Anda di halaman 1dari 4

1.

Penyebab Ascites Penyebab yang paling umum dari ascites adalah penyakit hati yang telah lanjut atau cirrhosis. Kira-kira 80% dari kasus-kasus ascites diperkirakan disebabkan oleh cirrhosis. Meskipun mekanisme yang tepat dari perkembangan tidak dimengerti sepenuhnya, kebanyakan teori-teori menyarankan portal hypertension (tekanan yang meningkat adalam aliran darah hati) sebagai penyumbang utama. Asas dasarnya adalah serupa pada pembentukan dari edema ditempat lain di tubuh yang disebabkan oleh ketidakseimbangan tekanan antara sirkulasi dalam (sistim tekanan tinggi) dan luar, dalam kasus ini, rongga perut (ruang tekanan rendah). Kenaikan dalam tekanan darah portal dan pengurangan dalam albumin (protein yang diangkut dalam darah) mungkin bertangung jawab dalam pembentukan gradien tekanan dan berakibat pada ascites perut. Faktor-faktor lain yang mugkin berkontribusi pada ascites adalah penahanan garam dan air. Volume darah yang bersirkulasi mungkin dirasakan rendah oleh sensor-sensor dalam ginjalginjal karena pembentukan dari ascites mungkin menghabiskan beberapa volume dari darah. Ini memberi sinyal pada ginjal-ginjal untuk menyerap kembali lebih banyak garam dan air untuk mengkompensasi volume yang hilang. Beberapa penyebab-penyebab lain dari ascites berhubungan dengan gradien tekanan yang meningkat adalah gagal jantung kongestif dan gagal ginjal yang telah lanjut yang disebabkan oleh penahanan cairan keseluruhan dalam tubuh. Pada kasus-kasus yang jarang, tekanan yang meningkat dalam sistim portal dapat disebabkan oleh rintangan internal atau eksternal dari pembuluh portal, berakibat pada portal hypertension tanpa cirrhosis. Contoh-contoh dari ini dapat adalah massa (atau tumor) yang menekan pada pembuluh-pembuluh portal dari rongga perut bagian dalam atau pembentukan bekuan (gumpalan) darah dalam pembuluh portal yang menghalangi aliran normal dan menongkatkan tekanan dalam pembuluh (contoh, Budd-Chiari syndrome). Ada juga pembentukan ascites sebagai akibat dari kanker-kanker, yang disebut malignant ascites. Tipe-tipe ascites ini secara khas adalah manifestasi-manifestasi dari kanker-kanker yang telah lanjut dari organ-organ dalam rongga perut, seperti, kanker usus besar, kanker pankreas, kanker lambung, kanker payudara, lymphoma, kanker paru-paru, atau kanker indung telur. Pancreatic ascites dapat terlihat pada orang-orang dengan pancreatitis atau peradangan pankreas kronis. Penyebab yang paling umum dari pankreatitis kronis adalah penyalahgunaan alkohol yang berkepanjangan. Pancreatic ascites dapat juga disebabkan oleh pankreatitis akut serta trauma pada pankreas.

1.1 Penyebab Penyebab umum edema yakni : a. Penurunan tekanan osmotic koliod
Protein plasma Kekuatan kedalam volume plasma sentral volume intravaskular tekanan osmotik koloid cairan intravaskular

Jaringan

b. Peningkatan tekanan hidrostatik kapiler Penyebab paling umum dari peningkatan tekanan kapiler adalah gagal jantung kongestif dimana peningkatan tekanan vena sistemik di kombinasi dengan peningkatan volume darah. Gagal jangtung kiri dapat juga menimbulkan peningkatan tekanan kapiler paru. Bila tekanan ini melebihi 30 mmHg terjadi edema paru. c. Peningkatan permeabilitas kapiler Kerusakan langsung pada pembuluh darah seperti pada trauma dan luka bakar, dapat menyebabkan peningkatan permeabilitas hubungan endotelium. Edema lokal dapat terjadi pada respons terhadap alergen, seperti sengatan lebah. Inflamasi ini akan mengakibatkan pembengkakan edema area yang terkait. d. Obstruksi limfatik Penyebab umum obstruksi limfatik adalah pengankatan limfonodus dan pembuluh darah melalui pembedahan untuk mencegah penyebaran keganasan. Obstruksi limfatik menimbulkan retensi kelebihan cairan dann protein plasma dalam cairan intersisial. Pada saat protein mengumpul dalam ruang intersisial, lebih banyak air bergerak ke dalam area. Edema biasanya lokal. e. Kelebihan air tubuh dan natrium Pada gagal jantung kongestif untuk mengkompensasi pengingkatan jumlah aldosterone menyebabkan retensi natrium dan air. Volume plasma meningkat, begitu juga tekanan kapiler intravascular vena. Jantung yang gagal ini tidak mampu memompa peningkatan aliran baik vena ini, dan cairan dipaksa masuk kedalam ruang intersisial. 1.2 Klasifikasi Secara lokasi yang terjangkit edema : a. Edema Generalisata Edema Generalisata ialah edema secara menyuluruh pada tubuh. Klinis Faktor yang berpengaruh Mekanisme 1. Sindroma Nefrotik Peningkatan Kf Diperantarai oleh sitokin Peningkatan P Pelepasan aldosteron Penurunan Penurunan kadar albumin 2. GGA oliguria Peningkatan P Peningkatan volume darah 3. Gagal jantung kongesif Peningkatan P Penurunan curah jantung. Diperantarai oleh renin, angiotensin dan aldosteron

4. Sirosis Hepatis

Hipertensi portal Penurunan kadar albumin Diperantarai oleh : prostahlandin, NO 5. Kwarshiorkor Penurunan Penurunan kadar albumin 6. Edema idiopatik Peningkatan P Diperantarai oleh: renin, angiotensin, aldosteron Tabel 2.1 Macam macacm Edema Generalisata b. Edema Lokalisata 1) Asites Adalah keadaan patologis berupa terkumpulnya cairan dalam rongga peritoneal abdomen. Asites biasanya merupakan tanda dari proses penyakit kronis yang mungkin sebelumnya bersifat subklinis. Asites dikelompokan menjadi : a) Asites eksudatif : memiliki kandungan protein tinggi dan terjadi perdangan atau proses keganasan b) Asites transudatif : terjadi pada sirosis akibat hipertensi portal dan perubahan bersihan natrium ginjal, konstriksi pericardium dan sindrom nefrotik. 2) Edema pada Kaki Biasa terjadi dikarenakan terlalu sering berdiri, duduk atau pun terhimpit. Contoh contoh dari edema ini ialah : Edema Ortostatis Limfedema Lipedema Insufisiensi Vena Kronis

Peningkatan P Penurunan Peningkatan Kf

Proses

Sifat Edema

Edema karena duduk atau berdiri lama Lunak, cekung karena tekanan Tidak ada Tidak ada Tidak ada Ada Selalu

Obstruksi Limfatik

Penimbunan lemak di kaki Minimal, bila ada

Obstruksi kronis

Penebalan Kulit Ulserasi Pigmentasi Keterlibatan Kaki Bilateralitas

Awalnya lunak, menjadi keras dan nonpitting Nyata Jarang Tidak ada Ada

Lunak, cekung pada tekanan Kadang kadang Umum Umum Ada Kadang - kadang

Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada

Sering Selalu Tabel 2.2 Macam Macam edema pada kaki 3) Edema Paru Akut

Edema Paru Akut adalah akumulasi cairan di paru paru yang terjadi secara mendadak. Hal ini dapat disebabkan oleh tekanan intravascular yang tinggi atau karena permeabilitas membrane kapiler yang mengakibatkan terjadinya ekstravasasi secara cepat. Edema paru akut adalah suatu keadaan gawat darurat dengan tingkat mortalitas yang masih tinggi. Pembagian Edema berdasarkan ada atau tidaknya pitting : a. Edema Pitting Edema pitting mengacu pada perpindahan air intersisial oleh tekanan jari pada kulit, yang meninggalkan cekungan. Setelah dilepas, memerlukan beberapa menit bagi cekungan untuk kembali pada keadaan semula. Edema pitting sering terlihat pada sisi dependen, seperti sacrum pada individu tirah baring. b. Edema non-Pitting Edema non pittinf terlihat pada area lipatan kulit yang longgar seperti ruang periorbiatal pada wajah. Edema non-pitting dapat terjadi setelah thrombosis vena, khususnya vena superfisial.