Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN A.

Kata Pengantar Kimia (dari bahasa Farsi dan bahasa Indo-Eropa / kimia "seni transformasi" "alkimia") adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antar atom dan ikatan kimia. Kimia sering disebut sebagai "ilmupusat" karena menghubungkan berbagai ilmu lain, seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bioinformatika, dan geologi. Koneksi ini timbul melalui berbagai sub disiplin yang memanfaatkan konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh,kimia fisik melibatkan penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap materi pada tingkat atom dan molekul. Kimia umumnya dibagi menjadi beberapa bidang utama.Terdapat pula beberapa cabang antar-bidang dan cabang-cabang yang lebih khusus dalam kimia.Salah satu cabang ilmu tersebut adalah Kimia Organologam. Kimia Organologam adalah salah satu cabang dari ilmu kimia yang mengkaji tentang suatu senyawa yang mengandung ikatan antara atom karbon dan logam.Senyawa Organologam pertama kali disintesis di Paris pada tahun 1760.Kemajuan ini 1

menggerakkan antusiasme para ilmuwan untuk lebih mengenal mengenai senyawasenyawa organologam lainnya.Alhasil diperolehlah banyak senyawa organologam yang berhasil disintesis seperti GaramZeis: Na(OH2) [PtCl3(C2H4)] di tahun 1827, Organoseng di tahun1849 dan senyawa Nickel tetracarbonyl yang disintesis oleh Ludwig Mond di tahun 1890 (Zaini, 2011). Nikelkarbonil (namaIUPAC:tetrakarbonilnikel) adalah senyawa organologam dengan rumus kimia Ni(CO)4. Metal karbonil yang berwarna kuning pucat ini bersifat sangat volatil di temperature ruang disamping itu, ia juga sangat beracun. Nikel karbonil digunakan untuk melapisi baja dan material lainnya, disamping itu senyawa ini digunakan sebagai reagen dan sebagai bahan baku pembuatan logam nikel murni (Wikipedia, 2011).Menurut kami perlu adanya pembahasan singkat mengenai senyawa Nikel tetra karbonil sehingga dapatmemberikan pengetahuan bagi Mahasiswa Jurusan Kimia yang mengikuti mata kuliah Organologam.
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan pendahuluan di atas, kami merumuskan masalah sebagai berikut. 1. Bagaimana karakteristik senyawa Nikel tetrakarbonil? 2. Bagaimana proses pembuatan senyawa Nikel tetrakarbonil?

C. Tujuan Sejalan dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui karakteristik senyawa nikel tetrakarbonil 2. Untuk mengetahui proses pembuatan senyawa nikel tetrakarbonil

BAB II PEMBAHASAN A. Karakter Nikel bergeometri tangannya karbonil tetrahedral mengikat ligan adalah dengan karbonil molekul keempat (karbon
Nickel tetracarbonyl

monoksida). Ligan CO dan logam Ni terhubung dengan ikatan kovalen rangkap tiga. Nikelkarbonil memiliki 18 elektron valensi seperti senyawa organologam besi pentacarbonyldan molybdenum
Rumus Molekul Properties Ni(CO)4 170.73 g/mol Tak berwarna atau kuning pucat Berat Jenis 1.319 g/cm3 -17.2 C, 256 K, 1 F 43 C, 316 K, 109 F .018 g/100 mL (10 C) Dapat larut dalam kebanyakan pelarut organik Viskositas 3.05 x 10-4 Pa s

hexacarbonyl.Senyawa organologam ini bestruktur simetris (tetrahedral) dan tidak bermuatan. Dalam senyawa Ni(CO)4, atom nikel memiliki bilangan oksidasi nol. Berikut adalah karakteristik lain dari senyawaNi(CO)4.

Berat Molekul Penampakan

Titik Leleh Titik Didih Kelarutan di air Kelarutan

B. Pembentukan dan Penguraian Pada tahun 1889, Ludwig Mond bersama rekannya Carl Langer dan Friedrich Quinckle menemukan bahwa karbon monoksida bertekanan atmosfir dan bersuhu 40100oC akan aktif bereaksi dengan nikel membentuk gas tak berwarna dan nikel tetrakarbonil.

Ni + 4CO (50C) Ni(CO)4 Mereka kemudian menemukan bahwa reaksi ini bersifat reversibel dengan memanaskannya di temperatur 150 300oC. Ni(CO)4(230C) Ni + 4CO Senyawa nikel tetrakarbonil bersifat stabil karena memenuhi aturan 18 elektron valensi. Aturan yang dikenalkan oleh Sidgwick (1927) ini menyatakan bahwa kompleks logam transisi secara termodinamik akan stabilbilamana jumlah elektron d logam dan elektron yang disumbangkan oleh ligand untukikatan berjumlah 18 elektron (Zaini, 2011). Hal ini dapat dilihat dari distribusi elektron antar molekul pada nikel tetrakarbonil berikut. Nikel tetrakarbonil Ni(CO)4: 4 x (CO) = 4 x 2 e Ni0 = 10 e 18 e C. Manfaat Nikel tetrakarbonil sangat berperan dalam industri penyulingan nikel, dimana palet nikel dan bubuk nikel diproduksi. Senyawa organologam ini juga digunakan dalam pelapisan material dan sebagai katalis dalam pembuatan senyawa organik. D. Proses Pembuatan Saat ini pembuatan nikel tetrakarbonil terbesar diproduksi oleh Inco Factory yang berada di Clydach, Wales, UK. Industri ini menggunakan proses atmospheric pressure carbonyl. Proses ini menggunakan tekanan sekitar 2 7 Mpa dengan tekanan maksimum sebesar 20 Mpa. 5

Bahan baku yang digunakan dalam reaktor ini adalah granular nikel oksida yang mengandung sedikit tembaga, kobalt dan besi yang berbentuk kerikil. Selain itu digunakan juga senyawa hidrokarbon dan SO2 sebagai material inti lainnya. Dalam prosesnya, nikel matte direduksi menjadi bentuk logamnya dengan cara dipaparkan gas hidrogen bertemperatur 400 500oC (gas hidrogen diperoleh dari senyawa hidrokarbon yang telah dikonversi menjadi CO dan H2). Nikel yang tereduksi tersebut kemudian diaktifasi dengan penambahan sulfur sebanyak 2 wt%. Selanjutnya disublimasi dengan aliran gas karbonmonoksida pada tekanan atmosfir dan temperatur 50 70oC.

Gambar 1. Skema Mond-Langer untuk pembuatan produk nikel menggunakan proses Atmospheric Pressure Carbonyl Kiln putar yang digunakan (diameter 5 m, panjang 40 m) berkapasitas 200 ton. Kiln ini terbagi menjadi dua bagian: bagian pertama dilengkapi dengan penghancur material dan merupakan tempat ekstraksi nikel, bagian kedua berfungsi sebagai penyempurna proses ekstraksi nikel dari bagian sebelumnya.

Gambar 2. Rotary kiln untuk sintesis nikel karbonil yang diterapkan di Clydach Karbon monoksida dimasukkan ke seluruh bagian reaktor. Waktu yang dibutuhkan untuk memproses karbonil sekitar 96 jam dengan hasil ekstraksi nikel sebesar 95%. Uap nikel tetrakarbonil yang diperoleh ditransfer ke dekomposer. Dekomposer berfungsi mencampurkan uap nikel tetrakarbonil dengan karbon monoksida.Hasil pencampuran ini akan menghasilkan pellet yang akan di bawa oleh timba-timba yang selalu bersirkulasi membawa pellet. Pellet (atau bubuk) tersebut dibawa ke atas tubular heater (diameter 1,2 m dan tinggi 6,7 m) untuk memisahkan pellet yang berukuran komersial (5-10 mm). Pellet yang terpisah ini akan keluar dari sistem sirkulasi dekomposer, sementara pellet nonkomersial akan kembali masuk ke tubular heater dan dipanaskan dengan temperatur 200 230oC. Kemudian akan bercampur dengan uap nikel tetrakarbonil dan karbon monoksida di dekomposer. Karbon monoksida yang

mengandung 0,1% Ni(CO)4 akan dikembalikan ke rotary kiln untuk mensintesis uap nikel tetrakarbonil. Proses ini akan berlangsung secara terus menerus.

Gambar 3. Skema dekomposer untuk produksi pellet nikel karbonil

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Dari pembahasandiatasdapatdisimpulkansebagaiberikut : 1. Nikel tetrakarbonil di suhu kamar berwujud cair tak berwarna, bersifat volatil dengan tekanan uap yang tinggi. Mendidih di temperatur 43oC pada tekanan atmosfir dan akan terurai pada temperatur 60oC atau kurang, tergantung kondisi reaksinya. Bersifat sangat beracun. 2. Salah satu proses pembuatan senyawa nikel tetracarbonil yang dikenal adalah proses atmospheric pressure carbonyl yang dirancang oleh Mond-Langer.

10

DAFTAR PUSTAKA Zaini, Ahmad. 2011. Kimia Organologam I. Ali, Rusmidah& Wan Azelee Wan Abu Bakar, Kimia Organologam Oleg D. Neikov,StanislavNaboychenko,Victor G Gopienko,Irina V Frishberg. Handbook of Non-Ferrous Metal Powders: Technologies and Applicatio ns

11