Anda di halaman 1dari 13

Bahan no.

1
Definisi Talasemia adalah gangguan keturunan yang mempengaruhi molekul-molekul protein rantai globin . Rantai ini diperlukan dalam sintesis hemoglobin A (komponen darah yang membawa oksigen ke sel dan karbondioksida dari sel). Penurunan jumlah rantai globin mengakibatkan kerusakan dini eritrosit. Terdapat empat tipe talasemia yang derajat keparahan gejalanya berbeda-beda. Talasemia pertama kali ditemukan oleh Thomas Cooley dan Pearl ee pada tahun !"#$. Pertama kalinya dilaporkan talasemia dialami oleh anak-anak pada dataran rendah %editerania sehingga penyakit ini dinamakan thalasa yang dalam bahasa &unani artinya laut. Deskripsi Talasemia disebabkan oleh de'ek pada gen globin . Tidak lama setelah dilahirkan( tubuh janin yang sebelumnya memproduksi rantai globin ) yang berpasangan dengan rantai globin * membentuk hemoglobin 'etus (+b,)( kini berubah membentuk rantai globin . Rantai globin berpasangan dengan rantai globin * membentuk hemoglobin dewasa (+bA). -ayangnya( kekurangan jmlah rantai globin pada indi.idu dengan talasemia menyebabkan kelebihan jumlah rantai globin * bebas yang pada hakekatnya merupakan komponen abnormal dalam eritrosit matur. +al ini mengakibatkan kerusakan eritrosit pada limpa dan penurunan jumlah total eritrosit dalam tubuh. /ndi.idu dengan talasemia umumnya tetap memproduksi rantai globin ) yang membentuk +b, untuk mengkompensasi de'isiensi +bA. Ada empat tipe talasemia ( yakni talasemia minima( minor( intermedia dan mayor. Talasemia minima dan talasemia minor memiliki mani'estasi klinis yang tidak terlalu berat dan justru biasanya asimptomatik. Talasemia minima dikenal sebagai bentuk tenang dari gangguan ini dimana tidak ditemukan abnormalitas hematologi mayor pada darah maupun jaringan pembentuk darah.

-atu-satunya kelainan yang terjadi adalah menurunnya produksi globin . Talasemia minor jarang terjadi. /ndi.idu dengan tipe ini lahir dengan hanya memiliki satu gen globin . %eskipun mani'estasinya pada anak-anak umumnya asimptomatik( tipe minor ditandai oleh temuan hematologi yang abnormal. Talasemia intermedia dan mayor sering membutuhkan penanganan medis. Talasemia intermedia umumnya ditemukan pada anak-anak prasekolah atau yang lebih muda lagi. Tipe ini merupakan bentuk ringan dari talasemia mayor dan seringkali tidak membutuhkan trans'usi darah. Talasemia terutama didiagnosis pada anak usia ! tahun. Ada dua mode talasemia mayor( yakni nol dan positi'. Pada tipe nol tidak ditemukan adanya +bA karena sangat sedikitnya produksi globin . Pada tipe positi' masih dapat ditemukan sejumlah ke0il +bA. Pada kedua bentuk talasemia mayor ini( indi.idu akan mengeluhkan rasa 0apek yang berat akibat penurunan atau absennya +bA yang dibutuhkan untuk membawa oksigen ke sel yang merupakan syarat mutlak bagi kelansungan hidup sel. Profil Genetik Talasemia adalah gangguan resesi' otosom. /ndi.idu pembawa si'at genetik ini tidak akan menderita talasemia namun dapat mewariskan gen kepada keturunnannya. 1ika indi.idu tersebut hamil( ada kemungkinan 2$3 dimana penyakit akan diwariskan apabila pasangannya juga merupakan pembawa de'ek genetik yang sama( dan ada !443 peluang mewariskan gangguan ini apabila kedua orangtua merupakan pengidap talasemia. /ndi.idu dengan talasemia minor merupakan pembawa de'ek gen globin sehingga hanya memiliki satu gen yang dibutuhkan untuk mengekspresi timbulnya penyakit. /ndi.idu ini biasanya asimptomatik atau memiliki gejala minimal. /ndi.idu dengan talasemia mayor mengekspresi dua gen untuk globin sehingga akan menderita penyakit sebagai konsekuensi logisnya. /ndi.idu ini memiliki gejala yang berat. 5en globin ditemukan pada kromosom !!. %utasi yang menyebabkan talasemia umumnya diakibatkan oleh substitusi (tertukarnya sebuah nukleotida oleh

nukleotida lainnya) dan dapat pula disebabkan oleh delesi (hilangnya sebuah kromosom). -ubstitusi terjadi pada nukleotida dan delesi terjadi pada kromosom di mana gen globin berada. Demografi Pre.alensi talasemia pada laki-laki sama dengan pada wanita. 5angguan ini lebih sering dialami oleh keturunan %editerania dan dapat pula dialami oleh keturunan A'rika( Timur Tengah( /ndia dan Asia Tenggara. Gejala dan Tanda 5ejala-gejala talasemia ber.ariasi sesuai dengan tipenya. Talasemia minima Tipe ini tidak memiliki gejala dan dianggap sebagai bentuk tenang talasemia . Talasemia minor /ndi.idu dengan talasemia tipe ini bisa asimptomatik atau dapat mengalami sejumlah gejala minimal. 5ejala dapat memberat pada penderita yang hamil( dalam tekanan atau kurang gi6i. 5ejala-gejala tersebut antara lain7 - Rasa 0apek. 5ejala ini dapat menjadi gejala tunggal pada indi.idu dengan talasemia minor. Rasa 0apek disebabkan oleh penurunan kapasitas eritrosit membawa oksigen yang menimbulkan penurunan oksigenasi sel dan jaringan. - Anemia. Anemia merupakan penurunan jumlah hemoglobin dalam darah. +emoglobin diperlukan untuk membawa oksigen dalam eritrosit. Pada talasemia minor terjadi penurunan kadar +bA dan peningkatan +bA2. +bA2 merupakan hemoglobin minor yang berisi rantai globin 8 sebagai pengganti rantai globin . Anemia lebih sering terjadi saat kehamilan. - -plenomegali. Pembesaran limpa dapat terjadi akibat meningkatnya pembersihan eritrosit rusak. +al ini kadang-kadang ditemukan pada indi.idu dengan talasemia minor dan dapat disertai nyeri pada bagian kiri atas abdomen.

- 9ulit. :arna kulit penderita umumnya pu0at akibat depri.asi oksigen dalam darah. Talasemia intermedia Penderita umumnya memperlihatkan gejala saat usia prasekolah atau lebih muda lagi. %ani'estasi kliniknya menyerupai talasemia mayor dengan intensitas yang lebih ringan. 5ejala-gejala tersebut antara lain7 - Anemia. Penderita memiliki kadar hemoglobin ; # mg<d namun kurang dari normal (!=-!> mg<d pada laki-laki( !2-!? mg<d pada perempuan). - +iperbilirubinemia. @ilirubin merupakan pigmen kuning yang dibentuk melalui perombakan hemoglobin dalam eritrosit. @erlebihnya jumlah bilirubin dalam darah disebabkan oleh meningkatnya destruksi eritrosit (hemolisis) oleh limpa. - -plenomegali. Pembesaran limpa disebabkan oleh meningkatnya destruksi eritrosit yang menjadi rapuh karena meningkatnya jumlah badan-badan inklusi akibat meningkatnya rantai globin * bebas dalam sirkulasi. - +epatomegali. Pembesaran hepar disebabkan oleh akumulasi empedu akibat meningkatnya jumlah bilirubin dalam darah. - Abnormalitas lain. Penderita talasemia intermedia memiliki warna kulit( mata dan membran mukosa yang kekuningan (ikterus) akibat peningkatan jumlah bilirubin dalam darah. Penderita dapat pula mengalami keterlambatan pertumbuhan atau gambaran wajah yang abnormal. Talasemia mayor Anset gejala terjadi pada usia satu tahun. 5ejala umumnya berat( antara lain7 - Anemia berat. Penderita memiliki kadar hemoglobin B # mg<d . - +iperbilirubinemia. Terjadi peningkatan jumlah bilirubin dalam darah akibat bertambahnya destruksi eritrosit (hemolisis) pada limpa. - /kterus. 9ulit( mata dan membran mukosa penderita menjadi kuning akibat meningkatnya jumlah bilirubin dalam darah. - +emotopoiesis intrameduler. Pembentukan eritrosit abnormal di luar sumsum tulang dapat dilakukan oleh tubuh untuk mengkompensasi penurunan produksi

eritrosit matur. +al ini dapat menyebabkan pembesaran organ yang dapat teraba melalui palpasi. - -plenomegali. Pembesaran limpa terjadi akibat meningkatnya destruksi eritrosit dan terjadinya hematopoiesis ekstrameduler. - +epatomegali. Pembesaran hepar terjadi akibat akumulasi empedu atau terjadinya hematopoiesis ekstrameduler. - 9olitiasis. Terbentuknya batu dalam kandung empedu dapat menyebabkan obstruksi dan terdesaknya empedu kembali ke hepar. - Ckspansi sumsum tulang. -umsum tulang mengalami ekspansi akibat meningkatnya produksi eritrosis (eritropoiesis) untuk memproduksi lebih banyak eritrosit matur dan mengatasi status anemia pada tubuh. - Perubahan wajah. Akibat ekspansi sumsum tulang( anak-anak akan mengalami penonjolan tulang pipi( penekanan septum nasi dan protrusi rahang atas. Perubahan wajah ini merupakan tanda klasik pada anak-anak dengan talasemia yang tidak ditangani. - Akumulasi besi dalam jaringan. Akumulasi besi dalam jaringan dapat berakibat 'atal. +al ini disebabkan oleh ekspansi eritroid. %eningkatnya destruksi eritrosit dalam jumlah besar menyebabkan bertambahnya besi yang dilepaskan dari hemoglobin. - 9elainan kardio.askuler. Akumulasi deposit besi pada otot jantung dapat menyebabkan kelainan jantung dan kemungkinan gagal jantung. - Abnormalitas lain. 9ulit penderita menjadi pu0at( penderita mengalami rasa 0apek yang berat( na'su makan jelek( penurunan berat badan dan terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan. Masalah sosial dan gaya hidup Anak-anak dengan talasemia mayor yang tidak terdiagnosis dan tidak ditangani sejak dini akan mengalami perumbuhan struktur tulang wajah abnormal akibat ekspansi sumsum tulang. 9onseling suporti' akan berman'aat bagi anak-anak yang kurang per0aya diri atau menghindar untuk berpartisipasi dalam akti.itas sosial akibat penampilannya.

Arang dewasa pun dapat memerlukan konseling bila ia mengkhawatirkan e'ek dari trans'usi darah dan terapi selasi besi dalam akti.itas sosialnya. Prognosis Prognosis talasemia 0ukup baik pada penderita yang didiagnosis dini dan memperoleh penanganan yang adekuat. Anak-anak dengan talasemia mayor dapat hidup 24-=4 tahun lebih lama dengan terapi trans'usii dan terapi selasi besi.

Bahan no.2
Penyebab Penderita talasemia karier memiliki gen de'ekti' yang diwariskan dari salah satu orangtuanya. Penderita yang diwarisi gen de'ekti' oleh kedua orangtuanya akan mengalami talasemia tipe mayor atau intermedia. Apabila penderita merupakan karier (pembawa satu gen dari salah satu orangtua)( ia berpeluang mewariskan si'at karier ini kepada anaknya apabila pasangannya normal. Damun jika pasangannya juga karier( keturunannya berisiko besar menderita talasemia beta mayor atau intermedia. idup dengan talasemia Penanganan talasemia dan e'ek dari penanganan tersebut bisa sangat menjengkelkan dan melelahkan. -upport group terdekat merupakan media sosial yang sangat membantu( dimana penderita dapat bertemu dengan penderita lain serta keluarga mereka. +al ini akan membantu menurunkan e'ek dari penyakit dalam kualitas hidup penderita.

Bahan no.!
Definisi Talasemia merupakan sekelompok gangguan anemia hemolitik mikrositik yang ditandai oleh absen atau menurunnya sintesis rantai globin pada hemoglobin.

"pidemiologi /nsidennya belum diketahui. Esia onset 2-F tahun untuk talasemia intermedia dan ! tahun untuk talasemia mayor. ,aktor risiko7 - ,amilial G resesi' otosom o 9romosom7 !!p!$.$ o 5en7 rantai globin - 9elompok etnis tertentu o %editerania( Timur Tengah dan Timur Hekat( Asia Tenggara o Tipe mutasi umumnya spesi'ik untuk kelompok etnis tertentu o ,rekuensi gen ber.ariasi dari $-243 Patogenesis 1. #atar belakang +emoglobin dewasa umumnya tersusun dengan komposisi7 "$($3 +bA (rantai *22)( 2($3 +bA2 (rantai *282) dan B23 +b, (rantai *2)2). -elama embriogenesis( produksi rantai dimulai ketika usia gestasi > minggu. Perubahan produksi menjadi hemoblogin dewasa akan terjadi se0ara bertahap hingga selesai ketika bayi berusia =-F bulan. 1adi talasemia mayor tidak akan ditemukan pada usia dibawah =-F bulan. 2. Defek genetik He'ek genetik berupa sintesis abnormal atau tidak terjadinya sintesis rantai globin sumsum tulang gagal memproduksi eritrosit dalam jumlah yang 0ukup serta meningkatnya hemolisis eritrosit dalam sirkulasi anemia hematopoiesis meduler (ekspansi sumsum tulang dengan mani'estasi wajah talasemia yang khas) dan hematopoiesis ekstrameduler (hepatosplenomegali( lim'adenopati). Paling sedikit ada "! titik mutasi dan sejumlah mutasi deleti' telah dapat diidenti'ikasi pada dan di sekitar gen rantai globin yang kesemuanya mempengaruhi ekspresi rantai globin de'ek dalam akti.asi( inisiasi(

transkripsi( pemrosesan genetik( konjungsi( pemisahan( translasi dan<atau terminasi genetik. Tipe ekspresi yang dapat terjadi adalah positi' (menurunnya sintesis rantai globin ) dan nol (tidak ada sintesis rantai globin ). !. Tipe talasemia - Pada status hetero6igot7 o Talasemia minima7 de'ek rantai globin asimptomatik o Talasemia minor7 satu rantai globin normal dan satu gen talasemia - Pada status homo6igot7 o Talasemia intermedia7 dua gen talasemia (onset lambat) o Talasemia minor7 dua gen talasemia (onset dini) Manifestasi klinik 1. $tatus hetero%igot a. Talasemia minima - Asimptomatik b. Talasemia minor - -ebagian besar asimptomatik dan tidak anemis - :anita dapat mengalami anemia berat saat kehamilan - 9omplikasi (pada sebagian ke0il penderita)7 o Perubahan tulang o 9olelitiasis o Elkus pada tungkai o -plenomegali 2. $tatus homo%igot a. Talasemia intermedia - %erupakan 2-!43 dari kasus talasemia

- -imptomatik pada usia 2-F tahun (namun anemia dapat mulai terjadi pada usia ! tahun) - Anemia moderat - 9omplikasi7 o +epatosplenomegali o 5angguan pertumbuhan o /kterus o :ajah talasemik b. Talasemia mayor - Hisebut pula anemia Cooley( anemia %editerania atau anemia .on 1aks0h - -imptomatik pada usia !2 bulan (tidak jarang sudah dimulai pada usia = bulan) - Anemia berat - 9omplikasi7 !. 9elainan kranio'asial o Anset dalam ? bulan pertama kehidupan o %enggambarkan terjadinya hematopoiesis meduler o Penonjolan mandibula dan malar o Protrusi maksila o Hepresi septum nasi dan penonjolan 'rontal 2. +ematopoiesis ekstrameduler o +epatomegali < hepatosplenomegali o im'adenopati peri'er

=. Akumulasi besi dalam jaringan (hemosiderosis) o Peningkatan absorpsi besi pada saluran 0erna akibat anemia kronik( menyebabkan7 o ,ibrosis hepatik dan sirosis (pada usia $ tahun) o 9ulit menjadi gelap (produksi melanin yang diinduksi oleh besi) o 9ardiomiopati sideroblastik (aritmia( gagal jantung kongesti'( perikarditis berulang)

o Cndokriopati F. ain-lain

(diabetes

melitus(

hipopituitarisme

sekunder(

hipoparatiroidisme( hipotiroidisme) o /n'eksi berulang( in'eksi berat( sepsis o Penurunan berat badan( retardasi pertumbuhan Pemeriksaan 1. &adar eritrosit o +b normal pada bentuk hetero6igot o +b ;#4 g< pada talasemia intermedia o +b B#4 g< pada talasemia mayor 2. Blood smear 'morfologi eritrosit( o Dormal pada talasemia minima o %ikrositik hipokromik pada tipe talasemia lainnya o Anisositosis( poikilositosis( sel target( o.alosit( gumpalan baso'ilik( polikromasia( makrosit( eritrosit dengan inti( endapan badan inklusi rantai * !. "lektroforesis hemoglobin o Hiagnostik o Polanya tergantung pada derajat gangguan sintesis rantai globin dan ada tidaknya de'ek rantai globin lain !. Talasemia minima o Peningkatan rasio rantai globin *< 2. Talasemia minor o Penurunan kadar +bA o Peningkatan kadar +bA2 ; =($3 (normal 2($3) o Peningkatan kadar +b, ; 23 (normal 23) =. -tatus homo6igot a. @eta I

Penurunan kadar +bA +bA2 bisa rendah( normal atau tinggi 9adar +b, !4-"43 kadar total hemoglobin b. @eta 4 Tidak ada +bA Peningkatan +bA2 dan +b, (+b, dapat ditemukan !443 saat persalinan) ). $erum o 9adar besi serum normal atau menurun o 9adar trans'erin (T/@C) normal o 9adar transamin dan bilirubin normal atau meningkat o 9adar haptoglobin dan hemopeksin menurun *. Pemeriksaan radiologi a. Rontgen skeletal (talasemia mayor) o Pola Jhair-on-endK pada tulang o Penipisan korteks tulang-tulang panjang $trategi Penanganan 1. Terapi transfusi o PRC ?-> 00<kg@@ setiap 2-= minggu o /nter.al 2-= minggu ini menurunkan uptake besi sebanyak 243 pertahun o 9ebutuhan PRC B244 00<kg@@<tahun o C'ek samping7 Ertikaria( demam (jika menggunakan washed PRC atau yang rendah leukosit) +epatitis @ (akan memiliki kekebalan terhadap .irus hepatitis @) +iperslenisme( hemosiderosis

2. Terapi desferioksamin 'selasi besi( o Hosis 24-?4 mg<kg subkutan selama > jam dalam minimal $ hari<minggu o @ertujuan untuk men0apai keseimbangan besi pada anak-anak dalam masa tumbuh kembang dan men0apai keseimbangan besi negati' pada pasien lebih tua atau pasien simptomatik o -uplementasi asam askorbat untuk mempertahankan kadar asam askorbat (ketika selasi besi sudah optimal) o Himulai sejak usia F-$ tahun ketika 'eritin serum sudah ;!444 ng<00 dan trans'erin serum sudah tersaturasi ;$43. o Tanda-tanda toksisitas des'erioksamin7 /ritasi lokal G eritema( pruritis Deurotoksisitas7 5angguan .isual (katarak( gangguan penglihatan warna( adaptasi gelap yang buruk) 5angguan pendengaran (tuli sensorineural 'rekuensi tinggi) !. $plenektomi o Hiindikasikan untuk hipersplenisme7 Akibat terapi trans'usi reguler Terjadi antara usia ?-> tahun 9etika kebutuhan trans'usi PRC ;244-2$4 00<kg@@<tahun o Risiko7 -epsis paska splenektomi akibat organisme bersimpai (S. pneumoniae, H. influenzae, N. meningitidis) -ebelum splenektomi( perlu dilakukan .aksinasi melawan pneumokokus dan H. influenza. Perlu diberikan penisilin (2 L 2$4 mg peroral) pro'ilaksis paska splenektomi. Perlu pengawasan in'eksi se0ara ketat

). Transplantasi sumsum tulang o Higunakan sejak tahun !">2 o Risiko7 %ortalitas( penyakit gra't-.s-host (gangguan penolakan) kronik