Anda di halaman 1dari 8

Kolam Semen / Kolam Tembok

Kolam Semen/ Kolam Tembok

Kolam Semen adalah kolam yang bagian dasar kolam dan pematangnya di beton sehingga tidak mudah rusak (permanen). Untuk kolam dengan luasan 100 m, lebar pematang cukup dibuat dengan lebar 30-40cm dengan ketingian 1-1,5m.

Hal yang perlu diperhatikan untuk pembuatan kolam semen :

Konstruksi dasar kolam harus dibuat melandai ke titik pusat pintu keluar dengan kemiringan minimal 5. Saluran pipa pembuangan/ pemasukan air dibuat dengan pipa PVC 3". Pipa pengeluaran diusahakan agar dapat mengeluarkan lapisan dasar karena lapisan tersebut banyak mengadung bahan endapan lumpur dari sisa makanan dan kotoran ikan. Biaya yang diperlukan untuk pembuatan kolam semen cukup tinggi. Kolam Semen relatif aman dari berbagai hama dan resiko rusak / kebocoran. Selain itu dari segi estetika, kolam semen juga lebih rapi dan enak dipandang.

Kelebihan Kolam Semen / Tembok : Kolam terlihat rapi Kekurangan Kolam Semen / Tembok : Biaya pembuatan kolam mahal, suhu kolam tidak stabil
Pemeliharaan dan Pengelolaan Bak Beton / Tembok Budidaya Ikan
Wadah budidaya ikan dari bak tembok atau bak beton yang akan digunakan untuk budidaya ikan harus dilakukan persiapan wadah sebelum dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya. Persiapan wadah bak budidaya ikan bertujuan untuk mengkondisikan wadah agar dapat digunakan secara efesien dan memenuhi persyaratan lingkungan yang optimal, sehingga ikan dapat hidup dengan laju pertumbuhan yang optimum. Persiapan bak budidaya ikan meliputi:

1. Sanitasi wadah bak budidaya ikan Wadah yang akan digunakan untuk budidaya ikan (bak) sebelum digunakan dibersihkan dari kotoran yang menempel, agar tidak terdapat sisa-sisa kotoran yang dapat menyebabkan pembawa penyakit.

Bahan yang digunakan untuk membersihkan wadah bak budidaya ikan dan merupakan desinfektan antara lain lain adalah Chlorin 200 ppm, Malachite green 100 ppm, Formalin 25 ppm dan alkohol 70%. Wadah yang akan dipergunakan setelah disikat, dibersihkan dan diberi desinfektan kemudian dibersihkan kembali dan wadah tersebut dibiarkan kering udara agar bahan beracun tersebut telah hilang menguap. Setelah dilakukan sanitasi diisi dengan air untuk memeriksa kebocoran bak.

Sanitasi bak budidaya ikan

2. Perbaikan wadah bak budidaya ikan Sebelum wadah digunakan dilakukan pemeriksaan apakah bak tersebut siap untuk digunakan untuk budidaya ikan. Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui apakah bak budidaya ikan yang akan digunakan mengalami kerusakan baik karena kebocoran dasar dan dinding bak maupun karena adanya kebocoran pada pipa pengeluaran dan pemasukan. Oleh karena itu kerusakan tersebut harus diperbaiki dahulu sebelum digunakan. Bahan untuk memperbaiki kebocoran bak dapat berupa resin serat kaca untuk bak yang terbuat dari serat fiber, semen atau lem khusus untuk beton untuk bak yang terbuat dari beton, bila bak budidaya ikan yang akan digunakan terbuat dari plastik maka dapat digunakan selotip tahan air untuk menutupi kebocoran wadah budidaya. Setelah kerusakan diperbaiki maka bak harus dibiarkan beberapa hari agar bahan tersebut telah kering dan tidak membahayakan ikan yang akan dibudidayakan. 3. Perbaikan instalasi udara bak budidaya ikan Pada wadah budidaya ikan yang menggunakan bak biasanya menggunakan alat bantu untuk meningkatkan kelarutan oksigen didalam wadah budidaya dengan menggunakan aerator ataupun blower. Oleh karena itu harus dilakukan pemeriksaan terhadap peralatan tersebut. Instalasi perawatab bak budidaya ikan udara terdiri dari pompa udara, penyaring udara, pipa penyalur, batu aerasi dan alat pengatur banyaknya aliran udara (kran). Peralatan ini sering mengalami kebocoran pada pipa dan penyumbatan pada batu aerasi. Ganti atau perbaiki peralatan yang rusak dan tidak berfungsi lagi. Pompa udara merupakan alat yang paling penting pada proses budidaya ikan di bak karena banyaknya pengudaraan pada air media tergantung dari kekuatan pompa yang ada. Oleh karena itu pompa yang yang telah lemah harus segera diperbaiki, karena dapat berakibat fatal bagi ikan bila terhentinya aliran udara dalam waktu lama. 4. Perbaikan instalasi air bak budidaya ikan Pada budidaya ikan menggunakan wadah bak biasanya tidak mempunyai pipa pemasukan air seperti dikolam, pada bak pintu pemasukkan air merupakan kran air yang dimasukkan kedalam bak budidaya ikan . Sumber air yang digunakan dapat berasal dari mata air atau dari sumur yang dipompakan ke bak-bak melalui pipa pengaturan. Kebocoran sering terjadi pada pipa penyaluran dan kran pengatur aliran. Air harus tetap tersedia karena untuk keperluan pergantian air pada media pemeliharaan ikan pada bak budidaya . Sedangkan pintu pengeluarannya berupa pipa yang terbuat dari pipa PVC dalam bentuk L atau lurus. Pintu pengeluaran air ini harus diperiksa

apakah terjadi penyumbatan pada saluran pembuangannya. Persiapan wadah budidaya ikan yang menggunakan akuarium tidak jauh berbeda dengan penggunaan bak.

PEMBUTAN KOLAM AGAR TIDAK MUDAH BOCOR

Pembuatan Kolam Adukan Semen dan Pengacian/Plester Kolam bagi sebagian orang mempunyai daya tarik tersendiri yang dapat menyejukkan bagi jiwa-jiwa yang lelah setelah beraktifitas seharian di luar rumah. Dalam pembuatannya perlu diperhatikan beberapa hal agar tidak banyak masalah di kemudian hari yang malah menambah beban bagi yang memilikinya. Bahan dasar kolam adalah semen, diperlukan konstruksi yang baik agar kolam kuat dan kokoh, jika pengerjaannya kurang baik dinding kolam akan mudah bocor. Hal yang paling dasar yang harus kita perhatikan adalah pada adukan semen, dalam membuat adukan semen, saat mencampur semen dengan pasir, pasir haruslah dalam keadaan kering ini bertujuan agar campuran pasir dan semen lebih muda rata. Sebelum dicampur air, campuran semen dan pasirnya harus rata terlebih dahulu. Yang sering terjadi, kita/tukang menambahkan air padahal campuran semen dan pasir belum rata. Padahal, semen dan pasir yang tidak tercampur rata membuat kualitas permukaan dinding jadi tidak sama. Ada bagian yang kuat, dan ada bagian yang mudah rontok. Bagian yang mudah rontok ini lah yang sering membuat kolam mudah bocor. Aduk semen dengan pasir hingga rata, dan jika sudah rata buatlah lubang di tengah-tengahnya. Lubang tersebutlah yang nantinya akan diisi air. Air yang digunakan jangan terlalu banyak dan juga jangan terlalu sedikit karena akan mempengaruhi kualitas adukan semen. Dalam membuat adukan, komposisi semen dengan pasir untuk pasangan bata sebaiknya 1 : 2, untuk acian/plester dinding komposisi pasir dan semen 1:1. Acian dinding yang menggunakan semen saja biasanya mudah mengalami retak-retak rambut. Untuk lantai komposisi semen dan pasir kasar sebesar 1:1 dengan ketebalan 2 sampai 3 cm sudah cukup. Setelah acian dinding kering sebaiknya diaci tipis kembali dengan semen saja sedangkan untuk lantai tidak perlu.

Perkiraan Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan kolam untuk :

Pasir Semen Batu Bata

: : :

1 kubik pasir (tergantung luasnya) satu sak semen 2 m2 dinding untuk per m2 dinding dibutuhkan 70 buah bata

Untuk tepatnya jumlah bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan kolam sebaiknya dikonsultasikan atau ditanyakan langsung dengan tukang. Atau lebih baik tukang professional saja yang

mengerjakan kita tinggal menentukan komposisi adukan untuk pasangan batanya dan acian/plesteran dinding. Kalau tidak kita tentukan tukang akan menggunakan komposisi adukan semen pasir untuk pasangan bata dan acian pembuatan rumah yang biasanya kurang tepat untuk pembuatan kolam. Pondasi merupakan suatu yang penting dalam menentukan kekuatan sebuah bangunan begitu pula pada sebuah kolam. Tidak tergantung pada kolam yang kita buat besar atau kecil pondasi tetaplah harus ada. Dalam pembuatan pondasi kita dapat menggunakan batu kali atau menggunakan batu bata juga tidak jadi masalah. Dengan adanya pondasi resiko keretakan pada dinding kolam akan berkurang. Setelah itu, pemasang bata rapi dan sejajar juga tidak kalah pentingnya dengan pondasi, yang akan menambah kekuatan kolam. Setelah seluruh dinding kolam jadi, sebelum penyemenan dasar kolam sebaiknya dipadatkan terlebih dahulu, sehingga tidak ada celah antara tanah dan dasar kolam nantinya. Diamkan selama satu hari, perhatikan pada dasar kolam apakah terdapat lubang semut (sarang), jika ada kita harus membasminya terlebih dahulu dengan cara meneteskan minyak tanah ke lubang tersebut. Ini dilakukan agar tidak ada kebocoran yang dikarenakan semut yang mencari jalan keluar setelah lantai di semen. Setelah dipastikan tidak ada lagi sarang semut barulah pengacian lantai dilakukan, ketebalan lantai 3 cm atau lebih. Untuk kolam yang panjangnya 3m atau lebih sebaiknya di tengah-tengah lantainya diberi pondasi tambahan. Setelah selesai pengacian semua bagian kolam dibiarkan sampai mengering. Pelapisan dengan aqua proof berbahan dasar amoniak atau silicon sangat tidak dianjurkan karena bahan tersebut dapat meracuni ikan, lebih tepat kalau kita menggunakan aqua proof khusus untuk kolam ikan. Lagi pula dinding kolam yang tidak dilapisi aqua proof akan ditumbuhi lumut yang merupakan makanan alami ikan. Kolam semen yang baru jadi tidak bisa digunakan langsung karena semen yang bersifat panas dan sisa semen yang tidak menempel akan bercampur dengan air dapat menyebabkan ikan mati. Kolam harus dicuci atau dibersihkan dulu dengan air. Isi kolam dengan air lalu dinding kolam dilap dengan kain agar sisa-sisa semen yang tidak menempel hilang semuanya, kuras kolam bilas lagi sampai bersih lalu keringkan dan isi kembali dengan air bersih. Sifat ikan yang gemar menggesekkan tubuhnya perlu diwaspadai. Dinding kolam yang bertekstur kasar bisa membuat bagian tubuh ikan terluka. Setelah kolam bersih dasarnya diberi pasir dan batuan kecil, sampai menutupi seluruh bagian dasar kolam. Isi lah kolam dengan air, pasang aerator dan penyaring lalu biarkan kolam tersebut selama beberapa hari barulah ikan dapat dimasukkan ke kolam. Dibiarkan beberapa hari dimaksudkan untuk menurunkan kadar pH air serta memberi kesempatan jasad-jasad renik untuk tumbuh di dasar kolam sebagai makanan alami ikan. Setelah kolam tidak mudah Pengendapan, Penetral Luas Kolam Luas kolam, kedalaman kolam, sirkulasi air, oksigen untuk ikan, filterisasi, kualitas air, dan area sekitar kolam semua saling berkaitan satu dengan yang lain. Menentukan luas kolam yang dapat kita buat tentu saja harus disesuaikan dengan lahan yang tersedia agar keberadaan kolam seimbang dengan komponen rumah lainnya, serta fungsi/tujuan pembuatan kolam itu dan nantinya berkaitan juga pada jenis ikan yang akan dipelihara. Kolam kecil dengan penempatan yang tepat serta ditata dengan baik akan menghasilkan keindahan yang dapat memanjakan mata yang memandangnya. Sehingga memiliki lahan sempit bukanlah halangan bagi kita untuk memiliki kolam indah nan asri. Bentuk Kolam bocor yang tidak kalah penting adalah Sistem Penyaring air, Kolam pH sederhana dan Penyaring Alami (biofilter).

Bentuk kolam dapat dibuat sesuai dengan minat anda bentuk segiempat, segitiga, ataupun melingkar atau tidak beraturan sekalipun, selama ditambahkan system penyaring air, bentuk tidak lah menjadi masalah. Kolam berbentuk persegi sangat cocok untuk lahan yang sempit karena semua lahan dapat dioptimalkan untuk membangun kolam. Bentuk kolam persegi memang terlihat kaku untuk itu perlu ditambahkan aksesoris kolam, seperti air mancur, atau pun tanaman air.

Penempatan Kolam Ada beberapa hal-hal yang harus diperhatikan dalam penempatan kolam agar keberadaan kolam tidak merusak estetika hunian. Maksudnya, hunian memiliki aspek ruangan yang tidak boleh diganggu fungsi dan efisiensinya. Membuat kolam di sembarang tempat, bukan hanya mempersempit ruangan, tapi juga bisa merusak pemandangan. Beberapa aspek yang bisa kita pertimbangkan dalam menetapkan lokasi kolam seperti terkena matahari langsung atau tidak, tidak berada di bawah pohon besar, tidak dekat dengan jalan masuk ke rumah, dan lain-lain yang dapat merusak estetika rumah.

Jika ada pertanyaan mengenai posting ini bisa di tuliskan pada kolom komentar......

Teknik Pembuatan Kolam Ikan Oleh : Ary Ariefin, S.Pi. *)


Kolam merupakan salah satu sarana budidaya ikan yang penting untuk menunjang keberhasilan budidaya ikan khususnya perikanan darat. Kolam adalah media atau wadah air yang digunakan untuk ikan hidup, sehingga diusahakan semirip mungkin dengan kondisi alami lingkungan ikan di alam bebas, sehingga dengan kata lain diharapkan kita dapat memanipulasi lingkungan kolam sehingga ikan betah dan mau berkembang dengan baik di kolam. Berbagai jenis dan bentuk kolam sudah dikembangkan berdasarkan aspek budidaya dan ekonomi, tinggal kita sebagai praktisi perikanan memilih kira-kira jenis dan bentuk kolam yang mana yang cocok untuk kita.

I. Jenis-Jenis Kolam 1. Kolam Tanah : yaitu kolam yang dibuat secara tradisional dengan cara menggali tanah dengan kedalamam tertentu dan tanah galian tersebut dibuatkan tanggul keliling sebagai penahan air. Bentuk kolam ini tergantung dari ketersediaan lokasi lahan, bisa segiempat, persegi panjang, lingkaran, ataupun trapesium.

2. Kolam Beton/semen : yaitu kolam yang dibuat menggunakan campuran pasir,semen,batu dan rangka besi. Kolam jenis ini relatif kuat dan tahan bocor, tetapi biaya pembuatannya mahal.

3. Kolam Terpal : yaitu kolam yang dibuat menggunakan terpal dengan rangka kayu dan papan. Kolam jenis ini dirasakan paling efisien dan murah dibandingkan dengan dua jenis kolam lainnya.

II. Cara Pembuatan A. Kolam Tanah 1. Tentukan rencana lokasi kolam 2. Tentukan rencana luas kolam, supaya kualitas air stabil dan pertumbuhan ikan optimal maka luas kolam minimal burukuran 2m x 3m, buatlah batas-batasnya. 3. Mulailah menggali sampai kedalaman 75cm, tanah bagian atas yang subur disimpan dulu untuk dikembalikan lagi ke dalam kolam kalau kolam sudah jadi, tanah hasil galian selanjutnya ditimbun dan disusun di sepanjang batas kolam yang sudah dibuat sebelumnya, kalau ada sisa-sia kayu atau akar sebaiknya dibuang sehingga tanggul tidak mudah bocor . 4. Tanam pralon berbentuk L di salahsatu sudut tanggul untuk saluran pembuangan, dan disudut yang lain sebagai saluran pemasukan. 5. Buatlah jaring seukuran kolam untuk mempermudah pemanenan ikan nantinya.

B. Kolam Beton 1.Tentukan rencana lokasi kolam

2. Tentukan rencana luas kolam, supaya kualitas air stabil dan pertumbuhan ikan optimal maka luas kolam minimal burukuran 2m x 3m, buatlah batas-batasnya. 3. Mulailah membuat pondasi kolam dan kerangka besi untuk dinding kolam. 4. Buatlah papan mal pondasi dan tanggul kolam untuk pengecoran dinding kolam dan pondasi, setelah itu lakukanlah pengecoran. Untuk dasar kolam biarkan berupa tanah. 5. Apabila ingin menghemat biaya, dinding kolam bisa juga menggunakan batu bata atau batako, akan tetapi dinding rawan retak. 6. Tanam pralon berbentuk L di salahsatu sudut tanggul untuk saluran pembuangan, dan disudut yang lain sebagai saluran pemasukan. 7. Buatlah parit ditengah kolam yang menghubungkan antara saluran pemasukan dan pembuangan untuk mempermudah pemanenan nantinya.

C.

Kolam Terpal

1.Tentukan rencana lokasi kolam 2. Tentukan rencana luas kolam, supaya kualitas air stabil dan pertumbuhan ikan optimal maka luas kolam minimal burukuran 2m x 3m dengan terpal 3m x 4m, lalu buatlah batas-batasnya. 3. Mulailah membuat tiang kolam dengan kayu, jarak antar tiang 1m. 4. Buatlah dinding kolam dengan papan dan dipaku ke tiang-tiang yang sudah dipasang. 5. Ratakan dasar tanah sebelum terpal dimasukkan agar tidak ada bendabenda tajam yang dapat membuat terpal bocor. 6. Masukkan terpal, ikat atau paku tepi-tepi atasnya ke tiang-tiang kolam, lipat ujung-ujungnya. 7. Siapkan selang air untuk pemasukan dan pengeluaran air. 8. Supaya suhu air tida terlalu panas pada siang hari, sebaiknya buatkanlah penutup dari paranet atau kalau mau lebih murah meriah yaitu dari daun kelapa.