau saraf tulang belakang, atau bisa tanpa pen(ebab (ang serius. :mosi (ang kuat atau n(eri ((ang mengaktifkan sebagian dari sistem saraf), %uga bisa men(ebabkan pingsan.

40

41