Anda di halaman 1dari 4

BAB II PEMBAHASAN KASUS

A. Pre-Operatif Pasien datang dengan keluhan miksi tidak lancar selama 2 minggu sebelum masuk Rumah Sakit. Pasien datang ke poli dan diputuskan dirawat di bangsal Anggrek Tengah Kanan. Setelah keadaan umum pasien membaik, pasien dipersiapkan untuk operasi tanggal 12 Juni 2 12. Sebelum dilakukan operasi, dilakukan pemeriksaan pre!op "ang meliputi anamnesa, pemeriksaan #isik dan pemeriksaan penun$ang untuk menentukan status #isik ASA % risk. &iputuskan kondisi #isik pasien termasuk ASA '' (pasien geriatri), serta ditentukan rencana $enis anestesi "ang dilakukan "aitu regional anestesi dengan teknik SubArachoid *lock. Pasien "ang akan men$alani operasi T+RP umumn"a adalah pasien geriatri, untuk itu penting dilakukan e,aluasi ketat terhadap #ungsi kardio,askuler, respirasi dan gin$al. Pasien!pasien ini dilaporkan mempun"ai pre,alensi "ang cukup tinggi untuk mengalami gangguan kardio,askular dan respirasi, hal lain "ang perlu diperhatikan pada pembedahan ini adalah darah harus selalu tersedia karena perdarahan prostat dapat sangat sulit dikontrol, terutama pada pasien "ang kelen$ar prostatn"a - . gram. Jenis anastesi "ang dipilih adalah regional anastesi cara spinal. Anastesi regional baik spinal maupun epidural dengan blok sara# setinggi

T1 memberikan e#ek anastesi "ang memuaskan dan kondisi operasi "ang optimal bagi prostattectom". &ibanding dengan general anastesi, regional anastesi dapat menurunkan insidens ter$adin"a post!operati,e ,enous trombosis. B. Durante operatif /perasi berlangsung selama 0 menit. Prosedur pembedahan ini adalah membuka perlekatan prostat dengan ,esika urinaria kemudiam mereseksi kelen$ar prostat "ang membesar, selalu memerlukan cairan irigasi kontin"u dalam $umlah besar. Penggunaan se$umlah besar cairan irigasi membawa beberapa komplikasi antaralain T+RP s"ndrome, hipotermi, dan koagulopati. Teknik anastesi "ang digunakan adalah spinal anastesi dengan alasan operasi "ang dilakukan pada bagian tubuh in#erior, sehingga cukup memblok bagian tubuh in#erior sa$a. Selain itu, $ika ter$adi T+RP s"ndrome akan lebih mudah melihat ge$ala!ge$alan"a $ika pasien dalam keadaan sadar. /bat anastesi "ang diberikan pada pasien ini adalah berisi *upi,akain 1cl 2 mg), bupi,akain dipilih karena durasi ker$a "ang lama. *upi,akain 1cl merupakan anastesi lokal golongan amida. *upi,akain 1cl mencegah konduksi rangsang sara# dengan menghambat aliran ion, meningkatkan ambang eksitasi elekton, memperlambat perambatan rangsang sara# dan menurunkan kenaikan potensial aksi. &urasi analgetik pada T 1 ! T 12 selama 2!2 $am, dan bukain spinal menghasilkan relaksasi muskular "ang cukup pada ekstremitas bawah selama 2! 2,0 $am. Selain itu bucain $uga dapat ditoleransi dengan baik pada semua $aringan "ang terkena.

Pada saat operasi berlangsung pasien tampak sangat gelisah sehingga diberikan mida3olam 2 mg untuk menghilangkan kecemasan pasien agar pasien bisa tenang. 4ida3olam merupakan golongan ben3odia3epin "ang men"ebabkan tenang, kantuk 5 menidurkan. 6#ekn"a "aitu sedasi, hipnosis, dan menurunkan emosi. Antibiotik "ang diberikan adalah ce#tria7one 2gram i,. 8e#tria7one dipilih karena memiliki akti,itas spektrum "ang lebih luas terhadap kuman gram negati# serta lebih stabil terhadap kuman penghasil beta laktamase, penisilinase dan se#alosporinase. 1al ini penting diperhatikan karena pasien!pasien bedah urologi mempun"ai resiko tinggi terhadap in#eksi. Selain itu pada pasien terdapat tanda!tanda c"stitis, oleh karena itu ce#ota7ime dinilai tetap sesuai dengan indikasin"a "aitu in#eksi saluran kemih. Asam Tre7enamate in$eksi 1 hemeostatik. mg dipakai sebagai obat

1emeostatik merupakan obat "ang digunakan untuk

menghentikan perdarahan. Asam traneksamat beker$a penghambat bersaing dari akti,ator plasminogen dan penghambat plasmin. Plasmin sendiri berperan menghancurkan #ibrinogen, #ibrin, dan #aktor pembekuan darah lain. /bat ini diekskresikan dengan cepat melalui urin. Semua pasien "ang menghadapi pembedahan harus dimonitor secara ketat . aspek "akni 9 monitoring tanda ,ital, monitoring tanda anestesi, monitoring lapangan operasi, dan monitoring lingkungan operasi.

1asil monitoring tanda!tanda ,ital selama operasi berlangsung9 :aktu <.2 <..0 1 . 1 .10 1 .2 T& (mm1g) 11 5= 1 1 5?? 5= ;adi ( kali per menit) >2 > < >? <1

<?5? 11 5=

C. Post Operatif Perawatan pasien post operasi dilakukan di RR, setelah dipastikan pasien pulih dari anestesi dan keadaan umum, kesadaran, serta ,ital sign stabil pasien dipindahkan ke bangsal, dengan an$uran untuk bed rest 2. $am, tidur terlentang dengan 1 bantal, minum ban"ak air putih serta tetap diawasi ,ital sign selama 2. $am post operasi.