Anda di halaman 1dari 33

Kejahatan Sexual

Dr. Sigid Kirana Lintang Bhima,SpF Kamis, 27 Januari 2011

Tujuan Instruksional Khusus


Koass mampu menjelaskan persetubuhan yang legal, pembuktian perkosaan, pemeriksaan terhadap korban pemeriksaan terhadap suspek dan pemeriksaan barang bukti medik Koass mampu membuat VeR pada kasus kejahatan seksual terutama perkosaan dengan benar

Kejahatan
Kejahatan Sexual

Sexual

Ternyata Ryan memiliki kelainan sexual Gak tahu kenapa ya, menurut saya, Aura kasih mempunyai sex appeal yang luar biasa Jangan lupa mengisi kolom sex pada lajur ke-5 80% mahasiswa jogja ternyata pernah melakukan hubungan sexual,bagaimana dengan semarang ? Dokter Naek L tobing dikenal sebagai sexolog yang terkenal. Jupe dikenal sebagai salah satu Wags Indonesia yang sangat sexy.

KEJAHATAN SEKSUAL : SEMUA TINDAKAN SEKSUAL, PERCOBAAN TINDAKAN SEKSUAL,KOMENTAR YANG TIDAK DIINGINKAN, PERDAGANGAN SEX, DENGAN MENGGUNAKAN PAKSAAN, ANCAMAN,PAKSAAN FISIK OLEH SIAPAPUN SAJA TANPA MEMANDANG HUBUNGAN DENGAN KORBAN, DALAM SITUASI APA SAJA, TIDAK TERBATAS PADA RUMAH DAN PEKERJAAN

Selingkuh Perkosaan Senggama


VS wanita tidak berdaya VS Wanita dibawah umur

KS
Non Senggama

Incest

Perbuatan Cabul

SENGGAMA
Definisi : Penetrasi penis kedalam Vagina baik sebagian maupun total ke dalam vagina, yang disertai maupun tidak disertai dengan ejakulasi

LEGAL

ILEGAL

Senggama yang legal ( tidak melanggar hukum ) adalah yang dilakukan dengan prinsip-prinsip sebagai berikut (Sofwan dahlan, 2000): Ada izin ( consent ) dari wanita yang disetubuhi Wanita tersebut sudah cukup umur, sehat akalnya, tidak sedang dalam keadaan terikat perkawinan dengan laki-laki lain dan bukan anggota keluarga dekat.

Kejahatan Sexual

Perkosaan

Perkosaan

Senggama ilegal

PERKOSAAN

Definisi .
Perkosaan adalah persetubuhan yang dilakukan seorang lelaki kepada seorang perempuan yang bukan istrinya dengan kekerasan atau ancaman kekerasan. (pasal 285 KUHP)

Tindak pidana perkosaan di Indonesia harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut (Sofwan Dahlan,2000): unsur pelaku, yaitu : harus orang laki-laki mampu melakukan persetubuhan unsur korban, yaitu : harus orang perempuan bukan istri dari pelaku unsur perbuatan, yaitu : persetubuhan dengan paksa ( against her will ) pemaksaan tersebut harus dilakukan dengan menggunakan kekerasan fisik atau ancaman kekerasan

Aspek Medis
tanda-tanda kekerasan tanda-tanda persetubuhan

Pemeriksaan pada korban


perkiraan saat terjadi persetubuhan

sebab kematian korban

perkiraan umur korban

Kemungkinan pelaku

ASPEK MEDIS PERKOSAAN


1. a)

Pemeriksaan pada korban prosedur yang harus diperhatikan dalam pemeriksaan korban perkosaan adalah - Penjelasan kepada korban dan atau wali/orangtua korban tentang jenis pemeriksaan dan tujuan dari pemeriksaan - izin pemeriksaan adalah hal pertama yang harus didapatkan dari wanita atau jika anak kecil dari orang tuanya atau yang menemaninya - Mencatat nama dan usia korban sesuai dengan pengakuan korban - Pemeriksaan seharusnya dilakukan dalam ruangan tertutup dan nyaman - Sebaiknya ada seorang perawat wanita yang menyertai korban selama pemeriksaan berlangsung. - Paling sedikit harus dicatat 2 buah tanda identifikasi pada diri korban - waktu, tanggal dan tempat pemeriksaan harus dicatat karena interval antara pemeriksaan dan peristiwa kejadian akan dijadikan bahan yang mendukung dalam proses pembuktian di peradilan

b)

Membuktikan tanda-tanda persetubuhan


Tanda langsung

Robeknya selaput dara


selaput dara yang masih utuh dapat berbentuk: Tepi teratur : - Cincin (anularis) - Bulan sabit (semilunares) - Berbibir (labiriformis) Tepi tidak teratur : - Berbaga (lobatus) - Bergigi ( dentatus) - Berjonjot (Fimbriatus) - Jonjot panjang ( coroliformis) Variasi : -Tidak berlubang (imperforatus) - Berlubang dua ( bipartus ) - Saringan (oribriformis)

Crescentic

Annular

Collar like

Septata

Imperforatus

Dalam pemeriksaan selaput dara, yang harus dinilai adalah : lokasi sesuai dengan arah jarum jam jumlah robekan bentuk robekan sifat robekan meliputi tepi robekan, daerah sekitarnya (warna, memar, bintik-bintik perdarahan)

Laporan sesuai arah jarum jam

Pada anak perempuan pemeriksaan genital harus mengamati langsung dan dengan lemah lembut labial dipisahkan, dan akhirnya labial ditarik. Selama pemeriksaan mons pubis, labia moinora, labia mayora, klitoris, uretra, jaringan periuretra, pembukaan hymen, hymen, fossa navicularis, dan comissura posterior atau fourchete harus di identifikasi dan dilihat.

Lecet atau memar akibat gesekan-gesekan penis


Daerah yang biasanya dijumpai lecet atau memar adalah labia mayor, labia minor, cltoris, ostium uretra eksternum, orificium vaginae, dinding vagina, forniks posterior, servik uteri, perineum, dan anus Daerah disekitar luka apakah ada bercak perdarahan, cairan mani dari pelaku

Adanya sperma akibat ejakulasi


Adanya sperma di dalam liang vagina merupakan tanda pasti adanya persetubuhan. Apabila ejakulat tidak mengandung sperma maka pembuktian adanya persetubuhan dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan terhadap ejakulat tersebut

Tanda tidak langsung - terjadinya kehamilan - terjadinya penularan penyakit

c. Pembuktian tanda-tanda kekerasan

Kekerasan adalah tindakan pelaku yang bersifat fisik yang dilakukan dalam rangka memaksa korban agar dapat disetubuhi
Kekerasan

fisik yang berada diluar alat kelamin. (SEXUAL ORIENTED INJURIES) Penggunaan obat-obat yang mengakibatkan korban tidak sadar (Abdul Munim 97)

Menentukan perkiraan saat terjadinya persetubuhan. Sperma dalam liang vagina masih dapat bergerak pada waktu 4-5 jam post coital; sperma masih dapat ditemukan tidak bergerak sampai sekitar 24-36 jam post coital, dan bila wanitanya mati masih akan dapat ditemukan sampai 7-8 hari. Perkiraan saat terjadinya persetubuhan juga dapat ditentukan dari proses penyembuhan dari selaput dara yang robek, yang pada umumya penyembuhan tersebut akan dicapai dalam waktu 7-10 hari post coitus

Menentukan sebab kematian pada korban yang meninggal


Pada kasus perkosaan yang menyebabkan korban meninggal biasanya sebab kematian lebih dikarenakan adanya tindakan kekerasan

SPERMA BERCAK DARAH


Kemungkinan Pelaku

RAMBUT AIR LIUR


BITE MARK

Pemeriksaan Penunjang pada korban perkosaan


1) Pemeriksaan sperma Pemeriksaan untuk menentukan adanya spermatozoa Preparat langsung Preparat dengan pewarnaan - tes Malachite-Green - tes Baeechi Pemeriksaan cairan mani Tes Florence Tes Berberio Tes Inhibisi asam fosfatase dengan L(+) asam tartrat Tes reaksi dengan asam fosfatase Tes sinar ultraviolet

2)

Kendala Dalam Membuktikan Kasus Perkosaan


Masalah Keutuhan Barang Bukti Masalah Teknis Pengumpulan Barang Bukti

Masalah Teknis Pemeriksaan Forensik Dan Laboratorium


Masalah Pengetahuan Dokter Pemeriksa

KENDALA

Masalah Pengetahuan Aparat Penegak Hukum

Penatalaksanaan Pada Korban Perkosaan

Kesimpulan
Perkosaan di Indonesia mengacu pada pasal 285 KUHP Tugas seorang dokter dalam membantu penyidikan kasus perkosaan adalah membuktikan adanya tanda-tanda persetubuhan, tanda-tanda kekerasan dan memperkirakan identitas pelaku tindak perkosaan

Perlukah seorang dokter memberikan keterangan kepada penyidik bahwa kasus tsb merupakan perkosaan ? Keterangan apa saja yang bisa diberikan dokter kepada penyidik ? Apakah robekan pada selaput dara bisa menjadi petunjuk terjadinya kekerasan saat senggama ?