Anda di halaman 1dari 37

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Indra Penglihatan 2.1.1 Anatomi Organ Penglihatan Indera penglihatan terletak pada mata (organ visus) yang terdiri dari organ okuli assesoria (alat bantu mata) dan okulus (bola mata). Saraf indera penglihatan, saraf optikus (urat saraf kranial kedua), muncul dari sel-sel ganglion dalam retina, bergabung untuk membentuk saraf optikus. A. Organ Okuli Assesoria Organ okuli assesoria (alat bantu mata), terdapat di sekitar bola mata yang sangat erat hubungannya dengan mata, terdiri dari: Kavum or ita, merupakan rongga mata yang bentuknya seperti kerucut dengan puncaknya mengarah ke depan dan ke dalam. lakrimal. inding rongga mata di bentuk oleh tulang: Os frontalis, "ongga mata mempunyai beberapa celah yang Os !igomatikum, Os sfenoidal, Os etmoidal, Os palatum, Os menghubungkan rongga mata dengan rongga otak, rongga hidung, rongga etmoidalis dan sebagainya. "ongga bola mata ini berisi #aringan lemak, otot, fasia, saraf, pembuluh darah dan aparatus lakrimalis. Su!ersilium "alis mata#, merupakan batas orbita dan potongan kulit tebal yang melengkung,di tumbuhi oleh bulu pendek yang berfungsi sebagai kosmetik atau alat kecantikan dan sebagai pelindung mata dari sinar matahari yang sangat terik.

Pal!e ra "kelo!ak mata#, merupakan dua buah lipatan atas dan ba$ah kulit yang terletak di depan bulbus okuli. %elopak mata atas terdiri dari lebih lebar dari kelopak mata ba$ah. %elopak mata terdiri dari dua bagian kelopak mata atas dan kelopak mata ba$ah. &ungsinya adalah pelindung mata se$aktu$aktu kalau ada gangguan dari mata (menutup dan membuka mata). %elopak mata atas lebih mudah di gerakkan yang terdiri dari muskulus levator palpebra superior. 'ada tepi kelopak mata terdapat silia (bulu mata). (arsus merupakan bagian dari kelopak berlipat-lipat. 'ada kedua tarsus terdapat beberapa kelen#ar: kelen#ar tarsalia, kelen#ar sebasea dan kelen#ar keringat. &ungsi kelopak mata sebagai pelindung bola mata terhadap gangguan pada bola mata. A!aratus lakrimalis "air mata#, air mata di hasilkan oleh kelen#ar lakrimalis superior dan inferior. )elalui duktus ekskretorius lakrimalis masuk ke dalam sakus kon#ungtiva. )elalui bagian depan bola mata terus ke sudut tengah bola mata ke dalam kanalis lakrimalis mengalir ke duktus nasolakrimalis terus ke meatus nasalis inferior. $uskulus okuli "otot mata#, merupakan otot ekstrinsik mata, terdiri dari * buah otot, + buah otot di antaranya melekat dengan os kavum orbitalis, , buah mengangkat kelopak mata ke atas. $uskulus $uskulus levator !al!e ralis okuli su!erior in%erior , mata . fungsinya mengangkat kelopak mata. or ikularis otot lingkar fungsinya untuk menutup mata. $uskulus rektus okuli in%erior (otot di sekitar mata), fungsinya untuk menutup mata.

$uskulus rektus okuli medial (otot di sekitar mata), fungsinya menggerakkan mata dalam (bola mata). $uskulus o li&ues okuli in%erior, fungsinya menggerakkan bola mata ke ba$ah dan ke dalam. $uskulus o li&ues okuli su!erior, fungsinya memutar mata ke atas, ke ba$ah dan ke luar. )uskulus rektus okuli berorigo pada anulus tendineus komunis, yang merupakan sarung fibrosus yang menyelubungi nervus optikus. Strabismus (#uling) di sebabkan tidak seimbangnya atau paralisis (kelumpuhan) fungsi dari salah satu otot mata. Kon'ungtiva, permukaan dalam kelopak mata di sebut kon#ugtiva palpebra merupakan lapisan mukosa. -agian yang membelok dan kemudian melekat pada bola mata di sebut kon#ungtiva bulbi. 'ada kon#ungtiva ini banyak sekali kelen#arkelen#ar limfe dan pembuluh darah. 'eradangan kon#ungtiva di sebut kon#ungtivitis. %adang-kadang terlihat granulasi kelen#ar-kelen#ar limfe yang meradang menahun. )isalnya pada trakoma, kadangkadang telah membentuk #aringan parut.

B. Okulus Okulus meliputi bola mata " ul us okuli#. .ervus optikus saraf otak II, merupakan saraf otak yang menghubungkan bulbus okuli dengan otak dan merupakan bagian penting dari organ visus.

B.1 Tunika Okuli (unika okuli terdiri dari: Kornea, merupakan selaput yang tembus cahaya, melalui kornea kita dapat melihat membran pupil dan iris. 'enampang kornea lebih tebal dari sklera, terdiri dari / lapisan epitel kornea, 0 lamina elastika anterior (bo$men), 1 subtansi propia, 2 lamina elastika posterior, dan / endotelium. %ornea tidak mengandung pembuluh darah, peralihan antar kornea ke sklera di sebut sclero corneal #unction. Sklera, merupakan lapisan fibrosa yang elastis yang merupakan bagian dinding luar bola mata dan membentuk bagian putih mata. -agian depan sklera tertutup oleh kantong kon#ungtiva. B.2 Tunika vaskulosa okuli (unika vaskuola okuli merupakan lapisan tengah dan sangat peka oleh rangsangan pembuluh darah. 3apisan ini menurut letaknya terbagi atas ( merupakan bagian belakang agian, yaitu: tunika vaskulosa. lapisan ke &ungsinya tebal, -entuk Koroid, merupakan selaput yang tipis dan lembab memberikan nutrisi pada tunika. Kor!us terbentang mulai siliaris, dari ora merupakan serata yang iris. sampai

keseluruhan seperti cincin, korpus siliaris terdiri dari orbikulus siliaris, korona siliaris, dan muskulus siliaris. -agian ini terdapat diluar korpus siliaris antara sklera dan korona siliaris. &ungsinya

untuk ter#adinya akomodasi. 'ada proses melihat, muskulus siliaris harus berkontraksi. Iris, merupakan bagian terdepan tunika vaskulosa okuli, ber$arna karena mengandung pigmen, berbentuk bulat seperti piring dengan penampang ,0 mm, tebal ,0 mm, di tengah terletak bagian berlubang yang di sebut pupil. 'upil berguna untuk mengatur cahaya yang masuk ke mata. -agian belakang dari u#ung iris menempel pada lensa mata, sedangkan u#ung tepinya melan#ut sampai ke korpus siliaris. 'ada iris terdapat 0 buah otot: muskulus sfingter pupila pada pinggir iris, dan muskulus dilatator pupila terdapat agak ke pangkal iris dan banyak megandung pembuluh darah dan sangat mudah terkena radang, bisa men#alar ke korpus siliaris. 4umlah cahaya yang memasuki mata dapat berubah sekitar 15 6 lipat sebagai akibat dari perubahan diameter pupil. &ungsi utama iris adalah untuk meningkatkan #umlah cahaya yang masuk ke dalam mata pada $aktu gelap, dan untuk mengurangi #umlah cahaya yang masuk ke dalam mata pada $aktu terang. B.( Tunika Nervosa (unika .ervosa merupakan lapisan terdalam bola mata, dan dise ut retina. "etina merupakan bagian mata yang peka terhadap cahaya, mengandung: Sel)sel keru*ut, yang berfungsi untuk penglihatan $arna. Sel)sel atang yang terutama berfungsi untuk penglihatan

hitam dan putih dan penglihatan di dalam gelap. -ila sel batang ataupun kerucut terangsang, sinyal akan di #alarkan melalui lapisan sel saraf yang berurutan dalam retina itu

sendiri dan akhirnya ke dalam serabut nervus optikus dan korteks serebri. 3apisan "etina menun#ukkan komponen fungsional retina yang di susun dalam lapisan dari luar ke dalam sebagai berikut: ,. 3apisan pigmen. 0. 3apisan batang dan kerucut yang menon#ol pada lapisan pigmen. 1. 3apisan nucleus luar yang mengandung badan sel batang dan kerucut. 2. 3apisan pleksiform luar. /. 3apisan nucleus dalam. +. 3apisan pleksiform dalam. *. 3apisan ganglion. 7. 3apisan serabut saraf optik. 8. )embran limitan dalam. Sesudah mele$ati susunan lensa mata dan selan#utnya melalui humor vitreus, cahaya memasuki retina dari sebelah dalam. 4adi ,cahaya itu akan mele$ati sel-sel ganglion, lapisan pleksiform, dan lapisan nucleus sebelum akhirnya sampai pada lapisan batang dan kerucut yang terletak di sepan#ang sisi luar retina. 4arak yang di tempuh ini merupakan ketebalan yang besarnya beberapa ratus micrometer, ta#am penglihatan #elas berkurang karena per#alanan melalui #aringan non homogen ini.

+aerah

,ovea

-etina

dan

Peranann.a

dalam

Ta'am

Penglihatan &ovea merupakan suatu daerah yang sangat kecil di bagian tengah retina, luasnya kurang dari , milimeter persegi terutama berfungsi untuk penglihatan cepat dan rinci. &ovea sentralis, seluruhnya dengan terdiri diameter dari hanya 5,1 milimeter, Sel-sel hampir ini sel-sel kerucut. kerucut

mempunyai sruktur khusus yang membantu mendeteksi bayangan penglihatan secara lebih rinci. Sel 9 sel kerucut yang terletak di fovea sentralis ini berbentuk pan#ang dan ramping, berbeda dengan sel kerucut yang berbentuk lebih gemuk yang terletak pada retina di bagian yang lebih perifer. alam bagian fovea, pembuluh-pembuluh darah, sel-sel ganglion, lapisan sel-sel inti dalam, dan lapisan pleksiform terletak lebih tersebar di satu sisi dan bukannya terletak tepat di puncak konus. %eadaaan ini menyebabkan cahaya tiba di konus tanpa di redam. -etina di agi atas ( agian yaitu:

Pars o!tika retina, di mulai dari kutub belakang bola mata sampai ke depan khatulisti$a bola mata. Pars siliaris, merupakan lapisan yang di lapisi bagian dalam korpus siliar. Pars iridika melapisi bagian permukaan belakang iris. 'ada daerah macula lutea, retina mengalami

penyederhanaan sesuai dengan fungsinya untuk melihat secara #elas. Semua akson dari neuron ganglion berkumpul pada bagian

belakang dari diskus optikus (papila). kesan dapat melihat.

iskus optic di sebut #uga

titik buta oleh karena cahaya yang #atuh di daerah ini memberikan

-ulbus okuli berisi tiga 'enis *airan re%ra*ting media dan masing-masing cairan mempunyai kekentalan yang berlainan. /airan akueus, cairan seperti limfe yang mengisi bagian depan mata. :airan ini di perkirakan di hasilkan oleh prosessus siliaris kemudian masuk ke dalam kamera okuli posterior, melalui celah &ontana (sudut iris) masuk ke dalam kamera okuli anterior. Setelah masuk melalui saluran schelm menghilang ke dalam pembuluh vena siliaris anterior. 3ensa kristalina merupakan massa yang tembus cahaya berbentuk bikonkaf, terletak antara iris dan korpus vitrous yang sangat elastis. %edua u#ung lensa ini di ikat oleh ligamentum suspensorium. %orpus vitrous merupakan cairan bening kental seperti agar, terletak antara lensa dan retina. Isinya merupakan 2;/ bagian dari bulbus okuli, sehingga bola mata ini tidak kempes.

2.1.2 ,isiologi Penglihatan )ata merupakan organ sensorik kompleks yang

mempunyai fungsi optikal untuk melihat dan saraf untuk tranduksi sinar. <pparatus optik mata membentuk dan mempertahankan keta#aman fokus ob#ek dalam retina. 'rinsip optik: sinar dialihkan ber#alan dari satu medium ke medium lain dari kepadatan yang

berbeda, focus utama pada garis yang ber#alan melalui pusat kelengkungan lensa sumbu utama. Indera penglihatan menerima rangsangan berkas-berkas cahaya pada retina dengan perantaraan serabut nervus optikus, menghantarkan rangsangan ini ke pusat penglihatan pada otak untuk ditafsirkan. :ahaya yang #atuh ke mata menimbulkan bayangan yang letaknya difokuskan pada retina. -ayangan ini akan menembus dan diubah oleh kornea lensa badan ekueus dan vitrous. 3ensa membiaskan cahaya dan memfokuskan bayangan pada retina bersatu menangkap sebuah titik bayangan yang difokuskan. 1. Pem entukan Ba.angan :ahaya dari ob#ek membentuk keta#aman tertentu dari bayangan ob#ek di retina. -ayangan dalam fovea di retina selalu lebih kecil dan terbalik dari ob#ek nyata. -ayangan yang #atuh pada retina akan menghasilkan sinyal saraf dan mosaic reseptor, selan#utnya mengirimkan bayangan dua dimensi ke otak untuk direkonstruksi men#adi tiga dimensi. 'embentukan bayangan abnormal #ika bola mata terlalu pan#ang dan berbentuk elips, titik focus #atuh di depan retina sehingga bayangan kabur. =ntuk melihat lebih #elas harus mendekatkan mata pada ob#ek yang dilihat, dibantu dengan lensa bikonkaf yang memberi cahaya divergen sebelum masuk mata. >iperpropia, titik focus #atuh dibelakang retina. %elainan dikoreksi dengan lensa bikonveks. 'resbiopia, bentuk abnormal karena lan#ut usia yang kehilangan kekenyalan lensa.

2. $ekanisme Akomodasi "elaksasi muskulus siliaris membuat ligamentum tegang, lensa tertarik sehingga bentuknya lebih pipih. %eadaan ini akan memperpan#ang #arak focus. -ila benda dekat dengan mata maka otot berkontraksi agar pipih supaya bayangan benda pada retina men#adi ta#am. <komodasi mengubah ukuran pupil, kontraksi iris membuat pupil mengecil dan melebar. 4ika sinar terlalu banyak maka pupil menyempit agar sinar tidak seluruhnya masuk ke dalam mata. gelap pupil melebar agar sinar banyak ditangkap. "espons dalam melihat benda: #ika mata melihat #auh kemudian melihat dekat maka pupil berkontraksi agar ter#adi peningkatan ke dalam lapang penglihatan. <komodasi lensa diatur oleh mekanisme umpan balik negatif secara otomatis. (. 0intasan Penglihatan Setelah impuls meninggalkan retina, impuls ini ber#alan ke belakang melalui nervus optikus. 'ada persilangan optikus, serabut menyilang ke sisi lain bersatu dengan serabut yang berasal dari retina. Otak menggunakan visual sebagai informasi untuk dikirim ke korteks serebri dan visual pada bagian korteks visual ini membentuk gambar tiga dimensi. alam keadaan

2.2 Indra Pendengaran (elinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi dan untuk keseimbangan. <da tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. (elinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi, dan telinga tengah meneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. "eseptor yang ada pada telinga dalam akan menerima rangsang bunyi dan mengirimkannya berupa impuls ke otak untuk diolah. 1. Susunan Telinga (elinga tersusun atas tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

?ambar. Struktur telinga pada manusia

a. Telinga luar (elinga luar terdiri dari daun telinga, saluran luar, dan membran timpani (gendang telinga). mempunyai bentuk yang khas, tetapi aun telinga manusia bentuk ini kurang

mendukung fungsinya sebagai penangkap dan pengumpul getaran suara. -entuk daun telinga yang sangat sesuai dengan fungsinya adalah daun telinga pada an#ing dan kucing, yaitu tegak dan membentuk saluran menu#u gendang telinga. Saluran luar yang dekat dengan lubang telinga dilengkapi dengan rambut-rambut halus yang men#aga agar benda asing tidak masuk, dan kelen#ar lilin yang men#aga agar permukaan saluran luar dan gendang telinga tidak kering. . Telinga tengah -agian ini merupakan rongga yang berisi udara untuk men#aga tekanan udara agar seimbang. i dalamnya terdapat saluran Eustachio yang menghubungkan telinga tengah dengan faring. "ongga telinga tengah berhubungan dengan telinga luar melalui membran timpani. >ubungan telinga tengah dengan bagian telinga dalam melalui #endela oval dan #endela bundar yang keduanya dilapisi dengan membran yang transparan. Selain itu terdapat pula tiga tulang pendengaran yang tersusun seperti rantai yang menghubungkan gendang telinga dengan #endela oval. %etiga tulang tersebut adalah tulang martil (maleus) menempel pada gendang telinga dan tulang landasan

(inkus). %edua tulang ini terikat erat oleh ligamentum sehingga mereka bergerak sebagai satu tulang. (ulang yang ketiga adalah tulang sanggurdi (stapes) yang berhubungan dengan #endela oval. <ntara tulang landasan dan tulang sanggurdi terdapat sendi yang memungkinkan gerakan bebas. &ungsi rangkaian tulang dengar adalah untuk

mengirimkan getaran suara dari gendang telinga (membran timpani) menyeberangi rongga telinga tengah ke #endela oval. *. Telinga dalam -agian ini mempunyai susunan yang rumit, terdiri dari labirin tulang dan labirin membrane. <da / bagian utama dari labirin membran, yaitu sebagai berikut: ,. 0. 1. 2. /. (iga saluran setengah lingkaran <mpula =trikulus Sakulus %oklea atau rumah siput

Sakulus berhubungan dengan utrikulus melalui saluran sempit. (iga saluran setengah lingkaran, ampula, utrikulus dan sakulus merupakan organ keseimbangan, dan keempatnya terdapat di dalam rongga vestibulum dari labirin tulang. %oklea mengandung organ Korti untuk pendengaran. %oklea terdiri dari tiga saluran yang se#a#ar, yaitu: saluran vestibulum yang berhubungan dengan #endela oval, saluran tengah dan saluran timpani yang berhubungan dengan #endela bundar, dan saluran (kanal) yang dipisahkan satu dengan lainnya

oleh membran.

i antara saluran vestibulum dengan saluran alam

tengah terdapat membran Reissner, sedangkan di antara saluran tengah dengan saluran timpani terdapat membran basiler. saluran tengah terdapat suatu ton#olan yang dikenal sebagai membran tektorial yang paralel dengan membran basiler dan ada di sepan#ang koklea. Sel sensori untuk mendengar tersebar di permukaan membran basiler dan u#ungnya berhadapan dengan membran tektorial. asar dari sel pendengar terletak pada membran basiler dan berhubungan dengan serabut saraf yang bergabung membentuk saraf pendengar. -agian yang peka terhadap rangsang bunyi ini disebut organ Korti.

2. /ara Ker'a Indra Pendengaran ?elombang bunyi yang masuk ke dalam telinga luar menggetarkan gendang telinga. ?etaran ini akan diteruskan oleh ketiga tulang dengar ke #endela oval. ?etaran Struktur koklea pada #endela oval diteruskan ke cairan limfa yang ada di dalam saluran vestibulum. ?etaran cairan tadi akan menggerakkan membran "eissmer dan menggetarkan cairan lim%a dalam saluran tengah. 'erpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran tengah menggerakkan membran basher yang dengan sendirinya akan menggetarkan cairan dalam saluran akan timpani. 'erpindahan ini menyebabkan basiler, melebarnya yang akan membran pada #endela bundar. ?etaran dengan frekuensi tertentu menggetarkan selaput-selaput menggerakkan sel-sel rambut ke atas dan ke ba$ah. %etika rambut-rambut sel menyentuh membran tektorial, ter#adilah

rangsangan (impuls). ?etaran membran tektorial dan membran basiler akan menekan sel sensori pada organ %orti dan kemudian menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat pendengar di dalam otak melalui saraf pendengaran. (. Innervasi 1 Sara% Pendengaran Nervus Auditorius (erdiri dalam, yang dari 0 bagian : Salah satu dari padanya pengumpulan sensibilitas dari bagian vestibuler rongga telinga mempunyai hubungan dengan keseimbangan. Serabut-serabut saraf ini bergerak menu#u nucleus vestibularis yang berada pada titik pertemuan antara pons dan medulla oblongata terus bergerak menu#u serebelum. -agian kokhlearis pada nervus auditorius adalah saraf pendengar yang sebenarnya. :edera pada saraf kokhlearis akan berakibat ketulian saraf, sementara cedera pada saraf vestibularis akan berakibat vertilago, ata@ia dan nistagmus. Serabut-serabut sarafnya mula-mula dipancarkan kepada sebuah nucleus khusus yang berada tepat di belakang thalamus, lantas dari sana dipancarkan lagi menu#u pusat penerima akhir dalam korte@ otak yang terletak pada bagian ba$ah lobus temporalis. 'otensial aksi dalam serabut saraf pendengar. &rekuensi potensial aksi dalam serabut saraf pendengar sebanding dengan kekerasan bunyi. 'ada intensitas bunyi yang rendah, tiap akson melepaskan listri% terhadap bunyi hanya , frekuensi. &rekuensi ini bervariasi dari akson ke akson, bergantung pada bagian koklea tempat asal serabut.

Pusat Keseim angan Nervus semisirkuleris, vesti ularis menghantarkan yang tersebar hingga menu#u kanalis otak. impuls-impuls

Impuls-impuls itu dibangkitkan dalam kanal-kanal tadi, karena adanya perubahan kedudukan cairan dalam kanal atau saluran0 itu. >al ini mempunyai hubungan erat dengan kesadaran kedudukan kepala terhadap badan. <pabila seseorang sekonyongkonyongnya didorong kearah satu sisi, maka kepala orang itu cenderung miring ke arah lain (berla$anan dengan arah badan yang didorong) guna mempertahankan kseimbangan, berat badan diatur, posisi berdiri dipertahankan, dan #atuhnya badan dapat dihindarkan. 'erubahan kedudukan cairan dalam saluran semisirkuler inilah yang merangsang impuls, yang segera di#a$ab badan berupa gerak refle@, guna memindahkan berat badan serta mempertahankan keseimbangan. Pusat !endengaran 'usat pendengaran di otak #arasnya sangat rumit. .euron auditorik primer mempunyai badan sel di ganglia spiral

yang berlokasi di koklea. Setelah keluar dari koklea bergabung dengan serabut dari organ vestibule untuk membentuk saraf AIII (n. auditorius) masuk ke medulla berakhir di nuclei koklea. di otak: 'usat auditorik medular, mencari sumber bunyi, refle@ pendengar mengatur otak telinga tengah. i stasiun ini ter#adi beberapa koneksi dengan beberapa pusat saraf

'usat midbrain, mengatur refle@ pendengar yang berkaitan dengan gerak kepala dan mata mencari sumber bunyi. %orikular inferior, proyeksi bunyi dipancarkan ke nuklae genikulata medial dari thalamus.

2. Susunan dan /ara Ker'a Alat Keseim angan -agian dari alat vestibulum atau alat keseimbangan berupa tiga saluran setengah lingkaran yang dilengkapi dengan organ ampula (kristal) dan organ keseimbangan yang ada di dalam utrikulus clan sakulus. =#ung dari setup saluran setengah lingkaran membesar dan disebut ampula yang berisi reseptor, sedangkan pangkalnya berhubungan dengan utrikulus yang menu#u ke sakulus. =trikulus maupun sakulus berisi reseptor keseimbangan. <lat keseimbangan yang ada di dalam ampula terdiri dari kelompok sel saraf sensori yang mempunyai rambut dalam tudung gelatin yang berbentuk kubah. <lat ini disebut kupula. Saluran semisirkular (saluran setengah lingkaran) peka terhadap gerakan kepala. <lat keseimbangan di dalam utrikulus dan sakulus terdiri dari sekelompok sel saraf yang u#ungnya berupa rambut bebas yang melekat pada otolith, yaitu butiran natrium karbonat. 'osisi kepala mengakibatkan desakan otolith pada rambut yang menimbulkan impuls yang akan dikirim ke otak.

3. Kelainan !ada Telinga dan ,ungsi Pendengaran a. Infeksi telinga atau radang telinga isebabkan karena virus dan bakteri )enyerang bagian luar melalui kotoran yang masuk ketika berenang )enyerang bagian dalam bakteri dan virus dari rongga mulut melalui saluran eustachius

b.

Otosklerosis atau tuli isebabkan karena tulang sanggurdi kaku dan tidak dapat bergerak leluasa <kibatnya ter#adi tuli konduksi yang menahun

c.

%etulian ?angguan hantaran kerusakan sel rambut #aras saraf (tuli saraf), sumbatan meatus akustikus, penebalan membrane timpani dan infeksi telinga tengah. Tuli sara% : akibat dari obat-obatan oleh streptomisin dan gentamisin yang terkonsentrasi dalam endolimfe. %erusakan sel rambut luaar : ntibiotik pemakaian lama, tumor kerusakan vaskulr dalam medulla oblongata. Tuli hantaran : dapat dilakukan dengan u#i sederhana dengan garpu tala, u#i Beber dan Sch$abach untuk mengetahui ambang pendengaran.

d.

(ersumbatnya telinga oleh kotoran (elinga bagian luar memiliki kelen#ar yang menghasilkan minyak. )inyak ini berguna untuk mencegah air dan kotoran masuk ke dalam telinga. -iasanya, minyak bersama kotoran mengggumpal dan akan mengering. Selan#utnya, sendirinya. kotoran telinga ini akan keluar dengan .amun, kadangkala kotoran telinga

mengumpul terlalu banyak dan menyumbat telinga. 4ika keadaan demikian, harus konsultasi dengan dokter.

e.

>ilangnya pendengaran akibat pencemaran suara Suara yang terlalu keras dapat menyebabkan kerusakan telinga bagian dalam. <kibatnya, pendengaran dapat terganggu dan bahkan pendengaran hilang. "usaknya telinga akibat suara yang terlalu keras dapat dicegah dengan tidak mendengarkan dan menghindari sumber pencemaran suara atau menggunakan alat penutup telinga yang dapat mengurangi intensitas suara.

2.( Indra Pen*iuman 'enciuman merupakan rasa yang paling tidak di pahami dengan baik. >al ini sebagian akibat dari letak membrana olfaktoria yang tinggi dalam hidung, tempat akar di selidiki dan sebagian dari knyataan bah$a penciuman merupakan suatu fenomene sub#ektif yang tidak dapat dipela#ari dengan mudah pada binatang tingkat rendah. )asalah - masalah rumit lainnya #uga merupakan kenyataan bah$a pnciuman hamper rudimenter pada manusia di bandingkan dengan penciuman pada binatang tingkat rendah. 2.(.1 $em rane Ol%aktoria )embrane olfaktoria terletak pada bagian superior rongga hidung. i medial ia melipat keba$ah pada permukaan septum, dan di lateral ia melipat diatas konka superior dan malahan sebagian kecil bagian atas konka media. 'ada setiap rongga hidung membrane olfaktoria mempunyai luas permukaan sekitar 0,2 cm0.

Sel sel olfaktoria adalah sel sel reseptor untuk penciuman yang sebenarnya merupakan sel sel saraf bipolar yang sebenarnya berasal dari susunan sara sendiri. (erdapat sekitar ,55 #uta. Sel 9 sel ini pada sustentakuler. epitel olfaktoria yang di selang seling antara sel =#ung 9 u#ung mukosa sel 9 sel olfaktoria

membentuk pentolan yang dinamakan vesikel olfaktoria dari mana s#umlah besar rambut olfaktoria atau silia yang bergaris tengah 5,1 mikron dengan pan#ang /5 sampai ,/5 mikron, menon#ol kedalam mucus yang meliputi permukaan dalam rongga hidung. "ambut olfaktoria yang menon#ol ini diduga bereaksi terhadap bau 9 bau dalam udara dan kemudian merangsang sel 9 sel olfaktoria. "uang antara sel olfaktoria pada membrane olfaktoria terisi banyak. %elen#ar bo$man kecil permukaan membrane olfaktoria. 2.(.2 Perangsangan Sel 4 Sel Ol%aktorius "angsang yang tidak di prlukan dalam penciuman. %ita tidak mengetahui apa yang berlangsung secara kimia untuk merangsang sel 9 sel olfaktoria. .amun kita mengetahui sifat fisika!at 9 !at yang merangsang penciuman sebagai berikut : ,. Cat harus mudah menguap sehinga ia dapat dihirup masauk kedalam lubang hidung. 0. Cat harus sedikit larut dalam air sehingga ia dapat melalui mucus untuk mencapai sel olfaktoria. 1. Ia #uga harus larut dalam lipid, diduga karena rambu 9 rambut olfakoria dan luar u#ung sel 9 sel olfaktoria terutam terdiri dari !at 9 !at lipid. yang mengskresi mucus ke

engan mengabaikan mekanisme dasar sel 9 sel olfaktoria dirangsang, telah di ketahui bah$a sel olfaktoria akan terangsang bila udara mengalir ke atas, masuk darah superior hidung. oleh karena itu, penciuman ter#adi dalam siklus inspirasi , yang menun#ukkan bah$a reseptor olfaktoria member respon dalam milidetik terhadap agen yang mudah menguap. %areana intensitas bau di tingkatkan oleh arus udara melalui bagian atas hidung, seseorang dapat menambah kepekaan pembauannya dengan tekhnik menghirup yang telah di kenal. 'enyelidikan sensasi primer penciuman. Sebagian besar di

ahli pisikologi yakin bah$a banyak sensasi penciuman dipengaruhi oleh beberrapa sesasi primer , bukan sensasi primer yang secret melalui #alan yang sama seperti rasa yang dipengaruhi oleh sensasi asam, manis, pahit dan asin. Se#auh ini hanya sedikit yang di capai dalam menggolongkan sensasi primer penciuman. .amun berdasarkan tes pisikologi dan penetrasi potensial aksi dari berbagai tempat pada lintasan .. olfaktorius, elah di kemukakan bah$a terdapat * kelas perangsang penciuman primer yang lebih merangsang sel olfaktoria tertentu. %elas perangsang penciuman tersebut dapat disebutkan sebagai berikut : ,. 0. 1. 2. /. +. *. %amfer )usky -au bunga 'ermen Dter -au pedas -au busuk

<kan tetapi tidak mungkin daftar ini menyatakan sensasi primer sebenarnya dari penciuman , $alaupun ia melukiskan dari hasil tahun salah terakhir satu. ini ari banyak bah$a percobaan mungkin untuk terdapat mengklasifikasikannya. )emang beberapa petun#uk pada tahun menun#ukkan sebanyak /5 sensasi penghidu primer atau lebih #elas berbeda denagn disini yang hanya terdapat 1 snsasi primer $arna yang dapat dibedakan oleh mata dan hanya 2 sensasi primer pengecapan yang hanya dapat di diteksi oleh lidah. )isalnya telah ditemukan seseorrang secara khusus buta bau untuk lebih dari /5 !at. %arena di duga baha buta reseptor bau untuk setiap !at mengambarkan tidak adanya yang sesuai untuk !at

tersebut . diduga bah$a pnghidu mungkin di pengaruhi oleh /5 sensasi pnghidu primer atau lebih. ua teori dasar telah di kemukakan untuk men#elaskan kemampuan sebagai reseptor untuk member respon secara selektif terhadap berbagai #enis rangsang penciuman. (eori kimia dan teori fisika. 1. Teori kimia berpendapat bah$a : reseptor kimia dalam membrane rambut olfaktoria bereaksi secara spesifik berbagai #enis perangsang penciuman. 4enis reseptor kimia menentukan #enis perangsangan yang akan menimbulkan respon pada sel olfaktoria. "eaksi antara perangsang dan perespon mungkin meningkatkan permediabilitas memban rambut olfaktoria dan hal ini selan#utnya akan menimbulkan impuls pada serabut .. olfaktorius. 2. Teori %isika berpendapat bah$a : pada berbagai tempat reseptor fisika pada membrane rambut olfaktoria dari sl olfaktoria

terpisah

memungkinkan

perangsang

olfaktoria

sepesifik

terabsorpsi pada membrane berbagai sel olfaktoria. -ukti yang menyokong teori ini adalah bah$a banyak !at yang mempunyai sifat kimia yang sangat berbeda. (etapi bentuk molekul hampi identik, mempunyai bau yang sama. >al ini menun#ukkan bah$a hal sifat fisika perangsang mungkin menentukan bau. <mbang penciuman. Salah satu sifat penting dari penghidu adalah sedikitnya konsentrasi agn perangsang di udara yang di buuhkan untuk mempengaruhi sensasi penghidu. )isalnya, metal merkaptan dapat tercium hanya dalam #umlah ,;0/.555.555.555 miligram dalam setiap milliliter udara. %arena ambangnya yang rendah, !at ini dicampur dengan gas alam untuk memberikan bau yang dapat dieteksi bila bocor dai pipa gas. 2.(.( Penghantaran Sensasi Bau Ke Susunan Sara% Pusat &ungsi susunan saraf pusa pada penciuman hamper setidaknya #elasseperti reseptor perifer. <kan tetapi melukiskan gambaran umum hantaran sensasi penghidu ke susunan saraf pusat. -ah$a ini menun#ukkan se#umlah sel olfaktoria terpisah mengirimkan akson ke bulbus olfaktorius untuk berakhir pada dendrite dendrite sel mitral dalam struktur yang dinamaknan glomerulus . kira kira 0/.555 akson dari sel olfaktoria masuk pada setiap glomerulus dan bersinaps dengan sekitar 0/ sel mitral yang selan#utnya mengirimkan isyarat ke dalam otak. (erdapat sekitar /.555 glomeruluspada gambaran hubungan system saraf olfaktorius. )enggambarkan lintasan utama untuk penghantaran isyarat penghidu dari sel mitral ke otak. Serabut dari sel mitral

ber#alan melalui traktus olfaktorius dan berkhir utama atau melalui neuron pemancar dalam 0 daerah utama dala otak yang masing masing dinamakan : ,. 0. <rea olfaktoria media <rea olfaktoria lateral

<rea olfaktoria media terdiri atas kelompokan inti yang terletak pada bagian tengah otak superior thalamus. %elompokan ini terdiri atas : ,. 0. 1. 2. /. Septum pelisidum ?inus subkalosus <rea paaolfaktoria (rigonum olfaktoria an bagian substantia perforate anterior dan anterior terhadap

<rea olfakoria lateral terletak bilateral, terutama di bagian anterior inferior lobus temporalis. Ia terdiri dari : ,. 0. 1. 2. <rea prepiriformis =rkus -agian lateral substansia perforate anterior an bagian nuclei amigdaloid.

(raktus olfaktoius sekunder ber#alan dari nuclei pada area olfaktoria lateral menu#u ke : ,. 0. 1. 2. >ipotalamus (halamus >ipokampus an nuclei batang otak

aerah sekunder ini mngatur respon otomaik tubuh terhadap rangsangan penciuman, termasuk aktivitas makan otomatis dan #uga respon emosi, sperti keakutan, keadaan terangsang kenikmatan, dorongan seksual. 'embuangan seluruh area olfaktoria lateral sangat mempengaruhi repon primitive penghidu, seperti men#ilat bibir, salvias, dan respon makan lain yang disbabkan oleh bau makanan atau berbagai emosi yang berhubungan dengan bau. Sebaliknya pengbuangan tersebut menghilangkan refle@ bersyarat yang lebih kompleks yang tergantung pada rangsang penhidu. Oleh karena itu, daerah ini di anggap sebagai korteks olfaktoria primer untuk penghidu. 'ada manusia, tumor pada daerah ungkus dan amigdala sering menyebabkan orang menerima bau abnormal. 2.(.2 5angguan Pen*iuman ,. <nosmia %ehilangan rasa bau atau hilangnya daya menghidu. 'enyakit ini disebabkan: 'enyumbatan rongga hidung missal tumor "eseptor-reseptor virus;atrophi ?angguan pada saraf ke I, bulbus, tractus pembauan rusak karena infeksi

olfaktorius;corte@ otak karena kepala atau tumor. 0. >iposmia 'engurangan sensifitas olfaktorius atau berkurangnya kepekaan dalam menghidu.

1.

isosmia istori daya menghidu atau indera penciuman berubah. 'enyakit ini disebabkan oleh: Infeksi didalam sinus %erusakan parsial pada saraf olfaktorius %ebersihan mulut yang #elek sehingga ter#adi infeksi mulut yang berbau tidak enak yang tercium oleh hidung

2.2 Indra Penge*a! 1 Perasa 'ada hakekatnya lidah mempunyai hubungan yang sangat erat dengan indera khusus pengecap. 3idah sebagian besar terdiri dari dua kelompok otot. Otot intrinsik lidah melakukan semua gerakan halus, sementara otot extrinsik mengaitkan lidah pada bagian-bagian sekitarnya serta melaksanakan gerakan-gerakan kasar yang sangat penting pada saat mengunyah dan menelan. 3idah mengaduk-aduk makanan, menekannya pada langit-langit dan gigi, dan akhirnya mendorong masuk ke farin@. 3idah terletak pada dasar mulut, sementara pembuluh darah dan urat saraf masuk dan keluar pada akarnya. =#ung serta pinggiran lidah bersentuhan dengan gigi-gigi ba$ah, sementara dorsum merupakan permukaan melengkung pada bagian atas lidah. -ila lidah digulung kebelakang, maka tampaklah permukaan ba$ahnya yang disebut frenulum linguae, sebuah struktur ligamen halus yang mengaitkan bagian postrior lidah pada dasar mulut. -agian anterior lidah bebas tidak terkait. -ila di#ulurkan, maka u#ung lidah meruncing, dan bila terletak tenang didasar mulut, maka u#ung lidah berbentuk bulat.

Selaput lendir (membran mukosa) lidah selalu lembab, dan pada $aktu sehat ber$arna merah #ambu. 'ermukaan atasnya seperti beludru dan ditutupi papil-papil, yang terdiri atas tiga #enis.

Papillae sirkumvalata. <da delapan hingga dua belas buah dari #enis ini yang terletak pada bagian dasar lidah. 'apillae sirkumvalata adalah #enis papillae yang terbesar, dan masingmasing dikelilingi semacam lekukan seperti parit. 'apillae ini tersusun ber#e#er membentuk huruf A pada bagian belakang lidah. Papillae fungiformis menyebar pada permukaan u#ung dan sisi lidah, dan berbentuk #amur. Papillae filiformis adalah yang terbanyak dan menyebar pada seluruh permukaan lidah. Organ u#ung untuk pengecapan adalah puting-puting pengecap yang sangat banyak terdapat dalam dinding papillae sirkumvalata dan fungiforum. 'apillae firiform lebih berfungsi untuk menerima rasa sentuh, dari pada

rasa pengecap yang sebenarnya. Selaput lendir langit-langit dan farin@ #uga bermuatan puting-puting pengecap. <da empat macam rasa kecapan : manis, pahit, asam dan asin. %ebanyakan makanan memiliki ciri harum dan ciri rasa, tetapi ciri-ciri itu merangsang u#ung saraf penciuman, dan bukan u#ung saraf pengecapan. dengan Supaya saraf dapat yang dirasakan, mampu semua makanan harus men#adi cairan, serta harus sungguh-sungguh bersentuhan u#ung menerima rangsangan yang berbeda-beda. 'uting penegecap yang berbedabeda menimbulkan kesan rasa yang berbeda-beda #uga. 3idah memiliki pelayanan persarafan yang ma#emuk. Otototot lidah mendapat persyarafan dari urat saraf hipoglosus (saraf otak kedua belas). aya perasaannya dibagi men#adi Eperasaan umumF, yang menyangkut taktil perasa seperti membedakan ukuran, bentuk, susunan, kepadatan, suhu dan sebagainya, dan rasa pengecap khusus. Impuls perasaan umum bergerak mulai dari bagian anterior lidah dalam serabut saraf lingual yang merupakan sebuah cabang urat saraf kranial kelima, sementara impuls indera pengecap bergerak dalam khorda timpani bersama saraf lingual, lantas kemudian bersatu dengan saraf kranial ketu#uh, yaitu nervus saraf fasialis. 'engecapan berkaitan erat dengan fungsi gastro intestinal Serabut sensoris tunas pengecap G 0;1 anterior berasal dari nervus fasialis, ,;1 posterior nervus glossofaringeus, area yang lain dari nervus vagus

'engecapan merupakan salah satu fungsi dari taste buds di dalam mulut, tetapi indera pembau #uga memiliki kontribusi terhadap stimulus sensoris pada pengecapan. Sebagai contoh, bentuk dari suatu makanan, yang terdeteksi oleh indera pengecapan di mulut dan substansi di dalam makanan tersebut menstimulasikan suatu rasa, seperti rasa manis, rasa pahit, rasa asam, ataupun rasa asin. 'ada kenyataannya indera pengecapan #uga berperan dalam proses pemilihan suatu makanan

berdasarkan

keinginan

dan

yang

dibutuhkan

dalam

proses

metabolisme #aringan organ. Taste Bud (aste bud terletak pada tipe papilla lidah,yakni (,) sebagian besar taste bud terletak di dinding saluran yang mengelilingi papilla sirkumvalata, yang membentuk garis A di permukaan lidah posterior. (0) Se#umlah taste bud terletak pada papilla fungiformis di atas permukaan anterior lidah. (1) Se#umlah lainnya terletak pada papilla foliate yang terdapat di lipatanlipatan sepan#ang permukaan lateral lidah. (aste bud tambahan terletak pada palatum, da beberapa diantaranya diemukan pada pilar tonsilar,epiglottis dan di esophagus bagian pro@imal. Orang de$asa mempunyai 1555 samoai ,5.555 taste bud, sedangkan anak-anak mempunyai lebih sedikit. sebagian besar taste bud menyebabkan sensasi pengecapan i atas usia 2/ tahun, degenerasi, semak yang men#adi semakin mengalami

kurang ta#am pada usia tua. (aste bud mempunyai diameter sekitar ,;15 mm dan pan#ang sekitar ,;,+ mm. (erdiri dari kurang lebih /5 sel-sel epitel yang termodifikasi, beberapa di antaranya adalah lainnya disebut sel penyokong yang disebut sebagai sel sustentakuler, dan yang sebagai sel pengecap. Sel-sel pengecap terus menerus digantikan melalui pembelahan mitosis dari sel-sel epitel di sekitarnya, sehingga beberapa sel pengecap adalah sel muda. Sel pengecap lainnya adalah sel matang yang terletak k arah bagian tengah bud, yang akan terurai dan larut.

=#ung-u#ung luar sel pengecap tersusun di sekitar pori-pori pengecap yang sangat kecil. ari u#ung-u#ung setiap sel pengecap, mikrovili atau rambut pengecap, akan keluar menu#u pori-pori pengecap, untuk mendekati rongga mulut. )ikrovili ini di permukaan memberikan reseptor untuk pengecapan. <nyaman di sekitar badan sel-sel pengecap merupakan rangkaian percabangan terahir dari serabut-serabut saraf pengecap yang di rangsang oleh sel-sel reseptor pengecap. -eberapa dari serabutserabut ini bernavigasi men#adi lipatan-lipatan membrane sel pengecap. -eberapa vesikel membentuk membrane sel di dekat serabut. $ekanisme Perangsangan "Taste Bud Potensial -ese!tor# )embrane sel-sel pengecap seperti kebanyakan sel-sel reseptor sensoris lainnya, mempunyai muatan negative di bagian dalam yang berla$anan dengan bagian luar. 'emberian !at pengecap pada rambut pengecap akan menyebabkan hilangnya sebagian potensial negative, sehingga sel pengecap mengalami depolarisasi. 'erubahan potensial listrik pada sel pengecap ini disebut potensial reseptor untuk pengecapan. )ekanisme reaksi untuk memulai potensial reseptor di sebagian besar !at yang terangsang dengan vili pengecap adalah dengan pengikatan !at kimia kecap pada molekul reseptor protein yang dekat atau menon#ol melalui membrane vilus. >al ini yang kemudian akan membuka kanal ion, sehingga membuat ion natrium yang memiliki muatan positif masuk dan mendepolarisasi kenegatifan normal di dalam sel. Selan#utnya !at kimia kecap

secara bertahap dibersihkan dari vilus pengecap oleh saliva, sehingga akan menghilangkan rangsangan. (ipe protein reseptor di setiap vilus pengecap

menentukan tipe rasa yang akan diterima. =ntuk ion natrium dan hydrogen yng secara berurutan melepaskan sensasi kecap rasa asin dan asam, protein reseptor akan membuka kanal ion yang spesifik pada membrane sel kecap di bagian apical, dengan cara mengaktifkan reseptor. .amun demikian, untuk sensasi rasa pahit, bagian molekul protein reseptor yang menon#ol ke membrane di bagian apical akan mengaktifkan substansisecond messenger transmitter di dalam sel dan second messenger transmitter ini akan menyebabkan perubahan kimia untuk melepaskan sinyal pengecapan.

Sensasi Penge*a!an Utama Seseorang dapat mempersepsikan ratusan rasa yang berbeda. <dapun rasa 9 rasa yang umum kita dapat rasakan ada / yakni, asam, asin, manis, pahit, dan umami. -asa Asam "asa asam di sebabkan oleh asam yang merupakan konsentrasi ion hydrogen. an intensitas dari stimulus rasa ini kira 9 kira sesuai dengan proporsi dari logaritma konsentrasi ion hidrogen. Semakin banyak terdapat asam di dalam makanan tersebut maka semakin asem pula rasa asem yang akan timbul.

-asa Asin "asa asin di sebabkan oleh ion 9 ion garam seperti ion yodium. %ualitas dari rasa tersebut bervariasi dari satu ion garam ke lainnya, di sebabkan 9 rasa karena lain beberapa untuk ion garam kadar mendatangkan rasa menambah

keasinannya. %ation dari garam, khususnya kation pada sodium, yang bertanggung #a$ab terhadap rasa asin. -asa $anis 'enyebab rasa manis yang paling utama adalah bahan kimia organik seperti gula, glikol, alkohol, aldehid, keton, ester, dan beberapa asam amino, serta beberapa protein. (etapi perubahan yang sangat kecil pada struktur kimia, misalnya penambahan radikal sederhana, seringkali dapat mengubah !at dari rasa manis men#adi pahit. -asa Pahit "asa pahit, sama seperti rasa manis, disebabkan oleh bahan kimia organik. <dapun 0 substansi yang biasanya menyebabkan rasa pahit adalah : Substansi organik rantai pan#ang yang mengandung nitrogen, <lkaloid, <lkaloid biasanya di gunakan pada obat 9 obatan, seperti caffeine, Huinine, dan strychinine.

'ada beberapa subtansi yang pada a$alnya terasa rasa manis kemudian dapat terasa pahit yang merupakan pengaruh dari saccharin. "asa pahit yang berlebihan biasanya akan menyebabkan seseorang akan menolak makanan ; muntah. -asa Umami =mami artinya adalah gurih atau renyah. =mami biasanya dapat di rasakan pada makanan yang mengandung 3-glutamate, seperti daging ekstrak, dan ke#u.

$ekanisme Sara% Sensoris !ada Indera Penge*a!an )embran pada sel perasa yang merupakan reseptor sensoris pada sel biasanya akan peka terhadap stimulus yang berasal dari luar. )ekanisme oleh substansi stimulus memberikan reaksi pada reseptor potensial. )ekanisme di mulai dengan stimulus oleh suatu substansi pada taste vili yang merangsang reseptor potensial untuk mengikat rasa yang timbul ke reseptor protein molekul yang terletak di luar permukaan dari reseptor sel perasa melalui membran villus. %emudian ion sodium ataupun ion hidrogen masuk dan mengalami depolarisasi pada sel. %emudian bahan kimia tersebut secara perlahan hilang dari taste villus karena pengaruh dari saliva. (ipe pada reseptor protein di taste villus menentukan tipe rasa yang akan di persepsikan. :ontoh : untuk ion sodium dan ion hidrogen akan menghasilkan persepsi rasa asem. =ntuk reseptor rasa manis dan pahit, bagian dari reseptor molekul protein yang menon#ol melalui membran apical yang

mengaktivasikan second messenger transmitter substances di sel perasa, dan second messengers menyebabkan perubahan kimia intraselular pengecapan. Impuls saraf diterima mele$ati lingual nerve, kemudian mele$ati chorda tympani melalui facial nerve, dan pada akhirnya sampai pada tractus solitarius di dalam otak. Sensasi rasa dari circumvallate papillae di ba$ah lidah dan bagian posterior lainnya di bagian rongga nerve mulut dan di tractus transmisikan solitarius mele$ati dari dasar glossopharyngeal yang menyebabkan signal rasa pada indera

permukaan pada lidah dan bagian lain pada bagian pharyngeal. Semua serabut sinaps pada bagian posterior pada otak di dalam nuclei of the tractus solitaries mengirimkan second-order neurons ke suatu area kecil pada ventral posterior medial nucleus of the thalamus, yang terletak pada daerah medial ke thalamic terminations pada bagian muka. parietal cerebral corte@. ari tractus solitarius, banyak signal rasa di transmisikan bersamaan dengan brain stem yang langsung menu#u ke superior dan inferior salivatory nuclei, dan ditransmisikan pada kelen#ar submandibular, sublingual, dan parotis yang mengontrol #umlah kadar saliva yang di sekresikan di dalam rongga mulut. ari thalamus, third-order neurons dikirimkan ke the lo$er tip of the postcentral gyrus in th

Kelainan)kelainan !ada Idera Penge*a! ,. ?lositis, atau peradangan lidah, bisa akut ataupun kronis, dengan ge#ala-ge#ala berupa adanya ulkus dan lendir yang menutupi lidah. 'eradangan ini biasanya timbul pada pasien yang mengalami gangguan pencernaan ataupun infeksi pada gigi. 3idah lembek dan pucat, -iasanya, dengan glositis bekas-bekas kronis gigitan pada apabila pinggirannya. baik. 0. 3eukoplakia ditandai oleh adanya bercak-bercak putih yang tebal pada permukaan lidah (#uga pada selaput lendir pipi dan gusi). >al ini biasanya terlihat pada perokok. menghilang,

kesehatan badan membaik dan pemeliharaan higiene mulut yang