Anda di halaman 1dari 41

KINETIKA DAN KATALISIS

Penyelesaian Soal Bab III



Dosen Pembimbing :
Ir. Bambang Trisakti, MT

Disusun Oleh :

Kelompok II (Dua)

Danil Tarmizi 090405047
Rizka Rinda 110405063
Tongam May Andrivan 110405067
Margaretha Siagian 110405111
Golda C Simanjuntak 110405127









DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2013
3.1 Jika r
A
= (dC
A
/dt) = 0,2 mol/liter.s saat C
A
= 1 mol/liter, bagaimana laju reaksinya saat
C
A
= 10 mol/liter? (orde reaksi tidak diketahui)
Penyelesaian:
Jika orde reaksi tidak diketahui,kita tidak dapat menyelesaikan soal dan mendapatkan ratio
reaksi pada konsentrasi yang tinggi.

3.2 Cairan A terdekomposisi melalui kinetika reaksi berorde -satu. Dalam sebuah reaktor batch,
50% A terkonversi dalam waktu 5 menit. Berapakah waktu yang diperlukan agar konversi A
mencapai 75% ?
Penyelesaian:

= .

= .
Diintegrasi menjadi:

=
ln C
A
= k.t
Dengan batas atas = C
A
dan batas bawah = C
A0

(lnC
A
ln C
A
0
) = k.t
ln
C
A
C
A
0
= k.t
Dimana : C
A
= C
A0
(1 X
A
)
ln (1 - X
A
) = k.t
k = -
ln (1 -X
A
)
t

membutuhkan waktu 5 menit untuk konversi 50%, berapa waktu yang dibutuhkan bila
diinginkan konversi 75%?
Dengan harga k yang tetap:
ln (1 -X
A
)
t
1
=
ln (1 -X
A
)
t
2

ln (1 -0,5)
5
=
ln (1 -0,75)
t
2

ln (0,50)
5
=
ln (0,25)
t
2

t
2
= 10 menit

3.3 Ulangi soal sebelumnya untuk kinetika orde kedua
Penyelesaian:

2


1

0

1

=

1


=
=
1


Saat X
A
= 50% 5 =
1

1/2
1 1/2
5 =
1

0

Jadi saat X
A
= 75% =
1

= 5
3/4
1 3/4
= 15 menit
3.4 Suatu hasil eksperimen selama 10 menit menunjukkan bahwa 75% reaktan liquid
dikonversikan menjadi produk dengan orde . Berapakah fraksi yang terkonversi selama
1,5 jam?
Penyelesaian:
Persamaan kinetika reaksi orde setengah:

0,5


0

= (
0
1

)
0,5

(1

)
0,5
=
0
0,5

0

2 1

0,5
1 =
0
0,5

Untuk data X
A
= 75% dan t = 10 menit, diperoleh:
2 1 0,75
0,5
1 =
0
0,5
. 10
2 0,5 1 = 10
0
0,5


0
0,5
= 0,1
(
0
0,5
merupakan konstanta)
Untuk waktu jam = 30 menit
2 1

0,5
1 = 0,1 .30
1

0,5
1 = 1,5
1

0,5
= 0,5
1

= 0,25

= 0,75

3.5 Dalam sebuah reaksi polimerisasi homogen cairan isotermal, 20% dari monomer habis dalam
34 menit dimana konsentrasi awal monomer adalah 0,04 dan 0,08 mol/liter. Bagaimana
persaman laju reaksi yang menggambarkan proses kehilangan monomer tersebut?
Penyelesaian:
Karena fraksi yang hilang bebas dari konsentrasi awal maka reaksi dianggap reaksi orde
satu, maka dari persamaan (10) Levenspiel diperoleh:
Kemudian persamaan diintegrasi


Dan menghasilkan:

0
=

0

-ln

0
=
Nilai K dapat dicari dengan memasukkan nilai yang diketahui. Namun karena pada soal
diketahui konversi maka persamaan diubah
ln

0
=

0
= 1

0
/
= 1

= 1

0

Sehingga persamaan menjadi:
ln

0
1

0
=
maka
k = (ln 1 ln 0,8)/34 menit = 0,0657 menit
-1

sehingga persamaan laju reaksi menjadi:


= 0,0657 menit
1



3.6 Setelah 8 menit dalam reactor batch, reaktan (C
A0
= 1mol/liter) adalah 80% dikonversi,
setelah 18 menit, konversi adalah 90%. Tentukan persamaan laju utnuk reaksi ini.
Penyelesaian :

Konversi
Untuk t= 8 menit
| |
| |
0
A
A
C
C
C
1 x
A
=
| |
| | 0,2 C
1
C
1 % 0 8
A
A
=
=

| | | |
0,1
0 8
0,2 1
t t
C C
r
0
A A
CA
0
=

=

Untuk t= 18 menit
| |
| | 0,1 C
1
C
1 % 0 9
A
A
=
=

| | | |
0,05
0 18
0,1 1
t t
C C
r
0
A A
CA
0
=

=


Persamaan kecepatan reaksi:
(-r
A
) = k C
A
n

log (-r
A
) = log k + n log C
A


dengan: log (-r
A
) = y
log C
A
= x
log k = A
n = B

Data-data yang diperoleh dapat disajikan dalam tabel berikut:
t
C
A
(mol/L)

-r
A

Log C
A

X
Log r
A

Y
Konversi
X
A

0 1 0 0 0 0
8 0,2 0,1 -0,698 -1 0,8
18 0,1 0,05 -1 -1,3 0,9
-1,698 -2,3



Orde reaksi (n) = 1,323
Konstanta kecepatan reaksi (k) = 0,982
Persamaan kecepatan reaksi:
(-r
A
) = kC
A
n

-r
A
= 0,982 C
A
1,323


y = 1,3232x - 0,0177
R = 0,9941
-1,6
-1,4
-1,2
-1
-0,8
-0,6
-0,4
-0,2
0
-1,2 -1 -0,8 -0,6 -0,4 -0,2 0 0,2
Log C
A
vs Log -r
A

3.7 Maggo simata ular ialah seorang lelaki yang memiliki kebiasaan. Pada Jumat sore selalu
sama, yakni mengikuti suatu kegiatan dengan menggunakan gaji nya pada minggu ini
(minggu pertama) $180, dengan permainan yang sama, dia bermain 2 giliran selama 2
jam. Dia selalu saja meninggalkan uang $45. permainan si mata ular ini dapat diprediksi.
Dia selalu menggunakan uang yang ia miliki, kehilangan uang yang ia miliki juga dapat
diprediksi dengan laju yang sama dari uang yang ia miliki. Dalam minggu ini (minggu
kedua) si mata ular menggunakan gaji tambahannya dan bermain selama 3 jam, tetapi
selalu pulang dengan uang $135. Berapa banyak tambahan gaji yang ia gunakan ???
Penyelesaian:
=

=
180135
2
= 22,5 jam
1

=
x 135 = 22,5 (3)
x 135 = 67,5
x = 202,5
Jadi, besarnya gaji tambahan yang ia gunakan untuk bermain judi adalah:
$202,5 - $180 = $22,5

3.8 Tentukan orde keseluruhan dari reaksi irreversibel berikut
2H
2
+ 2NO N
2
+ 2H
2
O
Dari data volume konstan berikut, gunakan sejumlah equimolar hidrogen dan nitrogen
oksida
Tekanan total, mmHg 200 240 280 320 360
Waktu paruh, sekon 265 186 115 104 67
Penyelesaian:
reaksi orde adalah n dimana k.C
dt
dC
k.C
dt
dC
.C k.C
dt
dC
: sehingga , C C ekuimolar, reaksi Pada
.C k.C
dt
dC
r
n
A
A
b a
A
A
b
A
a
A
A
B A
b
B
a
A
A
A
=
=
=
=
= =
+

dt k
C
dC
k.C
dt
dC
n
A
A
n
A
A
=
=












1) (n k
1
C
C
C
t
n - 1
A0
n - 1
A n - 1
A0

|
|
.
|

\
|

=

... (1)
Waktu paruh menyatakan waktu yang digunakan untuk konsentrasi reaktan A berubah
menjadi setengah dari konsentrasi pada awalnya yang dapat dinyatakan :

0,5
C
C
C
2
1
C
A0
A
A0 A
=
=

Maka untuk mencari waktu paruh, pers. (1) menjadi :

( )
( )
1) (n k
1 0,5 C
log t log
1) (n k
1 0,5 C
t
1) (n k
1
C
C
C
t
1) (n k
1
C
C
C
t
n 1 n - 1
A0
0,5
n 1 n - 1
A0
0,5
n 1
A0
A n - 1
A0
n - 1
A0
n - 1
A n - 1
A0

|
|
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|
=

|
|
.
|

\
|



( )
( )
A0
n 1
0,5
n - 1
A0
n 1
0,5
C log n) (1
1) (n k
1 0,5
log t log
C log
1) (n k
1 0,5
log t log
+

=
+


( )
1) (n k
C C
t
kt C C
1 n
1
kt C
1 n
1
C
1 n
1
kt C
n 1
1
C
n 1
1
dt k C
1 n
1
dt k dC C
n - 1
A0
n - 1
A
n - 1
A0
n - 1
A
n - 1
A0
n - 1
A
n - 1
A0
n - 1
A
t
0
C
C
1 n
A
A
C
C
n -
A
A
A0
A
A0

=
=

=
(

=
(

=
}
}
+
Jadi, untuk mencari nilai orde reaksi keseluruhan (n) dapat di plot grafik log t
0,5
vs log
C
A0
yang menunjukkan nilai slope = 1 n.
Asumsi :
Reaktan yang digunakan bersifat gas ideal
Reaksi berjalan pada 25
o
C = 298 K
Konstanta gas = 0,08206 L.atm/mol.K
Dengan rumus gas ideal :
.R.T C P
.R.T
V
n
P
.R.T n .V P
A A
A
A
A
A A A
=
=
=



Jumlah
tekanan
(mmHg)
Jumlah
tekanan
(atm)
C
A

(mol/L)
log C
A
(mol/L)
t
0,5
(detik)
log t
0,5
(detik)
200 0,263 0,01075 1,9686 265 2,4232
240 0,316 0,01292 1,8887 186 2,2695
280 0,368 0,01505 1,8225 115 2,0607
320 0,421 0,01722 1,7639 104 2,0170
360 0,474 0,01938 1,7126 67 1,8261


Slope = 1 n
2,271 = 1 n
n = 1 + 2,271
n = 3,271
Jadi orde reaksi keseluruhan dari reaksi ireversibel tersebut adalah 3,271.

y = -2,271x - 2,039
0
0,2
0,4
0,6
0,8
1
1,2
0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5
l
o
g

t
0
,
5
log CA
Grafik log t0,5 vs log CA

3.9 Reaksi orde pertama reaksi fasa cair


0
= 0,5

,
0
= 0
bertempat di reaktor batch. Setelah 8 menit, konversi A adalah 33,3% dan konversi
kesetimbangan adalah 66,7%. Carilah persamaan laju reaksi untuk reaksi ini.
Asumsi:
Reaksi tersebut merupakan reaksi elementer sehingga pada saat kesetimbangan berlaku

2
=


dengan memplotkan t - vs - -ln 1-
X
A
X
Ae


diperoleh slope 0,0865
maka =
1

+1
+


0,0865 =
1

0 +1
0 +0,667

1
= 0,1297
=

0

=
0
0,5
= 0
y = 0,086x
R = 1
0
0,1
0,2
0,3
0,4
0,5
0,6
0,7
0,8
0 2 4 6 8 10
-
l
n

(
1
-
X
A
/
X
A
e
)
t

=
+

=
0 + 0,667
1 0,667

=2,003

2


2
=
0,1297
2,003


2
= 0,06475
sehingga diperoleh persamaan laju reaksi
r
A
= 0,1297C
A
0,06475C
R


3.10 Aqueos A bereaksi menjadi R (A R) dan pada menit pertama dalam reaktor batch
konsentrasinya menurun dari C
A0
= 2,03 mol/liter menjadi C
af
= 1,97 mol/liter. Tentukan
persamaan laju reaksi jika reaksi kinetik orde kedua ditinjau dari A.
Penyelesaian:
Diketahui bahwa laju reaksi orde 2, sehingga:

=
1

=
1

2


1

=
1

=
=
=0


1

=
=0
=


1

0
=
1

Untuk mendapatkan nilai k:

1

0
=
1


1
1,97 mol/liter

1
2,03 mol/liter
= (60 sekon)
k = 0,00025 liter/mol . s
Jadi, persamaan laju reaksinya adalah:
-r
A
= (0,00025 liter
2
/mol.s) (C
A
mol/liter)
2


3.11 Zat A pada konsentrasi awal C
A0
= 1 mol/liter di dalam reaktor batch, dimana akan
bereaksi untuk membentuk produk R berdasarkan stoikiometri A R. Konsentrasi A
di dalam reaktor dimonitor pada berbagai waktu seperti ditunjukkan seperti berikut:
t, min 0 100 200 300 400
C
A
, mol/m
3
1000 500 333 250 200
Untuk C
A0
= 500 mol/m
3
, tentukan konversi reaktan setelah 5 jam di dalam reaktor
batch?
Penyelesaian:

C
A0
= 500 mol/m
3
pada t = 100 menit, 5 jam = 300 menit, maka pada t = (100 + 300)
menit maka C
A
= 200 mo/m
3
.
X
A
= 1 -
CA
CA0
= 1 -
200 mol/m
3
500 mol/m
3
= 1 0,4 = 0,6

3.12 Tentukan laju reaksi pada soal no. 11
0
100
200
300
400
500
600
700
800
900
1000
1100
0 100 200 300 400 500
C
A
t (min)
Penyelesaian:
C
A
t Ln(C
A
/C
A0
) 1/C
A

1000 0 0 0,001
500 100 0,693147 0,002
333 200 1,099613 0,003003
250 300 1,386294 0,004
200 400 1,609438 0,005
Tebak reaksi adalah orde satu :
Persamaan (11) levenspiel untuk orde satu :
ln
C
A
C
A0
= kt
Plot Ln
C
A
C
A0
vs t :

Grafik tidak membentuk garis lurus, maka reaksi bukan orde satu.

Tebak reaksi adalah orde dua :
Persamaan untuk orde dua :
1
C
A
= kt
Plot
1
C
A
vs t :
0
0,5
1
1,5
2
0 100 200 300 400 500
L
n
(
C
A
/
C
A
0
)
t

Grafik membentuk garis lurus, maka dapat disimpulakan bahwa reaksi berorde dua.
slope = k = 10
-5
, maka :
-r
A
= 10
-5

C
A
2

3.13 Betahundert Bashby suka memainkan meja judi untuk relaksasi. Dia tidak berharap
untuk menang, dan dia tidak, jadi dia mengambil permainan di mana kerugian tersebut
sebagian kecil diberikan taruhan uang. Dia bermain terus tanpa istirahat, dan ukuran
taruhan-nya sebanding dengan uang yang dia miliki. Jika pada "berderap domino" yang
membawanya 4 jam untuk kehilangan setengah dari uangnya dan 2 jam untuk kehilangan
setengah dari uangnya di "chuk-a-chuk", berapa lama dia bisa bermain kedua game
secara bersamaan jika ia dimulai dengan $1000 dan berhenti ketika ia memiliki $10
tersisa, yang hanya cukup untuk ongkos bis ke rumah?
Penyelesaian:
Misalkan: A = berderap domino jika dimainkan sendiri diperoleh persamaan (a):

$

. $
B = chuk a chuk dimana jika dimainkan sendiri diperoleh persamaan (b):

$

. $
Jika A dan B dimainkan bersama, maka diperoleh persamaan (c):

$

=
$

. $ +

. $
Untuk mencari nilai t, yang harus dilakukan adalah mencari nilai k
A
dari persamaan (a)
dan nilai k
B
dari persamaan (b)
Persamaan (a):

$

. $
y = 1E-05x + 0.001
R = 1
0
0,001
0,002
0,003
0,004
0,005
0,006
0 200 400 600
1
/
C
A
t

$
$

.
Diintegrasi menjadi :
- ln $ = k
A
.t
Diketahui: dia kehilangan uangnya selama 4 jam
(ln$ ln $
0
) =

.
ln
$
0
$
=

=
1

ln
$
0
$

=
1
4
ln
1
1/2

=
1
4
ln 2
Persamaan (b):

$

. $

$
$

.
Diintegrasi menjadi :
- ln $ = k
B
.t
Diketahui: dia kehilangan uangnya selama 2 jam
(ln$ ln $
0
) =

.
ln
$
0
$
=

=
1

ln
$
0
$

=
1
2
ln
1
1/2

=
1
2
ln 2
Persamaan dimana kedua game dimainkan bersama:

$

$
Dengan langkah yang sama sepeti sebelumnya, persamaan tersebut diintegrasi dan
diperoleh persamaan sebagai berikut:
ln
$
0
$
=


=
1

ln
$
0
$

Nilai k
A
dan k
B
disubstitusikan ke dalam persamaan tersebut:
=
1

1
4
ln 2+
1
2
ln 2
ln
$
0
$

=
1

3
4
ln 2
ln
1000
10

t = 8,86 jam
3.14 Pada reaksi elementer berkelanjutan

2
, k
1
= k
2
, pada t = 0 C
A
= C
A0

C
R0
= C
S0
= 0
Tentukan konsentrasi maksimum R dan kapan itu tercapai ?
Penyelesaian:
Harga persamaan untuk ketiga komponen adalah:

A
A
A
C k
dt
dC
r
1
= =

R A
R
R
C k C k
dt
dC
r
2 1
= =

R
S
S
C k
dt
dC
r
2
= =
Tinjau konsentrasi A :
t k
C
C
A
A
1
ln =
Untuk mengetahui perubahan konsentrasi R, subsitusi konsentrasi A
t k
C
C
A
A
1
ln =

t k
e
A
R
R
C k C k
dt
dC
1
0
1 2

= +
Maka persamaan untuk perubahan konsentrasi R adalah

|
|
.
|

\
|

=

2 1
2
1 2
1
0 1
k k
C k C
e
k k
e
t k t k
A R

Dari soal diketahui bahwa k
1
= k
2
sehingga soal tidak bias dikerjakan, yaitu tidak ada
perubahan maksimum untuk konsentrasi R, karena R langsung berubah menjadi S.
Sehingga tidak ada pula waktu maksimum terhadap perubahan R.
1 2
1 2
max
/ ln
k k
k k
t

=
0
1 ln
max
= t

3.15 Pada suhu kamar sukrosa dapat terhidrolisis secara enzimatik, menggunakan enzim
sukrase, menurut reaksi :
sukrosa

produk
Konsentrasi awal sukrosa C
A0
= 1,0 mol/liter dan konsentrasi enzim awal C
E0
= 0,01
milimol/liter, data-data kinetika berikut diperoleh dalam reaktor batch (konsentrasi
dihitung dari pengukuran rotasi optik) :
C
A
, mmol/liter 0,84 0,68 0,53 0,38 0,27 0,16 0,09 0,04 0,018 0,006 0,0025
t, jam 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Jika reaksi enzimatik tersebut dapat dianggap mengikuti model persamaan kinetika
Michaelis-Menten: - rA =
k
3
C
A
C
E0
C
A
+C
M
dimana C
M
= konstanta Michaelis,
Evaluasilah harga konstanta-konstanta k
3
dan C
M
dengan menggunakan metode
integral.
Penyelesaian:
Persamaan kinetika reaksi enzimatik pada sistem batch bervolume tetap dapat
dituliskan :
- rA = -
dC
A
dt
=
k
3
C
A
C
E0
C
A
+C
M
atau -
C
A +
C
M
C
A
dC
A
= k
3
C
E0
dt
Diintegrasikan dengan batas-batas : C
A
= C
A0
pada t = 0 dan C
A
= C
A
pada t = t
menghasilkan :

C
A
+ C
M
C
A
dC
A
C
A
C
A0
= 1 C
M
1
C
A
dC
A
C
A
C
A0
= = k
3
C
E0
dt
t
0

C
A
+ C
M
ln C
A

C
A0
C
A
= k
3
C
E0
t
C
A0
C
A
+ C
M
ln
C
A0
C
A
= k
3
C
E0
t
Linierisasi persamaan diatas dengan membagi kedua ruas persamaan dengan
k
3
C
E0
(C
A0
C
A
) :
t
C
A0
-C
A
=
1
k
3
C
E0
+
C
M
k
3
C
E0
ln C
A0
C
A

C
A0
-C
A

Plot linier antara
t
C
A0
-C
A
vs
ln C
A0
C
A

C
A0
-C
A
menghasilkan slope sebesar
C
M
k
3
C
E0
dan intercept
sebesar
1
k
3
C
E0
. Pada soal ini C
A0
= 1,0 mol/liter dan C
E0
= 0,01 milimol/liter.
Hasil perhitungan terhadap data-data di dalam soal disajikan pada tabel dan grafik
berikut ini:

t
(jam)
CA
(mmol/liter)
lnC
A0
C
A

C
A0
-C
A

t
C
A0
-C
A

1 0,84 1,0897 6,25
2 0,68 1,2052 6,25
3 0,53 1,3508 6,3830
4 0,38 1,5606 6,4516
5 0,27 1,7936 6,8493
6 0,16 2,1816 7,1429
7 0,09 2,6461 7,6923
8 0,04 3,3530 8,3333
9 0,018 4,0910 9,1650
10 0,006 5,1469 10,0604
11 0,0025 6,0065 11,0276


y = 0,987x + 5,049
R = 0,998
0
2
4
6
8
10
12
0 1 2 3 4 5 6 7
Berdasarkan perhitungan di atas diperoleh :
Slope =
C
M
k
3
C
E0
= 0,9879 dan intercept =
1
k
3
C
E0
= 5,0497
Dengan demikian : k =
1
intercept C
E0
=
1
(0,01)(5,0497)
= 19,803 jam
-1
C
M
= k
3
C
E0
slope = (19,803) (0,01) (0,9879) = 0,196 mmol/liter

3.16 Ulangi soal 3.15, namun sekarang lakukan dengan metode diferensial.
Penyelesaian:
Pertama kita transformasikan bentuk dari persamaan M-M menjadi bentuk yang dapat
digunakan.
M A
E A
A
C C
C C k
r
+
=
0 3

A
A
C k
C k
5
4
1+
=

Maka untuk menyelesaikan kita ubah persamaan ini menjadi seperti persamaan (62)
Octave Levenspiel, 1999
(


=
A
A
A
C
r
k k
k
r
) ( 1
) (
5 5
4

Maka dapat kita plot -r
A
vs
A
A
C
r ) (

Namun kita harus mencari -r
A
dahulu dengan cara memplotkan C
A
vs t



t
jam
C
A
(mmol/liter)
Slope (dC
A
/dt) -r
A
-r
A
/C
A
0 0,1 (1-0)/(0-5,75) = -0,1739 0,1739 1,739
1 0,84 (0,965-0)/(0-6,4) = -0,1508 0,1508 0,180
2 0,68 (0,95-0)/(0-6,9) = -0,1377 0,1377 0,203
3 0,53 (0,94-0)/(0-6,8) = -0,1382 0,1382 0,261
4 0,38 (0,85-0)/(0-7,2) = -0,1181 0,1181 0,311
5 0,27 (0,7-0)/(0-7,9) = -0,0886 0,0886 0,328
6 0,16 (0,56-0)/(0-8,9) = -0,0630 0,0630 0,394
7 0,09 (0,75-0)/(0-7,9) = -0,0949 0,0949 1,054
8 0,04 (0,41-0)/(0-9,1) = -0,0451 0,0451 1,128
9 0,018 (0,2-0)/(0-9,8) = -0,0204 0,0204 1,133
10 0,006 (0,17-0)/(0-10) = -0,017 0,017 2,833
11 0,0025 (0,04-0)/(0-11) = -0,0036 0,0036 1,440
Maka kita plot -r
A
vs
A
A
C
r ) (


5
4
0,119 Intercept
k
k
=
5
1
= 0,035 - Slope
k

Maka k
5
= 28,5714
M
k
1
5
=

Maka M = 0,035
Dan k
4
= 3,4
M
C k
k
E0 3
4
=

Maka k
3
adalah 11,9 jam
-1

Sehingga
035 , 0
9 , 11
0
+
=
A
E A
A
C
C C
r

Dari hasil yang diperoleh melalui cara diferensial diperoleh hasil yang cukup jauh,
perbedaan sekitar 39,5 % untuk nilai k
3
dan 82 %. Hal ini bisa disebabkan oleh
ketidaktelitian dalam menarik garis tangent pada kurva C
A
vs t.

3.17 Suatu ampul radioaktif Kr-89 (waktu paruh = 76 menit) dibiarkan selama 1 hari. Apa
yang akan terjadi terhadap aktivitas ampul tersebut ? Ingat, peluruhan radiaktif
merupakan proses berorde 1.
Penyelesaian:

k =
1/2
t
6931 , 0

menit 10 x 12 , 9
menit 76
6931 , 0
3 -
=

Setelah satu hari, maka
6 - ) 60 24 )( (9,12x10 - kt -
A0
A
10 x 98 , 1 e e
C
C 3 -
= = =
x


3.18 Enzim E mengkatalisis pembentukan reaktan A menjadi produk R sebagai berikut :
A R
litermin
mol
C 2
C 200C
r
A
E0 A
A
+
=
Jika dimasukkan enzim (C
E0
= 0,001 mol/liter) dan reaktan (C
A0
= 10 mol/liter) ke dalam
reaktor batch dan reaksi berlangsung. Tentukanlah waktu yang dibutuhkan untuk
menurunkan konsentrasi hingga 0,025 mol/liter. Konsentrasi enzim yang tersisa tidak
berubah selama reaksi berlangsung.
Penyelesaian:
L.menit
mol
10 469 2 r
0,025 2
0,001 200.0,025.
r
C 2
.C 200C
r
3
A
A
A
E0 A
A

=
+
=
+
=
. ,

enzim
Anggap reaksi berjalan homogen, maka mekanisme reaksi yang terjadi adalah :

E R E A
R A
2
k
1
k
+ +



0,09876 ) k ,001 0 (k
.0,001) k (k 0,025 2,469.10
) .C k (k C
dt
dC
.C .C k .C k
dt
dC
2 1
2 1
3
E0 2 1 A
A
E0 A 2 A 1
A
= +
+ =
+ =
+ =




E0 A 2 A 1
A
.C .C k .C k
dt
dC
+ =

| |
| |
jam 1,01 t
menit 60,75 t
t 0,09876 6
t .0,001) k (k 400 ln
t .0,001) k (k
0,025
10
ln
t ) .C k (k
C
C
ln
t ) .C k (k C ln C ln
t ) .C k (k C ln C ln
t ) .C k (k C ln
dt ) .C k (k dC
C
1
dt ) .C k (k
C
dC
2 1
2 1
E0 2 1
A
A0
E0 2 1 A A0
E0 2 1 A0 A
E0 2 1
A
C
A0
C A
t
0
E0 2 1 A
A
C
A0
C
A
E0 2 1
A
A
=
=
=
+ =
+ =
+ =
+ =
+ =
+ =
+ =
+ =
} }

Jadi, waktu yang diperlukan agar reaktan berkurang hingga 0,025 mol/L adalah 1,01
jam.

3.19 Cari konversi setelah 1 jam dalam reaktor batch untuk :
mol/liter 1 = C ,
liter.jam
mol
3C = r - R, A
Ao
0,5
A A

Penyelesaian :
Diketahui
k = 3
n = 0,
C
Ao
= 1 mol/liter
Persamaan tingkat empiris orde n :
kt 1) (n C C
n 1
Ao
n 1
A
=


Bahwa reaksi dengan orde n > 1 tidak akan pernah selesai pada waktu yang terbatas. Di
sisi lain, untuk orde n < 1 ini bentuk tingkat konsentrasi reaktan akan jatuh ke nol dan
kemudian menjadi negatif pada beberapa waktu terbatas. Sehingga :
A
C = 0 pada t =
n)k (1
C
n 1
Ao


jam
3
2
0,5)3 (1
1
t
0,5 1
=

=



0,5
A
A
3C
dt
dC
=


3dt
C
dC
0,5
A
A
=



( ) | |
( ) | |
( )
25 , 5
5 , 2 1
5 , 2 1
5 , 1 1 1 1
) 1 ( 5 , 1 1
5 , 1
3
5 , 0
3
5 , 0
2
5 , 0 5 , 0
5 , 0
0
5 , 0
5 , 0
0
5 , 0
5 , 0
0
5 , 0
5 , 0
0
=
=
=
= +
= +
= +
=
(

=
(

A
A
A
A
A A A
A A
A A
C
C
A
X
X
X
X
X C C
t C C
t
C C
t
C
A
A


Maka setelah satu jam X
A
= 0,75 dan C
A
= 0,25

3.20 M. Heilin dan J.C Jungers, Bull.soc.chim.France, 386 (1957) menampilkan data pada
tabel P3.20 pada reaksi asam sulfat dengan dietilsulfat pada larutan aqueous 22,9
o
C
H
2
SO
4
+ (C
2
H
5
)SO
4
2C
2
H
5
SO
4
H
Konsentrasi awal dari H
2
SO
4
dan (C
2
H
5
)SO
4
dan masing masing adalah 5,5 mol/liter.
Tentukan persamaan kecepatan dari reaksi ini !
Tabel P3.20

t, min C
2
H
5
SO
4
H
mol/liter
t, min C
2
H
5
SO
4
H
mol/liter
0 0 180 4,11
41 1,18 194 4,31
48 1,38 212 4,45
55 1,63 267 4,86
75 2,24 318 5,15
96 2,75 368 5,32
127 3,31 379 5,35
146 3,76 410 5,42
162 3,81 (5,80)
Penyelesaian:
karena C
A
=C
B
Maka -r H
2
SO
4
= k. [C H
2
SO
4
n
]

[C

(C
2
H
5
)SO
4
n
]
-r H
2
SO
4
= k [C H
2
SO
4
]
n+n
t,min C
2
H
5
SO
4
H
mol/liter
H
2
SO
4
(C
2
H
5
)SO
4
t, min C
2
H
5
SO
4
H
mol/liter
H
2
SO
4
(C
2
H
5
)SO
4

0 0 5,5 5,5 180 4,11 3,445 3,445
41 1,18 4,91 4,91 194 4,31 3,345 3,345
48 1,38 4,81 4,81 212 4,45 3,275 3,275
55 1,63 4,685 4,685 267 4,86 3,07 3,07
75 2,24 4,38 4,38 318 5,15 2,925 2,925
96 2,75 4,125 4,125 368 5,32 2,84 2,84
127 3,31 3,845 3,845 379 5,35 2,825 2,825
146 3,76 3,62 3,62 410 5,42 2,79 2,79
162 3,81 3,595 3,595 (5,80) 2,6 2,6

Diselesaikan secara dengan metode integral
Dengan orde n
n
A
n
C
n k
tf


=
1
0
1
) 1 (
1 ) 89 , 0 (

Log kan ruas kiri dan kanan
0
1
log ) 1 (
) 1 (
1 ) 89 , 0 (
log log
A
n
C n
n k
tf +
|
|
.
|

\
|


=


C
A0
C
A akhir
Waktu yang
dibutuhkan
tf,
m
log tf Log C
A0
5,5 4,91 0-31 = 31 1,49 0,74
4,685 4,182 61-100 =39 1,59 0,670
3,845 3,4325 137-195 =58 1,76 0,585

Ket C
A
= H
2
SO
4





Slope = 1-n = -1,75
Maka n = 2,75
Untuk mengevaluasi nilai konstanta laju reaksi, ambil titik sembarang dari kurva C
A
vs
t. Kita ambil C
A0
= 5,5, diman tf = 31 menit. Masukkan semua nilai kedalam persamaan
n
A
n
C
n k
tf


=
1
0
1
) 1 (
1 ) 89 , 0 (

75 , 2 1
75 , 2 1
5 , 5
) 1 75 , 2 (
1 ) 89 , 0 (
31


=
k

Diperoleh nilai k = 0,00021
Sehingga persamaan laju reaksi menjadi
Maka -r H
2
SO
4
= k. (C
H2SO4
)( C
H2SO4
)
-r
H2SO4
= 0,00021 liter/mol.menit [C
H2SO4
)
1,375
] [C
(C2H5)SO4
1,375
]
0
1
2
3
4
5
6
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450
t, menit
C
A
y = -1,751x + 2,777
0,00
0,50
1,00
1,50
2,00
0,00 0,20 0,40 0,60 0,80
ln C
A0
l
o
g

t
Atau
-r
A
= 0,00021 liter/mol.menit [C
A
1,375
] [C
B
1,375
]
Dimana C
A
= H
2
SO
4
C
B
= (C
2
H
5
)SO
4

3.21 Bom dengan reaksi kecil dilengkapi dengan alat pengukur tekanan sensitif yang
memancar keluar dan diisi dengan reaktan A murni pada tekanan 1 atm. Operasi
berlangsung pada 25
o
C, sebuah temperatur yang cukup rendah dimana reaksi tidak dapat
berlangsung dalam tingkatan yang cukup. Suhu ini kemudian diangkat secepat mungkin
hingga 100
o
C dengan memsukkan bom ke dalam air mendidih, dan bacaan di Tabel
P3.21 berlaku. Stoikiometri untuk reaksi ini adalah 2AB, dan setelah meninggalkan
bom di kamar mandi selama akhir pekan konten dianalisis untuk A, tidak ada yang
ditemukan. Carilah persamaan untuk unit mol, liter dan menit yang akan cocok dengan
data.
Penyelesaian:
Tabel P3.21
P
A0
= =1 atm (373/298)=1,252 atm
t , min , atm P
A
, atm 1/ P
A
(atm
-1
) Log P
A

0 (1,252) (1,252) (0,800) 0,0976
1 1,14 1,028 0,975 0,0120
2 1,04 0,828 1,208 -0,082
3 0,982 0,712 1,404 -0,148
4 0,940 0,628 1,592 -0,202
5 0,905 0,558 1,792 -0,253
6 0,870 0,488 2,049 -0,312
7 0,850 0,448 2,232 -0,349
8 0,832 0,412 2,427 -0,385
9 0,815 0,378 2,646 -0,423
10 0,800 0,348 2,973 -0,458
15 0,754 0,256 3,90 -0,592
20 0,728 0,204 4,90 -0,690

Kolom 3 didapat dari persamaan (5) di buku Levenspiel
P
A
=P
A0
-a/n (
0
)
Tebak orde reaksi 1
Untuk orde 1 , plotkan Log P
A
vs t

Tidak didapatkan garis lurus untuk grafik dengan orde 1, maka reaksi ini bukan
merupakan orde 1.
Untuk grafik orde 2, diplotkan 1/ P
A
vs t

Karena grafik yang didapat berupa garis lurus, maka reaksi ini merupakan orde
kinetik ke2.
Didapat slope 0,205

dCA
dT
= kC
A
2

dPA
dT
= kc/RT . P
A
2


kc/RT = 0,205
-0,80
-0,70
-0,60
-0,50
-0,40
-0,30
-0,20
-0,10
0,00
0,10
0,20
0 5 10 15 20 25
y = 0,205x + 0,785
0,00
0,50
1,00
1,50
2,00
2,50
0 1 2 3 4 5 6 7
kc = 6,3 lit/mol.min
-rA = 6,3 C
A
2
mol/lit.min

3.22 Untuk reaksi A R, orde 2 dan C
A0
= 1 mol/liter. Konversi = 0,5 setelah 1 jam di
dalam reaktor batch. Berapa konversi dan konsentrasi A setelah 1 jam jika C
A0
= 10
mol/liter?
Penyelesaian:
- r
A
= - r
A
k.C
A0
2
.(1- X
A
)
2
= k.C
A0
2
.(1- X
A
)
2
1
2
.(1 0,5)
2
= 10
2
.(1 X
A
)
2

0,25 = 100.(1 X
A
)
2

0,25
100
= (1 X
A
)
2

0,25
100
= 1 X
A
0,05 = 1 X
A

X
A
= 1 0,05
X
A
= 0,95
X
A
= 1 -
CA
CA0

C
A
= C
A0
(1 X
A
)
C
A
= 10 (1 0,95)
C
A
= 0,5mol/liter

3.23 Untuk reaksi dekomposisi A R, C
A0
= 1 mol/liter, di dalamreaktor batch, konversi
75 % setelah 1 jam, dan sempurna setelah 2 jam. Tentukan persamaan laju reaksi
untuk menunjukkan kinetika reaksi tersebut?
Penyelesaian:
A R, C
A0
= 1 mol/liter
Kondisi 1: konversi 75%, C
A
= C
A0.
(1 X
A
) = 1mol/liter.(1 0,75) = 0,25 mol/liter, t
= 1 jam
Kondisi 2: C
A
= 0 mol/liter t = 2 jam
Tebak orde reaksi:
CA0.
CA2
CA0

1-n
-1
CA0.
CA1
CA0

1-n
-1
=
k n-1t2
k n-1t1

1.
0
1

1-n
-1
1.
0,25
1

1-n
-1
=
2
1

-1
0,25
1-n
-1
= 22.(0,25
1-n
1) = -1
2.0,25
1-n
= 1 0,25
1-n
= 0,5 (1-n) log 0,25 = log 0,5 (1-n).(-0,6021) = -0,301
1-n =
0,301
0,6021
1-n = 0,5 n = 0,5
Substitusi
CA0.
CA2
CA0

1-n
-1= k n-1t2 1.
0
1

1-0,5
-1 = k (0,5-1)2 k = 1
Persamaan laju reaksi: -r
A
= 1.C
A
0,5
= C
A
0,5


3.24 Dari data konsentrasi reaksi katalis homogen yang diberikan, reakstan aqueos A
dikonversikan menjadi produk. Dan C
A
menentukan reaksi ini

, mol/liter 1 2 4 6 7 9 12
-r
A
, mol/liter.hr 0,06 0,1 0,25 1,0 2,0 1,0 0,5

Kita berencana untuk menjalankan reaksi ini di reaktor batch dengan konsentrasi
katalis yang sama dengan menggunakan data di atas. Carilah waktu yang dibutuhkan
untuk mengurangi konsentrasi dari C
A0
=10 mol/liter mnjadi C
AF
= 2 mol/liter.
Karena orde reaksi diketahui maka digunakan persamaan
-r
A
= kC
A
n

Log (-r
A
) = log k + n log C
A




y intersep x
slope
Log C
A
Log (-r
A
)
0 -1,22
0,30 -1
0,60 -0.60
0.78 0







Slope =n= 1,124
Intersep = -1,221
Log k = -1.221
k = 0,294
t
f
=

1
1
(1)
C
A0

1-n

dimana F =

0
=
2
10
= 0,2

t
f
=
0,2
11,124
1
0,294(1,1241)
.10
1-1,124

t
f
= 4,5 jam

3.25 Data berikut diperoleh pada 0
o
C dalam reaktor batch volume konstan dengan
menggunakan gas murni A:
y = 1,124x - 1,221
-1,40
-1,20
-1,00
-0,80
-0,60
-0,40
-0,20
0,00
0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2
0,85 -0,30
0,95 0
1,08 -0.301
y =- 0.160x + 0.012
-2,50
-2,00
-1,50
-1,00
-0,50
0,00
0,50
0 2 4 6 8 10 12 14 16

Stoikiometri dekomposisi adalah A 2,5 R. Tentukan persamaan laju yang
menyatakan dekomposisi ini.
Penyelesaian:
ln

0
=
1
0
0
t

y slope x








P
Ae





1
0
0
= 0,16
k1 = 0,1295 min
-1

-r
A
= 0,1295 C
A
, mol/liter.min



Waktu, min 0 2 4 6 8 10 12 14
Tek. parsial A,
mm
760 600 475 390 320 275 240 215 150
t,min P
A



ln


0 760 1 0
2 600 0,738 -0,304
4 475 0,533 -0,623
6 390 0,393 -0,933
8 320 0,279 -1,277
10 275 0,205 -1,585
12 240 0,148 -1,911
14 215 0,107 -2,235
150 0 -
3.26 Pada contoh 3.1.c ditunjukkan bagaimana menentukan persamaan laju dengan
menggunakan metode fraksi waktu (t
f
) dimana F = 80%. Ambil data dari contoh dan
tentukan persamaan laju dengan metode paruh waktu. Sebagai saran, tidak ambil C
A0
= 10, 6, dan 2 ?
Waktu (t),
(sekon)
Konsentrasi (C
A
),
(mol/liter)
0 10
20 8
40 6
60 5
120 3
180 2
300 1

Penyelesaian :
Menggunakan rumus paruh waktu:
1
2
=

0.5
1
1

0
1

Selanjutnya penjabaran secara logaritma :
konstanta


log 1
2

= log
0.5
1
1

1
+ 1 log
0



y a bx
Pertama sekali plot data C
A
vs t, gambar kurva smooth untuk menunjukkan data :

Gambar 1.1 Grafik Konsentrasi terhadap Waktu
C
A0
C
A
end
(=0.5 CA0)
Waktu yang Dibutuhkan


log


log C
A0

10 5 0 20 = 20 1.30 1.00
5 2.5 20 120 = 100 2.00 0.70
3 1.5 60 180 = 120 2.08 0.48


Gambar 1.2 Grafik log C
A0
terhadap log t
= 1 = 1.548
= 2.548
0; 10
20; 5
40; 4
60; 3
120; 2,5
180; 1,5
300; 1
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
0 50 100 150 200 250 300
C
A
(
m
o
l
/
l
i
t
e
r
)
Waktu (sekon)
y = -1,548x + 2,918
R = 0,887
0
0,5
1
1,5
2
2,5
3
0 0,5 1 1,5 2 2,5 3
l
o
g

t
log CAO
Sekaramg telah diperoleh orde reaksi. Untuk menghitung persamaan laju, ambil poin
pada kurva C
A
vs t. Ambil C
A0
= 5, untuk 1
2
=
100 .
100 =
0.5
12.548
1
2.548 1
5
12.548

100 =
1.92
1.548
0.083
154.8 = 0.1594
= 0.001

Jadi, persamaan laju reaksi untuk reaksi ini adalah :
r
A
= 0.001
liter
1.548
mol
1.548
. s
C
A
2.548
.
mol
liter . s


3.27 Ketika larutan urea terkonsentrasi disimpan perlahan akan mengembun menjadi biuret
dengan mengikuti reaksi elementer berikut :
2NH
2
CO NH
2
NH
2
CO NH CO NH
2
+ NH
3

Untuk mempelajari laju kondensasi sampel urea (C = 20 mol/liter) yang disimpan
pada 100
o
C dan setelah 7 jam 45 menit kita menemukan bahwa 1% mol telah
berubah menjadi biuret. Temukan persamaan laju reaksi kondensasi ini.
Penyelesaian:
karena diberitahu dari soal bahwa reaksi ini adalah reaksi elementer dan menunjukkan
bahwa reaksi adalah orde 2. Jadi untuk perubahan konsentrasi relatif dapat dituliskan
=

2

Dimana diketahui dari soal bahwa 1% mol dari 20 mol/liter urea telah berubah
menjadi biuret sehingga:
C
A
= 20 mol/liter . 1% = 0,2 mol/liter

= sisa reaksi dari 1% yaitu 99%


=
99
100
20 mol/liter = 19,8 mol/liter

= 19,8 mol/liter - 20 mol/liter = -0,2 mol/liter


=

2

=
(0,2 mol/liter)
7,75 jam

1
(19,8 mol/liter)
2

=
0,2 mol/liter
3038,31 jam mol
2
/liter
2

= 6,58 . 10
-5
liter/mol jam
Sehingga diperoleh persamaan laju reaksinya:

NH
2
CO-NH
2
= (6,58 . 10
-5
)
NH
2
CO-NH
2
2


3.28 Adanya keberadaan senyawa C terlihat meningkatkan laju reaksi A dan B, A + B
AB. Kita mencurigai bahwa C akan berfungsi sebagai katalis dengan bergabung dengan
salah satu reaktan untuk menghasilkan intermediet, kemudian bereaksi lagi. Dari data
laju pada tabel berikut. Tentukan mekanisme dan persamaan laju reaksi dari reaksi ini.
[A] [B] [C] r
AB

1 3 0,02 9
3 1 0,02 5
4 4 0,04 32
2 2 0,01 6
2 4 0,03 20
1 2 0,05 12

Penyelesaian:
Berdasarkan soal, C menggabung dengan salah satu reaktan sehingga mekanisme:
+
+ +
Maka:

=
3

=
1

2

3

Dengan asumsi steady state,
0 =
1

2

3

2
+
3
=
1

=

2
+
3
[]

Dimasukkan ke persamaan awal:

=
3

2
+
3
[]

Trial 1: asumsi k2 sangat kecil (reaksi tidak balik) sehingga

=
1

Maka tabulasi:







Hasil yang didapat kurang memuaskan:
Trial 2, k3[B] pada penyebut diabaikan:

2
=


y = 176,1x + 3,136
R = 0,771
0
5
10
15
20
25
30
35
0 0,05 0,1 0,15 0,2
r
A
B
[A][B][C]
Trial 1
Trial 1
Linear (Trial 1)
[A] [C] rAB [A][C]
1 0,02 9 0,02
3 0,02 5 0,06
4 0,04 32 0,16
2 0,01 6 0,02
2 0,03 20 0,06
1 0,05 12 0,05
Tabulasi:
[A] [B] [C] rAB [A][B][C]
1 3 0,02 9 0,06
3 1 0,02 5 0,06
4 4 0,04 32 0,64
2 2 0,01 6 0,04
2 4 0,03 20 0,24
1 2 0,05 12 0,1


Hasil yang didapat lebih memuaskan.

3.29 Tentukan konstanta laju reaksi pada orde satu untuk hilangnya A pada reaksi gas 2A
R jika reaksi gas memiliki tekanan konstan dan volume campuran dalam reaksi
mula-mula 80% A, berkurang 20% dalam 3 menit ?
Penyelesaian:
Diketahui :
pada reaksi 2A + I R + I
fraksi volume 0,8 0,2 0,4 0,2

4 , 0
) 2 , 0 8 , 0 (
) 2 , 0 8 , 0 ( ) 2 , 0 4 , 0 (
0
0 1
=
+
+ +
=

=
=
= =
A
X
X X
A
A
A A
V
V V
c
c

Dari persamaan 71, dimana untuk menentukan laju perubahan reaktan A pada jenis
reaksi orde pertama unimolekular :
y = 43,05x + 5,818
R = 0,935
0
5
10
15
20
25
30
35
40
0 0,2 0,4 0,6 0,8
r
A
B
[A][B][C]
Trial 2
Trial 2
Linear (Trial 2)
kt
V
V
A
=
(

A

0
.
1 ln
c


kt
kt
kt
V
V
A
V
V
A
V
V V
A
A
A
o
=
(


+
=
(
(

+
=
(

c
c c
c
c
0
0
1
1 ln
ln
.
1 ln
0

( )
135 , 0
3
) 5 , 1 ln(
. 3 5 , 0 1 ln
. 3
4 , 0
2 , 0
1 ln
. 3
4 , 0
1 ln
0
0 0
8 , 0
=

=
= +
=
(


=
(
(



k
k
k
k
k
V
V V


3.30 Tentukan konstanta laju reaksi orde pertama untuk penguraian A pada reaksi gas A
1,6R jika volume campuran reaksi, dimulai dengan A murni meningkat 50 % dalam 4
menit. Tekanan total dalam sistem konstan pada 1,2 atm dan temperatur 25
o
C.
Penyelesaian:
Reaksi : A 1,6 R -rA = k CA (berorde satu)
Komposisi reaktan awal : A = 100% murni
Reaksi pada sistem volume berubah (P = 1,2 atm) :
V V
0
= V = 50% V
0
, pada t = 4 menit
Pada sistem volume berubah, fraksi perubahan volume sistem reaksinya dapat ditinjau
melalui perhitungan harga
A
, dengan reaktan A awal murni :

A
= (1,6 1)/1 = 0,6
Dari persamaan 72, dimana untuk menentukan laju perubahan reaktan A pada jenis
reaksi orde pertama unimolekular :
ln1-
V

A
V
0
= k t
ln1
0,5
0,6
= 4 k
ln (1 0,833) = 4 k
k =
- ln 1 - 0,833
4
= 0,447 menit
-1

Maka konstanta laju reaksinya adalah 0,447 menit
-1


3.31 Dekomposisi termal hidrogen iodida :
2HI H
2
+ I
2
dilaporkan oleh M. Bodenstein [ Z. phys. Chem.., 29, 295 (1899)] sebagai berikut :

Selesaikan persamaan laju reaksi untuk reaksi ini. Gunakan unit joule, mole, cm
3
, dan
waktu.
Penyelesaian :
2HI H
2
+ I
2
Pada reaksi di atas merupakan reaksi orde dua yang dirumuskan pada bentuk :

2

Kemudian, setelah mendapatkan konsetrasi yang ditentukan pada laju reaksi, kita
dapat memasukkan untuk variasi laju konstan dengan temperature dengan hubungan
hukum Arhennius :
=
0


dimana : =


apabila dijabarkan secara logaritma, maka :
=
0


ln = ln
0
+ .


ln = ln
0

ln
dimana: ln e = 1
T,
o
C 508 427 393 356 283
k, cm
3
/mol.s 0.1059 0.00310 0.000588 80.9 x 10
-6
0.942 x 10
-6

y = -22905x + 27.13
R = 0.997
-15
-13
-11
-9
-7
-5
-3
-1
0 0,002 0,004 0,006 0,008 0,01
l
n

k
1/T
ln = ln
0


ln = ln
0



Kemudian kita harus memplotkan ln k vs 1/T, dimana slope diberikan pada - E/R, dan
intersep ditunjukkan pada ln k
o
. Berikut table yang ditunjukkan :




















=

= 22.905
1

ln
0
= ln +


ln
0
= 5,776 + 22.905
1
700

0
=
26.945

0
= 5,036 10
11

T (
o
C) T (K) 1/T (K
-1
) k ln k
508 781 0,00128 0,1509 -1,891
427 700 0,00143 0,00310 -5,776
393 666 0,00150 0,000588 -7,439
356 629 0,00159 80,9 x 10
-6
-9,422
283 556 0,00180 0,942 x 10
-6
-13,875

2

kemudian substitusi
=
0


sehingga :

=
0

2


r
HI
= 5,036 x 10
11
e

22.905
T

C
HI
2
mol
cm
3
. s