Anda di halaman 1dari 29

Apa itu Peta?

peta kota malang Peta adalah gambaran konvensional pola-pola permukaan bumi yang dilihat dari atas dan padanya ditambahkan tulisan-tulisan untuk identifikasi (Raisz, 19 !"# Peta adalah$ (a" alat ilmiah yang tepat digunakan untuk berbagai penelitian dan beberapa aplikasi teknik, (b" suatu bentuk komunikasi grafis (Robinson dan %ale#, 19&'"# Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh (ilayah permukaan bumi dengan berbagai kenampakannya pada suatu bidang datar dengan menggunakan skala tertentu ()una(an, *#, dkk#, +!!,"# Peta (map) berasal dari bahasa Yunani mappa, artinya taplak atau kain penutup meja. Pada awalnya peta hanya menggambarkan kenampakan nyata yang ada di permukaan bumi. Sejalan dengan perkembangan dunia ilmu pengetahuan, saat ini peta digunakan pula untuk menggambarkan hal-hal yang bersi at abstrak dan benda angkasa. Peta adalah gambaran ob-ek yang diseleksi dan diperke.il, harus digambarkan pada bidang datar (kertas" dengan proyeksi tertentu# /b-ek tersebut dapat berupa kenampakan atau data tentang permukaan bumi atau benda angkasa#

A*0A% dan )0/12

A*0A%
1# 3efinisi Atlas berasal dari bahasa Yunani !tlas yang berarti dewa penopang bumi. "alam ilmu pemetaan (kartogra i) atlas merupakan kumpulan berma#am-ma#am peta yang disusun dengan simbul, tulisan, dan bahasa yang sama. $alaupun terdiri beberapa peta, tetapi sebenarnya atlas itu bukan peta. !tlas itu berupa buku yang berisi berma#am-ma#am peta yang dilengkapi dengan diagram, gambar, data statistik, dan uraian penjelasannya dan berwarna. +# 4enis dan Penggunaan Atlas %enurut jenisnya atlas dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu& a. !tlas 'asional !tlas nasional adalah atlas yang dibuat se#ara nasional oleh suatu negara tertentu. !tlas ini berisi tentang data, gambar-gambar, pulau-pulau, dan wilayahnegara yang bersangkutan. b. !tlas "unia !tlas dunia adalah atlas yang dibuat untuk menggambarkan keadaan wilayah seluruh dunia, yang meliputi (enua !sia, ! rika, )ropa, !merika, !ustralia, dan !ntartika. #. !tlas Semesta !tlas semesta adalah atlas yang dibuat untuk menggambarkan keadaan alam semesta, yang meliputi tata surya, galaksi, satelit, bintang, benda angkasa, dan sebagainya. Seperti halnya peta, atlas memiliki kegunaan antara lain& a. Sebagai sumber ilmu pengetahuan b. %erupakan sumber data geogra is 5# 6en.ari 7nformasi 3ari Atlas *n ormasi dalam atlas dapat di#ari melalui& inde+, da tar isi, garis lintang, dan garis bujur,meredian. -).*nde+ nomor peta, yaitu nomor peta untuk membantu pemakai peta men#ari letak suatu tempat. .ontoh& -/ . 0, -/ menunjukan halaman tempat itu berada, . menunjukan baris

(lintang) pada halaman itu, dan 0 adalah kolom (bujur) pada halaman itu. 1) "a tar *si "a tar isi berisi tentang urutan atlas lengkap dengan halamannya. "a tar isi berguna sebagai petunjuk bagi pengguna peta. .ontoh& da tar isi !tlas 'asional se#ara berturut-turut berisi tentang kata pengantar, peta *ndonesia, pulau-pulau *ndonesia, kota-kota besar di tiap pulau dan sebagainya. 2) 3aris 4intang dan bujur 3aris lintang adalah garis-garis khayal bumi pada peta yang melintang arah timur-barat. 3aris lintang disebut juga garis paralel. !dapun garis-garis lintang istimewa bumi adalah& a). 3aris lintang 56 (garis ekuator,garis katulistiwa) yang membagi bumi menjadi dua bagian utara dan selatan. b). 3aris 12-,16 47 dan 4S merupakan garis balik peredaran semu tahunan matahari. #). 8itik lintang /56 merupakan titik kutub. 3aris bujur adalah garis khayal bumi pada peta yang membujur dari kutub utara ke kutub selatan. 3aris bujur disebut juga garis meredian. 3aris bujur berguna untuk pembagian daerah waktu.

)0/12
1# 3efinisi *stilah globe berasal dari bahasa latin globess yang berarti bulatan atau bola. 3lobe digunakan untuk menunjukan bola bumi dan bola langit (planet). Se#ara khusus globe merupakan suatu model (miniatur) dari bumi yang berbentuk bola dan dapat diputar pada porosnya seperti bumi kita ini dibuat dengan skala tertentu. Seorang sarjana bangsa Yunani bernama .rates pada tahun 9 :55 S.% berpendapat bumi berbentuk bulat seperti bola. ;al itu kemudian dibuktikan oleh ekspedisi %agellans pada tahun -<11 yang mengelilingi bumi dengan armada lautnya. 8etapi sebenarnya bentuk bumi tidaklah bulat sempurna seperti sebuah bola, melainkan agak pipih di kedua kutubnya yang kemudian disebut bentuk elipsoida ()lip) atau spheroida. (eberapa sarjana, antara lain& (essel, ;ay ord, dan )=erest telah memperhitungkan se#ara matematis ukuran-ukuran bumi dan menyatakan garis tengah bumi dari kutub ke kutub lebih pendek dari pada garis tengah ekuator bumi. >leh karena perbedaan panjang garis tengah tadi, maka bumi berbentuk elipsoida. (erbagai elipsoida digunakan dalam pemetaan. 8iap-tiap

elipsoida ditentukan oleh parameter sumbu panjang dan sumbu pendek bumi yang disebut dengan bilangan kepipihan (?lattened @ ). ;asil dari pengamatan para sarjana menunjukan bilangan pemipihan yang berbeda-beda seperti terlihat pada tabel berikut&

8abel 7kuran Aari-jari (umi

Aari-jari kutub dan ekuator bumi !tas dasar tabel tersebut di atas dapat dilihat pemipihan di daerah kutub-kutub bumi ke#il sekali yaitu kurang -,255 atau 5,552B maka orang awam menyatakan bumi itu berbentuk bulat seperti bola. 3lobe digunakan untuk meletakkan tempat-tempat dalam keterkaitan yang tepat antara satu tempat dengan tempat ainnya. 7ntuk menempatkan posisi tempat-tempat tersebut dilihat garisgaris arti isial,tambahan, yang berdasarkan kesepakatan internasional, dan dilukiskan dalam globe itu dalam kaitannya dengan kutub bumi (kutub geogra is, bukan kutub magnet bumi) Sumbu bumi adalah pusat bumi berputar atau berotasi dengan arah putaran negati (berlawanan dengan arah jarum jam). 8empat-tempat di (ujur 8imur mempunyai waktu lokal lebih awal dari pada waktu 3reenwi#h (3reenwi#h %ean 8ime @ 3%8), sedangkan yang terletak di (ujur (arat lebih lambat dari 3%8. Setiap -< derajat perbedaan meredian waktunya berbeda - jam. Cedua garis meredian -D56 (8 dan -D56 (( berimpit di tengah-tengah Samudera Pasi ik di sebelah barat Polenisia. "i situlah terletak 3aris (atas 8anggal *nternasional. Seseorang yang melintasi garis itu ke arah timur harus menghitung sekali lagi tanggal yang sama. Sebaliknya yang melintasi ke arah barat harus melon#ati,melewatkan - hari dari tanggal ketika ia melintasi garis batas tersebut. +# %e-arah dan %ifat )lobe

3lobe pertama dibuat oleh %artin (ehaim di 'uremberg, Aerman pada tahun -:/1, merupakan perkiraan bentuk bumi yang paling mendekati keadaan sebenarnya dengan skala diperke#il. 3lobe tersebut dibuat dengan konsep Ptolemy sehingga benua !merika belum tergambar. !dapun globe yang paling terkenal pada masa-masa itu ialah globe buatan Aohannes S#honer, juga dari 'uremberg. "ua dari globenya yang bertahun -<-< dan -<15 menggambarkan selat !merika Selatan, meskipun %agellan belum melakukan pelayaran dan pemetaan ke daerah itu. Pada setiap globe, garis tengah dan luasnya berbanding langsung dengan garis tengah dan luas permukaan bumi sebenarnya. "engan globe dapat digambarkan se#ara tepat jarak (eEuidistant),. luas (eEui=alent), arah dan bentuk (#on orm) dengan #ara terbaik, yaitu mendekati keadaan sebenarnya, walaupun dengan skala yang diperke#il. Sebagai alat peraga untuk pengajaran geogra i, globe mempunyai beberapa keunggulan, yaitu akurat dalam melukiskan muka bumi, jarak yang eEuidistant. luas yang eEui=alent serta interrelasi antara satu tempat dengan tempat-tempat yang lain, seperti misalnya masalah iklim (angin topan, badai, hujan, dan lain-lain). 'amun demikian globe mempunyai kekurangan juga, yaitu bentuknya yang tidak mudah diringkas untuk dibawa (tidak portable) dan hanya baik untuk memberikan gambaran globe. 7ntuk itu saling melengkapi antara globe, atlas, dan peta memang hal yang paling baik. 5# Penggunaan )lobe 3lobe sangat baik untuk menggambarkan kenampakan bumi. (entuk isik yang bulat dapat menggambarkan bumi mirip seperti aslinya. "i#antumkannya garis lintang dan bujur membantu pemba#a untuk membayangkannya. >leh karena itu globe memiliki kedudukan yang tidak kalah penting dibanding dengan peta dan atlas. Sebagai model bumi, globe dibuat mirip dengan keadaan bumi sesungguhnya. Cedudukan atau posisi ke#ondongan globe yang sebesar 00-,16 sama dengan ke#ondongan bumi terhadap bidang ekliptika. )kliptika adalah garis lingkar peredaran semu matahari mengelilingi bumi yang ditempuh selama satu tahun (sebenarnya bumi yang beredar mengelilingi matahari). !ntara bidang ekliptika dan bidang ekuator langit membentuk sudut 12-,16. 3lobe mempunyai banyak man aat, karena dapat digunakan sebagai alat ukur untuk& a. %enggambarkan dan memproyeksikan daerah-daerah di bumi yang mengalami gerhana dan proses terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari. b. %engetahui perbedaan waktu berbagai tempat di bumi dengan pertolongan garis bujur. #. %engetahui perbedaan iklim matahari dengan pertilingan garis lintang. d. %enggambarkan letak garis lintang, garis bujur, garis ekuator, letak kutub utara dan kutub selatan, letaj bujur -D56, dan letak benua-benua pada globe. Sebenarnya 3aris-garis ini tidak terdapat pada bumi kita, tetapi garis-garis ini diperlukan karena sangat membantu dalam

mempelajari letak kenampakan geogra is bumi. ,# 6en.ari 7nformasi 3ari )lobe# 3lobe dapat memberikan in ormasi dengan baik karena& a. (entuk dan posisinya mirip dengan bumi yang sesungguhnya. b. "ilengkapi dengan garis lintang dan garis bujur. 3aris-garis ini sangat menolong bagi pemba#a globe. (eberapa in ormasi yang dapat diperoleh dari globe antara lain& a. 4uas daerah, negara, benua dan laut. b. $aktu terjadinya pergantian musim #. 4etak astronomis maupun geogra is berbagai tempat di muka bumi 3lobe kurang praktis dan membingungkan untuk kepentingan pejelajahan bumi, misalnya& pelayaran, penerbangan, dan perjalanan darat. >leh karena itu mereka sering diubah menjadi peta, dengan #ara menggunting globe menjadi beberapa lembar ke#il dan diletakkan se#ara mendatar. Pengubahan globe menjadi peta tersebut masih merepotkan. 7ntuk itu para ahli pemetaan berusaha men#ari #ara untuk menggambarkan permukaan bumi dalam bidang datar, dengan tingkat kesalahan yang seke#il mungkin. Pengubahan globe menjadi peta ini menggunakan teknik proyeksi peta. '# 8emiringan sumbu bumi (globe" dan 7klim Cemiringan sumbu bumi (globe) terhadap garis peredaran semu matahari yang sebesar 00-,16 mengakibatkan kutub utara dan kutub selatan se#ara bergantian menghadap ke matahari selama 0 bulan. Cemiringan sumbu bumi (globe) tersebut menimbulkan pengaruh terhadap kedaan geogra is di muka bumi sebagai berikut& - Pada tanggal 1- %aret Posisi matahari tepat di atas ekuator. Semua tempat di bumi mengalami panjang siang dan malam yang sama. 4ingkaran batas bayangan dari kutub membagi garis-garis lingkaran lintang atas dua bagian yang sama. - Pada tanggal 1- Auni

Pada saat ini kutub utara bumi menghadap ke arah matahari. !kibatnya lingkaran batas bayangan berada sejauh 12-,16 dari kutub utara, sehingga posisi matahari tepat berada di garis balik utara matahari. "aerah di lingkaran kutub utara mendapat sinar selama 1: jam (sehari penuh), sedangkan di lingkaran kutub selatan berada dalam bayangan. Pada saat itu kutub utara mengalami siang terus menerus, sedangkan di kutub selatan matahari tidak terbit atau malam terus menerus. - Pada tanggal 12 September Posisi matahari kembali tepat di atas ekuator. Semua tempat di bumi mengalami panjang siang dan malam yang sama. Ceadaannya persis seperti tanggal 1- %aret. - Pada tanggal 11 "esember %atahari tepat berada di garis balik selatan (topi# o #apri#orn). Cutub selatan bumi menghadap matahari. daerah di lingkaran kutub selatan mendapat sinar selama 1: jam (sehari penuh), sedangkan di lingkaran kutub utara berada pada bayangan.
"!?8!F P7S8!C! dari artikel C!F8>3F!?* "!S!F yang ditulis oleh "rs. Fudi ;artono, %.Si, yaitu& -. .haldun, !#hmad., 1551. !tlas *ndonesia dan "unia. P8. Carya Pembina Swajaya. .etakan ke 15. 1. 3unawan, 8otok.155:. ?akta dan Consep 3eogra i.3ane#a )+a#t, (andung, 2. ;artono, Fudi., -//5. Cartogra i. Proyek >P? *C*P %alang. 8idak diterbitkan. :. *dris, Yusu ., -///. Cartogra i. "epdikbud, "irjen "ikdasmen, PPP3 *PS dan P%P %alang. 8idak diterbitkan. <. FaisG, )rwin., -/0/. 3eneral .artography. Aohn $iley and Sons, 'ew York. 0. HHHHH., -/II. Prin#iples o .artography. Aohn $iley and Sons, 'ew York. I. Fobinson, !rthur ; dan Sale, Fandall "., -/0/. )lements o .artography. Aohn $iley !nd Sons *n#. 'ew York.

PR/928%7 P2*A
Proyeksi peta yang ideal ialah proyeksi yang tidak mengalami distorsi -arak, sudut, luas dan bentuk, sehingga keadaan asli permukaan bumi tergambar sama persis dengan peta# 4arak di peta sama dengan -arak di lapangan atau e:uidistant# %udut;arah di peta sama dengan arah;sudut di lapangan atau sama bentuk (.onform"# 0uas di peta sama dengan luas di lapangan atau sifatnya e:ualarea# <amun keadaan ideal ini tidak akan dapat dipenuhi oleh suatu proyeksi peta manapun# 4adi distorsi tidak dapat dihilangkan, hanya dapat dikurangi sa-a # Proyeksi peta tidak lain adalah teknik memindahkan bidang lengkung permukaan bumi ke

bidang datar yang berupa peta. 8ujuan pokok suatu proyeksi peta adalah menggambarkan bentuk bola bumi,globe ke bidang datar yang disebut peta dengan distorsi seke#il mungkin. Seperti telah dijelaskan di bagian depan, untuk men#apai ketiga syarat ideal suatu proyeksi adalah hal yang tidak mungkin, dan untuk men#apai suatu syarat saja untuk menggambarkan seluruh muka bumi juga merupakan hal yang tidak mungkin. Yang mungkin dipenuhi ialah salah satu syarat saja dan itupun hanya untuk sebagian dari permukaan bumi. Suatu kompromi atau jalan tengah antara syarat-syarat di atas bisa diambil, guna memungkinkan membuat kerangka peta yang meliputi wilayah yang lebih luas.

%a#am-ma#am bidang proyeksi peta "engan adanya kompromi, maka timbul berma#am-ma#am proyeksi yang masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan sesuai dengan tujuan penggambaran peta.

Macam-macam Proyeksi Peta

Proyeksi bidang datar dan silinder Proyeksi peta dapat dibedakan sebagai berikut$ a# 6enurut 1idang Proyeksinya Proyeksi !Gimuthal,Genithal,planar bila bidang proyeksinya berupa bidangdatar. Proyeksi silinder bila bidang proyeksinya berupa silinder atau tabung.

Proyeksi keru#ut bila bidang proyeksinya berupa keru#ut atau #one.

b# 6enurut Posisi 1idang Proyeksinya *erhadap 1ola 1umi


Proyeksi tegak atau normal, jika garis karakteristik bidang proyeksi berimpitdengan sumbu bola bumi. Proyeksi melintang atau trans=ersal atau eEuatorial, bila garis karakteristik bidang proyeksi berpotongan tegak lurus dengan umbu bola bumi. Proyeksi obliEue atau miring, bila garis karakteristik bidang proyeksinya membentuk sudut lan#ip dengan sumbu bola bumi.

.# 6enurut %ifat 3istorsinya Proyeksi ekuidistan, bila jarak di permukaan bumi sama dengan jarak di peta menurut skalanya. Proyeksi kon orm, bila sudut,bentuk di permukaan bumi sama dengan bentuk di peta.

Proyeksi ekui=alen, bila luas di permukaan bumi sama dengan luas di peta setelah diskalakan.

d# 6enurut Posisi Pusat Proyeksi

Proyeksi 3nomonis, bila pusat bola bumi merupakan pusat sumber proyeksi. Proyeksi Stereogra is, bila pusat sumber proyeksi terletak pada titik di permukaan bumi. Proyeksi >rtogra is, bila pusat sumber proyeksi berasal atau terletak di tempat yang sangat jauh tidak terhingga sehingga garis-garis proyeksi dianggap sejajar.

%emilih Proyeksi Peta


"alam memilih proyeksi peta harus diperhatikan tujuan atau maksud pembuatan peta tersebut, serta unsur mana yang sangat dituntut bagi kepentingan pemakai peta. Sebagai #ontoh& -. 7ntuk keperluan pelayaran,na=igasi& harus dipilih proyeksi kon orm yang atau sama bentuk. 1. 7ntuk para ahli ekonomi, geogra i, untuk menggambarkan data statistik dan menunjukkan penyebaran& pilih proyeksi ekui=alen,sama luas. 2. 7ntuk keperluan penerbangan yang mementingkan kondisi jarak yang benar, haris dipilih proyeksi ekuidistan,sama jarak. :. 7ntuk mengetahui letak dan bentuk daerah& misalnya letak *ndonesia membujur di dekat eEuator, sebaiknya dipilih proyeksi silinder. 4etak .hili melintang searah dengan meridian dan terletak di hemis era selatan, dapat menggunakan proyeksi keru#ut. *ndonesia sekarang ini penggambaran peta rupabumi menggunakan proyeksi 7ni=ersal 8rans=ers %er#ator (78%). [diambil dari artikel: KARTOGRAFI DASAR, Drs. Rudi Hartono, M.Si

Proyeksi =niversal *ransvers 6er.ator (=*6"


Proyeksi 8rans=erse %er#ator merupakan proyeksi silinder berposisi ekuatorial,trans=ers, sering disebut dengan proyeksi 78%. a. .iri-#irinya (idang proyeksinya silinder. Sumbu silinder tegak lurus pada sumbu bumi.

(idang silinder memotong bola bumi pada dua garis meredian dan garis-garis meredian itu dinamakan meredian standar. %eredian standar diproyeksikan sama jaraknya pada bidang silinder. (ola bumi dibagi dalam Gone-Gone yang tiap Gone lebarnya 06 dan dibatasi oleh meredian. 8iap Gone diproyeksikan pada satu bidang silinder.

7kuran tiap Gone adalah lebar 06 dan D6. $ilayah *ndonesia terbagi dalam / Gone,daerah,lembar.

b. Ceuntungan Sudut-sudut pada permukaan bumi kon orm. Satu bagian Gone derajat dengan ukuran 0 6 + D6 sama dengan 00< km + DD< km

"apat dipakai untuk pembuatan peta penerbangan.

#. Cerugian Carena pembesaran jarak dan kon=ergensi meredian, maka unsur ini harus diperhatikan dalam perhitungan. $alaupun satu bagian derajat meliputi daerah luas akan tetapi masih dibutuhkan hitungan-hitungan pemindahan bagian derajat, jadi tidak praktis.

Con=ergensi meredian pada jarak -< km maksimum dapat men#apai lebih kurang -<5 meter.

Posisi silinder pada proyeksi 78%

*A*A 8//R37<A*

1# 8oordinat Pada Permukaan 1umi

(usur lintang dan bujur Coordinat pada permukaan bumi dinyatakan sebagai koordinat geogra i yaitu besarnya sudut busur yang diukur dari pusat bumi. (usur lingkaran-lingkaran yang digambar memotong ekuator dari kutub ke kutub disebut meredian. %enurut kesepakatan internasional, meredian 5 atau meredian utama (prime meredian) ialah meredian yang melalui Foyal >bser=atory 3reenwi#h, 4ondon. Aarak lengkung di sebelah utara dan selatan ekuator yang diukur sepanjang suatu meredian disebut lintang (latitude). (usur /5 derajat antara ekuator dan kedua kutub ditandai dengan lingkaran-lingkaran yang sejajar dengan ekuator dan masing-masing sama jaraknya dan lingkaran itu semakin ke#il ke arah kutub, dan disebut garis-garis paralel. 3aris-garis meredian dan paralel itu merupakan sistem grid yang dipakai untuk menentukan posisi tempat (titik) di permukaan bumi. (erawal dari meredian utama (3reenwi#h) ke arah timur sampai -D5J dinamai bujur timur ((8). "ari meredian utama (3reenwi#h) ke arah barat sampai -D5J disebut bujur barat (((), Sehubungan dengan penggambaran peta, permukaan bumi dibedakan menjadi& a# 1idang Permukaan >isik 1umi *alah suatu bidang seperti kita lihat sehari-hari dengan bentuk yang tidak beraturan, ada gunung, lembah, dan dataran. b# 1idang )eoide *alah suatu bidang eEuipotensial dari gra=itasi dengan bentuk tidak berarturan. .# 1idang 2llipsoid (bidang %pheroid"

*alah suatu bidang geometrik yang beraturan dan mirip bentuknya dengan bidang geoide. (idang ini dipilih sebagai bidang hitung yang merupakan bidang perantara untuk memindahkan lengkungan bola bumi ke bidang peta dan biasanya disebut sebagai bidang re erensi,a#uan.

(idang datum

+# 8oordinat Peta

Coordinat peta

Pembagian Gona pada proyeksi 78%

Pemba#aan koordinat pada proyeksi 78%

Produk 8artografi
Produk kartogra i dapat diujudkan dalam berbagai bentuk. !dapun ma#am-ma#am produk kartogra i adalah sebagai berikut& a. Sketsa adalah gambar keadaan suatu wilayah sempit dalam bentuk garis besar dan memuat sedikit in ormasi. ?aktor kebenaran ukuran dan bentuk obyek tidak diutamakan.

.ontoh Sketsa b. Peta adalah gambaran suatu objek tertentu pada bidang datar, yang digambar dengan memperhitungkan kebenaran ukuran, kedudukan, proyeksi, dan arah mata angin (peta ini biasa disebut peta garis). #. Peta timbul atau peta relie adalah gambaran suatu wilayah yang diujudkan dalam bentuk 2 dimensi, sehingga bentuk-bentuk relie wilayah tersebut nampak.

.ontoh Peta Felie d. %aket atau miniatur adalah gambaran suatu wilayah yang diujudkan dalam bentuk 2 dimensi, yang biasanya berskala besar dan menggambarkan daerah sempit serta kenampakannya detil dan mirip dengan objek aslinya (padanya ditambahkan model-model objek yang ada sepeti& rumah, pohon, mobil, dsb.)

.ontoh maket atau miniatur e. !tlas adalah buku yang berisi peta-peta negara dan disertai diagram, gambar, data statistik, uraian penjelasannya dan berwarna. . Peta digital dan atau >rto oto, yaitu peta hasil teknik penginderaan dari udara atau luar angkasa. Pada peta digital, oto tidak terjadi seleksi objek karena semua kenampakkan di lapangan yang tidak tertutup objek lain akan terekam. "engan demiikian simbul peta juga tidak dijumpai. Pada peta digital, oto sering ditambahkan keterangan nama-nama jalan, nama kota atau nama tempat. Peta yang merupakan hasil teknik penginderaan jauh dan belum dikoreksi kesalahannya disebut #itra. .ontoh& #itra satelit %ulti Spektral S#anner (%SS), #itra 8hemati# %apper (8%), #itra in ramerah thermal, #itra *konos dan sebagainya.

Peta oto g. 3lobe adalah gambaran wilayah permukaan bumi dalam bentuk bola. Aadi globe bukan merupakan peta, tetapi model dari bola bumi.

%kala Peta
%kala Peta adalah perbandingan antara jarak di lapangan dengan jarak di peta. Sebagai #ontoh & Aarak sebenarnya antara Aakarta K (ogor adalah <5 km. Pada peta skala - & -55.555, maka jarak antara kedua kota tersebut adalah & - #m di peta @ -55.555 #m atau - km di lapangan, %aka <5 km di lapangan @ <5 #m di peta. (erdasarkan skalanya peta dapat dibedakan menjadi < ma#am, yaitu& -. Peta kadaster (peta teknis) yaitu peta yang berskala L - & <. 555 1. Peta skala besar, yaitu peta yang berskala - & <. 555 K - & 1<5. 555 2. Peta skala sedang, yaitu peta yang berskala - & 1<5. 555 K - & <55. 555

:. Peta skala ke#il, yaitu peta yang berskala - & <55. 555 K - & -. 555. 555 <. Peta geogra is, yaitu peta yang berskala M - & -. 555. 555

Pengaruh skala terhadap kedetilan objek

Pengaruh skala terhadap kedetilan objek Skala merupakan perbandingan jarak tertentu pada peta dengan jarak itu di lapangan. 7mumnya penempatan skala peta diletakan tepat di bawah judul peta dengan ukuran lebih ke#il. Skala peta dapat dinyatakan dalam 2 #ara, yaitu& - Skala angka (numeri#al s#ale) atau skala pe#ahan& .ontoh&

Skala - & -55.555 (artinya setiap - #m di peta mewakili -55.555 #m atau - km dilapangan) - Skala in#h K mile .ontoh& Skala - in#h & -5 mile (artinya setiap - in#h di peta mewakili -5 mile atau -5 + 02.205 in#h @ 022.005 in#h di lapangan). - Skala gra is (graphi# s#ale), yaitu skala yang digambar dalam bentuk garis yang dibagi dalam unit-unit yang sama panjang. .ontoh&

(artinya setiap satu segmen yang panjangnya - #m mewakili jarak - km)

%imbol Peta
>ungsi simbul pada peta adalah untuk mengganti atau mewakili objek yang digambarkan pada peta. "alam penggambaran peta, penempatan simbol ini diusahakan benar lokasinya. Simbol peta yang baik adalah yang mudah dikenal dan mudah digambar. Simbol peta dapat diklasi ikasikan menurut bentuk dan si atnya. Simbol menurut bentuknya terdiri dari simbol& titik, garis dan luasan,area. Sedangkan menurut si atnya, ada simbol kualitati , dan ada yang kuantitati . Pemilihan bentuk dan si at simbol yang dipilih tergantung pada jenis data yang akan digambarkan pada peta. "ata statistik umumnya digambar dengan simbol kuantitati (seperti pada peta-peta statistik). (agaimana objek permukaan bumi digambarkan pada peta N -. >bjek digambarkan dengan simbol tertentu 1. (entuk permukaan bumi digambarkan dengan proyeksi peta 2. "etil in ormasi objek ditentukan oleh skala

:. Aenis in ormasi digambarkan berdasarkan tema "alam peta rupabumi, objek permukaan bumi dikelompokkan atas & "etil -& (angunan dan unsur buatan manusia "etil 1& *n rastruktur 8ransportasi atau Perhubungan "etil 2& 8opogra i dan Felie "etil :& (atas !dministrasi baik alam maupun buatan "etil <& Oegetasi (Penggunaan 4ahan) "etil 0& ;idrogra i atau unsur perairan "etil I& 8oponimi atau nama geogra i

Simbol (angunan,Cantor

Simbol Perhubungan

Simbol 8umbuhan

Simbol Perairan

Simbol titik untuk kenampakan topogra i

8lasifikasi Peta
1erdasarkan -enis informasi yang dikandung, peta dapat dibedakan men-adi dua$

Peta =mum
a# Peta *opografi dan atau Peta Rupabumi

Peta topogra i adalah peta yang isinya mengutamakan gambaran kebenaran dari keadaan permukaan bumi. Cebenaran penggambarannya meliputi jenis objek, lokasi, jarak, luas dan arah, demikian pula dengan peta rupabumi. Cedua peta ini berisi berma#am-ma#am data yang digambarkan dalam satu lembar tertentu. "ata-data yang terdapat dalam peta topogra i,rupabumi antara lain& -. grid (lintang dan bujur) 1. pola aliran sungai (bila ada sungai) 2. relie :. nama-nama geogra i <. batas wilayah administrasi (propinsi, kabupaten atau kota, dan ke#amatan) 0. bentuk perhubungan (jalan raya dan rel kereta api) I. permukiman D. data lain, misalnya hutan, rawa, sawah, dan tanah kosong (bila ada) .ontoh& 8ata letak,lay-out peta rupabumi

4ay-out Peta Fupabumi .ontoh& Peta Fupabumi

Peta Fupabumi b# Peta korografi, menggambarkan daerah luas, negara, atau benua pada skala ke.il (Atlas termasuk peta -enis ini"# .# Peta-peta dunia

Peta *ematik (peta khusus"


Peta tematik adalah peta yang isinya mengutamakan penggambaran objek tertentu. Sebagai #ontoh adalah peta tanah, peta geologi, peta penggunaan lahan, peta kepadatan penduduk, peta #urah hujan dan lain-lain. Cenampakan objek lain pada peta tematik hanya ber ungsi menambah in ormasi, sehingga memudahkan si pengguna dalam memba#a peta tersebut. Saat ini peta-peta tematik banyak dikembangkan dan diman aatkan untuk kepentingan praktis diberbagai bidang pembangunan.

(eberapa Peta 8ematik Salah satu jenis peta tematik ialah peta teknis, yaitu peta yang bersi at teknis dan digunakan sebagai pedoman untuk pelaksanaan proyek pembangunan. Peta ini merupakan peta yang berskala besar, lebih besar dibanding jenis peta lain. Sebagai #ontoh adalah peta kontur, peta ren#ana jalan, peta pembangunan perumahan, dan lain-lain.("rs. Fudi ;artono, %.Si, C!F8>3F!?* "!S!F) .ontoh& analisis kemiringan lereng,gradien dari peta kontur

Pro il Penampang %elintang

Pro il Penampang %elintang

3radien 4ereng

8onsep Pemetaan

Consep Pemetaan 7ntuk dapat melakukan penggambaran peta yang benar, harus diketahui terlebih dahulu konsep pemetaan. Consep pemetaan ialah bagaimana dapat menggambarkan sebagian atau seluruh permukaan bumi yang bentuknya melengkung itu ke bidang datar yang disebut peta dengan mendekati kebenaran yaitu dengan distrosi seke#il-ke#ilnya. 7ntuk penggambaran tersebut pasti dijumpai kesulitan, karena bidang asli yang akan digambar (bola,globe) berbeda dengan bidang yang digunakan untuk menggambar (kertas,peta). (ola bumi,globe merupakan bangun tiga dimensi, sedangkan kertas,peta merupakan bangun dua dimensi. *ni dapat dibayangkan apabila seseorang ingin mendatarkan kulit jeruk yang melengkung. 8anpa adanya kerutan dan sobekan pada kulit jeruk itu, tidak akan mungkin diperoleh kulit jeruk yang datar. Cerutan dan sobekan itulah yang menyebabkan terjadinya distorsi. "istorsi yang timbul dalam proyeksi peta mungkin berupa distorsi jarak, sudut, yang dapat mengakibatkan terjadinya distorsi luas, dan bentuk.("rs. Fudi ;artono, %.Si, C!F8>3F!?* "!S!F)

>ungsi Peta

dari gambar diatas anda akan sedikit bisa mendapat gambaran akan ungsi peta. Peta ber ungsi memberikan in ormasi kepada pemba#anya mengenai& 4etak relati suatu daerah terhadap daerah lainnya di permukaan bumi. 4etak dapat dibedakan seperti& letak astronomis, letak geogra is, dan letak administrasi. 7kuran wilayah, misalnya& jarak (panjang), lebar dan luas wilayah, isi atau =olume waduk, =olume tanah yang harus digali, dan arah atau sudut. Condisi isik dan non- isik suatu daerah, misalnya jumlah penduduk, kepadatan sebagainya. bangunan, dan

Sebagai alat bantu penelitian lapangan, operasi militer, jelajah alam, dan sebagainya.("rs. Fudi ;artono, %.Si, C!F8>3F!?* "!S!F)