Anda di halaman 1dari 5

Pembuatan Media PDA (Tanpa Gambar)

PEMBUATAN MEDIA PDA


(Laporan Praktikum Mikrobiologi Pertanian) Oleh Tety Maryenti 1014121179 PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG 2011

__________________________________________________ I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Populasi mikroba di alam sekitar kita sangat besar dan kompleks. Untuk menelaah mikroba tersebut, kita harus dapat menumbuhkan atau mengembangkannya. Media diperlukan untuk menumbuhkan dan mengembangkan suatu mikroorganisme. Media biakan adalah bahan atau campuran bahan yang dapat digunakan untuk membiakkan mikroorganisme, karena memiliki daya dukung yang tinggi terhadap pertumbuhan dan perkembangbiakkannya. Pertumbuhan bakteri selain memerlukan nutrisi, juga memerlukan pH yang tepat. Kebanyakan bakteri tidak dapat tumbuh pada kondisi yang terlalu basa Adanya pembiakan bakteri dan jamur dimaksudkan untuk memudahkan pemeriksaan yang akan dilakukan di dalam laboratorium, sehingga jika sewaktu-waktu kita memerlukan bakteri dan jamur untuk suatu percobaan, maka bakteri dan jamur tersebut telah tersedia. Biakkan bakteri dan jamur tersebut dapat disimpan di dalam lemari es untuk waktu yang lama tanpa ada kerusakan. Potato Dextrose Agar merupakan salah satu media yang banyak digunakan untuk membiakkan suatu mikroorganisme, baik itu berupa cendawan/fungi, bakteri, maupun sel makhluk hidup. Potato Dextrose Agar merupakan paduan yang sesuai untuk menumbuhkan biakan. Karena ekstrak potato (kentang) merupakan sumber karbohidrat, dextrose (gugusan gula, baik itu monosakarida atau polysakarida) sebagai tambahan nutrisi bagi biakan , sedangkan agar merupakan bahan media/tempat tumbuh bagi biakan yang baik, karena mengandung cukup air. B. TuB. Tujuan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah : 1. Agar mahasiswa memahami dan mengetahui cara pembuatan media PDA 2. Agar mahasiswa terampil dalam pembuatan media PDA.

____________________________________________________ II. TINJAUAN PUSTAKA Sebelum menumbuhkan mikroorganisme dengan sebaik-baiknya, pertama-tama anda harus dapat memahami kebutuhan dasarnya lalu mencoba memformulasikan suatu medium yang memberikan hasil yang terbaik. Yang dimaksud dengan medium disini adalah bahan yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme diatas atau didalamnya. Sebenarnya tidak ada satu macam medium pun yang cocok untuk setiap cendawan berbeda-beda. Beberapa cendawan dapat tumbuh dengan baik pada setiap macam medium yamg mengandung beberapa bahan organik, cendawan yang lain memerlukan zat-zat kimia tertentu (Hadiotomo,1993). Pertumbuhan bakteri selain memerlukan nutrisi, juga memerlukan pH yang tepat. Kebanyakan bakteri tidak dapat tumbuh pada kondisi yang terlalu basa, kecuali Vibrio cholerae yang dapat hidup pada pH lebih dari 8. Suhu juga merupakan variabel yang perlu dikendalikan. Kelompok terbesar yaitu mesofil, suhu optimum untuk pertumbuhannya 20-40oC (Volk, 1993). PH merupakan faktor yang sangat mempengaruhi suatu keberhasilan dalam pembuatan medium sehingga kondisi pH yang terlalu basa atau terlalu asam tidak cocok untuk dijadikan medium mikroba karena mikroba tidak dapat hidup pada kondisi tersebut. Medium didiamkan atau disimpan selama 2 x 24 jam untuk menyakinkan bahwa medium masih steril, karena selain pH sebagai penentu tumbuhnya mikroba, alat dan medium yang steril juga menentukan (Dwidjoseputro, 1994).

Memformulasikan suatu medium atau bahan yang akan digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme di dalamnya harus memperhatikan berbagi macam ketentuan seperti jika yang ingin kita membuat medium untuk organisme bersel tunggal, biasanya air sangat penting sebagai komponen utama protoplasmanya serta untuk masuknya nutrien ke dalam sel. Pembuatan medium agar padat, digunakan agar-agar, gelatin atau gel silika. Bahan agar yang utama adalah galaktan (komplek karbohidrat yang diekstrak dari alga genus Gelidium). Agar akan larut atau cair pada suhu hampir 100oC dan akan cair apabila kurang lebih 43oC (Hadioetomo, 1993). Pembuatan medium Potato Dextrose Agar (PDA), kentang sudah ditimbang dan direbus. Disini menggunakan agar untuk mengentalkan medium. Ekstrak kentang dan agar disetir dan diatur suhu dan pHnya. Sebelum dilakukan sterilisasi, medium berawarna kuning, setelah disterilisasi dalam autoklaf medium berwarna kecoklatan dan didapat endapan berwarna putih. Setelah didinginkan beberapa saat, medium dapat ditanami bakteri (Schegel, 1993).

____________________________________________________ III.METODOLOGI PERCOBAAN A Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah tabung reaksi, pisau, kentang, timbangan, kompor, gelas ukur, panci, cawan petri, kapas, erlenmayer, autoklaf, batang penyedok, dextrose, agar, dan aquades. B Prosedur Kerja Cara pembuatan media PDA : 1. Menyiapkan alat dan bahan dalam pembuatan media PDA 2. Menyiapkan kentang 50 gram, dextrose 5 gram, air destilasi 250 ml, dan agar batangan 5 gram 3. Memotong kentang menjadi beberapa bagian, kentang tersebut direbus dengan air 250 ml di kompor sampai airnya keruh dan mengeluarkan sari-sarinya 4. Sari-sari kentang atau kaldu kentang dimasukkan kedalam tabung Erlenmeyer ukuran 250 ml 5. Dimasukkan agar sedikit demi sedikit sambil diaduk begitupula larutan dextrose atau gula agar tidak menggumpal 6. Tabung Erlenmeyer ditutup dengan alumunium foil, diikat dengan karet gelang 7. Dimasukkan di autoclave dengan tekanan 2 ATM atau 121C. Cara sterilisasi cawan petri : 1. Cawan petri yang akan disterilkan diambil 2. Sediakan koran secukupnya. 3. Letakkan cawan perti di atas koran dengan posisi cawan tepat berada pada tengah koran. 4. Satukan antara sisi yang satu dengan sisi yang lain. 5. Lipat koran ke satu arah hingga tidak ada udara yang masuk. 6. Setelah dilipat, balik posisi koran yang awalnya diatas menjadi dibawah lalu bagian atasnya dilipat tiap ujungnya. 7. Setelah dibungkus, masukkan bungkus cawan ke dalam plastic anti panas lalu diikat dengan karet hingga dipastikan tidak ada yang masuk. 8. Masukkan cawan yang telah dibungkus ke dalam autoklaf 150 C selama 2 jam.

_____________________________________________________ IV.HASIL DAN PEMBAHASAN A Hasil Pengamatan

No

Gambar

Keterangan

Gambar disamping merupakan bahan pembuat media PDA yaitu erlenmayer, kentang, agar, dextrose,dan alumunium foil.

Setelah dicuci dan dikupas, kentang ditimbang 50 gr dengan menggunakan timbangan

Lalu kentang dipotong menjadi dadu dan kemudian kentang direbus bersama air destilasi sebanyak 250 ml. Tunggu hingga sarinya atau kaldunya keluar.

Lalu masukkan sari- sari kentang kedalam tabung Erlenmeyer yang bervolume 250 ml.

Agar dipotong berukuran kecil agar dapat dimasukkan kedalam tabung Erlenmeyer bersamaan dengan gula atau dextrose.

Kemudian masukkan agar dan dextrose sebanyak masing-masing 5 gr sedikit demi sedikit, masukkan ke dalam erlenmayer sambil diaduk.

Setelah dimasukkan ke dalam erlenmayer, tutup tabung tersebut dengan alumunium foil.

Kemudian tabung Erlenmeyer yang telah ditutupi alumunium foil, dimasukkan ke dalam plastic tahan panas.

Setelah itu, sterilkan dengan menggunakan autoklaf dengan tekanan 2 ATM atau 121C.

B Pembahasan Media adalah suatu substrat tempat tumbuh berkembangnya mikroorganisme dalam suatu kehidupan. Substrat adalah nutrisi yang dibutuhkan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Medium adalah jika suatu mikroorganismebisa tumbuh dan berkembang dalam suatu media. Berdasarkan kegunaanya, PDA dibagi menjadi 3 yaitu a. Media umum : global, misalanya dari semua jamur maupun bakteri dapat digunakan

b. Media pembeda : dapat membedakan antara aspergillus dan lactobacillus c. Media sebagian : digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme tetapi tidak secara keseluruhan. Berdasarkan komposisinya : a. Alami : tanpa campur tangan manusia seperti jagung, telur b. Semi sintetik : secara kimia, tetapi tidak keseluruhan kmia , ada sebagian tidak c. Sintetik : dapat dilihat secara keseluruhan secara kimia seprti kalium klorida, kalium posfat, dan natrium nitrat. Berdasarkan konsistensinya : a. Cair : biasanya digunakan jamur untuk pengembangbiakkan secara besar. b. Padat : pembuatan PDA, diberikan agar-agar dengan konsentrasi 15-20 gr/liter c. Setengah padat : pembuatan PDA, contohnya dengan menambahkan agar-agar dengan konsentrasi rendah 5-10 gr/liter. Pertanyaan : 1. Kenapa perlu membuat PDA ? 2. Kenapa dalam pembuatan PDA menggunakan kentang dan gula ? 3. Selain kentang, adakah bahan lain yang bisa membuat media ? Jawaban : 1. Karena agar kita mengetahui cara tumbuh dan berkembangnya mikroorganime yang kita telaah. 2. Karena kentang dan gula memiliki kandungan karbohidrat yang baik untuk pertumbuhan tanaman. __________________________________________________ V. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil pengamatan yang telah dilakukan adalah: 1. Media biakan berfungsi untuk memberikan tempat dan kondisi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangbiakan dari mikroorganisme yang ditumbuhkan. 2. PDA merupakan media penumbuhan mikroorganisme yang sangat efektif, hal tersebut dikarenakan sebagian besar mikroorganisme dapat tumbuh dan berkembang di dalam media tersebut dalam. 3. Media dibagi menjadi 3 berdasarkan kegunaannya, yaitu media umum, media pembeda , dan media sebagian. 4. Media dibagi menjadi 3 berdasarkan komposisinya, yaitu alami, semi sintetik dan sintetik 5. Media dibagi menjadi 3 berdasarkan konsistensinya, yaitu cair, padat, dan setengah padat. ____________________________________________________ DAFTAR PUSTAKA Hadioetomo, Ratna Siri. 1993. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. PT Gramedia Pustaka Utama : Jakarta Volk , W. A & Wheeler. M. F. 1993. Mikrobiologi Dasar Jilid 1 Edisi ke 5. Erlangga, Jakarta. Dwidjoseputro, D. 1994. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan, Jakarta. Hadioetomo, R.S. 1993. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Gramedia, Jakarta. Schegel, G.H. 1993. General Microbiologi seventh edition. Cambrige University Press, USA