Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Kota Surabaya merupakan kota besar sehingga penduduk yang tinggal sangat banyak, semakin banyaknya penduduk yang tinggal hal ini juga dikaitkan dengan adanya penggunaan transportasi baik darat, udara maupun laut namun lebih banyak yang menggunakan transpostasi darat karena dapat digunakan oleh semua kalangan bawah, menengah maupun atas serta mudah dijangkau seperti angkutan umum (bis kota, angkot, kereta api) dan angkutan pribadi (mobil dan sepeda motor) yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas kota, terutama terjadi di pusat kota Jl. Ahmad Yani. Oleh sebab itu Pemerintah Kota Surabaya berupaya untuk menanggulanginya dengan jalan pembuatan Frontage Road. Sebelum proses pengerjaan ini berjalan pihak Pemerintah Kota Surabaya melakukan kerjasama antar pihak baik pihak masyarakat maupun pihak pemerintah yang berwenang supaya berjalan dengan lancar. Pemerintahan Kota Surabaya kini telah selesai melaksanakan pekerjaan pembangunan Frontage Road Ahmad Yani tahap pertama, jalan sepanjang 825 meter tersebut dapat mengurangi kemacetan dari pertigaan Margorejo (Giant) sampai dengan depan RSAL dr. Ramelan sudah dioperasikan. Setelah pembangunan Frontage Road tahap pertama selesai dilaksanakan, akan dilanjutkan dengan pembangunan Frontage Road tahap dua antara Margorejo sampai dengan Jemur Sari sepanjang 1218 meter. Kendala dalam pembangunan Frontage Road ini pada pembebasan lahan yang hendak dijadikan jalan. Dalam tugas akhir ini penulis membahas manajemen pelaksanaan Frontage Road Ahmad Yani tahap dua.

Lokasi Proyek Tahap pertama

Lokasi Proyek Tahap dua

Gambar 1.1 Lokasi Proyek Frontage Road

Untuk itu, pemilik proyek Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan melalui kontraktor PT. PUTRA NEGARA beserta konsultan manajemen konstruksi CV. INTRO CE membangun akses jalan A.Yani 1218 m. Upaya untuk memenuhi tuntutan tersebut dibutuhkan penggunaan sumber daya meliputi material, penggunaan tenaga kerja, penggunaan peralatan, biaya maupun sistem metode pelaksanaan. Dengan dasar ilmu manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian dan pengontrolan dengan mengintegrasikan ilmu dan seni pengatur agar dapat menyelesaikan suatu tujuan yang telah ditetapkan maka studi ini disusun untuk memperoleh manajemen pelaksanaan yang tepat agar pelaksanaan proyek dapat

diselesaikan lebih cepat tanpa menimbulkan pembengkakan biaya tanpa mengabaikan kualitas dan kuantitas pekerjaan itu sendiri. 1.2 Permasalahan Dari pelaksanaan teknis di lapangan yang selama ini dilakukan oleh pihak kontraktor pelaksana pada proyek pembangunan Frontage Road A.Yani, penulis mengamati serta merumuskan bahwa perlu ditentukannya pola system kerja yang efektif dan efisien yaitu bagaimana penyusunan ulang jadwal waktu pelaksanaan untuk setiap item pekerjaan menggunakan sumber daya yang tersedia dengan memakai manajemen pelaksanaan tertentu. 1.3 Tujuan Tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah mendapatkan penyusunan ulang jadwal waktu yang tepat untuk setiap item pekerjaan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia.

1.4

Batasan Masalah Dalam penyusunan Tugas Akhir ini penulis membatasi beberapa permasalahan diantaranya : 1. Tidak membahas permasalahan yang terkait dengan pembebasan lahan 2. Tidak membahas lalu lintas di sekitar lokasi proyek 3. Tidak membahas masalah perhitungan struktur, drainase dan dimensi saluran

1.5

Struktur Organisasi Pelaksanaan pekerjaan pembuatan jalan ini menggunakan pola struktur organisasi seperti pada bagan dibawah ini.

Pemilik Proyek Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan

Pematusan

Konsultan CV. INTRO CE

Kontraktor PT.PUTRA NEGARA

Gambar 1.2 Struktur Organisasi

Dimana : (1) Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan sebagai pemilik proyek memberi perintah langsung pada pihak konsultan perencana untuk mendapatkan gambar desain jalan sampai pada struktur material, skope pekerjaan dsb yang terkait dengan jalan, juga memberi perintah langsung pada pihak kontraktor pemenang tender sebagai pelaksana pembangunan jalan. (2) Pihak konsultan dan pihak kontraktor pelaksana pembangunan jalan saling bekerja sama (koordinasi pekerjaan) dalam proses pengerjaan pembangunan jalan sampai selesainya proyek pembangunan jalan tersebut. (3) Pihak konsultan juga sebagai pengawas lapangan. Konsultan perencana dan kontraktor bisa juga, bisa menghubungi pemilik proyek dalam arti masalah pertanggung jawaban maupun laporan pekerjaan jadi, bersifat administratif 1.6 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari percepatan waktu Manajemen Pelaksanaan ini antara lain mengurangi biaya overhead, tidak terkena deadline, mengurangi biaya bunga bank, menunjukkan fungsi controlling dan dalam hal ini Manajemen Pelaksanaan terbukti terlaksana dengan baik.

(HALAMAN INI SEGAJA DIKOSONGKAN)